LOCKDOWN GENERATION: Mengoptimalkan Digital Marketing sebagai Upaya Mempertahankan Bisnis di Saat COVID-19


1
1 point

Wabah pandemi COVID-19 yang sedang terjadi di Indonesia ini sangat menghawatirkan dan menyebabkan pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020 di beberapa daerah di Indonesia. PSBB ini menurut Dwirahmadi (2020) bisa diartikan sebagai lockdown parsial yang artinya kegiatan intervensi yang dilakukan pemerintah setelah mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak. Himbauan ini menurut Putsanra (2020) adalah membatasi kegiatan-kegiatan dengan physical distancing dan social distancing seperti sekolah, tempat kerja, kegiatan keagamaan, fasilitas umum, sosial budya. Akibatnya yaitu memberikan dampak pada aktivitas sosial ekonomi masyarakat khususnya restoran, manufaktur, pusat perbelanjaan, transportasi terbatas, hiburan dan tempat rekreasi ditutup. 

Kondisi ini berdampak luas terhadap situasi sosial ekonomi masyarakat termasuk keberlangsungan pekerjaan dan penurunan pendapatan pekerja. Pada fase awal International Labour Organization (ILO) yang memperkirakan bahwa sekitar 25 juta pekerjaan di dunia dapat hilang disebabkan oleh pandemi COVID- 19 (ILO, 2020a). Selanjutnya pada kuartal kedua tahun 2020 ILO memprediksi jam kerja seluruh pekerja akan menurun 10,6 persen atau setara dengan 305 juta pekerja penuh waktu dengan asumsi jam kerja penuh waktu adalah 48 jam perminggu (ILO, 2020c).

Gambar 1. Data Disnakertrans jumlah PHK per daerah 

Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan, Pemda, ILO (tirto.id)

COVID-19 telah menghambat semua sektor dan jenis pekerjaan di Indonesia dengan tingkat keparahan yang berbeda. Terdapat beberapa sektor yang berpotensi tidak bisa bertahan dalam jangka pendek akibat dari kebijakan pemerintah dalam memerangi COVID-19 (Dcode, 2020). Pada bulan April 2020 menjadi masa-masa sulit sedikitnya 6.800 restoran mengalami penutupan sementara dikarenakan imbas pandemi virus Corona (COVID-19) (Hamdani, 2020). Akibatnya 200.000 lebih karyawan bisnis kuliner tersebut dirumahkan dan ada yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Adapun menurut Widyastuti (2020) yang menjadi beberapa penyebab masalah yang diatur dalam PSBB terkait kegiatan penyediaan makanan dan minuman bagi pelaku bisnis kuliner yaitu: 

  1. Membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away), melalui pemesanan secara daring, dan/atau dengan fasilitas telepon/layanan antar;
  2. Menjaga jarak antrean berdiri maupun duduk paling sedikit 1 meter antarpelanggan;
  3. Menerapkan prinsip higienis sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai dengan ketentuan;
  4. Menyediakan alat bantu seperti sarung tangan dan/atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan, dan penyajian;
  5. Memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai dengan standar;
  6. Melakukan pembersihan area kerja, fasilitas, dan peralatan, khususnya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan;
  7. Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun bagi pelanggan dan pegawai;
  8. Melarang bekerja karyawan yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas;
  9. Mengharuskan bagi penjamah makanan menggunakan sarung tangan, masker kepala dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.

Dengan diterapkannya PSBB, sangat mempengaruhi jumlah pengunjung restoran dan bar terus menurun. Melihat dari permasalahan yang ada maka para pengusaha kuliner sudah seharusnya membuat sebuah opsi solusi alernatif yang dapat diaplikasikan dan diterapkan agar penjualan makanan dan minuman tetap stabil. 

Saat ini kecanggihan teknologi informasi sangat dibutuhkan pada dunia bisnis dengan kondisi PSBB karena dapat memberikan efisiensi waktu dan biaya serta tenaga sumber daya. Bisnis merupakan individu atau organisasi yang mencoba memperoleh keuntungan dengan menyediakan produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat (Ferrell et al, 2016). Menurut Pradiani (2017) berbagai kegiatan bisnis kecil hingga besar banyak memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang cepat ini untuk menjalankan usahanya. Banyaknya pesaing menjadi pertimbangan bagi para pengusaha untuk masuk dalam persaingan yang sangat ketat. Strategi pemasaran (marketing) dan media yang tepat dapat digunakan untuk meraih pasar yang dituju sehingga volume penjualan selalu meningkat dan profit walaupun kebijakan PSBB diterapkan.

