AKIBAT PANDEMI COVID-19, BISNIS UMKM RENTAL MOBIL AJENG RENT CAR MEROSOT

Penurunan bisnis penyewaan kendaraan sangat signifikan, dan tentunya akan berdampak langsung ke pendapatan termasuk juga tenaga kerja


2
2 points

AKIBAT PANDEMI COVID-19, BISNIS UMKM RENTAL MOBIL AJENG RENT CAR MEROSOT

Seperti yang kita ketahui bahwa dengan COVID-19 yang melanda seluruh dunia termasuk negara kita Indonesia membuat hampir seluruh kegiatan bisnis baik itu bisnis kategori besar, menengah, kecil maupun mikro sangat terpukul dan mengalami pertumbuhan melambat bahkan negatif. Terbatasnya pergerakan masyarakat tentu berdampak pada kegiatan roda ekonomi baik itu pergerakan orang atau barang baik dalam rangka kegiatan bisnis atau wisata. Bisnis transportasi yang dijalankan UMKM sebelum COVID-19 melanda Indonesia cukup baik pertumbuhannya karena ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi sektor riil dan kebijakan pemerintah untuk menggenjot pariwisata di Indonesia terutama kawasan-kawasan baru yang dikembangkan seperti Danau Toba di Sumatera Utama, Labuan Bajo di NTT dan beberapa kawasan lainnya. UMKM yang dimaksud adalah UMKM berkecimpung didunia transportasi terutama dalam bisnis rental kendaraaan atau dalam hal ini dimaksud penyewaan mobilPenurunan bisnis penyewaan kendaraan ini sangat signifikan, dan tentunya akan berdampak langsung ke pendapatan termasuk juga tenaga kerja. Hal ini juga berkaitan erat dengan kebijakan dan peraturan Pemerintah Republik Indonesia terkait dengan pelarangan mudik yaitu peraturan Kementerian Perhubungan dalam bentuk Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama musim mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 dan juga kebijakan PSBB yang ada beberapa wilayah terutama ibukota Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Keadaan yang berat ini terjadi semenjak periode pembatasan sosial berskala besar PSBB yaitu bulan April 2020 sampai dengan Juni 2020, dimana pada periode tersebut Pemerintah Republik Indonesia betul-betul melaksanakan (PSBB) ketat dalam pengendalian pergerakan orang diperbatasan Provinsi maupun Kabupaten/Kota dan juga melarang penerbangan ke berbagai wilayah di Indonesia, meskipun saat ini sudah ada pelonggaran agar kegiatan ekonomi juga dapat berjalan. Dengan hal demikian, Pemerintah tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat agar penyebaran COVID-19 dapat dikendalikan atau dengan kata lain “GAS REM DARURAT” yang artinya jika COVID-19 didaerah tersebut dapat dikendalikan maka kegiatan ekonomi dapat dibuka kembali secara bertahap. Sejak awal Maret 2020 disinyalir mulai perlambatan atau penurunan pendapatan dari penyewaan mobil dan ini diakui oleh salah satu perusahaan penyewaan kendaraan dimana bisnisnya merosot drastis sejak pandemi COVID-19 ini melanda Indonesia. 

Keadaan ini membuat kondisi penawaran dan permintaan sudah tidak seimbang lagi dimana jumlah mobil yang tersedia di bisnis penyewaan mobil banyak yang tidak terutilisasi sehingga hanya terparkir di Pool Mobil, akan tetapi disatu sisi pemeliharaan atas mobil tersebut tetap harus dilakukan agar mobil itu dapat terawatt dan terjaga dengan baik dalam rangka memberikan keamanan dan kenyamanan buat penyewa.

Cerita Pengusaha Rental Mobil di Tangsel, Pendapatan Merosot 95 Persen Saat Pandemi Covid-19Gambar 1 – Mobil Rental yang terparkir di Pool

Satu contoh UMKM sektor transportasi seperti penyewaan mobil yang beroperasi di wilayah JABODETABEK, AJENG RENT CAR mengalami guncangan atas kondisi pandemi ini yang membuat bisnisnya turun secara signifikan hampir 90%. Bisnisnya yang sebelumnya berjalan dengan baik langsung tiba-tiba hancur seketika meskipun sampai sekarang opersionalnya tetap masih berjalan. Pengurangan karyawan dilakukan dengan terpaksa untuk memotong biaya tetap seperti biaya pegawai tetap tenaga administrasi dan beberapa teknisi mekanik. Kondisi ini diperparah bahwa mobil-mobil yang ada merupakan hutang yang diperoleh dari Perbankan dan perusahaan leasing. Kondisi ini terjadi di beberapa UMKM penyewaan mobil lain yang tersebar di wilayah JABODETABEK.

