Haruskah Indonesia impor daging sapi?

Permintaan akan daging sapi dalam negeri yang tidak terpenuhi memaksa indonesia untuk impor yang tiap tahunnya meningkat


1
1 point

Indonesia merupakan salah satu pasar daging sapi terbesar di Asia, yang dimana tingkat konsumsinya diperkirakan akan meningkat 9% pada tahun 2022. Populasi penduduk yang besar, jumlah konsumen kelas menengah yang semakin meningkat, dan proses urbanisasi yang cepat serta pertumbuhan ekonomi yang kuat tiap tahunnya menjadi pendorong utama pertumbuhan konsumsi daging sapi.

 

Grafik 1.1 10 Provinsi dengan produksi daging sapi tertinggi

Data statistik diatas merupakan 10 provinsi dengan produksi daging sapi tertinggi. Saat ini Indonesia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri. Jadi masih akan ketergantungan impor produk daging. Ketergantungan tersebut disebabkan oleh permintaan (demand) yang terus meningkat, berbanding terbalik sebanding dengan ketersediaan (supply) daging sapi secara nasional. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dibutuhkan kebijakan yang mendukung pelaksanaan swasembada pangan, kemudian muncul daging sapi kebijakan impor dari luar negeri terutama kerjasama dengan beberapa negara yaitu  Australia dan Brazil dan India. 

 

Grafik 1.2 Jumlah Produksi Daging Sapi Indonesia

Dari data statistik diatas, jumlah produksi daging sapi di Indonesiapada tahun 2016 cukup tinggi, namun mengalami penurunan yang sangat signifikan pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2019.

 

Grafik 1.3 Jumlah kebutuhan daging sapi di Indonesia

Data statistik diatas menunjukkan jumlam kebutuhan daging sapi di Indonesia. Dapat dilihat pada tahun 2017 tingkat kebutuhan (demand) atas daging sapi terus meningkat hingga 2020. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat untuk sapi terus meningkat hingga saat ini. Pada tahun 2019 konsumsi daging sapi per kapita dipatok pada angka 2,56 kilogram per tahun, dengan kebutuhan dalam negeri sebesar 68.271 ton. Sementara pada tahun 2020, konsumsi per kapita diperkirakan menembus angka 2,66 kilogram per tahun dengan kebutuhan total sebanyak 700.000 ton. Dapat diartikan bahwa dengan meningkatnya permintaan akan daging sapi. sebagian besar masyarakat menyadari bahwa pentingnya protein hewani, khususnya daging sapi.

 

Grafik 1.4 Data impor daging sapi yang dinilai masi cukup tinggi

Dari data diatas menunjukkan tingkat impor daging sapi dari tahun ketahun. Dapat dilihat bahwa sejak 2015 tingkat impor daging sapi di Indonesia terus meningkat hingga saat ini. 

Maka dapat ditarik kesimpulan dari gabungan 3 grafik diatas (grafik 1.2, grafik 1.3, grafik 1.4) bahwa tingkat produksi (Supply) daging sapi dalam negeri (daging sapi yang di dapatkan dari peternak sapi dalam negeri) pada tahun 2019 yaitu sebesar 404.590 ton, namun tingkat kebutuhan daging sapi sebesar 686,720 ton,  maka menyebabkan pemerintah untuk melakukan impor sebanyak  282.130 ton. Dengan kata lain demi memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi, pemerintah melakukan kegiatan impor dari beberapa negara. 

Adapun upaya pemerintah saat ini melakukan impor daging sapi yaitu untuk menekan harga yang beredar dipasaran. Dengan kata lain pemerintah ingin menurukan harga pasaran yang kian lama meningkat. Pada tahun 2019 harga sapi lokal di pasaran domestic yaitu sebesar Rp. 120.000 untuk 1 kg daging sapi lokal. harga tersebut termasuk stabil karena tidak adanya perubahan akan harga dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu saat ini penjualan daging sapi lokal di pasar domestik memang tidak begitu ramai, selain dari harganya yang cukut tinggi, hadirnya daging sapi impor menjadi salah satu penyebab utama lesunya penjualan daging sapi lokal. Maka dari itu beberapa pedangang dipasarang mengakui bahwa jumlah pembelian daging sapi impor lebih tinggi dibandingkan daging sapi lokal karena harganya yang berbeda jauh dibawah harga daging sapi lokal, yaitu sebesar Rp. 85.000 untuk 1kg daging sapi impor.  Harga daging sapi lokal yang tinggi ini juga disebabkan oleh rantai distribusi yang panjang.

