Bagaimana McDonald’s Dapat Bertahan di Masa Pandemi Virus Corona?

Artikel ini akan membahas masalah yang dihadapi McDonald's di masa pandemi COVID-19 ini, dan juga akan membahas solusi untuk mengatasi masalah tersebut


0
2 shares

Sejarah McDonald’s

McDonald’s merupakan restoran fast food terbesar yang berdiri pada tahun 1955 di California, Amerika Serikat. McDonald’s didirikan oleh dua bersaudara yaitu Dick dan Mac Donald namun pada akhirnya sahamnya dibeli oleh Ray Kroc. Maskot terkenal McDonald’s yaitu Ronald McDonald. Sifat Ray Kroc yang agresif ternyata bertentangan dengan Dick dan Mac Donald hingga akhirnya mereka bertikai untuk mengontrol bisnis yang akhirnya menyebabkan kedua bersaudara ini memutuskan untuk berhenti dan meninggalkan bisnis ini. Didirikanlah restoran pada tanggal 15 April 1955 yang mencapai penjualan terhormat sebesar $366,12 yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan restoran. Pada tahun 1984, Ray Kroc meninggal dunia tepat sepuluh bulan sebelum McDonald’s menjual hamburger ke-50 milyar. 20 tahun setelah kematian Roy, McDonald’s memiliki 30.000 restoran di seluruh dunia dengan jumlah rata-rata pengunjung 1.700 orang per hari. McDonald’s terus berkembang hingga saat ini hingga ke Indonesia.

Penerapan 4P (Product, Price, Promotion, Place)

Perkembangan McDonald’s yang pesat ini tentunya melibatkan banyak pendekatan termasuk pada bauran pemasaran. Salah satu taktik yang digunakannya yaitu 4P (Product, Price, Promotion, Place). Taktik ini diterapkan serentak secara global. Dalam penerapannya, McDonald’s juga menyesuaikan kondisi pasar. 

Yang pertama adalah Produk, produk McDonald’s dibagi dalam beberapa kategori, seperti menu Sarapan Pagi dimulai dari harga Rp12.999-Rp32.999 (Sausage Wrap, Egg McMuffin, Hashbrown, dan lain-lain), Daging Sapi dimulai dari harga Rp14.499-Rp39.999 (Big Mac, Cheeseburger, dan lain-lain), Ayam dimulai dari harga Rp10.499-Rp154.999 (PaNas 1, Spicy Chicken Bites, Chicken Burger, PaMer 7, dan lain-lain), Ikan seharga Rp16.499 (Fish Fillet Burger, Honey Garlic Fish Rice McD, Rica-rica Fish Rice McD), Minuman dimulai dari harga Rp7.999-Rp20.999 (Coca Cola, Iced Coffee, Hot Tea, dan lain-lain), Makanan Penutup dimulai dari harga Rp9.999-Rp13.999 (McFlurry, Banana Choco Pie, Ice Cream Cone, dan lain-lain), Happy Meal dimulai seharga Rp34.999, Paket Family dimulai dari harga Rp98.999-Rp140.999, McCafe dimulai dari harga Rp17.999-Rp41.999 (Espresso, Caffe Latte, Butter Croissant, dan lain-lain) dan Camilan dimulai dari harga Rp9.999-Rp21.999(French Fries, Apple Pie, dan lain-lain). Produk merupakan hal yang paling penting untuk meningkatkan citra dari McDonald’s, mereka selalu berinovasi dengan produk baru untuk meluaskan segmen pasar mereka. Inovasi ini disesuaikan dengan budaya dari segmen pasar yang baru. 

Yang kedua yaitu Price, McDonald’s memiliki 2 taktik dalam penentuan harga; yang pertama yaitu harga bundel, misalnya mereka menawarkan menu paket keluarga, Happy Meal hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan biaya dan nilai produk. Di sisi lain, dalam penentuan harga psikologis, McD juga menggunakan penetapan harga Rp 9,999 dengan angka belakang 99 hal ini bertujuan untuk mempengaruhi konsumen agar harga terlihat lebih terjangkau. 

