JATUH DAN BANGKITNYA WEDDING ORGANIZER DI MASA PANDEMI COVID-19

"Kalau omzet pasti terjun bebas. Tadinya bisa pegang Rp60 juta bersih. Kini bayar pegawai saja harus bobol celengan"


1
1 point

Dalam fase kehidupan manusia, seseorang akan mengalami fase dewasa dan sebagian besar ingin memiliki keluarga baru yakni memiliki pasangan hidup serta menghasilkan keturunan. Oleh karenanya seseorang tersebut harus terlebih dahulu melakukan pernikahan. Pernikahan pun harus dipersiapkan secara matang oleh kedua calon mempelai, mulai dari acara lamaran, pengajian (bagi yang muslim), acara adat-istiadat, sampai dengan hari H-nya yakni akad dan resepsi pernikahan. Di zaman yang serba modern dan praktis saat ini, tak jarang banyak calon pengantin yang meminta bantuan Wedding Organizer (WO) untuk membantu acara mereka agar berjalan dengan lancar tanpa harus repot mengurusi item per itemnya. WO sendiri biasanya terdiri dari beberapa orang atau tim yang memiliki tugas masing-masing. Ada yang mengurusi konsep dan rundown acara, ada yg bertugas sebagai MC, ada yang bertugas untuk mendekorasi ruangan resepsi, ada yang bertanggung jawab terhadap keamanan acara, ada juga yang menghubungi dengan vendor-vendor yang sudah bekerjasama dan ahli di bidangnya masing-masing seperti urusan tata rias pengantin, kostum, katering, gedung, fotografi, dan hiburan sehingga para pasangan calon pengantin bisa fokus untuk mempersiapkan jasmani dan rohani sampai dengan hari pelaksanaan pernikahan. 

Harga yang ditawarkan oleh setiap WO pun beragam. Ada yang nominalnya kisaran puluhan juta hingga sampai milyaran rupiah. Hal ini tergantung dari tingkat kerumitan acaranya, konsep acara yang akan dibuat apakah ingin mewah atau sederhana, paket yang diambil, dan yang paling utama adalah nama perusahaan WO yang dipilih, apakah WO tersebut sering dipakai oleh artis dan pejabat, atau sudah menjalani bisnis WO ini lebih dari 10 tahun. WO yang sudah terkenal, pengalaman, profesional serta sering digunakan oleh artis dan pejabat untuk menikah pastinya akan membandrol harga yang lebih mahal dibandingkan dengan WO yang baru 1 s.d. 3 tahun menjalani usaha tersebut dan sedang mencari pangsa pasar. 

NASIB WEDDING ORGANIZER DI AWAL MASA PANDEMI

Tahun 2020 tentu menjadi masa yang sulit bagi hampir semua kegiatan bisnis baik di Indonesia maupun di seluruh dunia akibat adanya pandemi virus Covid-19. Seperti yang kita ketahui Pemerintah Indonesia pada tanggal 31 Maret 2020 mengeluarkanPeraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai respons terhadap COVID-19, yang memungkinkan pemerintah daerah untuk membatasi pergerakan orang dan barang masuk dan keluar dari daerah masing-masing asalkan mereka telah mendapat izin dari kementerian terkait.[1] Peraturan tersebut juga menyebutkan bahwa pembatasan kegiatan yang dilakukan paling sedikit meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.[2] Pada saat yang sama, Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 juga ditandatangani, yang menyatakan pandemi koronavirus sebagai bencana nasional. Pembuatan kedua peraturan tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yang mengatur ketentuan mendasar untuk PSBB.[3]

Peraturan Pemerintah tersebut kemudian juga diikuti dengan peraturan perundangan lainnya di beberapa Provinsi dan Kota di Indonesia.

No.

