Dimensions of Marketing Strategy

4 (empat) hal dalam Marketing Mix yaitu Produk, Harga, Distribusi dan Promosi merupakan bagian penting dari Strategi Marketing.


1
1 point

Dimensions of Marketing Strategy

Marketing Mix Kunci utama dalam pengembangan sebuah Strategi marketing adalah memilih target pemasaran dan menjaga Marketing Mix untuk waktu yang lama dan kepuasan dari konsumen. Ada 4 hal dalam Marketing Mix yaitu Produk, Harga, Distribusi dan Promosi yang merupakan bagian dari Strategi Marketing. Marketers harus mengembangkan dan menjaga standard  yang terkait marketing mix untuk memberikan nilai lebih dibanding perusahaan lainnya. Banyak perusahaan besar mempunyai slogan yang menarik seperti McDonald “I’m lovin it”  dan Walmart “Save money, live better” sehingga konsumen akan mudah  teringat dan membeli lagi.

Product Strategy

Mengelola Produk sangat penting dalam Marketing Strategi yang  terdiri dari barang, jasa dan ide. Beberapa hal yang menentukan dalam strategi produk adalah Pengembangan produk, klasifikasi produks, Product Mix, life cycle dan Identifikasi produk.

Pengembangan Produk-Produk Baru

Banyak produk baru yang ditawarkan tidak semuanya berhasil, hanya beberapa yang cukup sukses karena sudah melalui langkah-langkah yang sangat baik yaitu : Ide pengembangan, penyaringan ide-ide baru, analisa bisnis, pengembangan produk, tes pemasaran sebelum dipasarkan sepenuhnya. Perlu waktu untuk proses sebuah produk baru sehingga bisa berhasil pemasarannya.

                                          Gambar 1. Product Development Proses (O.C Ferrell)

Idea Development, Ide baru bisa berasal dari marketing research, engineers dan sumber lainnya konsultan management, advertising agency, sebagai contoh Perusahaan Nike membuat sebuah divisi penelitian dimana ilmuwan, atlet, engineers dan designer saling bekerjasama mengembangkan produk-produk inovatif baru ke depan.

New Idea Screening, Langkah selanjutnya dalam pengembangan produk baru adalah screening, dalam tahapan ini Marketing Manager harus melihat sumberdaya perusahaan, obyektifnya dan kemampuan perusahaan untuk memproduksi serta memasarkannya. Aspek yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah keinginan konsumen, kompetisi, perubahan teknologi, social trends, politik, ekonomi dan lingkungan. Secara prinsip ada 2 hal yang menjadi ala an keberhasilanyaitu Mampu menemukan sesuatu yang diinginkan atau menjadi solusi yang lebih baik dibandingkan produk yang sudah ada di pasar, serta bisa menambahkan variasi produk yang tersedia di pasar. Kolaborasi yang baik antara designer, engineere, marketers dan customers adalah cara terbaik untuk menyaring ide-ide dari suatu produk baru. Banyak ide-ide yang ditolak dalam tahapan ini karena tidak cocok dan tidak sesuai dengan organisasi perusahaan.

Business Analysis, Tahapan ini merupakan evaluasi dasar dari kesesuaian produk di pasar dan potensinya untuk mendapatkan  profit buat perusahaan, baik besarnya maupun tingkat kompetisinya di pasar. Beberapa hal harus dianalisa bagaimana produk bisa mempengaruhi penjualan perusahaan, biaya dan profit.

Product Development, Setelah lolos melalui 3 tahapan sebelumnya, pengembangan sebuah prototype akan mendapatkan hal-hal yang belum jelas yang diinginkan oleh konsumen. Pengembangan produk biasanya mahal dengan biaya yang bervariasi . Selama pengembangan produk semua elemen dari marketing mix akan diuji, seperti copyrights, packaging, labeling dan diskripsi dari sebuah target pasar yang terintegrasi dalam rangkaian marketing strategi.

Tes Marketing Pada tes marketing ini akan dicoba dalam scope yang kecil dalam area terbatas yang merepresentasikan potensial market.Dalam hal ini komplit tes dari marketing startegi dalam sebuah natural environment akan memberi perusahaan sebuah kesempatan mendapatkan kelemahan dan bisa memperbaikinya sebelum produk ini sepenuhnya di pasarkan.

