Unethical Business in Nuclear Technology Development and Utilization

Nuklir merupakan sumber energi menjanjikan, namun apakah sebanding dengan resiko yang ditimbulkan?


0

Gambar 1.Peristiwa Bom Nuklir di Hiroshima

(Sumber : ttps://www.bbc.co.uk/newsround/33733410)

Peristiwa bom nuklir terhebat di dunia, yang terjadi di Hiroshima, jepang pada tahun 1945 membuka mata manusia tentang energi nuklir untuk pertama kalinya. Selanjutnya pada tahun 1950, Presiden Amerika Serikat ke-33, S. Truman mencetuskan sebuah keputusan tentang pemanfaatan nuklir dalam pengembangan bom hidrogen. Dalam perkembangannya, pada tahun 1954, untuk pertama kalinya dalam sejarah yaitu pemanfaatan nuklir untuk tujuan komersial. Untuk pertama kalinya juga sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir beroperasi di Rusia. Pada tahun 2020, sebanyak 440 reaktor nuklir telah beroperasi di 30 negara, dimana pemanfaatan nuklir terbanyak adalah untuk kelistrikan.

Setelah hampir 70 tahun penggunaan dan pengembangan teknologi untuk mengolah nuklir, beberapa kendala yang dianggap berbahaya bagi lingkungan dan juga manusia masih belum terpecahkan. Tiga kendala dan ketakutan utama yang dilansir dalam pada laman greenamerica.org adalah belum adanya regulasi tentang pembuangan limbah nuklir untuk jangka panjang, kemungkinan terjadinya kecelakaan dalam industri nuklir yang masih besar, dan yang terakhir adalah pengembangan tenaga nuklir untuk persenjataan perang. 

Gambar 2. Infografis Persebaran Reaktor Nuklir di Dunia

(Sumber :https://tirto.id/betapa-tak-mudahnya-menghentikan-nuklir-b8Kn)

Pada tahun 1946 – 1993, sebanyak 13 negara bersangkutan, yakni Uni Soviet, Inggris, Swiss, Amerika Serikat, Belgia, Perancis, Belanda, Jepang, Swedia, Rusia, Selandia Baru, Jerman, Itali, dan Korea Selatan telah dilarang atau ditegur melalui perjanjian internasional (Konfrensi London) terkait pembuangan limbah nuklir yang berbahaya bagi lingkungan. Jepang, negara ke-5 dengan jumlah reaktor nuklir terbanyak, masih kesulitan dalam mencari jalan keluar dalam memanajemen limbah nuklir (www.thediplomat.com). Berdasarkan regulasi dari komisi yang mengatur tentang nuklir (NRC), limbah nuklir akan disimpan dalam containers yang terbuat dari besi yang kemudian dilapisi semen dam kemudian dibuang ke laut atau ditanam di dalam tanah. Dengan perlakuan tersebut, skenario tersebut merupakan skenario terbaik untuk saat ini. Namun pada faktanya, pada artikel yang diunggah pada laman https://www.conserve-energy-future.com/ menyatakan bahwa zat radioaktif dari nuklir dapat bertahan selama beribu-ribu tahun lebih lama dibandingkan material dari kotak penyimpanan yang telah ditentukan oleh NRC tersebut. Sehingga kemungkinan untuk terjadinya kebocoran, dan juga mudah ditemukan orang yang memiliki maksud jahat, mengingat tempat pembuangan limbah tersebut tidak berada di tempat yang spesial.

Gambar 3. Grafik Penguraian Radioaktif di Dalam Limbah Nuklir

(Sumber: https://www.aph.gov.au/Parliamentary_Business/Committees/House_of_Representatives_Committees?url=isr/uranium/report.htm)

Menurut Suhariyono (2006), meskipun reaktor nuklir mampu memberikan energi yang sangat cukup untuk kehidupan manusia dengan segala keunggulan dari sedikitnya pencemaran yang ditimbulkan, ekonomis dan tidak ikut dalam menambah pemanasan global serta hujan asam. Nuklir masih menyisakan beberapa persoalan terutama di limbah yang dihasilkan, seperti yang dapat dilihat pada Gambar 2, untuk mengurai radioaktif yang telah dipakai membutuhkan waktu selama kurang lebih 10.000 tahun. Selain itu, proses pembuangan limbah ini juga memakan lahan yang sangat banyak karena nantinya limbah dilapisi beton atau timbal lalu dikubur di lubang berlapis-lapis jauh dibawah tanah, maka bila permintaan reaktor nuklir meningkat akan menambah persoalan baru terkait lahan yang tersedia.

