Kitchen Nightmares : LIDO Di Manhattan Ristorante’s Case

LIDO Di Manhattan adalah sebuah restoran yang terletak di pinggir pantai Manhattan, USA. Restoran ini menyajikan berbagai menu fresh food ala Italia dan California.


0

Kitchen Nightmares merupakan serial televisi Amerika Serikat yang dibawakan oleh Gordon Ramsay. Gordon Ramsay akan datang ke restoran yang tengah dilanda masalah dan membimbing pemilik restoran untuk menghidupkan kembali bisnisnya dalam waktu seminggu. Pada season 3 episode 8 tahun 2010, Gordon Ramsay mendatangi restoran bernama “LIDO Di Manhattan” yang dipimpin oleh pemilik muda bernama Lisa. Lisa lulus kuliah di umur 23 tahun dan setelah lulus Lisa memutuskan untuk membuka restoran. Dalam membuka usahanya, dia dibantu oleh ayahnya untuk meminjam uang sebagai modal awal dalam membuka restorannya. Restoran yang dijalankan oleh pemilik merupakan restoran sehat dimana mereka menyediakan makanan-makanan seperti salad, makanan yang fresh, dan masih banyak lagi makanan yang bertema kesehatan. Bagi karyawan, Lisa merupakan pemimpin yang baik dan ramah bagi mereka. Dia menganggap karyawannya seperti teman sendiri, namun, akibat dari gaya kepemimpinan seperti itu, membuat pemilik terlihat tidak tegas dan menganggap hal yang kurang baik menganggap bukan masalah. Pada saat Gordon Ramsay mendatangi restorannya, dia berbincang-bincang dengan beberapa para karyawan. Gordon Ramsay sempat berbincang dengan manajer dan menemukan fakta bahwa manajer di restoran tersebut merupakan kekasih dari pemilik. Hal tersebut cukup mengagetkan Gordon Ramsay. Setelah bertanya-tanya, Gordon Ramsay mulai mencicipi beberapa menu. Akan tetapi, reaksi Gordon Ramsay saat menyantap beberapa makanan tidak baik. Respon dari Gordon Ramsay negatif terhadap restoran tersebut. 

Gordon Ramsay mulai memeriksa dapur restoran tersebut dan menemukan banyak sekali masalah yang ada pada sistem operasional, seperti bahan baku yang tidak fresh, koordinasi antar karyawan yang buruk, dan masih banyak lagi. Pada saat restoran dibuka, banyak sekali permasalahan yang terjadi, seperti koordinasi antar karyawan tidak bagus, lama menyajikan makanan kepada pelanggan, makanan tidak sesuai dengan selera konsumen sehingga pelanggan meminta mengembalikan hidangan tersebut, dan saat mengkoordinasi dapur Gordon Ramsay menemukan ruangan dapur tidak dibersihkan atau sangat kotor. Hal tersebut membuat Gordon Ramsay memperingatkan pemilik untuk membersihkan dapur terlebih dahulu, namun, pemilik tidak memberikan respon yang baik. Pemilik tidak peduli dengan kebersihan dapur, selagi pelanggan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Akibat perkataan pemilik, Gordon Ramsay sangat marah terhadap tanggapan pemilik, sehingga Gordon Ramsay yang mendengar hal tersebut memanggil beberapa pelanggannya untuk masuk ke dapur. Gordon Ramsay menunjukan debu-debu yang ada pada dapur, sehingga akibat terlalu lama menyajikan dan melihat kebersihan dapur pemilik membuat beberapa pelanggan pergi dari restoran tersebut. Setelah kejadian tersebut, pemilik sangat kesal dan menganggap hal tersebut mencemarkan nama baiknya dan dia sangat malu karena perlakuan Gordon Ramsay. Peristiwa tersebut membuat pemilik terpuruk, namun saat pemilik berani bangkit kembali dan mulai mempelajari hal-hal yang baru dari Gordon Ramsay. Gordon Ramsay juga memberikan tantangan untuk Lisa, dimana dia harus membuat sistem operasional baru. Keesokan harinya, pemilik mempresentasikan sistem operasional kepada karyawan dan Gordon Ramsay. Para karyawan mulai bersemangat lagi menjalankan sistem baru. Keesokan harinya, Restoran menggunakan sistem baru mereka dan mendapatkan hadiah layout restoran yang baru, menu yang baru dari Gordon Ramsay serta teknologi yang baru.  