Digital sebagai media dengan pengoperasian tidak membutuhkan banyak tenaga manusia. Sedangkan Marketing adalah kegiatan proses sosial dan managerial (Kotler & Amstrong, 2008), manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran (Kotler, 1980), yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa marketing merupakan suatu sistem managerial dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan pemasaran, menentukan harga barang, promosi barang dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan untuk menghasilkan profit. 

Adapun fungsi marketing berfokus pada serangkaian aktivitas kompleks yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan menghasilkan pertukaran sebagai berikut:

1. Membeli 

Sebuah proses pada konsumen dengan kegiatan berbelanja produk. Dimana disaat kondisi saat ini dengan kebijakan pemerintah PSBB, proses membeli sudah tidak seperti biasa dilakukan dengan tatap muka dikarenakan menghindari kerumunan. 

2. Menjual

Sebuah proses pada produsen dalam pertukaran melalui penjualan. Pemasar biasanya memandang penjualan sebagai aktivitas persuasif yang dicapai melalui promosi (periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, publisitas, dan pengemasan).

3. Mengangkut

Mengangkut merupakan proses pemindahan produk dari penjual ke pembeli. 

4. Menyimpan

Penyimpanan merupakan bagian dari distribusi fisik produk dan termasuk barang pergudangan. 

5. Penilaian

Penilaian ialah mengacu pada standarisasi produk dengan membaginya menjadi subkelompok dan menampilkan serta memberi label sehingga konsumen memahami dengan jelas sifat dan kualitasnya. 

6. Pembiayaan

Pembiayaan dilakukan untuk mempercepat proses jual beli dengan sah.

7. Riset Pemasaran

Riset pemasaran merupakan proses penelitian untuk memastikan kebutuhan akan barang dan jasa baru. Biasanya peneliti mengumpulkan informasi secara rutin, maka pemasar dapat mendeteksi tren baru dan perubahan selera konsumen.

8. Pengambilan Risiko

Risiko merupakan peluang kerugian yang terkait dengan keputusan pemasaran.

Maka digital marketing dapat di artikan sebagai salah satu cara untuk memasarkan produk atau jasa menggunakan media elektronik dan teknologi modern, yang sesuai dengan era masyarakat saat ini, terbukti telah mampu meningkatkan daya jual produk (Ermayda et al, 2019). Digital marketing yang dapat dimanfaatkan melalui platfom-platfom yang tidak memerlukan biaya yaitu seperti WA (Whatsapp), IG (Instagram), FB (facebook), maupun media sosial lain. 

Kegunaan Digital Marketing bagi Bisnis Restoran yaitu (1) Meningkatkan Brand Awareness sebagai cara efisien menjangkau khalayak luas dalam membangun dan meningkatkan Brand Awareness bisnis restoran Anda; (2) Menarik Pengunjung yaitu tampilan Digital Marketing yang menarik melalui desain gambar dan video seputar bisnis restoran Anda, mampu menciptakan antusias pelanggan untuk datang ke restoran Anda; (3) Mengumpulkan Data Pengunjung yaitu antusias yang tinggi terhadap Digital Marketing restoran yang dibuat, akan meningkatkan traffic website serta akun media sosial restoran Anda. Sehingga Anda dapat mengumpulkan data pengunjung dengan lebih efektif dan mudah; (4) Memberikan Peluang Remarketing yaitu adanya jejak digital atau data pelanggan yang antusias tersebut, akan menjadi peluang Anda dalam meningkatkan loyalitas brand Anda. Sehingga Anda dapat memberikan nilai yang dipersonalisasi, penawaran, dan kenyamanan kepada pelanggan terbaik Anda.

Adapun tips untuk memulai promosi serta mendapatkan banyak pelanggan, banyak omset dan pendapatan melalui digital marketing:

  1. Mengetahui produk yang akan di pasarkan

Disini kita harus mengetahui yang akan kita jual dan mengapa konsumen akan membeli produk kita. Pada sebuah restoran yang sudah beroperasi cukup lama dan ketika situasi mengalami penurunan konsumen dikarenakan kebijakan PSBB, restoran ini sebaiknya melakukan inovasi dengan memasarkan makanan dan minuman yang akan dijual melalui media seperti Facebook, Instagram, Youtube, Gojek Food, Grab Food dan Whatsap. Mengapa? Agar konsumen mengetahui produk yang restoran jual ketika masyarakat dibatasi untuk keluar rumah, dengan adanya media mereka akan tetap membeli.

