Mungkinkah Adidas Menciptakan Pekerjaan Baru di Era Pandemi?


0

Identifikasi Masalah

Wabah virus Corona sangat mempengaruhi kehidupan manusia di dunia. Akibat virus tersebut semakin sedikit orang yang bepergian keluar rumah sejak pemerintah menganjurkan untuk melakukan segala aktivitas dari rumah. Hal tersebut juga tak lepas mempengaruhi bisnis di masa seperti ini. Salah satu penyebabnya adalah: konsumen jadi jarang keluar, hanya belanja seperlunya, dan melakukan berbagai transaksi via online. 

Selain itu, pemerintah juga menerapkan aturan pembatasan sosial agar mengurangi penyebaran virus Corona, anjuran tersebut tentunya berdampak terhadap binis yang menyebabkan berbagai aktivitas bisnis mesti dilakukan secara jarak jauh. Sehingga, banyak pekerja yang harus bekerja dari rumah (work from home) bahkan tak sedikit yang harus di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh perusahaan,karena perusahaan ingin mengurangi biaya akibat penurunan jumlah penjualan yang signifikan. Permasalahan ini juga dialami oleh Adidas, Produsen pakaian olahraga asal Jerman,memproyeksikan penurunan penjualan dalam skala besar di Cina akibat virus corona. Karena penurunan penjualan yang besar-besaran ini membuat Adidas harus memutar pikiran untuk dapat mengurangi biaya perusahaan, agar tidak mengalami kerugian yang besar. Salah satunya adalah dengan melakukan pengurangan tenaga kerja,karena dinilai merupakan cara tercepat untuk mengurangi beban biaya perusahaan. 

Pekerja China di Vietnam menangis setelah dipecat oleh perusahaan Taiwan yang membuat sepatu untuk Adidas.

Dikutip dari website SCMP. Sekelompok 150 pekerja China percaya perusahaan menggunakan virus corona sebagai alasan untuk memecat mereka. Pou Chen yang membuat sepatu untuk Adidas, memberi tahu grup tersebut pada akhir April bahwa mereka tidak akan lagi dibutuhkan karena mereka tidak dapat kembali ke Vietnam dari kampung halaman mereka di China karena penguncian virus corona. Dalam emailnya pada 27 April, Pou Chen mengatakan pihaknya terpaksa memutuskan kontrak karyawan China di lima pabriknya karena penurunan pesanan dan kerugian finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Karyawan China, banyak di antaranya yang telah bekerja untuk pembuat sepatu selama beberapa dekade, mengatakan kompensasi yang ditawarkan tidak adil dan di bawah tingkat yang disyaratkan oleh undang-undang ketenagakerjaan di Vietnam dan China. Dalam pernyataan lebih lanjut kepada South China Morning Post, Pou Chen mendukung langkah tersebut karena pandemi virus korona telah mengurangi permintaan untuk produk sepatu dan karenanya membutuhkan "penyesuaian tenaga kerja." Bulan lalu, perusahaan juga mempertimbangkan pemotongan gaji dan cuti yang akan mempengaruhi 3.000 karyawan di Taiwan dan pejabat yang berbasis di pabrik luar negeri, menurut Taipei Times.

Alasan Pengusaha Terpaksa PHK Karyawan di Tengah Pandemi Corona.

Ada beberapa alasan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa penyebaran Virus Corona (Covid-19).

  1.  Pertama, lemahnya permintaan pasar, termasuk akibat kebijakan Pembatasan Sosial. Adidas mengatakan, pihaknya memprediksi penjualan kuartal pertama turun hingga 1 miliar euro (1,1 miliar dolar AS) di Cina dan laba operasi turun 400 juta hingga 500 juta euro. Secara global, penurunan penjualan Adidas mencapai 10 persen, termasuk Cina. Potensi kehilangan industri ini semakin dalam mengingat adanya potensi penundaan hingga pembatalan berbagai acara olahraga di seluruh dunia. Tidak terkecuali Olimipiade di Jepang dan kejuaraan sepak bola Euro 2020 yang masih dipertanyakan keberlangsungannya. Chief Executive Adidas, Kasper Rorsted, mengatakan, apabila dua event tersebut ditunda, Adidas dapat kehilangan penjualan 70 juta euro. Tapi, ia tetap optimistis prospek industri barang olahraga dalam jangka panjang. Ia menegaskan, tidak memiliki rencana mengurangi pekerja untuk menjaga arus keuangan perusahaan. 

