Memacu Industri Otomotif Indonesia Keluar Dari Zona Impor


1
1 point

Industri Otomotif merupakan salah satu industri terbesar di Indonesia. Industri otomotif adalah salah satu sektor andalan di Indonesia yang terus diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah karena berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk investasi di sektor industri otomotif. Industri Otomotif juga berperan dalam menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo pernah menyampaikan sebuah kalimat “Indonesia sekarang semakin kompetitif untuk industri otomotif,”  dalam sebuah acara peresmian pabrik PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Kawasan Greenland International Center (GCII), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Presiden meyakini, dengan Industri otomotif dalam negeri yang cukup besar, dapat menambah daya tarik lebih bagi para investor menanamkan modalnya di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama juga, Jokowi meminta kepada seluruh pemangku kepentingan agar dapat memudahkan proses perizinan untuk investasi.

Namun sangat disayangkan,dengan segala kelebihan tersebut belum mampu membuat bangsa kita mandiri dalam memproduksi kendaraan atau setidaknya memiliki nilai impor yang kecil. Data dari Gaikindo menunjukkan Kinerja impor utuh kendaraan pada Juni 2019 naik 7.196 unit atau 65,4% dari Mei yang hanya mencapai 4.349 unit,ini merupakan kenaikan yang besar, dari data yang sama Gaikindo juga mencatat Toyota masih menjadi pengimpor terbanyak dengan total 12.295 unit. Kemudian disusul Suzuki dengan impor 7.213, dan Mitsubishi 6.628 unit, dan Mazda 2.377 unit.

Bahkan untuk sepeda motor sendiri 100 persen proses pembuatan sepeda motor dilakukan di dalam negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit juga menyebut masih ada hambatan yang mengganjal, semisal komposisi mikro material.

Nilai Impor Kendaraan bermotor tahun 2000-2019

Indonesia juga masih tergantung dengan banyak negara dalam kegiatan Impor kendaraan bermotor,terlihat bahwa negara Thailand dan Jepang merupakan negara yang memiliki nilai impor kendaraan bermotor terbesar di Indonesia. Keterbatasan sumber daya merupakan alasan utama mengapa nilai impor kita masih besar,Indonesia masih belum mampu memproduksi input yang dibutuhkan untuk memproduksi kendaraan bermotor dan sumber daya manusia yang masih belum cukup terampil untuk melakukan hal tersebut. Indonesia saat ini masih hanya mencapai proses CKD (Completely Knock Down) artinya mobil dirakit di Indonesia setelah bahan-bahan material mobil sampai di Indonesia,selebihnya menggunakan sistem CBU (Completely Built Up) yang artinya mobil diproduksi di negara tempat mobil tersebut berasal,untuk kemudia di kirim ke negara penerima.

Negara Pengekspor Komponen Manufaktur Industri Otomotif Indonesia

Industri otomotif dalam negeri masih sangat ketergantungan akan komponen manufaktur. Dari segi bahan baku, impor komponen otomotif memiliki angka yang sangat besar yaitu sebesar 80%. Sedangkan kebutuhan komponen otomotif di Indonesia terus meningkat, menyusul tingginya pertumbuhan penjualan motor dan mobil di Indonesia. Disisi lain juga besarnya tingkai impor suku cadang otomotif ini juga berdampak terhadap tergerusnya industri lokal di Indonesia,nilai impor komponen yang sangat tinggi ini membuat produsen komponen dari dalam negeri khususnya skala kecil menengah semakin terpuruk. Masalah yang dapat terjadi adalah kurangnya rasa percaya dari dalam masyarakat untuk menggunakan komponen buatan dalam negeri. Hal ini akan berimbas pada pelaku industri yang menjadi semakin tidak percaya diri terhadap kualitas produk mereka.

Banyaknya bahan baku komponen industri tomotif yang diimpor ini dikarena industri hulu domestik Indonesua masih belum bisa memproduksi. Misalkan,Indonesia hanya mampu memenuhi 40 persen kebutuhan komponen industr,sedangkan komponen selebihnya,beberapa material seperti aluminium khusus perlu diimpor. Terus biji plastik dan karet yang bentuk compound juga harus impor.

