Products, Services, and Brands


2
2 points

What Is a Product

Produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan kepada pasar. Tujuannya untuk mendapatkan perhatian, akuisisi, penggunaan, dan konsumsi yang bisa memuaskan keinginan ataupun kebutuhan. Produk tidak hanya berupa barang, tapi ada juga servis, kegiatan, seseorang, tempat, organisasi, dan juga ide.

Servis adalah salah satu bentuk produk yang termasuk di dalamnya adalah kelebihan dan kepuasan yang ditawarkan. Servis memang tidak berwujud dan tidak berbentuk “kepemilikan”, tapi nilai jualnya besar. Misalnya adalah perbankan, hotel, penerbangan, perbaikan rumah, healthcare, dan lain sebagainya.

Produk, Servis, dan Pengalaman

Secara garis besar, ada tiga jenis produk. Dua di antaranya adalah ekstrim: pure tangible good (barang) dan pure service (jasa). Sedangkan satu di antaranya adalah kombinasi barang dan jasa. Contoh pure tangible good adalah sabun mandi, kosmetik, es krim. Contoh pure service adalah jasa finansial, jasa pijat, dan psikoterapi. Contoh kombinasi keduanya adalah: Pizza Hut Delivery, dimana yang dijual adalah Pizza dan paket makanan, servis pengantara 30 menit sampai, dan servis pembayaran debit, dan lainnya.

Ada pula jenis tangible products with accompanying services dan major services with accompanying minor tangible products. Seiring berkembangnya konsep marketing, banyak perusahaan profit maupun non-profit yang mulai menjual tidak hanya barang dan jasa, namun juga pengalaman.

“Beyond simply making products and delivering services, they are creating and managing customer experiences with their brands or companies” – Principles of Marketing, Armstrong & Koethler.

Contoh: pengalaman dimanjakan dan diberikan full facility di iBox, bebas coba-coba perangkat, pegawai yang selalu siap membantu, hingga corner bagi para pengguna baru dan pengguna lama Apple untuk konsultasi tentang perangkatnya dan bisa mengenal serta memanfaatkan perangkat lebih dalam.

Level Produk dan Jasa
  • Core benefit adalah apa yang sebenarnya konsumen beli. Misalnya, ketika membeli produk Apple, yaitu iPad mini. Mereka tidak hanya membeli ponsel. Namun membeli pengalaman gaming yang lebih seru, konektivitas ke internet yang tak terbatas, hiburan dan produktivitas (kegunaan) yang dihasilkan bila menggunakan perangkat tersebut.

  • Actual product atau produk sesungguhnya. Misalnya, bila membeli produk Apple terbaru seharga Rp 20.000.000,-, yang dibeli adalah perangkat itu sendiri, kualitas yang menyertai produk, packaging produk, dan tentunya brand “Apple”.

  • Augmented product yaitu servis dan keuntungan yang ditawarkan bila membeli produk tersebut. Contohnya, dengan Rp 20.000.000,- tersebut, termasuk garansi beberapa tahun, CS 24/7, situs-situs yang hanya bisa dibuka di Apple, dan fasilitas perbaikan perangkat bila dibutuhkan.

Klasifikasi Produk dan Jasa

Consumer products adalah barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen final untuk konsumsi pribadi. Termasuk di dalamnya adalah convenience products, shopping products, specialty products, dan unsought products.

  • Convenience products adalah produk dan jasa yang konsumen sering beli tanpa banyak pertimbangan dan buying effort. Biasanya dijual dengan harga lebih murah dan tersebar dimana-mana. Contoh: sabun mandi, fast-food, alat tulis.

  • Shopping products adalah produk yang lebih jarang dibeli, dan ketika dibeli membutuhkan usaha dan waktu untuk memilih kualitas, suitability, harga dan gaya. Biasanya dijual di lebih sedikit tempat namun memiliki kualitas pelayanan yang lebih bagus.