Gambar 2 – Bisnis Rental Mobil Ajeng Rent Car

Gambar 3 – Data BPS terkait Transportasi Nasional Juni 2020

Data diatas merupakan data secara nasional terkait tren jumlah penumpang dan barang selama 1 tahun terakhir sampai dengan Juni 2020 dimana awal masa pandemi atau PSBB dimulai bulan Maret 2020. Terlihat bahwa semua yang paling curam adalah angkutan kereta api penumpang. Meskipun tidak ada data atau survey spesifik mengenai data statistik terkait baik dari Badan Pusat Statistik (BPS) atau dari Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Indonesia dengan penurunan atas kegiatan penyewaan mobil maka diyakini kondisi bisnis itu hampir sama dengan angkutan kereta api penumpang. Pemerintahpun hanya membatasi untuk angkutan darat hanya untuk keperluan logistik kebutuhan dasar masyarakat sehingga dampak penurunannya tidak terlalu berdampak.

Akan tetapi berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan oleh beberapa media online dan media cetak terhadap beberapa perusahaan atau usaha penyewaan mobil di Indonesia terungkap bahwa penurunan pendapatan atas kondisi pandemi ini berdampak sekitar 80% sampai dengan 90%. Jumlah ini sangat memukul bisnis usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) di bidang penyewaan mobil dan dapat dipastikan jika penurunan sebagaimana yang disebut diatas maka bisnis itu sudah diambang kebangkrutan.

Sebagai contoh, BPS Provinsi Lampung dalam keterangan pers nya menyampaikan bahwa jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Kereta Api Tanjung Karang Lampung pada April 2020 sebanyak 15.255 orang, turun sebesar 76,53% jika dibandingkan dengan bulan Maret 2020 yaitu sebanyak 64.996 orang dan apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada April 2019. Penurunan yang terjadi ini mencapai hingga 81,08 persen. Keadaan serupa juga terjadi untuk moda angkutan kapal ferry yang berangkat melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung, yaitu hanya sebanyak 11.695 orang, turun sebesar 81,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 63.790 orang, jumlah kendaraan yang melintas di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 106.006 kendaraan, turun sebesar 32,21 persen jika dibandingkan Maret 2020 sebanyak 156.369 kendaraan. Kendaraan yang dimaksud yaitu sepeda motor, bus, mobil sedan dan sejenisnya, truk, dan pick up.

Penurunan beberapa indikator yang dikeluarkan oleh BPS tentunya terkait dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia yaitu Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama musim mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. Dengan diterapkannya peraturan tersebut diatas maka keadaan ekonomi di Indonesia memburuk dan ini tercermin pada pertumbuhan ekonomi Indonesia quartal ke 2 tahun 2020 sebesar -5,32% sebagaimana data dari BPS. Kebijakan dari Pemerintah pun sudah beberapa yang diluncurkan antara lain insentif pajak bagi karyawan, pengurangan biaya BPJS terkait jaminan hari tua, insentif bagi pekerja swasta sebesar Rp 2,4 juta per 4 bulan serta berbagai kebijakan lainnya agar ekonomi Indonesia tidak terpuruk kejurang resesi ekonomi.

