Bisakah Visi Kafe Robot x Penyandang Disabilitas Meroket di Indonesia?

Terinspirasi dari salah satu kafe robot x disabilitas di Jepang, kami ingin menumbuhkan hal serupa di Indonesia. Sebelum eksekusi, ayo kita analisis.


6
6 points

Terinspirasi dari Kafe Dawn Ver Beta, Jepang

Kafe merupakan tempat yang cocok untuk digunakan sebagai tempat berkumpul atau sekadar bersantai untuk melepas penat sehabis beraktivitas. Fasilitas dan layanan yang disediakan di café adalah minuman dan makanan ringan, terkadang di beberapa kafe juga terdapat live music yang menjadi nilai tambah untuk kafe tersebut dan menjadi hiburan bagi para pelanggan. Pada umumnya, pelayan atau waiters merupakan manusia normal yang bekerja untuk melayani saat ada pelanggan. Tapi, pernahkah kamu berkunjung ke kafe dimana pelanggan dilayani oleh robot yang dikontrol dari jauh oleh penyandang disabilitas?

Sebuah kafe di Tokyo, Jepang bernama Dawn Ver Beta  melayani pelanggan dengan robot buatan Ory Lab. Uniknya, robot-robot ini cukup dikendalikan dari jarak jauh oleh pemilik yang merupakan penyandang disabilitas.

 Ada lima robot yang dipekerjakan yang dimana semuanya dikontrol dari jarak jauh. Robot bernama OriHime-D dikontrol dengan menggunakan tablet atau komputer oleh penyandang disabilitas yang digunakan untuk menyambut pelanggan, menerima pesanan, hingga menyuguhkan hidangan ke para pelanggan. Orang-orang ini akan mendapatkan bayaran sebesar 1.000 yen atau sekitar Rp 128.000/jam.

Menganalisis Marketing Stimuli Kafe Dawn Ver Beta

Marketing Stimuli adalah setiap komunikasi atau stimuli baik itu bersifat fisik maupun visual yang didesain untuk mempengaruhi konsumen. Stimulus pemasaran ini terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi. Stimulus lainnya adalah ekonomi dan teknologi.

Kafe Dawn Ver Beta merupakan kafe pada umumnya yang menjual berbagai macam makanan dan minuman untuk pelanggan berkumpul dan bersantai, yang membedakan kafe ini dengan kafe lainnya adalah pekerja di kafe ini merupakan orang Jepang yang menyandang disabilitas.

Sumber gambar: http://bit.ly/cafejapanunik

Konsep ini dibuat oleh Ory Lab bermaksud untuk membantu penderita disabilitas agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup dan membuat mereka merasa diperlakukan sama seperti orang pada umumnya.

 Seperti yang kita ketahui, Jepang adalah sebuah negara dengan perkembangan teknologi yang  sangat luar biasa. Bagi Jepang, konsep kafe dengan mesin dan robot bukanlah hal yang mustahil. Negeri sakura ini selalu membuat inovasi baru setiap tahunnya, mulai dari hal yang biasa saja hingga hal yang tidak pernah terpikirkan oleh masyarakat negara lain.

 Tentu inovasi ini disambut baik oleh masyarakat Jepang terutama kalangan disabilitas. Konsep pelayanan dengan robot ini tidak hanya untuk melayani pelanggan melainkan robot ini juga didesain untuk merespon berbagai pertanyaan dan permintaan pelanggan.

    

Konsep kafe ini dipromosikan melalui internet dan berita. Selain itu, banyak pengunjung yang sudah pernah berkunjung ke kafe ini membuat sebuah vlog yang tentunya membuat kafe ini diketahui oleh banyak orang.

Analisis Perilaku Pembeli Sebagai Penunjang Berhasilnya Kafe

Kami berencana membangun kafe dengan konsep serupa di Indonesia. Namun, apakah hal tersebut akan efektif? Akankah kami mendapat perhatian yang cukup untuk membuat kafe tersebut bertahan?