Gambar 4. Reaktor Nuklir Chernobyl Meledak

(Sumber: https://www.theguardian.com/environment/2020/may/05/exodus-from-kiev-aftermath-of-chernobyl-nuclear-accident-archive-1986)

Gambar 5. Kecelakaan Reaktor Fukushima Daiichi 

(Sumber: https://www.express.co.uk/news/world/1135616/chernobyl-hbo-series-sky-atlantic-fukushima-nuclear-disaster-ukraine-japan-spt)

Masalah yang kedua adalah bahwa kemungkinan terjadinya kecelakaan pada industri ini masih cukup besar. Dalam kurun waktu 70 tahun, sudah terjadi kecelakaan besar yang terjadi di beberapa reaktor maupun fasilitas yang menggunakan nuklir sebagai sumber energi mereka. Tiga kecelakaan besar diantaranya terjadi pada tahun 1957, 1987, dan 2011 yang berada di negara Rusia, Ukraina, dan Jepang. Kecelakaan tersebut menyebabkan di daerah reaktor dan dalam area sekitar yang cukup luas tidak dapat ditinggali oleh manusia dan juga makhluk hidup lainnya dalam beberapa dekade. Rentang waktu kecelakaan tersebut adalah sekitar 30 tahunan, apakah jika pengembangan dan pemanfaatan nuklir ini masih akan berlanjut akan mengakibatkan sebuah kecelakaan besar lagi dalam kurun waktu yang hampir sama? Oleh karena itu pemanfaatan tenaga nuklir dapat dikatakan masih memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Gambar 6. Dampak Sebelum dan Sesudah Kecelakaan Nuklir Reaktor Fukushima 

Daiichi di Lingkungan Pemukikan Penduduk Sekitar

(Sumber: Amano, 2015: 159)

Resiko yang besar ini sudah berdampak banyak pada kecelakaan yang sudah terjadi dunia. Resiko tersebut bahkan perlu waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk kembali dapat dihuni oleh manusia seperti yang dapat dilihat pada Gambar 6. Bahkan, pada lama(https://www.newsweek.com) lokasi bekas terjadinya bencana Chernobyl masih belum bisa dihuni walaupun sudah dibuka sebagai tempat wisata yang tentunya butuh keamanan ekstra saat berkunjung. Menurut Suhariyono (2006), pada jurnalnya dikatakan bila kecelakaan nuklir terjadi kebanyakan karena kesalahan manusia seperti laporan yang terjadi pada tahun 1987 di US tercatat kesalahan timbul oleh 20% pekerja bersertifikat, 54,5% pekerja lain dan sisanya disebabkan oleh “non human error”.

Tenaga nuklir dikenal pertama kali dalam bentuk senjata pemusnah manusia, yang menghabisi jutaan nyawa manusia. Pada faktanya, sampai saat ini masih belum ada angka pasti korban yang menjadi dampak bom tersebut karena zat radioaktif tersebut memiliki efek dalam jangka panjang dan dapat menurun pada beberapa keturunan selanjutnya. Peristiwa buruk tersebut masih enggan ditinggalkan sejumlah negara dalam mengembangkan senjata- senjata yang memanfaatkan nuklir. Kebijakan dalam penggunaan nuklir dalam membuat senjata sudah ada sebelumnya, namun ada beberapa negara yang masih enggan menandatangani perjanjian tersebut, seperti Pakistan, Korea Utara, India, dan Israel. Kegelisahan besar dalam penggunaan nuklir untuk keperluan persenjataan adalah ketika senjata tersebut jatuh ke tangan yang salah, seperti teroris. Apakah dunia masih tetap akan bereksperimen menciptakan senjata- senjata nuklir yang dimana sudah jelas akan mengancam perdamaian dan keberlangsungan umat manusia?

