The Nature of Entrepreneurship and Small Business — Managing Operation and Supply Chain

Membahas mengenai bagaimana lingkungan bisnis serta manajemen operasi dijalankan.


3
3 points

Small Business mempekerjakan sekitar setengah dari semua karyawan di sektor swasta. Setiap Small Business mewakili visi pemiliknya untuk meraih kesuksesan melalui penyediaan produk baru atau yang lebih baik dari produk sebelumnya yang beredar di pasaran. Small Business adalah jantung dari sistem ekonomi dan sosial A.S. karena mereka menawarkan peluang dan menunjukkan kebebasan individu untuk menentukan nasib mereka sendiri.

The Nature of Entrepreneurship and Small Business

1.  Apa  yang dimaksud dengan Small Business?

Karena kecil itu adalah relatif. Dalam buku ini, didefinisikan bahwa Small Business sebagai bisnis yang dimiliki dan dijalankan secara mandiri yang tidak dominan dalam wilayah kompetitifnya dan tidak mempekerjakan lebih dari 500 orang.

2.  The Role of Small Business in the American Economy

Ada satu fakta bahwa Small Business sangat penting bagi perekonomian Amerika. Bahwa lebih dari 99 persen dari semua perusahaan A.S. diklasifikasikan sebagai Small Business, dan mereka mempekerjakan sekitar setengah dari total pekerja swasta. Small Business juga berperan penting sebagai eksportir, mewakili 98 persen eksportir barang A.S. dan menyumbangkan 33 persen dari value barang ekspor. Selain itu, Small Business bertanggung jawab untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan inovasi.

3.  Industries That Attract Small Business

Small Business dapat ditemukan di hampir setiap industri, tetapi ritel, grosir, jasa, manufaktur, dan teknologi adalah industri yang sangat menarik bagi wirausahawan. Bidang-bidang ini relatif mudah dimasuki dan membutuhkan pembiayaan awal yang rendah. Pemilik usaha kecil di industri ini juga merasa lebih mudah untuk fokus pada kelompok konsumen tertentu; perusahaan-perusahaan baru dalam industri-industri ini pada awalnya tidak mengalami persaingan yang berat dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.

a.     Ritel. Pengecer memperoleh barang dari produsen atau grosir dan menjualnya ke konsumen. Ritel menarik minat wirausahawan karena mendapatkan pengalaman berbisnis di bidang ritel relatif mudah. 

b.    Grosir. Pedagang grosir menyediakan barang dan jasa kepada produsen dan pengecer. Pedagang grosir memasok produk ke pengguna industri, ritel, dan institusi untuk dijual kembali atau untuk digunakan dalam pembuatan produk lainnya.

c.     Jasa. Sektor jasa termasuk bisnis yang tidak menghasilkan barang berwujud. Jasa adalah upaya untuk memberikan sesuatu yang bernilai namun tidak dapat dimiliki secara fisik.

d.    Manufaktur. Barang manufaktur dapat memberikan peluang unik untuk Small Business. Misalnya, Irene Rhodes mendirikan Consumer Fire Products dengan menggunakan latar belakangnya di bidang teknik untuk membuat sistem yang menyemprotkan busa pelindung yang dapat terurai secara hayati di dalam rumah saat terjadi kebakaran. Dia memiliki pendapatan $ 2 juta setahun.

e.     Teknologi. High-Tech adalah istilah luas yang digunakan untuk menggambarkan bisnis yang sangat bergantung pada ilmu pengetahuan dan teknik tingkat lanjut. 

f.        Sharing Economy. Sharing economy merupakan model ekonomi yang melibatkan sumber daya yang kurang dimanfaatkan kemudian diberdayakan kepada konsumen. Pengusaha memperoleh pendapatan dengan menyewakan sumber daya yang kurang dimanfaatkan seperti penginapan atau kendaraan. Layanan berbagi tumpangan Uber dan Air Bnb adalah perusahaan yang paling terkait dengan sharing economy.

Advantages of Small-Business Ownership

1.  Independence

Mandiri mungkin salah satu alasan utama pengusaha memilih untuk terjun ke bisnis sendiri. Menjadi pemilik small business berarti yang menjadi bos adalah kita sendiri. Banyak orang memulai bisnis mereka sendiri karena mereka yakin mereka akan melakukan lebih baik untuk diri mereka sendiri daripada yang dapat mereka lakukan dengan tetap bekerja di perusahaan saat ini atau dengan berganti pekerjaan.

