Industri Teh Dalam Negeri Tertekan Impor

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191018154415-92-440703/industri-teh-dalam-negeri-tertekan-impor-dan-penurunan-ekspor


1
1 point

Teh Indonesia dikenal luas di mancanegara sejak zaman kolonial Belanda. Namun, seiring berjalannya waktu, daya saingnya menurun. Hal itu tercermin dari kinerja impor yang semakin meningkat dan ekspor teh yang terus menyusut. Padahal, konsumsi teh global terus meningkat. Para pelaku pertehan Indonesia perlu menyelesaikan setumpuk persoalan agar mampu merebut peluang dan teh Indonesia kembali bangkit di pasar internasional. Asosiasi Teh Indonesia (ATI) menyatakan selama 10 tahun terakhir industri teh dalam negeri terpuruk. Ketua Dewan Pembina ATI Wahyu mengatakan keterpurukan tersebut disebabkan oleh banyak faktor.

Description: D:20200116-ARS-Produksi-Perkebunan-Teh-mumed.png

Description: D:20200116-ARS-Produktivitas-Perkebunan-Teh-mumed.png

IMPOR TEH NAIK

Indonesia kaya akan komoditas teh, namun Indonesia tak lepas dari impor teh. Volume impor teh terhitung fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Impor teh biasanya didatangkan dari Vietnam, Kenya, dan India yang kualitas produknya bisa dianggap cukup rendah.

Berdasarkan data BPS, impor teh Indonesia pada 2014 mencapai 14.660 ton. Volume tersebut melonjak menjadi 22.090 ton pada 2016 sebelum turun di kisaran 14.600 hingga 14.900 ton. Sementara itu, berdasarkan data Dewan Teh Indonesia (DTI), sekitar 90 persen dari impor teh tersebut adalah teh berkualitas rendah.

Description: D:nilai-dan-volume-impor-teh-menurut-negara-eksportir-ke-indonesia-2017-1552490959.jpg

Importasi teh ke Indonesia itu tidak terlepas dari rendahnya tarif bea masuk untuk impor teh. Saat ini bea masuk teh ke Indonesia hanya 20 persen, jauh lebih rendah dari standar 40 persen yang ditetapkan  World Trade Organization (WTO).

Pajak impor teh Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain di tingkat regional. Bandingkan dengan Turki yang menerapkan tarif bea masuk impor terhadap teh yang sangat tinggi, yakni 145 persen sehingga produk teh dari negara lain tidak ada yang sanggup menembus pasar Turki. Dengan demikian, produk teh lokal Turki tetap berjaya sebab tidak punya saingan.

Sementara di negara lain di Asia seperti Vietnam juga menerapkan tarif bea masuk tinggi hingga 50 persen. Vietnam juga menggratiskan bea keluar produk teh mereka sehingga pasar dalam negeri terlindungi dan ekspor mencatat hasil. Adapun India dan China menerapkan tarif bea masuk terhadap teh masing-masing sebesar 114 persen dan 100 persen.

Kendati produk teh Indonesia sejatinya menjadi salah satu yang memiliki kualitas terbaik di dunia, membanjirnya impor teh di pasaran Indonesia juga disebabkan konsumen di Indonesia yang lebih menghendaki produk teh dengan harga yang murah. Hal itu membuat para pengusaha minuman olahan memilih mengimpor teh berkualitas rendah dengan harga yang miring.

Meningkatnya impor teh dipandang oleh sebagian pelaku pertehan Indonesia sebagai ancaman untuk penjualan dan margin keuntungan para produsen lokal. Oleh karena itu, penting untuk mendongkrak produksi teh di Indonesia. Meningkatkan arus importasi teh menyebabkan kerugian di pihak petani teh.

