SPBU Mobile?

Bisakah Indonesia mencontek bisnis cuan Amerika?


0

Sekarang ini hampir setiap layanan mempunyai jasa online, mulai dari booking tiket pesawat hingga membeli makanan secara online. Lantas apakah berlebihan untuk memikiran pelayanan isi bahan bakar dengan cara yang baru? 

Sekitar beberapa tahun lalu, perusahaan rintisan Silicon Valley mulai mengirimkan bahan bakar langsung ke konsumen dengan model bisnis pay-as-you-go, dan kartu berlangganan. Konsep baru pada pengisian bahan bakar ini juga menarik beberapa perusahaan untuk mengembangkan usahanya agar lebih dekat dengan konsumen — karena potensinya yang cukup besar untuk mengubah model SPBU berusia seabad. Hal ini tentu membuat beberapa pengecer bahan bakar tradisional berhak waspada karena terganggu oleh bisnis pengisian bahan bakar seluler (Mobile) sesuai permintaan konsumen kapanpun dan dimanapun.

Salah satu perusahaan yang menerapkan konsep ini sebagai layanan pada usahanya, yaitu Yoshi Inc. yang beroperasi di sebagian besar pasar Amerika: Atlanta, Austin, Boston, Chicago, Cleveland, Houston, Los Angeles, Minneapolis / St. Paul, Nashville, Raleigh-Durham, San Francisco, Silicon Valley, St. Louis, Tampa / St. Petersburg dan Warren, Michigan. Yoshi Inc. mulai memasarkan mereknya di berbagai media, seperti website, youtube, dan televisi nasional. Konsumen cukup berlangganan sebesar $20 untuk pemesanan unlimited melalui aplikasinya yang sudah dapat diunduh di Appstore dan Playstore.

Sumber: www.startyoshi.com

Salah satu iklan di websitenya menampilkan tulisan yang mencolok. “FREE DELIVERY FOR 1 MONTH”. Mereka menulis tulisan itu dengan huruf kapital berukuran besar. Nampaknya, mereka menerapkan teori selective attention dimana untuk menyaring informasi yang mereka lihat dalam iklannya — sebab tidak semua informasi akan dibaca oleh orang. Oleh karena itu, Yoshi Inc. menonjolkan informasi terpenting yang ingin mereka sampaikan, yaitu bebas biaya berlangganan di bulan pertama.

Buyer Characteristic + Decision making

Tentu saja kita bertanya-tanya mengapa bisnis pom bensin berjalan di Amerika dapat diminati oleh para customer? Mari kita cari tau bersama mengapa hal ini dapat terjadi.

Setelah sebelumnya telah dibahas bagaimana perilaku konsumen dipengaruhi oleh lingkungan mereka, selanjutnya akan kita ulas mengenai buyer’s black box yang terdiri dari buyer’s characteristic dan decision process. Tahapan ini akan menentukan bagaimana respon pembeli terhadap sebuah produk. Buyers characteristic adalah sekumpulan faktor psikologis, sosial, pribadi, dan budaya yang mempengaruhi keputusan pembelian. 

Sumber: www.verywellmind.com

Respon baik pembeli pada pom bensin berjalan di Amerika dipengaruhi oleh budaya pada negara tersebut. Sejak usia dini, masyarakat Amerika telah terpapar oleh budaya individualisme, efektivitas, dan efisiensi. Budaya individualisme membuat pembeli berminat terhadap pom bensin berjalan karena mereka memiliki prinsip ketika terjadi permasalahan pada diri mereka sendiri, itu artinya mereka sendirilah yang harus mengatasinya. Misalnya ketika seseorang lupa mengisi bensin sehingga mobil mereka harus mogok di tengah jalan dalam kondisi jauh dari pom bensin, dengan budaya individualis, mereka tidak akan meminta tolong orang sekitar dan orang sekitar pun akan cenderung acuh. Sehingga dengan adanya pom bensin keliling, mereka dapat dengan mudah menghubungi perusahaan tersebut kemudian bantuan akan datang tanpa harus merepotkan orang sekitar. Hal ini tentu berbeda dengan budaya masyarakat Asia yang cenderung komunal. Selain itu budaya efisiensi dan efektifitas juga menjadi alasan mengapa pom bensin di Amerika diminati. Dengan adanya pom bensin berjalan, orang dapat secara mudah mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka hanya dengan bantuan gawai tanpa harus menuju pom yang mungkin tidak tersedia di sekitar mereka. Perjalanan menuju pom pun akan menghabiskan bahan bakar. Sehingga kehadiran pom bensin keliling ini menjadi alternatif pilihan pengisian bahan bakar yang efektif karena dapat didapatkan dimanapun kita berada dan efisien karena tidak perlu mengeluarkan cost tambahan untuk perjalanan ke pom bensin.

