PT Kereta Api Indonesia: Bertahan Hidup di Tengah Badai Pandemi

Memasuki tahun 2020, hampir seluruh aspek kehidupan terdampak pandemi, termasuk operasional PT KAI. Lalu, bagaimana kondisi mereka saat ini?


1
1 point

PROBLEM IDENTIFICATION

Memasuki tahun 2020, seluruh dunia tiba-tiba dihantam kejadian luar biasa yang kita sebut sebagai pandemi coronavirus (COVID-19). Hampir seluruh aspek dan segala pihak di kehidupan terdampak pandemi tersebut sehingga mengharuskan kita untuk tanggap beradaptasi. Perusahaan atau industri yang beroperasi menjalankan fungsi-fungsi penunjang hidup juga ikut terpukul menghadapi pandemi COVID-19 ini, tak terkecuali industri transportasi nasional. Berdasarkan data BPS, jumlah penumpang domestik maupun internasional mengalami penurunan tajam. Untuk angkutan udara jumlah penumpang turun 20,84% sementara untuk angkutan laut turun 3,78% dari bulan sebelumnya. Hal tak jauh berbeda juga menimpa PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang bergerak di industri penyediaan layanan transportasi darat. 

PT KAI mengalami dampak yang cukup signifikan baik dari jumlah penumpang maupun pendapatan akibat dari pandemi COVID-19. Sejumlah layanan seperti perjalanan kereta jarak jauh pun harus terpaksa diberhentikan sementara dan dibatasi operasionalnya. Sejak 23 Maret 2020, PT KAI telah membatalkan sebanyak 401 perjalanan kereta api. Hal tersebut juga dilakukan demi mendukung arahan Presiden Joko Widodo mengenai pelarangan kegiatan mudik. Selain itu, jumlah penumpang yang dapat diangkut di masa pandemi ini juga disesuaikan hanya berkisar 60 orang per gerbong dari kapasitas 200 orang per gerbong untuk mematuhi protokol COVID-19.

           

           

Berikut adalah perbandingan jumlah penumpang kereta api PT KAI pada 6 bulan pertama tahun 2019 dan 2020. Perbedaan drastis mulai terjadi di bulan Maret 2020 kemudian menyentuh angka terendahnya di bulan Mei 2020 dengan total penumpang sebanyak 5.484. Jika dibandingkan dengan bulan Mei 2019, maka telah terjadi penurunan penumpang sebesar 84,37 %. Selain itu, menurut data BPS untuk layanan KRL Commuterline sebelum ada pandemi jumlah penumpang bisa mencapai 900.000 orang per harinya dan kemudian per April 2020 menurun menjadi hanya 183.000 orang per harinya.

Pemberhentian layanan sementara dan berkurangnya jumlah penumpang kemudian berujung pada menurunnya pendapatan juga laba bersih PT KAI yang dapat kita lihat dari kinerja kuartal I 2020. Pada periode tersebut laba bersih perseroan tercatat turun 42,72% dari pencapaian kuartal I 2019. 

4Ps

4Ps (product, price, place, dan promotion) merupakan 4 pilar dasar dalam strategi pemasaran. 4Ps dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) adalah sebagai berikut.

  1. Product 

Produk yang ditawarkan PT KAI berbentuk jasa yakni transportasi kereta berbasis rel. Jasa yang ditawarkan meliputi kereta penumpang yang terdiri dari kelas eksekutif, kelas campuran, dan kelas ekonomi. Terdapat juga  kereta api lokal, komuter, kereta bandara, dan kereta wisata. Untuk pengiriman barang terdapat kereta barang, kereta peti kemas, kereta barang semen, kereta barang bahan bakar minyak, kereta barang pupuk, kereta barang cepat, dan lokomotif. Dari semua jasa yang ditawarkan PT KAI tersebut beberapa terdampak karena pandemi ini dan yang paling terdampak adalah kereta penumpang yang okupansinya berkurang drastis dan membuat anjlok pendapatan dari PT KAI sendiri.

  1. Price

Harga dalam perusahaan transportasi menjadi hal yang dipertimbangkan oleh konsumen, dimana mereka mencari transportasi yang nyaman dengan harga yang terjangkau. PT KAI menjual tiketnya di www.kai.id dan aplikasi KAI Access yang bisa diunduh di Playstore/Appstore. Untuk range harga yang ditetapkan PT KAI sangat bervariasi dan ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga yang diberikan. Faktor pertama adalah jarak tempuh dan yang ke dua adalah kelas kereta yang dipilih (eksekutif, dan ekonomi). Kisaran harga yang diberikan untuk kelas eksekutif adalah Rp200.000 – Rp600.000, untuk kelas ekonomi kurang lebih dalam kisaran Rp50.000 – Rp200.000 tergantung dengan jarak yang ditempuh juga. PT KAI juga menyediakan kereta lokal (KRD) dengan mematok harga Rp8000 untuk sekali jalan dan ada yang Rp36.000 pula. Karena PT KAI bergerak di bidang transportasi, maka harga yang ditetapkan tidak selalu sama dan akan berbeda-beda sesuai tujuan kereta tersebut. Di tengah pandemi ini harga tiket kereta yang ditawarkan naik karena masih sedikit kereta yang dioperasikan dan keadaan PT KAI yang mengalami defisit pendapatan.