Commercialization, Merupakan tahap akhir dari product strategy dalam rangkaian strategi marketing. Dalam tahap ini perusahaan akan memproduksi sepenuhnya, mendistribusikan dan mempromosikan. 

Klasifikasi Produk

Secara umum produk dikategorikan menjadi 2 jenis yaitu Produk Konsumen dan Produk Industri. Produk konsumen diperlukan untuk kebutuhan keluarga, tidak diperlukan untuk membuat sesuatu kecuali untuk kebutuhan sehari hari. 

Produk Konsumen tersebut dibagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu:

Convenience Products. Sebagai contoh adalah gasoline, batteries, beverages yang sering diperlukan rutin dan dibeli tanpa berpikir panjang keperluannya. Konsumen akan membeli produk ini tanpa waktu perencaaan dan dibeli langsung sesuai kebutuhan apapun merk yang tersedia.

Shopping Products. Keputusan membeli produk kategori ini mempertimbangkan banyak hal seperti harga, feature, kualitas, style, service dan image semua mempengaruhi pembelian, sebagai contoh produk adalah computer, smartphone, baju, sepatu.

Specialty Products. Produk jenis ini sangat khusus dan tidak bisa diganti ganti karena konsumen sudah tahu yang diinginkannya dan mendapatkannya. Sebagai contoh baju dari designer, lukisan, konser music, motor besar dll.

Produk Industri digunakan langsung maupun tidak langsung untuk operasi maupun proses produksi manufactur. Mereka membeli untuk operasional organisasi ataupun produksi dari produk lain. Produk Industri ini terbagi menjadi beberapa jenis yaitu:

Raw materialsMerupakan natural product yang diambil dari alam, laut, dan recycled solid waste, iron ore, bauxite, cotton dll

Major EquipmentMerupakan produk besar, mahal yang digunakan untuk produksi. Sebagai contoh adalah stamping machines, robotic equipments dll

Accessory Equipment. Digunakan untuk produksi , kantor yang biasanya bukan menjadi bagian final dari produksi seperti computer, kalkulator dan perlatan tangan lainnya.

Component Parts. Merupakan item finishing  yang siap di gunakan dalam final product seperti ban, kaca ataupun komponen mobil lainnya

Processed Materials. Merupakan barang yang digunakan dalam proses produksi, sebagai contoh varnish dalam industry furniture

Supplies . Produk material yang digunakan untuk menunjang produksi, management dan operasi lainnya. Sebagai contoh kertas, pensil, cat dll

Industrial Sevices. Termasuk financial, legal, security, janitorial services

Product Line dan Product Mix

Hubungan produk dalam sebuah organisasi adalah kunci penting. Product Line adalah sebuah group yang hubungannya dekat diperlakukan sebagai sebuah unit karena adanya kesamaan strategi pemasarannya. Sebagai contoh Colgate-Palmolive adalah produk line dari personal care termasuk deodorant, body wash, bar soap, liquid soap. Product Mix adalah semua produk yang ditawarkan oleh perusahaan/organisasi.

Product Life Cycle

Produk dimulai dari awal diperkenalkan, berkembang, mature da nada yang akhirnya hilang tidak produksi lagi. Beberapa produk mampu bertahan di waktu yang sangat panjang seperti Ivory Soap dari 1879 sampai sekarang masih ada. Di satu sisi ada produk yang singkat karena adanya terobosan teknologi dan perkembangan yang sangat cepat di industry computer misalnya.

Ada 4 stages dalam Life Cycle sebuah product yaitu Introduction, growth, maturity dan decline(Gambar 2)

                          Gambar 2. The Life Cycle of a Product (O.C.Ferrell)

Tahapan dari sebuah produk membantu dalam menentukan Marketing Strategy. Dalam industry Personal Computer, desktop computer  sudah mengalami tahapan decline, laptop computer mencapai tahap maturity dan tablet computer sedang tahap tumbuh dalam product life cycle sehingga produksi dari produk-produk tersebut mempunyai perbedaan advertising dan strategi harga untuk menjaga pasar dan meningkatkan demand dari masing-masing produk.