Liputan Gas station on wheels di youtube : 

Sumber : youtube.com

Penyebaran informasi secara luas memiliki peran besar agar pom bensin berjalan di Amerika diminati. Online social networks menjadi penyebaran paling efektif di negara maju seperti Amerika. Sosial media yang kini penggunaanya sangat masif dan merupakan tempat bertukar informasi paling efektif memiliki peran besar dalam menarik masyarakat untuk menggunakan jasa pom bensin berjalan ini. Perusahaan pengembang banyak melakukan promosi di berbagai media sosial seperti facebook, instagram, web, hingga kanal youtube seperti yang terlihat di atas. Peran keluarga juga dapat menjadi salah satu penyebab diminatinya jasa ini. Perusahaan menampilkan produk mereka dalam konteks “keluarga modern”, ketika ayah sebagai kepala keluarga menggunakan kemudahan pom bensin keliling ini dari gawainya saat mereka bepergian bersama, maka anak dan istri juga akan melakukan hal yang sama saat mereka bepergian meskipun tidak bersama sang ayah. 

Sumber : www.liputan6.com

Dilansir dari liputan6.com, masyarakat Amerika secara umum, keluarga khususnya memiliki lifestyle yang unik dalam hal traveling. Mereka adalah tipe masyarakat yang menikmati perjalan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil. Kebiasaan bepergian jauh untuk traveling menggunakan kendaraan pribadi ini, selaras dengan munculnya pom bensin berjalan. Pom bensin berjalan hadir untuk segala kemungkinan yang terjadi saat para traveler sedang menikmati perjalannya. Hadirnya pom bensin mengurangi kekhawatiran para traveler kehabisan bahan bakar dalam perjalannya.

Di sisi lain faktor psychological yaitu learning juga membawa dampak pada minat pembeli menggunakan pom bensin berjalan ini. Perubahan dalam sebuah perilaku individu dapat timbul dari pengalaman dan terjadi melalui interaksi. Misalnya seseorang memiliki pengalaman tidak menyenangkan saat menjalani traveling karena kehabisan bahan bakar dalam kondisi jauh dari pom bensin. Seseorang kemudian akan secara psychological memiliki trauma yang sama saat melakukan perjalan di lain waktu dan belajar dari pengalamannya untuk kemudian memilih menggunakan pom bensin berjalan ini saat kesulitan menemukan pom bensin daripada harus mengalami kondisi tidak nyaman saat kendaraanya mogok. 

Itulah tadi beberapa hal yang membuat pom bensin di Amerika diminati oleh pembeli di negara tersebut. Lalu sebenarnya bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi proses pengambilan keputusan oleh pembeli? Bagaimana prosesnya? Yuk kita simak bersama !

Sumber : Kotler dan Amstrong (2018)

Habitual buying behavior akan mempengaruhi keputusan pembelian di pom bensin berjalan. Bagaimanakah proses pengambilan keputusannya? Produk pom bensin berjalan akan menjadi sangat dibutuhkan ketika seseorang atau calon konsumen dalam kondisi sedang mengemudi tetapi bensin sudah menipis di tengah jalan. Apalagi jika jarak dengan pom bensin masih jauh. Orang yang sudah tau produk ini pun akan segera mencari dan menginstal aplikasinya. Kemudian, mereka mencoba melihat tarif yang ditawarkan. Menggunakan pom bensin berjalan cenderung lebih mahal daripada membeli di pom bensin biasa. Namun, dalam kondisi seperti itu, penyedia pom bensin berjalan seakan berkata “pakailah produk pom bensin berjalan atau anda sendiri yang jalan sambil mendorong mobil mati”. Pom bensin berjalan pun dipilih untuk menjadi solusi. Akhirnya pengemudi mobil tetap bisa menjalankan mobilnya tanpa khawatir bahan-bakarnya habis di tengah jalan.

Bisakah Indonesia menerapkan Pom Bensin Mobile?

Sebagai top 3 negara dengan pembelian sepeda motor terbanyak di ASEAN bahkan dunia, tentu dapat dikatakan bahwa hampir ¾ populasi penduduk Indonesia memiliki kendaraan bermotor. Menurut kumparan.com tercatat sepanjang 2019 6,5 juta unit sepeda motor telah terjual dan dari 1.000 penduduk 40 diantaranya memiliki mobil. Dan di Indonesia sendiri bahan bakar utama dari kendaran bermotor tentu masih bensin, hal ini tentu membuat bensin menjadi kebutuhan pokok bagi pengendara di Indonesia.

Dalam pemilihan bahan bakar tersendiri nyatanya terjadi perbedaan pilihan, seperti halnya dalam memilih barang lainnya konsumen memiliki karakteristik pribadi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kultur, status sosial, ekonomi dan lainnya hal itu pun terjadi dalam pemilihan BBM pada kelompok dan status sosial masyarakat yang ada, masyarakat kelas menengah hingga atas umumnya lebih memilih bbm yang mahal karena persepsi mereka bahwa harga selaras dengan kualitas, lain halnya dengan masyarakat kelas bawah yang tidak terlalu peduli mengenai kualitas, selagi murah dan cukup itu sudah baik. Namun apapun merek dan asalnya (SPBU resmi/eceran) rasanya sebagian besar  masyarakat pernah mengalami kehabisan bahan bakar hingga mogok.