Gambar milik pribadi

Melalui analisis consumers market and buyer behavior, kami berupaya mengetahui potensi yang dimiliki bisnis ini di Indonesia. Faktor pengaruh pertama yang akan dibahas adalah faktor kultural. Secara kultural, Indonesia belum terlalu mengenal potensi yang dimiliki orang penyandang disabilitas. Mayoritas masyarakat masih mempertanyakan mengenai kemampuan penyandang disabilitas dalam beraktivitas, umumnya dalam melayani di bidang jasa.

Viral X Kultural

Dengan adanya kafe ini, kami berpikir untuk menggunakan dengan sedikit strategi yang kami sebut sebagai V2V atau “viral to value”. Konsep ini menggabungkan antara faktor kultural dan sosial. Dimana dimulai dari kultur stigma dan peliyanan yang sudah dibahas di atas, akan memunculkan orang-orang yang terkejut dengan adanya konsep ini. Orang-orang tersebut diprediksi akan datang ke kafe ini untuk sekedar coba-coba.

Mulai dari coba-coba itu, kami menargetkan adanya ‘volunteer’ yang akan akan menunjukan kafe ini lewat sosial media. Seperti yang kita tahu, sosial media dan testimoni seseorang sudah selayaknya epidermis suatu usaha. Apalagi bila yang memberi testimoni adalah influencer atau justru orang terdekat dari viewer testimoni tersebut. Pemasaran dari mulut ke mulut pun akan mulai terjadi, dan biasanya akan lebih mempengaruhi calon pasar kami ketimbang melalui iklan-iklan yang harus kami usahakan.

Tentu kami juga harus menjaga value dari produk kami agar tidak berakhir di ‘viral’ saja. Perlu sekali untuk memastikan kafe akan terus terkenal setelah musim viral tersebut lewat. Untuk itu, kami berpendapat bahwa ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi nilai produk, selain rasa makanan yang tentu saja harus enak.

Faktor pertama yang kami targetkan adalah ‘menembak’ ke arah personality dari calon pembeli. Kami menargetkan untuk membuat calon pembeli merasa percaya diri terhadap pelayanan dari penyandang disabilitas, dan bukan hanya robot. Kami juga akan mengusahakan agar para konsumen pun bersemangat untuk repurchase produk kami, dengan cara menguatkan nilai “disabilities’ empowerment”.

Tentunya, target pasar yang sesuai adalah orang-orang di usia remaja tahun ini (generasi Z) hingga orang-orang dewasa (Milenial). Dari seluruh kelompok life cycle, tentunya generasi Milenial, Y, hingga Z adalah yang paling tertarik dengan konsep “disabilities’ empowerment” karena pikiran mereka cenderung lebih terbuka dan tertarik dengan hal baru.

Berdasarkan pada teori Kotler dan Amstrong, kami berpendapat bahwa kafe robot ini akan terletak pada “complex buying behavior”. Mengingat bahwa kafe ini memiliki konsep yang sangat berbeda dan bahkan bisa dibilang akan menjadi yang pertama di Indonesia dan satu-satunya untuk beberapa waktu. 

Bagaimana Konsumen Akan Menerima Kafe

Sebagai kafe ‘satu-satunya’ ini, kami yakin akan menciptakan rasa penasaran atau “interest” yang kuat pada masyarakat.

Selain penasaran, tentu konsumer sendiri akan mempertimbangkan banyak hal sebelum mengonsumsi produk kami. Kenapa? Apakah sekedar karena ingin merasakan dilayani robot? Apakah karena ingin mengembangkan kemampuan penyandang disabilitas? Apakah akan berbahaya bila dilayani robot? Apakah ada kafe lain yang memiliki konsep pelayanan oleh robot? Bila ada, apa alasan untuk memilih kafe kami? Tentunya akan banyak pertimbangan atau biasa disebut sebagai “evaluation” yang akan dilakukan oleh calon konsumen kami.

