Dibalik Negara Bahari yang masih Impor Ikan

Investasi operasional dan sumber daya manusia demi menjadi eksportir ikan nomer 1 di dunia


0

Indonesia merupakan salah satu Negara dengan letak geogragis yang sangat menguntungkan, dengan letaknya yang strategis yaitu berada diantara dua samudera yaitu samudera pasifik dan samudera hindia dan berada diantara dua benua, yaitu benua Australia dan benua Asia. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai pulau dengan kondisi iklim yang stabil sehingga tidak ada perbedaan suhu yang ekstrem antara malam dan siang hari. Seperti yang dilansir pada artikel quipper.com, dikatakan bahwa Indonesia berada diantara dua benua yang membuat Indonesia memiliki iklim muson, ketika dilalui oleh angin muson barat yang berasal dari Asia dipenuhi dengan uap air maka pada saat itu terjadi musim hujan. Saat dilalui angin muson barat yaitu dari Australia yang miskin akan uap air, maka terjadi musim kemarau. Indonesia tidak pernah mengalami musim dingin, sehingga berbagai aktivitas yang menyangkut komoditas berlangsung dengan sangat baik yaitu dari segi pertanian, perikanan dan peternakan. Begitu juga mengenai letak Indonesia secara maritim, Indonesia diapit oleh dua benua dan berdekatan dengan laut Cina Selatan yang mana hal ini potensial bagi Indonesia untuk mengembangkan berbagai aktivitas bisnis yang berkaitan dengan perairan.

Indonesia juga dikenal sebagai negara bahari, selain dari letak geografis yang diapit oleh dua benua dan dua samudera, Indonesia terdiri dari berbagai pulau-pulau dengan wilayah laut yang sangat luas. Dilansir pada kompasiana.com, bahwa salah satu ciri dikatakan negara bahari karena wilayah lautnya yang luas. Karena Indonesia memiliki luas laut atau perairan sebesar 3.257.483 km maka sangat cocok apabila Indonesia dikatakan sebagai negara bahari. Tentunya, karena wilayah laut yang luas Indonesia memiliki berbagai macam potensi dari sumber daya lautnya seperti biota laut, pasir besi, minyak, dan gas alam. Diterangkan pada kompas.com, bahwa Indonesia memiliki biota laut yang beraneka ragam, dengan potensi ikan laut Indonesia yang mencapai 6 juta ton per tahun yang membuat Indonesia berada pada posisi keempat di dunia di tahun 2019 karena potensi lautnya.

Negara Bahari dan Alasan Masih Impor Ikan

Beberapa bulan di awal 2020, terdapat berita hangat dari CNBC Indonesia, bahwa negara bahari yang kaya akan hasil lautnya mengimpor ikan sebesar 71,6 juta U$ atau setara dengan 1 Triliun dengan asumsi 14,000/US$. Jumlah tersebut setara dengan 25% total impor perikanan Indonesia di tahun 2018 sebesar 290,8 juta US$ yang setara dengan 4,07 triliun. Pada periode Januari-November 2019, impor pada komoditas ini bernilai hingga 180,93 US$ atau 59,53% dari total impor perikanan. Impor tersebut dalam bentuk ikan segar yang didinginkan, Dilansir dari CNBC Indonesia saat melakukan wawancara dengan Agus Suherman selaku Dijen PDSPKP Kementerian KP, mengatakan bahwa pada tahun 2020 Indonesia melakukan impor dari Cina sebesar 80.000 ton dan pada tahun 2019 sebesar 79.000 ton yaitu berupa tepung ikan untuk bahan baku pakan ikan dan makarel untuk kebutuhan pemindangan dan industri, beliau juga mengatakan bahwa meskipun Indonesia melakukan impor namun nilai ekspor Indonesia ke Cina juga besar. Dikatakan juga bahwa Indonesia mengekspor dalam bentuk ikan, sedangkan strategi pada tahun 2020 Kementerian KP pada saat musim berburu ikan mereka bekerja sama dengan KADIN akan memfasilitasi penampungan ikan dari nelayan sehingga nantinya bahan baku tersebut dapat tercukupi untuk beberapa tahun ke depan. Perlu digaris bawahi bahwa Indonesia masih belum memaksimalkan potensi lautnya, sehingga Kementerian KP akan meningkatkan fasilitas dan prasarana di Natuna, kemudian meningkatkan investasi pada cold storage, integrated cold storage, dan mengembangkan sistem rantai dingin.

