New Normal dan Dampak Virus Corona terhadap ZARA

Kondisi Sosial, Politik dan Ekonomi yang belum stabil membuat ZARA memiliki tantangan besar dalam menentukan arah bisnis mereka.


0
1 share

ZARA adalah salah satu perusahaan mode internasional terbesar berasal dari Spanyol. ZARA didirikan pada tahun 1975 oleh Armancio Ortega dan Rosallia mera di La Coruna. Armancio ortega pertama kali membuka ZARA Store pada tahun 1975 di sebuah jalan utama di pusat kota A Coruña, Galicia, Spanyol. Toko tersebut ternyata cukup sukses, sehingga Armancio Ortego membuka beberapa store lagi di Spanyol. Selama tahun 1980, Armancio Ortega mulai mengubah desain, manufaktur dan proses distribusi untuk mengurangi lead time dan bereaksi terhadap tren baru dalam cara yang lebih cepat, dalam apa yang ia sebut “mode instan”. Pada tahun 1980, perusahaan mulai melakukan ekspansi internasional melalui Porto, Portugal. Pada tahun 1989 mereka memasuki Amerika Serikat dan pada tahun 1990 memasuki Prancis. ZARA sendiri hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu untuk mengembangkan produk-produk barunya dan meluncurkan sekitar 10.000 design baru setiap tahunnya.

Sumber (Grand Indonesia)

ZARA merupakan Flagship Store dari Inditex Group, yang juga memiliki beberapa merek lain seperti: Massimo dutty, Pull & Bear, Bershka, Stradivarius, Oysho, ZARA Home, dan Uterque. Inditex Group selama ini bergerak dalam pengelolaan usaha fashion yang sukses mengelola merek-merek fashion terkenal di dunia dan memiliki lebih dari 7.337 gerai di 96 negara. Saat ini, ZARA sudah terdapat di 88 negara di Dunia dengan memilik 2.249 gerai. ZARA memiliki beberapa jenis pakaian, mulai dari Wanita (Woman dan TRF), Pria (Men), anak-anak (ZARA Kids), ZARA Home hingga kosmetik. Keberadaan ZARA pertama kali ke Indonesia pada tanggal 18 agustus 2005. Perjalanan ZARA di Indonesia tidak lepas dari usaha PT Mitra Adi Perkasa (Tbk) atau MAP dalam meyakinkan pihak Inditex Group untuk membuka gerai di Indonesia. MAP merupakan perusahaan yang mendistribusikan produk fashion, produk olahraga dan gaya hidup. Beberapa konsep  ritel MAP yang terkenal adalah SOGO, Debenhams, M&S, Next, Kids Station, Planet Sports, Sports station, Golf House, Mango, Cotton On dan Kinokuniya. Selain mengelola gerai-gerai ritel, MAP juga menjadi distributor untuk sejumlah merk internasional terkemuka seperti Reebok, Nine West, Mizuno, Speedo, Nike, Adidas, Skechers, TUMI, Krispy Kreme, Burger King dan Starbucks. Saat ini di Indonesia telah terdapat 17 store yaitu di Jakarta (10), Bandung (2), Surabaya (3), Medan (1), dan Bali (1).

Dampak Kebijakan New Normal terhadap ZARA

Kondisi Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia termasuk Indonesia berdampak yang signifikan terhadap sektor usaha termasuk bidang ritel. Untuk menghentikan penyebaran covid 19 maka berbagai negara melakukan lockdown atau stay at home, sehingga mengakibatkan penurunan daya beli. Oleh karena itu, Inditex Group selaku perusahaan yang menaungi ZARA mengambil keputusan menutup hingga 1200 toko setelah mengumumkan kerugian di merek-merek lain, seperti Bershka, Pull & Bear, dan Massimo Dutti di quartal pertama. Namun, di AS dan beberapa negara lainnya membuka kembali untuk upaya meningkatkan aspek ekonomi, tetapi perubahan kehidupan sehari-hari seperti pemeriksaan suhu masal, penggunaan masker sangat wajib, olahraga teratur, jaga jarak dan pembatasan lainnya atau kebijakan New Normal.

