Indosat memutuskan hubungan kerja karyawan ditengah wabah covid19

Apakah Indosat terseret badai pandemi atau hanya strategi bisnis semata?


0

Indosat Ooredoo (dahulu Indosat) adalah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) pertama di Indonesia yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional melalui satelit internasional. Pada tahun 1967 pemerintah Indonesia yang dipimpin presiden Soeharto memberikan kesempatan kepada swasta untuk membangun jaringan komunikasi dengan teknologi satelit kepada perusahaan telekomunikasi AS bernama International Telephone & Telegraph Corporation (ITT), melalui American Cable & Radio Corporation (ACR). Permasalahan muncul pada tahun1976 disaat indosat menolak permintaan pemerintah untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan kabel laut antara Medan dan Penang untuk melengkapi jaringan telekomunikasi internasional. Akhirnya pada tahun 1980, pemerintah Indonesia melakukan akuisi terhadap indosat. Sampai tahun 2002, pemerintah indosat memegang penuh control atas Indosat sampai akhirnya pemerintah saat itu memutuskan untuk melepas sebagian saham Indosat untuk menutup devisit anggaran negara. Pemilikan mayoritas saham indosat berpindah kepadan Singapore Technologies Telemedia (STT) sebesar 41,94% dengan total saham yang dijual sebanyak 50,04%. Namun di tahun 2008 STT melepas saham Indosat kepada Qatar Telecom (Qtel) sebanyak 40,8%. Hingga akhirnya ditahun 2015 Indosat berganti nama menjadi Indosat Ooredoo seiring perubahan nama Qatar Telecom menjadi Ooredoo di tahun2013. Saat ini kepemilikan saham indosat dikuasai Ooredoo Asia Pte.Ltd sebesar 65%, pemerintah Indonesia (14,29%) dan public (20,71%)[1].

Gambar 1. Sejaran Indosat di Indonesia[1]

Beberapa tahun terakhir kinerja indosat sedang menjadi sorotan. Harga saham indosat, yang mencerminkan kinerja perusahaan terus turun dalam 3 tahun ke belakang. Dalam 5 tahun terakhir, saham tertinggi indosat dicapai pada 1 April 2017 di kisaran Rp. 7.175. sejak saat itu harga saham indosat terus berada dalam tren penurunan dan sempat mencapai titik terendah di Rp.1685,- pada Desember 2018. Di tahun 2015 indosat mencatat rugi hingga Rp1,3 triliun. Ditahun berikutnya Indosat berhasil bangkit, dan pada 2017 Indosat mampu menghasilkan laba sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat 2,8% dibandingkan tahun 2016. Namun sepanjang 2018 Indosat merugi Kembali hingga Rp2,4 triliun. Sampai kuartal III-2019 perseroan masih mengalami kerugian bersih hingga Rp284 miliar. Sehingga dirasa perlu bagi indosat untuk melakukan efisiensi.

Pada akhir tahun 2019, mulai terdengar isu pengurangan karyawan dalam internal Indosat. Keputusan ini dipilih karena perusahaan merasa jumlah karyawan sudah melebihi batas alias ‘kegemukan”. Akhirnya pada Februari 2020 indosat melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 500 karyawan. Perusahaan berusaha melakukan perubahan organisasi untuk menjadikan bisnis lebih lincah untuk bisa lebih focus kepada pelanggan serta lebih dekat dengan kebutuhan pasar[3].