Masalahnya terjadi ketika mogok tidak selalu bahkan jarang mogok di tempat yang dekat dengan pom bensin maka pengendara harus mendorong kendaraannya jika dekat bahkan mencari bantuan menemukan bahan bakar eceran jika jarak nya cukup jauh.Mungkin kita berfikir bahwa bensin eceran bisa menjadi solusi, namun fakta di lapangan mengatakan bahwa solusi bensin eceran hanya berlaku untuk masyarakat kelas sosial rendah. Meski mogok nyatanya bensin eceran tidak berlaku bagi masyarakat kelas atas dengan harga kendaraan yang mahal karena persepsi bahwa tidak baik untuk mesin. Masyarakat yang pendidikannya baik pun tidak jarang enggan karena dinilai bensin eceran itu ilegal dan merugikan, ditambah bumbu isu mengenai bensin eceran yang dicampur dengan bahan lain dan tidak sesuai hitungan untuk keuntungan penjual. 

Lalu solusi apakah yang dapat menyelesaikan permasalahan ini? Sepertinya kita harus sedikit mencontek ide dari negara lain yaitu Amerika, mengapa? Karena di Amerika tersedia pom bensin berjalan atau mobile gas station yang dapat diakses hanya melalui smartphone melalui aplikasi, jadi jika pengemudi mengalami mogok karena kehabisan bahan bakar mereka tak perlu gusar karena dapat dengan mudahnya mendapat bahan bakar hanya dengan memesan dari gawainya. Tentu jika dilihat bukan hal sulit untuk membuka pom bensin mobile ini, didukung dengan demand yang tinggi hal itu semakin mempermudah proses pemasarannya pun.  Lalu apakah jika pom bensin berjalan ini ada di Indonesia akan mendapat respon positif? 

Bila kita melihat dari buyer characteristic konsumen Indonesia, kita dapat menemukan poin poin yang menunjukan bahwa pom bensin mobile ini dapat bekerja di Indonesia. Orang Indonesia sendiri terkenal dengan budaya “praktis” dan “gak mau ribet”, jadi tentu pom bensin mobile yang bisa dipesan melalui aplikasi handphone lebih praktis dibanding dengan mendorong kendaraan ketika mogok.  Selain itu, bukan rahasia umum lagi bahwa penggunaan internet dan aplikasi mobil sangat umum di Indonesia terutama generasi saat ini maka secara faktor sosial online social networks dan social media sites akan sangat membantu mempengaruhi masyarakat untuk mau menikmati layanan jasa ini, karena seperti halnya yang seluruh orang tahu jika suatu berita tersebar di social media Indonesia maka akan cepat sekali tersampaikan dan mempengaruhi orang lain, maka jika ada kemudahan melalui pom bensin mobile dan tersebar di social media maka orang lain yang melihatnya pun akan tertarik untuk mencoba. 

Lalu kini masyarakat mulai mengenali kebutuhannya akan akses pom bensin yang mudah dan praktis, tentu mereka mulai mencari tahu apa jawaban dari masalah kebutuhannya, saat ada pom bensin mobile ini tentu masyarakat akan mengeliminasi bensin eceran dan pembelian bensin menyulitkan mereka karena harus effort lebih untuk mendapatkannya, dan saat itulah masyarakat memutuskan untuk menggunakan jasa layanan pom bensin mobile ini di Indonesia. 

Sumber:

Gregory, H. (2020, April 21). 10 IDE BISNIS KREATIF DI LUAR NEGERI YANG BELUM ADA DI INDONESIA. Qanitafamily.com. Retrieved Oktober 4, 2020, from http://qanitafamily.com/10-ide-bisnis-kreatif-di-luar-negeri-yang-belum-ada-di-indonesia/

Liputan6.com. (2018, Agustus 18). Perbedaan Traveler Amerika dan Inggris saat Traveling. www.liputan6.com. Retrieved Oktober 4, 2020, from https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3611249/perbedaan-traveler-amerika-dan-inggris-saat-traveling 

Blasinsky, Chris. Nacsmagazine.com. Oktober, 2018.

https://www.nacsmagazine.com/issues/october-2018/changing-how-consumers-buy-gas (accessed October 3, 2020)

Keep Moving | © 2020 Yoshi Inc.

https://www.startyoshi.com (accessed October 3, 2020)

The Phantom Shadow

1. Arneta Launuru 

2. Lia Arfita Meliana

3. Muhammad Ikhsan Hidayat

4. Muhammad Taufiq Anggoro


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
ArnetaLaunuru

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format