SOCIETY 5.0 FOR BETTER LIFE: Enhancement or Disruption

Society 5.0 adalah era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri.


0
1 share

APA ITU SOCIETY 5.0 ?

     Society 5.0 adalah konsep masa depan yang digagas oleh pemerintah Jepang yang mulai diperkenalkan pada Januari 2019 sebagai respon pemerintah Jepang terhadap revolusi industri 4.0 saat ini. Hadirnya era revolusi industri 4.0 (the industrial revolution 4.0.) yang menawarkan literasi baru yakni data, technology, and human literation, sebagai sebuah tesis baru era teknologi digital, sejak tahun 2018 muncul “anti tesis” dari Jepang yang lebih menjunjung “manusia” di samping terjadinya revolusi data dan teknologi.

      Menurut Kantor Kabinet Jepang, Society 5.0 didefinisikan sebagai sebuah masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik.A picture containing building, person, girl, little  Description automatically generated

        Society 5.0 dimunculkan Jepang sebagai implementasi Rencana Dasar Sains dan Teknologi ke-5 sebagai masyarakat masa depan yang harus dicita – citakan oleh Jepang. Mereka ingin menjawab dan melompati isue yang berkembang dari Eropa ke seluruh dunia tentang revolusi industri 4.0 yang dinilainya akan menghilangkan peran masyarakat manusia dengan digantikan oleh teknologi.

    Tujuan dari konsep ini sendiri adalah mewujudkan masyarakat dimana manusia-manusia di dalamnya benar-benar menikmati hidup dan merasa nyaman. Society 5.0 sendiri baru diresmikan pada 21 Januari 2019 dan dibuat sebagai solusi atas revolusi industri 4.0 yang ditakutkan akan mendegradasi umat manusia. Society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industry 4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup.

KONSEP SOCIETY 5.0 ADALAH PENYEMPURNAAN DARI KONSEP MASYARAKAT YANG TERDAHULU TELAH ADA

Society 1.0 

dimana masyarakat hidup primitif dan sangat tradisional. Manusia hidup dari berburu, berpindah pindah tempat dan baru mulai mengenal tulisan.

Society 2.0 

lebih dikenal dengan Era Agraria dimana manusia mulai mengembangkan ilmu bercocok tanam untuk kelangsungan hidup. Manusia tidak perlu menghabiskan waktu untuk berburu dan berpindah tempat. Pada masa ini manusia mulai menetap di suatu tempat dan mulai membangun suatu peradaban yang lebih kompleks.

Society 3.0

manusia yang tadinya bercocok tanam dan beternak mulai menggunakan mesin untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Mulai muncul problem sosial dalam masyarakat berupa kesenjangan dan kerusakan lingkungan akibat kemajuan teknologi dan ekonomi.

Society 4.0 

masa sekarang dimana ekonomi tradisional bergeser menuju ekonomi digital dan semua kegiatan memanfaatkan internet dan komputer. 

Society 5.0 

Sebenarnya konsep revolusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks terhadap manusia.

   Jika revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan sebagai komponen utama dalam membuat perubahan di masa yang akan datang, maka Society 5.0 menggunakan teknologi modern hanya saja mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya.

      Society 4.0 memungkinkan kita untuk mengakses juga membagikan informasi di internet. Society 5.0 adalah era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sekedar untuk berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan.

BAGAIMANA SOCIETY 5.0 BEKERJA ?

       Roadmap yang dikenal dengan super-smart society atau Society 5.0 ini mengedepankan human-centered (berpusat pada manusia) dan technology based (berbasis teknologi). Di era Industri 4.0 orang akan mengkakses layanan cloud (database) di dunia maya. Data besar ini dianalisis oleh AI dan hasilnya akan diumpankan kembali ke manusia dalam ruang fisik dalam berbagai bentuk.

       Praktek umum di Society 4.0 adalah mengumpulkan informasi melalui jaringan dan dianalisa lebih lanjut oleh manusia. Di Society 5.0, manusia, benda dan system semuanya terhubung di dunia maya dan hasil optimal yang diperoleh oleh Al (melebihi kemampuan manusia) diberi feedback ke ruang fisik. Proses ini membawa nilai baru bagi industri dan masyarakat dengan cara yang tidak mungkin dilakukan di era sebelumnya.

