“AntarAja” by Garuda Indonesia Strategi Mengatasi dampak Pandemi Covid-19

PT. Garuda Indonesia (Persero), maskapai plat merah / flag Carrier Negara Indonesia juga merasakan dampak Covid-19 terhadap kinerja Perseroan.


0

Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi global COVID-19 mengakibatkan penurunan ekonomi global yang berdampak dari sisi pasokan / “Supply” seperti perdagangan dan juga rantai pasokan. Selain itu juga menurunkan permintaan “Demand” atau tingkat konsumsi di negara terdampak.  IMF dalam kajiannya berjudul “Word Economic Outlook Update, June 2020” memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia menurun hingga -4.9% di tahun 2020, sedangkan Indonesia sendiri di proyeksikan -1% di akhir tahun 2020 oleh Kementrian Keuangan. Penurunan pertumbuhan ekonomi berimplikasi pada menurunnya ketersediaan lowongan pekerjaan sehingga meningkatkan pengangguran. 

Berdasarkan kajian Moodys dalam “Global Macro Outlook 2020-21” tanggal 6 Maret 2020, Industri Penerbangan merupakan salah satu Industri yang terdampak pandemi global.  Diawali dari penurunan permintaan akibat karantina wilayah, pelarangan aktifitas hiburan,   menyebabkan aktifitas traveling  menurun drastis yang bepengaruh negative pada industry penerbangan, pelayaran, hotel dan traveling.

Gambar 1 – Dampak Covid-19 terhadap berbagai Industri (Moodys)

Dampak Covid-19 juga dirasakan oleh Industri Penerbangan Indonesia, berdasarkan Statistik Lalu Lintas Angkutan Udara Bandara I Gusti Ngurah Rai per Mei 2020 jumlah penerbangan menurun hampir 40% dibanding 2019. 

Gambar 2 – Infografis Trafik Lalu Lintas Angkutan Udara Bandar Udara Ngurah Rai 

PT. Garuda Indonesia (Persero), maskapai plat merah / flag Carrier Negara Indonesia juga merasakan dampak Covid-19 terhadap kinerja Perseroan. Garuda Indonesia memiliki jumlah penerbangan sebelum pandemi Covid-19 mencapai 600 penerbangan per hari dengan 202 armada pesawat dan 90 destinasi di seluruh dunia.  Sesuai dengan informasi yang disampaikan PT. Garuda Indonesia (Persero) kepada Bursa Efek Indonesia terkait penjelasan Dampak Pandemik Covid-19, perusahaan menyampaikan bahwa operasional perusahaan terdampak pandemi Covid-19 akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menurunkan mobilitas masyarakat Indonesia. Dampak tersebut juga dirasakan pada Rute Internasional seperti region (Middle East) akibat pelarangan  masuk ke negara Arab Saudi dan penghentian penerbangan dari dan ke Tiongkok. 

Sejak Mei 2020 sampai dengan September 2020, industri penerbangan masih belum pulih dan diproyeksikan akan terus berlanjut sampai tahun 2021. Kebijakan Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan menutup seluruh aktifitas bandara di Indonesia berdampak pada maskapai Garuda Indonesia yang juga menutup seluruh aktifitas operasional nya di seluruh bandara Indonesia. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diterbitkan tanggal 23 April 2020 dan di perpanjang kembali sampai dengan dengan tanggal 7 Juni 2020.

Porsi pendapatan penumpang berkontribusi lebih dari 80% pendapatan perusahaan, penurunan jumlah penumpang berimplikasi pada penurunan pendapatan sehingga untuk bertahan perusahaan harus melakukan efisiensi operasional dengan melakukan pemutusan hubungan kerja sebesar 125 orang, karyawan yang dirumahkan mencapai 825 orang dan pemotongan penghasilan karyawan sebesar 50% berjumlah 5.897 orang. 

