Impor Tenaga Kerja Asing ke Indonesia: Urgensi atau Kepentingan?

Apa benar kalau impor tenaga kerja artinya pemerintah tidak memikirkan rakyatnya? Apa Indonesia sekarang tengah diserbu tenaga kerja asing?


1
1 point

Pada periode Juni-Juli lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kedatangan 500 tenaga kerja asing asal Cina ke Indonesia. TKA tersebut disiapkan untuk mempercepat pembangunan smelter nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara. Menurut Kementerian Koordinator BidangKemaritiman dan Investasi, melalui juru bicara Jodi Mahardi, kedatangan TKA ini diperlukan untuk mempercepat pembangunan smelter dengan memanfaatkan teknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) dari Cina yang diklaim lebih ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik.[1] Untuk itu, pemerintah memastikan bahwa seluruh TKA Cina yang dilibatkan dalam proyek ini adalah tenaga ahli. Meskipun begitu, terdapat sentimen negatif dari sebagian masyarakat Indonesia terhadap keputusan impor TKA dari Cina ini.

Sentimen negatif tersebut dapat terlihat dari respon masyarakat Konawe yang memblokir akses jalan menuju smelter. Dilansir dari KompasTV, warga menilai bahwa perusahaan tidak adil kepada tenaga kerja lokal meski telah berjanji untuk lebih mengutamakan tenaga kerja dari warga lokal.[2] TIdak hanya masyarakat lokal, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Bidang Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility juga menyuarakan keberatan atas keputusan pemerintah untuk mendatangkan TKA apalagi pada masa pandemi seperti sekarang. Menurutnya, keputusan pemerintah tersebut adalah manifestasi inkonsistensi pemerintah yang malah memanggil TKA untuk datang ke Indonesia di tengah anjuran untuk mengurangi intensitas perjalanan guna memperlambat penyebaran COVID-19. Senada dengan ketidaksetujuan tersebut, Saleh Partaonan Daulay, anggota Komisi IX DPR RI, mengatakan bahwa kebijakan ini menunjukkan posisi Indonesia yang inferior ketika berhadapan dengan investor asal Cina. 

Dinamika Keberadaan Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Pada tahun 2017 lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan isu rencana kedatangan 10 juta TKA asal Cina. Isu tersebut menimbulkan ketakutan masyarakat bahwa lapangan pekerjaan yang seharusnya milik masyarakat lokal akan dicuri oleh para TKA. Isu ini terus bergulir hingga akhirnya Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. 

Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja, jumlah TKA yang ada di Indonesia, terhitung sejak tahun 2011, berkisar di angka di bawah 100 ribu pekerja setiap tahunnya. Berdasarkan data terakhir tahun 2019, terdata Indonesia hanya memiliki 95,355 TKA. Cina menjadi negara penyumbang terbanyak dengan dengan 32.2 ribu pekerja. Disusul Jepang (13,8 ribu), Korea Selatan (9.686), India (6.895), Malaysia (4.667), Filipina (2.910), Australia (2.600), Amerika Serikat (2.556), Inggris (2.133), Singapura (1.880), lain-lain (15.902).[1]

Bagan 1 : Jumlah Tenaga Kerja Asing di Indonesia[2]

Pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres0 Nomor 20 Tahun 2019 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Peraturan tersebut dimaksudkan untuk mendukung perekonomian nasional dan perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan investasi.[3] Sejalan dengan keputusan Presiden Jokowi, Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Aris Wahyudi, mengatakan keberadaan pekerja asing  di dalam negeri justru bisa berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia.[4] Hal ini karena Perpres tersebut dapat menjadi stimulus bagi investor untuk berani berinvestasi Indonesia. Berasal dari investasi tersebut pula, masyarakat indonesia akan merasakan manfaat dari terciptanya lapangan kerja yang baru. Selain itu, dampak positif juga dapat dirasakan Indonesia karena TKA yang diimpor adalah para tenaga ahli dengan tujuan utama untuk mendukung proses pembangunan, bukan proses produksi. 