       Di Society 5.0 bukan lagi modal, namun data yang menghubungkan dan menggerakan segalanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan kurang beruntung. Society 5.0 merupakan kelompok yang menerapkan teknologi yang berfokus pada kehidupan manusia, yang berlandaskan pada kebiasaan Society 4.0.

BENEFIT SOCIETY 5.0 BAGI MANUSIA

  • IoT mampu menghubungkan manusia dengan segala sesuatu. Berbagai pengetahuan dan informasi akan tersebar bebas dan tanpa batas. Manusia hanya perlu memikirkan pertanyaan karena IoT diprogram untuk menemukan jawaban berdasarkan analisa dan data. Terbentuknya global innovation ecosystem yang menghubungkan industri, institusi pendidikan dan para stakeholder terkait; e-learning system memberi akses kepada semua orang di seluruh dunia untuk mampu  menempuh pendidikan berkualitas tinggi.
  • Berbagai isu sosial akan teratasi dan manusia akan terlepas dari berbagai macam keterbatasan dalam hidup. Jarak dan lokasi tidak lagi menjadi kendala. Teknologi drone memungkinkan pengiriman barang menjangkau siapa saja dimana saja, konsultasi kesehatan jarak jauh dari rumah tanpa harus menemui dokter secara fisik, kerja tidak perlu dari kantor (work from home), smart food merekomendasikan menu sesuai kadar nutrisi yang dibutuhkan tubuh, produksi panen pertanian meningkat pesat memanfaatkan traktor tanpa awak kinerja tinggi, pemanfaatan transportasi modern tenaga listrik tanpa awak, smart grid system untuk mengelola permintaan & pasokan listrik. dll.
  • Solusi terhadap berbagai isu lingkungan, seperti : pemanfaatan remote sensing serta data oceanografik untuk monitoring dan management kualitas air, management hutan, degradasi lahan, biodiversiti; analisa data meteorologi menggunakan high performance computer untuk pemecahan isu perubahan ligkungan; smart city yang aman, nyaman & efisien; early warning alert system untuk melindungi manusia dari bencana alam & penyakit berdasarkan kombinasi berbagai data.
  • AI akan membebaskan manusia dari pekerjaan berat menganalisa informasi dalam skala masif. Problem matematis yang rumit dapat diselesaikan dengan cepat, informasi kondisi bisnis tersaji dalam waktu singkat sehingga para eksekutif perusahaan dapat membuat keputusan bisnis seketika, pemerintah dapat menyelesaikan berbagai problem sosial dengan bantuan big data.
  • Manusia akan memiliki kemampuan lebih untuk melakukan sesuatu dengan bantuan robot dan otomatisasi. Dengan kata manusia dapat melakukan sesuatu di luar kemampuannya saat ini, seperti : mengangkat beban yang lebih berat, menempuh jarak yang lebih jauh dengan waktu yang lebih singkat, mampu berkomunikasi dengan orang asing tanpa kendala bahasa, dll.

        Berkaitan dengan teknologi drone, alur distribusi dan jangkauan transportasi akan semakin cepat. Semisal dalam pengantaran barang, keadaan rescue dan sebagainya. AI akan menjadi asisten yang dapat membantu dan mengoptimalkan aktifitas dalam pekerjaan maupun hidup manusia. Konektivitas akan saling terhubung dan berkesinambungan antara setiap informasi yang ada. Dengan adanya robot akan membantu kehidupan manusia dalam pekerjaan dengan lebih presisi. Semuanya akan menjadi lebih dekat, lebih murah dan lebih cepat dengan teknologi terintegrasi. Kualitas pelayanan publik lebih efisien dari sisi waktu dan biaya. Meningkatkan efisiensi dan kualitas produk/jasa.

NATURE OF COMPETITION DI ERA SOCIETY 5.0

      Society 5.0 = disrupsi. Era disruptif itu adalah dimana ada peran-peran baru yang menggantikan peran lama, menciptakan suatu inovasi atau terobosan baru yang lebih efektif dan efisien.

Hal ini berarti era disrupsi mampu membawa perubahan dengan cara kerja baru. Beberapa disrupsi sebagai berikut:

Disrupsi 1 : Muncul model-model bisnis baru dengan strategi yang lebih inovatif dimana Intangible Assets melampaui Tangible Assets

Society 5.0 mengubah cara pandang manusia terhadap valuasi suatu bisnis. Analisis bisnis di era digital sudah berubah. Aset tak lagi tangible, ada aset intangible yang tak bisa diukur dan dicatat pada balance sheet akuntansi.