Laporan tahunan Statistik Teh Indonesia (2018), menunjukkan selama periode 2010-2018, jumlah luas areal perkebunan teh di Indonesia terus menurun karena alih fungsi lahan untuk tanaman lain yang lebih menguntungkan. PTPN IV Perkebunan Marjandi Sumatera Utara, misalnya, telah mengonversi lahan perkebunan teh menjadi perkebunan sawit.

Alih fungsi lahan perkebunan teh telah memicu penurunan di skala Perkebunan Rakyat, Perkebunan Besar Negara, dan Perkebunan Besar Swasta dengan rata-rata 1.113 hektar per tahun. Petani Indonesia lebih suka menanam tanaman yang cepat menghasilkan sehingga tanaman teh mulai ditinggalkan. Akibatnya, lahan perkebunan teh di Indonesia menurun signifikan selama 5 tahun terakhir. Sebagian petani lebih memilih menanam produk hortikultura yang lebih menguntungkan ketimbang menanam teh. Di pihak lain, biaya produksi teh dalam negeri juga cukup tinggi.

Minimnya upaya peremajaan tanaman teh yang umumnya sudah tua menjadi hambatan lain meningkatkan produksi teh nasional. Sebagian besar areal kebun teh adalah perkebunan rakyat. Pengelolaannya belum memenuhi standar teknis dan tanaman teh tua serta populasinya yang masih di bawah standar. Kondisi ini kemudian berdampak signifikan pada kualitas teh Indonesia.

Di sisi pasar global, penurunan kinerja ekspor teh Indonesia dipicu oleh berlebihnya pasokan teh dunia sehingga harga anjlok. Stok yang berlebihan itu terutama disumbang oleh adanya peningkatan produksi di China dan Sri Lanka. Tingginya surplus teh dunia membuat persaingan antarnegara produsen semakin ketat dan menekan harga teh hampir di berbagai tempat lelang. Hal itu menjadi pukulan tersendiri bagi industri teh Indonesia.

Teh asal Indonesia juga sulit menembus pasar global karena sejumlah negara tujuan menerapkan bea masuk impor yang cukup tinggi. China sebagai negara penghasil teh terbesar di dunia tarifnya 100 persen, India memproteksi petaninya dengan tarif 114 persen. Selain itu, Turki juga menerapkan tarif bea masuk impor yang sangat tinggi, 145 persen. oleh karena itu Perusahaan teh indonesia dan pemerintah harus memperbaiki regulasi yang ada dan memperbaiki kinerja proses produksi teh, mulai dari pengolahan hingga sampai kepada tangan konsumen. 

Menghadapi beragam persoalan itu, lantas bagaimana membangkitkan kembali industri teh Indonesia agar mampu bersaing di pasar? 

Managing Service And Manufacturing Operations

Proses Pembuatan Teh Indonesia 

Teh seperti barang-barang konsumsi lainnya, harus melalui proses pengolahan yang panjang sebelum siap untuk diambil manfaatnya. Proses pengolahan teh melibatkan beberapa tahap, yang dimulai dari pemetikan, pelayuan, mememarkan, oksidasi, penguningan, pembentukan, pengeringan dan diakhiri dengan pemeliharaan. Cara pengolahan teh hingga siap untuk dikonsumsi relatif memiliki tahap-tahap yang serupa dengan sedikit variasi meskipun tiap jenis teh memiliki rasa, aroma, dan bentuk berbeda-beda. Proses pengolahan teh terdiri dari beberapa tahap rumit dan memakan waktu cukup lama. Proses rumit ini diperlukan untuk memastikan kualitas teh terbaik agar tidak kalah saing dengan produk impor.

Layout

Tata letak atau layout pabrik teh merupakan salah satu masalah yang sangat penting karena tata letak sangat berpengaruh terhadap efisiensi operasi dalam jangka panjang pabrik teh. Tata letak memiliki berbagai implikasi strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya dan mutu kehidupan kerja. Sistem tata letak memegang peranan yang sangat penting dalam perencanaan pabrik teh. Tata letak pabrik teh dapat mereduksi biaya pemindahan bahan (material handling). Dengan demikian perencanaan tata letak pabrik teh atau tata letak fasilitas pabrik akan berkaitan erat dengan perencanaan proses pemindahan bahan. 

