Era New Normal, Apakah Airbnb Tetap Bertahan?


0

Airbnb merupakan komunitas online marketplace yang menghubungkan antara pihak yang ingin menyewa sebuah tempat untuk akomodasi dengan pihak yang ingin menyewakan tempat tinggalnya baik berupa rumah, apartemen, maupun kamar pribadi. Terbentuk di tahun 2008 tepatnya di San Francisco, California, saat ini sudah ada 200 juta lebih traveler yang menggunakan lebih dari satu juta tempat di 65 ribu kota dan 191 negara. Airbnb berkantor pusat di San Francisco, California. Perusahaan ini dimiliki dan dioperasikan secara tertutup (swasta). Airbnb memberikan orang-orang pengalaman yang dalam berwisata. Pengguna situs Airbnb juga dapat memilih ingin menyewa tempatnya untuk berapa lama dengan harga yang ditawarkan bermacam-macam.

Produk dari Airbnb dapat di akses di website Airbnb yaitu (www.airbnb.com) di halaman utama situs terdapat pilihan pencarian yang mencakup tujuan, tanggal perjalanan, dan jumlah orang (Airbnb 2018a). Situs web kemudian akan memunculkan daftar kamar atau unit akomodasi yang tersedia yang kemudian disempurnakan oleh atribut seperti harga, lingkungan, dan fasilitas (Airbnb 2018b). Kemudian akan muncul daftar kamar atau unit akomodasi yang disewakan, Untuk memesan atau menyewakan suatu kamar, seseorang harus memiliki akun Airbnb. Ketika sudah berminat dengan suatu kamar atau satu unit akomodasi, calon wisatawan akan mengirim permintaan reservasi kepada tuan rumah atau mengirim pesan untuk menyatakan minat mereka dalam menyewa (Airbnb 2018c). Tuan rumah (host) selaku pemilik kemudian dapat merespon dan mengajukan pertanyaan kepada calon wisatawan. Jika permintaan reservasi telah dibuat maka tuan rumah dapat menerima pemesanan. 

Sumber: hasil presentasi oleh Maxim Charkov, Airbnb

Bentuk Airbnb sendiri merupakan bentuk partnership dengan metode Peer-to-Peer (P2P) commerce dimana Airbnb menawarkan berbagai pilihan tempat untuk akomodasi dari para host yang sudah bergabung dengan Airbnb dengan menarik pelanggan dari saluran online ke toko fisik. Konsep Airbnb sendiri dikenal sebagai konsep sharing economy atau juga dikenal sebagai collaborative consumption. Sharing economy didasarkan pada konsep berbagi sumber daya (shared resource) dimana konsep ini memberikan kesempatan atau peluang kepada orang-orang untuk mendapatkan keuntungan dari sesuatu yang mereka punya. Sharing economy menggunakan kekuatan teknologi untuk menciptakan kepercayaan antar user dan memungkinkan adanya koneksi antara user yang terlibat.

Sumber: hasil presentasi oleh Maxim Charkov, Airbnb

Airbnb berlokasi di lebih dari 191 negara dan terus berkembang secara internasional. Mereka bahkan dapat menjalankan operasi di Kuba dan negara lain di mana legalitasnya mungkin dipertanyakan. 

Bagaimana cara Airbnb bisa menembus pasar internasional?

Wakil Presiden Produk Airbnb, Joe Zadeh, mengatakan dalam sebuah acara yang diadakan oleh FORBES. "Kami secara terus menerus membangun ikatan global dan lokal secara bersamaan, karena agar Airbnb bisa harus bisa digunakan dan dinikmati di mana saja," katanya kepada FORBES. Airbnb juga harus menyesuaikan penawarannya berdasarkan opsi pembayaran lokal.

Sumber: hasil presentasi Petra Barankova

Airbnb selalu menggunakan pemikiran lokal dan menggabungkannya dengan kebutuhan umum secara global, misalkan kebersihan, kebersihan kamar merupakan kebutuhan setiap orang saat menginap. Namun ada nilai-nilai lokal yang diterapkan oleh Airbnb yang hanya berlaku di Negara tersebut. Contohnya Amerika dan China, Di Amerika Serikat,Airbnb memperbolehkan konsumennya mendaftar dengan hanya menggunakan alamat email atau akun Facebook atau Google. Tapi itu bukan metode yang dapat diterapkan di seluruh dunia. Di Cina, misalnya, Airbnb memperbolehkan konsumen mendaftar dengan menggunakan akun Weibo atau WeChat. Penerapan konsep-konsep local tersebut membantu menumbuhkan basis pelanggan wisatawan di Tiongkok sebesar 700% pada tahun 2015.