Tapi kembali lagi ke pembahasan sebelumnya, bila sudah testimoni, atau bisa disebut sebagai “trial”, oleh beberapa orang, pasti akan segera viral dan kemudian merebut rasa penasaran calon-calon konsumen berikutnya. Sebelum itu, kami sudah mempersiapkan nilai-nilai yang akan kami jual kepada masyarakat untuk memastikan tingginya persentasi “adoption” pada runtutan buyer decisions.

Seberapa Layak Kafe Ini dan Bagaimana Kafe Ini Akan Berjalan?

Dawn Ver Beta merupakan kafe unik di Jepang yang memiliki produk pengguna jasa robot Orly Lab sebagai pelayan kafe yang dikendalikan jarak jauh oleh para penyandang disabilitas dan paralisis. Menurut pendapat kami, produk robot ini akan cukup efektif apabila diterapkan di Indonesia.  

Apabila melihat di Indonesia ini, terdapat beberapa kafe di Jabodetabek yang karakteristiknya hampir sama dengan kafe Dawn Ver Beta di Jepang yaitu kafe yang telah memberikan kesempatan untuk mempekerjakan disabilitas. 

Dengan mengadopsi produk robot Orly Lab ini mungkin akan semakin membantu mereka untuk meringankan pekerjaan nya dan semakin meningkatkan produktif kafe tersebut. Namun, dalam penerapan produk ini di Indonesia diperlukan adanya ahli yang paham tentang teknologi, cara pengoperasiannya dan adanya pelatihan terhadap karyawan kafe tersebut.

Dari segi biaya, apabila robot ini diterapkan di Indonesia pasti akan membutuhkan biaya yang besar dalam pembelian alat (robot) dan pelatihan untuk pengoperasiannya. Di Jepang, karyawan kafe tersebut mendapatkan ¥ 1.000 atau sekitar Rp 128.000 per jam untuk pekerjaan mengendalikan robot. 

Sedangkan untuk karyawan kafe di Indonesia sendiri, biasanya mendapatkan sekitar Rp 40.000 – Rp 50.000 pada setiap jam kerja nya. Harga pembelian robot pun pastinya akan terlalu mahal apabila digunakan untuk di Indonesia, karena rata-rata pendapatan kafe tidak setinggi di Jepang.

Maka dari itu, kami menargetkan agar kafe ini bisa berjalan cukup lama karena robot-robot tersebut tentu bernilai investasi. Kami pun harus terus meningkatkan inovasi agar kafe ini bisa berjalan hingga minimal menempuh BEP. Salah satu faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya balik modal dan keuntungan adalah lokasi, promosi, dan nilai jual.

Tempat yang menjadi rekomendasi untuk penggunaan jasa robot Orly Lab ini adalah tempat yang mempekerjakan disabilitas sebagai karyawan nya atau tempat yang ramah disabilitas. Sebagai contoh beberapa kafe yang ada di Jabodetabek, hal tersebut dimaksudkan supaya baik karyawan membutuhkan jasa robot ini dapat memudahkan dalam melayani konsumen.

Promosi yang dapat dilakukan dengan adanya produk ini yaitu melalui berbagai platform media sosial untuk menarik minat pelanggan. 

Sumber gambar: Kompasiana

Selain itu, penggunaan iklan di koran maupun televisi juga dapat dilakukan supaya informasi mengenai jasa ini dapat tersebar luas ke seluruh lapisan masyarakat yang berminat mencari pekerjaan namun terdapat keterbatasan fisik. 

Apabila dilihat dari segi ekonomi, penggunaan jasa robot Orly Lab di Indonesia ini akan berdampak baik pada perekonomian Indonesia.