2.  Costs

Seperti yang telah disebutkan, small business membutuhkan lebih sedikit uang untuk memulai dan mengelola bisnisnya daripada bisnis dengan skala besar. Terlihat jelas, sebuah perusahaan dengan hanya 14 orang menghabiskan lebih sedikit uang untuk membayar gaji, sewa, utilitas, dan pengeluaran lain dibandingkan dengan perusahaan yang mempekerjakan puluhan ribu orang dengan beberapa fasilitas yang besar.

3.  Flexibility

Dengan ukuran bisnis yang kecil muncul fleksibilitas untuk beradaptasi dengan tuntutan pasar yang terus berubah. Small business biasanya hanya memiliki struktur yang sederhana atau dengan kata lain hanya memiliki satu lapisan yaitu manajemen langsung ke owners. Oleh karena itu, keputusan dapat dibuat dan dijalankan dengan cepat. 

4.  Focus

Perusahaan dengan skala kecil dapat memfokuskan upaya mereka pada ceruk pasar yang ditentukan dengan tepat yaitu sekelompok konsumen tertentu. Sedangkan perusahaan besar harus bersaing di pasar massal atau segmen pasar yang besar. Perusahaan dengan skala kecil dapat mengembangkan produk untuk kelompok konsumen tertentu atau untuk memenuhi kebutuhan yang belum ditangani oleh perusahaan lain.

5.  Reputation

Reputasi, atau bagaimana perusahaan dipersepsikan oleh berbagai stakeholder, merupakan hal yang sangat penting bagi kesuksesan organisasi. Untuk small business, karena kapasitas mereka adalah fokus pada ceruk pasar yang kecil, maka mereka dapat mengembangkan reputasi untuk kualitas dan layanan produk yang lebih baik dan mudah.

Disadvantages of Small-Business Ownership

1.  High Stress Level

Ada kekhawatiran yang terus berlanjut yang berkaitan dengan persaingan bisnis, masalah karyawan, pengadaan peralatan baru, peningkatan persediaan, kenaikan sewa, atau perubahan permintaan pasar. Selain tekanan tersebut, pemilik small business cenderung menjadi korban stres fisik dan psikologis. Keharusan melakukan banyak tugas dapat mengakibatkan jam kerja yang panjang bagi sebagian besar pemilik small business. Banyak orang kreatif gagal bukan karena konsep bisnisnya, melainkan karena kesulitan dalam mengelola bisnisnya.

2.  High Failure Rate

Beberapa hal yang dapat membuat bisnis gagal yaitu konsep bisnis yang buruk atau menyalurkan hobi menjadi bisnis, mungkin berhasil jika benar-benar berpeluang (ceruk pasar mau membeli) namun terlalu sering orang memulai bisnis semacam itu tanpa mengidentifikasi kebutuhan nyata akan barang atau jasa tersebut. Penyebab penting lainnya dari kegagalan dari small business adalah beban yang diberlakukan oleh peraturan pemerintah, dana yang tidak cukup untuk menahan penjualan yang lambat, dan kerentanan terhadap persaingan dari perusahaan yang lebih besar.

Terdapat tiga penyebab utama kegagalan small business yang perlu dicermati: kekurangan modal, kurangnya pengalaman atau ketidakmampuan manajerial, dan ketidakmampuan untuk mengatasi pertumbuhan.

Untuk memulai bisnis baik dalam skala besar atau kecil, seorang pengusaha harus memiliki konsep dari bisnis yang akan dijalankan. Kemudian bagaimana pengembangan bisnis kedepannya, status kepemilikan usaha, dan sumber dana. Tidak kalah penting juga menentukan bisnisnya apakah akan membuat bisnis baru, membuat yang sudah ada, atau membeli franchise.

Hal yang perlu dipersiapkan dalam memulai bisnis

1.Business Plan

Business plan merupakan rencana tertulis yang menjelaskan bagaimana suatu kegiatan bisnis dilakukan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Business Plan juga merupakan peta jalan atau roadmap yang memberikan arahan jelas tentang bagaimana sebuah bisnis menjawab tantangan yang akan timbul di masa depan.

2.Forms of Business Ownership

Setelah mengembangkan rencana usaha, pengusaha harus menentukan bentuk legalisasi kepemilikan,apakah perseorangan, kemitraan, atau korporasi.

3.Financial Resources

Untuk mendapatkan uang dari small business, pengusaha harus menyediakan atau mendapatkan uang(capital). Terdapat 2 cara sumber pendanaan yaitu:

1)  Equity Financing

Mekanisme pendanaan untuk perusahaan dengan menggunakan modal sendiri. Selain menggunakan modal sendiri, kita juga bisa mendapatkan dana dari venture capitalists.