Pertama kali mereka menjalankan sistem yang baru, mereka mengalami kesulitan pada bagian para Chef. Chef tidak memiliki komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga menghambat keluarnya hidangan, yaitu terlambatnya menyajikan makanan kepada pelanggan yang membuat beberapa pelanggan menunggu terlalu lama. Gordon Ramsay yang mengetahui hal tersebut memberi nasihat kepada Lisa untuk lebih tegas dalam mengatur komunikasi dan koordinasi pada bagian dapur (chef). Hari berikutnya, hal yang sama terjadi, dimana permasalahan datang kembali pada bagian chef. Lisa dan Gordon Ramsay menegur mereka, namun karena keadaan yang terdesak menyebabkan 3 (tiga) chef keluar dari restoran. Kepanikan mulai terjadi, namun Gordon Ramsay mencoba membantu mereka dengan memanggil temannya yang seorang chef untuk diminta membantu restoran tersebut untuk sementara. Saat chef pilihan Gordon Ramsay datang dan mulai mengkoordinir dan berkomunikasi kepada semua pihak yang terlibat dalam dapur, tiga (3) chef yang sebelumnya memutuskan untuk keluar, akhirnya mereka kembali lagi untuk bekerja di restoran tersebut dan mereka bersedia menerima ilmu baru dari chef yang Gordon Ramsay rekomendasikan/ membantu di restoran tersebut untuk sementara. Pada akhirnya, Restoran “LIDO di Manhattan” masih beroperasi dan dapat bertahan hingga saat ini.

Tentang LIDO Di Manhattan

LIDO Di Manhattan adalah restoran anggur berkelas & kontemporer yang menyajikan masakan Italia, California segar di Pantai Manhattan, CA selama lebih dari 25 tahun. LIDO memiliki staf yang energik, energi yang meriah dari LIDO Di Manhattan Ristorante & Bar terus-menerus diramaikan dengan acara-acara khusus, happy hour, musik live, dan mencicipi anggur. LIDO saat ini terbuka untuk makan di tempat dan dibawa pulang. LIDO juga mengikuti semua protokol jarak sosial dan sanitasi di teras dengan jam buka untuk makan dari jam 4 sore sampai dengan jam 8:30 malam setiap hari. LIDO juga menerima pesan online melalui mitra pengirimannya seperti Postmates, Uber Eats, dan DoorDash.

Restoran LIDO juga menawarkan katering layanan lengkap, membuat menu untuk setiap kesempatan, dari pesta pribadi dan pertemuan perusahaan hingga perayaan pernikahan dan acara khusus yang mewah. Departemen katering di LIDO Restaurant akan membantu Anda dengan perencanaan menu, staf yang sangat terampil, persewaan, minuman, dekorasi, dan banyak lagi. LIDO telah menjadi partner katering untuk beberapa brand ternama seperti untuk Program acara TV ,studio film, dan studio rekaman seperti Jimmy Kimmie, Marvel serta Taio Cruz, pabrik otomotif seperti Audi dan Lexus, dan bank besar seperti Marrill Lynch serta masih banyak lagi.

Suasana keanggunan tradisional LIDO Di Manhattan yang digabungkan dengan bakat kontemporer membuat area lounge dan bar menjadi ruang yang mengundang untuk kegiatan sosial dan koktail. LIDO memiliki tempat yang luas dan karya seni penuh warna menciptakan palet interior yang nyaman dan berkelas, cocok untuk segala acara. Selain itu, terdapat teras luar ruangan besar yang dapat menampung hingga 55 orang di bagian belakang restoran yang dapat disewa atau digunakan untuk acara khusus.