  1. Place

PT KAI saat ini sudah menyebar di pulau Jawa dan Sumatera. Dengan banyaknya lokasi yang ada membuat mobilitas penumpang menjadi lebih mudah. Di pulau Jawa, hampir di setiap daerah terdapat stasiun kereta api yang bisa digunakan kapan saja. Hal ini membuat PT KAI menjadi salah satu jasa transportasi yang banyak diminati. Namun, pandemi COVID-19 ini menjadikan stasiun-stasiun sepi karena kereta sempat berhenti beroperasi sementara dan keadaan stasiun saat ini membatasi kapasitas penumpang yang datang karena harus mematuhi protokol kesehatan yang ada.

  1. Promotion

Terdapat beberapa cara promosi yang dilakukan PT KAI, antara lain: promosi melalui  media cetak, media sosial, periklanan, promosi penjualan, dan personal selling. Promosi ini biasanya dalam bentuk penyebaran jadwal kereta baik di media cetak maupun media sosial, iklan yang dipasang di media sosial, dan  promosi penjualan. Promosi penjualan sendiri terdapat beberapa cara, yakni dengan inovasi yang dilakukan PT KAI berupa penggunaan aplikasi. Kini, penumpang bisa  membeli tiket secara online yang lebih murah dan mudah. Terkadang, PT KAI juga memberi insentif promo untuk pembelian secara online pada periode tertentu sehingga harga tiket bisa lebih murah dari harga tiket di loket stasiun. Inovasi promosi ini sangat tepat untuk situasi saat ini di mana kita harus mengurangi kontak langsung dengan orang lain.

CRITICAL THINKING

Macroenvironment

                                               

Sumber: Internet Marketing – WordPress.com

Demografi

Seperti yang kita ketahui, Indonesia diperkirakan akan mendapat bonus demografi pada tahun 2045. Namun, pandemi COVID-19 diindikasikan dapat berimplikasi luas terhadap pencapaian tersebut. Hal ini terutama diungkapkan oleh karena kekhawatiran akan penurunan kualitas SDM. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain: diproyeksikannya peningkatan Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD) yang dapat menimbulkan permasalahan seperti stunting serta peningkatan angka kematian ibu dan bayi. Hal ini bersamaan dengan imbas pandemi pada aspek ketenagakerjaan Indonesia akan menjadi masalah yang besar.

Menurut catatan Kementerian Tenaga Kerja dan BPJS tercatat sekitar 2,8 juta pekerja yang terdampak langsung oleh COVID-19 (1,7 juta pekerja formal yang dirumahkan, 749,4 ribu di-PHK, dan 282 pekerja informal yang usahanya terganggu). Mendukung hal tersebut, Data Moneter Internasional (IMF) serta CORE Indonesia telah memprediksikan bahwa angka pengangguran dan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia akan meningkat masing-masing mencapai angka 7,5% dan 9,79%. 

Hal lain yang menimbulkan kekhawatiran adalah 34.000 pekerja migran Indonesia (PMI) yang habis masa kontraknya dan kembali ke Indonesia pada Mei-Juni 2020. Total perkiraan PMI yang kembali ke Indonesia pada 2020 adalah sebanyak 260.000 orang. Hal ini berpotensi besar menjadi sumber penyebaran Covid-19 yang baru. Dengan begitu terdapat beberapa peluang dan masalah yang perlu menjadi perhatian PT KAI yaitu: 

  • Peluang untuk membangun dan memasang sistem dekontaminasi pada setiap pintu masuk dan/atau keluar stasiun

  • Terdapat banyak sekali SDM yang membutuhkan pekerjaan, tetapi belum tentu semuanya memiliki kualitas yang baik 

  • Penurunan kebutuhan transportasi secara umum, namun PMI yang kembali dari luar negeri tetap membutuhkan moda transportasi yang murah. Hal ini dapat menjadi peluang bagi PT KAI. 

