BUSINESS IN A BORDERLESS WORLD, OPTIONS FOR ORGANIZING BUSINESS, MANAGING IN THE GLOBAL ENVIRONMENT

Group 1 : Future Presidents


2
2 points

BUSINESS IN A BORDERLESS WORLD

PERAN BISNIS INTERNASIONAL

Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang mengarah pada pembelian, penjualan, dan perdagangan barang dan jasa antar negara. Isu ekonomi yang harus diperhatikan, seperti:

Why Nations Trade?

Negara dan keterlibatan bisnis dalam perdagangan internasional adalah untuk mendapatkan bahan baku dan barang-barang yang tidak tersedia bagi negara tersebut, atau tersedia di tempat lain dengan harga lebih rendah daripada yang dapat mereka produksi sendiri.  

  • Negara, atau individu dan organisasi menjual bahan baku dan barang yang berlebih agar mendapatkan dana untuk membeli barang, jasa, dan ide yang dibutuhkan masyarakat.
  • Beberapa negara memonopoli produksi sumber daya atau produk tertentu. Monopoli atau absolute advantage (keuntungan absolut) seperti itu ada jika negara tersebut adalah satu-satunya produsen, atau merupakan produsen yang paling efisien. Contoh nya adalah PLN dan PTKAI di Indonesia.
  • Kebanyakan perdagangan internasional didasarkan pada comparative advantage (keunggulan komparatif), yang terjadi ketika sebuah negara mengkhususkan pada produk yang dapat dipasok dengan lebih efisien atau dengan biaya lebih rendah di bandingkan biaya untuk memproduksi barang lain.
  • Hal lainnya yang menjadi perhatian bahwa banyak perusahaan yang memilih untuk melakukan outsourcing, dimana dengan melakukan pemindahan manufaktur atau tugas lain seperti pemrosesan data ke negara-negara yang tenaga kerja dan persediaannya lebih murah.

Trade between Countries (Perdagangan antar Negara)

Untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan dan dana untuk membayarnya, negara-negara berdagang dengan cara mengekspor dan mengimpor. 

  • Ekspor adalah penjualan barang dan jasa ke pasar luar negeri.
  • Impor adalah pembelian barang dan layanan dari sumber luar negeri.

Balance of Trade (Neraca Perdagangan)

Neraca perdagangan 

Perbedaan nilai antara ekspor dan impornya.

Defisit trade (defisit perdagangan) adalah 

Ketika suatu negara lebih banyak melakukan kegiatan impor dibandingkan ekspor.

Surplus trade (surplus perdagangan)  

Ketika suatu negara lebih banyak melakukan kegiatan ekspor dibandingkan impor.

Perdagangan berfluktuasi 

Menurut faktor-faktor seperti kesehatan, dan ekonomi lainnya, produktivitas, persepsi kualitas, dan nilai tukar.

Balance of payment (neraca pembayaran) 

Perbedaan antara aliran uang masuk dan keluar suatu negara.

HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Hambatan Ekonomi

  • Perkembangan Ekonomi, negara maju melihat perkembangan perekonomian, dengan memproduksi produk yang dibutuhkan negara berkembang seperti teknologi untuk peningkatan infrastruktur negara berkembang, yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakatnya, sehingga bisa meningkatkan sifat konsumtif.
  • Infrastruktur, ketika melakukan bisnis di negara berkembang, pembisnis harus berhadapan dengan masalah distribusi dan sistem komunikasi yang masih minim teknologi.
  • Kurs, sangat mempengaruhi biaya impor dan ekspor.

Hambatan Etis, Hukum, dan Politik

  • Hukum dan Regulasi, perbedaan peraturan hukum di tiap negara yang berbada, mengharuskan pelaku usaha untuk mampu mengikuti hukum dan regulasi di negara yang dijadikan tempat usaha bisnis.
  • Tarif dan Pembatasan Perdagangan,

Imprort tariff

pajak yang dipungut saat produk impor masuk ke negara tersebut

Exchange controls

Regulasi yang membatasi jumlah mata uang yang bisa dibeli atau di jual

Quota

Pembatasan jumlah unit produk tertentu untuk bisa di impor ke dalam negeri

Embargo

Larangan memperdagangkan produk tertentu

  • Hambatan Politik, hambatan ini sering berubah-ubah. Beberapa kelompok negara membentuk cartel, yaitu kelompok perusahaan atau negara yang menyetujui untuk melakukan monopoli dan tidak saling berkompetisi untuk menghasilkan keunggulan kompetitif di pasar dunia.

Hambatan Sosial dan Budaya, jarang di jumpai norma budaya yang tertulis, bila adapun, belum tentu akurat. Termasuk dalam perbedaan bahasa dan literatur, bahasa tubuh, kebiasaan, dan kepercayaan.

Hambatan Teknologi, belum berkembangnya teknologi di beberapa negara di anggap oleh marketers sebagai suatu kesempatan, namun di saat yang bersamaan menciptakan tantangan dan kompetisi baru.

PERJANJIAN PERDAGANGAN, ALIANSI, DAN ORGANISASI

ORGANISASI/ PERJANJIAN/ ALIANSI

TH

FUNGSI

General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)

1947

Menegosiasikan tentang tarif dan tempat untuk mendiskusikan masalah pasar bebas, dan penyelesaiannya.

World Trade Organization (WTO)

1995

Berurusan dengan aturan dalam perdagangan antar negara.

The North American Free Trade Agreement (NAFTA)

1994

Perjanjian untuk menghilangkan hampir semua tarif dan batasan perdagangan pada produk pertanian dan manufaktur untuk mendorong perdagangan antara Kanada, USA, dann Mexico.

The European Nation (EU) 

1958

Mempromosikan perdagangan antar anggota (salah satu pasar terbesar saat ini).

Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) 

1989

Mempromosikan perdagangan terbuka dan ekonomi dan kerjasama teknik antar anggota.

Association of SouthEast Asian Nations (ASEAN) 

1967

Mempromosikan pasar dan integrasi ekonomi antar anggota negara Asia Tenggara.

World Bank

1946

Didirikan negara-negara industri untuk pinjaman uang kepada negara maju maupun neraga berkembang (bank internasional untuk rekonstruksi dan pengembangan)

International Monetary Fund (IMF)

1947

Mempromosikan pasar antar anggota dengan menghilangkan hambatan pasar dan membina kerjasama finansial.

KETERLIBATAN DALAM BISNIS INTERNASIONAL

  • Ekspor dan Impor, banyak perusahaan memulai perdagangan internasionalnya mulai dnegan mengimpor barang dari negara lain, untuk dapat menjual produknya ke negara lain. Kegiatan ekspor terkadang dapat berupa kegiatan countertrade agreements (perjanjian barter produk dengan produk antar negara). dalam kegiatan ekspor, biasanya perusahaan menggunakan pihak ketiga yaitu export agent (agen ekspor) yang mengurus transaksi internasional untuk firma lain.

Keuntungan

Kerugian

– Tidak perlu berurusan dengan mata uang asing atau red tape (membayar tarif dan menangani dokumen) dari bisnis internasional.

– Transportasi dan penyimpanan menjadi tanggung jawab export agent.

Harga produk harus di naikkan atau perusahaan domestik harus menyediakan diskon yang lebih besar dari transaksi yang di lakukan di negara asal.

  • Perusahaan Dagang ( Trading Companies )

Trading Companies adalah suatu perusahaan yang membeli barang-barang dalam suatu negara dan menjual kembali barang-barang tersebut kepada pembeli di negara lain. Trading companies menangani segala aktivitas yang dibutuhkan untuk dapat memindahkan barang-barang dari satu negara ke negara lainnya, termasuk di dalamnya adalah Jasa Konsultan, Jasa Penelitian dan Pemasaran, Jasa Periklanan, Jasa Asuransi, Jasa Penelitian Produk dan Perancangan, Jasa Penyimpanan, Pasar Valuta Asing bagi perusahaan yang memiliki tujuan untuk menjual produk-produknya di pasar luar negeri.

  • Lisensi dan Franchise ( Licensing and Francishing )

Licensing adalah perjanjian dagang dimana satu perusahaan selaku pemberi lisensi (licensor) mengizinkan perusahaan lain sebagai penerima lisensi (licensee), untuk menggunakana nama perusahaan, produk-produknya, hak paten, nama merk, merk dagang, bahan baku material, dan/atau proses produksi di dalam pertukaran untuk pembayaran upah atau royalti. Licensing adalah salah satu alternatif yang menarik untuk investasi langsung ketika kestabilan politik di suatu negara diragukan atau ketika sumber daya tidak tersedia untuk investasi langsung. Lisensi memberikan keuntungan kepada perusahaan manufaktur kecil yang ingin memasarkan produk-produk internasional yang terkenal.

Franchising adalah suatu bentuk perjanjian lisensi yang mana selaku pembei franchise (Franchiser) setuju dan bersedia menyediakan penerima franchise (Franchisee) sebuah nama, logo, metode operasional, periklanan, produk-produk, dan elemen-elemen lain yang berkaitan dengan bisnis franchiser, dengan memberikan pengembalian terkait komitmen keuangan dan perjanjian untuk mengarahkan denagn standar operasional pemberi franchise.

  • Kontrak Manufaktur ( Contract Manufaktur )

Kontrak manufaktur terjadi ketika sebuah perusahaan mempekerjakan perusahaan asing untuk menghasilakn suatu produk dengan jumlah tertent dari spesifikasi produk suatu perusahaan; Untuk produk akirnya menyandang nama perusahaan domestik.

  • Alih Daya ( Outsourcing )

Outsourcing adalah pemindahan proses pabrikan atau kegiatan lainnya ( seperti operasi teknologi informasi ) ke perusahaan di negara yang lain dimana dimana upah tenaga kerja dan harga pasokan tidak begitu mahal. Banyak perusahaan Amerika memiliki aktivitas alih daya di negara India, Irlaindia, Meksiko dan Filiphina, dimana ada banyak tenaga kerja yang terampil dan diupah dengan biaya yang rendah.

  • Alih Keluar ( Offsoring )

Offshoring adalah proses permindahan proses bisnis dari suatu perusahaan atau anak perusahaan ke negara lain; offshoring berbeda dengan outsourcing: karena perusagaan masih memegang kendali atas proses usahanya karena ini bukan melakukan subkontrak dengan perusahaan lain. Beberapa alsan suatu perusahaan memilih offshore adalah untuk mendapatkna upah tenaga kerja yang rendah, tenaga kerja yang terampil, atau mengambil keuntungan dari perbedaan zona waktu untuk menawarkan jasa sepanjang waktu.

  • Join Ventura dan Aliansi ( Joint Ventures and Alliances )
    – Join ventura adalah suatu kemitraan yang terbentuk dari suatu usaha tertentu atau dalam jangka waktu yang terbatas. Di beberapa negara, mereka tidak perlu izin untuk melakukan investasi langsung daru perusahaan asing atau individual. Seperti kasus yang ada, suatu perusahaan yang inin melakukan bisnis negara lain melakukan join venture dengan mencari kemitraan lokal untuk membagi biaya dan oeprasi usaha. 
    -Strategi Aliansi adalah suatu kemitraan yang terbentuk untuk menciptakan keuntunagn yang kompetitif di seluruh dunia. Di beberapa industri, persaingan internasional sangat ketat dan biaya untuk melakukannya sangat tinggi dan hanya sedikit perusahaan yang dapat berdiri sendiri, maka mereka melakukan kerjasama dengan perusahaan lainnya.
  • Investasi Langsung ( Direct Investment )

Direct Investment adalah suatu kepemilikan fasilitas yang berada di luar negeri. Investasi langsung melibatkan pengembangan dan operasional dari fasilitas yang baru atau pembelian keseluruhan bagian dari suatu operasi yang ada dalam suatu negara lain.

