Positioning Happy Meal Gagal, McDonald’s Untung Berlipat


0

Happy Meal salah satu menu restoran cepat saji asal Amerika Serikat, McDonald’s. Produk Happy Meal pada umumnya terdiri dari hamburger, Chicken McNuggets, kentang goreng, dan minuman, tentunya dengan porsi yang sesuai dengan anak-anak. Setiap paket happy meal selalu disertai dengan mainan seperti boneka, hotwheels, hingga action figure. Rupanya mainan-mainan ini tidak hanya digemari oleh anak-anak tetapi juga orang dewasa. Bahkan, sering kali orang dewasa membeli paket Happy Meal hanya untuk mengoleksi mainan gratis, bukan untuk menikmati makanan dan minuman yang ditawarkan. 

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sesuatu yang salah dalam positioning produk Happy Meal, dimana target pasar yang semula anak-anak, kini telah beralih ke orang dewasa. Kami melakukan riset kecil terhadap produk serupa yang diluncurkan oleh Burger King, yaitu Unhappy Meal. 

Dibawah ini kami menemukan perbedaan antara produk Happy Meal dengan Unhappy Meal pada faktor Segmentation, Targeting, Positioning, dan Differentiation. 

Happy Meal

Unhappy Meal

Segmentation

  • Geografis : Secara global tersedia di kota-kota besar

  • Demografis : Usia anak-anak dengan orang tua yang berpendapatan menengah ke atas

  • Psychographic : Mainan yang ada di Happy Meal membuat anak-anak merasa puas dan senang

  • Behavioral : occasional seperti pada acara ulang tahun anak-anak

  • Geografis : warga di kota-kota Besar Amerika Serikat.

  • Demografis : penduduk usia dewasa

Targeting

Anak-anak yang cenderung menyukai mainan.

Masyarakat yang peduli terhadap kesehatan mental atau tengah mengalami gangguan mental

Positioning

McD meluncurkan produk Happy Meal ditujukan untuk anak-anak dengan menawarkan produknya dalam bentuk paket-paket. Setiap pembelian paket Happy Meal ini, pembeli akan mendapatkan sebuah permainan gratis di dalamnya. 

Permainan tersebut yang menjadi ciri khas dari paket Happy Meal ini sehingga yang menjadi sasarannya adalah anak-anak.

Happy Meal menawarkan permainan gratis di dalam paketnya dengan permainan yang bertajuk karakter tokoh kartun yang sedang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat dan terutama yang disenangi anak-anak seperti Despicable Me, We Bare Bears, My Little Pony, Doraemon, dan beberapa kartun lainya.

Peluncuran Unhappy Meal dimaksudkan untuk mencegah risiko depresi dan gangguan jiwa bagi warga perkotaan akibat tekanan kehidupan.

Setiap orang tidak perlu untuk terlihat senang setiap saat, ada kalanya kesedihan yang mereka alami penting juga untuk diungkapkan.

Unhappy Meal sendiri terdiri dari lima seri yaitu Blue Meal (sedih), Pissed Meal (marah), Salty Meal (kesal dan ingin menyindir), YAAAS Meal (bersemangat), dan DGAF Meal (tidak peduli omongan orang).

Differentiation

Happy Meal memberikan paket yang disesuaikan dengan porsi anak-anak. Selain itu, permainan yang diberikan oleh Happy Meal selalu update dengan permintaan konsumen.

Unhappy Meal menjadi pioneer makanan cepat saji yang mengusung tema Mental Awareness.

Positioning Map

SOLUSI 

Berdasarkan target pasar happy meal dan unhappy meal, kedua produk ini memiliki target pasar yang berbeda. Produk happy meal cenderung memfokuskan pada anak-anak dengan  adanya bonus mainan. Sedangkan produk unhappy meal cenderung pada orang dewasa untuk mengekspresikan suasana hatinya, dan sekaligus untuk kampanye kesehatan mental. Dengan isi mirip dengan happy tetapi tidak dengan hadiah mainan seperti happy meal.  Namun perlu diingat bahwa pihak yang memegang kendali atas pembelian produk happy meal adalah orang tua atau orang dewasa. Tak jarang pembelian ini dibeli juga oleh orang dewasa untuk memenuhi keinginan anak menambah koleksi mainan yang dimiliki. Walaupun tak bisa dipungkiri ada pula orang dewasa tertarik untuk membeli produk happy meal untuk dikoleksi secara pribadi, Karena hadiah di produk happy meal terkadang berupa mainan yang limited edition yang hanya dikeluarkan pabrikan mainan yang berkolaborasi dan bekerjasama dengan McD. Sedangkan unhappy meal sudah tepat sasaran. sepertinya hanya orang dewasa/remaja saja yang membeli produknya, bukan anak-anak karena akan jarang anak-anak yang tertarik dengan produk tersebut.  Solusi yang kami tawarkan untuk happy meal yaitu tetap memasarkan produk happy meal walaupun banyak orang dewasa yang membelinya. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, alasan orang dewasa membeli produk happy meal hadiah mainan di produk happy meal bisa untuk koleksi anak maupun keponakan, ada juga orang dewasa yang membeli produk tersebut agar hadiah mainannya untuk koleksi pribadi. Tak ada salahnya pembeli produk happy meal tak selalu anak kecil yang menjadi target utama. Mengingat daya beli produk dimiliki oleh orang tua mereka atau orang dewasa yang ada di sekitar mereka, Serta orang dewasa yang masih suka mengoleksi mainan dari happy meal, menjadikan produk happy meal juga sering dibeli oleh orang dewasa.

Written by The Marketing Whisperer

  1. Ega Bashiela
  2. Rizqa Zidny
  3. Elia Novita
  4. Ilham Adzaky

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
elianovita

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format