Ekonomi

Sejak pandemi Covid-19 dimulai, telah terdapat beberapa negara yang mengumumkan resesi, antara lain Jepang, Singapura, Filipina, dan Korea Selatan. Laporan BPS menyatakan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai angka minus 5,32%. Apabila hal ini berlanjut sampai kuartal III, maka Indonesia akan memasuki resesi pertama sejak resesi tahun 1998. Dua faktor penentu yang dapat menyelamatkan perekonomian Indonesia adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. 

Presiden Joko Widodo telah mencoba mendorong belanja modal dan meminta agak proses birokrasi di daerah dapat disederhanakan, mengingat situasi maka manajemen yang digunakan seharusnya adalah manajemen krisis, tidak bisa business as usual. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II yang lalu adalah minus 4,3%. 

                                         

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Hal lain yang dilakukan pemerintah untuk mendorong perekonomian Indonesia kembali pada track-nya adalah dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.03/2020 mengenai fasilitas pajak untuk PPN, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 23. Pembebasan dari pemotongan PPh Pasal 21 dilakukan untuk menopang daya beli masyarakat. Sedangkan fasilitas dan pembebasan untuk PPh Pasal 22 dan 23 ditujukan untuk mendorong laju perekonomian. Oleh karena itu, beberapa hal yang perlu menjadi perhatian PT KAI adalah bagaimana memanfaatkan birokrasi yang dipermudah serta pembebasan PPh 23 untuk melakukan inovasi dan memberikan layanan yang terjangkau, dengan pertimbangan penurunan daya beli masyarakat pada masa pandemi ini. 

Lingkungan

Secara umum kita mengetahui bahwa dengan dilakukannya lockdown di beberapa negara dan PSBB di Indonesia maka emisi CO2 dunia akan mengalami penurunan. Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) menyatakan 43% dari penurunan emisi CO2 berasal dari sektor transportasi dan industri. Selain itu, kualitas air juga membaik. Hal ini juga diiringi dengan membaiknya kondisi flora dan fauna dunia. Tetapi, pandemi ini juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan. 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyatakan bahwa sampah plastik domestik meningkat menjadi 5-10 gram per individu, dari 1-5 gram. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat kenaikan produksi limbah medis saat ini sebanyak 290 ton per hari (idnfinancials.com, 8 Juni 2020). Selain itu, organisasi lingkungan juga melaporkan bahwa deforestasi meningkat di tengah lockdown. Implikasi dari kejadian tersebut pada PT KAI adalah perlu dipertimbangkan oleh perusahaan untuk melakukan corporate social responsibility (CSR) yang berkaitan dengan penanaman pohon, hal ini juga didukung oleh fakta bahwa transportasi seperti kereta api banyak menyumbang emisi CO2. Selain itu PT KAI juga berpeluang untuk mengembangkan metode pengolahan limbah CO2 atau limbah lainnya (medis dan rumah tangga) yang lebih efektif menggunakan resource yang dimiliki.

Teknologi

Pemanfaatan teknologi pada masa pandemi ini meningkat drastis. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan bahwa kebiasaan baru di sektor pelayanan kesehatan menjadi indikator yang kuat bahwa pandemi ini merupakan katalis yang dapat mempercepat laju transformasi digital nasional. Hal ini didukung dengan pernyataan Daniel Oscar Baskoro (ICT for Development Researcher) bahwa terdapat 3 hal yang akan berubah yaitu: more technology, more automation, dan less mobility. 

PT KAI perlu untuk mempertimbangkan hal ini dalam mengembangkan inovasinya, terutama mengingat faktor less mobility serta perkembangan di dunia online. PT KAI perlu untuk menyesuaikan strategi marketing serta memastikan bahwa perusahaan menawarkan online services yang memadai dan tidak tertinggal. 

Politik

Ketidakseimbangan politik dimulai dari beberapa kebijakan yang dipertanyakan oleh publik. Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain adalah revisi UU KPK, UU KUHP yang membuka peluang investasi kepentingan negara dalam ranah privat, dan RUU cipta kerja atau omnibus law yang banyak memberikan keuntungan pada kaum pebisnis besar. Selain itu banyak pula yang mempertanyakan keputusan Jokowi untuk tidak melakukan lockdown. Kondisi politik yang mulai memanas ini untungnya ditangani oleh presiden dengan baik. 

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menyatakan bahwa presiden belakangan ini sering memanggil perwakilan dari partai politik untuk berdiskusi. Pertemuan ini dinilai menjadi “atmosfer” perpolitikan nasional. Penanganan ini memberikan dampak yang baik dan dibuktikan dengan data survei SMRC bahwa 39% publik setuju bahwa kondisi politik di Indonesia dalam kategori baik, 32% memilih kondisi sedang, 21% menilai buruk, dan sisanya menjawab tidak tahu. 

