Kemelut Impor Tekstil di Indonesia : Sampai Kapan?

Selain kesulitan merambah pangsa pasar ekspor yang lebih luas, industri tekstil mengalami penurunan pasar akibat kalah bersaing dengan produk impor.


0

Buruh Pabrik Tekstil
Sumber : Galamedia

Indonesia, sebagai salah satu produsen tekstil dan pakaian jadi terbesar di kawasan ini, memiliki tradisi panjang dalam memproduksi dan mengekspor pakaian jadi dan tekstil rumah mode tetapi hanya mengarah pada sekitar 2,3 persen pangsa pasar global, di mana China menguasai sekitar 46,5 persen dan Bangladesh menguasai 6,7 persen.

Industri masih menghadapi masalah yang sama dalam lima tahun terakhir, aspek produksi dan non produksi masih menjadi kendala utama yang dihadapi industri untuk bersaing di pasar global seperti tingginya biaya produksi yang membuat harga produk tekstil dan garmen nasional. , bukan persaingan dengan produk dari pesaing lain.

Selain kesulitan merambah pangsa pasar ekspor yang lebih luas, industri tekstil di Indonesia mengalami penurunan pangsa pasar akibat kalah bersaing dengan produk impor. Mesin-mesin yang sudah tua dan kurang modern, teknologi yang terbatas dan rendahnya skill tenaga kerja, masih mengitari dunia tekstil tanah air. Belum lagi, Tekstil dan Produk Tekstil impor dari negara-negara yang industrinya mengandalkan teknologi terkini lincah menyerbu.Setelah pembubaran impor borongan, usia produk lokal menikmati pasar domestik hanya sebentar karena impor kembali ramai masuk ke Indonesia, kali ini pemerintah memfasilitasi Pusat Logistik Berikat (PLB) yang tampaknya dipersiapkan sebagai upaya legalisasi impor borongan.

Perombakan peralatan di industri tekstil dan pakaian Indonesia membutuhkan akses yang baik ke pendanaan, yang merupakan sesuatu yang bank domestik sering enggan memberikan atau hanya bersedia memberikan dengan harga yang sangat tinggi. Ini menghadirkan peluang bagi perusahaan asing untuk masuk ke dalam pelanggaran. Kemitraan dengan perusahaan lokal, termasuk usaha patungan dan investasi ekuitas swasta, dapat membantu industri Indonesia meningkatkan permainannya, sementara memberi investor asing kesempatan untuk berpartisipasi dalam apa yang bisa menjadi salah satu pasar tekstil dan pakaian terkemuka, baik untuk produksi dan penjualan.

Selain terbukanya jalur impor tekstil ke Indonesia juga terdapat masalah lainnya yaitu seperti yang dikatakan oleh Menteri Enggartiasto Lukita, adanya potensi kebocoran produk impor asal Cina disebabkan masih banyaknya industri yang tak jujur mengenai kapasitas industrinya. Seperti diketahui, industri hulu domestik yang memproduksi serat dan benang tengah digempur produk impor kain akibat kebijakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 64 Tahun 2017 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil. Kondisi ini pun menyebabkan produk dari industri hulu, khususnya di sektor pembuatan kain kalah bersaing dengan kain impor karena tak banyak diserap oleh industri garmen di hilir.

Ekspor dan Impor Tekstil
Sumber : Badan Pusat Statistik

Seperti yang dapat dilihat pada grafik di atas nilai ekspor dan impor tekstil Indonesia tahun 2018 mencapai US$13,22 juta dan US$10,02 juta. Nilai ini meningkat 5,51 persen dan 13,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume impor tekstil tahun 2018 juga meningkat dari tahun sebelumnya yakni 11,96 persen (2,56 juta ton), sedangkan volume ekspor menurun sebesar 1,61 persen (2,19 juta ton). Pada kuartal I tahun 2019, volume impor dan ekspor sebesar 0,58 juta ton dan 0,6 juta ton dengan nilai masing-masing sebesar US$2,32 juta dan US$3,37 juta. 

Pertumbuhan Industri Tekstil
Sumber : dataindustri.com

Negara yang menjadi pengeksportir terbesar dalam industri Tekstil adalah Cina.