Pada Tahapan Introduction stage, kepedulian dan penerimaan konsumen masih terbatas, profit masih negative karena banyak biaya yang dikeluarkan untuk riset, development, marketing untuk meluncurkan produk. Selama tahap introduction, marketers focus pada pengenalan produk dan benefitnya.

Pada tahap Growth, penjualan naik dengan cepat dan keuntungan mencapai puncaknya dan kemudian mullai turun . Salah satu alasan keuntungan pada tahap ini mulai decline adalah adanya perusahaan baru yang masuk pasar, membuat harga turun dan meningkatkan biaya marketing untuk tetap bersaing.

Pada tahap Maturity ini volume penjualan masih naik di awal stage, mencapai puncak dan mulai turun dimana profit masih terus turun juga. Karakter pada tahapan ini adanya beberapa kompetisi dan pengeluaran yg cukup besar.

Untuk tahap Decline, penjualan terus turun dengan cepat dan profit juga turun .

Untuk beberapa tahapan produk ini tidak semua langsung habis, beberapa produk bisa rebound melalui redesign atau penggunaan baru dari produk.

Identifikasi Produk. Branding, packaging and labeling dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk dengan produk lainnya.

Branding adalah proses mendapat nama dan identifikasi produk. Sebuah Brand adalah nama, term, symbol, design dan kombinasi dari semua identitas sebuah produk yang membedakan dengan produk lainnya. Melindungi sebuah brand adalah hal penting untuk menjaga identitas brand tersebut.

Branding sendiri terdiri dari 2 kategori utama yaitu manufacturer brands dan Private Distribution Brands

Packaging adalah external container yang dipegang dan menjelaskan sebuah produk, mempengaruhi sikap konsumen dan keputusan untuk membeli.

Sebuah kemasan (package) mempunyai beberapa fungsi termasuk melindungi, ekonomi, convenience dan promosi.

Labelingmenampilkan informasi penting dalam sebuah kemasan, dimana sangat berhubungan dengan packaging. Isi dari labeling biasanya terdiri dari law, ingredients, content, nutrition facts, care instructions, alamat manufacturer, website dan informasi lainnya.

Product Quality menunjukkan derajat kepercayaan/kepuasan dari sebuah produk, service. Kualitas dari sebuah produk mengacu pada reliable, durable, easy maintained, easily used, a good value dll

Pricing Strategy

Price adalah kesepakatan nilai (value) dari sebuah object yang dipertukarkan antara pembeli dan penjual. Banyak factor yang mempengaruhi evaluasi sebuah  value termasuk waktu, price levels, kualitas dll.

Konsumen mempunyai sikap yang beragam mengenai sebuha harga, sebagian akan membeli pada saat harga rendah walaupun kualitas dan prestige berkaitan dengan harga sebuah produk. Beberapa tipe konsumen yang lain akan membeli sebuah produk walaupun harnya mahal karena ada prestige.

Dalam menentukan harga Marketers tidak boleh hanya mempertimbangkan biaya produksi dari perusahaan ataupun biaya service tapi juga mempertimbangkan perceived value sebuah produk di pasar.

Pricing Objectives 

Penentuan harga biasanya tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan dalam marketing mix tapi juga oleh finance, accounting dan factor produksi. Meningkatkan profit dan penjualan, mendorong market share, menjaga keberlangsungan produk dan survive adalah 4 (empat) hal dalam Pricing Objectives.

Specific Pricing Strategies

Penentuan harga yang digunakan adalah sebuah variable dalam marketing mix. Penentuan strategi harga berhubungan dengan penentuan harga produk baru, harga psikologis, referensi harga dan harga discount

Pricing New Productssangat menentukan, harga yang tepat  akan membuat keuntungan dan penentuan harga yang salah akan mematikan produk. Secara umum ada 2 hal utama dalam menentukan hargasebuah produk baru yaitu 

Price SkimmingMenentukan harga setinggi mungkin dari sebuah produk yang akan dibeli konsumen, price skimming  digunakan untuk produk-produk luxury.

Penetration PriceMenetukan harga yang rendah untuk membantu produk memasuki pasar dan mendapatkan market share dengan cepat.