Kultural 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama dengan Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) meluncurkan sebuah program yang berjudul “Rekam Pandemi” yang bertujuan menggambarkan perubahan signifikan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat Indonesia akibat pandemi Covid-19. Karya-karya ini mampu memperlihatkan berbagai segi kehidupan dari berbagai sudut pandang, pengalaman, dan lokasi. Hal ini dapat menjadi data sekunder yang sangat berguna bagi perusahaan seperti PT KAI. 

Selain itu, terdapat pergeseran budaya bekerja juga. Hal ini terutama dipengaruhi oleh teleworking. Dampak positif dari diberlakukannya teleworking adalah terciptanya budaya kerja yang efisien dan dapat menurunkan biaya tertentu seperti listrik dan alat tulis kantor. Namun, survei Gallup menunjukkan bahwa bekerja jarak jauh menurunkan produktivitas sampai 17% dan omset 24%. Survei Eurofound mengungkapkan 18% responded merasa bekerja di rumah membuat mereka merasa tegang dan stres hampir sepanjang waktu. Menurut jurnal medis The Lancet, karyawan yang bekerja di rumah mengalami depresi, stres, suasana hati rendah, mudah tersinggung, gampang marah, dan insomnia. Hal ini harus diantisipasi perusahaan agar karyawannya tidak mengalami burnout. 

Microenvironment

                               

Sumber: ssteinbus306.weebly.com

The Company

        PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai perusahaan jasa yang bergerak di bidang transportasi umum berbasis rel tentu sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. PT KAI mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,41 triliun pada kuartal II 2020 yang turun 38,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Selama 6 bulan pertama di 2020 ini, PT KAI mencatat akumulasi kerugian sebesar Rp1,35 triliun, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya di mana PT KAI mencatat akumulasi keuntungan sebesar Rp1,21 triliun. Hal ini semua tak lain merupakan imbas dari pemberhentian sementara dan pembatasan operasional kereta api pada Maret-April 2020 ketika awal Covid-19 menyebar di Indonesia.

        Terhitung sejak Juni-Juli 2020, PT KAI sudah mulai membuka kembali operasional kereta api bagi masyarakat umum secara bertahap dimulai dari kereta api jarak pendek dan menengah. Pembukaan ini tentu diiringi dengan berbagai peraturan baru terkait kesehatan dan keselamatan para penumpang dan pegawai PT KAI, seperti: mewajibkan calon penumpang menyertakan surat keterangan negatif Covid-19 (Rapid/Swab) sebelum membeli tiket, menggunakan masker, face shield, dan pakaian lengan panjang mulai sejak masuk stasiun keberangkatan hingga keluar dari stasiun tujuan, mengecek suhu tubuh seluruh calon penumpang, menjaga jarak selama berada di stasiun, serta membatasi jumlah maksimal penumpang di tiap gerbong. Jika didapati calon penumpang yang tidak memenuhi aturan-aturan di atas, PT KAI akan melarang penumpang untuk berangkat dan mengembalikan biaya tiket secara penuh. Meski telah membuka operasional secara bertahap, PT KAI masih akan tetap merugi selama pandemi Covid-19 belum teratasi dengan baik. Malahan, PT KAI Berdasarkan data Agustus 2020, PT KAI mengangkut rata-rata 56 ribu penumpang per hari, berbeda jauh dengan data pada kondisi normal sebelum pandemi Covid-19 yang mampu mengangkut 200 ribu penumpang per hari.

Suppliers

        Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi, PT KAI tidak memiliki banyak suppliers untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. Walaupun begitu, kondisi suppliers di masa pandemi ini tetap sedikit banyak memengaruhi kinerja PT KAI. PT Reska Multi Usaha (RMU), anak perusahaan PT KAI yang menyediakan layanan restorasi di atas kereta api, harus putar otak akibat operasional kereta api yang sempat terhenti dan kini masih terbatas jumlahnya. Salah satu upaya yang dilakukan PT RMU adalah dengan meluncurkan aplikasi Lokomart yang menjual makanan yang selama ini dijual di dalam kereta api kepada masyarakat umum. Masyarakat cukup memesan melalui aplikasi tersebut lalu makanan ada diantar ke rumah masing-masing. Walaupun sudah berupaya maksimal, PT RMU hanya mampu meraup pendapatan sebesar Rp80 juta per hari, kontras dengan pendapatan sebelum pandemi Covid-19 yang mampu menyentuh angka Rp800 juta per hari.