Sangat dibutuhkan peran pemerintah sebagai pengatur regulasi untuk memberi perhatian lebih kepada industri hulu agar mampu memenuhi kebutuhan industri komponen otomotif nasional. Pemerintah kalau perlu memberikan insentif sehingga industri hulu bisa berkembang.

Bagaimana Pemerintah Mengatur Regulasi Impor dan Ekspor Industri Otomotif di Indonesia?

Pemerintah dalam hal ini pembuat regulasi sangat berperan besar terhadap keberlangsungan industri otomotif di Indonesia, kemudahan proses kegiatan impor dan ekspor kendaraan bermotor tergantung terhadap perubahan regulasi dari pemerintah, pemerintah Indonesia tentunya harus mendahulukan kepentingan masyarakat terlebih dahulu dalam membuat peraturan,seluruh permasalahan yang muncul terkait industri otomotif diharapkan dapat diselesaikan oleh pemerintah dengan membuat regulasi terkait.

Untuk kegiatan Impor pemerintah menerbitkan peraturan mentri nomor: 80/M-IND/PER/9/2014. peraturan tersbut dibuat untuk menimbang.

  1. Bahwa dalam rangka pendalaman dan pengembangan manufaktur industri kendaraan bermotor serta meningkatkan investasi di bidang manufaktur kendaraan bermotor mulai dari pembuatan komponen di dalam negeri untuk menghasilkan kendaraan bermotor yang berdaya saing global.
  2. Bahwa dalam rangka mendukung pengembangan dan pendalaman struktur industri kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan menciptakan kemandirian industri dalam negeri, maka perlu mengatur tingkat keteruraian kendaraan yang diim por dalam keadaan terurai sama sekali ( Completely Knocked Down/ CKD) dan kendaraan bermotor dalam keadaan terurai tidak lengkap (Incompletely Knocked Down/IKD).
  3. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri Perindustrian tentang Industri Kendaraan Bermotor.

Untuk mendukung peraturan ini Pemerintah juga menghentikan pemberian izin impor mobil mewah dalam bentuk utuh (complete built-up/CBU) berkapasitas mesin di atas 3.000 cc,dengan peraturan ini diharapka impor mobil diprediksi bisa turun US$ 700 juta atau setara Rp 10,1 triliun.

Untuk kegiatan ekspor pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan melakukan penyederhanaan aturan ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan utuh (completely built up/CBU) dengan menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-01/BC/2019 tentang Tata Laksana Ekspor Kendaraan Bermotor dalam Bentuk Jadi. Peraturan tersebut di buat untuk menimbang.

  1. Ekspor kendaraan bermotor CBU dapat dimasukkan ke Kawasan Pabean tempat pemuatan sebelum pengajuan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
  2. pemasukan ke Kawasan Pabean tidak memerlukan Nota Pelayanan Ekspor (NPE).
  3. pembetulan jumlah dan jenis barang paling lambat dilakukan tiga hari sejak tanggal keberangkatan kapal.

Penyederhanaan aturan tersebut diharapkan akan mempermudah proses dengan pengintegrasian data yang masuk pada in-house system Indonesia Kendaraan Terminal dan sistem DJBC, untuk kemudian dilakukan barcode scanning terhadap VIN setiap kendaraan bermotor yang akan diekspor. Kemudahan proses ini diharapkan dapat meningkatkan competitiveness advantages, karena:

  1. Akurasi data lebih terjamin, sebab proses bisnis dilakukan secara otomatis melalui integrasi data antara perusahaan, tempat penimbunan sementara (TPS), dan DJBC.
  2.  Adanya efisiensi penumpukan di gudang eksportir,sehingga inventory level rendah. Dengan inventory level yang rendah,gudang eksportir dapat dimanfaatkan untuk penumpukan kendaraan CBU hasil peningkatan kapasitas produksi.
  3. Dapat memaksimalkan jangka waktu penumpukan di Gudang TPS selama tujuhhari,karena proses grouping dan final quality control sebelum pengajuan PEB dapat dilakukan di TPS
  4. Menurunkan biaya trucking,karena jumlah truk berkurang dan logistics partner tidak perlu investasi truk dalam jumlah banyak. Selain itu, pemakaian truk menjadi lebih efisien dan maksimal, karena digunakan setiap hari dan merata jumlah ritasenya.