Yang ketiga adalah Place, Cara McDonald’s untuk mendistribusikan produknya yaitu melalui restoran, kios dan aplikasi resmi McDonald’s. Biasanya McDonald’s juga menjual makanan penutup (dessert) di kios-kios. 

Yang terakhir yaitu Promotion, strategi promosi yang digunakan oleh McDonald’s yaitu periklanan yang biasanya melalui media sosial, promosi penjualan bisa berupa kupon maupun potongan harga, hubungan Masyarakat dan pemasaran langsung seperti untuk klien korporat, pemerintah daerah, atau acara dan pesta komunitas. 

Konsep Lingkungan Pemasaran Makro

Konsep lingkungan pemasaran makro terdiri dari demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik dan kultural. Dalam konsep lingkungan pemasaran makro tersebut, dampak negatif yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dari lingkungan ekonomi yaitu saat pandemi ini menyebabkan masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, hal tersebut tentunya mempengaruhi pendapatan perusahaan dan berkurangnya jumlah pelanggan karena hampir seluruh masyarakat lebih memilih membeli makanan pokok karena dirasa lebih terjangkau. 

Dari lingkungan politik dan sosial, karena adanya regulasi dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus pada awal pandemi, McD menetapkan kebijakan untuk meniadakan layanan dine-in, dan hanya melayani pembeli melalui drive-thru, go-food, grab-food selain itu mereka juga menerapkan sistem e-money dengan tujuan untuk mengurangi kontak langsung antara pembeli dan penjual. Hal tersebut tentunya menyebabkan jumlah pelanggan berkurang, sehingga pendapatan menurun. 

Sedangkan dari lingkungan demografi, alam, teknologi, dan kultural tidak terkena dampak negatif yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, karena menu McD dapat dijangkau oleh anak kecil, remaja hingga dewasa, McD sudah menerapkan mengurangi pemakaian plastik dengan tidak memakai sedotan pada minuman, dan McD sudah mudah dijangkau menggunakan teknologi yaitu McD sudah memiliki aplikasi yang dapat di-install di Play Store bagi pengguna Android dan App Store bagi pengguna Apple.

Konsep Lingkungan Pemasaran Mikro

Konsep lingkungan pemasaran mikro terdiri dari perusahaan, suppliers, perantara pasar, kompetitor, publik, dan pelanggan. Dalam  konsep lingkungan pemasaran mikro tersebut, dampak negatif yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yaitu pada kenyataannya, masyarakat lebih berhati-hati untuk menggunakan uang mereka, sehingga kompetitor akan selalu menurunkan harga dengan cara memberi potongan harga dan juga promosi pada produk tertentu. Hal itu tentunya akan berdampak negatif pada McDonald’s, karena McDonald’s juga akan melakukan hal yang sama agar mereka tetap dapat bersaing dengan kompetitor sehingga laba yang didapatkan tidak sebanyak biasanya.

Data Sekunder Berupa Consumer Insight pada Masa Pandemi

Gambar 1. Laporan Laba Rugi McDonald’s

Gambar diatas merupakan data laba McD selama beberapa bulan terakhir. Ditunjukkan pada bulan 3 tahun 2020 pendapatan yang dihasilkan sebesar 4,71B. Dibandingkan pada bulan sebelumnya, angka tersebut lebih kecil dikarenakan pada bulan Maret merupakan awal dari penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, sehingga hal ini tentunya berpengaruh terhadap volume penjualan McDonald’s. Pada data tersebut dijelaskan bahwa pada bulan 7 tahun 2020, pendapatan yang dihasilkan McDonald’s menurun sekitar 0,66B dari pendapatan sebelumnya atau sebesar 3,76B. Berdasarkan data tersebut, pada bulan 3 tahun 2020 laba bersih yang dihasilkan McDonald’s sebesar 1106,9B dan mengalami penurunan pada bulan 7 tahun 2020 sebesar 483,8B. Hal ini menunjukkan pada bulan-bulan ini, McDonald’s mengalami penurunan pendapatan akibat adanya perubahan gaya hidup masyarakat akibat adanya Covid-19. Penerapan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala besar), social distancing hingga physical distancing pada awal penyebaran virus Covid-19 di Indonesia sangat berpengaruh bagi pendapatan dan laba McDonald’s. Aturan tersebut memaksa McDonald’s untuk tidak menyediakan layanan makan di tempat (dine-in) dan dialihkan pada layanan take away, drive-thru, dan pembelian melalui aplikasi online. Akan tetapi pada saat masa New Normal, McDonald’s menyediakan kebijakan untuk dapat makan di tempat, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan social distancing  dan membatasi jumlah pelanggan yang dapat masuk ke restoran.