Kondisi dan permasalahan Airbnb saat new normal 

Pukulan pandemi Covid-19 terhadap industri pariwisata menyebabkan Airbnb, salah satu perusahaan startup yang dianggap paling tinggi nilainya di dunia, menghadapi tantangan terbesar dalam sejarah mereka. Dalam wawancara dengan TV Amerika CNBC, Chesky mengungkapkan masalah yang dihadapi oleh Airbnb dan memperkirakan masa depan bisnisnya sangat berbeda dari apa yang dikenal kini. Virus corona telah menyebabkan Airbnb menekan ongkos mereka dengan pemecatan 1.900 karyawan, sekitar 25% dari jumlah keseluruhan, dan memotong anggaran semisal pemasaran.

Dalam esai yang dituliskan oleh sastrawan India yang menyebut pandemi sebagai sebuah portal dan sebuah pintu gerbang yang ada diantara satu dunia dan dunia selanjutnya (Roy, 2020). Siti Murtiningsih berpendapat bahwa sudut pandang ini berdasarkan pada sejumlah fakta historis bahwa fenomena pandemi seringkali memaksa manusia untuk terlepas dengan masa lalunya dan kemudian menjalankan sebuah kehidupan dunia yang baru bagi mereka (Mas'udi & Winanti, 2020). 

Sejak akhir pada bulan Mei tahun 2020 yakni tiga bulan setelah kasus pertama COVID-19 masuk ke Indonesia, kesiapsiagaan pemerintah dalam menangani pandemi ini langsung mencanangkan normalitas baru (new normal). New normal sebagai langkah pemerintah untuk membatasi masyarakat beraktivitas di luar rumah dengan catatan harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Protokol kesehatan ini seperti memakai masker, selalu cuci tangan sebelum atau sesudah beraktivitas, dan jaga jarak fisik (physical distancing) dengan orang lain. Meskipun pada akhirnya pemerintah mengganti istilah "new normal" dengan "adaptasi kebiasaan baru", kedua istilah ini esensinya sama yakni mendorong masyarakat untuk terbiasa dengan hal-hal baru. Kondisi ini sangat mempengaruhi perekonomian Airbnb yaitu sebagai bisnis jasa penginapan dan property, dikarenakan era new normal. Namun, mau tidak mau di era new normal ini harus diikuti dengan regulasi dari perusahaan. 

Regulasi yang dibuat oleh perusahaan Airbnb disesuaikan dengan kondisi regulasi pada masing-masing negara. Mulai 20 Agustus 2020, Airbnb melarang tamu penginapan mengadakan segala bentuk hajatan berisi 16 orang atau lebih, termasuk pesta, kenduri, reuni, dan seremoni. Regulasi baru ini berlaku global di seluruh properti, termasuk di Indonesia. Menurut data Airbnb, 27% hunian dalam jaringannya membolehkan pesta, sementara sisanya memberi fleksibilitas untuk acara berskala kecil seperti baby shower dan pesta ulang tahun. Kini, semua jenis acara yang melibatkan lebih dari 16 orang resmi dilarang.

Memasuki masa pandemi, upaya membatasi kerumunan diperketat. Sebelum mengharamkan segala jenis pesta, Airbnb telah menghapus filter “event-friendly” dari kolom pencarian hunian, begitu pula klausul “parties and events allowed.” Kemudian, pada 2 Juli 2020, Airbnb melarang tamu menyewa hunian di daerah tempat tinggalnya sendiri. Aturan ini berlaku untuk tamu berusia di bawah 25 tahun yang pernah mendapatkan ulasan negatif atau menerima kurang dari tiga ulasan positif.