Pemutusan hubungan kerja ini sangat disayangkan karena bertepatan dengan muculnya pandemic corona yang terjadi di seluruh dunia. Total ada sebanyak 677 karyawan yang nantinya tidak memiliki pekerjaan, walaupun kabarnya mereka mendapatkan pesangon yang cukup besar[4]. Tentunya secara tidak langsung pandemic ini juga mempengaruhi kinerja dan stabilitas perusahaan, daripada mengeluarkan dana yang sangat besar untuk membayar pesangon karyawan, lebih baik digunakan untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan selama pandemic terjadi. Seharusnya indosat bisa menunda ataupun membatalkan keputusan phk tersebut untuk mengurangi dampak negatif kepada masyarakat, yaitu bertambahnya orang yang tidak memiliki pekerjaan (pengangguran). Jika melihat perusahaan lain yang mengalami krisis serupa, PHK bukanlah solusi satu-satunya untuk memulihkan perekonomian perusahaan. Mereka melakukan pengalihan jobdesk dan memaksimalkan sumber daya yang ada agar perusahaan dapat beroperasional secara normal. Beberapa cara yang bisa dilakukan Indosat untuk dapat mengontrol budgeting pada masa pandemic saat Ini, yaitu :

  1. Mengurangi upah dan fasilitas pekerja tingkat atas, misalnya tingkat manager dan direktur
  2. Mengurangi shift
  3. Membatasi/ menghapuskan kerja lembur,
  4. Mengurangi jam kerja,
  5. Mengurangi hari kerja dengan melakukan WFH

Sebenarnya kondisi pandemic ini bisa jadi peluang besar bagi indosat untuk mengembangkan layanan. Banyak perusahaan yang menggunakan system Work From Home bagi karyawannya, selain itu siswa sekolah dasar sampai mahasiswa perguruan tinggi juga melakukan pembelajaran dari rumah. Sebagai salah satu penyedia jasa internet mobile, indosat bisa memanfaatkan peluang ini menjadi sebuah produk baru yang dijual kepada konsumen. Produk tersebut antara lain IM2 Home dan IM2 Enterprise. IM2 (internet murah meriah) Home untuk anak sekolah dan IM2 Enterprise untuk pegawai kantoran. Dengan diluncurkannya 2 produk baru ini, tentunya terbuka posisi baru yang bisa ditawarkan kepada karyawan untuk menghindari PHK. Dengan dilakukannya strategi rightsizing/ perampingan organisasi, karyawan yang terkena dampak bisa dialihkan kedalam produk baru tersebut.

Menurut Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mencatat adanya peningkatan 15-20% traffic internet di masa pandemic corona. Penerapan aturan PSBB dan WFH telah mengubah pola penggunaan internet yang sebelum terjadi pandemic lebih banyak corporate menjadi pengguna ritel/ broadband perumahan[5]. Sebagai salah satu provider terbesar penyedia jasa internet mobile, indosat memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan internet yang mumpuni.

Gambar 2. Penggunaan internet di Indonesia per Januari 2020[6]

Dengan fakta tersebut, seharusnya Indosat membutuhkan resource yang banyak untuk bisa merebut pangsa pasar yang potensial tersebut. Ada sebesar 64% dari total penduduk Indonesia yang sudah menggunakan internet, artinya ada pasar sebesar 36% yang bisa dijadikan target sebagai pelanggan baru indosat. Jika melihat persebaran pengguna di wilayah Indonesia, bagian Indonesia Tengah dan Indonesia Timur juga bisa dijadikan pangsa pasar untuk produk baru yang akan diluncurkan Indosat.

Gambar 3. Persebaran pengguna internet di wilayah Indonesia[7]

Produk baru Indosat ini (IM2 Home dan IM2 Enterprise) tentunya tidaklah berbeda dengan produk yang ada saat ini sehingga job description yang ditawarkan juga serupa untuk bagian operational dan pemasaran. Namun ada beberapa job alternatif yang bisa ditawarkan sebagai penunjang produk baru tersebut, antara lain :

Customer Analyst (CA)

Job Loaction : 

Jakarta (dan daerah terdampak lainnya)

Job Summary

Menganalisa data customer berdasarkan wilayah, fokus utama untuk persebaran customer di daerah yang masih sedikit penggunaan internet. Masing-masih wilayah terdiri dari 1-3 analyst tergantung besarnya wilayah dan banyaknya calon customer

Reporting To

Manager Wilayah

Working Conditions

Bekerja di dalam ruangan (back office), menganalisa data calon customer sesuai region masing-masing. Dengan fokus pada sekolah-sekolah yang ada di daerah tersebut (SD-SMP-SMA), khususnya sekolah negeri. Customer analyst akan melakukan proyeksi jumlah dan potensi customer di masing-masing wilayah.

