FIGHT FOR GOOD – GRAB VS CORONA

Pandemic Covid-19 yang Melanda Dunia menyebabkan beberapa kekacauan, salah satu imbasnya adalah terhadap perekonomian Dunia. "Grab VS Covid-19? Mampukah?


0

Ilustrasi : Selular.ID

Sudah 6 bulan berlalu sejak pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama COVID-19 di Indonesia. Situasi pandemi yang tengah terjadi tidak hanya mengancam kesehatan manusia, namun juga menjadi ancaman bagi perekonomian. Dalam upaya untuk mengontrol pernyebaran virus ini, pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan, salah satunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Secara umum, kebijakan ini menghimbau masyarakat untuk berkegiatan dari rumah. Kebijakan ini pun berlaku bagi para pelaku bisnis yang diharuskan untuk tidak beroperasi untuk sementara. Salah satu sektor yang terkena dampak dari pernyebaran COVID-19 adalah sektor jasa transportasi umum. Khusus dalam tulisan ini, penulis akan mencoba untuk melihat bagaimana Grab, perusahaan penyedia jasa transportasi online, beroperasi di tengah kondisi pandemi.

Ekspansi Grab di Indonesia

Mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju terus ke depan, tidak membuat berbagai belahan dunia untuk diam dan tidak mengikuti perkembangan yang ada. Terutama dalam perkembangan transportasi umum. Grab merupakan salah satu perusahaan yang memanfaatkan perkembangan tersebut dan menjadi aktor prominen dalam sektor penyediaan jasa transportasi umum online. Perusahaan ini pada awalnya didirikan di Malaysia, dan kini berpindah kantor pusat di Singapura. Pada tahun 2014, Grab mulai memasuki pasar Indonesia.

Berdasarkan dikutip dari CNN Indonesia yang berjudul “Grab dan Uber kini sudah berbadan hukum” menyatakan bahwa, pengajuan badan hukum koperasi oleh Koperasi Jasa Perkumpulan Pengusaha Rental Indonesia (PRRI) yang terafiliasi dengan transportasi berbasis aplikasi online, termasuk Grab dan Uber akhirnya dikabulkan. Berdasarkan pernyataan 

tersebut, dapat dibuktikan bahwa bentuk badan usaha yang digunakan oleh Grab di Indonesia adalah berbentuk Koperasi.

Selain di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Grab pun membuka pelayanan jasanya ke berbagai negara lainnya seperti, Kamboja, Filipina, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Penggunaan aplikasi yang memudahkan menjadikan layanan Grab semakin berkembang dan dimanfaatkan oleh berbagai segmen dalam masyarakat. Selain itu, Grab juga menjalin berbagai kerja sama dengan aktor-aktor bisnis lain untuk mendukung operasinya di Indonesia. 

Berdasarkan kutipan dari idntimes.com, menyatakan bahwa Grab terbuka bagi perusahaan start-up yang ingin bekerja sama, dengan jaringan dan terknologi yang kuat, Grab berada pada posisi yang lebih unggul dari siapapun dan juga untuk membantu perusahaan-perusahaan rintisan dan bisnis lain untuk dapat tumbuh dan berkembang. Dengan berdasarkan hal tersbut, dapat disimpulkan bahwa Perusahaan Grab menggunakan strategi joint venture untuk memasuki pasar Internasional.

Semakin berkembangnya perusahaan Grab dibeberapa negara, membuat Grab terus menciptakan jasa-jasa yang diberikan, seperti : Grab bike, Grab food, Grab Delivery, Grab Mart. Bahkan yang terbaru, Grab menyediakan Grab Insurance hasil bentuk joint venture dengan ZhongAn Online P&C Insurance Co.,Ltd dengan menawarkan produk-produk asuransi inovatif dalam berbagai macam kategori dengan premi yang berbeda-beda, melalui aplikasi Grab.

Pandemi dan Strategi Adaptasi Grab Indonesia

Setelah adanya kegiatan PSBB yang dilakukan oleh Indonesia yang dilakukan sekitar pertengahan April 2020, yang dimana kegiatan tersebut berlangsung selama 2 minggu. Penerapan PSBB ini menyebabkan kerugian yang besar diberbagai sektor usaha, salah satunya adalah ojek dan taxionline.