Contoh : Gojek tak punya satu pun motor, tapi valuasinya 12 kali melebihi Garuda Indonesia. Apa asetnya? Intangible, bentuknya seperti brand, skill, inovasi, dan keterampilan yang akhirnya menciptakan platform berbasis ekosistem. Valuasi Gojek 10 miliar dollar AS (Rp 142 triliun) vs Garuda Indonesia yang berada di angka Rp 11,07 triliun.

Disrupsi 2: Munculnya profesi baru yang tidak pernah kita kenal 10-20 tahun laluA screenshot of a cell phone  Description automatically generated

     Banyak hal yang terjadi seiring dengan perkembangan teknologi. Selain gaya hidup manusia yang lebih berorientasi pada hal-hal yang berbau digital, terjadi juga perubahan pada pasar tenaga kerja yang melahirkan profesi-profesi baru seperti: blogger, web developer, apps creator/developer, smart chief listener, smart kettle manager, big data analyst, cyber troops, cyber psychologist, cyber patrol, forensic cyber crime specialist, smart animator, game developer, smart control room operator, medical sonographer, prosthodontist, crowdfunding specialist, social entrepreneur, fashionista and ambassador, BIM developer, cloud computing services, cloud service specialist, dog whisperer, drone operator dsb.

Disrupsi 3 : Better way to Produce Products (Goods & Service)

Aktifitas organisasi utamanya adalah mencari keuntungan dengan cara menyediakan produk barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Kemajuan teknologi di era Industri 4.0 merevolusi cara manusia memproduksi sesuatu dengan lahirnya pabrik-pabrik yang dapat memproduksi barang dalam jumlah massif. Di bidang jasa, layanan menjadi lebih cepat dengan bantuan IoT.

Di era Society 5.0, inovasi teknologi diarahkan untuk mengisi ketimpangan dengan memperbaiki produk dan jasa menjadi lebih berkualitas, bahkan mengembangkan produk barang dan jasa baru yang belum tersentuh di era sebelumnya.

Otomatisasi dan penggunaan robot membuat proses produksi dapat berjalan 24 jam sehingga kapasitas produksi barang lebih optimal, standarisasi kualitas barang juga lebih terjamin. Pada akhirnya akan tercipta efisiensi yang dapat memaksimalkan keuntungan organisasi. 

Problems Arise : Negative Impact of Society 5.0

        Walaupun Society 5.0 sementara waktu hanya untuk masyarakat dan industri di Jepang, namun patut kita cermati karena penerapan konsep ini di tempat lain berpotensi menimbulkan berbagai masalah yang dapat mengganggu dan merusak tatanan kehidupan yang ada, diantaranya:

1. Ethical Issues “Society 5.0 Misconduct

IoT akan mampu mengolah jutaan data (big data) menjadi suatu keputusan atau kesimpulan. Tanpa etika bisnis yang jelas, big data dapat disalahgunakan untuk kepentingan pihak tertentu dan merugikan masyarakat banyak. Tidak heran jika salah satu media sosial diprotes banyak pihak saat pelaksanaan pemilu di AS beberapa waktu yang lalu karena disinyalir memberikan data ke salah satu kontestan. Dengan teknologi digital data tersebut dianalisis dan hasilnya dipakai untuk mengatur strategi pemenangan pihak tertentu.

2. Ethical Issues “Cyber-Crime”

Perkembangan IoT memunculkan kejahatan yang disebut dengan cyber-crime atau kejahatan melalui jaringan Internet. Fenomena pencurian kartu kredit, hacking terhadap berbagai situs, penyadapan transmisi data orang lain, (misalnya email), dan manipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam program komputer. 

3.Destroy many Jobs

Banyak lapangan pekerjaan menghilang. Fenomena ini terjadi di semua sektor kehidupan. Misalnya di dunia perbankan, beberapa profesi seperti teller bank, analis kredit, agen asuransi, kasir, resepsionis akan hilang dan digantikan oleh Digital Technology dan Robot. Tatanan sosial masyarakat akan terganggu dan bukan tidak mungkin menimbulkan masalah baru (pengangguran bertambah,  kriminalitas, angka kemiskinan meningkat, masyarakat menjadi stress, dll).Pak Nadiem, 7 Profesi Ini Paling Potensial di Masa Depan

4. Human-Machine Partnership as Posthumanization

Banyak hal yang terganti oleh robot dan teknologi IoT dalam era ini. Taksi tanpa supir, supermarket tanpa kasir, rumah sakit tanpa dokter dan perawat, sekolah tanpa murid, pabrik tanpa pekerja, dll. Manusia lebih banyak berinteraksi dengan mesin daripada dengan manusia lainnya. Interaksi human to human berkurang. Partisipasi individu di masyarakat berkurang bahkan stagnan.

