BISNIS KENCAN DARING, MASIHKAH BERMANFAAT ATAU BERMASALAH?

"Aplikasi kencan daring berhasil menjadi sarana yang dengan mudah mengubah perilaku masyarakat tentang apa yang harus ditunjukan dirinya untuk memikat pengguna lain"


1
1 point

Tidak dapat dipungkiri bahwa keinginan memiliki kekasih dan menemukan cinta adalah salah satu hal esensial yang didambakan oleh dewasa muda atau Young Adult di era sekarang. Menurut Papalia dalam old & feldman 2008, dewasa Muda adalah individu yang memiliki rentan usia 20-40 tahun. Pada masa usia  tersebut adalah terjadinya fase Intimacy atau permulaan untuk menjalin hubungan lebih intim dengan lawan jenisnya. Menurut Erikson (dalam Papalia, Old & Feldman) Intimacy bisa didapatkan melalui komitmen terhadap suatu hubungan dengan individu lain, dan apabila komitmen tersebut tidak dapat terbentuk, maka individu ini akan merasa terisolasi.

Keberagaman diversifikasi teknologi semakin mempermudah kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam mencari pasangan. Setidaknya terdapat lebih dari 15000 dating apps atau aplikasi untuk berkencan secara daring dan Social media, antara lain : Tinder, Instagram, OK Cupid, Facebook, Grindr, Setipe, Badoo dan lain sebagainya. Menurut suatu artikel di CNN Indonesia berdasarkan data Tinder, percakapan user tinder di Indonesia meningkat sebesar 23 %. Selain itu, rata-rata durasi percakapan meningkat 19 % lebih lama. Adapun data ini diambil mulai tanggal 20 Februari hingga 26 Maret 2020.

Ada banyak motif dalam menggunakan berbagai aplikasi kencan daring  dan social media, antara lain mencari pasangan serius, sekedar teman menonton bioskop atau nongkrong, memperluas koneksi, membuka pikiran untuk berdiskusi dan berbagai motif baik lainnya. Di sisi lain, terdapat motif lain yang tidak baik antara lain prostitusi online, mencari One Night Stand dua belah pihak, bahkan tindak kriminal seperti pelecehan seksual upaya penculikan, pencabulan anak dibawah umur, pemerkosaan, perdagangan manusia, dan yang paling marak di Indonesia saat ini adalah perampasan harta benda dengan menghilangkan nyawa seseorang.

Perkembangan Teknologi Membuat Maraknya Penggunaan Aplikasi Kencan Daring.

Sebelum aplikasi kencan daring mulai marak di kalangan masyarakat, semua berawal dari situs / website kencan online pada tahun 1995 dari negara Amerika Serikat yang bernama match.com yang berhasil menarik minat masyarakat di amerika serikat dan seluruh dunia. Pola perjodohan mulai bertransformasi ke arah digital karena memberi peluang lebih besar dari pada media cetak. Pengalaman baru, rasa penasaran dan kepraktisan dari dunia digital menjadi faktor utama keberhasilan situs kencan daring.

Setelah sukses kencan daring kemudian beberapa tahun berikutnya muncul media digital baru berupa aplikasi kencan daringdengan media smartphone yang mendapat respon positif di masyarakat dunia termasuk Indonesia dan dikenal sebagai Tinder pada tahun 2012. Versi Jek (2018), 5 aplikasi kencan daring tahun 2018 yang dianggap paling populer adalah Tinder, OkCupid, EHarmony, Hinge dan Match.com. Bisnis aplikasi kencan daring menjadi menjanjikan karena pengguna aplikasi yang terus membesar dan semakin meningkat. Sebagai contoh di amerika bagian Utara, aplikasi kencan daring Match Group pada kuartal 1 2016 menghasilkan pendapatan U$ 164,4 Juta dan U$ 284,32 juta dari  tahun 2016 sampai dengan kuartal 2 tahun 2020 (pada gambar dibawah ini). Hal ini menjadi bukti kuat bahwa minat pengguna aplikasi kencan daring terus meningkat. 

Sumber : Pendapatan Aplikasi Kencan Daring “Match Group” Q1 2016 – Q2 2020, Statista.com

Menurut survei yang dilakukan Leah Lefebvre, asisten profesor jurusan komunikasi  dan jurnalisme Universitas Wyoming  pada tahun 2017 terhadap 395 pengguna Tinder dengan responden usia 18 – 34 tahun, motivasi beragam yang didapat oleh responden yakni 48,3% popularitas aplikasi, 14,7% desain aplikasi, 8,9% mencari hubungan, 7,9% penasaran, 5,1%  hooking up, 4,1% mudah berhubungan, dan 3% mencari hiburan. Survey tersebut setidaknya membantah stigma aplikasi kencan online tak melulu berfokus untuk memuaskan hasrat seksual. 