Industri tekstil Cina adalah produsen dan eksportir terbesar di dunia dengan omset ekspor $ 266,41 Miliar. Faktor-faktor pendorong industri adalah – produksi berbiaya rendah, kualitas bahan baku, struktur industri, mesin berteknologi tinggi modern, pengembangan label dan proses kerja di konsumen domestik dan pasar global. Di Cina, enam sub-industri dari industri tekstil meliputi kapas, serat kimia, tekstil wol dan industri finishing pewarnaan, tekstil – industri finishing & pewarnaan tekstil, tekstil linen, dan industri tekstil & finishing sutra, manufaktur produk tekstil jadi serta rajutan dan industri produk tenunan. Volume output industri tekstil Cina menyumbang lebih dari setengah pasar global. Hal yang menyebabkan Cina menjadi negara pengeksportir tekstil terbesar diantaranya : 

(1) Pasokan yang berlimpah

Pasokan yang melimpah seperti tenaga kerja dan bahan terkait sangat penting bagi industri tekstil China. Di antara mereka, keunggulan terpenting adalah sumber daya manusia. Ada dua fitur utama dalam sumber daya tenaga kerja Cina, yang pertama adalah harga yang rendah dan kualitas yang unggul. Pendidikan rata-rata pekerja Cina adalah 10 tahun, yang merupakan tingkat menengah di negara-negara berkembang dan sekitar 4 tahun tertinggal dibandingkan dengan mereka di negara maju, namun upah pekerja Cina jauh di bawah negara-negara lain. Tiongkok telah memperoleh banyak keuntungan ekonomi dalam industri tekstil tanpa kehilangan keunggulan komparatif dalam pasokan tenaga kerja , dan keunggulan tersebut merupakan kekuatan pendorong bagi perkembangan industri tekstil lebih lanjut. Perluasan urbanisasi dan peningkatan pendidikan tinggi di China akan menyediakan sumber daya manusia yang lebih dan lebih unggul tetapi harga rendah untuk industri tekstil, sehingga peningkatan stok modal manusia akan menjamin pasokan pekerja dan dukungan teknologi untuk pengembangan industri tekstil China di masa depan.

Keunggulan kedua terletak pada pasokan material. China selalu menjadi produsen kapas, kain, benang, dan serat alam terbesar di dunia karena status khusus pertaniannya dan keunggulannya dalam sumber daya. Sementara itu, serat alam yang melimpah dan sektor serat kimia yang berkembang pesat membawa keunggulan yang menguntungkan bagi industri tekstil China, yang diwujudkan dalam lebih dari 10.000.000 ton keluaran serat dan 1/4 dari keluaran pemrosesan serat dunia. Cina juga merupakan produsen dan konsumen kapas No. 1 di dunia, yang produksi kapasnya menyumbang 25% dari total dunia. Produksi benang China tumbuh dari 3.021.000 ton pada tahun 1980 menjadi 14.400.000 ton pada tahun 2005, lebih dari empat kali lipat dalam 25 tahun. Sehubungan dengan produksi kain, China menempati urutan pertama di dunia sejak 1985, dan produksi bahan lain juga jauh di atas negara lain.

(2) Keunggulan dalam skala pasar

Meskipun pasar domestik menyerap lebih dari 70% output tekstil agregat, konsumsi per kapita di Cina jauh di bawah rata-rata dunia. Cina adalah negara berkembang terbesar dan paling cepat berkembang; yang perkembangan ekonominya yang kuat dan peningkatan standar hidup membawa permintaan yang meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas untuk produk tekstil. Ini menunjukkan potensi pasar domestik yang luar biasa, sehingga terdapat peluang pengembangan yang sangat baik dan lingkungan yang kompetitif untuk industri tekstil China. Keuntungan seperti itu tidak ada di negara maju atau berkembang lainnya. Di sisi lain, masuk ke WTO akan mengekspos industri tekstil China ke berbagai perlindungan dalam jangka pendek, namun tidak menghalangi integrasi China yang tidak dapat diubah ke pasar dunia. 

Dibandingkan dengan industri tekstil negara maju, keunggulan kompetitif industri tekstil China saat ini sebagian besar berasal dari keunggulan komparatif dalam pasokan tenaga kerja dan ketersediaan sumber daya alam. Produk tekstil adalah ekspor China yang paling kompetitif dan pokok, berkat biaya tenaga kerja yang lebih murah dan rantai industri yang relatif terintegrasi. Keunggulan industri tekstil negara maju terletak pada modal yang melimpah, R&D, merek, dan saluran pemasaran yang matang.

Perbandingan Industri Tekstil Indonesia dengan Cina

Industri Tekstil Indonesia Industri Tekstil Cina
Kapasitas Produksi (perbandingan) 1 20-15
Upah Tenaga Kerja Cenderung tinggi (disebabkan faktor kenaikan listrik dan suku bunga) Rendah
Tambahan Produksi Bahan Baku 0,500 juta ton 13,030 juta ton

Dari angka-angka tambahan bahan produksi bahan baku terlihat bahwa struktur industri hulu dan industri antara yang menghasilkan bahan baku tekstil di Indonesia sangat ketinggalan dibanding dengan struktur industri petrokimia di Cina. Dan inilah salah satu faktor yang menyebabkan kekalahan dalam persaingan industri tekstil Indonesia oleh China.