2)  Debt Financing

Mekanisme pendanaan untuk perusahaan melalui jalur pinjaman (utang) yang didapat dari pihak lain di luar pendanaan internal. Dalam hal ini, pihak yang memberi pinjaman akan berstatus sebagai kreditur.

4.  Pendekatan dalam memulai bisnis kecil

Dalam memulai sebuah sebuah bisnis terdapat 2 hal dapat kita lakukan yaitu memulai dari awal atau membeli bisnis yang sudah ada ada. Terdapat beberapa keuntungan dalam membuat bisnis dari awal yaitu membuat network dengan konsumen, supplier, distributor. Salah satu cara membeli bisnis yang sudah ada adalah dengan menggunakan franchise. Franchise adalah hubungan yang salah satu pihaknya diberikan hak untuk menggunakan nama didalam bisnis tersebut. Di Indonesia kita kenal dengan nama waralaba contohnya: McDonalds. Perusahaan yang menjual franchise disebut franchiser. Sedangkan orang atau perusahaan yang membeli franchise disebut franchisee. Franchising memberikan keuntungan kepada franchisee untuk mengembangkan bisnisnya secara lebih cepat karena sudah memiliki nama dari usaha yang di franchise tersebut. Kelebihan dari franchise diataranya:

1)     Nama brand

2)     Assistant financial

3)     Kualitas produk dan jasa yang sudah terstandarisasi

4)     Tempat dan wilayah yang sudah terproteksi

5)     Break even point lebih cepat

Disamping keuntungan tentu ada kerugian diantaranya:

1)                     Produk yang terbatas

2)                     Fees dan profit dibagi kepada pihak franchisee

3)                     Tidak leluasa dalam membuat keputusan bisnis

4)                     Standar operasi yang kaku

5)                     Mudah terjadinya kejenuhan pasar

The Future of Small Business

1.  Tren demografis

Pada tahun 1946 sampai dengan 1964 disebut sebagai tahun baby boomer. Pada durasi tahun tersebut berbagai populasi bisnis meraih sukses pada masa itu namun tidak dengan bisnis kecil. Banyak pakar percaya bahwa demografis boomer adalah pasar masa depan. Kemudian muncul generasi millennial (1981-1997) dimana pada generasi ini tidak hanya berfokus dengan hanya mendapatkan uang, namun juga memfokuskan pada meningkatkan keahlian dan kapabilitas seseorang. Pada generasi ini, bekerja jarak jauh lebih dapat diterima daripada generasi sebelumnya dan komunikasi virtual menjadi sama pentingnya dengan meeting tatap muka

2.  Tren teknologi dan ekonomi

Teknologi memiliki peranan penting dalam meningkatkan komunikasi jarak jauh dari rumah dan meningkatkan efisiensi. Kemajuan teknologi juga meningkatkan kemampuan dari bisnis kecil untuk melakukan ekspansi bisnis mereka keluar negeri. Perubahan komunikasi dan teknologi kan mengizinkan perusahaan kecil untuk mengelola layanan mereka secara cepat untuk konsumen internasional. Perdagangan bebas akan membantu membentuk sebuah lingkungan dimana bisnis kecil memiliki peraturan dan batas legalitas yang rendah. Masa depan bisnis kecil kurang menjanjikan. Kesempatan untuk menerapkan kreatifitas dan entrepreneur untuk melayani konsumen tidak terbatas. 

The Nature of Operation Management. Manajemen operasi (MO), pengembangan dan administrasi kegiatan yang terlibat dalam mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa, merupakan hal yang sangat penting. Manajer operasi mengawasi proses transformasi dan perencanaan serta perancangan sistem operasi, mengelola logistik, kualitas, dan produktivitas. Manajemen Operasi adalah "inti" dari sebagian besar organisasi karena bertanggung jawab atas pembuatan barang dan jasa organisasi.

The Transformation Process. Inti dari manajemen operasi adalah melalui proses transformasi input (sumber daya seperti tenaga kerja, uang, material, dan energi) diubah menjadi output (barang, jasa, dan ide). Proses transformasi menggabungkan input dengan cara yang telah ditentukan menggunakan peralatan yang berbeda, prosedur administrasi, dan teknologi untuk membuat produk. 