Masalah Etika Teknologi Nuklir:

Masalah etika mengenai teknologi nuklir ada pada perbandingan dampak positif dan negatifnya. Dampak positif dari energi nuklir terhadap lingkungan adalah energi ini berkelanjutan dan tidak menghasilkan gas rumah kaca, serta menghasilkan limbah lebih kecil daripada energi konvensional. Meningkatnya permintaan akan energi dan berkurangnya pasokan bahan bakar fosil, menjadikan nuklir sebagai alternatif yang layak untuk digunakan untuk menggantikan energi bahan bakar fosil. Selain itu dalam bidang kesehatan radiasi dari energi nuklir banyak digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit maupun menyembuhkan penyakit. 

Dampak negatif dari energi ini adalah kecelakaan yang disebabkan oleh nuklir dapat menjadi bencana. Salah satu contoh bencana terbesar yang disebabkan oleh nuklir adalah ledakan PLTN yang terjadi di Chernobyl yang terjadi pada 26 April 1986. Menurut IAEA, ledakan awal mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 28 orang petugas pemadam kebakaran dan petugas pembersihan darurat meninggal dalam tiga bulan pertama setelah ledakan disebabkan oleh paparan radiasi akut, dan satu serangan jantung. Laporan WHO memperkirakan sejauh ini sekitar 5000 orang yang masih anak-anak dan remaja saat kecelakaan terjadi, telah didiagnosis menderita kanker tiroid. WHO juga memperkirakan kemungkinan jumlah yang mencapai 9000 kematian disebabkan oleh kanker sebagai akibat dari ledakan ini.

Adapun dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh paparan radiasi nuklir dengan dosis yang tinggi, diantaranya:

  1. Menyebabkan Hancurnya Sel-Sel Tubuh

Radiasi nuklir dengan dosis yang tinggi dapat menyebabkan rusaknya sel-sel tubuh seseorang, seperti pada bagian lambung, usus, mulut dan pembuluh darah, dan sel-sel yang memproduksi darah di sum-sum tulang. 

  1. Mutasi Genetik 

Menurut dr Ryan Yudistiro, SP.KN M.Kes, paparan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan sel DNA dan menyebabkan mutasi genetik, seperti menyebabkan munculnya sel kanker.

  1. Menyebabkan Kanker

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya. Orang yang sering terpapar radiasi ini, memiliki resiko besar untuk terkena kanker, sepeti kanker tiroid, maupun kanker lainnya.

  1. Kerusakan Jaringan Kulit

Radiasi ini juga dapat menyebabkan orang-orang yang terkena paparannya  dalam dosis yang tinggi mengalami kulit terbakar, lecet, luka, hingga kanker kulit. 

  1. Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Radiasi ini dapat memberikan dampak yang buruk bagi perkembangan otak dan saraf anak. Paparan dari radiasi ini juga dapat menyebabkan bayi terlahir cacat.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia :

            Indonesia sendiri sedang berencana untuk menerapkan penggunaan teknologi nuklir sebagai tenaga pembangkit listik. Menurut kepala Badan Tenaga Atom Nasional, Anhar Riza Antariksawan dalam laman www.pikirian-rakyat.com rencana ini telah memasuki tahap studi kelayakan. Namun belum dapat diperkirakan kapan pembangunannya dapat dimulai. Pembangkit listrik berbahan bakar terbarukan (EBT) ini akan dibangun di Kalimantan Barat, dengan kapasitas 100 megawatt. Beliau memperkirakan pembangunan dapat memakan waktu 7 sampai 10 tahun, tergantung pada teknologi yang digunakan.

Pro dan Kontra Pembanguanan PLTN di Indonesia:

            Rencana pembangunan PLTN di Indonesia sendiri memunculkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Dukungan masyarakat ditunjukan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Batan pada Oktober hingga Desember 2016, dari 4000 orang responden di 34 provinsi di Indonesia, sebanyak 77,53% masyarakat mendukung pembangunan PLTN di Indonesia. Batan sendiri siap untuk memberikan dukungan teknis bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah yang ingin membangun PLTN. 