Aturan baru lain Airbnb di masa pandemi ialah kuota penyewa. Mulai 20 Agustus, tiap hunian hanya boleh menampung maksimum 16 tamu. Regulasi ini relevan untuk rumah atau vila yang berisi banyak kamar. Khusus hotel butik dalam jaringan Airbnb, detail pembatasan masih dalam tahap pengkajian. 

Berdasarkan data listing airbnb di bagian Australia Barat, banyak pertambahan jumlah listing saat sebelum Pandemi COVID-19 cukup stabil dan cenderung bertambah. Namun setelah COVID-19 di awal 2020, pertumbuhan listing airbnb mengalami penurunan dalam 3 periode berturut-turut, terutama pada bulan April, lebih dari 500 listing menghentikan operasinya di Airbnb. Hal ini disebabkan oleh menurunnya pengguna airbnb yang menyebabkan para pemilik properti berhenti beroperasi. Penurunan jumlah pengguna airbnb ini juga disebabkan oleh kebijakan pemerintah baik dalam Australia maupun Internasional terkait travel policy bagi sejumlah negara. Data ini menunjukan bahwasannya bukan hanya Airbnb sebagai bisnis yang terdampak, namun para pemilik properti yang sebelumnya masih aktif beroperasi pun terdampak.

Gambar X. Pertumbuhan jumlah listing di airbnb 

Beberapa rencana strategi bisnis yang bisa diterapkan Airbnb

New normal menjadi bentuk adaptasi masyarakat dunia terhadap keberadaan COVID 19. Terdapat kebiasaan manusia yang pada akhirnya berubah akibat diterapkannya berbagai kebijakan untuk menjalankan new normal tersebut. Salah satu kebiasaan yang terpengaruh adalah cara masyarakat melakukan aktivitas liburan. Oleh karena itu, Airbnb harus melakukan tindakan cepat dan memutuskan strategi yang sesuai untuk menghadapi perubahan tersebut. Menurut McKinsey terdapat 4 area strategis yang harus difokuskan yaitu pemulihan pendapatan, optimasi proses operasi, reorganisasi, dan penyelarasan dengan solusi digital (Sneader & Sternfels, 2020).

Strategi yang saat ini telah dilakukan Airbnb adalah online experience. Produk ini menawarkan hiburan video interaktif live berupa pemandangan alam di beberapa tempat liburan, konser musik, kelas memasak, yoga, ataupun pengembangan skill lainnya yang dapat dinikmati pengguna tanpa harus keluar rumah. Strategi ini dilakukan untuk menjaga keuangan Airbnb ditengah krisis penurunan penggunaan layanan utamanya sebagai OTA (Online Travel Agency) dengan menawarkan paket online experience dengan harga dan jenis hiburan bervariasi mulai dari $10 hingga $40 (McMillin, 2020).

Selain strategi diatas, terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan Airbnb untuk dapat bertahan dalam kondisi New Normal saat ini:

1.      Memperluas orientasi pemesanan penginapan jangka panjang

Airbnb adalah layanan online yang menyediakan jasa sewa kamar/rumah/apartemen yang pada umumnya disewa dengan jangka waktu pendek (1-7 hari) atau short term rentals. Namun, keberadaan COVID 19 yang diikuti kebijakan new normal pada sebagian negara di dunia menyebabkan perubahan preferensi liburan masyarakat yang memilih liburan jangka panjang di dalam negeri dibandingkan liburan pendek ke luar negeri, yang mana karyawan WFH (Work from home) dan anak sekolah dapat melakukan aktivitasnya via daring dan dilakukan dimana saja.

Selain itu, sistem bisnis ini dapat menarik kerja sama antara Airbnb dengan perusahaan yang karyawannya sering melakukan perjalanan bisnis ataupun memfasilitasi karyawan kontrak/pelajar internship seperti penyewaan 2 minggu hingga 1 bulan. Dengan strategi ini, Airbnb ataupun host listing terkait akan dapat mengamankan pendapatannya di kondisi ketidakpastian ini.