Jumlah 

Bagan 2 Perbandingan Jumlah Tenaga Kerja Asing di Indonesia dengan Negara Lainnya (2018)[6]

TKA di Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang seiring dengan keputusan Indonesia untuk menggenjot hilirisasi produk hasil tambang sehingga pembangunan smelter akan makin banyak.[5] Hal ini sesuai dengan UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020 yang tidak lagi mengizinkan Indonesia untuk mengekspor barang tambang mentah. Karenanya, pembangunan infrastruktur telah menjadi proyek strategis nasional di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Impor TKA diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga ahli dalam pembangunan infrastruktur untuk mendukung proyek strategi nasional yang dicangkan pemerintah periode sekarang. 

Pun begitu, Kemnaker memastikan memastikan bahwa jumlah TKA di Indonesia tidak akan melebihi 1 persen dari angkatan kerja Indonesia. Saat ini, proporsi TKA dibandingkan angkatan kerja Indonesia berada pada angka 0.07 persen. Angka tersebut berada jauh dibandingkan negara-negara lainnya, baik dari segi persentase maupun terhadap jumlah penduduk. 

Impor TKA Adalah Sebuah Urgensi

          Untuk memahami tren peningkatan kedatangan TKA ke Indonesia, kita harus memahami Indonesia sebagai sebuah entitas bisnis besar yang sedang menghadapi tantangan dan mencoba untuk mengejar kesempatan untuk tumbuh. Hal pertama yang penulis rasa menjadi justifikasi pemerintah untuk mengimpor TKA adalah dinamika general environment, kondisi dalam negeri. Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam berlimpah. Namun, Indonesia masih gagal dalam memanfaatkan keberadaan sumber daya alam tersebut secara maksimal. Selama ini, Indonesia lebih banyak mengekspor barang tambang mentah alih-alih produk yang telah diolah sebelumnya. 

            Pada tahun 2014, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Mineral dan Batu Bara. Melalui peraturan ini, perusahaan-perusahaan tambang diwajibkan untuk mengolah hasil tambangnya di dalam negeri sebelum diekspor. Hal ini karena pemerintah berusaha untuk mengejar pertambahan nilai dari komoditas tambang tersebut sekaligus untuk menciptakan lapangan pekerjaan.[7] Peraturan pemerintah ini kemudian semakin dikokohkan dengan pengesahan UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020 yang melarang aktivitas ekspor barang tambang mentah. Keluarnya UU ini pun berbanding lurus dengan fokus pemerintahan periode Presiden Joko Widodo yang mencanangkan pembangunan infrastruktur sebagai proyek strategis nasional. 

            Sebutlah pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional adalah visi pembangunan ekonomi Indonesia, namun bagaimana dengan cara mewujudkan hal tersebut? Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan proses untuk mentransformasi sumber daya menjadi output yang diharapkan. Proses krusial inilah yang termasuk dalam operations management. Meskipun memiliki peran besar dalam menetapkan visi pembangunan Indonesia, Presiden Joko Widodo dan para pembantunya tidak dapat secara unilateral mengatur proses transformasi, merencanakan dan mendesain sistem, mengatur logistik, sumber daya, manusia, kualitas, dan efektifitas, serta efisiensi proses tersebut secara keseluruhan. Disinilah peran investor diperlukan. 

Dalam konteks pembangunan smelter-smelter tambang, Indonesia memiliki 2 kepentingan: pertama untuk mendapatkan nilai tambah bagi komoditas tambang ekspor; kedua untuk menciptakan lapangan kerja. Disisi lain, perusahaan-perusahaan yang berinvestasi juga memiliki kepentingan untuk mendapatkan hasil maksimal dari investasi yang telah mereka tanamkan. Selain menyediakan dana bagi pembangunan, investor juga memiliki standar kualitas sendiri yang ingin dipenuhi. Untuk itu, diperlukan kompromi antar entitas untuk mememulai proses transformasi dan manajemen operasi yang telah terstandarisasi. Standarisasi berguna bagi perusahaan-perusahaan dengan intensitas dan kuantitas produksi besar untuk memproduksi produk secara cepat dan murah. 