Dari data yang didapat dari riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategicspada Januari 2020, didapat bahwa GrabID berkontribusi sebesar IDR 77.4 di tahun 2019, yang mengalami peningkatan sebesar 58% dari tahun 2018 yaitu sebesar IDR 48.9triliun.

Namun, Pandemi Covid-19 menyebabkan timbulnya perubahan drastis terhadap kondisi lingkungan dimana bisnis tersebut beroperasi. Dalam masa pendemi seperti sekarang, para pelaku bisnis dihadapkan kondisi ketidakjelasan yang kemudian menuntut pelaku usaha untuk 

memberikan respon terbaik. Ancaman terhadap bisnis pada masa pandemi ini termanifestasi dalam data pada pertengahan Juni, pihak Grab memberikan pernyataan resmi atas keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada 360 karyawannya (kurang dari 5% atas jumlah karyawan yang dimiliki). Bukan hanya Grab, namun juga kompetitornya di Indonesia yaitu Gojek memutuskan untuk mengambil langkah PHK terhadap 430 karayawannya (9% atas jumlah karyawan yang dimiliki). Bila dilihat dari tren mortality rate (angka kematian per-populasi) covid-19 dari laman CSIS, yang juga mengambil data dari John Hopkins, hingga pertanggal 9 Septermber 2020, Indonesia mencapai angka 31.58, hal ini menyebabkan diterapkannya lagi PSBB di wilayah DKI Jakarta per tanggal 14 September 2020.

Kebijakan PSBB yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia menyebabkan perubahan dalam general dan task environment bagi Grab. Dilihat dari aspek legal, PSBB mengikat perusahaan-perusahaan penyedia jasa transportasi umum untuk menghentikan sementara operasi bisnis guna mencegah penyebaran virus. Sebagai contoh, GrabRide sama sekali dilarang untuk menerima permintaan penumpang. Selain itu, PSBB juga menimbulkan perubahan pada kebutuhan konsumen dibandingkan sebelum masa pandemi. Tri Anreianno (Head of Public Affairs GrabID) menjelaskan bahwa adanya perpanjangan PSBB pada bulan September 2020, dapat diartikan bahwa kebutuhan transportasi online belum akan kembali seperti sedia kala (sebelum pandemik), sehingga pihaknya berupaya mengelola keuangan perusahaan untuk menghadapi resesi perekonomian yang mungkin akan terjadi, yaitu dengan mendonasikan 20% gaji para Manajemen Senior Grab secara sukarela.

Masa new normal seperti ini dimana social distancing tetap diterapkan, GrabID dan kompetitornya Gojek melakukan pengambilan langkah yang cukup serupa. Sebagai contoh bahwa manajemen Grab akan menghentikan beberapa proyek non-esensial, dan memperkuat fungsi-fungsi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, dan pengaturan tim sesuai kebutuhan bisnis. Begitupun Gojek yang menghentikan beberapa layanannya seperti GoLife, GoFood Festival, GoMassage, dan GoClean. Co-CEO Gojek juga menyatakan bahwa mereka akan fokus pada bisnis inti.

GrabID dan kompetitornya Gojek juga sama-sama memfokuskan bisnisnya pada layanan pembayaran (online payment) dan pengiriman barang, dengan penerapan protokol yang sudah ditetapkan. Hal lain yang menjadi persaingan diantara kedua perusahaan ini adalah, kedua perusahaan ini gencar melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, dimana GrabID 

mengutamakan pada digitalisasi UMKM lewat Grab Merchant. Sedangkan Gojek bekerjasama dengan Halodoc, dan Kitabisa.com.

Berikut adalah perbandingan antara tarif dan sistem potongan harga antara GrabID dan Gojek saat new normal

Sumber Gambar : Aplikasi Grab

Sumber Gambar : Aplikasi Grab

Perubahan pola konsumsi dari konsumen di Indonesia juga menjadi salah satu tantangan bagi Grab untuk bisa bertahan, ditambah dengan penyesuaian protokol kesehatan yang cukup menguras biaya. Pola konsumsi yang semula lebih banyak dilakukan secara langsung, akibat adanya pandemik ini, pola tersebut berubah secara cepat dan bertahan hingga masa new normal. Sehingga Grab perlu memaksimalkan kinerjanya terutama pada bidang teknologi, dengan berinovasi atas layanan-layanan berbasis online.