Solusi Yang Kami Tawarkan

Karena jumlah konsumen dan pendapatan perusahaan berkurang, agar perusahaan tetap dapat berjalan maka McDonald’s sebaiknya melakukan perubahan pada jam kerja dan sistem pengupahan pegawai mereka. Misalkan terdapat 10 orang karyawan, diberlakukan sistem shift dengan setengah dari karyawan yaitu 5 orang untuk bekerja pada hari itu, setengahnya lagi bekerja pada hari berikutnya. Kemudian dilakukan juga sistem pengupahan yang berdasarkan pada jam kerja sehingga dapat meminimalisir pengeluaran perusahaan. 

Karena pandemi ini menyebabkan banyak orang tidak keluar dari rumah, McDonald’s dapat memperkuat penjualan dengan cara memberlakukan potongan harga untuk pembelian melalui gojek, grab, maupun layanan delivery order McDonald’s itu sendiri.

Selain itu, kami juga mengusulkan untuk membuat variasi model produk yang baru, yaitu model frozen food (makanan beku). Frozen food adalah makanan yang bisa digoreng sendiri oleh pembeli sewaktu-waktu, contoh dari produk frozen food yang bisa dikeluarkan oleh McDonald’s adalah burger beku, fish cake beku, nugget beku, dan ayam goreng beku. Dengan adanya produk ini diharapkan konsumen akan membeli lebih banyak produk sekaligus sehingga dikonsumsi dalam beberapa-hari ke depan, tidak cuma untuk memenuhi kebutuhan makan hari itu saja.

Seperti yang kita ketahui, saat ini masyarakat memilih untuk tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas diluar. Sehingga, kami mengusulkan untuk McDonald’s menjual DIY (Do It Yourself) kit. DIY kit ini dapat berupa pembuatan burger, saussage wrap, maupun McFlurry. Hal yang diperlukan McDonald’s yaitu bahan-bahan yang digunakan untuk membuat menu-menu tersebut. DIY kit diperuntukkan bagi mereka yang enggan keluar rumah dan menginginkan kegiatan yang produktif namun menghibur. Mereka dapat mengisi waktu luang bersama keluarga di rumah untuk membuat menu-menu berikut. Misalnya, pada McFlurry. McDonald’s hanya memerlukan bahan-bahan dasar pembuatan McFlurry seperti susu, remahan oreo/topping, wadah yang biasa digunakan untuk McFlurry, buku panduan. Dengan demikian, masyarakat tetap bisa membeli produk McDonald’s tanpa harus datang langsung ke restoran dan hal ini juga dapat meningkatkan pendapatan McDonald’s meskipun sedang dalam pandemi.

Berikut ini adalah contoh DIY kit:

Sumber:

https://id.investing.com/equities/mcdonalds-earnings 
https://mcdonalds.co.id/ 
www.pinterest.com 

Ditulis oleh:

– Fanny Nur Amalia R
– Tiara Adinda Putri
– Arfindo Slamet Widodo
– Huineng Suluh Hidayat Jati

Contoh video ads yang digunakan McDonald's untuk mempromosikan contactless order yang dibuat menyesuaikan kondisi pandemi


Like it? Share with your friends!

0
2 shares

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format