Operation Management in Service Business

Berbagai jenis proses transformasi terjadi di organisasi yang menyediakan layanan, seperti maskapai penerbangan, perguruan tinggi, dan sebagian besar organisasi nonprofit. Output dari proses ini adalah menerbangkan penumpang dan / atau paket ke tujuan mereka. Proses transformasi terjadi di semua organisasi, terlepas dari apa yang mereka hasilkan atau tujuannya. Bagi kebanyakan organisasi, tujuan akhirnya adalah agar output yang dihasilkan bernilai lebih dari gabungan biaya input.

Tidak seperti barang berwujud, jasa secara efektif adalah tindakan atau kinerja yang harus diarahkan kepada konsumen yang menggunakannya. Jadi, ada komponen kontak pelanggan yang signifikan untuk sebagian besar layanan. Meskipun produsen dan penyedia layanan sering melakukan aktivitas serupa, mereka juga berbeda dalam beberapa hal. Kita dapat mengklasifikasikan perbedaan ini dalam lima cara dasar.

Nature and Consumption Output. Istilah pabrikan menyiratkan perusahaan yang membuat produk berwujud. Sebaliknya, penyedia layanan menghasilkan keluaran yang lebih tidak berwujud seperti penginapan bisnis di hotel Westin.

Uniformity of Input. Mengklasifikasikan perbedaan antara pabrikan dan penyedia layanan berkaitan dengan keseragaman input. Produsen biasanya memiliki kontrol lebih besar atas jumlah variabilitas sumber daya yang mereka gunakan daripada penyedia layanan.

Uniformity of Output. Elemen manusia melekat dalam penyediaan layanan, setiap layanan cenderung dilakukan secara berbeda. Tidak semua penjual grosir, misalnya, melayani pelanggan dengan cara yang sama.

Labor Required. Perbedaan keempat adalah jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu keluaran. Penyedia layanan umumnya lebih padat karya karena tingkat kontak pelanggan yang tinggi, produk yang mudah rusak dan variasi yang tinggi dari input dan output (kustomisasi). Sebaliknya, pabrikan cenderung lebih padat modal karena mesin dan teknologi yang digunakan dalam produksi massal barang yang sangat mirip.

Measurement of Productivity. Untuk pabrikan, mengukur produktivitas cukup mudah karena hasil nyata dan tingkat keseragamannya yang tinggi. Untuk penyedia layanan, variasi dalam permintaan (misalnya, permintaan yang lebih tinggi untuk perjalanan udara di beberapa musim daripada di musim lainnya), variasi dalam persyaratan layanan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dan produk tidak berwujud membuat pengukuran produktivitas lebih sulit.

Planning and Designing Operations Systems

Sebelum sebuah perusahaan dapat menghasilkan produk apa pun, pertama-tama perusahaan harus memutuskan apa yang akan diproduksi dan untuk kelompok pelanggan apa. Kemudian harus menentukan proses apa yang akan digunakan untuk membuat produk ini serta fasilitas yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Keputusan ini terdiri dari perencanaan operasi.

Planning The Product

Sebelum membuat produk apapun, perusahaan terlebih dahulu harus menentukan apa yang diinginkan konsumen dan kemudian merancang produk untuk memenuhi keinginan tersebut. Sebagian besar perusahaan menggunakan riset pemasaran untuk menentukan jenis barang dan jasa yang akan disediakan dan fitur yang harus mereka miliki. Ketika lingkungan pasar berubah, perusahaan harus fleksibel. Mengembangkan produk bisa menjadi proses yang panjang dan mahal. 

Designing the Operations Processes

Sebelum perusahaan dapat memulai produksi, pertama-tama harus ditentukan metode yang tepat untuk mengubah sumber daya menjadi produk yang diinginkan. Seringkali, kebutuhan dan keinginan spesifik konsumen menentukan suatu proses. Biasanya, produk dirancang untuk dibuat dengan salah satu dari tiga proses: standarisasi, desain modular, atau penyesuaian.

Standarisasi. Standardisasi adalah membuat komponen yang identik dan dapat dipertukarkan atau bahkan produk yang lengkap. Dengan standarisasi, pelanggan mungkin tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi harga produk umumnya lebih murah daripada produk yang dirancang khusus. Untuk membantu mengatasi masalah ini, ISO telah mengembangkan daftar standar global yang dapat diadopsi oleh perusahaan untuk meyakinkan pemangku kepentingan bahwa mereka mematuhi pedoman kualitas, lingkungan, dan manajerial tertinggi.

Desain modular. Desain modular melibatkan membangun item dalam unit mandiri, atau modul, yang dapat digabungkan atau dipertukarkan untuk membuat produk yang berbeda. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk mencampur dan mencocokkan komponen untuk desain yang disesuaikan. Banyak pabrikan mobil menggunakan desain modular dalam proses produksinya.