Sumber : Surat Edaran Menteri Perhubungan No. SE 11 Tahun 2020

Terkait masalah layanan transportasi yang berlaku dimasa new normal Perusahaan Grab melakukan penyesuaian protokol kesehatan sejak 15 Juni 2020 dengan program Grab Protect, sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Kemenhub no. SE 11/2020 untuk perusahaan dan driver, seperti:

  1. Penyediaan alat cuci tangan
  2. Menggunakan transaksi cashless
  3. Menyediakan pembatas antara penumpang dan pengemudi
  4. Membentuk pos kesehatan yang menyediakan disinfektan, alat cuci tangan, dan termometer.
  5. Menyediakan haircap bila konsumen menggunakan helm driver. (disarankan untuk konsumen agar menggunakan helm pribadi).

Sumber : Grab.com/id

Problem Solving Permasalahan Grab di Masa Pandemi

Pandemik Covid-19 memberikan dampak ke setiap aspek perekonomian ataupun para penggiat bisnis di segala segmen. Bahkan untuk perusahaan decacorn asal Singapura seperti Grab ini pun merasakan imbas dari pandemic ini. 

Krisis dan tantangan ini mengharuskan Grab mengeluarkan keputusan sulit untuk memotong pengeluaran dan mengelola modal. Pandemi Covid-19 membuat pemesanan layanan taksi dan ojek online Grab di Asia Tenggara menurun drastis karena penerapan pembatasan aktivitas warga di luar rumah.

Dilansir dari The Star, Tan selaku CEO Grab akan melakukan pengukuran biaya dengan tepat, mengelola modal secara efisisen, dan melakukan penyesuaian operasioanl yang dilakukan untuk tetap meraih profitabilitas.

Meski Grab mengakui likuiditas mereka cukup untuk melewati resesi 3 (tiga) tahun, namun hal ini tidak membuat Grab berhenti mencari cara untuk memaksimalkan profit dan tetap bisa beroperasional dan menggandeng mitra-mitranya.

Beberapa langkah-langkah yang dilakukan Grab di dalam melakukan penyelesaian masalah internalnya, yaitu, 

  1. Pemutusan Hubungan Kerja kurang dari 5% dari total karyawannya;
  2. Peninjauan komponon biaya, mengurangi pengeluaran dan menerapkan pemotongan gaji untuk manajemen senior;
  3. Grab dengan Investor (Alibaba) è Wacana

Dilansir dari CNN,  e-commerce Alibaba akan menyuntikkan dana sebesar US $ 3 M ke Grab Holdings Inc. Selain itu Alibaba diharpakan membeli saham Grab yang saat ini dipegang oleh Uber. Apabila kedua perusahaan ini sepakat, maka Grab akan mendapat suntikan dana di tengan dampak pandemi.

Beberapa kebijakan Grab terhadap mitra binaannya, yaitu:

  1. Program Bantuan Mitra GrabCare berupa bantuan finansial dan medis.
    • Mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar juga akan menerima bantuan keuangan sebesar Rp1,5 juta (untuk GrabBike) dan Rp3 juta (untuk GrabCar) apabila dinyatakan positif COVID-19 dan dimandatkan untuk menjalani karantina. Semoga bantuan ini dapat memberikan ketenangan terkait tanggungan kendaraan dan kebutuhan hidup lainnya selama masa karantina dan penyembuhan.
    • Mitra pengemudi GrabCar yang telah memilih asuransi Mandiri In-Health yang disubsidi Grab sekarang dapat melakukan klaim terkait COVID-19 seperti pemeriksaan medis, konsultasi dokter, rontgen dada, tes darah secara berkala.
  2. Untuk mitra restoran, Program Dukungan Merchant, Grab memberikan bantuan seperti:
    • Menghasilkan pendapatan tambahan, melalui peningkatan visibilitas dalam aplikasi, promosi khusus, dan kategori khusus untuk restoran lokal.
    • Mengurangi biaya operasional, melalui program cashback untuk bahan makanan umum dan diskon pada kemasan makanan.
  3. Untuk menjaga keamanan komunitas, Grab telah melakukan berbagai inisiatif sebagai berikut:
    • Menyediakan masker dan hand sanitizer untuk mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar. Kami terus mencari pasokan lebih banyak di tengah kekurangan global saat ini.
  • Menyiapkan stasiun desinfeksi dan pembersihan mobil di berbagai kota untuk menyanitasi GrabBike dan GrabCar.
  • Meluncurkan pengantaran tanpa kontak untuk keselamatan pelanggan dan mitra pengiriman.
  • Memperkenalkan pelaporan suhu tubuh harian bagi mitra pengemudi dan mitra pengantaran kami. Jika mitra pengantaran menunjukkan gejala, mereka diminta untuk mencari saran medis dan menjalankan karantina pribadi jika diperlukan, di mana mereka sementara ditangguhkan dari platform dan diberikan bantuan keuangan.
  • Berkolaborasi dengan mitra merchant dan restoran untuk meningkatkan prosedur kebersihan  untuk penanganan dan penyegelan makanan yang benar.
  • Mengimplementasikan ‘Kartu Keterangan Pengiriman GrabFood’ bagi mitra merchant yang mencatat tanggal, waktu, nama, dan suhu tubuh karyawan yang menyiapkan makanan semua pesanan GrabFood. Jika salah satu mitra pengantaran menunjukkan gejala seperti suhu tubuh tinggi, demam, pilek, dan batuk, mitra merchant dapat melaporkannya kepada tim layanan pelanggan Grab dan mitra pengantaran pengganti akan ditugaskan untuk mengirimkan pesanan tersebut.
  • Menyediakan lebih dari 2.000 termometer tembak digital untuk mitra merchant.

Salah satu skema yang dilakukan Grab di dalam membantu mitranya untuk menghadapi kendala keuangan saat Pandemik COVID-19 adalah:

1. Grab dan PT. TPI

  • Penundaan biaya sewa mobil hingga 2 (dua) bulan ke depan 
  • Pemberian dana tunai sebagai program loyalitas mitra yang tergabung dalam PT. TPI
  • Mitra pengemudi anggota TPI akan mendapatkan manfaat asuransi kesehatan, asuransi jiwa, serta program beasiswa bagi putra-putri mereka yang masih berjalan. [5

2. Grab dan OJK

  • Membantu Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang merupakan mitra pengemudi GrabBike selama memenuhi persyaratan OJK untuk dapat mengajukan restrukturisasi dari pinjaman para mitra yang diajukan kolektif dari Grab kepada APPI yang kepada perusahaan leasing yang menjadi anggota mereka.

3. Grab dan Bank Pemerintah

  • Melalui Pilot Project dengan Bank Mandiri melakukan penyaluran KUR kepada mitra GrabFood
  • Selama pandemik telah mengaget 185 ribu dan 32 ribu pedagang tradisional
  • Fasilitasi penyaluran KUR bagi mitra UMKM yang bergabung dalamMitra GrabFood dan GrabKios, tercatat 22.000 mitra GrabFood dan GrabKios
  • Kementrian Koordinator Bidang perekonomian berharap Digital Platform ini dapat menjadi akselerator dan memfasilitasi UMKM dan mitranya bisa naik kelas. Sektor digital tumbuh positif walaupun e-mobilitiy terganggu.

4. Grab dan Platform Kesehatan (Good Doctor)

  • Permintaan konsultasi dan pembelian obat melalui platform digital meningkat. Hal ini salah satu cara yang digunakan Grab untuk mendorong masyarakat menggunakan layanan kesehatan digital guna menekan resiko penularan virus corona.

Best Practice: Respon GoJek Terhadap Pendemi

Mewabahnya Covid-19 tidak hanya memukul sector UMKM saja, Namun banyak juga perusahaan startup yang terdampak, salah satunya pesaing utama dari Grab, yaitu Gojek.