Berikut adalah grafik mengenai ekspor impor ikan di Indonesia pada tahun 2012-2019, dalam grafik terlihat bahwa nilai impor dan ekspor Indonesia pada tahun 2019 mengalami penurunan akan tetapi nilai impor pada tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2015. 

Gambar 1. Volume Ekspor Impor Biota Laut Indonesia 2012-2019

Sumber :https://suhana.web.id/2020/02/10/perdagangan-ikan-indonesia-china-antisipasi-dampak-virus-corona/

Selanjutnya paparan dari Anneke Wijaya host CNBC Indonesia mengatakan bahwa biota laut di Indonesia tepatnya di Natuna terdiri dari berbagai macam jenis ikan, seperti Ikan pelagis kecil seperti ikan teri, ikan selar, ikan kembung dan ikan tongkol dengan potensi 621,5 ribu ton per tahun. Kemudian ada ikan pelagis besar terdiri dari ikan pedang, ikan tuna, ikan marlin, ikan cakalang, dan ikan tengiri dengan potensi sebesar 66,1 ribu ton per tahun. Kemudian ada ikan demersal seperti ikan ekor tikus dan ikan pipih dengan jumlah sebesar 334,8 ribu ton per tahun. Ada juga ikan karang seperti ikan baronang, dan ikan ekor kuning dengan jumlah 21,7 ribu ton per tahun. Dari berbagai biota laut tersebut, Indonesia selama ini baru mampu memanfaatkannya sebesar 46% saja dari keseluruhan biota laut. Nilai impor ikan Indonesia pada tahun 2018 sebesar 847,746 ton. Nilai impor ikan dari China sebesar 71,6 juta US$ atau setara dengan 1 Triliun, ada 6 jenis impor Indonesia dari China yaitu Moluska, Ikan Olahan, Crustacean, Ikan Hidup, Ikan segar, dan Ikan beku. Perlu kita garis bawahi bahwa impor terbesar Indonesia dari China adalah Ikan beku dengan total sebesar 61,9 juta US$. Kemudian diterangkan bahwa ada beberapa hambatan kenapa Indonesia yang kaya akan biota lautnya namun masih melakukan impor ikan adalah sulitnya mendapatkan perizinan kapal bagi nelayan lokal.

Uraian Jenis Masalah dan Strategi Penyelesaian

No

Jenis Masalah

Strategi Penyelesaian

1

Peraturan Pemerintah mengenai ijin berlayar

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan yang dapat menghambat produktivitas nelayan maupun perusahaan di bidang industri perikanan harus dikaji ulang.

2

Lemahnya teknologi yang digunakan dalam industri perikanan

Penyediaan akses dan teknologi yang dapat menunjang produktivitas lebih baik.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM di Industri Perikanan.

3

Kurangnya Sarana dan Prasarana dalam industri perikanan

Peningkatan fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan.

4

Tidak ada manajemen operasional yang baik sehingga kehabisan bahan baku

Meningkatkan manajemen operasional berbasis rantai dingin.