Psychological Pricing
Penentuan harga berdasarkan emotional dibandingkan dengan rational responses terhadap harga tersebut.  Sebagai contoh orang akan membeli produk dengan harga IDR 9900 dibandingkan dengan IDR 10.000
Reference Pricing
Merupakan tipe psikologikal harga yang mana sebuah harga rendah dibandingkan dengan sebuah brand yamng mahal, dengan harapan konsumen akan membandingkan harga produk tersebut lebih murah dibandingkan alternative lainnya.
Price Discount
Pemotongan harga akan meningkatkan penjualan, dimana pemotongan harga ada beberapa tipe, quantity, musim dan promosi discount.
Distribution Strategy
Ruang lingkup dari Supply Chain Management adalah menghubungkan dan mengintegrasikan semua bagian dari supply chain yaitu operasional, pengadaan, dan logistik. Dalam hal ini, bagian yang lebih berkaitan dengan Pemasaran/Marketing adalah bagian logistik terutama perannya dalam pendistribusian barang dari produsen agar sampai ke konsumen.

Marketing Channels
Marketing Channels atau saluran distribusi adalah sekelompok organisasi untuk memindahkan produk dari produsen ke konsumen agar produk tersedia kapan dan dimana ketika konsumen akan membelinya. Organisasi yang menjadi penghubung antara produsen dan konsumen disebut perantara. 

Intensity of Market Coverage
Intensitas cakupan pasar tergantung pada perilaku pembeli, sifat pasar sasaran dan persaingan. Pedagang grosir dan pengecer menyediakan berbagai intensitas cakupan pasar dan harus dipilih dengan cermat untuk memastikan kesuksesan. Cakupan pasar diantaranya intensif, selektif, atau eksklusif.
Distribusi intensif membuat produk tersedia di sebanyak mungkin outlet karena ketersediaan penting bagi pembeli contohnya produk rumah tangga habis pakai.
Distribusi selektif hanya menggunakan sejumlah kecil dari semua outlet yang tersedia untuk mengekspos produk. Produk yang ditawarkan disini biasanya produk yang dibeli konsumen berdasarkan pertimbangan harga, kualitas dan gaya seperti mobil.
Distribusi eksklusif terjadi jika produsen memberikan hak satu-satunya kepada perantara untuk menjual produk di wilayah geografis yang ditentukan. Distribusi eksklusif adalah kebalikan dari distribusi intensif di mana produk dibeli dan dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, dan layanan atau informasi diperlukan untuk mengembangkan penjualan yang memuaskan konsumen. Produk yang didistribusikan secara eksklusif mencakup produk berkualitas tinggi seperti alat musik, pesawat terbang, dan barang-barang kulit mode kelas atas.

Physical Distribution
Distribusi fisik adalah bagian dari logistik yang difokuskan pada moda transportasi, pergudangan, dan penanganan material. Distribusi fisik membuat produk tersedia saat dibutuhkan dengan layanan yang memadai dan dengan biaya minimum. Barang dan jasa membutuhkan distribusi fisik.
Transportation.  Pengiriman produk ke pembeli, membutuhkan waktu dan wadah penampung produk, dan merupakan elemen kunci dalam proses penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Lima moda transportasi utama yang biasa digunakan adalah kereta api, kendaraan bermotor, jalur laut, jalur udara dan saluran pipa untuk produk hasil bumi. Kereta api adalah metode transportasi yang hemat biaya karena bisa memuat banyak produk. Tetapi truk memiliki fleksibilitas yang lebih besar daripada kereta api karena dapat menjangkau lebih banyak lokasi. Truk menangani pengiriman dengan cepat dan ekonomis, menawarkan layanan pengiriman dari pintu ke pintu. Transportasi udara menawarkan kecepatan pendistribusian tetapi merupakan alat transportasi yang paling mahal dibanding transportasi dengan kapal laut lebih murah dan merupakan moda transportasi yang paling lambat. Saluran pipa digunakan untuk mengangkut minyak bumi, gas alam, batu bara semiliquid, serpihan kayu, dan bahan kimia tertentu. Saluran pipa memiliki biaya terendah untuk produk yang bisa diangkut melalui metode ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi meliputi biaya, kemampuan menangani produk, keandalan, dan ketersediaan.
Warehouse. Pergudangan adalah tempat untuk menerima, menyimpan, dan mengirim produk. Fasilitas gudang menerima, mengidentifikasi, menyortir, dan mengirimkan barang ke penyimpanan; menyimpannya; menarik kembali, memilih, atau mengambil barang; merakit kiriman; dan akhirnya, mengirimkan kiriman.
Materials Handling. Penanganan material adalah penanganan fisik produk selama di pergudangan dan transportasi. Sistem pemuatan dan pemindahan yang terkoordinasi dengan baik meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.

