Barbie: Mainan Anak-Anak, Orang Dewasa pun Suka


2
2 points

Ketika memasuki usia 5 tahun, sebagian besar anak lebih suka memilih mainan yang cocok dengan jenis kelaminnya. Mainan anak laki-laki biasanya lebih maskulin karena orang tua cenderung melatih anak laki-lakinya menjadi pribadi yang lebih tangguh, kuat, agresif, dan kompetitif. Berbeda dengan anak perempuan yang cenderung lebih memilih untuk bermain boneka yang kesannya lebih lembut dan penuh kasih sayang. Salah satu boneka yang sangat fenomenal di kalangan anak perempuan adalah boneka Barbie. Boneka Barbie merupakan boneka ciptaan Ruth Handler yang dikeluarkan oleh Mattel, perusahaan di Amerika. Boneka ini terinspirasi dari sebuah boneka asal Jerman yang bernama Bild Lilli. Ruth Handler pada awalnya terinspirasi ketika anaknya memainkan boneka layaknya berkomunikasi dengan orang dewasa sehingga muncul ide baru untuk menciptakan boneka Barbie. Barbie pun menjadi penguasa pasar pada kategori mainan/boneka fashion selama lebih dari empat dekade sejak awal kemunculannya pada tahun 1959.

Barbie diciptakan dalam wujud wanita dewasa yang sempurna, ia memiliki paras yang cantik, kaki yang jenjang, rambut pirang, dan mata yang biru seolah-olah seperti itulah wujud dari wanita sempurna. Hal tersebut tentu membuat boneka Barbie menjadi standar kecantikan yang diinginkan oleh setiap anak perempuan. Dengan adanya standar tersebut, hal ini banyak menuai pro dan kontra di masyarakat yang disebabkan karena anak-anak mereka pada umumnya ingin menjadi seperti Barbie. Tentunya celah tersebut menjadi peluang bagi  kompetitor untuk menciptakan boneka yang dapat diterima oleh masyarakat. Sehingga pada tahun 2001 muncullah pesaing Barbie, yaitu Bratz. Boneka Bratz terlihat lebih realistis daripada Barbie karena boneka ini memberikan gambaran yang lebih nyata tentang gambaran seorang remaja. Secara fisik boneka ini memiliki badan yang cukup berisi, tinggi yang tidak terlalu semampai, warna kulit yang beraneka ragam, dan memiliki gaya yang stylish sehingga memberi pesan bahwa cantik itu beragam. Pada awal kemunculannya, boneka Bratz tidak mendapatkan banyak perhatian di masyarakat. Namun, pada tahun 2006 Bratz mulai menunjukkan kesuksesannya dengan berhasil menguasai 40 persen penjualan dalam kategori boneka fashion. Sementara 60 persennya lagi masih dikuasai oleh Barbie. 

Barbie menjadi mainan yang tidak pernah tergerus zaman. Sejak dulu sampai saat ini, Barbie dikenal menggunakan gaya berpakaian yang stylish dan wajah yang cantik. Penyuka Barbie tersebar di berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa terlepas dari jenis kelamin sekalipun. Stanley Colorite adalah salah satu pria dewasa yang gemar mengoleksi boneka Barbie, dengan jumlah koleksinya yang mencapai 3000 boneka. Dilansir dari Dailymail.co.uk, dia membutuhkan waktu 16 tahun untuk mengumpulkan semua boneka tersebut. Tidak hanya kolektor Barbie, ada pula orang yang rela merubah fisiknya menjadi seperti Barbie melalui operasi wajah dan badan, yaitu Nana. Nana merupakan gadis asal China yang masih berusia 15 tahun. Ia menghabiskan uang mencapai sekitar 1 juta yen atau setara dengan Rp2,18 miliar untuk 60 prosedur operasi yang dilakukan. 

Stanley Colorite, seorang kolektor 3000 barbie

ANALISIS STDP

SEGMENTATION

Geografis

Membagi pasar ke dalam beberapa bagian geografis seperti negara, kota, dan desa. Perusahaan akan beroperasi pada satu atau beberapa area yang dipandang potensial dan menguntungkan. Pasar Barbie dan Bratz sama-sama ada di hampir seluruh negara. Meskipun secara keseluruhan, Barbie masih unggul.

Demografis

Pada segmentasi ini, informasi yang dibutuhkan mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk kemudian perusahaan menetapkan target market. Secara demografis, Barbie dan Bratz dapat dibagi berdasar jenis kelamin dan usia. Barbie dan Bratz sama-sama mengarah pada anak perempuan. Bedanya, Barbie mengarah pada usia 3-7 tahun sedangkan Bratz 8-12 tahun. Meski begitu, tidak sedikit remaja atau bahkan dewasa yang berminat untuk membeli produk ini, baik Barbie maupun Bratz.. 