5. Ancaman terhadap Nation Core Values

Dunia semakin terkoneksi sehingga batas-batas negara seolah hilang dan mengancam berbagai hal salah satunya adalah moral, budaya dan jati diri bangsa dengan masuknya budaya budaya asing yang semakin sulit disaring. Ancaman ketahanan nasional bukan lagi berbentuk fisik melainkan digital.

6. Generasi Manja

Dampak negatif yang akan terjadi terletak pada individu itu sendiri. Dengan segala kemudahan yang diberikan era Society 5.0 manusia akan semakin malas dalam mengerjakan sesuatu, manusia akan mengandalkan segala pekerjaannya kepada teknologi canggih yang tersedia di era ini.

Dalam gambar di atas dijelaskan bahwa lingkup terluar dari suatu bisnis adalah mengenai social responsibility dan ethics. Dengan memperhatikan hal tersebut maka akan tercipta suatu keseimbangan antara berbagai hal yang dapat mencapai tujuan perusahaan dan harmonisasi kehidupan manusia. Peran teknologi juga penting untuk meningkatkan produktifitas dalam suatu perusahaan, namun harus selalu memperhatikan lingkungan sekitar agar tidak terjadi potensi yang dapat membahayakan manusia di kemudian hari,

SOLUTION TO PROBLEMS

  1. Meningkatkan kompetensi Society 5.0
         Dunia Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan manusia untuk beradaptasi di era Society 5.0. Segala kecanggihan teknologi seperti AI, robotic, data sciences, IoT, cloud, biotechnology, big data, drones tidak akan membawa manfaat apabila manusia sebagai pengguna tidak dapat mengoperasikannya. Manusia tidak cukup hanya sebatas memahami atau diberikan sebuah sebuah teori saja, lebih dari itu harus berpikir kritis, kreatif dan
    konstruktif.
           Bidang pendidikan harus direvolusi, orientasi pembelajaran yang futuristic, mengenalkan pembelajaran yang tidak hanya pada penguasaan materi tetapi juga perlu dihubungkan dengan pemanfaatan teknologi untuk kemajuan masyarakat. Dari hasil riset World Economic Forum, paling tidak ada 10 kemampuan utama yang paling dibutuhkan untuk menghadapi era Society 5.0, yaitu bisa memecahkan masalah yang komplek (complex problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), kemampuan memanage manusia (people management), bisa berkoordinasi dengan orang lain atau team-work (coordinating with others), memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence), memiliki kemampuan menilai dan mengambil keputusan (judgment and decision making), berorientasi pelayanan atau mengedepankan pelayanan (service orientation), memiliki kemampuan negosiasi (negotiation), serta memiliki fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility).
  2. Penciptaan Lapangan Kerja
           Transformasi digital di era Society 5.0 membuka peluang terciptanya jenis pekerjaan baru yang sebelumnya belum ada, disisi lain ada jenis-jenis pekerjaan yang hilang karena tergantikan. Era digital mengubah cara dan gaya hidup kekinian. Bonus demografi Indonesia jangan sampai menjadi masalah baru namun harus dapat dijadikan subjek yang dapat mengendalikan teknologi. Jangan sampai manusia menjadi korban teknologi yang tumbuh berkembang. Bonus demografi bagi Indonesia harus mampu dijadikan peluang melalui peningkatan kapasitas dan kualitasnya agar memiliki profesionalisme dan nasionalisme tinggi sehingga memiliki daya saing global yang membanggakan. Hal ini perlu komitmen penyelenggara negara maupun perusahaan untuk fokus dan mempersiapkan perencanaan dan pembiayaan yang memadai untuk pelaksanaan up skilling, social security net and funding sehingga mampu untuk menjadikan agent of technology sebagai sumber daya manusia (SDM) yang unggul. In pararel, terus dikembangkan industri-industri strategis nasional termasuk industri digital yang berbasiskan artificial intelligence (Al), Internet of thing (IoT), realitas tertambah (augmented reality), pembelajaran mesin (machine learning), dan pembelajaran dalam (deep learning). Serta berorientasi pada pengembangan SDM Indonesia, profit dan keberlanjutan. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masa sekarang namun juga mempersiapkan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Peran pemerintah diperlukan untuk menyiapkan regulasi dalam rangka melindungi masyarakat dari ancaman PHK atau kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi dan robotisasi. Pemerintah perlu bertindak cepat agar tidak muncul masalah sosial berupa pengangguran dan kemiskinan yang dapat mengganggu kepentingan nasional dan keberlanjutan eksistensi bangsa. Negara harus hadir menguasai mayoritas saham provider IT dan industri-industri strategis agar dapat mengamankan kepentingan nasional dan mengamankan big data. Perlu juga ditingkatkan pembiayaan riset dan pengembangan R&D lebih besar lagi agar mampu bersaing dengan negara-negara lainnya. Disamping itu perlu dikembangkan intelejen industri strategis nasional yang kita miliki.
  3. Interaksi Antar Manusia
    Di era Society 5.0 pekerjaan banyak dimudahkan dengan teknologi. Teknologi menjadi mitra yang keren dan dapat dipercaya serta siap bekerja dalam kondisi apa pun yang menantang.
    • Pesawat nirawak (drone) untuk mengirimkan barang, menyurvei properti,dan memfasilitasi bantuan bencana di seluruh wilayah. Drone tidak hanya mendukung pekerjaan manusia, tetapi juga menghasilkan harapan dan impian dengan melayang di atas lingkungan kehidupan manusia.
    • Peralatan rumah tangga yang memiliki kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dikembangkan dan dijual di seluruh dunia. ‘Kenyamanan’ meningkat ketika peralatan rumah dihubungkan satu sama lain sehingga mendukung kehidupan sehari-hari.
    • Asisten tidak kenal lelah yang selalu hadir memberikan bantuan dalam pengasuhan dan perawatan manusia. Apalagi, masyarakat senior semakin memiliki tingkat harapan hidup yang lebih baik. Kehadiran robot dan bentuk teknologi mutakhir lainnya memberikan solusi dan petunjuk yang lebih baik.
    • Berbelanja dan bepergian lebih nyaman dengan hadirnya ‘awan’ (cloud). Difusi layanan yang cepat dari ‘awan’ menciptakan pengalaman menyenangkan tidak hanya bagi pengguna, tetapi juga perusahaan kecil, menengah, dan bisnis individu. Penggunaan ‘awan’ memperkecil investasi yang besar dan mengintegrasikan layanan lebih prima.
    • Kendaraan otonom menjadi pahlawan baru dalam dunia transportasi dan logistik. Penggunaan kendaraan cerdas telah menyebar dan diterima sebagai bagian yang tidak terpisahkan untuk dimiliki setiap rumah tangga.
    • Cara manusia berkomunikasi dengan atau dimediasi teknologi (digital dan siber) untuk mencapai tujuannya.