Sumber : Survei Leah Lefebvre, Tirto.id 

Berdasarkan data pada infografis diatas, jelas menunjukkan bahwa metode kencan secara daring memang sudah sangatlah lumrah dilakukan oleh masyarakat barat khususnya di benua amerika yang menganut paham kapitalis maupun sosialis. Kebebasan dalam menentukan cara untuk menemukan pasangan hidup, memang sudah bukanlah hal yang tabu bagi sebagian kalangan. Disebutkan pula bahwa hampir setengah dari pengguna aplikasi kencan daring merupakan wanita dan pernah mengalami pelecehan ataupun perbuatan yang tidak menyenangkan. Namun tak sedikit pula aplikasi ini digunakan sebagai media untuk melakukan tindakan-tindakan asusila yang memang diinginkan oleh kedua belah pihak.

Salah satu tindak kriminal yang sering terjadi  pada pengguna aplikasi kencan daring adalah pelecehan seksual. Hal tersebut sering kali terjadi disinyalir karena kegagalan aplikasi tersebut untuk melakukan screening terhadap penggunanya, sehingga banyak pengguna yang dirasa belum layak, sebagai contoh anak dibawah umur yang telah menggunakan aplikasi tersebut. Keterangan dari Samahita yang dilansir dari BBC News Indonesia yang merupakan organisasi anti kekerasan dan pelecehan seksual, bahwa banyak pelaku beranggapan bahwa aplikasi kencan daring hanya digunakan untuk berhubungan seksual, dan yang lebih memprihatinkan aplikasi ini juga digunakan oleh sekelompok anak SMA yang notabene masih dibawah umur yang masih belum paham mengenai konsen dalam melakukan hubungan seksual. 

Adanya fenomena pelecehan aplikasi kencan daring secara umum bukanlah hal yang baru. Sampai dengan saat ini belum ada regulasi yang jelas dan kesadaran orang orang akan pelecehan di dunia virtual dan hal ini akan berdampak terus meningkatnya pelecehan di dunia virtual. Menurut survei Jajak Pendapat (Jakpat) tahun 2017, terhadap responden di Indonesia dengan jumlah 512 orang dengan usia 16 – 45 tahun disebutkan bahwa 12,5% pengguna tinder pernah mengalami pelecehan verbal dan visual saat mengakses aplikasi Tinder. Dan untuk konteks di amerika serikat menurut penelitian Pew research Center tahun 2013 terhadap 2.252 anggota pengguna 28% mengaku pernah mengalami pelecehan dan 42% perempuan menyatakan merasakan pelecehan dan hanya 17% laki – laki yang mengalami pelecehan.

Sumber: Jajak Pendapat, Tirto.id

Etika Atas Paradigma Yang Tersebar Di Kalangan Pengguna.

Di balik seluruh keunggulan aplikasi kencan daring dalam mempermudah jaringan untuk mendapatkan pasangan, sangat disayangkan bahwa tidak seluruh dari para pengguna aplikasi ini memiliki pemahaman yang sama dalam penggunaan aplikasi kencan daring ini.  Sebagian dari para pengguna aktif memang memperhatikan dimensi-dimensi khusus mengenai percintaan, hasrat, keintiman dan komitmen untuk melangkah pada jenjang yang lebih serius dalam memahami setiap proses hubungan yang dihasilkan melalui aplikasi dengan cara berkencan. Namun dalam beberapa kasus terdapat juga para pengguna aplikasi kencan daring yang mengambil setiap kesempatan yang ada dalam aplikasi ini sebagai sarana untuk menyalurkan hasrat seksualnya saja, atau bahkan menjual iming-iming cinta demi meraup keuntungan finansial semata.

Setiap pengguna aplikasi kencan daring pastinya memiliki pemahaman, ideologi dan tujuan yang berbeda-beda sebagai proses menjalin hubungan di dunia maya. Sesungguhnya hal-hal apa saja yang dicantumkan oleh para pengguna pada biografi adalah apa yang mereka ingin orang lain lihat pada diri mereka sebagai bahan pemancing untuk menarik para pengguna lainnya. Selanjutnya untuk mengetahui benar atau tidaknya tujuan-tujuan serta pemahaman dari para pengguna tersebut harus dilakukan komunikasi dan investigasi yang lebih mendalam mengenai orang tersebut dengan melakukan pertemuan langsung atau dengan beberapa kali pertemuan selanjutnya untuk mengetahui tentang kevalidan data yang mereka peroleh. 

