Dampak Terhadap Deutsche Post DHL Group dalam Situasi “New Normal”


1
1 point

Deutsche Post DHL Group merupakan salah satu korporasi yang berkedudukan di Bonn, German. Pada tanggal 8 April 2020, WirtschaftsWoche yang merupakan sebuah majalah bisnis asal German menginformasikan kondisi perusahaan Deutsche Post akibat dampak pandemic Covid-19.

Sumber: WirtschaftsWoche
DHL Group mengkonfirmasi penerapan pengurangan jam kerja kepada 4.000 pegawainya. Anak perusahaan yang terkena dampak secara signifikan adalah divisi logistik (rantai pemasokan). Kegiatan usaha logistik sangat tertekan akibat kebijakan mengatasi pandemic Covid-19 dan jumlah transaksi penjualan menurun drastis.

Dengan pernyataan tersebut, Ver.di yang merupakan serikat kerja asal German mengkritisi hal tersebut. Menurut sudut pandang mereka, perlu adanya diskusi antara pihak Ver.di dengan pihak DHL Group. Namun rencana tersebut tidak mendapatkan hasil positif dikarenakan Dewan Direksi Deutsche Post Group menolak. Kondisi ini semakin menjadi pertanyaan besar bagi pihak Ver.di, dikarenakan DHL Group memiliki posisi keuangan yang baik dan target keuntungan yang ambisius. Tidak bisa diterima jika banyak karyawan saat ini harus mengajukan permintaan bantuan sosial karena tunjangan jangka pendek tidak mencukupi.

Artiket tersebut menjadi salah satu gagasan dalam diskusi mengenai "New Normal dan Dampaknya Terhadap Perusahaan".

Bermula dari badan nasional yang dikendalikan pemerintah, dengan tingkat defisit yang signifikan, Deutsche Bundespost (1990), menjadi perusahaan layanan surat dan penyedia layanan parsel di benua Eropa yang menguntungkan. Saat ini merupakan pemimpin pasar logistik global yang kemudian diperdagangkan di lantai bursa. Deutsche Post AG go public pada November 2000 dan resmi terdaftar di DAX 30 sejak Maret 2001. Pada September 2013, Deutsche Post AG juga bergabung dengan Indeks Euro Stoxx 50.

Deutsche Post DHL Group merupakan perusahaan yang memiliki optimisme tinggi untuk menjadi pilihan pertama bagi pelanggan, karyawan, dan investor di seluruh dunia dengan adanya hubungan antara satu sama lain dalam mendukung perdagangan global. Deutshche Post DHL Group mempekerjakan kurang lebih 550.000 orang di lebih dari 220 negara dan wilayah di seluruh dunia dengan pendapatan yang diperoleh di tahun 2019 mencapai lebih dari 63 miliar euro.

Deutsche Post DHL Group terbagi menjadi 5 divisi bisnis utama :Sumber: Annual Report Deutsche Post DHL Group 2019

DHL : Produk – Produk dan Solusi PortofolioSumber: Investor Relation. Business Profile March 2020 – Deutsche Post DHL Group

Deutsche Post: Produk dan Jasa

Sumber: deutschepost.com
Sumber: deutschepost.com
Dalam mendukung kegiatan utama perusahaan dibidang logistik, Deutsche Post DHL Group menerapkan strategi investasi langsung di 202 negara. Perusahaan yang mengharapkan kontrol dan sumber daya untuk berinvestasi di bisnis internasional dapat mempertimbangkan strategi investasi langsung (Ferrell, 2020:94). Sebagai contoh adalah perusahaan yang berkedudukan di Indonesia yaitu PT. DHL Supply Chain Indonesia yang dikategorikan kedalam divisi Supply Chain dan PT. Birotika Semesta yang dikenal dengan merek "DHL Express" dan termasuk kategori divisi Express. Kedua perusahaan tersebut merupakan contoh nyata, dimana dalam ruang lingkup pengendali, DHL Pusat memiliki wewenang dominan mengatur sumber daya dan fasilitas yang ada untuk menjaga kualitas produk atau jasa yang ditawarkan.

Berikut informasi rinci terkait skala pasar dan pelayanan yang diunggulkan :

Sumber: Investor Relation. Business Profile March 2020 – Deutsche Post DHL Group

Sumber: Investor Relation. Business Profile March 2020 – Deutsche Post DHL Group

Sumber: Investor Relation. Business Profile March 2020 – Deutsche Post DHL Group 

Bagaimana Dampak COVID-19 Terhadap Bisnis Deutsche Post DHL Group ?