Tabel nilai Impor Tekstil Indonesia Mei 2020

Impor Nilai Jumlah
Kain Tenunan Khusus US$ 12.797.291  922.029 Kg
Kain Keperluan Industri US$ 38.798.172 4.900.044 Kg.
Tekstil Jadi US$ 37.256.567 1.907.540 Kg

Dikutip dari CNBC, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2020, menyebutkan bahwa nilai impor kain tenunan khusus mencapai angka US$ 12.797.291 dengan jumlah 922.029 Kg. Jenis ini mencakupi yakni kain tekstil berjumbai, renda, permadani dinding, hiasan, sulaman. Kemudian impor untuk jenis barang tekstil yang cocok untuk keperluan industri mencapai angka US$ 38.798.172 dengan kapasitas 4.900.044 Kg. Jenis ini mencakupi kain tekstil diresapi, dilapisi, ditutupi atau dilaminasi. Namun, bukan berarti segmen lain tidak dipantau oleh produsen China. Ada juga potensi yang mulai dilihat, yakni barang tekstil sudah jadi. Data BPS menunjukkan pada Mei 2020 lalu nilai dari komoditas ini mencapai US$ 37.256.567 dengan jumlah 1.907.540 Kg.

Analythical Thinking

The Organization
Sumber : Ferrel Hirt. Business Foundation. Chapter 8

The General Environtment

Economic Forces. Perlunya dukungan pemerintah mengenai kebijakan suku bunga, tingkat inflasi serta perkembangan ekonomi yang harus dipantau agar Indonesia dapat meningkatkan kualitas tekstilnya sehingga dapat menekan impor.

Technological Forces. Mesin yang digunakan oleh Industri Tekstil masih terbilang jauh ketinggalan dibandingkan oleh Cina, hal ini menyebabkan biaya menjadi tinggi dan membuat produk kalah saing dengan Cina yang memiliki produk Low Cost. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan teknologi yang digunakan sehingga dapat menekan biaya.  

Four Principal Forms of Capital That Flow Between Countries

Human capital. Seperti yang telah disebutkan bahwa Cina memeiliki sumber daya manusia dengan biaya yang tidak terlamapu tinggi seperti di Indonesia, namun tidak memungkinkan untuk terus menekan buruh yang ada sehingga perlu meningkatkan sumber daya dengan pendidikan yang lebih baik yang kemudian akan meningkatkan kinerja mereka pula. Financial Capital. Perlunya dukungan modal dari pemerintah serta regulasi agar bank mau meminjamkan modal kepada pengusaha domestik serta pertimbangan mengenai suku bunga. 

Selain Financial dan Human Capital, tentunya perlu memperhatikan sumber daya natural yang ada, setiap komponen antara negara serta pengusaha. Yang terahir ialah kekuatan diplomasi negara Indonesia ke negara lain yang perlu untuk ditingkatkan serta memperhatikan kepentingan politik sehingga dapat memperlancar jalannya ekspor dan negosiasi mengenai kebjakan impor.

Managing the Supply Chain

Fungsi utama dari manajemen operasional adalah supply chain management/logistics. Supply chain management berfungsi untuk mengintegrasikan phak-pihak dalam sistem distribusi barang untuk kepuasan pembeli. Kegiatan yang terjadi dalam supply chain management dimulai dari mengatur bahan mentah, komponen-komponennya, finishing produk, mengemas produk hingga sampai ke pembeli. Agar menghasilkan produk yang dapat bersaing dengan pasar impor tentu diperlukan perbaikan dalam mengelola SCM agar produk yang dihasilkn menjadi low cost sehingga kedepannya Indonesia dapat mengurangi impor. 

Pada tahap procurement ini suatu perusahaan melakukan pembelian terhadap seluruh bahan mentah yang dibutuhkan. Departemen penjualan berusaha mendapatkan bahan dengan kuantitas yang dibutuhkan dengan cara mendapatkan biaya yang serendah-rendahnya (menekan biaya. Cara lain bagi perusahaan untuk mendapatkan bahan baku yaitu dengan mengganti komponen yang lebih ekonomis dan efisien.