Pentingnya Distribusi dalam Strategi Pemasaran
Produk dapat berubah seiring waktu, harga dapat berubah dengan cepat, dan biasanya promosi
berubah secara teratur. Perusahaan yang akan mencoba terjun ke pasar baru, mungkin diperlukan perubahan total dalam distribusi. Jika perusahaan tidak mengelola saluran pemasarannya dengan cara yang paling efisien dan layanan terbaik, maka pesaing baru akan berkembang untuk menciptakan distribusi yang lebih efektif. Pertumbuhan ritel online meningkatkan ekspektasi konsumen akan lebih banyaknya pilihan barang, pengiriman lebih cepat, pembaruan status pesanan, dan pengembalian mudah tanpa biaya tambahan.

Promotion Strategy
Peran promosi adalah berkomunikasi dengan individu, kelompok, dan organisasi untuk memfasilitasi pendistribusian baik secara langsung atau tidak langsung. Promosi digunakan tidak hanya untuk menjual produk, tetapi juga untuk mempengaruhi opini dan sikap terhadap suatu organisasi, orang, atau tujuan.
The Promotion Mix. Bentuk promosi yang paling terkenal adalah periklanan yang ditransmisikan melalui media massa, seperti iklan televisi, iklan majalah, atau iklan online. Contohnya yaitu Perusahaan Farmasi lebih memilih menggunakan iklan untuk mempromosikan pengobatan untuk kondisi gaya hidup. Iklan yang menampilkan selebriti atau kreasi unik berfungsi untuk menarik perhatian dan mempengaruhi minat mereka pada suatu produk.  Karakteristik orang-orang dalam target sasaran, jenis kelamin, usia, pendidikan, ras, pendapatan, pekerjaan, gaya hidup, dan atribut lainnya mempengaruhi konten dari iklan itu sendiri.
Personal Selling. Penjualan pribadi adalah komunikasi langsung dua arah antara produsen dan konsumen. Penjualan pribadi adalah metode promosi yang paling fleksibel karena pemasar memberi memiliki peluang besar untuk mengkomunikasikan informasi spesifik terkait produk yang dapat memicu pembelian. 

Enam langkah proses yang bisa dipertimbangkan yaitu :
1.Mencari calon pembeli: Mengidentifikasi calon pembeli produk.
2.Mendekati: Menggunakan rujukan atau menelepon konsumen tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk mengetahui minat dari konsumen terhadap produk tersebut.
3.Presentasi: Mendapatkan perhatian dengan demonstrasikan produk.
4.Penanganan keberatan: Melawan atau menjawab alasan tidak membeli produk.
5.Penutupan: Menanyakan kemungkinan konsumen untuk membeli produk.
6.Menindaklanjuti: Memeriksa kepuasan konsumen terhadap produk yang dibeli.

Publicity. Publisitas adalah komunikasi nonpersonal yang disebarkan melalui media massa tetapi tidak dibayar langsung oleh perusahaan. Banyak perusahaan memiliki departemen hubungan masyarakat untuk mencoba mendapatkan keuntungan publisitas dan meminimalkan publisitas negatif untuk perusahaan. Meski iklan dan publisitas sama-sama dibawa oleh media massa, akan tetapi kedua ini berbeda. Pesan iklan cenderung informatif, persuasif, atau  bahkan kedua-duanya sedangkan publisitas utamanya bersifat informatif. Iklan sering kali dirancang untuk memberikan dampak langsung atau untuk memberikan informasi spesifik untuk membujuk seseorang agar langsung membeli produk; publisitas menjelaskan apa yang dilakukan perusahaan, produk apa yang diluncurkannya, atau berita lain yang layak diinformasikan, tetapi jarang meminta tindakan dari konsumen untuk langsung merespon produk tersebut.