Description: D:1514167kebun-tehh1780x390.jpg

Supply Chain Management Teh Indonesia

Peta supply chain teh Indonesia disajikan pada Gambar yang menggambarkan informasi saluran tata niaga teh Indonesia yang berasal dari tiga produsen utama, yaitu (1) petani teh (smallholders), (2) perkebunan negara (PTPN), dan (3) perkebunan besar swasta (PBS). Produk teh yang dihasilkan oleh PTPN dikirim melalui lelang di Jakarta Tea Auction (JTA) maupun melalui direct selling. Bandung Tea Auction (BTA) merupakan salah satu saluran pemasaran bagi teh kualitas lokal dari teh produksi PTPN. Untuk teh hasil produksi PBS, baik teh hijau maupun teh hitam, sebagian besar dijualmelalui direct selling dan tidak melalui JTA.

Inventory

Pengendalian persediaan yang baik untuk pengadaan bahan baku akan menimbulkan efek yang dapat menguntungkan dari segi waktu dan biaya. Penggunaan metode EOQ (Economic Order Quantity)sebagai dasar perhitungan dalam pengendalian persediaan mampu membantu dalam merencanakan pengadaan persediaan pada bahan baku daun teh. Dengan penerapan metode EOQ akan terjadi pengehematan biaya persediaan pada perusahaan. 

Kuantitas pesanan yang dilakukan perusahaan setiap melakukan pemesanan berdasarkan metode EOQ akan memberikan hasil dibandingkan dengan metode aktual perusahaan. Metode EOQ menentukan banyaknya jumlah persediaan pengamanan yang dibutuhkan perusahaan untuk mengantisipasi kekurangan persediaan bahan baku daun teh.

Managing Quality

Era globalisasi menuntut perusahaan agar mampu menghasilkan barang atau jasa berkualitas kelas dunia. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan kualitas produk yang strategis. Teh merupakan komoditi non migas yang dapat menembus perdagangan internasional. Tinggi rendahnya kualitas teh kering sangat dipengaruhi oleh kualitas pucuk dan penanganannya mulai dari pemetikan, penampungan di loss pucuk, pewadahan dan pengangkutan sampai di pabrik. Jenis petikan yang baik adalah medium murni dengan analisa pucuk minimal 60% halus. Standar petik yang kasar terkait dengan perolehan serat yang tinggi, dan menyebabkan kualitas teh yang rendah. Penurunan pangsa pasar teh Indonesia, meningkatnya jumlah teh yang tidak terjual, dan rendahnya harga teh Indonesia, dapat disebabkan oleh lemahnya kinerja perusahaan (kebun), ketidaksesuaian kualitas teh yang diproduksi dengan kualitas teh yang diharapkan pelanggan, dan kurang terkendalinya proses produksi teh. Oleh karena itu perlu dilakukan strategi peningkatan kualitas teh yang meliputi kajian kinerja kebun, atribut kualitas teh harapan pelanggan, proses produksi prioritas, dan penerapan sistem manajemen kualitas sebagai aplikasi strategi peningkatan kualitas teh, dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dunia pertehan Indonesia.

Strategi Marketing

a. Segmentasi Pasar

Persaingan yang begitu ketat dari banyaknya teh dalam kemasan yang beredar di pasaran. Persaingan berbagai jenis teh dari luar negeri membuat perusahaan lebih berhati – hati dalam merancang strategi pemasarannya. Teh dalam negeri memiliki berbagai macam kemasan bervariasi yang memudahkan konsumen memilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Teh merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang seharusnya mampu bersaing dengan produk luar. Teh Indonesia seharusnya mampu memenuhi segmen pasar yang berbeda-beda dan mampu memenuhi apa yang menjadi kemauan konsumen. 