Tabel. 1 Hasil Analisis Jenis Masalah dan Strategi Penyelesaian

Business Ethics – Business Law

Berbicara mengenai industri perikanan Indonesia tentunya sangat berkaitan dengan kementerian kelautan dan perikanan republik Indonesia (KKP). Seperti yang dilansir pada KKP.go.id, KKP dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis pada kepentingan Nasional. KKP memiliki beberapa fungsi dan berikut adalah fungsi yang perlu digaris bawahi:

  1. Perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pengelolaan ruang laut, pengelolaan konservasi dan keanekaragaman hayati laut, pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil, pengelolaan perikanan tangkap, pengelolaan perikanan budidaya, penguatan daya saing dan sistem logistik produk kelautan dan perikanan, peningkatan keberlanjutan usaha kelautan dan perikanan, serta pengawasan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan
  2. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan;
  3. Pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan KKP

Strategi pertama yang dapat dilakukan oleh Indonesia dalam mengurangi impor Ikan adalah mengkaji ulang mengenai peraturan-peraturan pemerintah mengenai ijin berlayar. KKP selaku badan organisasi yang mengelola perindustrian perikanan dan kelautan di Indonesia tentunya memiliki wewenang yang kuat dalam membuat peraturan. Karena aturan yang dibuat berkaitan dengan bisnis maka dalam membuat peraturan selain berpacu pada UUD 1945, KKP harus melihat dari segi etika bisnis yaitu menetukan sebuah aturan yang dapat dijadikan sebagai prinsip dan standar perilaku yang dapat diterima oleh berbagai entitas dalam bisnis perikanan. Peraturan tersebut harus bersifat acceptable dalam bisnis baik dari nelayan, dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perikanan. Tentunya dengan iklim politik dan peraturan yang dapat diterima oleh berbagai entitas dalam sebuah bisnis akan memunculkan sinergi yang baik bagi kehidupan ekonomi kelautan Indonesia.

No

KEBIJAKAN YANG MENGHAMBAT INDUSTRIALISASI PERIKANAN

KETERANGAN

HASIL ANALISIS

1

Peraturan Menteri KP Nomor 56 Tahun 2014, Permen KP Nomor 10 Tahun 2015 dan SE Sekjen KP No. B-195/SJ.II/2016 dan No. B-755/SJ.VI/2016

Kapal-kapal ikan buatan luar negeri yang dimiliki Perusahaan Lokal tidak diperbolehkan operasi (tidak diberikan izin perpanjangan operasi) padahal Perusahaan dan kapal telah dianalisa dan evaluasi (Anev) dan dinyatakan lulus/tidak terindikasi IUU

Menghambat suplai bahan baku dan terjadi PHK pada tenaga kerja.

Sebaiknya segera dikeluarkan izin untuk kapal impor dengan syarat berbadan hukum Indonesia, lulus anev, legal, dan tidak terindikasi IUU Fishing.

2

Peraturan Menteri KP Nomor 57 Tahun 2014 Tentang transhipment

Adanya larangan transshipment hasil penangkapan ikan di tengah laut dimana sebelumnya transshipment diperbolehkan asalkan dilakukan antar kapal dalam satu kesatuan manajemen

dengan persyaratan ketat

Pengkajian ulang transhipment dengan pengawasan dan izin yang ketat, karena transhipment mampu menghemat BBM dan menjaga mutu ikan segar

3

Permen KP No. 2/Permen KP/2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela dan pukat tarik di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia dan Keppres No. 85 Tahun 1982

Adanya larangan KKP untuk penggunaan 17-macam alat

tangkap berjenis pukat termasuk alat tangkap cantrang yang sudah lama digunakan secara tradisional oleh nelayan, juga pelarangan alat tangkap Pukat Udang (PU).

Perlu ditinjau kembali karena tidak semua alat tangkap merusak lingkungan dan secepatnya dicari solusi mengenai alat tangkap yang lebih baik atau sama efektifitasnya dengan cantrang.

4

Permen KP nomor 42/Permen KP/2014 tentang perubahan keempat atas peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 02/Men/2011 tentang Alur penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

Adanya pembatasan GT bagi kapal penangkap ikan.

Perlu pengaturan zonasi penangkapan dan jalur trayeknya.