LIDO memiliki beberapa event salah satunya untuk setiap hari kamis yakni Wine Club yang menyajikan minimal 5 anggur berbeda untuk dicicipi bersama dengan makanan pembuka hanya dengan $ 16 / orang. LIDO juga memiliki potongan diskon 15% untuk anda yang tetap tinggal dan melanjutkan makan malam dan jika anda membeli anggur mereka juga akan membantu untuk membuka sumbatan anggur yang dibeli. LIDO memiliki beberapa menu seperti Take out family dinners, Dinner, Cocktails, After dinner dan dessert, Wine, Lunch banquet, Dinner banquet, Auction menu, catering dinner, dan Corporate Catering serta paket-paket yang ada di dalam menu tersebut.

Permasalahan yang ada pada restoran LIDO Di Manhattan


Video tersebut menunjukan bahwa pemilik tidak paham dengan lika-liku bisnisnya sendiri. Permasalahan yang dihadapi yaitu terkait dengan layout, dari pesanan masuk hingga pelayanan terhadap pelanggan. Adapun masalah planning, di video tersebut dimana owner memulai bisnisnya yang berawal dari motivasi ingin bekerja untuk diri sendiri, akan tetapi pemilik masih belum memahami mengenai bisnis sehingga memiliki tidak melakukan pembaharuan atau tidak update terhadap perkembangan zaman. Akibatnya, pemilik tidak melakukan perubahan-perubahan yang baru karena dia merasa nyaman dengan chemistry restoran tersebut. Pemilik juga tidak mendukung suasana lingkungan dan karyawannya, dan tidak mengimbangi konsep serta rencana ingin membuat bisnisnya yang seperti apa. Beberapa permasalahan pada restoran tersebut yang ditemukan:

1. Inventory system kurang baik 

Pada kasus di restoran ini, ditemukan bahwa bahan baku dalam membuat makanan sehat (fresh food) masih buruk. Saat Gordon Ramsay memeriksa, ditemukan bahwa bahan baku daging sudah tidak berkualitas baik lagi. Pemilik maupun chef tidak mengetahui mengenai cara atau tindakan yang harus dilakukan untuk menyimpan bahan baku tersebut agar tetap segar. Jika hal ini diteruskan maka akan membuat konsumen kecewa, bahkan mungkin tidak melakukan pembelian ulang di restoran tersebut. Selain itu hal ini juga mempengaruhi branding dari restoran yang akan tertanam di benak konsumen bahwa restoran ini menyediakan makanan yang tidak fresh. 

2. Menggunakan sistem operasional yang lama

Pemilik memulai memegang bisnisnya dengan orang tuanya terutama pihak ayah. Sehingga segala sesuatu dikerjakan dengan menggunakan sistem yang lama. Bahkan, mesin kasir dari yang ada pada restoran tersebut tidak update dengan perkembangan zaman yang ada. Mesin kasir kuno tersebut sangat menyulitkan karyawan dalam memasukan data pesanan pelanggan dan terbilang sangat lama untuk memprosesnya. 

3. Pemilik tidak peduli dengan permasalahan yang ada di dapur restoran maupun karyawannya

Pemilik mengatakan bahwa dapur setiap saat dibersihkan, namun Gordon Ramsay menemukan tumpukan debu di beberapa titik yang krusial di dapur. saat Gordon Ramsay memperingatkan pemilik untuk membersihkan dapur terlebih dahulu, pemilik tidak setuju karena ada pelanggan dan menunjukan ketidak peduliannya karena pemilik mengatakan, hal tersebut tidak akan memberi pengaruh kepada pelanggan.

4. Tidak ada koordinasi yang baik antara karyawan terutama chef

Para karyawan belum bisa berkoordinasi dengan baik. Hal tersebut membuat perpecahan pada pihak internal restoran, terutama bagi para chef. Peran chef sangat penting bagi suatu restoran karena mereka adalah pihak yang membuat pelanggan menentukan apakah mereka akan kembali datang atau tidak. Namun, di restoran ini, tidak adanya koordinasi yang baik membuat antar chef maupun chef dengan pihak yang melayani konsumen sering bentrok, sehingga menghalangi jalannya bisnis seperti pelanggan tidak puas akibat cita rasa atau makanan yang bermasalah dan penyajiannya yang lama.