Teh Indonesia sebenarnya sudah mempunyai segmentasi pasar yang sangat luas, tinggal bagaimana cara mereka menarik semua lapisan masyarakat dan semua kalangan masyarakat untuk menjadi costumer teh Indonesia. Karena ini merupakan teh biasa sehingga tidak ada batasan umur untuk dapatmengkonsumsinya dan cocok dikonsumsi oleh anak-anak, remaja,dan orang dewasaWilayah pemasaran untuk konsumen adalah seluruh wilayah Indonesia dikota besar maupun kota kecil di Indonesia.

b. Target Pasar

Identifikasi target pasar adalah merupakan langkah awal yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi pemasaran. Dalam situasi dimana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk.

Teh memiliki pasar potensi untuk semua kalangan profesi, kalangan usia diseluruh Indonesia karena ini merupakan teh biasa yang bagus untuk kesehatan jadi tidak ada batasan batasan untuk mengkonsumsinya. Pihak perusahaan harus gencar dalam memasarkan dan mendistribusikan produk serta membuat edukasi kepada masyarakat agar lebih mencintai dan menggunakan produk dalam negeri yang kualitasnya lebih terjamin.

c. Positioning. 

Perusahaan teh indonesia harus melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat agar mengkonsumsi atau meminum teh buatan dalam negeri yang kualitas nya lebih baik dari teh impor. Berbagai variasi produk dari teh yang dapat di nikmat oleh masyarakat. Dengan rasanya yang khas dan teh sebagai minuman yang telah menjadi top of mind dari masyarakat, tidak heran jika saya mensugestikan produk ini dapat menguasai seluruh pasar yang ada di indonesia. Produk yang unik dan baru untuk negara-negara peminum teh di luar Indonesia. Memasuki pasar yang baru dengan target market, culture dan semua aspek yang berbeda dari Indonesia merupakan sebuah tantangan bagi perusahaan Teh Indonesia.

Marketing Mix

1. Product

Pemasaran dimulai dengan produk yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Produk haruslah mempertimbangkan faktor perubahan teknologi, perubahan keinginan dan kebutuhan konsumen, serta perubahan kondisi ekonomi. Tidak hanya dari segi produk, teh indonesia juga harus melakukan diferensiasi dari produk pesaing/impor. Mulai dari kemasan, brand dan kualitas.  

 

 

 
2. Price
 

Perusahaan teh Indonesia harus pandai dalam memilih harga jual yang paling sesuai. Penetapan harga merupakan tindakan penyeimbangan. Di satu sisi, harga harus mendukung beragam biaya di sisi lain harga tidak dapat terlalu tinggi karena dapat membuat konsumen beralih produk-produk pesaing/impor. Penetapan harga yang berhasil harus bisa mencari harga yang menguntungkan di kedua kebutuhan tersebut.

 

Salah satu trik dalam memenangkan persaingan dalam hal harga adalah dengan memanjakan para pengecer, di level pengecer, dengan patokan harga dari agen, mereka bisa mengambil keuntungan karena bisa menjual produk dan memberikan bonus.

 

Hal di atas menjadi penyebab mengapa produk impor banyak digandrungi oleh para pengecer, karena memang keuntungan yang ditawarkan dan harga lebih menggiurkan dari pada produk dalam negeri. Suatu teknik yang cerdas, dengan menawarkan harga yang kompetitif kepada pengecer, berhasil menggaet para pengecer.

 

 

3. Place

 

Dapat diartikan sebagai penempatan produk, distribusi atau penyebaran produk. Saluran Distibusi sangat menentukan keberhasilan pemasaran. Meskipun suatu produk memiliki harga yang kompetitif, berkualitas tinggi, dan dipromosikan dengan baik, namun karena konsumen sulit mencari produk tersebut, maka kegiatan pemasaran tidak akan berhasil dengan baik. Jika Saluran Distribusi dikelola dengan baik, konsumen akan mudah memperoleh produk. Dengan banyaknya produk substitusi, maka distribusi yang direncanakan dengan baik dapat membantu produk tersebut tersebar dengan cepat.