2.      Strategi pemasaran yang berfokus pada lokasi penginapan lokal

Masyarakat cenderung memilih bepergian dengan mobil dibandingkan transportasi lainnya seperti pesawat ataupun kereta untuk menghindari kerumunan dan potensi penyebaran COVID 19. Berdasarkan laporan yang dikutip dari laman The Verge (2020), sejak awal pandemi lebih dari setengah pemesanan Airbnb memilih lokasi yang berjarak dari 200 miles dari tempat tinggalnya. Mulai 6 April hingga 8 Juni, terjadi peningkatan 207 % pemesanan penginapan secara global dan pemesan mencari lokasi liburan yang berada di wilayah pedesaan, jauh dari pusat kota (Dubois, 2020). Selain itu, presiden perusahaan VRBO, Jeff hurst, mengatakan apabila masyarakat lebih memilih liburan dan menginap di tempat berbentuk rumah atau villa dibandingkan hotel untuk menjaga social distancing (Porter, 2020). Hal ini tentunya menjadi peluang bagi Airbnb untuk menjadikan masyarakat tersebut sebagai konsumen potensialnya

Gambar X. Perbandingan jumlah wisatawan dalam dan luar negeri (Dubois, 2020)

Melalui analisis data, Airbnb dapat mengetahui wilayah lokal yang ingin dikunjungi atau banyak dibicarakan oleh masyarakat. Seperti contohnya di Indonesia, 76% masyarakat Indonesia memilih lokasi wisata dalam negeri di tengah pandemik ini dan Yogyakarta, Bandung, Ubud, serta Seminyak Bali menjadi destinasi favorit (Shofa, 2020). Data tersebut dapat digunakan untuk mengoptimasi ketersediaan host di wilayah bersangkutan dan memasukkannya dalam algoritma Airbnb sehingga pengguna mudah serta cepat mendapatkan tempat penginapan sesuai keinginannya. Selain itu, penting bagi Airbnb untuk tidak menampilkan tempat penginapan yang wilayahnya sedang lockdown.

3.  Memodelisasi biaya penginapan berdasarkan matriks Bed Occupancy Rate (BOR)

Keberadaan data yang dimiliki Airbnb sejak awal pandemi hingga saat ini dapat digunakan untuk menganalisis tingkat okupansi sewa hariannya. Data histori tersebut sebagai tolak ukur Airbnb untuk memprediksi tren waktu masyarakat dalam melakukan pemesanan tempat penginapan sehingga Airbnb dapat menentukan persentase profit secara tepat. Seperti contohnya adalah menerapkan tarif lebih tinggi pada hari yang secara historis memiliki nilai BOR yang tinggi seperti Gambar A.

 

Gambar A. Perbedaan biaya per harinya berdasarkan tingkat okupansi sewa (DuBois, 2020) 

Selain itu, pada hari yang memiliki angka BOD rendah dapat diterapkan pemberian diskon. Berdasarkan Gambar B menunjukkan apabila pemberian diskon dapat meningkatkan pemesanan tempat penginapan, dengan nilai sebesar 56% okupansi menggunakan diskon dan hanya 44% okupansi tanpa adanya diskon. Hal ini telah diterapkan oleh tiket.com dengan program SALESPRISE yangmana tiket.com bekerja sama dengan beberapa hotel memberikan diskon hingga 65% untuk penggunanya. Selain itu juga terdapat program Early Booking yang merupakan penawaran diskon hingga 75% untuk periode menginap 1 Agustus hingga 31 Oktober 2020 (Marhayati, 2020).

Gambar B. Pengaruh pemberian diskon terhadap angka okupansi sewa (Dubois, 2020)

4.      Menyesuaikan user experience (UX) Airbnb pada kondisi New Normal

Aplikasi ataupun website merupakan tempat interaksi lead konsumen Airbnb dalam melakukan proses pemesanan. Penyesuaian kedua tools tersebut selain berguna untuk memudahkan pengguna dalam mencari lokasi penginapan yang tepat dan sesuai dengan kondisi new normal¸ tetapi juga memberikan perspektif apabila Airbnb memahami kondisi psikologi penggunanya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memastikan apabila terdapat informasi apabila tiap host listing pada laman Airbnb telah memiliki standar kebersihan COVID 19, serta adanya informasi lengkap mengenai pembatalan dan penyesuaian jadwal pemesanan terbaru yang mudah dipahami. Penyesuaian ini akan memberikan kenyamanan dan kepercayaan bagi pengguna sehingga meminimalisir Airbnb kehilangan lead konsumennya.