Kustomisasi. Kustomisasi membuat produk untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan tertentu. Produk yang dihasilkan dengan cara ini umumnya unik. Produk tersebut antara lain layanan reparasi, layanan fotokopi, karya seni kustom, perhiasan, dan furnitur, serta produk berskala besar seperti jembatan, kapal, dan perangkat lunak komputer. Kustomisasi massal berkaitan dengan pembuatan produk yang memenuhi kebutuhan atau keinginan banyak pelanggan individu. Pelanggan dapat memilih model, ukuran, warna, gaya, atau desain produk. 

Blockchain. Blockchain informasi teknologi dapat mengubah proses di hampir setiap industri termasuk rantai pasokan, perawatan kesehatan, dan bahkan iklan online. Blockchain adalah database publik (atau buku besar) yang aman yang mencatat semua transaksi dan tersebar di banyak komputer. Di era konsumen yang paham teknologi dan inovasi berkelanjutan, adopsi teknologi blockchain terjadi lebih cepat, contohnya adalah penggunaan scan barcode yang dapat menampilkan informasi produk.

Planning Capacity

Perencanaan proses operasional organisasi melibatkan dua bidang penting: perencanaan kapasitas dan perencanaan fasilitas. Syarat kapasitas pada dasarnya mengacu pada beban maksimum yang dapat dibawa atau dioperasikan oleh unit organisasi. Satuan pengukuran dapat berupa pekerja atau mesin, departemen, cabang, atau bahkan seluruh pabrik. Kapasitas maksimal dapat dinyatakan dalam input atau output yang disediakan.

Planning Facility

Setelah perusahaan mengetahui proses apa yang akan digunakan untuk menciptakan produknya, maka perusahaan dapat merancang dan membangun fasilitas yang sesuai untuk membuatnya. Perusahaan harus memutuskan dimana akan menempatkan fasilitas operasi mereka, tata letak apa yang terbaik untuk menghasilkan produk tertentu mereka, dan bahkan teknologi apa yang akan diterapkan pada proses transformasi.

Facility Location. Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk merelokasi atau membuka fasilitas di lokasi baru, harus memperhatikan faktor-faktor seperti perkiraan pasar, ketersediaan bahan baku, ketersediaan transportasi, ketersediaan listrik, pengaruh iklim, ketersediaan tenaga kerja, karakteristik masyarakat (kualitas hidup), dan pajak. Keputusan lokasi fasilitas bersifat kompleks karena melibatkan evaluasi banyak faktor, beberapa di antaranya tidak dapat diukur dengan tepat.

Facility Layout. Mengatur tata letak fisik fasilitas adalah tugas yang kompleks dan sangat teknis. Beberapa arsitek industri mengkhususkan diri dalam desain dan tata letak jenis bisnis tertentu. Ada tiga tata letak dasar: posisi tetap, proses, dan produk. 1.Fixed-position layout  membawa semua sumber daya yang diperlukan untuk membuat produk ke lokasi pusat. Produknya seperti gedung perkantoran, rumah, pembangkit listrik tenaga air, atau jembatan — tidak bergerak. 2.Process layout mengatur proses transformasi menjadi departemen yang mengelompokkan proses terkait. Pabrik fabrikasi logam, misalnya, mungkin memiliki departemen pemotongan, departemen pengeboran, dan departemen pemolesan.3.Product layout mengharuskan produksi dipecah menjadi tugas-tugas yang relatif sederhana yang diberikan kepada pekerja, yang biasanya ditempatkan di sepanjang jalur perakitan. Pekerja tetap di satu lokasi, dan produk berpindah dari satu pekerja ke pekerja lainnya. Setiap orang secara bergiliran melakukan tugas atau aktivitas yang diminta. Contoh produk yang diproduksi di jalur perakitan adalah mobil, pesawat televisi, penyedot debu, pasta gigi, dan makanan dari kafetaria.            

Technology. Setiap industri memiliki teknologi dasar dan mendasar yang menentukan sifat proses transformasinya. Fungsi operasi memanfaatkan komputer dengan baik di semua fase proses transformasi. Computer-assisted design (CAD), misalnya, membantu insinyur merancang komponen, produk, dan proses di komputer, bukan di atas kertas. Perangkat lunak CAD digunakan untuk mengembangkan gambar 3D. Computer-assisted manufacturing (CAM) menggunakan spesialis sistem komputer yang dipanggil untuk benar-benar memandu dan mengontrol proses transformasi. Ketika semua teknologi ini  CAD / CAM, manufaktur fleksibel, robotika, sistem komputer, dan lainnya diintegrasikan, hasilnya adalah manufaktur terintegrasi komputer (CIM), sistem lengkap yang mendesain produk, mengelola mesin dan material, dan mengontrol fungsi operasi. Perusahaan mengadopsi CIM untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas serta mengurangi biaya. 