Wilayah

Provinsi

Status

Tanggal penetapan

Tanggal mulai PSBB

1

Provinsi DKI Jakarta

Disetujui

6 April 2020

10 April 2020

2

Kabupaten Rote Ndao

Nusa Tenggara Timur

Ditolak

11 April 2020

3

Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok

Jawa Barat

Disetujui

12 April 2020

15 April 2020

4

Kota Pekanbaru

Riau

Disetujui

12 April 2020

17 April 2020

5

Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang

Banten

Disetujui

12 April 2020

18 April 2020

6

Kota Sorong

Papua Barat

Ditolak

12 April 2020

7

Kabupaten Bolaang Mongondow

Sulawesi Utara

Ditolak

15 April 2020

8

Kota Makassar

Sulawesi Selatan

Disetujui

16 April 2020

24 April 2020

9

Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang

Jawa Barat

Disetujui

17 April 2020

22 April 2020

10

Kota Tegal

Jawa Tengah

Disetujui

17 April 2020

23 April 2020

11

Provinsi Sumatra Barat

Disetujui

17 April 2020

22 April 2020

12

Kota Banjarmasin

Kalimantan Selatan

Disetujui

19 April 2020

24 April 2020

13

Kota Tarakan

Kalimantan Utara

Disetujui

19 April 2020

26 April 2020

14

Kota Gorontalo

Gorontalo

Ditolak

19 April 2020

15

Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik

Jawa Timur

Disetujui

21 April 2020

28 April 2020

16

Kabupaten Gowa

Sulawesi Selatan

Disetujui

22 April 2020

29 April 2020

17

Provinsi Gorontalo

Disetujui

28 April 2020

4 Mei 2020

18

Provinsi Jawa Barat

Disetujui

1 Mei 2020

6 Mei 2020

19

Kota Palangka Raya

Kalimantan Tengah

Disetujui

7 Mei 2020

11 Mei 2020

20

Kabupaten Buol

Sulawesi Tengah

Disetujui

9 Mei 2020

TBA

21

Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu

Jawa Timur

Disetujui

11 Mei 2020

17 Mei 2020

22

Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarbaru

Kalimantan Selatan

Disetujui

11 Mei 2020

16 Mei 2020

23

Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai

Riau

Disetujui

12 Mei 2020

15 Mei 2020

24

Kota Palembang

Sumatera Selatan

Disetujui

12 Mei 2020

27 Mei 2020

25

Kota Prabumulih

Sumatera Selatan

Disetujui

12 Mei 2020

27 Mei 2020

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pembatasan_sosial_berskala_besar_Indonesia_2020

Sebelum pemerintah mengeluarkan aturan PSBB, Kapolri Jenderal Idham Azis (19/3) juga telah mengeluarkan maklumat nomor Mak/2/III/2020 yang berisi mengenai kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (COVID-19) dimana isinya terdapat  larangan untuk mengadakan kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum dan di lingkungan sendiri ditiadakan.[4] Berdasarkan konferensi pers dengan Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal, Senin, 23 Maret 2020, Beliau menjelaskan bahwa tidak sedikit, satu, dua, tiga hari ke belakang, sejak berlaku Maklumat Kapolri, banyak acara kegiatan-kegiatan bahkan resepsi pernikahan polisi bubarkan.[5]  

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) terhadap 6.405 responden dan daerah responden meliputi lebih dari 50% di Jawa dan Bali, sisanya tersebar di seluruh Indonesia dapat disimpulkan bahwa Sebanyak 36,7%, responden mengakui tidak ada penjualan. Selanjutnya, sebanyak 26% responden mengakui terdapat penurunan lebih dari 60%. Di sisi lain, hanya 3,6% yang mengalami kenaikan penjualan.[6]  

Berdasarkan artikel dari kompas.com dengan informasi data yang diperoleh dari laporan pelaku UMKM melalui berbagai sumber, seperti hotline call center Kemenkop dan UKM, Dinas terkait di daerah, serta asosiasi pendamping UMKM tercatat sebanyak 37.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang melapor ke Kementerian Koperasi dan UKM merasakan dampak Covid-19.[7] Data tersebut diperoleh dari. sebanyak 56 persen UMKM melapor karena terjadi penurunan penjualan, 22 persen mengaku kesulitan permodalan, 15 persen melapor terjadi distribusi yang terhambat, dan 4 persen melaporkan kesulitan bahan baku.[8]

Adanya maklumat dari Kapolri dan pemberlakuan PSBB membuat para calon pengantin banyak yang merasa kecewa karena mereka batal mengadakan acara resepsi pernikahan yang sudah ditunggu-tunggu dan direncanakan jauh-jauh hari. Menyikapi hal tersebut, banyak calon pengantin yang hanya menyelenggarakan acara akad nikah saja atau menunda resepsi pada bulan-bulan berikutnya. Uang yang sudah dibayarkan ke WO pun minta dikembalikan oleh para konsumen. Tentu hal ini membuat penyelenggara jasa WO merasa pusing. Bagaimana tidak, uang yang sudah disetor oleh konsumen baik yang secara penuh atau sebagian digunakan oleh WO untuk mengatur kegiatan operasional mereka, dari mulai menggaji para karyawan, membayar para vendor, serta membeli perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk konsep suatu acara resepsi konsumen. Cashflow perusahaan juga ikut terganggu. Menurut General Manager Simple Wedding Indonesia, Sagaf Basry mengatakan kepada detik.com (19/4) bahwa bisnisnya seakan mati suri karena tidak berjalan selama pandemi ini. Banyak acara terpaksa ditunda hingga beberapa bulan ke depan.[9] Selain itu banyak karyawannya yang diminta bekerja dari rumah (work form home) serta tidak bisa dipastikan apakah akan menerima THR atau tidak. Yang lebih prihatin lagi adalah nasib para pekerja lepas (freelance) dimana perusahaan WO tersebut tidak diberi gaji karena tidak ada cara yang berlangsung.[10]