  • Perusahaan Multinasional (Multinational Corporation / MNC )

Suatu perusahaan yang beroperasi pada skala yang dunia, tanpa adanya keterikatan dalam satu negara atau wilayah. Banyak perusahaan multinasionall yang menjadi target oleh aktivis anti globalisasi pada forum bisnis global, mereka berpendapat bahwa perusahaan multinasional meningkatkan gap antara negara yang kaya dan yang miskin, penyalahgunaan sumberdaya yang langka, mengekslpoitasi pasra tenag kerja, dan merusak lingkungan alam,

Strategi Bisnis Internasional ( International Business Strategies )

  • Mengembangkan Strategi – Strategi ( Developing Strategies )
  • Strategi Multinasional ( Multinational StrategyMultinational Strategy adalah suatu rencana yang digunakan oleh perusahaan internasional, yang meliputi spesifikasi produknya, promosi, dan distribusi yang mengacu kepada budaya, teknologi, wilayah dan perbedaan dalam skala nasional.
  • Strategi Global ( Global StrategyGlobal Strategy adalah suatu strategi yang termasuk didalamnya adala standardisasi produk (apabila memungkinkan termasuk promosi dan distribusi) untuk seluruh dunia, hanya jika ini merupakan entitas tunggal. Media sosial merupakan saluran yang paling penting untuk menghubungkan para pemakai merk tersebut dengan para pelanggan globalnya. Beberapa perusahaan mengandalkan pengelola lokal untuk emndapatkan masukan dan respon yang cepat dalam suatu negara.
  • Mengatur Tantangan – Tantangan dari Bisnis Global ( Managing the Challenges of Global Business )

Ada banyak hambatan politik masa lalu yang membuat suatu usaha jatuh dan bahkan diperkecil, memperluas dan membuka peluang pasar yang baru. Seorang manjer menhadapi tantangan di dalam menciptakan dan mengimplementasikan efektifitas dan sensitivitas startegi bisnis pasar global yang dapat membantu perusahaan utuk sukses.

Suatu usaha yang kecil pun dapat sukses di pasar asing, ketika seorang manajernya dapat mempelajari pasar dengan hati-hati dan mempersiapkan dan menerapkan strategi yang cocok.

CHAPTER IV

OPTIONS FOR ORGANIZING BUSINESS

PILIHAN – PILIHAN DI DALAM MENGATUR BISNIS

Setiap bisnis yang ada, harus memilih bentuk organisasi yang sesuai dengan pemilik dan ruang lingkup usahanya. Suatu bentuk organisasi usaha sangat mempengaruhi bagaimana cara beroperasi, besaranpajak, dan seberapa besar kendali yang dimiliki oleh si pemilik usaha.

  • Perusahaan Perseorangan ( Sole Propiertorship )

Kepemilikan dan operasional usahanya dimiliki oleh satu orang. Perusahaan perorangan juga termasuk di dalamnya adalah kontraktor independent yang memenuhi suatu proyek atau adanya keterikatan dalam suatu kegiatan kewirausahaan untuk organisasi yang berbeda tapi bukan termasuk pegawainya. Contohnya adalah pengemudi uber ataupun yang terikat penjualan langsung suatu perusahaan.

Keuntungan dari Perusahaan Perseorangan ( Advantages of Sole Propriertorship )

1. Kemudahan dan Biaya Yang Murah ( Ease and Cost Of FormationMendirikan perusahaan perorangan relatif mudah dan rendah biayanya. Seorang pengusaha ketika memulai usahanya yang baru harus menemukan daerah yang cocok untuk mengoperasikan usahanya, walaupun ini bisnis yang dijalankan secara online. Kemudahan akses dapat dilakukan baik melalui smartphone ataupun media sosial yang mereka miliki untuk menjalankan usahanya dan ini bisa dilakukan kapanpn dan dimana saja. 

2. Kerahasiaan ( SecrecyInformasi yang dimiliki oleh perusahaan hanya dapat dikonsumsi oleh pemilik usaha, baik informasi keuangan, rencana operasional usaha, dan sangat kecil kemungkinannya bahwa pesaingnya dapat memperoleh rahasia perusahannya.

3. Pembagian dan Penggunaan Laba Perusahaan ( Distribution and Use of ProfitsSemua keuntungan perusahaan mutlak menjadi pemilik usaha. Tidak ada kewajiban untuk membaginya dengan pihak lain, serta bebas mementukan pengelolaan dananya diperuntukan untuk apapun.

4. Fleksibilitas dan Pengawasan Bisnis ( Flexibility and Control of The Business Memiliki pengawasan menyeluruh terhadap usahanya dan bebas mementukan keputusan tanpa harus berdiskusi dan menunggu persetujuan dengan pihak lain. Kemampuan untuk merubah harga atau produk merupakan salah satu keuntungannya.

5. Regulasi Pemerintah ( Government RegulationPerusahaan perseorangan paling bebas dari ikatan regulasi pemerintah. Meskipun begitu, mereka harus tetap mengikuti aturan sesuai dengan bisnis yang mereka jalankan.

6. Pajak ( TaxationKeuntungan perusahaan dihitung sebagai satu kesatuan dengan pajak penghasilan perorangan. Jadi pemilik perusahaan melakukan pembayaran pajak perorangan termasuk di dalamnya dari penghasilan usaha yg dijalaninya.