Psikografis

Pasar dibagi berdasarkan gaya hidup atau karakteristik kepribadian. Barbie dan Bratz muncul di tengah kondisi masyarakatnya yang termasuk kategori urban sehingga kondisi produknya pun ikut menyesuaikan. Selain itu, pembagian segmentasi ini juga dapat dilihat pada tingkat keinginan anak untuk meniru, baik fisik maupun gaya hidup yang melekat pada produk boneka ini.

Perilaku

Pada segmentasi perilaku, pasar dibagi atas sebuah peristiwa atau kejadian tertentu. Biasanya juga berdasarkan pola kebiasaan konsumen dalam menghabiskan waktu dan uang mereka. Dengan kalimat lain, pasar dapat dibedakan apakah konsumen ingin bermain dengan bonekanya dengan membagi peran (baik saat sendiri maupun bersama teman sebayanya) atau sekadar hobi mengoleksi barang/boneka.

TARGETING

Barbie

Merek boneka fashion nomor satu di dunia yang tak lain ialah Barbie, ditujukan untuk anak perempuan berusia tiga hingga tujuh tahun. Secara psikografis, target pasar Barbie adalah anak-anak dengan gaya hidup urban atau sub-urban karena aksesori dan pakaian mencerminkan tersebut. Barbie melakukan differentiated market, menargetkan jenis pasar yang berbeda, ditandai dengan variasi harga dan model, misalnya Barbie Career Dolls, Barbie Fashionista, Barbie Fantasy Dolls, Barbie Color Reveal, dll. 

Bratz

Bratz menargetkan pasar di atas Barbie yakni mulai dari usia delapan hingga dua belas tahun dengan gaya hidup urban atau sub-urban. Bratz melakukan concentrated market - fokus memasarkan produknya kepada satu atau beberapa kelompok pembeli saja.

DIFFERENTIATION

Diferensiasi produk adalah proses pembedaan suatu produk atau jasa untuk membuatnya lebih menarik terhadap suatu pasar sasaran tertentu. Berikut dapat dilihat antara Barbie dan Bratz memiliki aspek diferensiasi yang berbeda.

Barbie


Berdasarkan hasil analisis, kami menggaris bawahi dua diferensiasi yang dilakukan oleh Barbie. Yang pertama yakni tentang nilai atau value yang terdapat pada karakter yang dibawakan oleh Barbie. Di sini Barbie memberikan inspirasi atau motivasi dan menyisipkan kampanye “Aku Super” kepada anak-anak melalui karakter dan alur cerita TV atau web seriesnya. Pada karakter ini, Barbie merupakan wanita yang selain cantik ia juga kuat, cerdas, tangguh, dan pemberani. Melalui karakter dan alur tersebut diharapkan anak-anak dapat mengambil sisi positif tersebut untuk menjadi bagian dalam dirinya. 

Kemudian yang kedua yakni beraneka ragam macam atau jenis boneka yang dirilis oleh perusahaan Mattel hal ini tentu menjadi menarik karena standar kecantikan dari Barbie yang dulunya wanita yang cantik itu ialah yang berambut panjang, berkulit putih, berbadan langsing dan berkaki jenjang sudah dipatahkan dengan adanya produk produk barbie yang beragam tersebut. Tentu hal ini sangat menarik, dimana mereka dapat mengekspresikan diri mereka dengan memilih boneka yang dinilai sesuai dengan dirinya. 

Bratz

Boneka Bratz mendiferensiasi produknya dengan  merilis boneka yang memiliki wajah tidak sesempurna Barbie melainkan dengan bentuk tubuh yang mirip dengan remaja dengan ciri khas ukuran kepala besar, tubuh yang lebih berisi dan make up yang tebal. Dengan merilis boneka dengan make up tebal ini menjadi daya tarik tersendiri.

POSITIONING

Barbie identik dan dikenal oleh masyarakat sebagai boneka yang menggambarkan wujud kesempurnaan, yang memiliki paras rupawan. Badan langsing, kaki jenjang, kulit putih, dan mata biru merupakan hal yang dipikirkan semua orang ketika boneka Barbie dibahas. Barbie menjadi idola para anak perempuan dan menggambarkan keluguan wanita. Sehingga tidak bisa dipungkiri ciri identiknya itu tertanam kuat di benak para konsumennya. 

Boneka Bratz cenderung lebih dikenal sebagai boneka fashion, karena pada produknya sendiri boneka ini menampilkan make up yang bold, kaki yang tidak terlalu panjang, ukuran kepala yang besar dan badan yang lebih berisi. Untuk urutan fashionnya sendiri, boneka Bratz lebih menunjukan tampilan yang grunge dan funky. Sehingga dengan ciri fisik yang ditampilkan boneka Bratz tentu tertanam citra stylish dan cool, yang membuat para konsumen sadar akan gaya produk dari boneka Bratz itu sendiri. 