Job Duties

>Mendata berapa banyak sekolah yang ada di region tersebut

>Menghitung potensi customer baru dari sekian banyak murid di sekolah tersebut

>Membuat penawaran produk untuk customer potensial maupun nonpotensial

Education

S1 semua jurusan

Experience

Berpengalaman mengolah data

Skills

> memiliki kemampuan menggunakan komputer/laptop

>kemampuan analisa kritis

>kemampuan berkolaborasi dalam tim

Recruitment Process

Rekrutment ditujukan kepada karyawan indosat yang terdampak PHK

Proses Seleksi :

Interview yang dilakukan HCM

Tes Potensi – Menilai kemampuan pelamar apakah sesuai dengan kebutuhan

FGD – Melihat kemampuan pelamar dalam berkolaborasi

Tes Kesehatan –

Developing the Workforce

On the job training penggunaan aplikasi

mentoring tiap quarter oleh manager

Work Hour

40 jam per minggu

Compensation

8.000.000,-

Benefits

Asuransi Kesehatan

Cuti tahunan

Dana pensiun

Surveyor Ambassador (SA)

Job Loaction : 

Jakarta (dan daerah terdampak lainnya)

Job Summary

Mengumpulkan data-data yang dibutuhkan CA dengan menggunakan media yang tersedia (browsing, phone call, dll)

Reporting To

Customer Analyst

Working Conditions

Posisi ini bekerja melakukan survey via daring untuk mencari informasi mengenai sekolah-sekolah di seluruh indonesia dan melakukan survey langsung ke sekolah tersebut mengenai calon customer (bisa dilakukan via telepon) dan membuat rangkuman yang akan diolah oleh CA

Job Duties

>Mengelompokkan sekolah berdasarkan region

>Mendata banyaknya siswa dan guru di masing-masing sekolah

>Menumpulkan data terkait kebutuhan calon customer

Education

SMA sederajat

Experience

Terbiasa berkomunikasi dua arah

Skills

> Memiliki kemampuan untuk mencari informasi dari berbagai sumber

>Memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan banyak orang

Recruitment Process

Rekrutment ditujukan kepada karyawan indosat yang terdampak PHK

Proses Seleksi :

Interview yang dilakukan HCM

Tes Potensi – Menilai kemampuan pelamar apakah sesuai dengan kebutuhan

Tes Kesehatan –

Developing the Workforce

On the job training 

Mentoring setiap bulan untuk review kinerja

Work Hour

40 jam per minggu

Compensation

6.000.000,-

Benefits

Cuti tahunan

BPJS Kesehatan

Dengan adanya tambahan spesifikasi pekerjaan tersebut, diharapkan akan memberikan variasi baru bagi masyarakat dalam memilih paket layanan Indosat. Selain itu, produk baru ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja internal yang akan diputuskan hubungan kerjanya.

Dibuat oleh :

Kelompok Angel Investor

Agus Basuki

Ahmad Zakie Akmal

Dini Rahmawati

Rohandi

Referensi :

[1]https://tirto.id/sejarah-indosat-dibeli-soeharto-dari-itt-dijual-megawati-ke-stt-ezYZ

[2]https://www.cnbcindonesia.com/market/20200305130949-17-142690/57-karyawan-indosat-tolak-phk-apa-alasannya

[3]https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200216190922-92-475137/indosat-beberkan-alasan-phk-500-karyawan

[4]https://kumparan.com/kumparanbisnis/gelombang-phk-karyawan-indosat-berlanjut-di-tengah-wabah-corona-1t8xlQhF56C/full

[5]https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200416154547-39-152424/apjii-efek-wfh-trafik-penggunaan-internet-ritel-naik-20

[6]https://www.validnews.id/Infografis-Pengguna-Internet-Indonesia-2020-4k

[7] https://aptika.kominfo.go.id/2019/08/penggunaan-internet-di-indonesia/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format