        PT KAI pada Juli 2020 menjalin kerja sama dengan PT Rajawali Nusindo. Kerja sama ini berupa penyediaan layanan rapid test di beberapa stasiun besar yang dibanderol harga Rp85 ribu per penumpang. Hal ini bertujuan agar para calon penumpang tidak perlu repot mencari lokasi rapid test sebelum menaiki kereta api. Pelayanan rapid test dibuka mulai pukul 07.00 hingga 19.00 setiap harinya. Selain itu, PT KAI kini juga sedang berusaha untuk memaksimalkan operasional anak perusahaannya yakni PT Kereta Api Logistik (KALOG). Selama ini, PT KALOG hanya melayani angkutan barang, semen ,dan minyak. PT KAI ingin agar PT KALOG mampu melayani pengangkutan barang lain seperti sawit dan lainnya yang selama ini biasa diangkut menggunakan truk. Harapannya, PT KALOG dapat meningkatkan okupansi kargo kereta api dan menambah pendapatan PT KAI pula.

Marketing Intermediaries

        Selama ini, PT KAI semakin memaksimalkan penjualan dan promosi tiket secara online, salah satunya bekerja sama dengan perusahaan layanan pemesanan tiket seperti Traveloka dan Tiket.com. Traveloka pada April 2020 harus memecat 100 karyawannya demi mempertahankan operasional perusahaan. Berbagai inovasi telah dilakukan Traveloka untuk tidak sekadar memberikan layanan pemesanan tiket namun juga fleksibilitas dan rasa aman bagi calon penumpang. Beberapa inovasi tersebut antara lain: Traveloka Clean Partners (pemberian informasi mengenai mitra Traveloka yang telah memenuhi protokol kesehatan dalam operasionalnya), Traveloka LIVEstyle Flash Sale (promo diskon melalui platform live-streaming), Easy Reschedule, Pay Upon Check-In (PUCI), serta Buy Now Stay Later. Traveloka juga dikabarkan akan melantai di bursa saham (IPO) untuk mencari tambahan modal namun masih belum dapat dipastikan kapan pelaksanaannya.

        Tiket.com sebagai perusahaan layanan pemesanan tiket juga terdampak oleh pandemi Covid-19 hingga penjualan menurun 75% pada April 2020. Sama seperti Traveloka, mereka juga telah melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk bertahan di masa pandemi ini. Salah satu upaya yang dilakukan Tiket.com adalah mengubah fokus bisnis tiket.com dari penjualan tiket menjadi pelayanan konsumen (customer care). Hal ini tidak lain akibat menumpuknya permintaan refund tiket oleh konsumen pada masa pandemi ini. Perusahaan bahkan sempat harus merekrut 100 volunteers untuk membantu bagian pelayanan konsumen. Tiket.com juga memangkas biaya marketing dan discounting agar tetap dapat memenuhi gaji karyawan sebab mereka tidak ingin melakukan PHK. Selain itu, Tiket.com juga membuat inovasi program standardisasi protokol kesehatan dan kebersihan bernama “Tiket Clean” kepada para mitranya demi menciptakan rasa aman bagi calon konsumen.

Customers

        Tidak dapat dimungkiri, jumlah konsumen/penumpang jasa layanan transportasi umum di masa pandemi Covid-19 ini menurun drastis. Orang-orang saat ini sangat membatasi mobilisasinya dan lebih memilih untuk melakukan segala sesuatunya dari rumah masing-masing. Rasa takut akan penyebaran Covid-19 yang masih merebak di Indonesia membuat orang enggan untuk bepergian jauh bila memang tidak mendesak. Faktor keamanan dan kebersihan transportasi umum juga menjadi salah satu faktor utama orang-orang enggan menggunakan transportasi umum. Jika memang terdesak, orang-orang juga lebih mengusahakan untuk menggunakan transportasi pribadi dibanding transportasi umum agar tidak perlu bertemu dengan orang asing.  

Competitors

        PT Kereta Api Indonesia merupakan pemain tunggal di bidang jasa transportasi umum berbasi rel (kereta api). Walaupun begitu, operasional dan okupansi penumpang PT KAI tetap saja terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 yang membuat mayoritas orang enggan bepergian serta menggunakan transportasi umum. Jika memang terdesak untuk bepergian, orang-orang akan lebih mengusahakan untuk menggunakan transportasi pribadi agar tidak bertemu/kontak dengan orang asing.

Publics

        PT Kereta Api Indonesia sebagai salah satu BUMN sangat menggantungkan perusahaan pada pemerintah Indonesia. PT KAI telah mengajukan suntikan/talangan dana kepada pemerintah sebesar Rp3,5 triliun pada Juli 2020. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) No. 72/2020 yang bertujuan untuk mengakselerasi belanja negara terkait penanganan pandemi Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Namun, pengajuan tersebut masih dibahas oleh Kementerian Keuangan RI. PT KAI kini juga sedang mengkaji penerbitan surat utang global (global bond). Namun, Dirut PT KAI mengaku masih dalam tahap memilah penjamin emisi dan belum bisa menyebutkan nominal yang akan diterbitkan.