Dalam konteks perdagangan internasional, produk-produk ekspor dari sebuah negara diharuskan untuk memenuhi standar internasional untuk memastikan bahwa produk tersebut diproduksi dengan kualitas terbaik, ramah lingkungan, dan panduan pengelolaan terbaik.[8] Hal tersebut dapat dilihat sebagai dampak dari perubahan dari task environment, dimana terdapat pergeseran norma yang dianut oleh konsumen terdahap suatu produk. Isu lingkungan dan sustainability menjadi semakin krusial bagi para stakeholder dan konsumen, seiring dengan kesadaran untuk menjaga masa depan bumi.[9] Disini pula peran dari sistem manufaktur dan operasi untuk memastikan proses pembangunan fasilitas produksi dan proses operasi dan produksi yang ramah lingkungan. Untuk itu, pemerintah memilih untuk membangun smelter dengan teknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) yang diklaim lebih ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik.[10]

            Kemudian,  pengembangan dan eksekusi dari strategi yang telah dirancang, sebuah entitas bisnis harus mempertimbangkan mengenai ketersediaan sumber daya manusia untuk mewujudkan proyek tersebut. Tidak hanya kuantitas, manajemen harus memastikan memastikan kemampuan yang harus dimiliki oleh pekerja. Berdasarkan informasi tersebut, baru manajemen akan memulai perekrutan pekerja yang dirasa dapat memenuhi kebutuhan untuk mewujudkan rencana tersebut. Yang kemudian menjadi masalah adalah ketika Indonesia tidak dapat menyediakan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk membangun smelter tersebut.

            Ikatan Nasional Konsultan Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia tengah mengalami defisit insinyur di tengah laju pembangunan infrastruktur yang sekarang digencarkan oleh pemerintah Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo.[11] Secara umum, rasio jumlah insinyur di Indonesia per 1 juta penduduk adalah 2,671 jiwa. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, seperti Malaysia (3,333 jiwa), Cina (3,380 jiwa), Thailand (4,121 jiwa), Vietnam (9,037 jiwa), dan Brasil (3,052 jiwa).[12] Untuk itu, menjadi rasional bagi investor untuk memanggil tenaga kerja asal negaranya untuk ikut dalam proses pembangunan smelter. Ditambah dengan kenyataan bahwa teknologi pembangunan yang dilakukan adalah teknologi terbaru yang berasal dari negara asal investor. 

            Walaupun demikian, tidak hanya berhenti sebatas pembangunan smelter, pemerintah juga memastikan terjadinya proses transfer pengetahuan dan teknologi dari TKA ke tenaga kerja lokal. Setelah mendatangkan 500 TKA, pembangunan smelter di Konawe juga merekrut 5,000 pekerja lokal untuk bersama-sama membangun smelter dan akan ditempatkan di PT Virtue Dragon Nickel Industry. Berawal dari proses perekrutan tersebut, akan terjadi proses transfer pengetahuan dan teknologi. Seirama dengan proses training and development, kolaborasi antara TKA dan tenaga kerja lokal akan menciptakan dinamika lingkungan kerja yang memungkinkan terjadi proses pembelajaran bagi tenaga kerja lokal untuk menjalankan tanggung jawabnya. 