Periode Akhir:

30/06/2020

31/03/2020

31/12/2019

30/09/2019

Total Pendapatan

3579

4753

5838

6410

Laba Kotor

1826

2345

2858

3339

Pendapatan Operasi

-333

65

244

897

Laba Bersih

-295

31

166

646

Data Pendapatan Adidas Internasional

Berdasarkan informasi yang terdapat pada tabel tersebut dapat  kita lihat bahwa pendapatan Adidas turun drastis sejak kuartal 4 2019 hingga kuartal 2 tahun 2020.

  1. Keterbatasan cash-flow terutama untuk membiayai beban operasional.

Dengan adanya pengurangan pendapatan perusahaan di masa pandemic virus Covid-19,memaksa perusahaan untuk melakukan pengurangan biaya yang memberatkan perusahaan, biaya tenaga kerja merupakan beban perusahaan yang paling besar. Berdasarkan laporan keuangan Adidas tahun 2019.

                                  total pendapatan dan total biaya operasi Adidas

Dapat dilihat pada kuartal 1 tahun 2020,Adidas sudah mengalami defisit beban biaya operasinal terhadap total pendapatan, defisit tersebut berlanjut ke kuartal 2 tahun 2020 dimana pandemic Covid-19 masih berlangsung. Hal ini tentunya membuat perusahaan berpikir bagaimana mengurangi beban biaya tercepat dan terbesar, yang merupakan beban tenaga kerja.

Analisis Solusi untuk Jabatan Baru

Saat kondisi pandemi seperti ini, pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi salah satu jalan yang diputuskan perusahaan dalam rangka mengurangi pengeluarannya sehingga dapat menjaga posisi keuangan perusahaan dalam kondisi aman. Seperti kasus Adidas, Covid 19 menyebabkan toko-toko retail Adidas tutup dan akhirnya terjadi penurunan penjualan serta efektivitas dari performa para karyawan. Tentu menjadi pertanyaan bagi pihak manajemen seperti mengapa mereka harus tetap membayar karyawan apabila karyawan tersebut tidak bekerja secara efektif karena dirumahkan dan penjualan Adidas-pun menurun. 

Berlatar belakang dari perjanjian kerja serta moral perusahaan dalam menjalin hubungan baik dengan karyawannya, dapat menjadi alasan bagi perusahaan untuk tetap mempekerjakan mereka dan berinovasi dalam meningkatkan penjualan di era pandemi ini. Inovasi yang dirancang untuk strategi ataupun lini bisnis baru akan menghasilkan pekerjaan baru yang dapat merestrukturisasi karyawan tersebut ke pekerjaan baru. Adapun di Indonesia, terdapat surat edaran dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (SE Menaker 3/2020) tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan perusahaan agar dapat bertahan dan menghindari terjadinya PHK yaitu:

  • Mengurangi upah dan fasilitas tenaga kerja di level manajerial dan direktur

  • Membatasi/menghapus kerja lembur

  • Mengurangi shift, jam, dan hari kerja

  • Meliburkan atau merumahkan pekerja secara bergulir untuk jangka waktu tertentu

Usulan berdasarkan surat edaran tersebut tentu hanya sebagai upaya mengurangi pengeluaran perusahaan dalam hal pembayaran karyawannya. Namun solusi yang baik adalah ketika solusi tersebut dapat menjawab tantangan utama dan dalam kasus ini adalah bagaimana Adidas dapat bertahan bisnisnya serta menjaga hubungan kerja dengan karyawannya sehingga tidak/meminimalisir PHK.