Sustainability and Manufacturing

Manufaktur dan sistem operasi bergerak cepat untuk membangun kelestarian lingkungan dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alam. Sustainability berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan sedemikian rupa untuk menyediakan kesejahteraan jangka panjang lingkungan alam, termasuk semua entitas biologis. Tesla telah membuat kendaraan listrik murni yang juga menempati urutan teratas dalam keamanan. 

Managing the Supply Chain

Fungsi utama dari manajemen operasional adalah supply chain management. Kegiatan yang terjadi dalam supply chain management dimulai dari mengatur bahan mentah, komponen-komponennya, finishing produk, mengemas produk hingga sampai ke pembeli. Dalam supply chain management kita akan mengenal 4 tahapan proses produksi yang akan dipasarkan melalui rangkaian berikut ini ;a.      Purchasing/procurement : Pada tahap ini suatu perusahaan melakukan pembelian terhadap seluruh bahan mentah yang dibutuhkan. Departemen penjualan berusaha mendapatkan bahan dengan kuantitas yang dibutuhkan dengan mendapatkan biaya yang serendah-rendahnya (menekan biaya). b.Managing inventory :Inventory adalah seluruh bahan baku, komponen produksi, produk jadi maupun setengah jadi dan seluruh peralatan yang digunakan oleh perusahaan. Beberapa produk tidak selalu langsung habis dipasarkan, sehingga departemen pengadaan perlu menyimpan produk-produk tersebut hingga saatnya dibutuhkan. Ada 3 tipe dasar inventory : a) Finished goodsinventory : contohnya mobil yang siap diangkut ke dealer, b) Work-in processinventory : contohnya McDonald(barang setengah jadi) karena beberapa produk perlu dimasak sebelum dibeli., c) Raw materials inventory: contohnya bahan baku yang sudah dibeli namun belum memasuki proses produksi, seperti sayuran dan patties untuk hamburger. Berikut pendekatan yang digunakan untuk menetapkan berapa banyak barang yang harus dibayarkan langsung maupun tidak:

  1. Economic order quantity model (EOQ) : mengidentifikasi seberapa banyak barang yang optimal untuk dipesan demi meminimalisir biaya pengelolaan barang.
  2. Just-in time inventory management (JIT) : metode ini punya tujuan agar bahan baku siap ketika dibutuhkan. Teknik memakai bahan yang kuantitasnya lebih sedikit serta yang baru sampai di perusahaan untuk penggunaan proses transformasi. Oleh karena itu hanya memerlukan ruang penyimpanan yang sedikit dan beban manajemen inventory lainnya.
  3. Material requirements planning (MRP) : sistem perencanaan yang menjadwalkan tepatnya kuantitas yang bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk.

c.  Outsourcing

Outsourcing adalah kontrak pembuatan atau perjanjian kepada lain perusahaan independent di luar negaranya. Seperti contohnya, hampir seluruh proses produksi sepatu Nike berasal dari negara Asia seperti China, Vietnam, Indonesia, dll. Metode outsource digunakan untuk memangkas biaya operasional, dengan tingkat kepuasan customer yang besar.

d. Routing and scheduling

Routing adalah tahapan dari operasional di mana produk tersebut lulus uji coba. Scheduling; adalah kegiatan menyerahkan barang yang telah di uji coba ke masing-masing departemen bahkan ditujukan ke mesin yang telah ditentukan, pekerja dan team untuk melakukan proses produksi. Salah satu metode scheduling yang sering digunakan adalah PERT (Program Evaluation and Review Technique) dengan mengidentifikasi tugas/tahapan yang diminta untuk menyelesaikan sebuah produksi, menyusun tugas tersebut ke dalam beberapa tahapan, menentukan waktu pembuatan produk, dan mengestimasi waktu yang dibutuhkan. 

Integrating Operations and Supply Chain Management

Manajemen operasi dan supply chain bisa jadi sangat kompleks dan menantang bagi sejumlah organisasi independen yang harus menjalankan tanggung jawab mereka dalam membuat kualitas produk. Oleh Karena itu, manajemen berbagai mitra dalam supply chain dan operasi menjadi penting karena banyak stakeholder yang memegang tanggung jawab perusahaan dalam hal yang berhubungan dengan kualitas produk. Perusahaan yang bekerja dengan supplier global harus menjalankan Global Supplier Code of Counduct dan memastikan panduan tersebut dapat dikomunikasikan secara efektif. 