Namun dibalik kemudahan-kemudahan aturan yang dibuat oleh pemerintah untuk mendukung industri kendaraan bermotor. Pemerintah masih mempunyai beberapa "PR" yang harus diselesaikan untuk lebih mendukung kemajuan industri dalam negeri. Seperti Peraturan Menteri (Permen) Perindustrian No. 5 tahun 2018. Tentang harmonisasi tarif perpajakan otomotif. Terkait standar emisi. Saat ini Indonesia masih menerapkan emisi Euro 2, sedangkan negara lain telah menggunakan Euro 4. Akibatnya, produsen harus mengeluarkan ongkos produksi ganda, yakni untuk produk yang dijual di dalam negeri dan untuk produk yang diekspor.



Thailand Si Raja Otomotif Asia Tenggara

Sepertinya Kita harus banyak belajar dari Thailand. Pada 2007 misalnya, pemerintah Thailand menerbitkan regulasi terkait Eco Car yang membebaskan segala bentuk pajak, asalkan mempunyai emisi rendah dan kapasitas mesin tertentu. Pada program Eco Car fase pertama itu, Thailand dibanjiri investasi sekitar 43 miliar baht dari enam pabrikan. Lalu, dilanjutkan dengan program Eco Car fase dua dengan syarat lebih mutakhir yaitu maksimal emisi gas buang CO2 100 gram per kilometer. Pada fase 2, aliran investasi mencapai 140 miliar baht dari 10 pabrikan. 

Produksi Mobil Negara Asean

Direktur JenderaI Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengungkapkan komponen otomotif dari industri kecil dan menengah (IKM) Indonesia masih tertinggal dari Thailand dan Vietnam. Thailand memiliki 2.400 titik produksi komponen otomotif, sementara Indonesia hanya 700 titik. Ekosistem industri pendukung otomotif sangat diperlukan. Karena Apa gunanya banyak industri otomotif tapi bahan baku dan komponen masih impor. Bisnis pendukung yang dibutuhkan mulai dari bahan baku baja, plastik (petrokimia), karet, dan komponen lainnya.

Dari segi ekspor Thailand juga sangat baik,Thailand mengekspor 295.230 unit kendaraan bermotor roda empat. Selama kurun waktu itu juga jumlah produksi kendaraan bermotor roda empat di Thailand mencapai 539.690 unit. Sedangkan dari kendaraan yang dibuat itu, yang dijual di dalam negeri sebanyak 237.093 unit.

Kebijakan yang padu di pemerintah dan sektor industri otomotif, merupakan kunci utama Thailand dapat unggul di sektor industri otomotif. Sektor industri otomotif di Thailand digerakkan oleh Thailand Automotive Institute (TAI) dan Thai Automotive Industry Association (TAIA). TAI merupakan wadah yang mempertemukan pihak swasta dengan pemerintah, sehingga siapapun yang memimpin Thailand, kebijakan industri otomotif tetap mengacu kepada TAI.  Dalam menjaga kepentingan nasional seperti efisiensi energi dan merawat lingkungan hidup, TAI mempunyai kuasa melakukan uji tes emisi.Selain itu Keunggulan Thailand, terdapat pada kemampuan produksi yang efisien mobil komersial satu ton dan SUV, dengan kapasitas terpasang mencapai 3 juta unit per tahun. Kekuatan produksi itu disokong 18 pabrik manufaktur mobil. Pada tier 1, terdapat 462 perusahaan. Sedangkan tier 2 dan 3, mencapai 1.600 perusahaan.

Kesuksesan suatu industri tentunya tidak hanya tergantung pada peran pemerintahnya saja,industri dapat berkembang dengan baik juga harus didukung oleh pengelolaan bisnis yang baik dari para pemilik usaha. Selanjutnya kita akan membahas ruang lingkup internal industri otomotif.

Mengenal Industri Otomotif Lebih Dalam

Di paragraf sebelumnya Kita sudah membahas regulasi otomotif di Indonesia,serta bagaimana Thailand bisa menjadi raja otomotif di Asia Tenggara. Namun tak lengkap rasanya kalau kita tidak membahas Industri Otomotif dari dalam industri nya sendiri.