5

Peraturan pajak PER.20.PJ.2015 , Surat Edaran Dirjen Pajak SE No. 33.PJ.2015, dan Keputusan Dirjen Pajak nomor KEP.126.PJ.2015

Adanya beban pajak tambahan untuk PBB Sektor Lainnya untuk Usaha Perikanan Tangkap (PBB perikanan) diterapkan berdasarkan jumlah kapal yang dimiliki dan diberlakukan tanpa memperhatikan kondisi kapal bisa operasi atau tidak

Menyebabkan adanya tambahan biaya operasional yang tinggi

Tabel. 2 Hasil Analisis Bappenas mengenai peraturan Kementrian Perikanan dan Kelautan
Sumber : https://www.bappenas.go.id/files/4115/0459/9921/Ringkasan-Kajian-Strategi-Industrialisasi-Perikanan-Untuk-Mendukung-Pembangunan-Ekonomi-Wilayah.pdf

Dari tabel 2, kita dapat mengetahui bahwa terdapat beberapa peraturan kementerian kelautan dan perikanan yang masih menghambat produktivitas dari nelayan dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri perikanan. Dari beberapa peraturan-peraturan diatas apabila tidak segera dikaji ulang maka akan terjadi kembali mengenai kurangnya bahan baku industri pengolahan perikanan, yang nantinya berdampak pada bangkrutnya perusahaan sehingga dapat menimbulkan PHK atau dapat meningkatkan volume impor ikan Indonesia. 

Trade between Countries

Dari gambar 1., dapat kita ketahui bahwa aktivitas industri perikanan di Indonesia selalu mengalami surplus apabila dibandingkan antara volume ekspor dan impor. Akan tetapi masih kalah jauh dengan China, seperti yang dilansir pada maritimnews.id, saat ini China merupakan raksasa industry perikanan terbesar di dunia. Pada tahun 2012 produksi perikanannya menyumbang lebih dari sepertiga produksi global dan pada tahun 2014 China mewakili lebih dari 60% akuakultur global. Di tahun 2013 China dapat mengekspor ikan hasil produksinya hamper mencapai 20 miliar US$. Tentunya hal ini menjadi sebuah pertanyaan mengapa Indonesia dengan laut yang lebih luas namun tidak dapat bersaing dengan China, dipaparkan diatas bahwa dengan biota laut Indonesia yang beraneka ragam dan memiliki jumlah ribuan ton per tahun hanya mampu dimanfaatkan sebesar 46% saja. Dilansir dari finance.detik.com bahwa sektor kelautan masih belum mendapat perhatian dari para investor, dan pemerintah belum sepenuhnya memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan, seperti pengadaan Cold Storage dan Depo BBM di sekitar wilayah nelayan. Sedangkan China selama tiga dekade terakhir, terjadi peningkatan jumlah orang yang bekerja pada industri perikanan sebesar lebih dari 10 juta dengan total pekerja pada sektor perikanan sebesar 14,4 juta. Selain itu China juga merupakan pengolah ikan terbesar di dunia, pada akhir 2013 China memiliki 9.774 pengolahan ikan dengan produksi tahunan sebesar 19 juta ton. Begitu juga dengan kehidupan nelayan di China, pemerintah di China tidak pernah memberi kompensasi bagi nelayan-nelayannya baik dari segi finansial maupun bantuan bahan bakar minyak. Hal tersebut justru membuat nelayan merasa tertuntut untuk memenuhi tekanan ekonomi.

Indonesia

China

Produktivitas di sektor perikanan masih kurang

Produktivitas di sektor perikanan dilakukan secara ekspansif

Nelayan bergantung pada pemerintah

Meskipun di atur oleh pemerintah namun nelayan tidak bergantung pada pemerintah

Sektor pengolahan ikan masih kurang

Sektor pengolahan ikan berjalan dengan baik

Manajemen Operasional Berbasis Cold-Chain

Dalam mengelola industri perikanan yang baik salah satu alternatif pilihan adalah menerapkan manajemen operasional dengan basis sistem rantai dingin. 