1. Pekerjaan dalam digitalisasi pemasaran

Era new normal membawa banyak perubahan bagi gaya hidup masyarakat, seperti bagaimana masyarakat berinteraksi dan bertransaksi. Menurut berita di Marketingweek.com, penjualan adidas melalui Ecommerce meningkat sebesar 35% pada kuartal pertama seiring dengan peraturan lockdown di beberapa negara. Hal ini dapat dijadikan peluang bagi Adidas untuk memfokuskan pada digital marketing dan perbaikan landing page Adidas melalui tim IT. Secara otomatis, peningkatan efisiensi tim digital marketing dan IT menjadi salah satu upaya bagaimana Adidas dapat beradaptasi di era ini.

Namun, terdapat posisi baru yang dapat mendukung keberjalanan kedua tim tersebut yaitu tim online community. Tim online community ini dapat bekerja sama dengan tim digital marketing dalam menciptakan berbagai konten terkait olahraga secara online. Seperti contohnya adalah sebagai trainer workout classes, meditation classes, ataupun konten hiburan seperti aktivitas bersepeda, skateboard, lari sehat. Restrukturisasi pekerjaan baru selain dapat meminimalisir terjadinya Phk, ketidakefektifan kinerja karyawan, namun juga dapat mengoptimalisasi kinerja tim pemasaran dalam upaya meningkatkan penjualannya.

Contoh aktivitas online campaign terkait sport

(Gambar : Google Images)

Tim online community dapat menjalin kedekatan dengan konsumen Adidas melalui campaign-campaign seputar kegiatan olahraga, sehat walaupun dirumah, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat secara luas untuk selalu melakukan aktivitas demi menjaga kesehatan fisik serta pikiran. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan penjualan Adidas karena mampu menyebarkan brand awareness Adidas secara online dan tepat sasaran untuk masyarakat yang gemar berolahraga.

2. Menjaga keberlangsungan bisnis melalui lini produk baru

Kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian membuat masyarakat cenderung melakukan saving terhadap uang yang dimilikinya. Namun, produk-produk untuk kesehatan justru mengalami peningkatan permintaan selama pandemi ini seperti contohnya adalah masker, face shield, dll. Hal ini menjadi peluang Adidas untuk menciptakan produk baru guna menjaga kestabilan keuangan dikarenakan penurunan penjualan sepatu. 

Upaya pembuatan lini produk baru ini dapat membantu Adidas untuk memperoleh pendapatan. Oleh karena itu, pemutusan hubungan kerja akibat upaya perusahaan untuk mengurangi pengeluarannya dapat diatasi atau bahkan diminimalisir jumlahnya. Pada tanggal 8 April 2020, Adidas mengumumkan pembuatan face shield sebagai inovasi produk baru yang bekerja sama dengan Carbon 3D. Seiring dengan inovasi tersebut, terdapat beberapa contoh produk baru lainnya yang dapat diproduksi Adidas adalah masker dan penutup sepatu yang terstandar Laboratorium. Inovasi produk masker ini telah dilakukan oleh New Balance yang memiliki pabrik di Amerika.

Face shield kerja sama Adidas & Carbon 3D 

(Sumber: instagram.com)

Inovasi produk lain yang dapat dihasilkan Adidas

(Sumber: Google Image)

Inovasi pembuatan produk baru tentunya membutuhkan tim produksi ataupun supplier sehingga ide tersebut dapat diwujudkan. Secara tidak langsung, inovasi yang dilakukan Adidas dapat membantu supplier Adidas seperti Carbon 3D ataupun PT Shyang Yao Fung untuk menjaga aktivitas produksi mereka. Namun, apabila Adidas memutuskan untuk tidak melibatkan supplier dan melakukan produksinya di pabrik sendiri, maka Adidas membutuhkan tim produksi yang menangani proses pembuatan produk hingga pengecekkan kualitas produk. Hal ini bertujuan untuk menjaga produktivitas operasi dan tidak mengganggu lini produk utama Adidas. Oleh karena itu, pembentukan tim baru yang khusus (Tim Produksi Masker & Footwear Cover) untuk menangani lini produk baru ini dibutuhkan sehingga Adidas dapat melakukan training awal dan pengontrolan yang tepat dalam menjaga efektivitas kinerja karyawan.