       Satu hal yang tidak bisa digantikan dengan mesin dan teknologi, yaitu kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain, memahami, membangun dan membina hubungan. Keterampilan teknis yang canggih perlu dikombinasikan dengan kompetensi soft skill yang mumpuni.

      Di era Society 5.0 manusia harus membangun jaringan yang memanusiakan kembali interaksi dan komunikasi antarmanusia yang telah termediasi oleh teknologi cerdas ciptaan manusia. Artinya, gagasan besar masyarakat 5.0 tentang kemampuan AI yang mentransformasi kumpulan big data melalui aplikasi IoT sebagai upaya mengakselerasi kemampuan manusia masih terbuka untuk suatu peluang sebagai kearifan baru. Tidak menutup juga peluang untuk berkembangnya komunikasi termediasi dalam jaringan data dalam internet dengan kecerdasannya sendiri. Apalagi, masyarakat 5.0 merupakan suatu cara untuk memanusiakan kembali manusia dalam mencari makna kehidupan yang lebih baik. Maka dari itu, karakteristik komunikasi yang termediasi dalam sistem jaringan data yang tersimpan dalam ‘awan’ melalui internet yang cerdas menjadi suatu semangat baru dalam menciptakan komunikasi yang bermakna juga. Komunikasi yang bermakna dalam penggunaan teknologi komunikasi yang supercerdas ditandai dengan adanya kompetensi yang memang harus ada dalam jaringan antara manusia dan teknologi. Kompetensi yang patut diperhatikan ialah kemampuan untuk, pertama, berpartisipasi. Kedua, berbagi pesan. Ketiga, menyampaikan, mendengarkan, dan memahami. Keempat, memaknai antara konten dan konteks. Lalu, kelima, personalisasi. Serta, keenam, mengendalikan manusia lainnya. Selain itu, komunikasi yang dimediasi teknologi dianggap bermakna ketika manusia menjadikan teknologi cerdas sebagai temannya secara subjektif. Yang harus diwaspadai ialah munculnya ketergantungan dan ketagihan terhadap teknologi supercerdas yang dapat mengamputasi kemampuan dasar manusia itu sendiri.