  • Specialty products adalah produk dan jasa dengan karakteristik unik dan identifikasi value brand yang tinggi, yang mana hanya grup tertentu yang berkenan membeli dengan special purchase effort. Biasanya untuk mendapatkan produk tersebut diperlukan usaha seperti travelling ke negara pembuat. Contohnya sport cars dan Rolex.

  • Unsought products adalah produk yang konsumen ketahui keberadaannya namun tidak terlalu berniat membeli, kecuali di bawah keadaan tertentu. Seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau jasa pemakaman. Produk ini membutuhkan ekstra pemasaran.

Industrial products adalah produk yang dibeli untuk proses lebih lanjut demi kepentingan bisnis.

  • Material and parts adalah bahan-bahan mentah suatu produk, atau alat dan bahan sebuah proses produksi. Contohnya adalah produk peternakan, produk pertanian, komponen material pabrik, dan komponen alat. 

  • Capital items adalah produk industrial yang berfungsi untuk produksi dan operasi lebih lanjut. Capital items terbagi menjadi dua:

  1. Instalasi yang juga terbagi dua bangunan (bangunan pabrik, kantor perusahaan) dan peralatan tetap (generator, sistem utama komputer, elevator). 

  2. Aksesoris peralatan, yang juga terbagi menjadi dua. Yaitu peralatan pabrik (hand tools, lift trucks), dan peralatan kantor (komputer, telpon, meja dan kursi).

  • Supplies and services merupakan produk terakhir yang terbagi menjadi dua

  1. Suplai juga terbagi menjadi dua, yaitu suplai operasi/produksi (pelumas, minyak, batu bara, pensil) dan item perawatan (sapu, paku, kain lap)

  2. Servis juga terbagi menjadi dua, yaitu jasa perawatan dan perbaikan (perbaikan komputer, bersih-bersih kaca gedung) dan bisnis penasihat (hukum, finansial, manajemen).

Organisasi, Tempat, Perseorangan, dan Ide

Marketing organisasi yaitu aktivitas yang dilakukan untuk membuat, mempertahankan, dan mengubah perspektif dan anggapan target konsumen terhadap sebuah organisasi. Seperti menjadi sponsor sebuah acara, menciptakan tagline yang menarik, dan lain sebagainya.

Marketing suatu tempat yaitu aktivitas pemasaran untuk membuat, mempertahankan dan mengubah perspektif dan anggapan target konsumen terhadap sebuah tempat. Misalnya, membuat tagline seperti “There’s Nothing like Australia” atau “Wonderful Indonesia”.

Marketing terhadap seseorang, bisa ditarik dari dua arus.

  • Marketing yang dilakukan untuk memasarkan seseorang, misalnya kampanye presiden, penjualan citra CEO perusahaan, dsb.

  • Marketing suatu organisasi/bisnis yang menggunakan figur seseorang sebagai presentasi bisnis. Misalnya Ruben Onsu untuk produk “I am Geprek Bensu”, atau Emma Stone sebagai brand ambassador “Louis Vuitton:.

Marketing ide (sosial) adalah cara dan aktivitas untuk memasarkan ide-ide yang akan menciptakan, mempertahankan, dan mengubah perspektif serta behavior masyarakat terhadap suatu bisnis atau organisasi. Tujuannya untuk membentuk kepribadian yang lebih well-being dan peduli sosial.

Product and Service Decisions

Pemasar membuat keputusan produk dan layanan pada tiga tingkat: keputusan produk individual, keputusan lini produk, dan keputusan bauran produk.

Individual Product and Service Decisions

sumber : http://bit.ly/individualproductdec

Product and Service Attributes

Mengembangkan produk atau layanan melibatkan pendefinisian manfaat yang akan ditawarkannya. Manfaat ini dikomunikasikan dan diberikan oleh product attributes seperti kualitas, fitur, dan gaya serta desain.