Hal tersebut dilihat dari masyakarat Indonesia yang menyandang disabilitas terkadang masih kesulitan menemukan pekerjaan yang cocok dan nyaman untuk dirinya. Dengan adanya produk ini, diharapkan dapat memprioritaskan karyawan yang lebih membutuhkan bantuan robot ini dan tepat sasaran. Terlebih lagi, dari segi sosial penggunaan robot ini dapat berguna untuk mematahkan stigma-stigma yang ada di masyarakat tentang disabilitas.

Dengan adanya penggunaan robot ini dapat membuka mata masyarakat bahwa disabilitas juga berhak untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Selain itu, mendorong munculnya kafe-kafe lain untuk ikut serta menjadikan tempatnya menajdi kafe yang ramah disabilitas dan secara tidak langsung sebagai bentuk support terhadap disabilitas bahwa semua orang itu sama.

Dengan memperhitungkan perilaku pembeli, kafe Dawn Ver Beta diperkirakan akan mampu menarik pelanggan dengan mengunggulkan keunikannya, yaitu pekerja robotnya yang dioperasikan oleh penyandang disabilitas. 

Masyarakat Indonesia menyukai hal-hal yang unik dan viral, seperti contohnya Rooftop Restaurant di beberapa tempat di Jabodetabek yang amat populer sehingga mampu menarik pelanggan dalam jumlah yang cukup banyak dalam periode yang singkat karena keunikannya tersebut. Selain itu, masyarakat Indonesia mempunyai standar moral yang tinggi, sehingga akan merasa terpanggil untuk membantu mereka yang menyandang disabilitas. Robot-robot yang dikendalikan para penyandang disabilitas ini dapat dijadikan obyek atraksi untuk menarik pelanggan-pelanggan yang penasaran akan keunikan ini. Promosi melalui media sosial akan sangat efektif, terutama untuk hal-hal yang unik dan viral seperti kafe ini.

Selain dari keunikannya, kafe Dawn Ver Beta juga dapat menarik konsumen dengan produknya. Masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai golongan pekerja dan bahkan lansia, banyak yang menyukai kopi dan berkumpul bersama. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kafe-kafe sederhana berkonsep minimalis dan modern yang beredar di seluruh kota-kota besar di Indonesia. 

Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/kR6oU3uW5XzkaNxw5

Kafe sangat diminati oleh banyak kalangan, terutama kalangan mahasiswa dan pekerja yang membutuhkan adanya suatu tempat umum untuk berkumpul bersama atau membutuhkan tempat nyaman yang memiliki fasilitas lengkap sebagai workplace bagi mereka.  Kafe merupakan tempat yang cocok untuk berkumpul bersama teman dan relasi dalam berbagai situasi, terutama apabila kafe tersebut menyediakan fasilitas yang lengkap seperti koneksi jaringan Wi-Fi dan menyediakan banyak stop-kontak untuk melakukan charge baterai bagi para pelanggan. 

Kenyamanan suasana kafe yang minimalistik-modern, lengkapnya fasilitas, dan juga tingginya kualitas kopi akan membuat pelanggan betah tinggal berlama-lama di kafe, yang akan memungkinkan tingginya penjualan apabila pelanggan tersebut terus kembali membeli produk yang dijual selama mereka berada di kafe. 

Penyusun:

1. Rahadian Taqwa Arkananta

2. Lorosae Kyna Saraswati

3. Jilham Septya Adidanti

4. Diandra Shafira Wibowo

Sumber:

https://travel.tribunnews.com/2020/03/11/dawn-ver-beta-kafe-di-jepang-yang-pekerjakan-difabel-sebagai-pramusaji

https://www.boredpanda.com/disabled-people-robot-dawn-ver-beta-cafe-orby-lab-japan/?utm_source=google&utm_medium=organic&utm_campaign=organic

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20181214193521-38-46523/wow-ada-robot-pelayan-yang-dikendalikan-oleh-disabilitas/2

https://www.inews.id/news/internasional/robot-robot-pelayan-kafe-ini-dikontrol-dari-jauh-oleh-penyandang-cacat


Like it? Share with your friends!

6
6 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
3
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
SARASWATIkyna

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format