Menurut Rinaldy Dalimy Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia dalam www.liputan6.commengatakan, pertimbangan energi nuklir menjadi pilihan terakhir karena pembangunan PLTN di Indonesia memiliki resiko tinggi. Alasannya Indonesia berada di area ring of fire yang dikelilingi gunung berapi aktif. Selain itu pembangunannya mahal karena berada di daerah rawan gempa, pembangunannya juga menggunakan teknologi asing dan membutuhkan impor uranium.

Lalu apa solusinya?

Tidak dapat dipungkiri, bahwa penggunaan tenaga nuklir dapat meningkatkan efisiensi dalam proses produksi energi. Internasional Atomic Energi Agency (IAEA) menyatakan bahwa penggunaan energi tenaga nuklir dapat meningkatkan efisiensi energi dan memberikan solusi yang berkesinambungan, khususnya terhadap tantangan penggunaan energi saat ini dan di masa depan. Mikhail Chudakov, IAEA Deputy Director General and Head of the Department of Nuclear Energy, menyatakan perkembangan teknologi dan ketertarikan pada penggunaan energi non – electric, tidak hanya memenuhi tujuan dari IAEA, tetapi juga sejalan dengan United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), yang banyak dijadikan pedometer kesejahteraan di banyak negara di dunia. Tetapi, bagaimana cara untuk memastikan penggunaan nuklir dapat digunakan secara efisien dan tidak menimbulkan bencana seperti misalnya kebocoran reaktor nuklir atau penggunaan nuklir sebagai alat militer?

Baik di dalam perusahaan maupun organisasi non – profit, penerapan etika sangat di prioritaskan untuk mengenal proses dalam menangani nilai – nilai perusahaan maupun organisasi, dengan perihal kompetisi bisnis. Etika bisnis dapat dikatakan sebagai suatu dasar dan standar yang menentukan bagaimana suatu perilaku dapat diterima di dalam bisnis, untuk semua macam organisasi termasuk organisasi non – profit, untuk mengatur segala perilaku tenaga kerja dan juga partisipan (Ferrell et al, 2020,p 38-39) . IAEA (2007), mengatakan bahwa pentingya penggunaan kode etika dalam penggunaan tenaga nuklir, dapat menentukan bagaimana cara yang tepat untuk pekerja ketika menangani situasi yang sulit dalam kegiatan bisnis setiap harinya, dan juga dapat meningkatkan penjaminan untuk cutomers, investor, suppliers, dan juga kompetitor terkait dengan integritas  perusahaan – perusahaan yang menggunakan tenaga nuklir. 

IAEA (2020) menyatakan bahwa kebijakan yang mengatur penggunaan energi nuklir masih sangat terbatas dan juga tidak pasti di banyak negara yang menggunakan nuklir sebagai salah satu sumber energi. Terlebih lagi investasi global dalam program pengembangan energi nuklir juga tidak memadai. Dari permasalahan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebijakan yang kuat sangat dibutuhkan guna melindungi investasi dalam rencana pengembangan energi nuklir, dan harapannya negara – negara pengguna energi nuklir dapat mereformasi kebijakan – kebijakan penggunaan energi nuklir yang lebih transparan sehingga proses pengiriman nilai (value dispatchability), seperti keamanan dalam penggunaan energi nuklir, proses kontrol, dan juga penyediaan servis dapat seimbang secara kompetitif dan tidak diskriminatif. Dari penjelasan sebelumnya, dapat ditemukan juga kasus seperti kerusakan yang terjadi pada reaktor nuklir, contohnya yang terjadi pada kasus chernobyl, yang dapat mengakibatkan kematian dan juga trauma yang sampai sekarang masih belum bisa dipulihkan. Dengan adanya peristiwa seperti ini, sangat memungkinkan bahwa tingkat kepercayaan, terutama dalam hal investasi menjadi rendah dan juga dapat merusak citra bagi perusahaan energi nuklir. Akan ada baiknya bahwa pengembangan inovatif pada perancangan rekator nuklir ditingkatkan sehingga meminimalisir adanya kecelakaan kerja. Untuk dapat mewujudkan pengembangan yang inovatif, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk dapat terus berinovasi dan memberikan efisiensi. Untuk menemukan sumber daya manusia yang mumpuni, peranan Human Resource management sangatlah penting, guna pengembangan kualitas sumber daya manusia dan juga pemilihan sumber daya yang mumpuni dan terevaluasi, yang nantinya akan dilatih oleh ahli atau pakar nuklir persuhaan, dan memenuhi qualifikasi perusahaan. Penting juga bagi perusahaan untuk menanamkan sistem manajemen yang mementingkan kualitas manajemen dan juga protokol keamanan. Pentingnya penggunaan alat – alat keselamatan dalam operasi kegiatan tenaga nuklir, lebih ditingkatkan, dan pengembangan alat keselamatan dalam kegiatan pekerjaan juga sebaiknya ditingkatkan. 