7. Penutupan Usaha ( Closing The BusinessPenutupan usaha dapat dilakukan dengan mudah. Dengan catatn bahwa segala kewajiban dan hutangnya sudah diselesaikan, dan pemilik menyatakan bahwa usahnya sudah tidak beroperasiona kembali.

Kerugian dari Perusahaan Perseorangan ( Disadvantages of Sole Proprietorship )

1. Tanggung Jawab Tidak Terbatas ( Unlimited Liability 

Perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas, Salah satunya apabila perusahaan terlilit hutang, maka pemilik usaha wajib menggunakan kekayaan perusahaan maupun harta pribadinya untuk melunasi kewajiban perusahaan.

2. Sumber Dana Terbatas ( Limited Source of Funds )

Sumber dana yang dapat diperoleh biasanya dari bank, kerabat, keluarga, administrasi usaha kecil, atau pendanaan pribadi. Jika terjadi kebangkrutan, maka pemiliknya pun akan otomatis kehilangan harta benda pribadinya.

3. Ketrampilan Terbatas ( Limited Skills

Pemilik usaha harus memiliki berbagai kemampuan, seperti manajemen, pemasaran, keuangan, dan lainnya. Mempekerjakan bagian yang diperlukan keahlian khusus untuk dapat untuk membantu atau menjadi konusltan.

4. Keberlangsungan Usaha  ( Lack of Continuity 

Keberlangsungan usahna bergantung kepada kemampuan dan kinerja pemiliknya. Ancaman paling besar apabila pemilik mengamali sakit serius, dan tidak ada pengganti yang kompeten.

5. Kesulitan Memperoleh Pegawai Yang Kompeten ( Lack of Qualified Employees 

Karena laba yang diperoleh tidak sebesar perusahaan besar, maka upah yang ditawarkan kepada pegawai tidak besar, sehingga sulit utuk mendapatkan pegawai yang kompeten.

  • Perusahaan Persekutuan ( PartnershipsSuatu persekutuan yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjalankan usaha untuk mendapatkan keuntungan.

Jenis – Jenis Perusahaan Persekutuan :

1. Persekutuan Umum ( General Partnership Dimana masing-masing pihak memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas baik terhadap kewajiban maupun usahanya.

2. Persekutuan Terbatas ( Limited PartnershipOrganisasi usaha yang memiliki minimal satu rekanan, yang diasumsikan memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas dan juga minimal satu rekanan yang tanggung jawabnya terbatas hanya sebesar investasinya.

3. Perjanjian Perusahaan Persekutuan ( Articles of Partnership Berupa  dokumen resmi yang mengatur perjanjian dasar antara para mitra.

Keuntungan dari Perusahaan Persekutuan ( Advantages of Partnership )

1. Kemudahan dan Biaya Yang Murah ( Ease and Cost Of FormationMemulai suatu persekutuan harus memasukan nama perusahaan untuk didaftarkan secara resmi.

2. Ketersediaan Modal dan Kredit ( Availability of Capital and CreditKetika suatu usaha memiliki rekanan, ini akan memberikan keuntungan untuk menyatukan kombinasi kemampuan dan ketrampilan dan pengumpulan sumber dana.

3. Kombinasi  Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan ( Combined Knowledge and Skills Persekutuan biasanya akan melakukan pembagian kerja berdasarkan keahlian masing-masing pihak, sehinga perusahaan dapat dijalankan oleh para ahli di bidangnya yang terbentuk dalam satu tim manajemen.

4. Pengambilan Keputusan ( Decision Making Pengambilan keputusan lebih cepat, karena masing-masing mitra terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan setiap harinya. 

5. Pengawasan Regulasi ( Regulatory Control Persekutuan juga tidak terlalu terikat dengan regulasi pemerintah, Namun di dalam pelaksanaan operasional usahanya harus tetap mengacu kepada ketentuan pemerintah. 

Kerugian dari Perusahaan Kemitraan ( Disadvantages of Partnership )

1. Tanggung Jawab Tidak Terbatas ( Unlimited Liability Dalam persekutuan ini juga tanggung jawab tidak terbatas apabila kerugian di alami oleh perusahaan. Kemitraan yang potensial harus memastikan bahwa semua mitranya memiliki sumber dana yang sebanding yang dapat membantu perusahaan apabila dalam kesulitan. 

2. Tanggung Jawab Usaha ( Business Responsibility Seluruh anggota persekutuan memiliki tanggung jawab yang harus dipikul bersama terhadap segala keputusan bisnis yang dilakukan. 

3. Jangka Waktu Kemitraan ( Life of Partnership Suatu persekutuan berakhir apabila salah satu mitra meninggal dunia atau memutuskan keluar dari persekutuan. Namun apabila salah satu mitranya mau tetap meneruskan usahanya, maka akan ada kerugian yang timbul, seperti terganggunya operasional usaha, keuangan yang tergerus, kemampuan manajemen yang menjadi spesialisasi mitranya akan hilang.

5. Pembagian Keuntungan ( Distribution of Profit Pembagian keuntungan perusahaan dibagikan secara proposional sesuai kesepakatan awal. Ini bisa menjadi kerugian apabila mitra yang memperoleh keuntungan dengan besaran yang sama, tetapi kinerjanya tidak mencerminkan adanya kontribusi terhadap bisnis tersebut.

6. Sumber Daya dan Dana Terbatas ( Limited Source of Funds Ketersediaan dana dalam suatu persekutan juga terbatas. Karena tidak ada nilai publik yang ditempatkan dalam usaha tersebut, kemitraan yang potensial tidak selalu mengetahui nilai keuntungan yang diberikan, meskipun pihak ketiga dapat mengetahui nilainya. 

7. Sistem Pajak dari Persekutuan ( Taxation of Partnership Persekutuan wajib melaporkan laba perusahaannya dalam laporan pajak individu dan membayarnya sesuai tarif pajak perorangan.