Business Enthusiast

1. Ade Rachman S 

2. Jessy Septalista H

3. Muhammad Ivan Fadhil

4. Pratiwi Susilo


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
1
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

20 Comments

  1. Artikel nya bagus. Good job buat semua anggota team yg sudah bekerja.
    Nama saya ridha juliansyah saya mw bertanya.
    Baru2 ini ada berita tentang usulan dari kementrian perindustrian tentang pajak mobil baru 0 persen untuk memberikan stimulus bagi pasar. Hal ini tentu akan merusak pasar mobil bekas di pasaran, yg dimana industri nya dijalankan oleh bisnis2 berukuran kecil. Pertanyaan saya, bagaimana menurut kelompok saudara terkait isu tersebut, apa dampak terburuk jika program ini dijalankan, dan bagaimana pemilik usuha mobil bekas dapat bertahan jika program ini dijalankan. Terimakasih

  2. Saya Bella Florensia dari kelas 77 C ingin bertanya, dibagian kekurangan dari Small Business, pada High Stress Level, dimana dinyatakan banyak owner small business menjadi korban stress fisik maupun psikologi, bagaimana kah cara penanganan yang tepat bagi pemilik small business yang telah terlanjur menjalankan business nya tetapi ditengah jalan mendapatkan kesulitan dan mengalami stress secara emosional dan sedang difase hampir mengalami kebangkrutan. bagaimana solusi yang ditawarkan, baik untuk kesehatan mental owner itu sendiri ataupun kepada usaha yang di jalankan?. Terimakasih.

  3. Saya Lasameil Chelsea, ingin bertanya, seperti yang dijelaskan dan juga telah dipaparkan di youtube, misalkan dari salah satu presenter telah membuka satu usaha franchise, namun dalam 1 bulan tak kunjung balik modal dalam artian, usaha tersebut sepi pembeli.. apakah penjual tetap mendapatkan untung penjualan dalam 1 bulan tersebut? apabila tidak mendapatkan untung, maka strategi untuk bulan berikutnya seperti apa, supaya bisa mendapatkan untung dipenjualan pada bulan kedua.

  4. Dear business enthusiast, saya Anastasia dari kelas 77C. Selamat ya sudah terbit artikelnya. Saya ingin bertanya bagaimana peran pemerintah dalam mendukung/memberikan stimulus kepada UMKM selama pandemi ini baik di daerah maupun pusat. Terimakasih.

  5. Dalam high stress level dikatakan, “pemilik small business cenderung menjadi korban stres fisik dan psikologis. Keharusan melakukan banyak tugas dapat mengakibatkan jam kerja yang panjang”.
    Bagaimana cara meminimalisir/mengatasi kekurangan tersebut, mengingat small Business level membutuhkan kinerja dari pemilik dan karyawan yang memang lebih ekstra untuk mempertahankan eksistensi bisnisnya?

  6. Gotta say WOW to this group for delivering this in a very interesting way. Jika diperbolehkan saya ingin bertanya. Lanskap ritel fashion saat ini menghadapi gangguan terbesarnya: pandemi virus Corona. Peritel mode di seluruh dunia berjuang keras untuk bertahan hidup. Penjualan offline anjlok karena tutupnya toko, platform e-commerce menghadapi persaingan yang sangat ketat, dan permintaan konsumen melemah. Gangguan dalam rantai pasokan tidak diragukan lagi akan terus berlanjut, tetapi pengambilan keputusan yang cepat dan tentunya tepat akan mempermudah prosesnya. Menurut anda, What detail key solutions the fashion retails company can do to stabilize inventory?

  7. Terimakasih atas artikelnya yang sangaat bermanfaat. Good job Business Enthusiast team!
    Saya Safira Pralampita Larasati ingin bertanya mengenai keterkaitan antara supply dan inventory management. Bagaimana solusinya jika terjadi “shortage” bahan baku, dimana supplier tidak bisa mengirimkan bahan baku (raw materials) yang akan digunakan untuk proses produksi? Dan apa dampak yang akan terjadi pada inventory management perusahaan tersebut? Terimakasih

  8. Topik yang menarik teman-teman, saya ingin menyoroti tentang supply chain seperti apa yang diterapkan oleh bisnis Food&beverage dengan sistem franchise untuk memastikan apabila kualitas produk ditiap tokonya sama (baik). Seperti contohnya starbuck atau mungkin Kopi Kenangan sehingga ketika konsumen melakukan pembelian di toko satu dengan lainnya, pelanggan dapat merasakan tingkat kepuasan produk yang sama. Apakah ini berhubungan dengan standarisasi bahan baku atau bagaimana ? Trimakasih.