        Operasional PT KAI selama masa pandemi ini memang masih cukup dipertanyakan oleh masyarakat umum/publik. Terlebih, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia kian meningkat setiap harinya. Namun, berdasarkan pemberitaan dan penyebaran informasi di media selama ini, belum didapati kasus PT KAI membawa penumpang positif Covid-19 di salah satu perjalanan kereta apinya. Hal ini cukup mengesankan mengingat maskapai penerbangan seperti Citilink dan Sriwijaya Air telah menerima sanksi pemberhentian sementara beberapa rute karena terbukti membawa penumpang yang positif Covid-19.



CONSUMER INSIGHT

Consumer insight sendiri mempunyai pengertian kemampuan sebuah perusahaan dalam mempelajari apa yang dibutuhkan pelanggan. Selama masa pandemi Covid-19 ini banyak perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat. Meningat mudahnya penyebaran virus Covid-19, maka diberlakukanlah PSBB ketat yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia. Hal ini menyebabkan banyak tempat ditutup, mulai dari perkantoran, mall, hingga restoran. PSBB menyebabkan tidak adanya aktivitas sinkron dan semua dilakukan secara daring/online sehingga tidak adanya masyarakat yang pergi keluar naik kereta. Terlebih lagi, kereta api adalah transportasi umum di mana banyak manusia yang berkumpul di sana. Hal ini dapat mempercepat penyebaran virus Covid-19 itu sendiri, sehingga menimbulkan stigma di masyarakat bahwa menaiki transportasi umum seperti kereta api dapat menularkan penyakit tersebut. Alhasil, terjadilah perubahan perilaku di masyarakat dari yang umumnya berani naik kereta api menjadi takut dan lebih memilih menaiki kendaraan pribadi atau menumpang dengan orang terdekat jika ada kebutuhan untuk pergi keluar rumah.

Berdasarkan survei BPS yang bertajuk “Sosial Demografi Dampak COVID-19”, 82,5% responden memilih untuk menghindari transportasi umum, 4,8% memilih kadang/jarang menggunakan transportasi online, dan 12,7% memilih untuk tidak menghindari transportasi umum sama sekali.

                                                   

Sumber: katadata.co.id


PROBLEM SOLVING

Solusi yang kelompok kami berikan tidak sekadar meningkatkan pelayanan dan okupansi dalam kereta api penumpang, melainkan juga mengubah fokus bisnis perusahaan ke bidang lain yang memiliki potensi di masa pandemi ini.

Kolaborasi Kalog dengan E-Commerce

PT KAI memiliki anak perusahaan yang bernama PT Kereta Api Logistik (KALOG). Selama ini Kalog memiliki fokus pada pengiriman kargo, motor, semen, minyak, dan sebagainya. Kalog telah memiliki rencana untuk melakukan ekspansi seperti mengangkut kelapa sawit yang selama ini diangkut dengan truk. Peluang lain yang tampaknya belum dieksplor oleh Kalog adalah membangun kerjasama dengan e-commerce, mengingat e-commerce sedang marak saat ini. Kalog dapat menawarkan jasa pengiriman barang yang berukuran besar dan berat setelah seseorang melakukan pengiriman secara online. Hal ini berhubungan pula dengan menurunnya operasi truk angkut karena pembatasan akses antar daerah, sehingga Kalog dapat menawarkan solusi pengganti. Kerjasama tidak terbatas pada e-commerce saja, tetapi juga kerjasama dengan layanan angkut lainnya yang ingin menggantikan penggunaan truk. Misalnya kerjasama dengan JNE atau Pos Indonesia. 

Mengembangkan Customer Care

Banyak sekali travel business yang mulai menggeser fokusnya pada customer handling selama masa pandemi Covid-19 ini. PT KAI juga perlu mempertimbangkan hal tersebut, misalnya dengan memasang decontamination tunnel atau decontamination rooms pada pintu masuk dan keluar stasiun sehingga para penumpang lebih aman. Selain itu, PT KAI juga dapat mengembangkan sistem reminder protokol kesehatan pada aplikasinya sehari atau beberapa jam sebelum keberangkatan kereta. Reminder dapat berupa paragraf notice ataupun checklist hal yang perlu dipenuhi untuk protokol kesehatan yaitu: surat rapid test atau PCR, masker, face shield, dan baju serta celana panjang. 