  • Perseroan Terbatas ( Corporation )

Perseroan Terbatas adalah suatu badan hukum, yang dibuat oleh negara, dimana semua harta dan kewajibannya terpisah sesuai dengan besaran masing-masing kepemilikannya. Perseroan Terbatas dapat membuat perjanjian secara perorangan ataupun melibatkan entitas hukum, dan bisa menuntut atau dituntut di suatu pengadilan.

Perseroan Terbatas itu dimiliki oleh beberapa individu dan organisasi yang memiliki bagian atas usaha tersebut, dan biasa disebut dengan saham. Saham korporasi dapat diperjualbelikan. Keuntungan dari suatu perusahaan akan dibagikan kepada para pemilik saham, yang biasa dikenal dengan deviden. 

  • Jenis-Jenis perusahaan

            Berdasarkan lokasi operasi, terdapat 3 jenis perusahaan: perusahaan domestikdimana perusahaan tersebut beroperasi di negara tempat perusahaan tersebut didirikan; perusahaan asing disematkan kepada perusahaan asal negara lain yang beroperasi di negara tuan rumah; dan alien corporation disematkan kepada perusahaan yang beroperasi di luar negara tempatnya didirikan. 

            Berdasarkan kepemilikan, perusahaan dibagi menjadi beberapa macam. Pertama adalah perusahaan privat, dimana perusahaan tersebut dimiliki oleh satu atau beberapa individu yang juga terlibat dalam pengelolaan bisnis. Perusahaan swasta tidak memiliki kewajiban untuk mengeluarkan informasi finansial mereka kepada publik, namun tetap memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Lainnya adalah perusahaan publik. Hal yang membedakannya dengan perusahaan privat adalah perusahaan publik memiliki saham yang dapat diperjual-belikan ataupun ditukarkan secara publik. Saham ini dapat dimiliki oleh siapa saja yang ingin berinvestasi di perusahaan tersebut, baik pemilik perusahaan menjadi pemegang saham mayoritas ataupun individu yang bahkan tidak memiliki relasi dekat manajemen perusahaan. Oleh karena itu, transparansi informasi finansial perusahaan harus dilaporkan secara reguler sesuai dengan peraturan yang mengaturnya. 

Pun begitu, tidak menutup kemungkinan untuk perusahaan pribadi untuk bertransformasi menjadi perusahaan publik dengan melepas sahamnya ke pasar publik untuk meraup dana investasi segar -proses ini disebut dengan initial public offering. Begitu pula dengan perusahaan publik juga dapat sewaktu-waktu berubah menjadi perusahaan privat jika membutuhkan fleksibilitas pengambilan keputusan untuk restrukturisasi operasi.

Selanjutnya ada quasi-public corporation dimana perusahaan ini dimiliki dan dioperasikan oleh negara atau pemerintah daerah dengan tujuan untuk memberikan layanan kepada masyarakat ketimbang mencari keuntungan. Selain itu ada perusahaan non-profit dimana perusahaan ini fokus untuk memberikan pelayanan pada masyarakat dibandingkan untuk mendapatkan keuntungan. Bedanya, perusahaan ini tidak dimiliki oleh pemerintah. Untuk membiayai operasi perusahaan, perusahaan ini mengumpulkan donasi pribadi ataupun perusahaan, dana pemerintah, yayasan amal lain, atau dari penjualan jasa. 

  • Elemen-elemen dari Perusahaan :

1.  Dewan Direktur yang dipilih oleh para pemegang saham untuk mengelola visi dan operasi bisnis perusahaan. Direktur bisa saja adalah individu internal perusahaan atau individu yang tidak berafiliasi dengan perusahaan tersebut sebelumnya.

2. Berdasarkan preferensi kepemilikan saham, pemegang saham dibedakan menjadi khusus dan umum.

  • Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan        

Jika dibandingan dengan bentuk-bentuk kepemilikan bisnis lainnya, perusahaan memiliki entitas legal terpisah yang membuat perusahaan meliki keuntungan tersendiri. Hal tersebut antara lain:

1. Limited Liability. Artinya adalah terdapat pemisahan tanggung jawab, dimana aset perusahaan (uang dan sumber daya) tidak dipandang sebagai satu kesatuan di mata hukum dengan kepemilikan pribadi pemilik. Dalam konteks ini, para pemegang saham tidak bertanggung jawab terhadap utang perusahaan jika sewaktu-waktu perusahaan tersebut bankrut;

2. Kemudahan Transfer Kepemilikan. Selama tidak berhubungan dengan posisi mayoritas, para pemegang saham dapat sewaktu-waktu memperdagangkan saham kepemilikian mereka ke publik tanpa harus meminta ijin kepada pemegang saham yang lain;

3. Panjang Umur. Pada umumnya, sebuah perusahaan didirikan dengan harapan untuk dapat berdiri dalam waktu yang lama. Datang-perginya para pemegang saham tidak memiliki relevansi berarti bagi eksistensi perusahaan;

4. Memiliki Sumber Pendanaan Eksternal. Perusahaan publik, dibandingkan dengan jenis perusahaan-perusahaan lain, memiliki keunggulan di bidang pendanaan. Praktek jual-beli saham memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan dana segar eksternal selama perusahaan tersebut dianggap menguntungkan;

5. Potensi Ekspansi. Perusahaan publik skala besar dengan kemampuan finansial jangka panjang dapat dengan mudah melakukan ekspansi pasar, baik skala nasional maupun internasional. 

6. Pajak Ganda. Karena perusahaan dilihat secara hukum sebagai entitas mandiri, perusahaan diharuskan untuk membayar pajak pendapatan, sama halnya dengan sang pemiliki. 

7. Biaya Pendirian. Dibutuhkan biaya yang besar sebelum seseorang membangun sebuah perusahaan. 

8. Transparansi Informasi. Perusahaan harus menyiapkan pelaporan operasi secara berkala, utamanya kepada para pemegang saham. 

