Perbandingan Dua Model Sepatu Nike

membandingkan dua value dari dua produk nike


0

Nike merupakan salah satu perusahaan sepatu, pakaian, dan olahraga ternama yang berdiri pada tahun 1964. Namun, pada awal kemunculannya merek yang pertama kali dikenalkan yaitu Blue Ribbon Sport yang akhirnya pada tahun 1972 diganti menjadi Nike seperti yang kita kenal saat ini. Pada saat itu, Nike bersaing dengan merek Adidas dan Puma. Keunggulan Nike dibandingkan dengan kedua merek ini yaitu harga yang ditawarkan lebih murah hal ini dikarenakan harga tenaga kerja dan bahan baku yang lebih murah dibandingkan dengan produk Jerman (Adidas dan Puma). Setelah 15 tahun Nike berdiri, pada tahun 1979 ia mampu mendominasi pasar di Amerika Serikat. Hal itu juga dipengaruhi oleh strategi pemasaran yang menunjuk para atlet untuk menjadi brand ambassadornya. Pencapaian nya pada tahun 1979 berhasil digeser oleh Reebok dengan pencapaian penjualan melebihi Nike. Dengan adanya persaingan yang sengit ini, memacu Nike untuk mengeluarkan produk-produk baru yang terspesialisasi pada setiap bidang olahraga. Akhirnya Nike merilis produk baru sepatu basket “Air Jordan” yang merupakan hasil kolaborasi antara Nike dan Michael Jordan. Perilisan sepatu itu disambut positif oleh masyarakat yang pada akhirnya mampu mengembalikan Nike pada predikat sebelumnya. Nike menciptakan slogan “just do it” yang pada akhirnya mampu meningkatkan penjualan Nike dengan kampanye slogan tersebut. Logo Nike pun juga berevolusi seperti gambar di bawah ini. 

Saat ini setiap orang memperhatikan fashion mereka, mulai dari pakaian, celana hingga sepatu yang mereka kenakan. Oleh karena itu, Nike menjawab permintaan tersebut dengan mengeluarkan berbagai pilihan produk, salah satunya adalah lifestyle shoes

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai dua produk sepatu yang diproduksi Nike. Kedua produk tersebut yaitu Nike Air Force 1 low cut dan Nike Zoom Pegasus Turbo. 

Kedua produk tersebut menggunakan Marketing Concept, yaitu dengan dibuatnya produk tersebut berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga konsumen memiliki kepuasan pribadi setelah membeli produk tersebut. Perusahaan menggunakan marketing concept yang tugasnya yaitu menemukan produk yang tepat untuk konsumen dan fokus kepada nilai konsumen untuk dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan. Sepatu Nike Air Force 1 low cut diproduksi untuk kategori lifestyle shoes, sedangkan sepatu Nike Zoom Pegasus Turbo diproduksi untuk kategori running shoes. Sepatu Nike Air Force 1 low cut diproduksi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen untuk dipakai sehari-hari, karena sepatu tersebut memiliki banyak keuntungan yaitu sepatu tersebut mempunyai kenyamanan tersendiri, tidak berat dipakai, dan memiliki visual yang simple dan terlihat fashionable saat dipakai sehari-hari. Berbeda dengan Sepatu Nike Air Force 1 low cut, Sepatu Nike Zoom Pegasus Turbo diproduksi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen untuk dipakai pada saat berolahraga atau berlari. Sepatu tersebut memiliki keuntungan yaitu mempunyai kenyamanan tersendiri pada saat dipakai berolahraga atau berlari, karena alas dari sepatu tersebut terbuat dari foam (busa) dan sepatu tersebut sangat soft pada saat dipakai sehingga pada saat berolahraga atau berlari sepatu tersebut tidak terasa berat. Dalam hal ini perusahaan Nike menggunakan marketing concept dalam membuat kedua produk tersebut yang berdasarkan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga kepuasan konsumen merupakan salah satu penilaian dari produk tersebut.

Berikutnya adalah perbandingan Nike Air Force dan Nike Zoom Pegasus Turbo menggunakan matriks BCG growth-share. Berdasarkan pendekatan tersebut, Nike Air Force yang namanya diambil dari nama pesawat presiden amerika serikat ini termasuk dalam kategori “star”, yang berarti produk ini memiliki pertumbuhan pasar yang tinggi (high market growth) dan juga mencapai pangsa pasar yang juga tinggi (high market share). Walaupun jarang diiklankan, akan tetapi karena pada saat awal penjualan banyak rapper yang menggunakan sepatu ini sehingga membuat nama Nike Air Force langsung melambung tinggi dan bisa mendapat pertumbuhan pasar yang tinggi dan dengan design yang terinspirasi dari bangunan kuno eropa, selain itu juga mempunyai siluet klasik yang membuat banyak orang menyukai nike air force ini. Walaupun Nike Air Force merupakan sepatu yang pertama kali diproduksi pada puluhan tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1972, Nike terus melakukan produksi sepatu model ini sampai sekarang dengan ribuan versi yang berbeda karena Nike terus melakukan inovasi-inovasi baru kepada sepatu tersebut, baik inovasi warna, bentuk, dan desain sehingga dapat mengikuti permintaan pasar. Sebuah artikel yang ada di kumparan.com menyediakan data berupa urutan 10 sneakers terlaris pada separuh tahun 2020 dan pada urutan tersebut sepatu Nike Air Force 1 Low menduduki posisi pertama, sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan pasar dan pangsa pasar produk ini masih sangat tinggi, sehingga dapat dikategorikan sebagai “star” berdasarkan BCG growth-share matrix.