  • Kualitas produk adalah salah satu alat pemosisian utama pemasar. Kualitas mempengaruhi kinerja produk atau layanan yang dimana terkait dengan nilai dan kepuasaan pelanggan. Kualitas produk memiliki dua dimensi, yaitu : tingkat dan konsistensi. Dalam mengembangkan suatu produk, pemasar harus terlebih dahulu memilih tingkat kualitas yang akan mendukung positioning produk tersebut, artinya kualitas produk sama dengan kualitas kinerja yaitu kemampuan produk untuk menjalankan fungsinya. 

  • Fitur produk adalah alat kompetitif untuk membedakan produk perusahaan dari produk pesaing. Untuk mengidentifikasi fitur yang akan ditambahkan ke produknya perusahaan harus secara berkala mensurvei pembeli yang telah menggunakan produk dan menanyakan pertanyaan seperti, Bagaimana Anda menyukai produk tersebut? Fitur spesifik mana dari produk yang paling Anda sukai? Fitur apa yang dapat kami tambahkan untuk meningkatkan produk? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini memberikan perusahaan daftar ide fitur.

  • Gaya dan Desain. cara lain untuk menambah nilai pelanggan adalah melalui gaya dan desain produk yang khas. Desain adalah konsep yang lebih besar daripada gaya. Sedangkan gaya hanya mendeskripsikan penampilan suatu produk yang dimana gaya bisa menarik perhatian atau membuat produksi melonjak. Gaya yang sensasional dapat menarik perhatian dan menghasilkan estetika yang menyenangkan, tetapi tidak serta merta membuat produk tampil lebih baik. Desain yang baik dimulai dengan mengamati kebutuhan pelanggan dan membentuk pengalaman penggunaan produk mereka.

Branding
Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau kombinasi dari semuanya yang mengidentifikasi penjual produk atau layanan dari satu penjual atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk atau layanan pesaing.

Nama merek membantu konsumen mengidentifikasi produk yang mungkin menguntungkan mereka. Merek juga berkaitan dengan sesuatu tentang kualitas dan konsistensi produk — pembeli yang selalu membeli merek yang sama tahu bahwa mereka akan mendapatkan fitur, manfaat, dan kualitas yang sama setiap kali membeli. Branding juga memberi penjual beberapa keuntungan.

Packaging

Pengemasan melibatkan perancangan dan produksi wadah atau pembungkus untuk suatu produk. Secara tradisional, fungsi utama kemasan adalah untuk menahan dan melindungi produk. Namun belakangan ini, pengemasan telah menjadi alat pemasaran yang penting juga.

Pengemasan inovatif dapat memberi perusahaan keunggulan dibandingkan pesaing dan meningkatkan penjualan. Kemasan yang khas bahkan dapat menjadi bagian penting dari identitas merek. Misalnya, karton coklat polos yang dicetak dengan panah melengkung yang sudah dikenal dari Amazon.com logo.

Dalam membuat keputusan pengemasan, perusahaan juga harus memperhatikan bahan yang digunakan yang tentunya ramah lingkungan. Dan juga, perusahaan memilih pengemasan tergantung suatu produk yang akan dikemas. Seperti, USB flash drive kecil jangan dikemas dalam karton besar, paket display plastic jangan dikirim dalam karton yang besar. Pengemasan yang berlebihan menciptakan jumlah pemborosan yang luar biasa.

Labeling and Logo

Label mengidentifikasi produk atau merek, seperti nama Sunkist yang tertera pada jeruk. Label tersebut mungkin juga menjelaskan beberapa hal tentang produk — siapa yang membuatnya, di mana dibuat, kapan dibuat, isinya, bagaimana penggunaannya, dan bagaimana menggunakannya dengan aman. Terakhir, label mungkin membantu mempromosikan merek dan melibatkan pelanggan. Label dan logo merek dapat mendukung pemosisian merek dan menambah kepribadian merek.