9. Pemisahan Pegawai-Pemilik. Terdapat kemungkinan adanya sentimen antara pegawai dan pemilik perusahaan. 

  • Jenis Lain dari Kepemilikan Bisnis

1. Joint VenturesJoint venture merupakan bentuk kemitraan yang didirikan untuk sebuah projek spesifik dalam waktu yang terbatas. 

2. S Corporations. S Corporation merupakan sebuah bentuk kepemilikan bisnis yang dipandang sebagai bentuk kemitraan. Artinya, laba atau kerugian dari perusahaan akan secara langsung berdampak terhadap pemilik (tidak memiliki keuntungan limited liability). 

3. Limited Liablity Company (LLC). LLC adalah sebuah bentuk kepemilikan bisnis yang memiliki keuntungan layaknya perusahaan dengan limited liability. Walaupun memiliki skala lebih kecil, keuntungan dari limited liability memungkinkan pemiliknya untuk tidak terancam langsung jika adanya perkara hukum yang menyeret LLC. 

4. Cooperatives.Cooperative atau co-op merupakan sebuah organisasi bisnis yang terdiri dari beberapa individu atau bisnis-bisnis kecil yang bergabung/bersatu untuk mendapatkan keuntungan. Co-op dibentuk bukan dengan tujuan untuk meraup keuntungan, melainkan menyediakan wadah bagi para anggotanya untuk meraup keuntungan.

  • Tren dalam Kepemilikan Bisnis: Merger dan Akuisisi 

Baik perusahaan besar dan kecil dapat meningkatkan pertumbuhan dan keuntungan dengan cara melakukan ekspansi operasi bisnis perusahaan. Dalam konteks ini, ekspansi dapat berarti pengembangan produk baru atau perluasan cakupan target konsumen secara geografis. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dapat melakukan merging atau akuisisi.

Dua perusahaan dapat melakukan merging untuk membentuk sebuah perusahaan baru. Sedangkan akuisisi terjadi ketika sebuah perusahaan membeli perusahaan lainnya, biasanya dengan membeli saham mayoritas perusahaan tersebut. Horizontal merger terjadi ketika dua perusahaan yang pada awalnya menjual/menyediakan produk serupa bergabung membentuk sebuah perusahaan baru. Sementara, ketika perusahaan-perusahaan yang bergabung tidak memiliki kesamaan produk, namun masih dalam satu frekuensi industri disebut vertical merger. Sebuah perusahaan juga dapat membeli perusahaan lain dengan bidang yang sama sekali tidak berkaitan atau disebut dengan conglomerate merger. 


MANAGING IN THE GLOBAL ENVIRONMENT

WHAT IS THE GLOBAL ENVIRONMENT?

            Lingkungan global merupakan seperangkat dorongan dan kondisi yang menghasilkan dinamika lingkungan di luar batas sebuah organisasi yang justru memiliki efek/dampak terhadap bagaimana organisasi itu beroperasi dan bertindak. Dinamika tersebut yang kemudian yang melahirkan kesempatan dan ancaman bagi manajer dan organisasinya.Untuk mengidentifikasi kesempatan dan ancaman yang ditawarkan dari dinamika lingkungan global, manajer perlu untuk membedakan antara task environment dan general environment. 

Task environmentmerupakan seperangkat dorongan dan kondisi yang berkaitan dengan suplai global, distributor, konsumen, dan persaingan. Faktor-faktor tersebut akan sangat mempengaruhi bagaimana kemampuan organisasi untuk mendapatkan input untuk beroperasi dan mengatur output dari proses tersebut. Sementara, general environment melingkupi  kondisi-kondisi global skala besar, seperti ekonomi, perkembangan teknologi, sosiokultur, demografi, politik, dan penegakan hukum yang dapat mempengaruhi organisasi dan task environment-nya.


The Task Environment

  • Supplier merupakan individu atau perusahaan yang menyediakan sumber daya sebagai faktor input bagi proses produksi sebuah organisasi. 
  • Global outsourcing atau alih daya global muncul ketika sebuah perusahaan terlibat kontrak dengan pemasok dari negara lain untuk menyediakan berbagai input atau komponen yang diperlukan untuk produksi atau untuk perangkaian final produk guna mengurangi biaya. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan dalam hal biaya dan kualitas sumber daya dari setiap negara di dunia yang kemudian dimanfaatkan untuk mengurangi biaya total manufaktur suatu barang. 
  • Distributor adalah organisasi yang membantu untuk menjual barang atau jasa dari organisasi lain ke konsumen. Manajer dibutuhkan untuk dapat mengambil keputusan/menyusun strategi untuk mendistribusikan produknya ke konsumen.

  • Konsumen adalah individu atau grup yang membeli dan menggunakan jasa dari sebuah organisasi. Kesuksesan sebuah perusahaan sangat bergantung pada respon perusahaan terhadap kebutuhan konsumen. 


COMPETITORS 

Sebagai seorang pengusaha ataupun sebagai manager, kita harus siap mendapatkan tantangan di lapangan pada saat membuka usaha. Jika kita tidak siap dengan tantangan tersebut, maka usaha yang dijalankan tidak akan berhasil. Tantangan yang dihadapi yang dimaksud adalah pesaing (competitors)yang merupakan organisasi yang menghasilkan barang dan jasa yang serupa dan sebanding dengan barang dan jasa organisasi tertentu. Selain pesaing yang nyata menghasilkan barang atau jasa yang sama seuai dengan yang diberikan dengan usaha kita, terdapat juga pesaing potential (potential competitor), berbeda dengan pesaing (competitors), jika pesaing potential (potential competitors) berada diluar usaha pesaing yang lainnya, namun memiliki potensi untuk menghasilkan barang yang sama. Yang dalam artian, pesaing potential ini memiliki usaha atau jasa yang berbeda dengan usaha yang kita miliki, namun juga pesaing potential memiliki potensi yang amat besar dalam menghasilkan barang atau jasa yang sama seperti yang kita hasilkan. Persaingan antara pesaing berpotensi menjadi kekuatan yang paling mengancam yang harus dihadapi oleh manajer. Tingkat persaingan yang tinggi biasanya menghasilkan persaingan harga, dan jatuhnya harga mengurangi pendapatan dan menjadi sebuah keuntungan bagi pelanggan.