Dari segi harga, tidak terlihat perbedaan yang signifikan karena untuk boneka Barbie dibandrol dengan harga yang berkisar dari Rp101.000 - Rp400.000 sedangkan  boneka Bratz dihargai sebesar Rp85.000 - Rp400.000. Kedua boneka ini sama-sama memberikan kualitas yang baik namun dari segi peminatnya Barbie masih menjadi pilihan pertama untuk boneka yang diinginkan oleh para konsumen. 


Dari posisi produk, dapat dilihat Bratz berada di kiri atas dan Barbie berada di kanan atas. Posisi Bratz menunjukan bahwa untuk spesifikasi produknya dia berada di ciri fisik yang tidak natural karena boneka ini mengadopsi gaya make up yang bold. Berbeda dengan Barbie yang lebih natural. Untuk harganya sendiri tidak terdapat perbedaan yang signifikan, hanya Barbie masih memimpin harga yang berbanding lurus dengan tingginya peminat boneka Barbie.  


SOLUSI

Dari analisis di atas, dapat diketahui bahwa terdapat konsumen Barbie yang tidak sesuai dengan market targeting dari perusahaan. Meski begitu, hal tersebut bukan menjadi masalah selagi masih menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Saat kita mendengar kata Barbie pasti yang terlintas di benak kita adalah seorang wanita yang cantik, berkulit putih berkaki jenjang dan sempurna. Kriteria demikianlah yang menjadi standar kecantikan seorang wanita menurut Barbie. Oleh karena itu, banyak wanita yang fanatik terhadap kesempurnaan dari barbie ini hingga rela mengoperasi wajah dan tubuh agar mirip dengan Barbie serta membeli semua series Barbie bahkan dengan harga yang fantastis. Namun, seharusnya dari pihak Barbie ini tidak membuat standar kecantikan yang terlalu sempurna seperti demikian. Mattel dapat memproduksi boneka Barbie dengan lebih beragam menurut etnik yang ada.

Kemudian untuk kisah Barbie yang diceritakan melalui TV atau web series mengandung terlalu banyak unsur romantis yang mana hal ini bertentangan terhadap kelompok usia target pasarnya, yakni anak-anak. Demi kebaikan target pasarnya, Barbie dapat mengurangi alur kisah romantismenya dengan kisah persahabatan atau petualangan. Kisah cerita yang demikian lebih memberikan efek positif untuk anak-anak dibandingkan dengan yang terlalu banyak mengandung unsur romantis.

Nama kelompok : The fifty Shades of Awesome

Nama Anggota yang Mengerjakan :

1. Jihan Putri Surya (19/438715/EK/22245)

2. Lovieko Putra Hidayat (17/411774/EK/21424)

3.  Riski Ani Wahyu W (19/440735/EK/22355)

4. Yohanika Kurnia Putri (19/439928/EK/22296)

sumber: https://youtu.be/rDJmx6hH9Tc

iklan barbie: https://youtu.be/j8qupuxwKJU 

iklan bratz: https://youtu.be/Ee08qLLuSkg 


Referensi:

Chief Marketer. (2005). Bratz Rock’s with $50 Million Campaign. Diakses pada 11 Oktober 2020. https://www.chiefmarketer.com/bratz-rocks-with-50-million-campaign/ 

Lawson, Helen. (2013). 'I'm Barbie Man': Collector spends $80,000 and fills four-bedrooms on 2,000 Barbies (and he has 1,000 Kens). Diakses pada 11 Oktober 2020. https://www.google.com/amp/s/www.dailymail.co.uk/news/article-2289592/amp/Im-Barbie-Man-Collector-spends-80-000-fills-bedrooms-3-000-Barbies-says-wants-twice-many.html

Mattel-Barbie Doll Target Market Researchomatic. Retrieved 3, 2013, from https://www.researchomatic.com/mattel-barbie-doll-target-market-156300.html 

Mecadinisa, Nabila. (2020). Ingin Seperti Barbie, Seorang Remaja Berusia 15 Tahun Rela Operasi Hingga 60 Kali. Diakses pada 11 Oktober 2020. https://m.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4359839/ingin-seperti-barbie-seorang-remaja-berusia-15-tahun-rela-operasi-hingga-60-kali 

Rujito, Eko dan Kurnia, Nandy Intan. 2012. BONEKA BARBIE: ANTARA ETOS KEMANDIRIAN DAN BUDAYA MATERIALISME. Jurnal UNY.




Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format