Gambar 2. Cold Chain-Management
Sumber : http://docplayer.info/29844542-Studi-awal-design-model-sistem-rantai-dingin-cold-chain-system-komoditas-unggulan-ekspor-sektor-perikanan-maluku-ikan-beku-frozen-fish.html

Planning and Designing Operations Systems

Untuk mendapatkan produk ikan yang baik sehingga nilai ekspor tetap terjaga dan tidak kehabisan bahan baku untuk industri dalam negeri maka perlu ditentukan design dalam pengelolaan operasional hasil tangkapan ikan oleh nelayan, yaitu menggunakan cold chain management. Karena ikan adalah produk yang tidak tahan akan suhu yang panas dan rentan terhadap bakteri maka salah satu alternatif dalam proses operasional penyimpanan dan pengolahan ikan adalah dengan mendinginkan ikan tersebut. Dilansir dari supplychainindonesia.com, dikatakan bahwa cold chain adalah bagian dari supply chain yang bertujuan untuk menjaga suhu agar produk tetap terjaga selama proses pengumpulan, pengolahan, dan distribusi komoditas hingga ke tangan konsumen. Sedangkan cold chain-management adalah keseluruhan dari proses cold chain yang di control dan di analisis hingga berjalan secara efektif dan efisien. 

Facility Location

Agar ikan terasa segar dan terjaga kualitasnya, proses operasional berbasis cold chain akan dilakukan di pelabuhan-pelabuhan dimana nelayan mengumpulkan hasil buruannya. KKP juga harus menentukan dimana lokasi pelabuhan yang paling strategis, semisal memilih lokasi utama Natuna karena merupakan pusat dari sektor industri tangkapan ikan terbesar di Indonesia. 

Facility Layout

Pada pengaturan layout tentunya sesuai dengan gambar no 2, keseluruhan komponen proses operasional harus memiliki cold storage, baik dari ketika ikan dikumpulkan dari nelayan, pengemasan, transportasi, hingga ketika ekspor maupun sampai ke tangan konsumen.

Gambar 3. Tabel Extended Shelf Life komoditas perikanan
Sumber : https://supplychainindonesia.com/sistem-rantai-dingin-cold-chain-dalam-implementasi-sistem-logistik-ikan-nasional-slin/

Dari gambar 3, terlihat bahwa masa konsumsi ikan meningkat semakin lama karena penyimpanan pada suhu yang  tepat. Selain membutuhkan investasi yang besar dari segi teknologi, untuk mengembangkan industri perikanan di Indonesia dibutuhkan training and development bagi masyarakat sekitar baik yang bekerja sebagai nelayan, pengolah ikan mulai dari pengemasan, dari karyawan KKP yang bertugas untuk kontroling dan orang-orang yang bekerja dalam industri perikanan. Dapat digunakan on the job training, ketika bekerja karyawan tersebut juga dilatih bagaimana cara menggunakan cold storage, packing dengan suhu yang sesuai, dan diajarkan bagaimana cara mengatur pasokan ikan yang baru dan yang lama first in first out atau last in first out.

Daftar Pustaka

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/geografi/luas-wilayah-indonesia/#:~:text=Dilihat%20dari%20posisi%20wilayah%20di,Samudra%20Pasifik%20dan%20Samudra%20Hindia.

https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/28/110000269/potensi-sumber-daya-alam-indonesia?page=all

https://www.kompasiana.com/indarwijaya/54f5e6cea3331198718b45eb/negara-bahari-atau-negara-maritim-kementerian-kelautan-dan-perikanan-vs-kemnko-maritim

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200114172450-4-129984/ri-impor-ikan-dari-china-pemerintah-klaim-tak-tekor

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200131010955-4-134144/jangan-kaget-impor-ikan-ri-melonjak-tapi/2

https://maritimenews.id/industri-perikanan-cina-status-kebijakan-dan-prospeknya/

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2142840/laut-lebih-luas-kok-perikanan-ri-bisa-kalah-dari-china

Farrell, O., C., dkk. (2020). Business Foundations – A Changing World Edition 12.  Mcgraw-Hill Education

Nama   : Adhe Rachman Sulistyo

NIM    : 20/468806/NEK/00201


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
1
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Adherachmans

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format