THE GENERAL ENVIRONMENT 

Bukan hanya tantangan dari sesama bisnis yang perlu ditaklukan, namun kekuatan ekonomi, teknologi, sosiokultural, demografi, politik, dan hukum di dunia bisnis sering memiliki efek penting pada kekuatan perusahaan yang menentukan kemampuan tim perusahaan untuk memperolehsumber daya yang memiliki efek yang mungkin tidak disadari oleh manajer. Dalam hal ini Manajer harus terus menganalisis kekuatan di lingkungan umum karena kekuatan ini memengaruhi pengambilan keputusan dan perencanaan yang sedang berlangsung. Seberapa baik manajer dapat melakukan tugas ini menentukan seberapa cepat organisasi dapat merespons perubahan yang terjadi. Dengan keadaan ini pula manajer harus berhasil menyadari pengaruh penting kekuatan ekonomi terhadap perusahaan mereka, dan mereka harus memperhatikan dengan cermat apa yang terjadi dalam perekonomian di tingkat nasional dan regional untuk merespons dengan tepat.terdapat juga persaingan dalam teknologi, kekuatan teknologi dapat memiliki implikasi yang mendalam bagi para manajer dan perusahaan. Perubahan teknologi dapat membuat produk yang sudah mapan menjadi usang dalam kata lainnya seperti “ketinggalan zaman”. Meskipun perubahan teknologi dapat mengancam perusahaan jika tim perusahaan tidak mengikuti perubaha zamannamun hal itu juga dapat menciptakan sejumlah peluang baru untuk merancang, membuat, atau mendistribusikan jenis barang dan jasa yang modern dan lebih baikManajer dan perusahaan juga harus responsif terhadap perubahan, dan perbedaan di antara, struktur sosial dan budaya nasional semua negara tempat mereka bekerja.

THE CHANGING GLOBAL ENVIRONMENT

Ketika ingin membuka sebuah usaha, persaingan yang terjadi bukan hanya sekedar persaingan diantara wilayah tempat usaha tersebur dibuka, namun persaingan bias terjadi dimana-mana, baik di luar kota, bahkan sampai luar negeri. Dalam hal ini manajer perlu menyadari bahwa perusahaan harus bersaing secara baik, yang merupakan sumber peluang yang harus mereka tanggapi walaupun sebagai akibat hambatan membuka usaha, manajer harus memandang lingkungan secara terbuka yaitu, seperti lingkungan di mana perusahaan bebas untuk membeli barang dan jasa, dan menjual barang dan jasa ke perusahaan dan negara mana pun yang mereka pilih.Mereka juga bebas bersaing satu sama lain untuk menarik pelanggan di seluruh dunia. Semua perusahaan besar harus membangun jaringan dan anak perusahaan internasional untuk meningkatkan keuntungan secara global dengan menggunakan modal-modal seperti manusiakeuangansumber dayapolitik yang dapat menjadi pendukung dalam kemajuan ekonomi, karena seperti contohnya manusia yang setiap waktunya pasti imigrasi, migrasi dan emigrasi yang tentunya dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan jejaringan ataupun anak perusahaan secara global.

THE ROLE OF NATIONAL CULTURE

Budaya berbagai negara masih sangat bervariasi karena perbedaan penting dalam nilai, norma, dan sikap merekaPerbedaan antar budaya nasional memiliki implikasi penting bagi pengusahaKarena perbedaan budaya, manajer yang melakukan bisnis dengan negara lain harus peka terhadap sistem nilai dan norma negara tersebut dan berperilaku sesuai dengan itu serta harus mentaati aturan dari negara lainnya. Untuk memberikan titik awal yang mudah bagi seorang manager agar tidak salah mengambil keputusan untuk bersaing secara global  karena adanya perbedaan budaya, maka salah satu tindakan yang mudah adalah memperkerjakan masyarakat asing sehingga dapat mengerti budaya-budaya dari negara-negara yang belum dipahami oleh seorang manager, bukan hanya masyarakat lokal ataupun masyarakat asal tempat perusahaan tersebut didirikan. Mulai dari titik tersebut, dapat mempermudah seorang manager ataupun seorang pengusaha untuk mempelajari budaya-budaya tempat perusahaan tersebut dibuka. Perbedaan antar budaya nasional memiliki implikasi penting bagi pengelola. Karena perbedaan budaya, praktik manajemen yang efektif di satu negara mungkin menjadi masalah di negara lain, sehingga manager harus paham betul mengenai budaya-budaya dari negara lainnya apabila ingin bersaing secara global.