5. Memulai bisnis dengan bermodalkan nekat, dimana pemilik belum memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis serta belum memiliki konsep yang matang dan tidak memiliki SOP untuk restoran maupun karyawan

Pemilik masih terbilang cukup muda dalam membuka bisnisnya. Pemilik merasa jika dia menginstruksikan  karyawannya dalam melakukan kegiatan bisnisnya, namun  pemilik juga tidak mengawasi karyawannya. Dalam kasus tersebut, terlihat bahwa restoran tidak memiliki SOP. Sehingga untuk mengontrol kegiatan bisnisnya sangat susah dan terlihat bahwa internal dari restoran tersebut sangat berantakan. Restoran juga tidak memiliki struktur organisasi, sehingga tidak ada pembatasan wewenang antara pemilik dan karyawan. Pemilik menganggap karyawan sebagai teman dekatnya. Hal tersebut membuat karyawannya tidak ada yang mau memberikan tanggapan yang buruk terhadap sistem kepemimpinan memiliki.

6. Tidak adanya pelatihan khusus bagi karyawan

Sebelum menjalankan bisnisnya, pemilik hanya langsung merekrut orang-orang, tanpa melihat latar belakang orang tersebut. Saat menjalankan bisnis tersebut, para karyawan tidak mendapatkan pelatihan khusus dalam bidangnya. Chef dan karyawan hanya diberikan arahan untuk melakukan tugasnya, tetapi mereka belum tahu bagaimana cara yang benar untuk melakukan tugas-tugas tersebut, seperti, contohnya, chef yang bertugas belum tahu cita rasa khas restoran tersebut dan standar rasa yang diperlukan untuk membuat suatu menu, oleh karena itu restaurant menjadi tidak punya karakter rasa yang khas. Meskipun mereka berhasil menyesuaikan diri dengan pekerjaannya, namun halangan utama mereka adalah karyawan merasa bingung untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi satu sama lain.

Restoran LIDO Di Manhattan menjual produk tangible dan intangible. Tangible product merupakan produk berupa barang, dalam konteks restoran ini berupa makanan dan minuman yang disajikan kepada pelanggan restoran. Intangible product merupakan produk tak berwujud, yaitu servis yang diberikan kepada pelanggan restoran. Untuk menghasilkan produk tersebut, proses transformasi input menjadi output diperlukan. Input merupakan sumber daya yang dibutuhkan untuk menciptakan output, dalam kasus LIDO Di Manhattan berupa bahan makanan serta tenaga kerja.

Kegiatan operasi LIDO Di Manhattan memiliki kendala pada saat mengubah input menjadi output. Permasalahan ini terkait dengan penyimpanan bahan baku, tenaga kerja, dan quality control. Sistem inventory restoran tidak baik sehingga bahan baku yang dimiliki sudah tidak segar pada saat diolah menjadi makanan. Hal ini mengakibatkan turunnya kualitas makanan yang disajikan kepada pelanggan. Sejumlah pelanggan mengeluhkan rasa makanan, bahkan mengembalikan pesanan mereka untuk dikoreksi rasa maupun tingkat kematangannya. Keluhan pelanggan ini mengindikasikan bahwa LIDO Di Manhattan tidak memiliki sistem pengendalian kualitas yang baik terhadap produk yang dihasilkan.

Masalah lain yang terjadi adalah waktu delivery makanan kepada pelanggan yang tergolong lama sehingga mengakibatkan sejumlah pelanggan meninggalkan restoran tersebut. Lamanya waktu penyajian ini terjadi karena kemampuan koordinasi dan komunikasi yang rendah di antara pegawai restoran, mulai dari penerima pesanan hingga chef, sehingga proses memasak menjadi tidak efektif. Process layout juga turut ambil bagian dalam masalah delivery time ini. Process layout merupakan pengelompokan tata letak unit produksi sesuai kesamaan fungsi. Pemilik menggunakan layout dari pemilik sebelumnya dan tidak membuat perubahan walaupun layout tersebut kurang efektif.