Dalam situasi pandemi saat ini, Deutsche Post DHL Group memiliki tantangan yang sangat serius. Aktivitas bisnis jasa logistik memiliki potensi resiko yang tergolong tinggi mengingat operasional perusahaan tersebar di berbagai negara dan saling terhubung satu sama lain. Dampak adanya COVID-19 yang saat ini telah menyebar luas ke seluruh belahan dunia, menyebabkan aktivitas ekonomi global lumpuh akibat kebijakan pemerintah untuk menerapkan isolasi atau pengetatan interaksi. Hal ini berdampak terhadap kegiatan manufaktur untuk menghentikan produksi sehingga menurunnya kebutuhan bahan baku.

Mengacu pada Interim Group Management Report First Half 2020 oleh Deutsche Post DHL Group, terdapat tabel informasi pendapatan di masing – masing divisi yang dimiliki DHL :

Sumber: DPDHL-Statbook Q2-2020

Informasi diatas menerangkan bahwa divisi Supply Chain (rantai pasokan) mengalami penurunan pendapatan secara signifikan dengan nilai persentase sebesar 16.6% atau menjadi € 2,730 juta. Meskipun secara keseluruhan pertumbuhan pendapatan konsolidasi mengalami pertumbuhan sebesar 3.1%. Pertumbuhan dalam sektor e-commerce yang didominasi oleh transaksi digital pada sektor ritel di kawasan Amerika, tidak mampu menyesuaikan penurunan jumlah pendapatan di sektor lain, seperti auto-mobility.

Selanjutnya, tabel dibawah ini menerangkan bahwa terdapat penurunan permintaan pengiriman melalui jalur udara sebesar -12.3% dan melalui jalur laut sebesar -11.6%.

Sumber: Interim Group Management Report
Kondisi ini merupakan dampak COVID-19 yang berpengaruh terhadap jumlah permintaan pasar di seluruh dunia. Pada saat itu jalur perdagangan ke Cina dan transportasi barang transatlantic menjadi alasan kuat turunnya jumlah permintaan. Keberlangsungan penurunan permintaan terjadi hingga pada kuartal kedua tahun 2020. Selain itu, permintaan dari bisnis transportasi darat Eropa mengalami penurunan yang berdampak pada jumlah pendapatan sebesar 8.7% atau menjadi € 2.2114 juta pada paruh pertama tahun 2020.

Sumber: Interim Group Management Report
Berdasarkan informasi tabel diatas, pada semester pertama tahun 2020 mayoritas pendapatan dari berbagai wilayah mengalami penurunan akibat kebijakan isolasi pada Eropa dan Amerika Utara yang berdampak terhadap penurunan jumlah pengiriman. Keterbatasan transportasi bongkar muat terjadi di Pelabuhan Akita (Jepang) akibat penerapan kebijakan pemerintah setempah untuk melaksanakan kegiatan karantina guna mencegah penyebaran virus Corona.

Sehingga dalam kasus ini, bisa dikatakan bahwa DHL tidak terlepas dari kondisi Global Environment. Dimana kondisi global yang berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas bisnis sebuah organisasi dalam mencapai tujuan. Pengaruh tersebut diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu Task Environment dan General Environment. Berdasarkan definisi, Task Environment merupakan pengaruh dan kondisi yang berasal dari pemasok, distributor, pelanggan dan pesaing. Sehingga komponen-komponen tersebut sangat mempengaruhi aktivitas bisnis DHL secara langsung selaku pelaku bisnis di industri logistik global. Hal tersebut dikarenakan tingkat transaksi bisnis sangat bergantung pada permintaan pelanggan. Sedangkan General Environment merupakan pengaruh dari faktor eksternal atau lingkungan global, meliputi ekonomi, teknologi, sosial budaya, dan politik. (Jones et all,2020).

Situasi "New Normal" saat ini merupakan salah satu contoh general environment, dimana kondisi dan situasi yang tidak bisa dikontrol atau diprediksi oleh manajemen namun perlu adanya adaptasi segera dalam menghindari penurunan kinerja perusahaan berkelanjutan. Terkait fenomena yang dialami oleh DHL, mengingatkan kita sosok Nassim Nicholas Taleb yang menguraikan kisah unpredictable outlier events di dalam buku karyanya berjudul "The Black Swan".

Sumber: Figure 6.1 Forces in the Global Environment, Contemporary Management
Demi menjaga keberlangsungan kinerja perusahaan, harapan besar disampaikan oleh petinggi Deutsche Post DHL Group, Frank Apple bahwa manajemen memiliki optimisme yang tinggi untuk menjalankan kegiatan bisnis dan berharap situasi COVID-19 segera berakhir.