Penurunan jumlah penumpang mencapai 90% berdampak pada kinerja perusahaan sampai dengan kuartal 2 tahun 2020. Ini terlihat dalam Laporan Laba Rugi dalam Laporan Keuangan Quartal 2 tahun 2020 yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimana pendapatan perseroan turun dari USD 1.854 Juta eq. Rp 2,1 Triliun menjadi USD 750 Juta eq. Rp 917 Milyar dan Laba Bersih (EAT) perseroan mengalami kerugian sebesar USD (723) Juta eq Rp 10,854 Milyar periode berjalan.

Gambar 3 – Laporan Laba Rugi Q2 2020 (Garuda Indonesia)

Keadaan ini juga diikuti ketidakmampuan perseroan untuk memenuhi keawajiban jangka pendek terutama hutang pokok termasuk surat utang obligasi sebesar USD 2,3 Milyar Dollar. 

Untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan di kondisi buruk seperti ini, berikut adalah beberapa rencana strategis baik dari sisi keuangan dan operasional sebagai berikut:

Aspek Keuangan 

Untuk menjaga likuiditas perusahaan serta merespon dampak COVID-19 yang terjadi saat ini, Perusahaan telah melakukan upaya optimalisasi operasional guna menyelaraskan supply dengan market demand melalui beberapa langkah inisiatif sebagai berikut: 

  1. Melakukan negosiasi dengan lessor untuk penundaan pembayaran sewa pesawat (lease holiday). 
  2. Memperpanjang masa sewa pesawat untuk mengurangi biaya sewa per bulan
  3. Mengusahakan financing dari perbankan dalam dan luar ataupun pinjaman lainnya.
  4. Menegosiasikan kewajiban Perseroan yang akan jatuh tempo dengan pihak ketiga. 
  5. Melakukan program efisiesi biaya dengan tetap memprioritas keselamatan dan keamanaan penerbangan dan pegawai serta layanan.
    Diskusi intensif dengan Pemerintah selaku Pemegang Saham Perseroan guna memperoleh dukungan yang diperlukan Perseroan.

Aspek Operasional :

Pendapatan penumpang berkontribusi lebih dari 80% dari total pendapatan Garuda Indonesia, dengan adanya penurunan trafik yang cukup siginifikan, maka dibutuhkan strategi untuk mengantisipasi turunnya demand dari penerbangan berjadwal melalui insiatif efisiensi serta optimalisasi lini bisnis charter & kargo dengan penjelasan sebagai berikut :

  1. mengoptimalkan frekuensi dan kapasitas penerbangan baik penerbangan domestik maupun internasional
  2. Mengoptimalkan layanan kargo dan aktif mendukung upaya-upaya pemerintah khususnya yang terkait dengan penanganan COVID 19 melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan, APD, obat-obatan, alat kesehatan.
  3. Mengoptimalkan layanan charter pesawat untuk evakuasi WNI yang berada di luar negeri serta membantu proses pemulangan WNA untuk kembali ke negara masing-masing dan layanan charter untuk pengangkutan kargo.
  4. Menunda kedatangan pesawat di tahun 2020. 

Selanjutnya guna mendorong percepatan pemulihan, Garuda Indonesia mengupayakan untuk mendorong kepercayaan dan minat masyarakat agar kembali menggunakan transportasi udara melalui konsistensi penerapan protokol kesehatan penerbangan antara lain dilakukan melalui penerapan physical distancing dalam penerbangan, pelaksanaan pre medical check bagi awak kabin, penggunaan alat pelindung bagi kru yang bertugas, disinfeksi armada, peniadaan reading material guna meminimalisir cross contamination serta penggunaan material mono-use dalam penyajian makanan dalam pesawat. Meskipun mengakibabtkan kapasitas penumpang menurun hampir 50% dari situasi normal.

Disamping itu, Garuda Indonesia juga bekerjasama dengan kementerian Pariwisata untuk mengkolaborasikan program dan inisiatif yang dapat mendorong geliat pariwisata, khususnya wisata domestik. Ini sejalan dengan program pemerintah dalam hal ini Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif untuk meningkatkan Kembali kunjungan wisatawan terutama wisatwan domestik agar pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata dalam bergerak Kembali meskipun tetap menerapkan protocol Kesehatan yang ketat.