 

 

 

 

Distribusi teh mencakup hampir seluruh wilayah nasional, bahkan teh banyak diekspor ke luar negeri. Strategi penjualan yang harus dilakukan perusahaan teh adalah dengan mengembangkan saluran distribusi secara luas dan terus menerus. Mengutamakan ketersediaan produk sehingga berbuah pada kesetiaan pelanggan. Pengembangan proses yang dilakukan oleh perusahaan teh Indoensia adalah dengan mengintegrasikan supply.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


4. Promotion

 

 

 

 

 

 

 

Promosi merupakan komponen bauran pemasaran yang paling terlihat nyata, yang mengacu pada teknik mengomunikasikan informasi mengenai suatu produk. Alat promosi terpenting yang dilakukan perusahaan teh Indoensia mencakup iklan, Promosi Penjualan, dan kunjungan pabrik. perusahaan juga bisa menawarkan dengan harga lebih murah, atau dengan penawaran menarik lainnya seperti mendapatkan merchantdise atau hadiah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Marketing Channels

 

 

Dapat diartikan sebagai penempatan produk, distribusi atau penyebaran produk. Saluran Distibusi sangat menentukan keberhasilan pemasaran. Jika Saluran Distribusi dikelola dengan baik, konsumen akan mudah memperoleh produk. Dengan banyaknya produk, maka distribusi yang direncanakan dengan baik dapat membantu produk tersebut tersebar dengan cepat. sehingga masyarakat bisa lebih memilih produk dalam negeri dibandingkan produk impor.

 

Distribusi teh Indonesia mencakup hampir seluruh wilayah nasional. Strategi penjualan yang harus dilakukan teh Indonesia adalah dengan mengembangkan saluran distribusi secara luas dan terus menerus. Dan tak kalah penting adalah mengutamakan ketersediaan produk sehingga berbuah pada kesetiaan pelanggan. Perusahaan teh Indonesia juga harus menjaga relationship dengan jaringan distribusinya. menawarkan keuntungan yang lebih kepada para pengecer, sehingga mereka lebih senang menjual produk dalam negeri.

 

Problem Solving :

Proses pengolahan teh yang dimulai dari pemetikan, pelayuan, mememarkan, oksidasi, penguningan, pembentukan dan pengeringan harus sesuai SOP dan memastikan kualitas teh terbaik agar tidak kalah saing dengan produk impor.
Tata letak memiliki berbagai implikasi strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya dan mutu kehidupan kerja. maka sistem tata letak harus diatur sebagus mungkin karena memegang peranan yang sangat penting dalam perencanaan pabrik teh.

Pengendalian persediaan yang baik untuk pengadaan bahan baku akan menimbulkan efek yang dapat menguntungkan dari segi waktu dan biaya. Penggunaan metode EOQ (Economic Order Quantity) sebagai dasar perhitungan dalam pengendalian persediaan mampu membantu dalam merencanakan pengadaan persediaan pada bahan baku daun teh. Dengan penerapan metode EOQ akan terjadi pengehematan biaya persediaan pada perusahaan. 

Perlu dilakukan strategi peningkatan kualitas teh yang meliputi kajian kinerja kebun, atribut kualitas teh harapan pelanggan, proses produksi prioritas, dan penerapan sistem manajemen kualitas sebagai aplikasi strategi peningkatan kualitas teh, dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dunia pertehan Indonesia.

Persaingan berbagai jenis teh dari luar negeri membuat perusahaan lebih berhati – hati dalam merancang strategi pemasarannya. Teh dalam negeri memiliki berbagai macam kemasan bervariasi yang memudahkan konsumen memilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

Identifikasi target pasar adalah merupakan langkah awal yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi pemasaran. Dalam situasi dimana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk.