Logo harus didesain ulang dari waktu ke waktu. Namun, perusahaan harus berhati-hati saat mengubah simbol merek penting tersebut. Pelanggan sering kali membentuk koneksi yang kuat ke representasi visual merek mereka dan mungkin bereaksi kuat terhadap perubahan. Logo Starbucks telah menjadi salah satu ikon paling dikenal di seluruh dunia. Logo tersebut telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu dengan meningkatnya popularitas merek Starbucks. Namun, perusahaan tersebut telah berhati-hati untuk tidak melepaskan diri dari elemen desain utamanya, putri duyung berekor dua yang ikonik

Product Support and Services

Elemen lain dari strategi produk adalah layanan pelanggan. Misalnya, Lexus tahu bahwa pemasaran yang baik tidak berakhir dengan melakukan penjualan. Menjaga pelanggan tetap senang setelah penjualan adalah kunci untuk membangun hubungan yang langgeng.

Product Line Decisions

Lini produk adalah sekelompok produk yang terkait erat karena fungsinya serupa, dijual kepada kelompok pelanggan yang sama, dipasarkan melalui jenis gerai yang sama, atau berada dalam kisaran harga tertentu. Manajer perlu menganalisis lini produk mereka secara berkala untuk menilai penjualan dan keuntungan setiap item dan memahami bagaimana setiap item berkontribusi pada kinerja lini secara keseluruhan.

Product Mix Decisions

Campuran produk adalah Kumpulan semua lini produk dan item yang ditawarkan penjual tertentu untuk dijual. Misalnya, Colgate-Palmolive mungkin paling terkenal dengan pasta gigi dan produk perawatan mulut lainnya. Namun, pada kenyataannya, Colgate membuat dan memasarkan bauran produk lengkap terdiri dari lusinan lini dan merek yang sudah dikenal. Colgate membagi keseluruhan campuran produknya menjadi empat lini utama: perawatan mulut, perawatan pribadi, perawatan di rumah, dan nutrisi hewan peliharaan. Setiap lini produk terdiri dari banyak merek dan item.

Campuran produk sebuah perusahaan memiliki empat dimensi penting, yaitu :

  1. Lebar, campuran produk mengacu pada jumlah lini produk berbeda yang dibawa oleh perusahaan.

  2. Panjang, campuran produk mengacu pada jumlah total item yang dibawa perusahaan dalam lini produknya. Colgate membawa beberapa merek di setiap lini. Misalnya, lini perawatan pribadinya mencakup sabun cair Softsoap dan sabun mandi, sabun batang Irish Spring. Produk perawatan rumah Colgate meliputi produk pencuci piring Palmolive dan AJAX. Garis nutrisi hewan peliharaan menampung merek makanan hewan Hills dan Science Diet.

  3. Kedalaman, lini produk mengacu pada jumlah versi yang ditawarkan dari setiap produk di lini. Pasta gigi Colgate tersedia dalam berbagai variasi, mulai dari Colgate Total, Colgate Optic White, dan Colgate Tartar Protection hingga Colgate Sensitive. Kemudian setiap varietas datang dalam bentuk dan formulasi khusus. 

  4. Konsistensi, bauran produk mengacu pada seberapa erat kaitan berbagai lini produk pada penggunaan akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi, atau cara lain. Lini produk Colgate konsisten sejauh mereka adalah produk konsumen yang melalui saluran distribusi yang sama. Garis tersebut kurang konsisten selama menjalankan fungsi yang berbeda untuk pembeli.

Service Marketing

Pemasaran jasa adalah setiap tindakan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Secara sederhana konsep pemasaran jasa yaitu usaha untuk mempertemukan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan calon pelanggan yang akan menggunakan jasa tersebut. Oleh karena itu jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Industri jasa semakin berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, hal tersebut menjadikan hampir 63 persen GDP dunia berasal dari industri jasa. Industri jasa sangat bervariasi yaitu dapat berasal dari pemerintah, organisasi nirlaba swasta, dan organisasi bisnis. Pemerintah menawarkan layanan melalui pengadilan, layanan ketenagakerjaan, rumah sakit, layanan militer, dan sekolah. Organisasi nirlaba swasta menawarkan layanan melalui museum, badan amal, perguruan tinggi, yayasan, dan rumah sakit. Selain itu, organisasi bisnis menawarkan layanan melalui maskapai penerbangan, bank, hotel, perusahaan hiburan dan telekomunikasi, dan perusahaan asuransi.