  1. Mengetahui pasar/ target market

Ketika berbisnis, kita mengetahui target dan tujuan yang kita pasarkan untuk siapa. Target pasar ini sangat penting untuk memastikan produk yang kita jual tepat sasaran. Dengan digital marketing sangat memudahkan bagi pelaku bisnis restoran untuk menargetkan konsumen yang diharapkan. Hal ini akan sangat memudahkan konsumen yang ingin memenuhi kebutuhannya dan menemukan target yang dimaksudkan restoran.

  1. Sosial media

Sosial media merupakan suatu tempat untuk bersosial di mana dengan menggunakan teknologi informasi yang cepat dan berinteraksi jarak jauh. Sosial media yang saat ini para pembisnis restoran yang bisa di gunakan adalah seperti facebook, whatsap, Instagram, dan youtube. Memasarkan produk yang ada pada restoran akan lebih efektif dan efesien melalui social media, contoh facebook status. Disana banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan facebook sebagai kebutuhan dalam bersosial bahkan melakukan jual dan beli.

  1. Email marketing 

Email marketing adalah cara terbaik untuk menarik pelanggan lokal dan mempertahankan keuntungan. Dengan menerapkan pesan dan kampanye yang disesuaikan dengan baik, membangun pelanggan setia dari daftar kontak sasaran restoran yang anda miliki, dan memilih perangkat lunak email yang optimal adalah suatu keharusan. Hal ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan keunggulan dalam persaingan sekaligus meningkatkan reputasi restoran Anda.

  1. Website 

Kesadaran merek adalah kunci saat memberikan promosi. Ada beberapa alasan situs web restoranmu harus berfungsi yaitu mudah dinavigasi, dan berisi konten berkualitas. Alasan pertama yaitu: calon konsumen hanya tahu restoranmu dari apa yang mereka lihat di internet, sehingga desain website sangatlah penting untuk memberikan kesan pertama. Alasan kedua yaitu: desain responsif, kemudahan navigasi, dan konten berkualitas sangat penting untuk memudahkan pencarian restoran ditemukan melalui kata kunci /SEO.

Daftar Pustaka

Dwirahmadi, F. (2020). Tiga salah kaprah penerapan PSBB di Indonesia dan solusinya. THE CONVERSATION. [Online]. Diakses di halamanhttps://theconversation.com/tiga-salah-kaprah-penerapan-psbb-di-indonesia-dansolusinya-136247 pada 22 Oktober 2020.

Ermayda, R. Z., Nanda, H. I., & Narullia, D. (2019). Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Produk PKK. Jurnal Pengabdian untuk Mu Negeri, 3(2).

Ferrell, O. C., Hirt, G., & Ferrell, L. (2016). BUSINESS: A CHANGING WORLD, TENTH EDITION. New York: McGraw-Hill Education.

Hamdani, T. (2020). Ribuan Restoran Tutup Imbas Corona, 200 Ribu Orang Dirumahkan & PHK. [Online]. Diakses di halaman https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4982667/ribuan-restoran-tutup-imbas-corona-200-ribu-orang-dirumahkan–phk pada 22 Oktober 2020.

ILO. (2020c). Pemantauan ILO: COVID-19 dan dunia kerja. Edisi keempat, Estimasi dan analisis terbaru. [Online]. Diakses di halaman https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/—asia/—ro-bangkok/—ilo-jakarta/documents/publication/wcms_746982.pdf pada 22 Oktober 2020.

Kotler, P.(1980). Marketing Management: Analysis, Planning, and Control. 4th Ed. London: Prentice-Hall, Inc.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi 12. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pradiani, T. (2017). Pengaruh Sistem Pemasaran Digital Marketing terhadap Peningkatan Volume Penjualan Hasil Industri Rumahan. JIBEKA, 11(2).

Putsanra, D. V. (2020). Arti PSBB yang dibuat untuk cegah penyebaran corona di Indonesia. [Online]. Diakses di halaman Tirto.id. https://tirto.id/arti-psbb-yang-dibuat-untuk-cegah-penyebarancorona-di-indonesia-eMXT pada 22 Oktober 2020.

Widyastuti, A. Y. (2020). PSBB, Berikut 9 Hal yang Harus Dipatuhi Rumah Makan. [Online]. Diakses di halaman https://bisnis.tempo.co/read/1330051/psbb-berikut-9-hal-yang-harus-dipatuhi-rumah-makan pada 22 Oktober 2020.


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Destipatonah

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format