Deskripsi & Spesifikasi Pekerjaan 

(Sumber: https://careers.adidas-group.com)

  1. Tim Produksi Masker & Footwear Cover

Tim khusus yang terdiri dari desainer, marketer, pengembang, dan ilmuwan yang ahli dalam bidang sepatu dan pakaian untuk mempercepat penerapan teknologi visioner yang akan digunakan dalam 2-4 tahun ke depan.

Desainer yaitu kegiatan kreatif seseorang dalam merencanakan dan merancang sesuatu yang umumnya fungsional dan tidak ada sebelumnya dalam rangka menyelesaikan suatu masalah tertentu agar memiliki nilai lebih dan menjadi lebih bermanfaat bagi penggunanya.

Marketer yaitu orang atau perusahaan yang bertugas mengiklankan atau mempromosikan suatu produk perusahaan adidas. 

Pengembangan adalah orang yang merancang dan menetapkan standar baru terkait pemanfaatan tekstil terbarukan. Dan Ilmuwan yang ahli di dalam bidang sepatu dan pakaian adidas.

  1. Assistant Manager Tooling – FW 2

Assistant Manager Tooling bertujuan membantu Manajer Pengembangan / Komersialisasi dan Manajer Perkakas dalam memastikan bahwa perkakas yang digunakan dalam pengembangan dan komersialisasi sesuai dengan spesifikasi desain dan pengembangan yang dinyatakan dari kantor pusat.

Adapun tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan Assistant Manager Tooling sebagai berikut:

  1. Essential Duties & Responsibilities

  • Membantu Manajer Pengembangan / Komersialisasi dan Manajer Perkakas dalam memastikan bahwa perkakas yaitu (1) Menggabungkan perkembangan teknologi terkini, (2) Mematuhi jadwal pengembangan / komersialisasi tertentu, dan (3) Memenuhi standar kualitas adidas.

  • Bekerja dengan bengkel dan produsen cetakan dalam peningkatan berkelanjutan dari aplikasi dan proses teknis dan menerapkannya ke dalam fasilitas perkakas.

  • Sadar akan misi merek adidas dan fokus pelanggan; memiliki pengetahuan tentang sejarah adidas dan memahami arahan teknis rangkaian produk.

  1. Operations:

  • Menetapkan sistem pelacakan yang efisien pada proses terkait perkakas dan perkakas dengan pabrik dan toko cetakan; memastikan bahwa pengembangan perkakas sesuai dengan jadwal pengembangan dan komersialisasi yang ditetapkan.

  • Mengevaluasi paket teknologi, gambar teknis, dll. Untuk memeriksa apakah telah diproses dengan benar dan menyertakan semua informasi yang diperlukan. Mengevaluasi pengukur, cetakan, dll. Untuk memastikannya memenuhi spesifikasi dan standar kualitas adidas.

  • Menetapkan dan mengelola sistem pengarsipan terpusat untuk semua gambar teknis dan pola bertingkat yang relevan.

  • Memperbarui manual cetakan; memproses informasi yang masuk tentang standar industri terbaru; memastikan bahwa standar ini dievaluasi dan, jika sesuai, diadopsi ke dalam proses kerja.

  • Menerapkan standar untuk (1) Teknologi cetakan, (2) Sistem penilaian pemeriksaan kualitas dan eksekusi perkakas yang benar, (3) Prosedur berorientasi proses, dan (4) CAC / CAM dan aplikasi perangkat lunak.

  • Memulai dan berpartisipasi dalam rapat pembongkaran cetakan / teknik dan menetapkan sistem pelaporan untuk temuan.

  • Harus memahami kebijakan adidas mengenai (1) Standar perkakas biaya perkakas, (2) Bahan dan komponen, dan (3) Standar uji lab.