Gambar 4 – Data BPS terkait Pertumbuhan Ekonomi dan PDB Lapangan Usaha

Gambar 5 – Data BPS terkait pertumbuhan Ekonomi Indonesia di berbagai Sektor

Apabila tidak ada langkah perbaikan Pemerintah Republik Indonesia dalam menangani ekonomi secara masif maka sudah dapat dipastikan negara Indonesia sudah memasuki jurang resesi ekonomi akibat pandemi COVID-19 ini. Dengan kondisi ini, dampak lain yang ditimbulkan adalah tingkat pengangguran akan semakin meningkat karena sektor industri akan menyesuaikan kapasitasnya seiring dengan menurunnya daya beli masyarakat. Data BPS menunjukkan sampai dengan Februari 2020 tingkat pengangguran sudah dilevel 4,99% atau 6,88 juta orang tidak mempunyai pekerjaan dan persentase ini sudah dipastikan akan bertambah dengan penurunan pertumbuhan ekonomi dilevel -5,32% pada quartal 2 tahun 2020. Dengan bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia saat ini akibat berkurangnya lapangan pekerjaan, akan membuat Pemerintah sulit untuk membuat pertumbuhan ekonomi membaik lagi karena kemampuan beli masyarakat baik yang terkena PHK maupun yang tidak di PHK akan sulit di ungkit kembali kecuali pemerintah memberikan stimulus atau rangsangan atau insentif bagi Industri yang padat karya. Pemerintah wajib menjaga kesinambungan bisnis dalam negeri yang konsumennya juga adalah pembeli dalam negeri karena variabel yang mendorong pertumbukan ekonomi di Indonesia adalah konsumsi rumah tangga selain belanja Pemerintah. Selain itu juga Pemerintah perlu meningkatkan ekspor untuk menambah devisa negara yang dapat digunakan untuk membangkitkan kembali industri dalam negeri termasuk UMKM yang menjadi pondasi dasar ekonomi Indonesia meskipun perdagangan dunia atau perdagangan antar negara juga memiliki dampak yang sama. Relokasi anggaran telah dilakukan Pemerintah agar wabah ini dapat segera diminimalisir dampak penyebarannya agar masyarakat tetap dapat menjalankan kegiatan ekonominya meskipun ada penurunan.

Gambar 6 – Data BPS terkait tingkat pengangguran

Gambar 7 – Demography Pengangguran Di Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sedikit lebih baik daripada negara-negara lain di dunia, akan tetapi Pemerintah tetap harus selalu waspada mengantisipasi keadaan sosial ekonomi akibat pandemi ini, salah satunya adalah tingkat kriminalitas atau kejahatan yang akan terjadi dimasyarakat dimana kemampuan atau daya beli masyarakat untuk kebutuhan pokok tidak terpenuhi sehingga akan memicu tindak kejahatan atau kekerasan. Jika hal ini terjadi sudahlah pasti stabilitas keamanan di negara kita terancam dan kerugian yang ditimbulkan akan jauh lebih banyak.

Salah satu upaya, langkah dan antisipasi atas hal tersebut adalah dengan tetap menjaga keberlangsungan bisnis UMKM yang ada di Indonesia dengan memberikan rangsangan atau stimulus ekonomi agar UMKM di Indonesia tidak gulung tikar atau bangkrut sehingga sektor rill dapat tetap berjalan, seperti contohnya UMKM dalam bidang penyewaan unit mobil dan dapat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini sekali lagi akan berkaitan erat dengan program pemerintah dalam bidang ekonomi termasuk didalamnya memulihkan lagi sektor pariwisata di seluruh Indonesia. Pemulihan ekonomi Indonesia menurut beberapa pengamat ekonomi diprediksi akan kembali ke posisi tahun 2019 adalah selama 3 tahun yaitu tahun 2023 dengan syarat vaksin untuk COVID-19 ditemukan tahun depan.

Tentu dengan kondisi pandemi akan membuat kebiasaan baru dilingkungan masyarakat sehingga UMKM agar dapat bertahan harus merubah model bisnisnya atau menyesuaikan diri melalui penerapan teknologi atau dengan istilah lain DIGITALISASI BISNIS dalam menjalankan usahanya. Keadaan ini tentunya akan mengakibatkan titik equilibrium baru atau tiitik keseimbangan baru dalam seluruh bisnis baik itu bisnis dalam skala besar, menengah, kecil maupun mikro.