        Dengan demikian, teknologi cerdas tidak lagi semata-mata sebagai subjek,tetapi juga objek yang mengekstensi kemampuan cerdas manusia. Oleh karena itu, diperlukan peran cerdas manusia dalam masyarakat 5.0 yang memilih dan memilah teknologi supercerdas untuk kebajikan bersama.

Referensi :

  1. https://properti.kompas.com/read/2019/01/28/115422021/society-50-solusi-jepang-atasi-defisit-penduduk-dan-infrastruktur?page=all
  2. https://www.youtube.com/watch?v=m5-fKmcUllQ
  3. https://medium.com/@ihsanulfaadil/society-5-0-apa-itu-konsep-masyarakat-5-0-relevankah-di-indonesia-2d65a158302
  4. https://www.victorynews.id/revolusi-industri-4-0-dan-society-5-0-serta-kesiapan-pendidikan-di-indonesia/#:~:text=Society%205.0%20adalah%20masyarakat%20yang,data%20dalam%20jumlah%20besar)%2C%20dan
  5. https://www.youtube.com/watch?v=m5-fKmcUllQ
  6. https://www.youtube.com/watch?v=ZgDb1nU6WnY
  7. https://www.wartaekonomi.co.id/read214274/peluang-teknolog-dan-pengusaha-dalam-society-50-ala-jepang
  8. https://ft.ugm.ac.id/kolom-pakar-industri-4-0-vs-society-5-0/
  9. https://money.kompas.com/read/2019/08/14/070308926/valuasi-gojek-lebih-besar-dari-garuda-ini-sebabnya?page=all#:~:text=Hal%20ini%20membuat%20valuasi%20Gojek,4%2C5%20miliar%20dollar%20AS.
  10. https://biz.kompas.com/read/2017/05/26/153957128/jenis.pekerjaan.baru.bermunculan.di.era.digital.perguruan.tinggi.harus.bagaimana.
  11. https://business-law.binus.ac.id/2016/07/31/kejahatan-dengan-menggunakan-sarana-teknologi-informasi/
  12. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200506065657-185-500477/13-juta-data-bocor-bukalapak-dijual-di-forum-hacker
  13. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191025153732-37-110212/pak-nadiem-7-profesi-ini-paling-potensial-di-masa-depan

Sumber Gambar :

  1. https://www.japanhouselondon.uk/whats-on/2020/society-5-0-a-new-model-for-an-ageing-society-a-talk-by-professor-harayama-yuko/
  2. https://christianmanrique.com/2019/02/14/industry-4-0-and-society-5-0-by-christian-manrique/
  3. https://medium.com/@ihsanulfaadil/society-5-0-apa-itu-konsep-masyarakat-5-0-relevankah-di-indonesia-2d65a158302
  4. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200506065657-185-500477/13-juta-data-bocor-bukalapak-dijual-di-forum-hacker
  5. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191012125801-40-106477/awas-phk-7-pekerjaan-manusia-ini-bakal-diganti-oleh-robot
  6. https://www.hdicon.com/vector-logos/garuda-indonesia-2009/
  7. https://blog.gojekengineering.com/a-new-gojek-4100c27875ff
  8. https://roboticsandautomationnews.com/2017/02/09/iot-transforming-industrial-robotics-market-says-report/11294/
  9. https://www.intelligenttransport.com/transport-articles/65321/convergence-future-mobility/
  10. O.C. Ferrel, Geoffrey A. Hirt, dan Linda Ferrell, Business Foundations : A Changing World, Twelfth Edition (New York: Mc Graw-Hill Education, 2020), hlm.26.
  11. https://www.pinterest.com/pin/320459329715905865/

Penulis :

  1. Erwin Karouw (41P20076)
  2. Firdi Verdianto (41P20077)
  3. Muhammad Donny Adhie Pratista (41P20084)
  4. Mulia Ariyanti (41P20085)


Like it? Share with your friends!

0
1 share

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win
BestoftheBest

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format