Promotion Strategies To Push or to pull

To Push atau strategi dorong yaitu mencoba memotivasi perantara untuk memasarkan produk ke konsumen. Staf penjualan dapat digunakan untuk membujuk perantara untuk menawarkan produk, mendistribusikan materi promosi, dan menawarkan promosi khusus agar perantara setuju untuk mengenalkan produk. Misalnya, staf penjualan dari Perusahaan farmasi akan sering memasarkan produk baru kepada dokter dengan harapan para dokter akan merekomendasikan produk mereka kepada pasien mereka.
To pull atau strategi tarik yaitu menggunakan promosi untuk menciptakan permintaan konsumen akan suatu produk sehingga konsumen menekan anggota saluran pemasaran untuk membeli produk tersebut. Menawarkan sampel gratis sebelum peluncuran produk juga dapat mendorong konsumen untuk meminta produk dari pengecer favorit mereka.
Perusahaan dapat menggunakan salah satu strategi, atau dapat menggunakan variasi atau kombinasi dari keduanya.
Objectives of Promotion
Penting untuk disadari bahwa promosi hanyalah salah satu elemen dari strategi pemasaran dan terikat pada tujuan perusahaan, tujuan pemasaran secara keseluruhan, dan elemen strategi pemasaran lainnya. Perusahaan menggunakan promosi karena berbagai alasan, tetapi tujuan adalah untuk merangsang permintaan, menstabilkan penjualan, dan untuk menginformasikan, mengingatkan, dan memperkuat konsumen. Meningkatnya permintaan akan suatu produk mungkin merupakan tujuan promosi yang paling umum. Merangsang permintaan, seringkali melalui periklanan, publisitas, dan promosi penjualan, sangat penting ketika perusahaan menggunakan strategi tarik. Sasaran promosi lainnya adalah menstabilkan penjualan dengan mempertahankan tingkat penjualan produk saat ini.
Importance of Marketing Strategy
Bagi pelanggan, nilai dari suatu produk berarti lebih besar menerima manfaatnya daripada biaya atau harganya yang dibayar saat membeli barang tersebut.  Sedangkan bagi pemasar, nilai disini berarti keuntungan (biasanya berupa uang) yang diterima dari menjual produk melebihi biaya yang diperlukan untuk mengembangkan dan menjualnya. Ini membutuhkan pengintegrasian ke dalam strategi pemasaran yang efektif. Satu kesalahan langkah bisa berarti hilangnya keuntungan, baik itu dari ide produk yang gagal, kekurangan atau kelebihan pasokan produk, kegagalan untuk mempromosikan produk secara efektif, atau harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Oleh karena itu, itu penting bahwa setiap elemen bauran pemasaran dievaluasi dan disinkronkan dengan strategi pemasaran.
Banyak pekerjaan dalam pemasaran terkait erat dengan fungsi dari bauran pemasaran yaitu distribusi, produk, promosi, dan harga. Biasanya orang yang berkecimpung dalam bidang ini disebutnya Manager Pemasaran, Manager Distribusi & Supply Chain, atau Manager Toko. Seorang manajer distribusi harus memilih salah satu atau kombinasi moda transportasi dari beragam pilihan, dengan mempertimbangkan berat, ukuran, dan kerapuhan produk yang akan dikirim; waktu jadwal; dan rasio kerugian dan kerusakan.

Sumber :

Ferrell, O.C, Hirt, G & Ferrel, L (2020) Business Foundations : A Changing World . 12th Edition, McGraw-Hill, New York: McGraw-Hill

Dirangkum Oleh Kelompok Corona Conquerors :

Ibnu Suhartanto

Fitria Silviana

Hary Sudarsono

Kusuma Widya Tantri


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
3
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

12 Comments

  1. Wow artikel yang sangat menarik!
    Berbicara tentang strategy marketing, tahapan akhir dan paling menentukan dalam proses pengembangan produk baru adalah komersialisasi (salah satunya promosi). Ditengah era digital marketing yg sedang marak saat ini, banyak brand2 baru yg menggunakan influencer dari sosmed untuk mempromosikan produk mereka (endorsement). Ada beberapa kasus pula yg tidak jarang bahwa influencer mempromosikan produk tidak sesuai dengan kualitas yg sebenarnya dari produk tersebut (alias fake promotion – tidak dicoba namun testimoni bilang bagus dan berkualitas). Guna mencegah adanya penipuan tersebut, nah bagaimana tanggapan kelompok ini terkait hal diatas?
    Salam sehat dan jaya selalu corona conquerors!!!