Sumber (Inditex Investor Relations Results and Presentations)

Sumber (Detik Finance)

Menarik untuk membahas kondisi New Normal  yang berdampak bagi bisnis ZARA dari perspektif Global Environment dapat dianalisis dengan dua hal yaitu Task Environment dan General Environment sebagai berikut:

A. Task Environment
Kondisi New Normal membuat banyak perusahaan dapat kembali menajalankan bisnisnya dengan mewajibkan untuk menaati protokol-protokol kesehatan yang berlaku. Dengan kondisi tersebut Inditex sebagai induk dari ZARA tentu saja akan mengalami tantangan dalam hal Supply and Distribution dimana saat ini seluruh barang yang tersedia di store ZARA wajib untuk dikirim ke pusat Inditex Spanyol sebelum di distribusikan. Supplier dari Inditex Group saat ini berasal dari 44 negara di seluruh dunia dengan adanya penerapan New Normal tentu saja perlu adanya ke hati-hatian lebih dalam menerima barang dari berbagai negara tersebut, saat ini Inditex Group menerapkan system Always source responsibly and sustainably yang mewajibkan seluruh sourching wajib memenuhi standard yang mereka tetapkan. Sementara dari sisi distribusi Inditex Group melakukan kerjasama dengan External Contractor untuk mendistribusikan produknya termasuk ZARA ke semua store mereka di seluruh dunia, dengan adanya kondisi New Normal saat ini dimana banyak penerbangan maupun pelayaran yang tidak beroperasi secara penuh menjadi tantangan bagi ZARA untuk mendistribusikan produk mereka terlebih lagi ZARA cukup banyak memiliki model produk yang berganti setiap 2 minggu, hal ini membuat distribusi mereka harus tetap dalam kondisi presisi yang terbaik. Di Indonesia sendiri pandemic Covid-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan kondisi New Normal saat ini belum mampu membuat banyak lapangan pekerjaan baru, hal ini menjadi tantangan bagi ZARA untuk dapat kembali meraih pelanggan dengan kondisi perekonomian saat ini, dimana minat beli terhadap bidang fashion seperti ZARA belum dianggap prioritas kebutuhan saat ini membeli barang kebutuhan pokok untuk bertahan hidup. Kondisi yang tidak berbda juga dialami konpetitor mereka H&M, UNIQLO, MANGO dan perusahaan retail lainnya yang menutup ratusan store dan fokus terhadap bisnis online.

Sumber (Inditex Logistics and Distribution)

B. General Environment
Dimensi ekonomi mencerminkan kekuatan ekonomi suatu negara atau wilayah secara umum. Kondisi ekonomi yang belum menentu di berbagai negara pasca outbreak Covid-19 membuat banyak pelaku usaha harus berpikir keras untuk tetap menjalankan roda bisnisnya tidak terkecuali di Indonesia, meskipun di masa New Normal ini pertokoan sudah kembali diperbolehkan untuk dibuka namun dengan kondisi perekonomian yang melemah dan kondisi pandemic yang belum menentu membuat pengunjung store masih belum seperti keadaan sebelum pandemic, yang juga berakibat terhadap pemasukan tidak terkecuali ZARA yang masih mempertimbangkan untuk menutup store nya di beberapa lokasi. ZARA yang sangat trendi dalam fashionnya harus menghadapi kesulitan, dengan memiliki lebih dari 700 desainer yang juga didukung dengan teknologi tinggi memiliki kemampuan membuat desain pakaian yang bervariatif hingga 10.000 desain per tahunnya tentu saja perlu memikirkan risk and opportunity mereka dalam dituasi New Normal ini dimana di Indonesia sendiri yang saat ini mendekati musim penghujan kebutuhan masyarakat akan pakaian yang mampu melindungi diri dari cuaca dingin akan semakin meningkat, namun tetap perlu mengingat bahwa daya beli masyarakat belum kembali normal sehingga dibutuhkan desain yang memiliki cost lebih rendah yang membutuhkan accuracy, attention to detail, analysis, instinct, insight and simple human empathy. Dengan kondisi Sosial dan Poilitk yang juga terdampak pandemic Covid-19, Inditex Group dalamlaporan Quartal-1 2020 secara jelas menyebutkan bahwa “Our number one priority is the health and safety of local communities, customers and employees” yang berarti secara social Inditex Group dalam hal ini induk perusahaan dari brand ZARA memprioritaskan kesehatan dan keamanan bagi para stakeholders-nya. Di Indonesia sendiri Presiden Joko Widodo sudang melakukan langkah langkah untuk menyambut tatanan kehidupan normal baru atau New Normal. Diantaranya dengan mengerahkan 340.000 personel TNI dan POLRI untuk mendisiplinkan masyarakat, selain itu juga ditargetkan setiap harinya dilakukan 10 ribu uji spesimen setiap harinya.