Berdasarkan riset yang kami lakukan di Google Trends, dapat dilihat bahwa pencarian terhadap produk Nike Zoom Pegasus Turbo tidak sebanyak pencarian pada produk Nike Air Force, sehingga dapat disimpulkan bahwa pangsa pasar (market share) sepatu Nike Zoom Pegasus Turbo tidak sebaik Nike Air Force. Sehingga model sepatu Nike Zoom Pegasus Turbo termasuk pada kategori “question mark” karena memiliki model sepatu ini memiliki pangsa pasar yang rendah (low market share) namun tetap memiliki pertumbuhan pasar yang tinggi karena sangat diminati khususnya oleh golongan pelari dan olahragawan.

Target pasar untuk kedua produk tersebut berbeda. Desain dari kedua produk ini sangatlah berbanding terbalik, yang pertama yaitu Nike Air Force 1 Low Cut, Nike awalnya mengeluarkan tipe Nike Air Force 1 pada tahun 1972 yang mana pada saat itu target pasar Nike hanyalah pemain basket. Namun, Nike mencoba untuk melebarkan pangsa pasarnya dengan melakukan transformasi produk yang mana awalnya bahan sepatu ini terbuat dari kulit lalu berubah menjadi suede dan yang pada akhirnya menggunakan bahan blazer.  Tidak hanya melakukan transformasi produk pada bahan yang digunakan saja, Nike juga diversifikasi model sepatu yang awalnya high Top Nike Air Force 1 yang difokuskan untuk memuaskan permintaan atlet basket hingga menjadi low cut Nike Air Force 1 guna memperluas pangsa pasar yang pada akhirnya sepatu ini menjadi lebih dekat dengan gaya hip-hop dibandingkan dengan pemain basket. Transformasi dan diversifikasi yang dilakukan Nike ini dilakukannya untuk menyikapi permintaan konsumen terhadap model sepatu yang simple dan dapat digunakan sehari-hari. Nike Air Force 1 low cut ini dijuluki dengan sepatu all in one yang mana berarti memiliki banyak fungsi. Hingga pada akhirnya pangsa pasar Nike Air Force 1 low cut ini masyarakat dengan umur 17-45 tahun baik pria maupun wanita.  Sehingga, pangsa pasar tipe sepatu ini lebih luas dibandingkan dengan tipe sepatu yang lain karena memiliki fungsi yang lebih banyak. Sedangkan, tipe sepatu Nike Zoom Pegasus Turbo merupakan tipe running shoes. Sepatu ini sengaja di desain dengan model yang ramping dan ringan serta breathability sehingga memberikan kesan nyaman untuk berolahraga. Pangsa pasar utama produk ini yaitu wanita dengan rentang usia 17-40 tahun, namun lebih di fokuskan lagi kepada remaja wanita dengan rentang usia 17-25 tahun yang memiliki gaya hidup active teens, athletic and sporty. Pangsa pasar kedua tipe ini yaitu masyarakat dengan ekonomi tengah keatas, karena harga yang ditawarkan untuk mendapatkan sepatu ini berkisar 1,5 juta keatas dan juga masyarakat yang memperhatikan media sosial dan tren masa kini. Target pasar untuk kedua produk tersebut berbeda, pada produk Nike Zoom Pegasus Turbo ditujukkan untuk olahragawan atau pelari yang mana pada produk ini difokuskan untuk kenyamanan pelari, produk ini didesain sangat ramping dan ringan agar mempermudah pelari mendapatkan kecepatan maksimal. Sedangkan pada Nike Force 1 target pasar yang dituju yaitu khalayak umum, semua orang dapat menggunakannya. Pada produk ini, Nike lebih memperhatikan keindahan produk. Sepatu ini juga di desain sebagai sepatu yang unisex yang mana setiap orang dapat menggunakannya. Sehingga target pasar pada sepatu ini lebih luas dibanding dengan sepatu Nike Zoom Pegasus Turbo. 

-iklan untuk nike air zoom                                      -iklan untuk nike air force

Nike Vintage Advert

Nama Kelompok                                 : The Living Legends

Tautan Artikel                                     : https://www.nike.com/id/w/lifestyle-shoes-13jrmzy7ok

Nama Anggota yang Mengerjakan     :

– Tiara Adinda Putri                            19/438730/EK/22263

– Fanny Nur Amalia R                        17/414140/EK/21542
– Huineng Suluh Hidayat Jati             19/441465/EK/22483

-Arfindo slamet widodo                     19/441348/EK/22366


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format