Garuda Indonesia or Citilink : Which One is Better?


0

PT Garuda Indonesia merupakan perusahaan penerbangan komersial pertama dan salah satu perusahaan maskapai terbesar di Indonesia. Sejak tahun 1949, maskapai Garuda Indonesia Airlines telah melakukan penerbangan perdana, sehari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda. Lambat laun PT Garuda Indonesia memiliki sejumlah enam anak perusahaan, salah satunya ialah PT Citilink yang didirikan pada tahun 2009. 

“Value-Driven Aviation Group, Bringing Indonesian Hospitality to the World”

Kalimat diatas merupakan visi yang diusung oleh PT Garuda Indonesia yang bertujuan untuk menjaga kualitas serta memberikan value terbaik dengan membawa keramahtamahan Indonesia dalam dunia penerbangan. Garuda Indonesia dan Citilink merupakan dua maskapai utama yang dimiliki oleh PT Garuda Indonesia dengan konsep dan segmentasi pasar serta strategi pemasaran yang berbeda.

Value-Driven Marketing Strategy

Maskapai Garuda Indonesia dijalankan dengan value-driven marketing strategy yang tercermin dari visi dan misi yang diusung. Berangkat dari visi dan misi tersebut, Garuda Indonesia menetapkan branding maskapai sebagai Full Service Carrier (FSC), dimana maskapai tidak berfokus pada tingkat persaingan harga, akan tetapi lebih mengedepankan kenyamanan dan kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen. Visi dan misi Garuda Indonesia menjadi nilai yang dijunjung maskapai dalam menjalankan bisnisnya.

Sumber: https://twitter.com/garudalombok/status/747349837692035072?lang=el

Realisasi visi dan misi maskapai, Garuda Indonesia menetapkan fokus pemasaran pada tingkat harga dan produk. Harga yang ditawarkan Garuda Indonesia lebih tinggi dibandingkan maskapai kompetitor seperti Air Asia dan Lion Air. Dengan tingkat harga yang lebih tinggi, Garuda menawarkan kualitas pelayanan premium kepada konsumen dibandingkan kompetitor yang hanya memberi layanan reguler. Sebagai bagian dari layanan premium, Garuda Indonesia mengemas maskapai dengan konsep yang berbeda misalnya dari sisi seragam crew cabin yang bercorak batik, “Salam Garuda Indonesia” dari crew cabin, alunan musik instrumental yang dapat dinikmati setiap kelas maskapai, hingga kualitas terbaik dari sajian masakan khas Indonesia. Mengedepankan layanan premium yang ditawarkan, Garuda Indonesia mengajak konsumen untuk menikmati kenyamanan lebih dari layanan yang diberikan.

Garuda Indonesia Advertisement

Citilink juga menerapkan value-driven marketing strategy dengan mengusung konsep Low Cost Carrier (LCC), dimana konsep ini menitikberatkan pada harga tiket yang terjangkau dengan layanan penerbangan yang minimalis. Citilink menerapkan harga rendah untuk tiketnya, karena ingin menjangkau pasar masyarakat yang lebih memilih penerbangan dengan harga yang relatif murah dengan fasilitas yang nyaman. Didukung pula dengan fakta bahwa tiket penerbangan Citilink sekitar 30% lebih murah dibandingkan Garuda Indonesia yang menerapkan konsep Full Service Carrier (FSC).

Sumber : https://id.pinterest.com/citilinkers/ads/

Hingga saat ini Citilink masih mempertahankan layanan yang baik pada setiap customer dan tingkat keamanan yang baik juga. Walau begitu layanan yang disediakan oleh Citilink sebagai maskapai yang menganut konsep LCC masih lebih rendah dibandingkan maskapai Garuda Indonesia yang menganut konsep FSC, dimana garuda memberikan layanan full service seperti yang dijelaskan diatas. Dengan pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih relatif rendah, masyarakat memiliki preferensi untuk memilih maskapai dengan sistem LCC dibandingkan FSC karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau.

Citilink Advertisement

Garuda Indonesia dan Citilink pada BCG-Growth Share Matrix

Garuda Indonesia dan Citilink meskipun dinaungi oleh perusahaan yang sama, tetapi pengembangan serta pertumbuhannya tetaplah berbeda. Jika dilihat dari pertumbuhan pasarnya, Garuda Indonesia yang merupakan produk pertama PT Garuda Indonesia ini sudah sangat berkembang pesat, berdasarkan website resmi Garuda Indonesia, pada tahun 2017 Garuda Indonesia sudah mempunyai 196 Pesawat dengan lebih dari 600 penerbangan per harinya, sangat berbeda dengan Citilink yang bahkan pada tahun 2020 hanya mempunyai 67 pesawat dengan 330  penerbangan per harinya.
Sumber : Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd. (KA).

Jika Garuda Indonesia dan Citilink dibandingkan menggunakan BCG Growth Share Matrix, Garuda Indonesia berada pada posisi “Star” atau dengan kata lain mempunyai pangsa pasar yang luas dan selaras dengan tingkat pertumbuhannya yang tinggi. Jika dibandingkan dengan saudaranya, maka Citilink akan menempati posisi “Cash Cow” yang berarti Citilink juga sudah mempunyai pasar yang luas, hanya saja pertumbuhannya masih tergolong kecil dibandingkan Garuda Indonesia.

Target Pasar

Target pasar yang dimiliki oleh Garuda Indonesia dan Citilink tentulah berbeda. Hal tersebut didukung dengan konsep Full Service Airline yang digagas oleh Garuda Indonesia serta Low Cost Carrier yang dimiliki oleh Citilink. Dengan konsep yang dimiliki oleh Garuda Indonesia, maskapai tersebut memiliki target pasar menengah ke atas dengan keunggulan pelayanan yang berkualitas premium baik di segala tingkatan kelas penerbangan seperti yang dapat dilihat pada tautan video yang dicantumkan serta komitmen yang dimiliki dalam mengutamakan kepuasan para penumpang. Sedangkan Citilink memiliki target pasar berpendapatan menengah ke bawah dengan tujuan menjangkau seluruh masyarakat yang selaras dengan konsep Low Cost Carrier.

Referensi :

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.

Citilink. (2020). Retrieved from https://www.citilink.co.id/company-profile [Sabtu, 19 September 2020]

Garuda Indonesia. (2019). Retrieved from https://www.garuda-indonesia.com/id/id/corporate-partners/company-profile/about/index [Sabtu, 19 September 2020]

Lapian, Stanss L.H.V. Joyce. (2014), Analysis of Garuda Indonesia Flight Service Performance through the Service Marketing Mix Framework. IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM). Volume 16. 1-12. Diakses dari https://scholar.google.co.id/ 

Haryanti.(2018). Jurnal Pemasaran Kompetitif Analisi Strategi Pemasaran PT CITILINK INDONESIA untuk Meningkatkan Daya Saing. 59-74. Diakses dari http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JPK/article/view/1548

Kelompok 5

Penulis

  • Salsabila Athirah 
  • Dyah Ayu Trialmaida Nugroho
  • M Zahid Alfaruqi
  • Ruhma Syafia Dewi 


  


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format