Referensi :

O.C. Ferrel Geoffrey A. Hirt, Linda Ferrel "Business Foundations A Changing World" Twelfth Edition

Gareth R. Jones Jennifer M.George "Contemporary Management" Eleventh Edition

Disusun oleh kelompok 1 (Future Presidents) :

  1. Alvin Yudhistira
  2. Hertha Yaurina
  3. Lasameil Chelsea
  4. Wa Ode Virgo Gusmaniar Soleman

Link On Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=CIOdtvWs99k








Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
2
Fun
Genius Genius
4
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
chelsea

16 Comments

  1. Terima kasih atas artikelnyaa, saya ingin bertanya, di video tersebut dijelaskan adanya tren kepemilikan bisnis yaitu merger dan akuisisi, yg ingin saya tanyakan adalah. Untuk merger apakah ada contoh studi kasus yang nyata yang pernah terjadi dan menurut Anda apa yang melatarbelakangi perusahan-perusahaan tersebut untuk melakukan merger? Terima kasih

  2. Saya tertarik dengan perdagangan internasional, menurut saudara apabila saya adalah supplier baru, bagaimana saya dapat menganalisis pasar yang sesuai (negara) & strateginya . Selain itu, terdapat beberapa metode pembayaran perdagangan internasional seperti cash, L/C dll. Metode apa yang paling umum digunakan oleh perusahaan ? Terimakasih.

  3. Pada artikel disebutkan bila salah satu hambatan perdagangan internasional adalah hambatan politik seperti terdapat kumpulan negara yang membentuk cartel, apa contoh kumpulan negara yang melakukan ini dan bagaimana cara mengatasinya?

  4. Good job, Group 1. Saya Daniel, saya mau menanyakan apakah ada problematika khusus yang sering dihadapi oleh perusahaan kecil atau family based business dalam global expansion bila dibandingkan dengan perusahaan besar? Jika ada, bisa diberikan contoh perusahaan kecil yang berhasil menghadapi permasalahan tersebut, dan apa solusi yang mereka aplikasikan dalam bisnis mereka? Terimakasih

    1. Artikel nya bagus. Saya ridha juliansyah mw bertanya.
      Mengenai THE ROLE OF NATIONAL CULTURE yang disebutkan di artikel.
      Penerapan model tersebut pasti dilakukan oleh semua perusahaan multinasional,karena mereka berhadapan dengan budaya negara yg bermacam2.
      Pertanyaan saya, bagaimana contoh produk dari sebuah perusahaan yang menggambarkan penggunaan model ini. Terimakasih

  5. Pembahasan yang cukup menarik. Saya Wahidatur Rosyidah ingin bertanya tentang kegiatan ekspor. Akhir-akhir ini santer dibicarakan tentang polemik ekspor benih lobster. Hal yang menjadi kontra ialah, jika ekspor benih lobster dilaksanakan, di masa depan akan ada pesaing baru yang memperjualbelikan lobster, yang selanjutnya akan mengancam perekonomian Indonesia. Menurut Anda, apa kebijakan yang tepat untuk mengatasi dampak dari ekspor benih lobster yang hanya menguntungkan nelayan dalam jangka pendek dan merugikan negara dalam jangka panjang?

  6. Artikel yang bagus sebagai pembelajaran dikala pandemi covid-19. Baik kepada penulis pada hambatan perdangangan internasional yang ingin saya tanyakan kepada manager fashion di Indonesia. Diantara 10 hambatan yang di sampaikan saya ingin berfokus kepada hambatan sosial dan budaya. Tidak dipungkiri bahwa kemajuan sosial dan budaya saat ini berkembang secara pesat, contoh hal nya culture shock. Bagaimana sih mengatasi kejutan budaya (culture shock) yang dapat memberikan kefrustasian dan kegelisahan terhadap bisnis atau perusahaan yang sedang dijalankan dikarenakan pola trend dan persaiangan pada masa kini selalu berubah-ubah seiring berjalannya waktu? terima kasih.

  7. Dear Future Presidents, Terimakasih atas artikel dan video nya. Saya Safira Pralampita Larasati tertarik dengan topik mengenai merger dan akuisisi. Apa keuntungan dan kerugian yang didapatkan oleh suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya jika kedua perusahaan tersebut melakukan sistem merger dalam aspek kepemilikan dan penyediaan jasa. Sebagai contoh, belakangan ini terdapat wacana merger antara perusahaan Go-Jek dan Grab. Dengan memperhatikan strategi dalam organizing business, apakah merger dalam kasus ini merupakan keputusan yang tepat? Terimakasih

  8. Artikelnya sangat bagus. saya donal anry jaya ingin bertanya.faktor apa yang dapat membuat SDM berkualitas agar mampu bersaing di bisnis internasional? dan strategi untuk menyaingi produk negara maju? serta bagaimana jenis struktur organisasi multinasional?
    terimakasih

  9. This is a very good article. Good job team 1! Terkait artikel, saya ingin bertanya. Mengambil Starbucks sebagai contoh. Starbucks, the fast-food industry’s second most valuable brand yang bernilai sekitar $ 44,5 miliar membutuhkan waktu hampir 35 tahun untuk akhirnya membuka gerai toko pertamanya di Milan, Italia. Menurut anda, model strategi apakah yang digunakan oleh Starbucks untuk dapat secara sukses memasuki pasar Itali dan mengapa? Terima kasih.

  10. Artikel yg menarik teman-teman. Sebagaimana diketahui, wabah Covid-19 telah memaksa berbagai negara untuk melakukan lockdown besar-besaran untuk menekan penyebarannya, dan hal tersebut telah menyebabkan gangguan pada rantai pasokan global, dan seperti dikatakan oleh PM Singapura dalam pidatonya pada 1 Mei lalu, bahwa dunia sedang mengalami deglobalisasi, karena masing2 negara sedang berjuang untuk kepentingan kebutuhan di dalam negerinya sendiri. Menurut teman-teman, langkah-langkah apa yg dapat diambil oleh perusahaan untuk menghadapi tantangan tersebut?

  11. Saya Pratiwi Susilo. Ingin bertanya, dalam artikel disebutkan bahwa perusahaan multinasional oleh aktivis anti globalisasi hanya memberikan dampak buruk. Bagaimana tanggapan menurut kelompok 1?
    Bukankah dalam berbisnis sudah ditetapkan etika bisnis sebagai standarisasi? Namun mengapa masih ada tanggapan buruk terhadap perusahaan multinasional?

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format