Perusahaan teh indonesia harus melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat agar mengkonsumsi atau meminum teh buatan dalam negeri yang kualitas nya lebih baik dari teh impor.

Pemasaran dimulai dengan produk yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Produk haruslah mempertimbangkan faktor perubahan teknologi, perubahan keinginan dan kebutuhan konsumen. Perusahaan teh Indonesia harus pandai dalam memilih harga jual yang paling sesuai. Saluran Distribusi dikelola dengan baik. Promosi juga penting dilakukan perusahaan teh Indoensia mencakup iklan, Promosi Penjualan, dan kunjungan pabrik. perusahaan juga bisa menawarkan dengan harga lebih murah, atau dengan penawaran menarik lainnya seperti mendapatkan merchantdise atau hadiah.

Saluran Distribusi dikelola dengan baik, konsumen akan mudah memperoleh produk. Dengan banyaknya produk, maka distribusi yang direncanakan dengan baik dapat membantu produk tersebut tersebar dengan cepat. sehingga masyarakat bisa lebih memilih produk dalam negeri dibandingkan produk impor.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan lebih lanjut kinerja kebun teh, perlu dilakukan berbagai alternatif diantaranya melalui pendalaman analisa RKAP, penjagaan kepercayaan pelanggan, pelatihan, modifikasi produksi, analisis titik kritis dalam industri teh, peningkatan analisis pengendalian kualitas, pengembangan penelitian, dan lain-lain. Kepercayaan dan loyalitas pelanggan dapat dijaga dengan cara memenuhi keinginan pelanggan. Oleh karena itu perusahaan teh perlu menjaga dan mengendalikan proses produksinya untuk menghasilkan teh yang kualitasnya sesuai dengan spesifikasi pelanggan.

Minimnya inovasi teknologi yang membantu meningkatkan diferensiasi dan keunggulan teh menjadi kendala di sektor pengolahan. Cara pengolahan teh nasional masih sangat tradisional dan kalah canggih dengan pengolahan teh luar negeri. Produsen teh baik di tingkat petani dan pabrik besar membutuhkan bahan bakar yang hemat, ramah lingkungan dan memenuhi standar kesehatan.

Saran : 

Saya mengusulkan, sejumlah kebijakan pembangunan pertehan Indonesia yang antara lain pemerintah perlu membuat regulasi untuk melindungi produksi dalam negeri dan mengamankan pasar domestik, membuat regulasi mengenai syarat kualitas pucuk teh dan produk teh, membuat regulasi mengenai formula harga pucuk, dan memfasiitasi penguatan kelembagaan petani.

 Pemerintah mengkaji kembali besaran Bea Masuk (BM) impor teh berkualitas rendah sebagai upaya mendorong industri teh nasional. Hal itu diperlukan untuk menjaga keberlangsungan produk dalam negeri. Saat ini, bea masuk teh ke Indonesia hanya ditetapkan 20%. Tarif tersebut lebih rendah dibandingkan negara-negara produsen lain seperti Vietnam yang menetapkan hingga 50% dan India 114%. Bea masuk teh yang rendah membuat produk dari luar negeri lebih mudah masuk. Terlebih, beberapa negara produsen lain berani menjual komoditas teh dengan harga lebih rendah dibandingkan yang diproduksi di dalam negeri. 

Pemerintah juga mempertimbangkan penerapan persyaratan non tariff barriers untuk mengurangi teh impor berkualitas rendah. teh impor berkualitas rendah banyak digunakan sebagai bahan campuran dengan teh Indonesia untuk kemudian dipasarkan baik di dalam maupun luar negeri. hal tersebut dapat menurunkan kualitas teh Indonesia yang selama ini merupakan teh terbaik dunia. Selain menurunkan kualitas, teh impor juga berdampak pada perkembangan industri teh Indonesia.