Peluncuran produk “Kirim Aja”

Ditengah pandemi Corona, penjualan daring masih menunjukan pertumbuhan sebesar 22% per Juni 2020, berdasarkan data dari 14 toko daring yang dikompilasikan oleh Bank Indonesia. 

Salah satu yang perusahaan yang terdampak positif adalahjasa pengiriman berbasis digital yaitu PT. Tri Adi Bersama (anak peusahaan PT. Adi Sarana Armada Tbk) dengan brand “Anteraja” dan telah mengirimkan hampir 200.000 parsel per Mei 2020. 

Pada tanggal 3 Juni 2020, Manajemen Garuda Indonesia melakukan Langkah-langkah pemulihan untuk kelangsungan opersional perseroan, salah satunya adalah menggenjot pendapatan non penumpang yaitu dari sisi Cargo Retail Door to Door dengan meluncukan layanan pengiriman barang berbasis digital dengan nama “KirimAja” melalui anak usahanya PT Aerojasa Cargo. Aplikasi tersebut dapat diunduh di platform device seperti Android dan IOS.

Sebelumnya Garuda Indonesia telah memiliki layanan Kargo melalui PT. Aerojasa Cargo dengan merek Aero Express  namun masih belum menyasar segmen retail. Pada tahun 2019 Jumlah kargo yang diangkut sebesar 335,76 juta kg, menurun 26,01%.  dibandingkan tahun 2018. Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya jumlah penerbangan Perseroan di tahun 2019 sehingga, hal ini terjadi karena bisnis kargo Garuda masih di dominasi bisnis kargo belly atau kargo yang fokus pada ketersediaan ruang kosong bagasi dalam penerbangan Garuda. 

KirimAja menyasar segmen retail mulai dari pengiriman barang-barang umum, elektronik, perlengkapan rumah tangga, makanan kering, hingga produk non perisable lainnya. “KirimAja” ini terdapat di seluruh gerai Garuda Indonesia yang ada di Indonesia termasuk termasuk juga dengan perusahaan Biro Perjalanan Wisata atau Tour Travel.

Gambar 4 – Layanan KIRIM AJA

Gambar 5 – Layanan KIRIM AJA pada Aplikasi

Lowongan Internal Perusahaan 

Untuk mendukung unit KirimAja Perseroan saat ini membuka posisi/jabatan di PT Aerojasa Cargo unit KIRIM AJA dengan deskripsi pekerjaan sebagai berikut : 

Proses seleksi internal ini dapat dilakukan dengan menyaring kandidat dari beberapa talenat dari Garuda Indonesia Grup untuk mendapatkan kandidat yang memiliki determinasi tinggi, berintegritas baik dan mampu mengtaola hal-hal yang terkait dengan Cargo Retail dalam rangka memberikan pelayanan terbaik dan pengiriman tepat waktu kepada konsumen.

Selain posisi  diatas mantan karyawan terdampak juga diberikan kesempatan pertama untuk menjadi partner KirimAja engan istilah “Sohib KirimAja” dan “Sub Console” KirimAja dengan persyaratan yang cukup mudah sesuai keterangan berikut : 

Gambar 6 – Persyaratan Parner KirimAja

Tugas dari Sohib KirimAja dan Sub Console KirimAja

Gambar 7 – Tugas Partner KirimAja

Untuk mendaftar cukup mudah melalui aplikasi AntarAja menggunakan email, KTP dan nomer telepon genggam. Partner dapat memperoleh komisi hingga 50%. Dengan adanya KirimAja diharapkan dapat membantu mantan karyawan Garuda Indonesia yang terdampak Covid-19. 