Four Characteristics of a Service

Perusahaan harus mempertimbangkan karakteristik-karakteristik layanan ketika merancang suatu program pemasaran untuk keberhasilan usaha pemasaran untuk produk jasa. Adapun 4 karakteristik layanan adalah sebagai berikut.

1.  Service intangibility

Jasa bersifat tidak berwujud (intangibility) yang berarti jasa tidak dapat dilihat, dicium, diraba, didengar dan dirasakan secara langsung. Nilai tidak berwujud dari jasa dapat berupa kenikmatan, rasa aman, serta kepuasan yang dirasakan konsumen.

2.  Service inseparability

Pelayanan jasa tidak dapat dipisahkan dari penyedia jasa, baik orang atau mesin. Hubungan antara konsumen penikmat  jasa dan penyedia jasa terjadi ketika jasa diproduksi dan dinikmati secara bersamaan karena konsumen secara otomatis akan berhadapan langsung dengan penyedia jasa. Sehingga keduanya memainkan peran aktif dalam keberlangsungan pemasaran jasa.

3.  Service variability

Jasa bersifat berubah-ubah dan sangat bervariasi yaitu tergantung siapa yang menyediakan, kapan terjadinya atau dimana jasa tersebut dilakukan. Misalnya jasa hotel yang walaupun rata-rata memiliki standar yang sama, namun pasti jasa yang ditawarkan berbeda dengan lainnya. Perbedaan jasa tersebut dapat berupa kualitas pelayanan yang diberikan oleh pegawai hotel yang bervariasi. Oleh karena itu penyedia jasa akan terus berlomba-lomba menawarkan bervariasi jasa dengan kualitas yang baik guna menciptakan kepuasan dari konsumennya.

4.  Service perishability 

Jasa tidak dapat disimpan dan tidak dapat dijual pada masa yang akan datang. Apabila jasa tidak langsung digunakan maka jasa tersebut akan berlalu begitu saja. Suatu jasa yang diberikan oleh penyedia jasa tergantung dari permintaan pasar yang sering berubah-ubah. 

Marketing Strategies for Service Firms

Seorang pengusaha produk jasa tetap harus membutuhkan strategi pemasaran juga seperti berbisnis produk barang. Perusahaan jasa bisa mengukur keberhasilan strategi pemasaran yang digunakan dengan melihat tingkat kepuasan konsumen. Berikut strategi pemasaran jasa agar dapat memenuhi kepuasan konsumen secara maksimal.

     1. The Service Profit Chain

Dalam bisnis jasa, pelanggan dan karyawan jasa lini depan berinteraksi untuk menciptakan jasa. Hasilnya, interaksi efektif bergantung pada keahlian karyawan jasa lini depan dan proses pendukung yang menyokong para karyawan . Oleh karena itu perusahaan jasa harus memusatkan perhatian pada keduanya, pelanggan dan karyawan, agar berhasil. Perusahaan jasa memahami service profit chain yang menghubungkan keuntungan perusahaan jasa dengan kepuasan karyawan dan pelanggan. Rantai ini terdiri dari lima mata rantai yaitu sebagai berikut.

  1. Kualitas layanan internal : Seleksi dan pelatihan karyawan yang unggul, lingkungan kerja yang berkualitas, dan dukungan yang kuat bagi mereka yang berhubungan dengan pelanggan.

  2. Kepuasan dan produktif karyawan layanan : lebih puas, loyal, dan semakin produktif.

  3. Nilai layanan yang lebih baik : memberikan value dan layanan yang lebih efektif dan efisien kepada pelanggan.

  4. Kepuasan dan loyalitas pelanggan : pelanggan yang merasa puas akan setia untuk menggunakan Kembali produk jasa tersebut dan merekomendasikan kepada pelanggan lain.