[1] Nathaniel, Felix. 2019.”Imigran Tidak Merugikan Negara Tujuan.” Dalam Tirto.id. Diakses pada 22 Oktober 2020. https://tirto.id/betulkah-tenaga-kerja-asing-tambah-angka-pengangguran-indonesia-emcC

[2] Purnamasari, Desi. 2018. “Periksa Data: 28 Persen Tenaga Kerja Asing Berasal dari Cina.” Dalam Tirto.id. Diakses pada 22 Oktober 2020. https://tirto.id/28-persen-tenaga-kerja-asing-berasal-dari-cina-cKqJ

[3] Purnamasari. Diakses pada 22 Oktober 2020. https://tirto.id/28-persen-tenaga-kerja-asing-berasal-dari-cina-cKqJ.

[4] “Kemnaker Klaim Tenaga Kerja Asing Bermanfaat ke RI.” Dalam CNN Indonesia. Diakses pada 22 Oktober 2020. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200730173343-92-530795/kemenaker-klaim-tenaga-kerja-asing-bermanfaat-ke-ri

[5] Dalam CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200730173343-92-530795/kemenaker-klaim-tenaga-kerja-asing-bermanfaat-ke-ri

[6] Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), 2019. Dalam “Inilah Jumlah Tenaga Kerja Asing di Indonesia Dibanding Beberapa Negara Tahun 2018.” Dalam Databoks. Diakses pada 22 Oktober 2020. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/04/10/inilah-jumlah-tenaga-kerja-asing-di-indonesia-dibanding-beberapa-negara-tahun-2018#

[7] Moerti, Wisnoe. 2014. “4 Kontroversi Seputar Larangan Ekspor Bahan Mineral Mentah.” Dalam Merdeka.com. Diakses pada 22 Oktober 2020. https://www.merdeka.com/uang/4-kontroversi-seputar-larangan-ekspor-bahan-mineral-mentah.html?page=all

[8] Ferrell, O.C. Hirt, Geoffrey A. & Ferrell, Linda. 2020. "Business Foundations: A Changing World." McGraw-Hill Education. New York.

[9] Ferrell, O.C. Hirt, Geoffrey A. & Ferrell, Linda. 2020. "Business Foundations: A Changing World." McGraw-Hill Education. New York.

[10] Putri, Cantika Adinda. 2020. “500 Tenaga Kerja Asing Asal China Masuk RI Akhir Juni 2020.” Dalam CNBC Indonesia. Diakses pada 20 Oktober 2020. https://www.cnbcindonesia.com/market/20200613140555-17-165137/500-tenaga-kerja-asing-asal-china-masuk-ri-akhir-juni-2020

[11] Petriella, Yanita. 2017. “Skilled Workforce: Indonesia Has Shortage of Engineers.” Dalam PWC Indonesia. Diakses pada 22 Oktober 2020. https://www.pwc.com/id/en/media-centre/infrastructure-news/infrastructure-news—archive/april-2017/skilled-workforce–indonesia-has-shortage-of-engineers.html

[12] Petriella. Diakses pada 22 Oktober 2020. https://www.pwc.com/id/en/media-centre/infrastructure-news/infrastructure-news—archive/april-2017/skilled-workforce–indonesia-has-shortage-of-engineers.html.

[1] Putri, Cantika Adinda. 2020. “500 Tenaga Kerja Asing Asal China Masuk RI Akhir Juni 2020.” Dalam CNBC Indonesia. Diakses pada 20 Oktober 2020. https://www.cnbcindonesia.com/market/20200613140555-17-165137/500-tenaga-kerja-asing-asal-china-masuk-ri-akhir-juni-2020

[2] “Blokade Jalan, Warga Tolak 500 TKA Asal Cina ke Konawe.” Dikutip dari KompasTV dalam Youtube. Diakses pada 20 Oktober 2020. https://www.youtube.com/watch?v=QQKd6d9qHnU&ab_channel=KOMPASTV.

Dikutip dari video di saluran Youtube Kompas TV:

KOMPAS.TV - Menolak rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing asal Tiongkok ke Konawe - Sulawesi Tenggara, warga tiga desa diKecamatan Morosi, memblokade jalan, menuju pabrik pemurnian nikel PT Virtu Dragon Nickel Industri.


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Alvinydtr

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format