Di Indonesia sendiri yang menganut paham ideologi Pancasila, masih menjunjung tinggi nilai dan norma dalam masyarakat. Etika dalam membangun dan menciptakan suatu bisnis perlu dipertimbangkan secara matang-matang. Jangan sampai bisnis tersebut nantinya akan merugikan stakeholder, baik dari sisi ekonomi maupun dari segi tanggung jawab moral dan sosial. Mungkin bagi bisnis seperti aplikasi kencan daring, kondisi Indonesia saat ini memang menjadi sebuah momentum, dan bonusnya adalah demografi Indonesia membawa segmen pasar digital yang ada saat ini didominasi oleh kaum milenial. Didukung dengan keramah tamahan penetrasi sosial orang Indonesia yang mudah mengikuti budaya baru dan pertumbuhan jaringan internet serta penggunaan ponsel pintar, tentunya layanan digital makin menjadi gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian. 

Mengutip ulasan tentang Etika & Hukum dalam buku “Contemporary Management”, yang menyatakan bahwa Etika dan Hukum adalah prinsip yang tidak luput dari perubahan waktu. Etika diyakini bergeser seiring waktu dan hukum sedemikian rupa merefleksikan pergeseran etika yang terbentuk di masyarakat. Hal ini jelas menyatakan bahwa aplikasi kencan daring telah berhasil mengubah perilaku masyarakat tentang apa yang harus ditunjukan dari dirinya untuk memikat pengguna lain. Menjadi sarana yang dengan mudah untuk mengubah perilaku orang di Indonesia dalam berhubungan dengan mediasi di dunia maya. Dikarenakan medianya berubah dari luring menuju ke daring, maka perilaku pun ikut berubah, sehingga perilaku bangsa dan adat istiadat budaya menjadi semakin tergerus dan mengikuti adat yang bukan lagi merupakan adat istiadat budaya Indonesia. Layakkah bisnis seperti ini untuk dipertahankan di budaya Indonesia?

Bagaimana Cara Menanggulanginya?

O.C Farrel, Geoffrey A. Hirt dan Linda Farrel dalam bukunya yang berjudul: “Business Foundations, A Changing World”, mengupas bisnis sejatinya tidak hanya memperoleh laba, namun harus memperhatikan dampak sosial atas usaha yang dijalankan. Hal tersebut ditekankan sebagai upaya memaksimalkan dampak positif dan di sisi lain menekan dampak negatif terhadap masyarakat. Sebuah perusahaan yang baik, dalam memenuhi tanggung jawab sosialnya tidak terbatas hanya pada upaya menyisihkan sebagian keuntungannya untuk didermakan dalam berbagai kegiatan positif di masyarakat dengan publikasi yang baik sehingga tercapai opini publik yang favorable. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana perusahaan menjaga etika, prinsip dan nilai yang dijunjung tinggi dalam produk yang digunakan oleh masyarakat luas, khususnya konsumen. Perusahaan bertanggung jawab penuh mengawal proses konsumsi produk yang dinikmati tetap sejalan dengan nilai-nilai dan etika masyarakat yang berlaku. Idealnya, tidak ada penyimpangan. Oleh karena itu, perusahaan penyedia aplikasi kencan daring memiliki peran penting dalam upaya mencegah terjadinya penyimpangan penggunaan aplikasi oleh konsumen yang tidak bertanggung jawab. 

Beberapa aspek penunjang yang bisa menjadi tindak lanjut dari penanggulangan kasus-kasus pada aplikasi kencan daring yang berujung pada etika bisnis yang tidak sesuai dengan norma dan kaidah bangsa diantaranya :

1. Pemutahiran fitur keselamatan dan validitas data para pengguna.

Inisiatif serius dari penyedia jasa aplikasi  bekerja sama  dengan penyedia lain sejenis dapat berkoordinasi menyusun standar prosedur pelaksanaan bisnis yang mengedepankan etika dan keselamatan pengguna. Seperti standar pengelolaan database pelanggan, sosialisasi standar kenyamanan dan keamanan pelanggan. Dengan anggota  penyedia yang mumpuni dan berkomitmen,  praktis asosiasi tersebut akan membantu masyarakat membedakan penyedia aplikasi yang layak pakai dan tidak. Penyedia jasa diharapkan  dapat melakukan kontrol guna mencegah terjadinya penyimpangan, misalnya mendeteksi konten aktivitas akun mencurigakan, sehingga kasus seperti Michat ataupun Tinder yang ramai diberitakan terseret kasus prostitusi on line dan pelecehan seksual  oleh beberapa media, dapat dihindari.