Proses Pembuatan mobil

Pada dasarnya proses yang dilakukan di pabrik mobil terdiri dari 5 proses utama yaitu

  1. Di Proses Stamping/ Press untuk menghasilkan komponen – komponen Body Mobil. 
  2. Pada Proses Welding/ Pengelasan, dilakukan penggabungan komponen – komponen yang dihasilkan di Proses Stamping, dan juga komponen – komponen yang dikirim dari Supplier dengan cara di las, sehingga terbentuklah Body mobil yang diinginkan.
  3. Proses Painting/ Pengecatan dilakukan dengan tujuan antara lain memberikan lapisan anti karat pada Body, memberikan fungsi peredam suara, serta yang paling terlihat yaitu memberikan tampilan atau estetika yang indah dengan warna yang bermacam – macam. Dan yang sangat penting juga, Proses Painting memberikan fungsi anti bocor, dengan pengaplikasian Sealer pada bagian – bagian sambungan antar pelat Body. 
  4. Proses Assembling di pabrik mobil terdapat 3 proses utama yaitu proses assembling Mesin, Transmisi dan komponen – komponen pendukung lain yang dikirim dari Supplier. Sehingga menjadi sebuah mobil secara sempurna.
  5. Proses Inspection/ Inspeksi. Sebelum mobil dikirim ke konsumen, Bagian Inspeksi melakukan pengechekan secara keseluruhan

Proses pembuatan mobil adalah menggabungkan komponen-komponen yang berbeda untuk nantinya menghasilkan produk mobil, di mana komponen bersumber dari sub-vendor yang berbeda (manufaktur terdistribusi).

Layout pabrik mobil

Manufaktur mobil adalah proses perakitan, di mana komponen bersumber dari sub-vendor yang berbeda (manufaktur terdistribusi). Ruang kerja akan berbeda, bergantung pada komponen yang dirakit,  Setiap pabrikan mobil memiliki proses manufaktur mulai dari tempat komponen-komponen pembentuk mobil diterima sampai mobil siap untuk dipasarkan).

Namun sebelum mobil dipasarkan kepada konsumen,mobil tersebut harus melewati kualitas kontrol terlebih dahulu. Kualitas kontrol juga dapat menemukan masalah sebelum produk dipasarkan ke konsumen, sehingga menghasilkan produk yang terbaik. Ini dapat memastikan bahwa produk-produk ini memenuhi standar industri - untuk beberapa komponen, seperti sistem pembuangan dan emisi, sangat penting untuk memenuhi standar yang tepat.

Saat mobil siap untuk dipasarkan produsen mobil juga harus memikirkan bagaimana agar produknya dapat diterima oleh konsumen,orientasi hanya tidak sampai pada konsumen lokal saja,namun harus seluruh konsumen global. Untuk dapat memasuki pasar global dibutuhkan pendekatan-pendekatan khusus yang tidak sama dengan pasar lokal. Negara China misalkan, ada dimensi Politik,ekonomi,sosial dantekhnologi yang harus dimiliki strategi pendekatannya .

Politik

Industri otomotif tunduk pada berbagai aturan dan kebijakan pemerintah. Misalkan di China, pemerintah China mengenakan pajak rendah atas perusahaan yang memiliki investasi asing, dan kebijakan pajak preferensial ditawarkan ke sektor dan wilayah di mana investasi didorong oleh negara. Dan kebijakan pajak yang rendah tercermin dalam tiga aspek: pajak penghasilan, pajak sirkulasi, dan pajak pertambahan nilai tahap impor. Pada saat yang sama, pemerintah China mengumumkan beberapa kebijakan preferensial untuk mendorong konsumsi mobil, termasuk masyarakat yang tinggal di pedesaan dapat menikmati 10% subsidi dari harga kendaraan asli untuk membelinya. Kedua, pajak pembelian kendaraan perpindahan kecil dipotong dari 10% menjadi 5%. Kebijakan preferensial ini mendorong konsumsi mobil secara signifikan, dan menarik lebih banyak perusahaan otomotif asing untuk berinvestasi di China. Di sisi lain, pemerintah berperan sebagai penyelamat.