Penyelesaian Masalah 

1. Perbaikan Supply Chain Management

Jika dianalisis secara aktual penelitian menemukan bahwa kinerja Industri Tekstil asal Indonesia kompetitif. Agar lebih agresif, produsen kain harus lebih memperhatikan tiga gap yang ditemukan melalui analisis gap image. Secara rinci, ketiga celah tersebut adalah struktur kain, kualitas kain, dan citra merek kain. serta memperhatikan Supply Chain Management dengan baik

2. Stimulus Pemerintah 

Adanya stimulus dari pemerintah dapat mendongkrak Industri tekstil untuk lebih berkembang sehingga tidak bergantung pada impor lagi. Pemerintah dalam mengeluarkan izin sebaiknya yang diberikan hanya benar-benar untuk bahan baku industri dengan pertimbangan memenuhi kapasitas produksi dalam negeri terlebih dahulu. yang dibutuhkan oleh Industri Tekstil ialah perlindungan pasar dalam negeri agar dapat menjual produk dan memiliki pangsa pasar yang luas dalam negeru. Jika pakaian jadi tidak ada pengendalian impor, akan banyak yang terkena dampak dari hulu hingga hilir. Tak cukup sampai situ, pentingnya pengaturan terhadap Pajak bagi Industri tekstil yang tentunya melibatkan regulasi dari pemerintah juga perlu diperhatikan. Target pemerintah Indonesia untuk meningkatkan nilai ekspor tekstil dan garmen menjadi $ 75 miliar pada tahun 2030, industri akan berkontribusi sekitar 5 persen ke pasar ekspor global.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Indonesia meningkatkan dukungannya kepada industri garmen. Ini termasuk meningkatkan penegakan hukum untuk mengekang impor tekstil ilegal, mempercepat pembangunan kawasan industri di luar Jawa untuk menekan biaya logistik, dan mendirikan sekolah kejuruan untuk mempersiapkan sumber daya manusia terampil yang mampu memanfaatkan teknologi baru di sektor tersebut.

Sementara ketergantungan yang tinggi pada bahan baku impor dianggap mengganggu pertumbuhan pasar & melirik serat rayon produksi dalam negeri. Karena pemerintah Indonesia telah mencapai perjanjian perdagangan dengan UE untuk lebih meningkatkan daya saing produk tekstil & pakaian negara & juga menawarkan pembebasan pajak hingga 25 tahun dan melonggarkan pembatasan investasi asing di zona ekonomi khususnya.

Best Practices

Produk tekstil dari China sebagian besar mengambil pasar kualitas rendah atau menengah sementara yang diproduksi di Eropa atau AS menempati pasar teratas dunia. Karena China adalah produsen utama dan konsumen utama produk tekstil, potensinya yang besar dalam produksi dan konsumsi membuka pasar yang sangat besar untuk pakaian jadi dan tekstil menengah dan atas, bahan tekstil rudimental, dan mesin tekstil dari negara-negara maju, yang pada gilirannya meningkatkan saling ketergantungan antara industri tekstil dari kedua sisi.

Meskipun Indonesia telah dibanjiri oleh produk TPT dari China tetapi masih ada harapan bagi Indonesia untuk bangkit dan membangun serta memperbaiki struktur industri hulu (upstream) – industri antara (intermediate)-industri hilir (down stream) yang kuat dan berimbang. Indonesia masih memiliki sumber daya berupa bahan baku, pasar domestik yang besar serta tenaga-tenaga terampil dan berpengalaman. 

Nama : Jessy Septalista Hidayat

NIM : 20/469017/NEK/00412

Referensi :

1. Yuan, Tao dan Xu, Fu. 2007. China’s Textile Industry International Competitive Advantage and Policy Suggestion. Journal of the Washington Institute of China Studies. Vol. 2, No. 1, p84-97

2. Hengky, S. H. 2015. Image Analysis: Textile Industry in Indonesia. World Journal of Business and Management ISSN 2377-4622 2015, Vol. 1, No. 1

3. Ferrel C.O, Hirt G.A, Ferrel L. 2020. Business Foundations : A Changing World Twelfth Edition. States: McGraw-Hill Education.

4. Gareth R.J, George, J.M. 2020. Contemporary Management. States: McGraw-Hill Education.

5. https://www.cnbcindonesia.com/news/20201002171609-4-191386/impor-impor-impor-pengusaha-tekstil-terus-gelisah

6. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200720125206-4-173951/ri-kebobolan-serbuan-tekstil-impor-ini-ternyata-pemicunya

7. https://ekonomi.bisnis.com/read/20200826/257/1283367/ternyata-industri-tekstil-punya-masalah-kronis-apa-saja

8. http://www.cms-textile.com/negara-pengekspor-industri-tekstil-dan-pakaian/

9. http://www.cms-textile.com/pertumbuhan-bisnis-tekstil-di-indonesia/

10. https://www.merdeka.com/uang/pemerintah-beberkan-penyebab-impor-produk-tekstil-china-banjiri-indonesia.html

11. https://money.kompas.com/read/2020/03/24/071600626/industri-tekstil-indonesia–banjir-impor-hingga-corona?page=all.

12. http://textilefocus.com/indonesian-textile-industry/

13. https://rauf-purnama.com/melawan-tekstil-china-2-mapping-industri-tekstil/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
3
OMG
Win Win
0
Win
jessyalista

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format