Menurut peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyatakan, anya rantai distribusi daging sapi lokal yang panjang mempengaruhi harga daging sapi tersebut di pasaran. Hal ini terjadi karena munculnya beberapa biaya tambahan seperti biaya trasportasi. Ilman menyatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dikemukakan CIPS, daging sapi lokal melewati tujuh hingga sembilan tahapan sebelum sampai di tangan konsumen. Proses distribusi diawali dari peternak. Mereka menjual sapi ternak mereka langsung kepada pedagang setempat yang berskala kecil atau melalui tempat penggemukan sapi (feedlot) yang memberi makan sapi secara intensif untuk meningkatkan bobot sapi dan yang nantinya berdampak pada nilai jualnya. Tahap selanjutnya yaitu sapi akan dijual lagi ke beberapa pedagan setempat berskala besar dengan menggunakan jasa informan untuk mendapatkan harga pasar yang paling tepat. Selanjutnya, sapi pun dijual kembali ke beberapa pedagang regional yang wilayah dagangnya meliputi beberapa kabupaten, serta beberata provinsi dan sejumlah pulau kecil.

Setelah melalui beberapa tahapan tersebut, sapi dijual kembali ke beberapa pedagang yang ada di penampungan ternak (holding groud). Tahapan ini memiliki fungsi untuk area transit ketika mereka menunggu pedagang grosir dari Rumah Potong Hewan (RPH) untuk memilih hewan ternak yang akan dibayarkan dan di potong. Kemudian daging sapi yang dihasilkan dapat di jual langsung ke pedagan grosir berskala besar seperti pasar atau melalui pengepul yang membantu pedagang di rumah potong hewan untuk dapat membeli. Selanjutnya tahapan yang akan di lalui adalah menjual daging sapi ke pedagan grosir berskala kecil. Disanalah yang menjual daging sapi ke pedagang eceran seperti di pasar tradisional dan supermarket sebelum akhirnya sampai terjadinya transaksi dengan konsumen.

Melihat panjangnya rantai distribusi tersebut, dengan menyerahkan proses distribusi ke badan-badan pemerintah bukanlah jalan keluar yang tepat sebagai solusi untuk memotong rantai distribusi. Hasil yang di kemukakan oleh Center for Indonesian Policy Studies menyatakan, jika pemerintah ingin menangani semua proses distribusi daging sapi lokal, maka pemerintah juga harus menanggung seluruh biaya terkait transportasi. Adapun distribusi daging sapi ini nantinya akan menghabiskan anggaran negara karena jumlahnya yang tidak sedikit.

Pengembangan sapi impor yang diternak di Indonesia juga seringkali menghadapi beberapa masalah, seperti kurangnya jumlah kapasitas peternak sapi, dan minimnya pengetahuan peternak sapi terhadap teknik ternak dan teknologi yang efisien.

Adapun hal lain yang mempengaruhi produksi daging sapi dan tingginya harga daging sapi lokal selain dari rantai distribusi yang panjang dan memakan biaya tambahan yaitu belum adanya industri yang berfokus untuk menghasilkan bibit sapi . Menurut Edy Wijayanto seorang mentor pelatihan dari channel youtube Sapibagus TV menyatakan karena harga bibit sapi yang di dapatkan oleh peternak saat ini diperoleh dari para peternak yang ada di desa desa dengan harga yang yang tergolong tinggi, yang nantinya berdampak pada harga pokok produksi sapi yang cukup tinggi. Karena keterbatasan pengetahuan, sumberdaya manusia, serta infrastruktur untuk pembibitan terbatas maka akan menghasilkan bibit yang terbatas dan baik terbatas didasari jumlah maupun kualitas bibit sapi.

Berdasarkan contoh studi kasus diatas, kita mengetahui bahwa masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan dan peternak sapi diatas yaitu rantai distribusi yang panjang dan keterbatasan jumlah bibit sapi serta kualitas bibit sapi. Oleh karena itu permasalahan studi kasus ini terkait dengan teori business in a borderless word pada chapter 3, teori Managing Service and Manufacturing Operations pada chapter 8, serta  teori managing human resources pada chapter 10 dalam buku Ferrell, O.C.,Hirt,G. dan Ferrell, L. (2016). Business: A Changing World. 10th Edition, McGraw-Hill, New York. (FHF). 