Ekonomi

China adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dan merupakan negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia serta. Peran China di dunia adalah “pabrik dunia”, karena China menyediakan biaya tenaga kerja yang murah, dan basis biaya rendah untuk produksi berorientasi ekspor.

Sosial

Populasi Tiongkok melebihi satu miliar, ini adalah negara terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk. Ukuran rumah tangga: 3,1, total rumah tangga di China adalah 351.233.698,produsen harus mengetahui segmen pasar seperti apa yang cocok untuk pasar di China. Biasanya kelompok masyarakat di China ini memiliki tingkat pendapatan menengah ke atas dengan latar belakang pendidikan baik berusia sekitar 25 hingga 65 tahun.

Tekhnologi

Pemerintah China sangat mengontrol penuh terkait jenis standar teknologi pada perusahaan yang beroperasi di negara tersebut.

Beroperasi di pasar global merupakan tantangan sekaligus peluang. Dampak apapun yang muncul dibutuhkan strategi khusus untuk melewatinya.

Pengelolaan Lingkungan Untuk Produsen Otomotif

Rantai produksi otomotif mencakup banyak aktivitas,seperti desain dan teknik, manufaktur, pemeliharaan dan perbaikan, dan penanganan kendaraan akhir masa pakai (ELV). Hal tersebut tentunya memiliki sedikit banyak pengaruh terhadap lingkungan,seperti konsumsi energi, perubahan iklim, penggunaan sumber daya, limbah produksi, konsumsi air, emisi udara, tanah dan air, dan dampaknya terhadap ekosistem. Penting produsen dan konsumen untuk mengetahui hal tersebut.

Kebutuhan Global Enviroment

Pemasok juga harus mematuhi standar tertentu tergantung pada ketatnya standar suatu negara, misalkan pengenalan standar ISO 14001. Beberapa konsumen beranggapan bahwa brand yang inovatif adalah melalui penghargaan industri berupa kebermanfaatannya terhadap kelangsungan lingkungan.

Oleh karena itu, praktik terbaik ini didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:

  1. kurangi kemasan yang tidak perlu sambil memastikan fungsionalitas yang memadai
  2. menyelidiki bahan alternatif untuk pengemasan yang sumber dayanya lebih sedikit lebih efisien, atau lebih mudah untuk digunakan kembali / didaur ulang
  3. mengembangkan komponen yang dapat digunakan kembali oleh supplier
  4. menyelidiki penggunaan alternatif untuk kemasan sekali pakai untuk mengalihkan dari pembuangan.

Prinsip-prinsip ini dapat diterapkan untuk semua kemasan yang digunakan untuk pengiriman ke lokasi pabrik, hingga transportasi suku cadang dari satu tempat ke tempat yang lain, atau untuk pasokan suku cadang dari pemasok ke pelanggan. Dalam prakteknya prinsip-prinsip tersebut dapat diimplementasikan secara langsung oleh produsen, tetapi dapat juga melalui pihak ke 3 atau outsourcing seperti pengelolaan pengemasan dan bekerja sama dengan perusahaan eksternal untuk meningkatkan manajemen logistik.

Manfaat yang akan dicapai dapat berupa pengurangan limbah. Manfaat tidak langsung juga melibatkan pengurangan konsumsi energi, karbon dioksida dan emisi.


Perbandingan Inonesia dan Thailand Dalam Pengelolaan Industri Otomotif

Kapasitas produksi kendaraan roda 4 Indonesia juga masih kalah dari Thailand. Thailand tetap menjadi produsen mobil terbesar. Tahun 2019 lalu, Thailand memproduksi 2.013.710 unit mobil (semua jenis), diikuti oleh Indonesia dengan 1.286.848 unit mobil.  