Kolaborasi Loko Cafe dengan Jasa Layanan Antar Makanan

PT KAI melalui anak usaha, PT Reska Multi Usaha, telah meluncurkan aplikasi Lokomart yang berguna untuk melakukan pembelian makanan dan minuman di Loko Cafe secara online. Namun, aplikasi ini masih kurang dikenal oleh masyarakat umum. Promosi penggunaan aplikasi ini juga kurang gencar. PT KAI dapat mencoba untuk bekerja sama dengan aplikasi jasa layanan antar makanan seperti GoFood dan GrabFood agar Loko Cafe lebih mudah untuk ditemui oleh calon konsumen mengingat bahwa lebih banyak masyarakat yang memiliki aplikasi GoFood (Gojek) dan GrabFood (Grab) di ponselnya. Hal ini dapat menjadi alternatif bagi calon konsumen yang enggan mengunduh aplikasi Lokomart tetapi ingin membeli makanan dan minuman di Loko Cafe. Sehingga, pada akhirnya penjualan Loko Cafe dapat meningkat dan membantu menambah pendapatan PT KAI.


Referensi

Investing.com Indonesia. “5 Unicorn Indonesia Berjemaah IPO di Tengah Pandemi, Yay or Nay?” Diakses 26 September 2020. https://id.investing.com/news/stock-market-news/5-unicorn-indonesia-berjemaah-ipo-di-tengah-pandemi-yay-or-nay-2025278.

BeritaSatu.com. “Rekam Pandemi Sorot Perubahan Sosial Budaya Akibat Covid-19.” beritasatu.com. Diakses 26 September 2020. https://www.beritasatu.com/jayanty-nada-shofa/nasional/650185/rekam-pandemi-sorot-perubahan-sosial-budaya-akibat-covid19.

“Curhat tiket.com Saat Pandemi Corona: Rekrut Volunter, Sibuk 10 Kali Lipat.” Diakses 26 September 2020. https://travel.detik.com/travel-news/d-4975495/curhat-tiketcom-saat-pandemi-corona-rekrut-volunter-sibuk-10-kali-lipat.

DDTCNews. “Daftar BUMN Penerima Suntikan APBN Belum Ditambah.” Diakses 26 September 2020. https://news.ddtc.co.id/daftar-bumn-penerima-suntikan-apbn-belum-ditambah-23493.

———. “Menyoal Pembebasan Pemotongan PPh Pasal 21 Terkait Penanganan Covid-19.” Diakses 26 September 2020. https://news.ddtc.co.id/menyoal-pembebasan-pemotongan-pph-pasal-21-terkait-penanganan-covid-19-20892.

———. “Tahukah Jenis Penghasilan Jasa Ini Dibebaskan PPh Pasal 23?” Diakses 26 September 2020. https://news.ddtc.co.id/tahukah-jenis-penghasilan-jasa-ini-dibebaskan-pph-pasal-23-20165.

developer, medcom id. “Jokowi Menjaga Situasi Politik di Masa Pandemi.” medcom.id, 23 Agustus 2020. https://www.medcom.id/nasional/politik/nbwjz2xN-jokowi-menjaga-situasi-politik-di-masa-pandemi.

developer, mediaindonesia com. “Pemerintah Terbitkan Perpres 72/2020 untuk Penanganan Covid-19,” 1 Juli 2020. https://mediaindonesia.com/read/detail/324482-pemerintah-terbitkan-perpres-722020-untuk-penanganan-covid-19.

Ekonomi, Warta. “Co-Founder Tiket.com Buka-bukaan Siasat Hadapi Pandemi Corona.” Warta Ekonomi, 14 April 2020. https://www.wartaekonomi.co.id/read280995/co-founder-tiketcom-buka-bukaan-siasat-hadapi-pandemi-corona.

“Ini Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh saat Normal Baru | Indonesia.go.id.” Diakses 26 September 2020. https://indonesia.go.id/layanan/kesehatan/ekonomi/ini-syarat-naik-kereta-api-jarak-jauh-saat-normal-baru.

“Investasi Lesu saat Corona, Jokowi Andalkan Satu Resep Dorong Ekonomi - Nasional Katadata.co.id,” 16 Juli 2020. https://katadata.co.id/ekarina/berita/5f0fb0993900f/investasi-lesu-saat-corona-jokowi-andalkan-satu-resep-dorong-ekonomi.

Bisnis.com. “KA Logistik Siap Caplok Segmen Pasar Angkutan Darat | Ekonomi,” 9 Agustus 2020. https://ekonomi.bisnis.com/read/20200809/98/1276866/ka-logistik-siap-caplok-segmen-pasar-angkutan-darat.

Media, Kompas Cyber. “Telemedisin, Inovasi Teknologi di Masa Pandemi Covid-19 Mudahkan Layanan Kesehatan Halaman all.” KOMPAS.com. Diakses 26 September 2020. https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/22/183200523/telemedisin-inovasi-teknologi-di-masa-pandemi-covid-19-mudahkan-layanan.