  5. Keuntungan dan pertumbuhan pelayanan yang sehat : kinerja perusahaan layanan unggul dimata pelanggan.

     2. Triangle Marketing 

Di dalam memasarkan produk dan jasa , maka perusahaan berusaha memuaskan konsumennya, agar tidak berpaling pada pesaing. Di dalam konsep pemasaran produk dan jasa dikenal Triangle Marketing, yaitu meliputi:

  • External Marketing merupakan aktivitas normal perusahaan dalam mempersiapkan jasa, melakukan distribusi, menetapkan harga, dan mempromosikan jasa kepada konsumen.

  • Internal Marketing adalah pemasaran yang menggambarkan tugas perushaaan dalam memotivasi dan melatih karyawan  (sebagai aset utama perusahaan dan lini terdepan pelayanan) supaya dapat melayani pelanggan dengan baik. Hal lain yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan penghargaan dan pengakuan untuk membangkitkan motivasi , loyalitas, dan moral kerja sehingga karyawan merasa nyaman dan dapat berkontribusi besar bagi perusahaan dan konsumen yang dilayani.

  • Interactive Marketing berarti pemasaran yang menggambarkan interaksi antara konsumen dan karyawan. Dalam pemasaran layanan, kualitas layanan bergantung pada pemberi layanan dan kualitas pengiriman. 

     3. Three Major Marketing Task

Meningkatnya persaingan dan biaya, penurunan produktivitas dan kualitas, dan kebutuhan layanan pemasaran yang lebih canggih membuat perusahaan jasa menghadapi tiga tugas pemasaran utama yaitu:

  1. Managing Service Differentiation

Perusahaan jasa bisa melakukan diferensiasi melalui citra di mata konsumen seperti merek dan simbol yang dipakai. Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan diferensiasi melaui 3P Pemasaran Jasa yaitu:

  • People (orang), yaitu perusahaan memiliki orang yang berhubungan langsung dengan pelanggan yang lebih mampu dan dapat diandalkan

  • Physical environment (lingkungan fisik), yaitu pengembangan lingkungan fisik yang baik.

  • Process (Proses), yaitu dan perusahaan bisa merancang proses penyampaian jasa yang lebih baik.

  1. Managing Service Quality

Perusahaan menyajikan kualitas jasa yang secara konsisten lebih baik dengan para kompetitor . hal tersebut dapat tercapai dengan cara memenuhi atau melampaui kualitas jasa yang diharapkan konsumen. Kualitas jasa dipengaruhi oleh perceived service (jasa yang dirasakan) dan expected service (jasa yang diharapkan)

  1. Managing Service Productivity

Peningkatan biaya pada perusahaan dapat diiringi dengan peningkatan produktivitas layanan melalui melalui pelatihan karyawan lama atau mempekerjakan karyawan baru yang lebih terampil. Selain itu, perusahaan dapat melakukan peningkatan kuantitas jasa, mengindustrialisasi jasa dengan menambahkan perlengkapan, menetapkan standar produksi, dan penyedia jasa bisa memanfaatkan kekuatan teknologi.

Branding Strategy: Building Strong Brands

“If every asset we own, every building, and every piece of equipment were destroyed in a terrible natural disaster we would be able to borrow all the money to replace it very quickly because of the value of our brand… The brand is more valuable than the totality of all these assets.” Brand merupakan asset yang sangat kuat nilainya, maka dari itu memanange dan mengembangkan
brand perlu kehati-hatian dan komitmen penuh.