Kemampuan Produksi Mobil Thailand dan Indonesia
Tahun

Indonesia

Thailand
2017

1,210,301

1,830,439
2018

2,130,546

1,311,356
2019

2,013,710

1,286,848

Status Mobil Nasional Indonesia Dibandingkan Thailand dan Negara-Negara Asia Teggara


Vin Group, perusahaan yang menaungi VinFast,mobil nasional milik Vietnam, diketahui telah menginvestasikan dana sebesar US$ 3,5 juta lebih atau sekitar Rp50 triliun untuk pengembangan mobil dan motor listrik Vietnam. Pembangunan pabriknya juga dimulai sekitar akhir 2017 lalu dan saat ini sudah selesai. Artinya, artinya tidak butuh waktu lama bagi Vietnam untuk bisa menciptakan mobil nasional nya sendiri. Sedangkan Malaysia sendiri seperti yang kita ketahui sudah lebih dulu meluncurkan mobil nasional dengan merek Proton. Walaupun awalnnya berkerjasama dengan teknologi Mitsubishi, namun seiring berjalannya waktu, Proton berhasil mengembangkan teknologinya sendiri. 

Lalu bagaimana dengan Esemka?

Pernah menjadi idola baru otomotif tanah air ketika itu, namun sayangnya layu sebelum berkembang,mobil Esemka saat ini dinaungi oleh  PT Solo Manufaktur Kreasi yang awalnya diciptakan oleh siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Sayangnya mobil ini belum bisa diproduksi massal untuk konsumen. Sebab, belum memenuhi standar emisi Euro 4 untuk semua jenis kendaraan roda empat. Syarat-syarat untuk masuk ke pasar global jauh lebih berat,yaitu harus lulus uji euroemission. Ini merupakan Global Enviroment yang harus dipenuhi.


Problem Solving

  1. Pembenahan infrastruktur, terutama akses di jalan raya dan pelabuhan, serta road map yang tegas dari standar Emisi Euro 2 menuju pelaksanaan Emisi Euro 4.
  2. Memberikan Beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk dapat belajar mengenal bagaimana Industri Otomotif dapat berkembang di negara-negara maju. Kita harus ingat bahwa keberhasilan Sakichi Toyoda yaitu pendiri Toyota membuat sistem produksi sukses JIT(Just in Time) dengan melihat kelemahan dari sistem produksi mobil milik Henry Ford,Toyoda berhasil mensurvey dan menghasilkan jalan keluar dari permasalahan yang ia pelajari saat melihat sistem produksi Ford.
  3. Pemerintah juga harus menaruh perhatian lebih terhadap pengembangan Industri mobil nasional,seperti menambahkan insentif lebih terhadap pengembangan mobil Esemka,berani menghiraukan tekanan-tekanan dari orang-orang yang mencari kepentingan pribadi dibalik pengembangan mobil Esemka.
  4. Memikirkan juga regulasi yang mudah bagi produsen otomotif nasional jika ingin mencoba mengembangkan mobil nasional.
  5. Pemerintah juga harus dapat mendorong masyarakat untuk lebih menghargai karya anak bangsa,harus bangga terhadap pencapaian apapun dari pengembangan mobil Esemka. Perlu diingat bahwa China dapat berhasil tumbuh karena pemerintahnya mendorong masyarakat untuk percaya terhadap produk dalam ciptaan negeri sendiri.

Referensi

Ferrel, O. C., Hirt, G. A., dan Ferrel, L. (2020). Business Foundations A Changing World. 12th Edition. New York: McGraw-Hill

The Global Expansion Of Toyota Marketing Essay, 1200  (Marketing January 1, 1970).

Apriliananda, D. (2017, Desember 14). Kompas. Retrieved  10 22, 2020, from Kompas Otomotif:  https://otomotif.kompas.com/read/2017/12/04/084200415/industri-sepeda-motor-indonesia-masih-bergantung-impor.

Gaudillat, P. I. (2017). Best Environmental  Management. Spain: Luxembourg: Publications Office of the European Union.

Nichols, M. R. (2019, November 28). Manufacturing  Blobal. Retrieved 10 22, 2020, from Manufacturing:  https://www.manufacturingglobal.com/smart-manufacturing/importance-quality-control-automotive-industry

Utama W. (2019, June 20). Gooto. Retrieved 10 22, 2020, from Mobil: https://www.gooto.com/read/1216504/mobil-nasional-vietnam-dan-malaysia-mendunia-apa-kabar-esemka


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format