Untuk meningkatkan produksi daging sapi lokal, maka pemerintah Indonesia harus turut serta menaungi perusahaan dan peternak dengan memfasilitasi apa yang dibutuhkan peternak demi menunjang tingkat produksi. Kunci dari meningkatnya produksi daging sapi ialah penyediaan bibit yang baik, dan bagus, adanya infrastruktur yang memadai, serta kualitas melalui industri yang dapat berfokus menghasilkan bibit sapi. Pemerintah juga harus memberi paparan pengetahuan dan revitalisasi tentang  bagaimana cara negara lain dapat meningkatkan agar sapi ternak dapat menghasilkan ternak yang berkualitas, dan bagaimana cara beternak yang efektif dan efisen. Adapun kegiatan ini dilakukan demi meningkatkan pengetahuan sdm di bidang peternakan, menunjang tingkat produksi daging sapi lokal agar Indonesia swasembada daging sapi,  tidak perlu melakukan impor daging sapi atau bahkan dapat melakukan ekspor daging sapi , dan tentunya juga kesejahteraan para peternak.

Adanya rantai distribusi yang panjang saat ini berpengaruh signifikan terhadap harga pasar domestik daging sapi saat ini. Tentunya jika pemerintah dapat menyederhanakan rantai distribusi dengan menggunak sistem distribusi yang lebih singkat menghasilkan harga yang berbeda. Sebagai mana yang dihadapi oleh penjual daging saat ini yang merasa bahwa konsumen lebih memilih harga sapi import karena harganya yang murah di bandingkan daging sapi lokal dengan harga yang jauh lebih mahal.

Best Practice

Australia merupakan salah satu negara yang melakukan ekspor daging sapi terbesar di dunia. Pasar vital yang dituju oleh Australia ialah negara-negara Timur Tengah. Selain negara- negara timur tengah, negara – negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan juga Filipina juga menjadi pasar tujuan utama pemasaran daging sapi hidup asal Australia.

Pada situs resmi Meat and Livestock Australia (MLA) mencatat 74 persen produksi sapi di Australia diekspor di tahun 2014, meskipun  pada tahun-tahun setelahnya jumlahnya diprediksi akan menurun hingga di kisaran 70 persen. Menurut David Spencer yaitu salah satu peternak asal Australia menyatakan bahwa salah satu kunci keberhasilan kegiatan ekspor daging sapi Australia dikarenakan oleh prouk sapi-nya yang berkualitas tinggi. Selalu menjaga keaslian keturunan sapi sapi unggulan menjadikan dasar pembibitan agar hasil pembibitan nantinya selalu menghasilkan bibit yang premium. 

Adapun beberapa cara agar sapi tidak mudah terkena penyakit yaitu sapi – sapi bisa hidup di dalam lingkungan alami dan bergerak bebas sepanjang tahun. Ternak sapi tersebut di besarkan dan di bebaskan di padang rumput alami karena Australia memiliki lahan yang luas. Australia juga menerapkan standar mutu dan keamanan pangan yang tinggi. Setiap sapi dalam sistem memiliki identifikasi nasional (NLIS), sehingga setiap ekor ternak dapat dilacak keberadaannya. Selain itu Australia melakukan metode pakan campuran biji-bijian nutrisi tinggi yang meningkatkan lemak putih (marbling pada daging sapi) serta warna daging.

 

sumber:

http://ecomasjid.id/post/emisi-dan-konsumsi-daging-sapi

https://peternakan.sariagri.id/56240/konsumsi-daging-sapi-indonesia-terus-tumbuh

https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1038

https://www.bps.go.id/statictable/2019/02/14/2011/impor-daging-sejenis-lembu-menurut-negara-asal-utama-2010-2019.html

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/14/tren-produksi-daging-sapi-indonesia-menurun#:~:text=Produksi%20daging%20sapi%20di%20Indonesia%20mengalami%20fluktuasi%20sejak%202015%20hingga%202019.&text=Menurut%20kajian%20Badan%20Pusat%20Statistik,kilogram%20per%20kapita%20per%20tahun.

https://www.sapibagus.com/defisit-kebutuhan-daging-sapi-nasional-2016-meningkat/#:~:text=Konsumsi%20daging%20sapi%20untuk%20tahun,4.341.323%20ekor%20sapi%20hidup.

https://id.cips-indonesia.org/post/rantai-distribusi-panjang-sebabkan-harga-daging-sapi-lokal-mahal

Ferrel, O. C., Hirt, G. A., dan Ferrel, L. (2020). Business Foundations A Changing World. 12th Edition. New York: McGraw-Hill

https://news.detik.com/abc-australia/d-3306874/petani-australia-jelaskan-alasan-mengapa-sapi-indonesia-terlihat-kurus

https://gaya.tempo.co/read/1380122/3-hal-yang-bikin-daging-australia-bagus-ada-sistem-melacak-sapi/full&view=ok


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format