  • Memastikan persyaratan kesehatan dan keselamatan terpenuhi dan aturan BUMN diterapkan.

  • Menetapkan pelatihan perkakas yang terstruktur dengan baik untuk staf pengembangan / komersialisasi kantor LO untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis. Setelah pelatihan, peserta diharapkan mampu menangani proyek TN secara mandiri.

  • Menangani proyek PCT tahunan yang ditugaskan oleh manajer PCT ke area Operasi yang menjadi tanggung jawabnya

  1. Pendidikan / Pengalaman Bekerja:

  • Kefasihan berbahasa Inggris adalah suatu keharusan.

  • Pengetahuan yang baik tentang MS Office suite + database lainnya.

  • Gelar universitas, lebih disukai di bidang Teknik.

  • Minimal 5 tahun di industri sepatu olahraga.

  • Pengalaman dalam pembuatan cetakan adalah suatu keharusan.

Proses Seleksi

Proses seleksi Adidas umumnya dilakukan melalui web https://careers.adidas-group.com/. Di web tersebut terdapat posisi-posisi yang dapat dilamar oleh para pencari kerja di seluruh dunia. Lokasi penempatannya juga memungkinkan para pencari kerja untuk ditempatkan di negara asalnya. Namun dalam kondisi pandemi saat ini, hal ini menjadi kurang memungkinkan. Untuk penempatan Indonesia saat artikel ini ditulis, terdapat 5 posisi yang dibuka yang meliputi manajer operasi, produksi, tooling dan pengembangan. Untuk melihat detail posisi-posisi tersebut para pencari kerja akan dialihkan ke halaman detail pekerjaan di https://jobs.adidas-group.com/. Dalam penjelasan detail pekerjaannya, posisi-posisi manajer tersebut memfokuskan inovasi produk khususnya yang sesuai dengan kondisi pandemi saat ini. Untuk proses seleksi aplikasinya sendiri, Adidas menggunakan e-recruiting platform dari third-party service yaitu  successfactor.

Untuk posisi-posisi baru yang kami usulkan, proses seleksinya seharusnya dapat disamakan dengan proses seleksi sebelumnya, yaitu menggunakan e-recruitment system dari successfactor dan penjelasan detail tentang posisinya di website resmi Adidas untuk menghindari penipuan dan hanya membuka akses satu pintu untuk proses seleksinya. kemudian untuk proses seleksi selanjutnya dapat diteruskan sebagai berikut:

  1. Screening resume/CV dari HR

  2. Preliminary test sesuai dengan posisi yang dilamar

  3. Interview oleh HR atau group interview bila banyak pelamar yang lolos seleksi

  4. Interview dengan User (Manager terkait)

  5. Offering

Setelah proses seleksi, selesai terdapat proses yang penting untuk dilakukan, yaitu onboarding. Onboarding penting untuk menanamkan visi, misi dan core value dari perusahaan. Selain itu proses ini juga dapat menjadi pintu bagi para pekerja di posisi baru untuk dapat beradaptasi. Karena posisi-posisi ini baru, ada baiknya juga perusahaan terutama para manajer banyak menerima input dari para pekerja baru, karena meskipun Adidas bisa dibilang sudah establish, namun dengan posisi yang baru ini belum memiliki pengalaman sebelumnya, sehingga saat onboarding perlu ditekankan pada para pekerja baru untuk banyak-banyak memberi masukan, ide dan inovasi..

Best Practice

Meski banyak perusahaan di dunia yang terguncang akibat pandemi Covid-19, namun beberapa perusahaan masih ada yang tetap bisa berjaya di tengah situasi saat ini. Terlihat dari aset yang dimiliki beberapa perusahaan di dunia, yang bahkan mencapai miliaran dolar.

Perusahaan-perusahaan e-commerce di dunia pun kini hampir semuanya mengalami pertumbuhan, akibat dari kegiatan belanja online yang meningkat selama pandemi. Tetapi selain itu, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang keuangan juga masih berada pada kondisi stabil.