  2. Mengamati kondisi saat ini, dengan banyaknya pelaku produsen rumah membuat produk atau jasa dan melakukan pemasaran melalu sosial media sehingga mudah untuk mempromosikan produk/jasa. Strategi bisnis apa yang sesuai untuk pelaku bisnis besar dalam menjaga eksistensi dan kualitas produk/jasa untuk menghindari potensial market atau market yang mereka miliki tidak beralih ke brand lain. Terima kasih

  3. Keren sekali artikelnya yang sangat menambah ilmu terkait pemasaran. Saya ingin sedikit bertanya, kalau menurut teman-teman, berdasarkan product life cycle, saat ini produk Coca Cola sudah berada di fase mana? Disamping itu menurut teman-teman bagaimana strategi Coca Cola agar tetap berada di fase tersebut?
    Terima kasih

  4. Izin bertanya, beberapa waktu yang lalu marak jual beli barang yang harganya bisa dikatakan tidak masuk akal, misalnya batu cincin yang harganya mencapai ratusan juta rupiah, serta sebuah tanaman dalam pot yang harganya pun bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Namun ternyata harga tersebut tidak bertahan lama. Bahkan saat ini, jika batu cincin yang sama dan tanaman tersebut dijual dengan harga satu juta Rupiah pun, tidak ada orang yang mau membelinya. Menurut penulis artikel, fenomena apa yang terjadi dalam kasus tersebut dan bagaimana seharusnya cara konsumen menyikapi hal tersebut? Terimakasih

  5. Good points artikelnya !
    Berdasarkan gambar 2 diatas, menurut penulis mengapa mobil nasional kita yg pernah ada kemudian hilang begitu saja, padahal penerintah telah mendukung penuh. Jika dilihat dr fitur yg ada juga tidak kalah canggih dengan hyundai pada saat itu dan hyundai pun sekarang sudah mendunia. Agak aneh juga jika kita melihat jumlah penduduk kita yg bisa menjadi potesial buyer yg potensial
    Di life cycle yg mana intervensi diperlukan agar bisnis bisa tetap bertahan dan berkembang
    Terima kasih

  6. Nice artikel corona Conqueror.

    Saya ada pertanyaan mengenai produk program asuransi (BPJS & Non BPJS)
    a. bagaimana cara efektif untuk melakukan komunikasi pemasaran program asuransi dan Bagaimana dilihat dari sisi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia ttg kesadaran memiliki asuransi diluar BPJS

  7. Izin bertanya, jika saya saat ini baru memulai usaha di bidang kuliner dan terkendala oleh tempat yg dinilai blm strategis dan adanya keterbatasan dana jika harus sewa toko/kios dipinggir jalan raya, kira-kira strategi marketing apa yg bisa dilakukan untuk mendongkrak penjualan makanan tsb ?

  8. terkait dengan pricing strategy, menurut anda kapan perusahaan dirasa perlu melakukan perubahan harga? dan bagaimana sebaiknya perusahaan menyikapi berubahan harga dari pesaing (produk substitusinya)?

  9. Thankyou team corona conqueror untuk artikelnya! Ijin bertanya, mengenai strategi pemasaran dengan metode personal selling yang mungkin saat ini marak dalam bisnis yang berbasis MLM. Bagaimana pemasar bisnis seperti obat herbal, produk kecantikan, dll menjamin mutu produknya sekalipun terkadang pemasar bukan merupakan dokter atau ahli yang mengerti di bidang kesehatan misalnya? Apakah ada legal issues yang yang membatasi pemasaran produk2 kesehatan dengan basis pemasaran MLM/ personal selling ini?

  10. Terima kasih tim The Corona Conqueror untuk artikelnya yang sangat bermanfaat, ijin bertanya, di tahun 2004, brand aqua pernah mengeluarkan produk minuman air dengan rasa buah-buahan yang dikenal dengan aqua splash of fruit namun produk tersebut tidak bertahan lama dan hilang dari peredaran saat ini, apakah ada kesalahan strategi pemasaran di dalam produk tersebut mengingat apabila melihat brand aqua merupakan salah satu brand besar, jika ada mohon penjelasannya?

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format