Sebagaimana halnya yang terjadi di Indonesia (AJENG RENT CAR), Beberapa usaha rental mobil konvensional di Amerika Serikat seperti Eagle Rent Car, Rent A Wreck, bahkan perusahaan penyewaan mobil terbesar di Amerika Serikat bahkan dunia, seperti halnya HERTZ, mengalami kebangkrutan akibat pandemi ini. Hal ini disebabkan karena penurunan pendapatan yang mengakibatkan perusahaan tidak mampu membayar hutang kepada kreditornya atau gagal mencapai kesepakatan dengan kreditur untuk melakukan restrukturisasi hutangnya. Hutang yang secara jumlah cukup besar dan sudah jatuh tempo membuat perusahaan ini tertekan disaat yang tidak tepat. Bukan hanya HERTZ saja yan terkena dampak secara langsung, tapi beberapa perusahaan menengah dan kecil di Amerika Serikat sudah tutup atau gulung tidak tidak lama setelah pandemi COVID-19 melanda Amerika Serikat. Meskipun HERTZ sudah dinyatakan bangkrut oleh beberapa krediturnya, akan tetapi operasional perusahaan tetap masih beroperasi dengan melakukan upaya-upaya efisiensi yaitu DOWNSIZING terhadap sumber daya manusia dan alat-alat produksi yaitu mobil. Perusahaan ini telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan karyawannya sebanyak 10 ribu orang diseluruh kantor operasionalnya dan juga akan menjual kendaraanya sebagai mobil bekas. Langkah ini dilakukan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidup atau operasional perusahaan agar tetap bertahan dalam beberapa bulan ke depan. Langkah ini diambil karena kondisi ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir mengingat Amerika Serikat saat ini adalah negara dengan jumlah penderita COVID-19 terbanyak didunia selain juga dengan tingkat kematian yang tinggi pula.

Gambar 8 – Perusahaan HERTZ Rent Car

Eagle Auto Center - Seneca Falls, NY

Gambar 9 – Perusahaan Eagle Rent Car dan Rent A Wreck

Terdapat pola atau sistem bisnis penyewaan mobil ataupun kendaraan lain yang telah dikembangkan di Amerika Serikat sekitar 5 tahun lalu yaitu jasa penyewaan pribadi yang dicover asuransi sebesar USD 1 juta dan lebih murah 35% dari penyewaan yag lain tapi pertumbuhannya hanya sekitar 4%. Pola ini dapat diterapkan di Indonesia dimana kendaraan yang tidak terutilisasi dapat dikelola dengan perusahaan startup dengan berbagi keuntungan  contohnya RILEYRIDE. Ini dapat diterapkan di Indonesia dimana usaha penyewaan kendaraan roda empat sangat banyak jumlahnya. Meskipun PSBB atau pembatasan jarak masih berlangsung akan tetapi untuk penyewaan jarak dekat atau dalam kota dalam dimanfaatkan dan utilitas kendaraan dapat dinaikkan sehingga dapat mengurangi beban ekonomi. Pola ini sudah sangat meningkat di Amerika Serikat terutama bagi bisnis penyewaan konvensional. Sistem kemitraan ini atau dengan sebutan lain adalah SHARING ECONOMY dimana pemilik kendaraan yang kendaraanya tidak terpakai bisa dimanfaatkan dengan lebih optimal dengan pihak lain. Dengan demikian hal ini akan berdampak juga pada RILEYRIDE untuk tetap mempertahankan atau menambah karyawannya yang akan fokus dengan utilisasi kendaraan tadi dengan pola penyewaan jarak pendek baik secara jarak ataupun waktu.

Berkaca dari sistem penyewaan yang ada di Amerika Serikat, maka hal ini akan memungkinkan dapat diterapkan di Indonesia dimana penyewaan unit mobil yang ada di UMKM konvensional dapat tercover dengan produk asuransi yang ada di Indonesia dengan harga sewa yang kompetitif serta bekerjasama dengan startup digital Indonesia termasuk UMKM sewa mobil AJENG RENT CAR. Pola penyewaan bisa dilakukan per jam, per hari per bulan dengan harga yang jauh lebih efisien sesuai dengan jenis mobil yang disewakan. Bahasa sederhananya adalah utilisasi dapat dimaksimalkan pada titik optimimum sehingga pendapatan dapat dimaksimalkan meskipun dengan tingkat keutungan yang tidak terlalu besar. Kita ambil contoh penyewaan mobil konvensional Toyota Avanza di Jakata adalah sebesar Rp 300 ribu per hari, dengan pola penyewaan yang baru ini dengan digitalisasi maka cukup dengan membayar Rp 200 ribu saja dimana biaya tetap selama menjalankan bisnis penyewaan konvensionalnya dapat dipangkas sampai titik optimal. Hal ini dapat dikatakan “NEW EQUIBLIRIUM PRICE” artinya dengan harga keseimbangan baru maka SHARING ECONOMY pun dapat terjadi dan antara para pihak pun dapat berbagi keuntungan dengan tujuan aset yang dimiliki dapat terutilisasi dengan maksimal. Sistem ini juga dapat diterapkan pada startup yang sudah ada seperti GOJEK dan GRAB yang sudah sangat dikenal di masyarakat Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua. 