Solusi permasalahan bagi Restoran LIDO Di Manhattan

1. Bahan baku yang digunakan di restoran LIDO menggunakan bahan baku yang tidak fresh sehingga mempengaruhi citarasa masakan. Sebaiknya restoran ini menggunakan sebuah sistem untuk mengatur bahan baku yang masuk dan keluar. Hal ini dimaksudkan agar bahan baku yang digunakan bisa selalu fresh, selain itu juga mengurangi biaya inventory apabila disimpan terlalu lama. Tanpa pengadaan bahan baku yang tepat, baik jumlah maupun waktu kedatangannya, maka akan berdampak pada melesetnya rencana produksi yang sudah dibuat. Salah satu sistem yang bisa digunakan adalah MRP. MRP atau Material Requirement Planning adalah metode yang digunakan untuk membuat rencana kebutuhan material dengan memperhitungkan jumlah dan waktu kedatangan materialnya. MRP memiliki beberapa tujuan, salah satunya yaitu mengurangi jumlah persediaan. MRP dapat menentukan jumlah komponen/bahan baku yang dibutuhkan dan kapan komponen/bahan baku tersebut dibutuhkan untuk suatu Jadwal Produksi Induk (Master Production Schedule). Dengan demikian, perusahaan yang bersangkutan hanya perlu membeli material (komponen/bahan baku) tersebut pada saat dibutuhkan saja sehingga dapat menghindari kelebihan persedian material.

2. Sebaiknya restoran membuat SOP yang jelas agar dalam kegiatan operasional tidak ada miss lagi. SOP yang dibuat harus memperhatikan keamanan dan kenyamanan pelanggan. Dengan adanya SOP juga membuat karyawan perusahaan menjadi lebih teratur dan dapat mengerjakan tugas dengan baik. Hal ini juga dapat mempermudah kita dalam melakukan penilaian terhadap kinerja dan mengevaluasi untuk meningkatkan bisnis restoran. Memperbaiki sistem operasional bisa menjadi solusi agar perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien dalam menjalankan bisnisnya. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap sistem yang telah dilakukan agar kesalahan-kesalahan dapat lebih cepat teridentifikasi.

3. Hal selanjutnya yang menjadi perhatian adalah buruknya koordinasi antar chef. Ini disebabkan karena tidak adanya jobdesc yang jelas antar karyawan di restoran tersebut. Sebaiknya sebelum membuka sebuah usaha, pemilik membuat jobdesc terlebih dahulu agar pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing karyawan menjadi lebih jelas dan terarah, sehingga tidak terjadi ketimpangan antara satu dengan yang lainnya. Dengan deskripsi pekerjaan yang seperti itu, akan sangat mempermudah karyawan untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya agar sesuai dengan apa yang diminta oleh perusahaan. Penyusunan jobdesc juga memiliki manfaat antara lain : sebagai dasar dalam menentukan sistem kompensasi di dalam perusahaan melalui proses evaluasi jabatan, Sebagai dasar untuk pembentukan performance appraisal system, penyusunan program-program pengembangan sumber daya manusia, promosi jabatan, rekrutmen, dan sebagainya, membantu seseorang untuk bisa lebih mengerti mengenai tugas wewenang maupun tanggung-jawab dari jabatannya. Dalam hal ini juga akan membantu dalam hal memberi bahan orientasi jabatan untuk posisi yang baru, memperjelas ruang lingkup jabatan dalam sebuah organisasi sehingga terhindar dari kemungkinan salah interpretasi, overlapping, dan sebagainya, dan terakhir bisa juga membantu dalam program-program perencanaan dan pengembangan organisasi termasuk diantaranya program-program pelatihan, pengaturan kembali sistem dan prosedur kerja dan lain-lain.

4. Pemilik mempunyai tekad yang besar untuk membuka usaha, tetapi tidak didasari bekal pengetahuan berbisnis yang cukup untuk membuka restaurant. Pemilik seharusnya membuat business plan untuk merancang jalannya operasional dari restaurant. Business Plan terdiri dari beberapa komponen seperti timeline, executive summary, mission statement, company background, product description, marketing plan, competitor analysis, SWOT analysis, operations, financial planning. Operation merupakan salah satu aspek yang digunakan dalam Business Plan sehingga perlu diperhatikan rancangannya. Teori ini berhubungan dengan kasus operasional restaurant tersebut dan cocok diterapkan untuk memulai membuat SOP dari awal.