Sumber (Tirto)

Solusi untuk Dampak Kebijakan New Normal

Solusi yang dapat di tawarkan kepada ZARA saat ini adalah memaksimalkan penjualan mereka dari online store, dimana penjualan dari online store dapat mengurangi resiko pemaparan virus Covid-19 dibandingan dating langsung ke store, brand ZARA dikutip dari laporan Q1 Inditex Group pada tahun 2019 sudah secara global menjual pakaiannya dengan system online, dimana hal ini dapat dimaksimalkan untuk mendapatkan Net Sales yang lebih baik pada masa New Normal ini, dimana pada Quartal-1 2020 menjadi 3,3 milyar Euro dibanding Quartal-1 2019 sebesar 5,9 milyar Euro, yang juga berdampak pada Net Income Quartal-1 2020 minus 409 juta Euro dibanding Quartal-1 2019 yaitu 734 juta Euro.

Sumber (Inditex Investor Relations Results and Presentations)

Salah satu hal menarik dari laporan Quartal-1 dari Inditex Group adalah jumlah Inventory mereka yang berkurang sebesar 10% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 membuat biaya atas Inventory ini menjadi lebih rendah, yang bisa dijadikan dasar sebagai turning point untuk mendapat Net Income yan lebih baik pada periode selanjutnya di 2020.

Sumber (Inditex Investor Relations Results and Presentations)

Saat ini ZARA sendiri dengan sudah memiliki laman perbelanjaan ZARA.com dan sudah tersedia dalam bahasa Indonesia namun kami melihat bahwa pilihan pengiriman barang dan estimasi lamanya pengiriman masih menjadi suatu kekurangan yang perlu di perbaiki, maka dari itu secara spesifik di Indonesia ZARA dapat memanfaatkan kerjasama mereka dengan Mitra Adi Perkasa yang memiliki jaringan distribusi yang luas dengan mempromosikan dan menjual produk ZARA di online store mapemall.com karena sampai pada tulisan ini dibuat brand ZARA belum tersedia di dalam mapemall.com. Selain itu bekerja sama kepada E-Commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dll. dapat membantu memperoleh pangsa pasar lebih besar, dan juga jaringan distribusi yang lebih bervariatif sehingga ZARA harus beradaptasi dan fokus terhadap penjualan online walaupun kepuasan konsumen untuk berbelanja di store akan selalu ada. Sebagai perbandingan brand MANGO sudah bekerja sama dengan salah satu E-Commerce di Indonesia yaitu Zalora dimana katalog product mereka sudah dapat di akses dan di beli pada laman website zalora.co.id

Sumber (mapemall.com)

Sumber (zalora.co.id)

Penyusun:

Hary Sudarsono

Kusuma Widya Tantri

Ibnu Suhartanto

Fitria Silviana


Sumber:

https://www.inditex.com/

https://www.businessoffashion.com/organisations/ZARA

https://www.mapemall.com/

https://www.zalora.co.id/men/mango-man/

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4944616/omzet-dan-laba-ZARA-mulai-digoyang-virus-corona

https://tirto.id/demi-new-normal-jokowi-kembali-rapat-kabinet-secara-tatap-muka-fF36

Zara Spring Summer Collection 2020


Like it? Share with your friends!

0
1 share

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

2 Comments

  1. Kayaknya perlu ditambahkan bahwa anti virus yang disiapkan Zara masih kurang dapat menghentikan efek Virus terhadap penjualan Zara, harus ada langkah lebih detail dari Zara supaya konsumen loyalnya tidak lari ke Merk yang laen misalnya dengan memperbanyak opsi pengiriman dan jangkauannya .

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format