Bisnis.com. “Pandemi Covid-19, Traveloka Klaim Ada Peningkatan Konsumen | Teknologi,” 1 September 2020. https://teknologi.bisnis.com/read/20200901/266/1285513/pandemi-covid-19-traveloka-klaim-ada-peningkatan-konsumen.

“Penumpang Citilink Positif Corona, Langgar Isolasi Didenda Rp 190 Juta.” Diakses 26 September 2020. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5181043/penumpang-citilink-positif-corona-langgar-isolasi-didenda-rp-190-juta.

“Permudah Pelanggan, KAI dan RNI Kerja Sama Hadirkan Layanan Rapid Test di Stasiun Kereta Api.” Diakses 26 September 2020. https://kai.id/information/full_news/3739-permudah-pelanggan-kai-dan-rni-kerja-sama-hadirkan-layanan-rapid-test-di-stasiun-kereta-api.

“PT KAI Kaji Penerbitan Global Bond - Market Bisnis.com.” Diakses 26 September 2020. https://market.bisnis.com/read/20200731/192/1273583/pt-kai-kaji-penerbitan-global-bond.

“Raih Bonus Demografi di Masa Pandemi Covid-19 Usia Produktif Harus Berkualitas.” Diakses 25 September 2020. https://www.bkkbn.go.id/detailpost/raih-bonus-demografi-di-masa-pandemi-covid-19-usia-produktif-harus-berkualitas.

“Saat Pandemi, KAI Sempat Hanya Angkut 62 Orang Sehari | Republika Online.” Diakses 26 September 2020. https://republika.co.id/berita/qg357v382/saat-pandemi-kai-sempat-hanya-angkut-62-orang-sehari.

SuaraMerdeka.com. “Pengandangan Armada KAI, Reska Bertahan di Tengah Covid-19 - suaramerdeka.com,” 3 Juli 2020. https://www.suaramerdeka.com/news/liputan-khusus/233326-pengandangan-armada-kai-reska-bertahan-di-tengah-covid-19.

Suryani, Anih Sri. “DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN GLOBAL,” t.t., 6.

Thomas, Vincent Fabian. “COVID-19 Terus Berlanjut, PT KAI Rugi Rp1,35 T di Semester I 2020.” tirto.id. Diakses 26 September 2020. https://tirto.id/covid-19-terus-berlanjut-pt-kai-rugi-rp135-t-di-semester-i-2020-fVri.

“Badan Pusat Statistik.” Diakses 26 September 2020. https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/815.

“Daftar Lengkap Alamat Kantor PT Kereta Api Indonesia – Info Kereta Api.” Diakses 26 September 2020. https://kereta-api.info/daftar-lengkap-alamat-kantor-pt-kereta-api-indonesia-3519.htm.

“Imbas Pandemi, PT KAI Perkirakan Laba Turun 75% - Bisnis Katadata.co.id.” Diakses 26 September 2020. https://katadata.co.id/agungjatmiko/berita/5ee836a86038c/imbas-pandemi-pt-kai-perkirakan-laba-turun-75

Indonesia, C. N. N. “Penumpang Menjerit Tiket Kereta Api Naik 40 Persen.” ekonomi. Diakses 26 September 2020. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200617143523-92-514320/penumpang-menjerit-tiket-kereta-api-naik-40-persen.

Kusuma, Hendra. “Corona Hantam Transportasi Nasional, Begini Data BPS.” detikfinance. Diakses 26 September 2020. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5001743/corona-hantam-transportasi-nasional-begini-data-bps.

Media, Kompas Cyber. “Gara-gara Corona, KAI Berencana Naikkan Tiket Kereta Api Jarak Jauh Halaman all.” KOMPAS.com. Diakses 26 September 2020. https://money.kompas.com/read/2020/05/23/083414226/gara-gara-corona-kai-berencana-naikkan-tiket-kereta-api-jarak-jauh.

Mediatama, Grahanusa. “BPS: Jumlah penumpang kereta api pada April 2020 menurun drastis hingga 83,55%.” kontan.co.id, 2 Juni 2020. http://nasional.kontan.co.id/news/bps-jumlah-penumpang-kereta-api-pada-april-2020-menurun-drastis-hingga-8355.


————————————

The Unstoppable Ninjas – Kelompok 9 – Pemasaran (B) – 2020/2021

ADILLA SITA YODIANTI

FARADINA YUNITA DEWI

RAYHAN MARFIANO ROSYADA

RIDHO SAVERO

KIRANA LALITA PRISTY


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format