5. Permasalahan yang ada pada LIDO Di Manhattan Restaurant seperti, dapur yang kotor, teknologi yang digunakan mesin kasir masih belum up-to-date sehingga mempersulit karyawan untuk mencatat jalannya transaksi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Pemilik restoran yang cenderung acuh dalam penanganan jalannya operasional restaurant bisa diatasi dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP). SOP adalah rangkaian instruksi tertulis yang dijadikan pedoman tentang berbagai proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan. Pembuatan SOP harus bersifat mudah, jelas, efisiensi, efektif, selaras, terukur, dan dinamis, dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan prinsip pembuatan SOP yang ada. Jika SOP sudah ada, pemilik restoran menjadi lebih mudah mengatur hal-hal yang bersifat operasional karena SOP sudah ada.

6. Tidak adanya struktur organisasi yang jelas, menyebabkan ada perasaan yang tidak enak dari karyawan kepada pemilik jika ingin melakukan komplain juga menjadi permasalahan yang dasar dari LIDO di Manhattan. Hal ini bisa diatasi dengan pemilik bersikap lebih terbuka untuk menerima saran. Selain itu, pembuatan struktur organisasi juga sama pentingnya untuk mengatasi masalah tersebut. Menurut Robbin (2007) struktur organisasi merupakan acuan sebagai penentuan bagaimana pekerjaan dibagi dan dikelompokkan secara formal dalam suatu organisasi. Struktur organisasi juga membantu pemilik restaurant untuk menentukan tanggung jawab perorangan terhadap tugas yang harus dilakukan. Terlebih lagi, manager restaurant juga memiliki tanggung jawab penuh dalam melakukan kegiatan operasional restaurant sehari-hari. Menurut Ferrell, dkk. (2020) peran manajer dalam suatu organisasi terbagi atas planning, organizing, directing, dan controlling. Hal tersebut dapat dilihat lebih lanjut pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Tugas seorang manajer dalam suatu organisasi
Sumber: Farrell, dkk., 2020

Pemilik dapat mengontrol pekerjaan manajer, sedangkan manajer mempunyai tugas-tugas di atas untuk diterapkan. Hal ini tentunya juga bisa diterapkan dalam managerial operational LIDO Di Manhattan Restaurant.

7. Kurangnya skill yang dimiliki oleh karyawan, termasuk chef yang bertugas di dapur untuk  memasak menjadi permasalahan dari LIDO Di Manhattan Restaurant. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memberikan pelatihan atau training terhadap karyawan sesuai dengan tugasnya, sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam suatu organisasi atau perusahaan sehingga dapat mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuannya.

Daftar Pustaka :

1. Ferrell, dkk. 2020. Business Foundation. 12th Edition. New York: Mc Graw Hill.

2.Tujuan dan Penerapan Material Requirement Planning. Diakses 01 Oktober 2020. https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-mrp-material-requirement-planning-tujuan-penerapannya/

3.Membuat Standar Operasional Prosedur Restoran. Diakses 01 Oktober 2020. https://www.jojonomic.com/blog/membuat-standar-operasional-prosedur-restoran/

4.Penjelasan dan Deskripsi Proses. Diakses 01 Oktober 2020. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/job-description-definisi-dan-proses.html

5. Business Plan. Diakses pada tanggal 01 Oktober 2020. https://www.finansialku.com/membuat-rencana-bisnis-atau-business-plan/

6. Peraturan Menteri PER/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan SOP Administrasi Pemerintahan. Diakses pada 01 Oktober 2020. https://jdih.menpan.go.id/data_puu/PERMEN%2021%202008.pdf

7. Robbins dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Jilid 2. Jakarta : Salemba Empat

Nama Anggota Kelompok :

1. Ibrahim Aufa

2. Eva Latifah P S

3. Dini Chandra Sekar

4. Agnes Vania Kirana D

5. Nuha Borninusa S


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format