Apple Dalam Tiga Wajah Bisnis: Si Glamor, Si Kompetitif, dan Si Klasik

Apple Iphone X, Apple Iphone 11 Pro, dan Apple iPod Touch 6th Generation. Ketiganya memiliki segmentasi pasar yang beririsan dan kompetitif di bidangnya.


4
4 points

aA

Apa yang terlintas di benak Anda ketika membicarakan salah satu raksasa digital, Apple? Kami tebak, di antaranya adalah produk glamor, pesaing berat ‘yang bahkan tidak tampak berusaha’, dan memiliki kelasnya sendiri.

Namun, apa sih yang membuat Apple bisa memiliki ketiga sandang tersebut di setiap produknya?

Sumber: https://images.app.goo.gl/RGV5QzbyCf6yevKt6

Sumber: https://images.app.goo.gl/RGV5QzbyCf6yevKt6

Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/EnxJm2y3i7eUBb8CA
Apple Memenuhi Keinginan Pasarnya: Produk Mumpuni yang Harganya Bernilai Kelas

Produk Apple tidak dapat disanggah lagi memiliki produk yang sangat diterima masyarakat. Dalam pembahasan kali ini, kita akan membicarakan Apple iPhone XPro, Apple iPhone 11 Pro, dan Apple iPod Touch 6th Generation. Ketiganya memiliki segmentasi pasar yang beririsan, produk yang sama-sama kompetitif di bidangnya, dan value yang sama tingginya.

Apakah ketiga produk Apple ini bisa diterima kualitasnya? Ya. Bahkan tergolong sangat diburu. Bukan tanpa alasan produknya sangat diterima dan diidamkan masyarakat. Lihat saja spesifikasinya: kamera depan yang sangat tajam hingga 12 MP dan ultra wide, baterai yang daya hidupnya mumpuni, desain yang sangat ergonomis dan berkelas, layar lebar yang sensible. Jangan lupa pula, ‘gelar’ yang akan tersematkan pada para pengguna Apple, yakni sebagai ‘Kaum Menengah Ke Atas’.

Tapi, mengapa kaum menengah ke atas? Tentu bukan rahasia lagi bahwa harga yang ditawarkan Apple memang tidak main-main, bahkan terkesan hampir tidak terbeli. Namun, mungkin itulah penyebab produk Apple dianggap berkelas. Tidak seperti pesaingnya, Apple tidak berusaha membuat harganya terjangkau di kantong. Mereka menawarkan harga tinggi karena value yang mereka jual pada target pasarnya pun tinggi. Apple iPhone X contohnya, yang dibanderol sekitar Rp 19.500.000,- saat pertama diluncurkan. Affordable? Mungkin tidak. Tapi kalau Anda punya kekuasaan untuk membelinya, Anda akan naik kelas ke tingkat borjuis.

Namun, bila Anda kenal dengan produk Apple iPod Touch, Anda bisa saja menyanggah argumentasi kami. Ya, produk klasik satu itu memang dijual jauh lebih murah daripada saudara-saudaranya yang lain. Namun, sadarkah bahwa itu mungkin juga strategi marketing Apple yang memang ditargetkan untuk para remaja dan kaum produktif menengah? Harganya cukup terjangkau untuk kedua target tersebut, tapi mengapa dia tidak lagi diproduksi? 

Tidak hanya karena kedua hal di atas, Apple juga memiliki kelebihan di bidang distribusi. Apple memiliki gerai khusus, iBox yang bisa ditemui di kota-kota besar, bahkan kini menyerempet kota-kota kecil. Pokoknya, asal di kota tersebut ada pusat perbelanjaan mewah, pasti ada iBox. 

Selain iBox, banyak distributor mandiri yang menjual produk-produk Apple. Distributor mandiri ini berbentuk ruko, yang menjual produk di antaranya iPhone X. Kenapa? Karena modalnya tidak setinggi iPhone 11 Pro, dan lebih menjual ketimbang iPod Touch generasi terbaru. Itulah mengapa iPhone X lebih unggul di bidang distribusi.

Sedangkan untuk bidang pengiklanan, tentunya mayoritas masyarakat Indonesia sudah mengenal bahwa setiap tahun Apple memiliki produk terbaru. Bahkan digadang-gadang, produk selalu muncul sekitar bulan September. Ini pula yang membuat Apple hampir tidak pernah berusaha keras untuk memasarkan produknya. Value dari brand ini membuat masyarakat secara tidak sadar melaksanakan pemasaran terhadap produk Apple.

Anda akan sulit menemukan iklan resmi Apple di televisi nasional atau di radio. Paling hanya di platform Youtube, Instagram, atau Twitter. Ya, bukan? Tapi produk Apple selalu tinggi desas-desusnya, tidak seperti pesaingnya. Itu dia masyarakat dan para die-hard fans, para agen pemasaran Apple.

Apple Memiliki Strategi Marketing yang Mumpuni, Sebuah Customer Value Driven Marketing Strategy

Sebagaimana di atas, Apple jarang sekali mengandalkan penjualan. Hanya beberapa produk di antaranya yang akhirnya ditarik karena penjualan yang gagal. Terlepas dari itu, Apple selalu melakukan konsep marketing, dimana mereka menyediakan keinginan masyarakat menengah ke atas. Yakni produk dengan nilai tinggi, baik dari spesifikasi dan harga.