Dilansir Kompas.com, Head of Groceries Gojek Tarun Agarwal mengatakan di tengah situasi yang dinamis ini penerapan model bisnis Direct to Consumer merupakan salah satu strategi yang tepat untuk bertahan hidup bagi perusahan start up. Ia menyebut metode ini pula lah yang dilakukan Gojek sehingga masih bisa bertahan hingga saat ini.

  1. Melalui layanan GoMart dan GoShop, perusahaan Gojek pun membantu para konsumennya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari (groceries) secara online di tengah pandemi. “Semenjak ada pandemi ini kami berkolaborasi dengan Pasar Mitra Tani yang menjual bahan pangan pokok ke dalam platform, selain itu hadirnya GoFresh dan layanan marketplace yang awalnya diperuntukkan khusus untuk merchant GoFood, kini bisa diakses oleh semua konsumen.
  2. Bisnis inti yang akan jadi fokus Gojek ke depan adalah transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik. Bersamaan dengan penetapan strategi perusahaan  ke depan. Manajemen Gojek juga mengumumkan dua keputusan utama lainnya, yaitu:
  3. Penghentian sejumlah layanan non-inti yang terdampak pandemi
  4. Restrukturisasi organisasi secara menyeluruh dalam rangka optimalisasi pencapaian pertumbuhan yang berkesinambungan di masa mendatang.

Atas kondisi tersebut, serta berdasarkan evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan, Gojek terpaksa merumahkan sebanyak 430 karyawan (setara 9% dari total karyawan), di mana sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival. Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi corona.  

  1. Dilansir dari Kompas.com, VP of Creative Labs Gojek menatakan kunci dapat bertahan sampai sekarang ini adalah adaptasi. Dengan adaptasi kita tidak bisa melakukan hal biasa kita lakukan, dan bisa melakukannya dengan menambahkannya dengan hal baru. Selain itu, mencoba mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh user, dengan mencoba mendengarkan kebutuhan mereka. Salah satu caranya dengan berbicara lewat media sosial, dengan begitu mereka akan merasa terbantu dan diutamakan, sehingga akan mendapatkan kepercayaan audiens.

KELOMPOK 1 FUTURE PRESIDENT

Alvin Yudhistira

Hertha Yaurina

Lasameil Chelsea

Wa Ode Virgo Gusmaniar Soleman

Referensi

 “Grab Bentuk Joint Venture Ciptakan Marketplace Asuransi Digital di Asia Tenggara.” Dalam HarianSuara.com. 2019. Diakses pada 22 September 2020. https://www.hariansuara.com/news/berita-ekonomi-bisnis/13844/grab-bentuk-joint-venture-ciptakan-marketplace-asuransi-digital-di-asia-tenggara

“Alasan Grab PHK 360 Karyawan di Era New Normal”. Dalam CNN Indonesia. 2020. Di akses pada 23 September 2020. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200616140626-92-513839/alasan-grab-phk-360-karyawan-di-era-new-normal

2020. “Alibaba Disebut Bakal Suntik Grab Rp. 44,7 T.” Dalam CNN Indonesia. Diakses pada 23 September 2020. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200914182930-92-546391/alibaba-disebut-bakal-suntik-grab-rp447-t.

2020. “Pesan dari Manajemen Grab Indonesia untuk Bersama Melawan COVID-19.’ Dalam Grab Indonesia. Diakses pada 23 September 2020. https://www.grab.com/id/press/consumers-drivers/pesan-dari-manajemen-grab-indonesia-untuk-bersama-melawan-covid-19/

2020.‘Skema Grab Bantu Mitra Atasi Kendala Keuangan Saat Pandemik COVID-19.”Dalam TribunTechno. Diakses tanggal 23 September 2020. https://www.tribunnews.com/techno/2020/04/06/skema-grab-bantu-mitra-atasi-kendala-keuangan-saat-pandemik-covid-19

Al-Hikam, Herdi Alif.2020. “Catat! Begini Aturan Ojol wara-wiri saat New Normal”. Daalam Detik Finance. Diakses pada 23 September 2020. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5048793/catat-begini-aturan-ojol-wira-wiri-saat-new-normal/2