Referensi: 

Alodokter. (2019). Inilah Bahaya Radiasi Nuklir Bagi Kesehatan.Retrieved fromhttps://www.alodokter.com/begini-cara-radiasi-nuklir-merenggut-nyawa-anda.

Amano, Y. 2015. The Fukushima Daiichi Accident Report by The Director General. Austria: International Atomic Energy Agency Vienna International Centre.

Darma, Satya. (2019). 5 Kengerian Dampak Radiasi Nuklir di Serial Chernobyl. Retrieved fromhttps://www.kincir.com/movie/series/radiasi-nuklir-serial-chernobyl.

Dekirty, Xehi., (2020). 5 Bahaya Nuklir Bagi Tubuh Manusia. Retrieved fromhttps://www.idntimes.com/health/fitness/xehi-dekirty/5-bahaya-radiasi-nuklir-bagi-tubuh-manusia-exp-c1c2/3.

Ferrell, O.C., Hirt, Geoffrey A., Ferrel, Linda, (2020). Business Foundations: A Changing World (12). McGraw-Hill Education.

https://en.wikipedia.org/wiki/Ocean_disposal_of_radioactive_waste#1946%E2%80%931993

https://thediplomat.com/2020/09/japan-struggles-to-secure-radioactive-nuclear-waste-dump-sites/

https://tirto.id/betapa-tak-mudahnya-menghentikan-nuklir-b8Kn

https://www.aph.gov.au/Parliamentary_Business/Committees/House_of_Representatives_Committees?url=isr/uranium/report.htm (Chapter 5)

https://www.bbc.co.uk/newsround/33733410

https://www.bbc.co.uk/newsround/33733410

https://www.conserve-energy-future.com/dangers-and-effects-of-nuclear-waste-disposal.php#:~:text=Although%20most%20of%20the%20time,generations%20of%20animal%20and%20plants.

https://www.epa.gov/radiation/who-regulates-waste-nuclear-power-plants#:~:text=Currently%2C%20the%20United%20States%20does,in%20dry%20casks%20or%20canisters.

https://www.express.co.uk/news/world/1135616/chernobyl-hbo-series-sky-atlantic-fukushima-nuclear-disaster-ukraine-japan-spt

https://www.greenamerica.org/fight-dirty-energy/amazon-build-cleaner-cloud/10-reasons-oppose-nuclear-energy#:~:text=National%20security,the%20atmosphere%20and%20surrounding%20region

https://www.newsweek.com/chernobyl-safe-now-when-will-1414489#:~:text=Experts%20estimate%20anywhere%20from%2020,consistent%20in%20the%20surrounding%20area.&text=It%20is%20also%20tempting%20to,the%20radioactivity%20is%20completely%20different.

https://www.statista.com/statistics/267158/number-of-nuclear-reactors-in-operation-by-country/#statisticContainer

https://www.statista.com/statistics/267158/number-of-nuclear-reactors-in-operation-by-country/#statisticContainer

https://www.theguardian.com/environment/2020/may/05/exodus-from-kiev-aftermath-of-chernobyl-nuclear-accident-archive-1986

https://www.youtube.com/watch?v=rcOFV4y5z8c&t=53s&ab_channel=Kurzgesagt%E2%80%93InaNutshell

IMCNews.ID. (2019). Batan Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Oleh Daerah. Retrieved from https://imcnews.id/batan-dukung-pembangunan-pembangkit-listrik-tenaga-nuklir-oleh-daerah.