REFERENSI

Airbnb. (2020). Tentang kami. Diakses pada 23 september 2020, dari https://www.airbnb.co.id/about/about-us.

Oskam, J. & Boswijk, A. (2016). Airbnb: The Future of Networked Hospitality Businesses. Journal of Tourism Futures, 2(1), 22-42.

Barankova, P. (2015). Airbnb entry strategy. Prezi (p. 12). Prezi.

Brian S. (2016, May 3). How Airbnb Expanded To 190 Countries By Thinking 'Glocal'. Retrieved 9 24, 2020, from Forbes: https://www.forbes.com/sites/briansolomon/2016/05/03/how-airbnb-expanded-to-190-countries-by-thinking-glocal/#19f5b1bf7e91

DuBois, D. (2020, Agustus 11). 6 Things You Must Know to Maximize Your Airbnb Revenue. Retrieved from AIRDNA: https://www.airdna.co/blog/maximize-your-airbnb-revenue

Dubois, D. (2020, Mei 27). Global Vacation Rental Bookings Skyrocket by 127% After Surge in Domestic Tourism. Retrieved from AIRDNA: https://www.airdna.co/blog/global-vacation-rental-bookings-skyrocket-by-127-after-surge-in-domestic-tourism

DuBois, D. (2020, April 16). How Mid-Term Stays May Rescue Short-Term Rentals. Retrieved from AIRDNA: https://www.airdna.co/blog/how-mid-term-stays-may-rescue-short-term-rentals

Marhayati, Y. (2020, Juni 24). Dorong Okupansi Mitra Hotel Saat Fase New Normal, tiket.com Sediakan Program SALEPRISE dan Early Booking untuk Pelanggannya. Retrieved from Tiket.com: https://blog.tiket.com/dorong-okupansi-mitra-hotel-saat-fase-new-normal-tiket-com-sediakan-program-saleprise-dan-early-booking-untuk-pelanggannya/

Mas'udi, W., & Winanti, P. S. (2020). New Normal: Perubahan Sosial Ekonomi dan Politik Akibat Covid-19. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

McMillin, D. (2020, April 21). How Airbnb Is Dealing With the COVID-19 Crisis. Retrieved from PCMA: https://www.pcma.org/airbnb-online-experiences-covid-19-crisis/

Roy, A. (2020). The Pandemic os a Portal, Financial Times, 4 April. Tersedia di https://www.ft.com/content/10d8f5e8-74eb-11ea-95fe-fcd274e920ca (Diakses pada tanggal 25 September 2020). 

Rahadiansyah, C. (2020). ATURAN BARU AIRBNB: PESTA DILARANG, TAMU MAKS 16 ORANG. Tersedia di https://destinasian.co.id/aturan-baru-airbnb-pesta-dilarang-tamu-maks-16-orang/ (Diakses pada 25 September 2020)

Porter, J. (2020, Juni 8). Airbnb reports surge in demand for local stays. Retrieved from The Verge: https://www.theverge.com/2020/6/8/21283706/airbnb-coronavirus-covid-19-local-holidays-global-trend-vacation-homes-hotels

Shofa, J. N. (2020, Juli 17). Closer to Home: Indonesians Shift Towards Domestic Travels Amid Pandemic. Retrieved from Jakarta Globe: https://jakartaglobe.id/lifestyle/closer-to-home-indonesians-shift-towards-domestic-travels-amid-pandemic

Sneader, K., & Sternfels, B. (2020, Mei 1). From surviving to thriving: Reimagining the post-COVID-19 return. Retrieved from McKinsey & Company: https://www.mckinsey.com/featured-insights/future-of-work/from-surviving-to-thriving-reimagining-the-post-covid-19-return#

Inside Airbnb. (2020). Get The Data. Diakses pada 24 september 2020, dari http://insideairbnb.com/get-the-data.html.

KELOMPOK UNITED STATE OF AWESOME :

ARSY ELIA PERTIWI

DESTI PATONAH

DONAL ANRY JAYA SINURAT

FAISAL MALIK WIDYA PRASETYA

RIDHA JULIANSYAH

Sumber: hasil presentasi oleh Maxim Charkov, Airbnb


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format