Azka, Rinaldi Mohammad. 2020. “Hadapi New Normal Grab Masih Andalkan Bisnis Pengiriman Barang”. Dalam Bisnis.com. Diakses pada 23 September 2020. https://ekonomi.bisnis.com/read/20200528/98/1245862/hadapi-new-normal-grab-masih-andalkan-bisnis-pengiriman-barang

Burhan, Fahmi Ahmad. 2020. “Gojek dan Grab Fasilitasi Penyaluran KUR Bagi Ratusan Ribu UMKM.” Dalam KataData. Diakses ada tanggal 23 September 2020. https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5f6b44dd9e432/gojek-dan-grab-fasilitasi-penyaluran-kur-bagi-ratusan-ribu-umkm?utm_source=Direct&utm_medium=Sub-Kanal%20Digital%20%20Detail&utm_campaign=Artikel%20Terkait%20Pos%201.

Burhan, Fahmi Ahmad. 2020. “Konsultasi Kesehatan di Good Doctor Capai 10 RibuSehari Saat Pandemi.” Dalam KataData. Diakses tanggal 23 September 2020.https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5f69d18d70084/konsultasi-kesehatan-di-good-doctor-capai-10-ribu-sehari-saat-pandemi?utm_source=Direct&utm_medium=Sub-Kanal%20Digital%20Startup%20Detail&utm_campaign=Artikel%20Terkait%20Pos%204.

Catriana, Elsa. 2020. Ini Cara yang Dilakukan Gojek Bertahan di Tengah Pandemik. Dalam Kompas.com. Diakses pada tabggal 24 September 2020.

https://money.kompas.com/read/2020/06/18/062700526/ini-cara-yang-dilakukan-gojek-bertahan-di-tengah-pandemi.

El-Rahman, Vanny. “Bersaing Ketat Dengan Go-Jek, Ini 4 Jurus Ampuh Grab.” Dalam IDNTimes. Diakses pada 22 September 2020. https://www.idntimes.com/news/indonesia/vanny-rahman/bersaing-ketat-dengan-go-jek-ini-4-jurus-ampuh-grab

Franedya, Roy. 2020. “Gojek & Grab CS Bawa Penumpang di New Normal, Ini Updatenya!”. Dalam CNBC Indonesia. Diakses pada 23 September 2020. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200602062111-37-162252/gojek-grab-cs-bawa-penumpang-di-new-normal-ini-updatenya

Herianto, Trisno. 2016. “Grab dan Uber Kini Sudah Berbadan Hukum,” Dalam CNN Indonesia. Diakses pada 22 September 2020. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160317142053-185-118074/grab-dan-uber-kini-sudah-berbadan-hukum

Jatmiko, Leo Dwi. 2020. “Diam-Diam Gojek Grab Juga Ngos’Ngosan Saat Pandemi Covid 19”. Dalam Bisnis.com. diakses pada 23 September 2020. https://teknologi.bisnis.com/read/20200915/266/1291892/diam-diam-gojek-grab-juga-ngos-ngosan-saat-pandemi-covid-19

Patrick, Jonathan.  2020. “GRAB : Covid-19 Krisi Terbesar dalam Sejarah Perusahaan.” Diakses pada 23 September 2020.https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200421140326-185-495668/grab-covid-19-krisis-terbesar-dalam-sejarah-perusahaan.

Shalihah, Nur Fitriatus. 2020. “Kasus Covid-19 di Indonesia Tinggi, Bagaimana Kondisi di Asia Tenggara?” Dalam Kompas.com. Diakses pada 23 September 2020. https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/10/203800865/kasus-covid-19-di-indonesia-tinggi-bagaimana-kondisi-di-asia-tenggara?page=all

Surat Edaran Menteri Perhubungan No. SE 11 Tahun 2020.

Zaenudin, Ahmad. 2020. Kala Grab dan Gojek Akbita Corona. Diakses pada tanggal 23 September 2020.https://tirto.id/kala-grab-dan-gojek-goyah-akibat-corona-fKxg.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Hertha

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format