Brand Equity and Brand Value

Brand merupakan elemen kunci penghubung antara perusahaan dengan konsumen. Brand merepresentasikan persepsi dan perasaan konsumen tentang suatu produk dan performanya. Ada seorang marketer hebat mengatakan bahwa “produk dibuat di pabrik, tapi brand dibuat di pikiran”

Brand Equity adalah efek dimana keterkenalan suatu brand dapat mempengaruhi respon konsumen terhadap suatu brand dan proses pemasarannya.  Brand Equity positif berarti konsumen merespon terhadap brand tersebut lebih baik apabila dibandingkan dengan produk lain yang tidak memiliki brand dan Brand Equity negatif berarti sebaliknya. Young & Rubicam’s BrandAsset Valuator mengukur kekuatan suatu brand dengan 4 dimensi persepsi konsumen: differentiation (apa yang membuat brand tersebut menonjol), relevance (bagaimana) konsumen merasakan brand tersebut memenuhi kebutuhannya dengan tepat), knowledge (seberapa banyak konsumen yang mengetahui brand tersebut), dan esteem (seberapa tinggi konsumen menghargai dan merespect brand tersebut).

Brand Value adalah total nilai finansial dari brand tersebut. Tinggi rendahnya Brand Equity akan berpengaruh terhadap Brand Value. Tingginya Brand Equity dan Brand Value dapat memberikan banyak manfaat kompetitif bagi perusahaan. Brand yang sangat kuat akan mendapatkan loyalitas dan awareness yang tinggi dari konsumen. Karena itu pula, perusahaan dapat dengan lebih mudah membuat produk-produk tambahan dan produk-produk berbeda dari brand tersebut. Brand yang kuat juga memberikan perusahaan pertahanan didalam kerasnya kompetisi harga dengan para pesaing. Diatas semua itu, brand yang kuat dapat membentuk hubungan dan interaksi yang profitable dan kuat dengan konsumen.

Building Strong Brands

Brand Positioning: Pemasar harus memposisikan brand-nya dengan berorientasi kepada pola pikir
konsumen targetnya.
3 level brand positioning:
– Product Attributes
– Benefit
– Beliefs and Values

Brand Name Selection : Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam nama sebuah brand :
– Menunjukkan manfaat dan kualitas apa yang diberikan oleh brand tersebut
– Mudah diucapkan, dikenali, dan diingat
– Unik atau menonjol sehingga berbeda dengan yang lain
– Mudah diterjemahkan ke bahasa lain
– Menaati hukum – nama brand tidak boleh sama dengan nama brand lain yang sudah diregistrasi
hak cipta

Setelah dipilih, nama brand tersebut harus diproteksi. Apabila nama brand tersebut terlalu besar, haknya bagi perusahaan akan terancam karena nama brand tersebut akan menjadi semakin umum yang bisa digunakan oleh siapa saja.

Brand Sponsorship: Sebuah perusahaan manufaktur memiliki beberapa pilihan sponsorship:
– National Brand VS Store Brand: National Brand berarti brand tersebut dimiliki oleh perusahaan manufaktur sedangkan Store Brand berarti brand tersebut dimiliki oleh reseller dari produk tersebut.
– Licensing: Perusahaan manufaktur dapat melakukan licensing brand yang sebelumnya menjadi milik entitas lain, seperti selebritas terkenal atau karakter dari film-film populer.
– Co-Branding: terjadi ketika dua nama brand yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berbeda digunakan dalam produk yang sama

Brand Development:
– Line Extension: Meng-extend suatu nama brand ke bentuk, warna, ukuran, bahan, atau rasa baru dalam produk di kategori yang sama.
– Brand Extension: Meng-extend nama brand ke produk dalam kategori yang berbeda.
– Multibrand: Memasarkan beberapa brand berbeda dalam satu kategori yang sama
– New Brand: Membentuk brand baru

Managing Brands
Perusahaan harus mampu memanage brand-nya dengan hati-hati. Positioning dari brand tersebut harus selalu dikomunikasikan ke konsumen secara terus menerus. Banyak perusahaan besar memompa banyak dana untuk mengiklankan brandnya yang sudah populer untuk membentuk awareness dan loyalitas konsumen. Iklan-iklan ini dapat membantu membentuk konsumen dalam pengenalan nama.

Penulis : 

Lorosae Kyna Saraswati 

Diandra Shafira Wibowo

Jilham Septya Adidanti

Rahadian Taqwa Arkananta


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
3
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
1
Win
dayendri

9 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format