 Pemerintah menetapkan moratorium alih guna lahan perkebunan teh, agar luasan lahan yang saat ini mencapai 125.000 hektare ini dapat dipertahankan. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan untuk mengalokasikan kredit murah dengan prosedur yang mudah, terutama untuk perbaikan kebun dan pemeliharaan tanaman; penggantian tanaman tua dengan klon-klon teh unggul, serta modernisasi atau penggantian mesin-mesin tua

Saat ini belum ada PPL yang secara khusus menangani permasalahan agribisnis teh, sehingga fungsi penyuluhan untuk kegiatan usahatani teh dirasakan masih belum optimal dengan alasan struktur organisasi (keberadaan instansi pembina PPL di luar Deptan). Untuk membantu pengembangan sumber daya manusia perkebunan, maka pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk menyediakan minimal satu orang tenaga penyuluh  di bidang perkebunan di setiap desa yang termasuk di dalam kawasan perkebunan.

 

 Best Practice

Produksi teh di seluruh dunia adalah 5.966.467 ton per tahun. China adalah produsen teh terbesar di dunia dengan volume produksi 2.414.802 ton per tahun. Menurut laporan dari FAO, total area yang ditanami teh di China meningkat dari 1,97 juta hektar pada 2010 bertambah menjadi 2,96 juta hektar pada 2016, dengan tingkat pertumbuhan dari tahun-ke-tahun sebesar 3,05 persen. Pertumbuhan areal pertanian ini pun sukses memompa total produksi teh di China pada 2016 mencapai 2,44 juta ton. Saat produksi meningkat, nilai pertanian teh Cina juga meningkat.

Pada tahun 2019, China masih menjadi negara dengan pendapatan dari industri teh yang paling tinggi. Hingga akhir tahun, negara ini diprediksi mengantongi pendapatan sebesar 86,37 miliar dollar AS atau 60,72 persen dari total pendapatan teh dunia. Nilai tersebut jauh mengungguli Brasil, sebagai negara dengan pendapatan industri teh terbesar kedua di dunia. Brasil diprediksi akan meraup pendapatan dari industri teh sebesar 16,52 miliar dollar AS pada tahun 2019. Bukan hanya dari segi pendapatan, dominasi juga nampak dalam hal konsumsi. Menurut laporan dari FAO pada 2016, konsumsi teh dunia masih didominasi oleh China dan India yang menyumbang masing-masing sebesar 38,6 persen dan 19,0 persen terhadap pasar teh dunia. 

China yang memproduksi banyak daun tehselalu gencar melakukan promosi. Banyak konsumen yang menyukai Teh China karena teh diracik dengan cara yang elegan dengan harga yang tidak begitu mahal.Guna mendongkrak produksi dan ekspor teh, China berupaya berinvestasi dengan menggunakan teknologi industri teh dan selalu berupaya memajukan industri teh. Investasi mesin pengolahan teh di China berguna untuk menghasilkan teh yang lebih baik dan sesuai dengan keinginan pasar global. Dengan adanya teknologi yang mampu meningkatkan kualitas teh sesuai dengan pasar global, maka pasar bisnis ekspor China terbuka. Selain demikian China terus mendorong ekspor teh dengan mengekspor finish produk, selain packaging yang menarik, kualitas teh juga sebanding.

Untuk dapat bersaing dengan negara lain, China cermat dalam membaca perkembangan tren pasar teh dunia. Menurut FAO, terdapat tren preferensi teh dari konvensional menjadi teh campuran infuse dan teh premium. Salah satu contohnya adalah peralihan dari mereka yang membeli teh tanpa kemasan menjadi teh kemasan dan bahkan dengan kantong khusus. Tren ini berhasil ditangkap oleh para pelaku industri teh China. Perusahaan-perusahaan ini juga berhasil memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Dengan dukungan teknologi, perusahaan-perusahaan ini berhasil memasarkan produk mereka hingga ke berbagai pasar di dunia.


 

 

 


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format