Alternatif atau ide lain dapat juga diterapkan seperti penyewaan mobil penumpang menjadi mobil Ambulance COVID-19. Pemilik usaha penyewaan kendaraan atau mobil dapat memodifikasi mobil penumpang tersebut menjadi mobil AMBULANCE, mengingat kebutuhan untuk mengangkut pasien COVID-19 baik yang pasien sudah terinfeksi maupun pasien tanpa gejala (ODP). Rumah sakit di Indonesia saat ini kekurangan fasilitas dalam mobilisasi pasien baik itu mobilisasi ke lokasi karantina maupun ke lokasi pemakaman jenazah COVID-19. Memang ini beresiko terhadap mobil yang akan dipergunakan untuk penanganan COVID-19, namun hal ini bisa menjadi peluang lain yang sangat menguntungkan disaat lesunya penyewaan mobil. Kreatifitas dan inovasi yang muncul akan mendatangkan kesempatan yang baru sehingga sesulit apapun kondisi ekonomi akibat pandemi yang meluluhlantakkan negara diseluruh belahan dunia ini dapat ditanggulangi dengan baik meskipun kondisinya tidak akan seperti sediakala. Semoga kondisi pandemi ini segera berlalu dan kehidupan kembali normal serta roda atau kegiatan ekonomi disemua sektor dapat bergerak lagi.

20+ Info Top Modif Mobil Ambulance

Gambar 10 – Mobil Penumpang APV yang dimodifikasi jadi Mobil Ambulance

DAFTAR PUSTAKA DAN SUMBER :

https://otomotif.tempo.co/read/1380225/begini-orang-amerika-memanfaatkan-mobil-di-masa-pandemi-covid-19/full&view=ok

https://otomotif.bisnis.com/read/20200729/275/1272462/utang-menggunung-hertz-jual-setengah-juta-mobil-rental

https://otomotif.kompas.com/read/2020/04/03/181500115/imbas-corona-bisnis-rental-mobil-alami-penurunan-omzet

https://www.youtube.com/watch?v=draEsQ2L4pA

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200806/12/1276046/umkm-sektor-pariwisata-membutuhkan-modal-untuk-bangkit

https://kupastuntas.co/2020/06/02/jumlah-penumpang-transportasi-darat-laut-dan-udara-di-lampung-terjun-bebas

https://www.bps.go.id/website/images/Transportasi-Rilis-Agustus-2020-ind.jpg

https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/08/05/1737/-ekonomi-indonesia-triwulan-ii-2020-turun-5-32-persen.html

https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/05/05/1672/februari-2020–tingkat-pengangguran-terbuka–tpt–sebesar-4-99-persen.html

https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2211090/5-fakta-terbaru-soal-pengangguran-di-indonesia-jumlahnya-naik-jadi-6-8-juta-orang#:~:text=Badan%20Pusat%20Statistik%20(BPS)%20menyatakan,virus%20corona%20merebak%20di%20Indonesia.

https://oto.detik.com/berita/d-5028519/dihantam-corona-rental-mobil-berusia-100-tahun-ini-bangkrut

https://www.voaindonesia.com/a/konsep-baru-penyewaan-mobil-dan-sepeda-di-new-york/2552937.html

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200401075230-384-488954/bisnis-rental-mobil-terpukul-corona-dan-pp-larangan-mudik

  1. 1 AKIBAT PANDEMI COVID-19, BISNIS UMKM RENTAL MOBIL AJENG RENT CAR MEROSOT


    RAHMAT HIDAYAT

    EMBA B 41C

    UNIVERSITAS GADJAH MADA

    KAMPUS JAKARTA


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
R4HMATHID4YAT

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format