Usulan posisi baru untuk menunjang Bisnis AntarAja

Selain kebutuhan pekerjaan baru yang telah diuraikan diatas, seiring dengan kebutuhan teknologi tinggi, maka Garuda Indonesia memerlukan talenta yang memahami teknologi digital mengingat platform KirimAja berbasis teknologi aplikasi android atau ios dalam operasional harian, Maka dari itu diperlukan jenis pekerjaan baru untuk menguatkan produk KirimAja yaitu Manajer Digital Product dan Technology. 

Pegawai yang memahami konsep Bigdata juga dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan bisnis seperti contoh memilih lokasi gerai AnterAja yang tepat melalui analisa informasi digital. 

Berikut kualifikasi, pengalaman dan deskripsi pekerjaan yang di perlukan untuk menjadi Manajer Digital Product dan Technology.

  1. Kualifikasi       : Sertifikasi Android  dan IOS Developer 
  2. Pengalaman : Minimal 2 tahun di perusahaan e-commerce bagian IT atau Fresh Graduate dari Jurusan Sistem Informasi dan Teknik Informatika 
  3. Deskripsi Kerja adalah sebagai berikut 
  4. Bertanggung jawab untuk menghasilkan solusi teknologi untuk mencapai goal yang ditentukan oleh manajemen perusahaan. 
  5. Menciptakan arsitek teknologi digital “KirimAja” 
  6. Memahami Analisa Bigdata 
  7. Berkolaborasi bersama tim untuk menciptakan aplikasi yang dapat mengintegrasikan berbagai layanan seperti dompet digital, e-commerce dan regulator. 
  8. Menentukan dan memonitor kehandalan aplikasi KirimAja 

Mengingat posisi ini membutuhkan pengalaman terkait bisnis logistik sehingga proses seleksi dapat dilakukan selain dengan rekrutmen internal dapat dengan cara membuka lowongan di situs Kirimaja atau dapat juga menyewa jasa Headhunter agar dapat memperoleh talent-talent terbaik. 

Langkah ini diharapkan dapat mendorong bisnis Garuda Indonesia untuk meningkatkan pendapatan dan mendorong utiliasi pesawat agar arus kas perseroan dapat membaik sampai dengan kondisi pandemi COVID-19 berakhir. 

Dengan berfokus selain meningkatkan kembali pendapatan perseroan dimasa mendatang, Garuda Indonesia mutlak harus mengoptimalisasi seluruh armada nya ke seluruh wilayah Indonesia agar biaya tetap  dalam hal ini biaya sewa pesawat dapat tertutupi dan kas operasional dapat berjalan kembali untuk membiayai modal kerja perseroan serta membuat harga saham Garuda dapat meningkat lagi di Pasar Modal.

SUMBER :

PT. Garuda Indonesia, 2020. Laporan Keuangan Perseroan tahun Juni 2020 https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/10 Oktober 2020 (7:28)

PT. Garuda Indonesia, 2020. Laporan tahunan tahun 2019. https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/10 Oktober 2020 (7:28)

Corporate Secretary. 2029. Garuda Luncurkan Layanan Kirima Aja. https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/garuda-indonesia-luncurkan-kirim-aja. 10 Oktober 2020 (7:28)

PT. Garuda Indonesia, 2020. Permintaan Penjelasan Terkait Dampak Covid-19. https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202009/a4f1791cf7_7140d1dc26.pdf. 7 Oktober 2020 (19:00) 

Moodys Investor Services, 2020. Impact on global economy from the coronavirus moody’s. https://www.moodys.com/newsandevents/topics/Coronavirus-Effects-007054. 6 Oktober 2020 (19:00)

Kirim Aja, 2020. “Product Brief Sohib & Sub Console”. kirimaja@aerowisatalogistics.com. 6 Oktober 2020. 

Kirim Aja, 2020. “Panduan Produk untuk Sohib & Sub-Console”. kirimaja@aerowisatalogistics.com. 6 Oktober 2020. 

Kelompok Lightning McQueen :

1. Dea Puri Anindita

2. Rahmat Hidayat

3. Steve D. Anggara

4. Tiara N. Utami


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Stevedanggara

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format