2. Peran Asosiasi sangatlah penting dalam mencegah penyimpangan fungsi.

Bila pembentukan asosiasi tersebut melewati proses yang baik dan murni bertujuan untuk perbaikan tentunya akan berdampak secara efektif. Seperti peran APJATIN sebagai asosiasi yang menaungi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan uang tunai, terus berupaya menjaga etika profesionalisme sesama anggotanya. APJATIN juga bekerja keras bersama kepolisian dalam menuntaskan kasus perampokan ATM yang melibatkan oknum petugas keamanan serta menyusun protokol pencegahan. Contoh lain Asosiasi pelatihan pekerja seluruh Indonesia (APPSI) berperan aktif menjaga kualitas penyalur pekerja rumah tangga dan secara terbuka menginformasikan daftar penyalur ilegal. Asosiasi semacam ini perlu dibentuk, untuk mencegah penyimpangan fungsi dari aplikasi kencan daring itu sendiri. 

3. Sinergi pemerintah dan penegakkan hukum.

Tindak lanjut kasus dan Sinergi dengan pemerintah melalui kementerian Komunikasi dan Informatika dan Bareskrim Polri sudah saatnya dilakukan untuk melaksanakan intervensi serius dan detail baik kepada penyedia jasa aplikasi maupun pengguna jasa. Aturan-aturan yang lebih jelas dan pembatasan-pembatasan rinci sesuai dengan kondisi lapangan serta inspeksi rutin sangatlah diperlukan dikarenakan ada beberapa aplikasi terselubung dalam penggunaanya berpotensi untuk mendorong penyimpangan etika dan nilai bangsa. Bahkan jika diperlukan, sampai kepada tindak pelarangan pengunduhan aplikasi tersebut di area Indonesia untuk mencegah terjadinya tindakan yang melenceng dari norma dan kaidah masyarakat.  

Ketika Etika sebatas membedakan baik atau buruk dinilai sudah mulai bergeser dan berdampak merusak nilai dan karakter bangsa, maka segera diperlukan hukum yang mengikat untuk membedakan benar atau salah. Bila dibiarkan terlalu lama, hukum tersebut akan menyesuaikan pergeseran etika yang telah terbentuk. Dengan memperhatikan beberapa aspek yang disebutkan diatas, penulis yakin bisnis aplikasi kencan daring tersebut akan bisa layak untuk dipertahankan di budaya dan kaidah-kaidah norma di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

BBC.com. (2020, 14 Juni). Ancaman ‘kekerasan digital’ di aplikasi kencan: Dari kiriman foto vulgar hingga ancaman dengan foto/video yang diambil diam-diam. Diakses Pada 22 September 2020. dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-53011324

Detik.com. (2020, 14 Mei). Ditawarkan Lewat MiChat, Ini Tarif Prostitusi Online yang Digerebek di Surabaya. Diakses Pada 23 September 2020. dari https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5014863/ditawarkan-lewat-michat-ini-tarif-prostitusi-online-yang-digerebek-di-surabaya

Ferrel, OC., Hirt, Geoffrey A., Ferrel, Linda. 2019. Business Foundations “A Changing World” Eleventh Edition. US: McGraw-Hill Education.

Jones, Gareth R., George, Jennifer M. 2020. Contemporary Management. Eleventh Edition. US: McGraw-Hill Education.

Kompolnas.go.id. (2020). Ungkap Prostitusi Online Melalui Aplikasi Michat, Satreskrim Polrestabes Surabaya Ringkus 7 Mucikari. Diakses Pada 23 September 2020. dari https://kompolnas.go.id/ ungkap-prostitusi-online-melalui-aplikasi-michat-satreskrim-polrestabes-surabaya-ringkus-7-mucikari/

Statista.com. (2020, 18 Agustus). Revenue of the Match Group from 1st quarter 2016 to 2nd quarter 2020, by region. Diakses Pada 22 September 2020. dari https://www.statista.com/statistics/ 449407/ quarterly-dating-revenue-match-group-region/

Suara.com. (2020, 12 Agustus). Lewat Aplikasi MiChat, 5 Anak Dibawah Umur Terlibat Prostitusi Online.  Diakses Pada 23 September 2020. dari https://www.suara.com/news/ 2020/08/12/160430/ lewat-aplikasi-michat-5-anak-dibawah-umur-terlibat-prostitusi-online?page=all

Tirto.id. (2017, 26 Juli). Aplikasi Kencan: Cari Jodoh atau Teman Bobo?. Diakses Pada 22 September 2020dari https://tirto.id/aplikasi-kencan-cari-jodoh-atau-teman-bobo-ctrR

Tirto.id. (2017, 26 Juli). Pelecehan Verbal dan Visual, Sisi Remang Dunia Kencan Online. Diakses Pada 22 September 2020dari https://tirto.id/pelecehan-verbal-dan-visual-sisi-remang-dunia-kencan-online-ctrV

THE PRODIGY TEAM

  1. Andrew Parulian Manik
  2. H. J. Panahatan
  3. Rezki Arnita
  4. Yohana Olivia Yulistha

Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
2
Fun
Genius Genius
4
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

3 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format