Apple juga memiliki customer service yang jauh lebih baik daripada Android. Sulit menemukan testimoni yang mengatakan pelayanan pelanggan Apple yang buruk. Semua mengatakan Apple sangat responsif, cepat dalam bekerja, dan benar-benar memerlakukan pelanggannya seperti Raja dan Ratu. Itu dia penyebabnya orang-orang yang sudah mencoba Apple umumnya menjadi loyal customer. Mereka menyadari pelayanan berintegritas dan inklusivitas Apple terhadap pelanggan, sehingga enggan meninggalkannya.

Bagaimana Cara Apple Mengevaluasi Produknya?

Seperti perusahaan besar lainnya, Apple mengevaluasi produknya dengan BCG-Growth Share Matrix. Matrik ini akan berakhiran dengan apakah produk tersebut akan terus ditingkatkan dan dikembangkan atau justru ditinggalkan.

Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/gVQQ7PswCWzdfXvHA

Iphone X dan Iphone 11 Pro masuk ke dalam divisi stars, yang artinya produk ini memiliki Relative Market Share yang tinggi dengan Market Growth Rate yang tinggi juga.

Seperti yang kita ketahui dalam industri yang berkembang pesat ini, Iphone adalah salah satu produk andalan yang dikeluarkan oleh Apple yang dapat menaikkan atau bahkan menstabilkan pendapatan dari perusahaan Apple itu sendiri.

Hampir setiap tahun Apple mengeluarkan produk baru dengan design yang berbeda dengan generasi Iphone sebelumnya. Ini merupakan salah satu faktor yang membuat produk ini memiliki Relative Market Share yang tinggi.

Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa pada tahun 2019 Relative Market Share yang dimiliki Iphone memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan merk lain. 

Source : https://www.counterpointresearch.com/us-market-smartphone-share/

Sedangkan Ipod Touch masuk ke dalam divisi dogs, yang artinya produk ini memiliki Relative Market Share yang rendah dengan Market Growth Rate yang rendah juga.  Ini dia salah satu jawaban mengapa produk Apple tidak dijual kembali.

Ipod Touch masuk ke dalam divisi dogs karena produk ini dianggap berpotensi untuk tumbuh tetapi gagal untuk menciptakan peningkatan pendapatan karena memiliki Market Growth yang lambat.

Produk ini dianggap gagal karena tidak memberikan hasil yang diharapkan oleh perusahaan Apple yang dimana akan menjadi sumber kerugian bagi perusahaan Apple karena menghasilkan laba yang rendah sehingga mengakibatkan manajemen akan menarik investasi di masa depan. 

Sebenarnya, produk Ipod Touch bisa berkembang di pasar seperti halnya Iphone, tetapi pada akhirnya gagal untuk menciptakan suatu inovasi yang signifikan layaknya Iphone karena persaingan pasar yang tinggi dan kurangnya minat target pasar yang mampu membeli produk-produk Apple.

Siapakah Sebenarnya Target Pasar Apple? Apakah Anda Termasuk?

Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/DhBGU6jPnihJ6J389

Target Pasar yang ditujukan oleh ketiga produk di atas bisa sama dan berbeda, tergantung dari paradigma yang digunakan. Dua di antara paradigma tersebut adalah sisi value brand dan kegunaan.

Bila melihat dari sisi value, seperti pada uraian sebelumnya, ketiga produk di atas tentu memiliki nilai yang lebih tinggi ketimbang pesaingnya, yakni Android. Sehingga target pasarnya adalah kaum usia produktif dengan kemampuan membeli (buying power) dan beberapa di antaranya disokong dengan gengsi. Tetapi, secara value, gengsi bukan satu-satunya faktor mengingat ketiga produk tersebut memiliki kapabilitas operasional yang mumpuni.

Namun, bila dilihat dari sisi kegunaan dan minat masyarakat, target pasar Apple untuk ketiga produk tersebut berbeda. Bila Iphone X dan Iphone 11 Pro ditargetkan untuk kawula produktif dengan kebutuhan operasional digital yang besar, Ipod Touch lebih diarahkan untuk usia anak-anak, remaja, hingga kaum produktif muda, karena kegunaannya yang cenderung mengarah pada gaming, mendengarkan musik, dan sosial media.

Selain target individual, ada juga target pasar dengan jenis bisnis. Seperti sudah disinggung di atas, contohnya adalah distributor mandiri penjual produk-produk Apple.

Nah itu dia pembahasan mengenai Apple dan wajah bisnisnya bila dilihat dari ketiga produk di atas.

Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=Blc9W6k0qTg&app=desktop

https://www.youtube.com/watch?v=0S6pHex-KCo&app=desktop

https://www.youtube.com/watch?v=_l_sN2IV95Q&app=desktop

Spesifikasi iphone 11 Pro https://www.apple.com/id/iphone-11-pro/specs/

Spesifikasi iphone x https://www.google.com/amp/s/m.gsmarena.com/apple_iphone_x-ampp-8858.php

Spesifikasi Ipod Touch 6th Generation https://support.apple.com/kb/SP720?viewlocale=id_ID&locale=id_ID

US Smartphone Market Share: By Quarter (Agustus 2020) https://www.counterpointresearch.com/us-market-smartphone-share/

Nama Kelompok : Kelompok 4

Nama Anggota yang Mengerjakan :

1. Lorosae Kyna Saraswati(428497)

2. Diandra Shafira Wibowo (444826)

3. Jilham Septya Adidanti (438716)

4. Rahadian Taqwa Arkananta (411788)


Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
4
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
1
Win
dayendri

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format