Melansir data dari forbes.com, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), menjadi salah satu perusahaan yang selalu menempati posisi teratas, selama delapan tahun berturut-turut dengan aset yang dimiliki sekitar $4,3 triliun hingga saat ini.

ICBC mengembangkan strategi baru yang mempertimbangkan berbagai faktor eksternal dan internal. Tren konsumen yang muncul mencakup penerimaan yang lebih besar terhadap saluran digital terutama di antara segmen yang tidak menyukai digital seperti populasi lansia atau pedesaan. Setelah krisis, karyawan mungkin lebih cenderung ke pengaturan kerja jarak jauh, yang akan berdampak pada segala hal mulai dari biaya real estat dan perencanaan hingga pengeluaran TI. 

Faktor-faktor gabungan ini dapat mengubah prioritas dan menunjukkan cara baru karyawan dalam melayani pelanggan. Perusahaan mempercepat peluncuran platform dan layanan digital sambil memperluas layanan perbankan digital ke ekosistem yang sedang berkembang, sehingga karyawan tetap melayani konsumen dalam masa pandemi. Untuk secara efektif mengelola risiko penurunan pendapatan di masa depan, bank harus menargetkan menjadi penerima waralaba berbiaya rendah dengan mempertimbangkan program biaya strategis yang memanfaatkan berbagai strategi penghematan biaya, termasuk kerja jarak jauh. Terakhir, peningkatan pengeluaran TI dapat meningkatkan ketahanan internal terhadap gangguan di masa depan dan memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam mempertahankan operasi.

Dengan strategi dan inovasi yang dilakukan perbankan tersebut memberikan kesempatan dan manfaat bagi karyawan. Sehingga bank tersebut tidak perlu PHK terhadap karyawan tetapi membuat karyawan semakin produktif dan kreatif pada masa pandemi sekarang ini.

 

REFERENSI

Carbon. (2020, April 9). Retrieved from Instagram: https://www.instagram.com/p/B-w6AEBphcn/

New Balance. (2020, Maret 28). Retrieved from Instagram: https://www.instagram.com/p/B-QcLfKlTu3/?utm_source=ig_embed

Vizard, S. (2020, April 27). Adidas hails effectiveness of #hometeam campaign but cuts spend in response to pandemic. Retrieved Oktober 11, 2020, from MarketingWeek: https://www.marketingweek.com/adidas-effectiveness-campaign-but-cut-spend/

Yusuf, M. F. (2020, Mei 7). Ini Strategi Usulan Pemerintah Agar Perusahaan Menghindari PHK Akibat Pandemi COVID-19. Retrieved from SmartLegal Network: https://smartlegal.id/galeri-hukum/pandemi-covid-19/2020/05/07/ini-strategi-usulan-pemerintah-agar-perusahaan-menghindari-phk-akibat-pandemi-covid-19

Pryanka,A.Alamsyah,E,I. (2020, March 23). Dampak Corona, Adidas Kehilangan 1,1 Miliar Dolar AS. Retrieved October 11, 2020, from Republika: https://republika.co.id/berita/q71nog349/dampak-corona-adidas-kehilangan-11-miliar-dolar-as

Huefeng,H. (2020, May 8). Coronavirus: Chinese workers in Vietnam cry foul after being fired by Taiwanese firm making shoes for Nike, Adidas. Retrieved October 11, 2020, from SCMP.com: https://www.scmp.com/economy/china-economy/article/3083547/coronavirus-chinese-workers-vietnam-cry-foul-after-being

https://www.mckinsey.com/industries/financial-services/our-insights/lessons-from-asian-banks-on-their-coronavirus-response#

https://www.cekaja.com/info/10-perusahaan-terkaya-di-dunia/

https://phintraco.com/mengulik-strategi-survive-perusahaan-di-tengah-pandemi/

https://jobs.adidas-group.com/adidas/job/Assistant-Manager-Tooling-FW-2/625265701/?feedId=301201&utm_source=j2w


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Destipatonah

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format