Sumber: WirtschaftsWoche
Persaingan global yang semakin kompetitif ditambah dengan kehadiran Covid-19 yang tidak menentu, tidak menjadi alasan untuk Deutsche Post DHL Group untuk menjaga eksistensinya. Dengan kata lain, diperlukan sinergi bisnis atau kebijakan – kebijakan manajemen yang sesuai dengan visi misi perusahaan.  Beberapa kebijakan yang telah dilakukan adalah pemotongan jam kerja karyawan dan kegiatan negosiasi secara individual dengan perusahaan yang berpotensi menjadi pelanggan guna mengontrol biaya operasional.

Solusi Mengatasi Kinerja Perusahaan dalam SItuasi "New Normal"

Kajian Delloite berjudul "Managing Supply Chain Risk and Disruption" turut menjelaskan solusi -solusi yang bisa menjadi pedoman bagi perusahaan yang mengalami fenomena Black Swan, khususnya Deutsche Post DHL Group di dalam sudut pandang rantai pasokan global. 

Edukasi Karyawan Tentang Gejala COVID-19 dan Pencegahannya

Edukasi perihal gejala dan pencegahan COVID-19 kepada karyawan yang           bertujuan mengoptimalkan kegiatan bisnis perusahaan dengan kondisi kesehatan semaksimal mungkin.

Menyesuaikan Sistem TI untuk Mendukung Perubahan Pola Kerja

Peranan penting staff pendukung, sistem infrastuktur dan komunikasi, untuk memastikan keberlangsungan kegiatan operasional sebagai tempat kerja dan tenaga kerja berkembang.

Menyiapkan Rencana Suksesi untuk Manajemen Kunci

Perlu adanya strategi yang sesuai bagi pemimpin perusahaan untuk tetap menajaga kondisi dan situasi jika terjadi kegiatan karantina pada salah satu petinggi perusahaan, sehingga simulasi jangka pendek dan jangka panjang perlu dilakukan.

Fokus pada Arus Kas

Arus kas merupakan komponen penting dalam kegiatan bisnis. Sehingga perlu adanya perhatian secara mendalam dan efisiensi untuk menjaga kualitas produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan.

Melakukan Perencanaan Skenario Global

Perusahaan diharapkan mempertimbangkan uji stress bisnis untuk skenario wabah yang berbeda, sehingga dapat mencakup hasi yang terkendali ringan, bahkan yang lebih luas yaitu wabah global.

Dari sudut pandang penulis, terdapat beberapa komponen dalam menghadapi situasi "New Normal" yang dapay diterapkan oleh DHL Group, yaitu :

  1. Adanya tim gugus tugas yang berfungsi sebagai pengawas dalam memantau dan memastikan pelaksanaan protokol yang telah ditetapkan disetiap unit bisnis yang tersebar di seluruh dunia.
  2. Prioritas kesehatan karyawan dan pelanggan yang perlu diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19
  3. Melakukan tinjauan rencana kelangsungan bisnis (Business Continuity Plan) yang mencakup rencana operasional, seperti membagi jadwal kerja, dan screening temperature.
  4. Informasi berkelanjutan perihal larangan atau kebijakan pemerintah yang berlaku, bea cukai dan aturan pengiriman internasional
  5. Metode mitigasi resiko berkelanjutan untuk mengetahui dan mengawasi kondisi terbaru terhadap potensi terjadinya permasalahan baru yang menghambat kinerja perusahaan.

           Sumber: youtube

Referensi :

  1.  Ferrel, OC., Hirt, Geoffrey A., Ferrel, Linda. 2019. Business Foundations "A Changing World" Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.
  2. Deutsche Post DHL Group (www.dpdhl.com)
  3. WirtschaftsWoche (https://www.wiwo.de/unternehmen/dienstleister/mehr-pakete-aber-weniger-geschaeft-jetzt-hat-es-auch-die-deutsche-post-erwischt/25725974.html)
  4. Deloitte Article. Covid-19, Managing supply chain risk and disruption.
  5. https://www.wiwo.de/unternehmen/dienstleister/mehr-pakete-aber-weniger-geschaeft-jetzt-hat-es-auch-die-deutsche-post-erwischt/25725974.html)

Kelompok Lightning McQueen :

1. Dea Puri Anindita

2. Rahmat Hidayat

3. Steve D. Anggara

4. Tiara N. Utami

 


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win
Tiara McQueen

One Comment

  1. DHL mungkin sangat menguasai rantai distribusi dari dan ke luar negeri , akan tetapi dalamkontek task enviromental , dimana pasar dalam negeri tumbuh pesat para pesaing ( perusahaan baru yang bergerak di bidang transport agen ) dan bisnis ini bergerak sangat cepat saya lihat tidak ada kerja sama dengan transporter lokal untuk menutupi turunnya pasar internasional , apakah DHL punya kerja sama dengan Transporter lokal ..

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format