  9. Terima kasih atas penyajian materinya yang luar biasa. Terkait MRP, biasanya dalam suatu proses produksi terkadang terjadi kegagalan produksi yang mengakibatkan cacat produk, hal ini tentu akan mempengaruhi ketersediaan material yang sudah direncanakan di awal. Agar MRP ini berjalan secara efektif dan efisien, adakah kiat-kiat khusus dari suatu perusahaan, agar estimasi material yang sudah direncanakan di awal tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di lapangan. Terima kasih.

  10. Artikel nya bagus.
    Saya Mohammad Hari Adipurna mau bertanya, apabila saya pegawai kontrak melalui outsourching dan di tempatkan di sebuah perusahaan. Menurut aturan di indonesia kira2 berapa lama saya bisa bertahan apabila tidak di angkat sebagai pegawai tetap sampe saya di keluarkan oleh perusahaan tersebut?
    Makasih

  11. Hi, nama saya Riski Anggun Pratika. Saya ingin meng-highlight tentang small business entrepreneurship atau yang biasa kita sebut UMKM di Indonesia. Mungkinkah UMKM mendapatkan high quality of employee, ada kah tips n trick bagi pelaku usaha kecil menengah untuk mendapatkan karyawan yang terbaik dengan sumber daya perusahaan yang terbatas?

  12. Menarik banget paparannya nih BusinessEnthusiast,
    Ada satu hal yang menarik yang ingin saya tanyakan. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya via vlog bahwa sudah ada standar internasional yang bertujuan untuk memastikan persyaratan pelanggan terpenuhi yaitu ISO 9001. Kalau menurut BusinessEnthusiast, seberapa efektif penerapan ISO 9001 ini untuk meningkatkan kepuasan pelanggan? Apakah perusahaan benar benar certified ISO 9001 untuk continous improvement demi kepuasan pelanggan atau mengejar status certified semata?
    Terima kasih sebelumnya – Dini Chandra Sekar

  13. Terima kasih atas artikel yang sangat membantu teman-teman. Saya Agnes Vania Kirana Dewi dari kelas C. Saya ingin bertanya. Untuk pendekatan dalam menetapkan berapa barang yang di bayar dengan menggunakan EOQ. Bagaimana cara mengidentifikasikannya/ apakah ada metode atau pergitungan tertentu untuk menentukan jumlah brng yang akan dibeli?
    Terima kasih banyak teman-teman. Sukses semua

  14. Terimakasih, artikel menggunakan bahasa yang mudah dipahami, saya Wa Ode Virgo Gusmaniar Soleman, pertanyaan saya seputar tentang franchise, yang berarti kita menggunakan nama dari perusahaan yang sudah ada. apa sajakah yang harus di pertimbangkan dan di persiapkan sebelum memilih untuk menggunakan metode franchising ini sebagai pemilik bisnis kecil yang baru memulai usahanya. terimakasih. God bless 🙂

  15. Such a good article! Saya Nuha Borninusa ingin bertanya mengenai outsourcing. Memang outsourcing memiliki banyak kelebihan bagi perusahaan, salah satunya adalah memangkas biaya operasional. Namun juga ada kekurangannya salah satunya kualitas barang yang dihasilkan bisa kurang memuaskan. Adakah solusi untuk mengatasi hal ini? Thankyou 🙂

  16. Wow! terima kasih untuk artikelnya! Pembahasan yang menarik sekali.. saya ingin bertanya, disebutkan di video bahwa ukuran tingkat produktivitas barang dan jasa berbeda. Jika barang lebih bisa diukur dari segi tingkat produktivitasnya, jika jasa atau servis lebih sulit untuk dihitung tingkat produktivitasnya. Nah, yang ingin saya tanyakan, menurut Anda bagaimana cara mengukur tingkat produktivitas jasa atau servis dan apakah bisa diberikan contoh realnya ketika ingin membuka bisnis terkait dengan bidang tersebut? terima kasih.

  17. keren grup 2! Saya mau tanya, salah satu tantangan dalam memulai small business adalah dalam menentukan harga yang tepat untuk pasar. Step- step atau analisis seperti apa yang perlu dilakukan untuk menentukan harga yang tepat untuk pasar? terimakasih 🙂

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format