Internasional Atomic Energi Agency (IAEA). (2007).  Establishing a Code of Ethics for Nuclear Operating Organizations. Retrieved from IAEA publicaton: https://www-pub.iaea.org/MTCD/Publications/PDF/P_1311_web.pdf.

Internasional Atomic Energi Agency (IAEA). (2019). Nuclear Power in a Clean Energy System. Retrieved from IAEA publication: https://www.iea.org/reports/nuclear-power-in-a-clean-energy-system.

Internasional Atomic Energi Agency (IAEA). (2020). Nuclear Power. Retrieved from IAEA publications: https://www.iea.org/reports/nuclear-power

International Atomic Energi Agency (IAEA). (2005). The Chernobyl Forum: 2003-2005. Retrieved from IAEA publication: https://www.iaea.org/sites/default/files/chernobyl.pdf.

Krikorian, Shant. (2018, Juni 28). Nuclear Power beyond Electricity: Towards Greater Efficiency in Energy Production and Water Management. Retrieved from IAEA publication: https://www.iaea.org/newscenter/news/nuclear-power-beyond-electricity-towards-greater-efficiency-in-energy-production-and-water-management

Parkins, John R., DeLay, Randolph H. (2011). Rural Economy: Social and Ethical Considerations of Nuclear Power Development. University of Alberta, Faculty of Agricultural, Life, and Environmental Sciences. 

Rachmawati, A. R. (2020). Indonesia Akan Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama.  Retrieved fromhttps://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01335010/indonesia-akan-miliki-pembangkit-listrik-tenaga-nuklir-pertama.

Sabandar, Switzy. (2019).  3 Alasan Indonesia Tak Butuh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Retrieved from https://www.liputan6.com/regional/read/4122832/3-alasan-indonesia-tak-butuh-pembangkit-listrik-tenaga-nuklir.

Suhariyono, G. 2006. Perkembangan Tenaga Nuklir di Dunia. Buletin Alam 7 (3) : 102-112

Tempo.co. (2020). Survei Batan: 77,5 Persen Masyarakat Dukung Pembangunan PLTN. Retrieved from https://nasional.tempo.co/read/834449/survei-batan-775-persen-masyarakat-dukung-pembangunan-pltn/full&view=ok.

United Nation (UN). (2005). Chernobyl The True Scale of The Accident. Retrieved fromhttps://www.un.org/press/en/2005/dev2539.doc.htm#:~:text=The%20estimated%204%2C000%20casualties%20may,will%20be%20difficult%20to%20observe.

Widowati, Hari. (2020). Paparan Radiasi Nuklir di Serpong, Ini Manfaat dan Bahaya Nuklir Bagi Kesehatan. Retrieved fromhttps://katadata.co.id/hariwidowati/berita/5e9a495bf1254/paparan-radiasi-di-serpong-ini-manfaat-bahaya-nuklir-bagi-kesehatan.

Widyaningrum, G. L. (2018).  Bencana Chernobyl: Apa yang Sebenarnya Terjadi 32 Tahun Lalu?. Retrieved fromhttps://nationalgeographic.grid.id/read/13310060/bencana-chernobyl-apa-yang-sebenarnya-terjadi-32-tahun-lalu?page=all.

World Health Organization (WHO). (2006). World Health Organization Reports Explains The Health Impacts of The World Worst-ever Civil Nuclear Accident. Retrieved from https://www.who.int/mediacentre/news/releases/2006/pr20/en/.

Xiang, H. & Zhu, Y. (2011). The Ethics Issues of Nuclear Energy: Hard Lessons Learned from Chernobyl and Fukushima. Online Journal of Health Ethics, 7(2). Retrieved from https://aquila.usm.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1099&context=ojhe#:~:text=The%20ethical%20issues%20of%20nuclear%20energy%20focus%20on%20the%20comparison,great%20effect%20on%20global%20health

Kelompok : 

Crazy Rich Asians

  • Daniel Marojahan Manalu
  • Tilih Listya Asih
  • Rossiani Wulandari
  • Vetra Hendrawan Widyaka

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
VetraHW

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format