Selain di Indonesia, dampak akibat Covid-19 juga dirasakan di negara-negara lain di dunia. Banyak perusahaan yang gulung tikar karena tidak kuat dengan aturan lockdown di negara mereka. Namun ada juga perusahaan yang mampu bertahan menjalani masa pandemi ini, seperti contohnya sebuah Wedding Organizer yang berada di Orinda, California, Amerika Serikat dan telah berdiri sejak tahun 1989 yaitu Here Comes The Guide. Dilansir dari situsnya,[11] Wedding Organizer tersebut memiliki ide-ide kreatif dalam menghadapi masa pandemi agar konsumennya tetap bisa melaksanakan acara pernikahan mereka dengan aman. Ide kreatif tersebut bisa saja diterapkan di Indonesia. Contoh-contoh ide kreatif yang WO tersebut lakukan diantaranya :

1. Resepsi Pernikahan secara Drive-In Movie

Konsep drive-in movie ini mirip seperti orang yang sedang menonton bioskop. Layar besar dipasang untuk dapat dilihat semua orang dan disiarkan langsung untuk tamu jarak jauh. Untuk makanannya disediakan dalam bentuk konsep food truck. Sedangkan dekorasi tidak perlu banyak menggunakan bahan-bahan cukup sederhana dan simple namun tetap menarik dan meriah.

2. Resepsi Pernikahan dengan konsep tailgate

Konsep ini menggunakan lahan parkir yang cukup luas sebagai tempatnya. Kendaraan para tamu undangan di parkir secara teratur dan mereka berdiri di depan kendaraan mereka serta membentuk lintasan di tengahnya yang digunakan pengantin untuk berjalan layaknya sebuah parade karnaval. Jarak antara para tamu dengan pengantin juga berjauhan agar aman.

3. Makanan mewah pernikahan dikirim langsung ke rumah masing-masing tamu

Pandemi sepertinya tidak menghalangi setiap orang untuk tetap melancarkan pernikahannya. Pernikahan secara virtual dan dibagikan di platform media sosial juga menjadi alternatif untuk melakukan resepsi. Here Comes The Guide memiliki ide kreatif dimana makanan pesta yang mewah dikirim ke rumah tamu undangan. Mereka menawarkan keranjang piknik yang berisi makanan serta botol anggur atau koktail untuk dapat dinikmati oleh para tamu.

Selain ide di atas, ada ide kreatif lain yang dilakukan oleh Destination Wedding Planners (DWP) yakni konsep 2 acara upacara/ceremony dan 2 acara resepsi. Para tamu dibagi 2 shift dengan waktu yang berbeda. [12] Upacara pertama berlangsung lebih awal dengan tamu undangan yang lebih tua dan berlangsung pada jam makan siang.[13] Dan upacara yang kedua untuk tamu undangan yang lebih muda usianya.

Konsep acara pernikahan yang sedang trend saat ini juga bisa dilakukan secara online/virtual dengan menggunakan aplikasi zoom. Konsep ini dinilai paling aman baik bagi pasangan pengantin, keluarga, dan para tamu undangan. Kedua pengantin bisa melakukan acara pernikahan di rumahnya, begitu pula para tamu undangan. Acara hiburan juga diselenggarakan terpisah.

Dari berbagai ide yang telah disebutkan di atas, semuanya itu merupakan bagian dari teknik pemasaran/marketing produk yang baru dari perusahaan. Mereka mencari ide agar tetap dapat meraih keuntungan di masa pandemi dan mampu bersaing dengan para pesaingnya. Dalam menjalankan strategi marketing pebisnis WO  harus memanfaatkan peran digital technology dengan memperhatikan aturan hukum yang berlaku saat ini. Resepsi yang dilakukan secara virtual memanfaatkan aplikasi zoom sebagai media dalam menjalankan acara pernikahan. Selain itu jika acara pernikahan tetap dilakukan secara nyata di suatu tempat, para WO harus tetap melaksanakan aturan hukum yang ditetapkan pemerintah terkait Covid-19 agar acara berjalan aman dan lancar dan memenuhi tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk turut mencegah penularan virus Covid-19. Hal itu merupakan wujud dari dinamika bisnis dan ekonomi suatu perusahaan dimana saat ini mereka sedang dihadapkan dengan masa sulit dan harus tetap bertahan dan bersaing dengan para kompetitor.

Dalam buku Business Foundations : A Changing World edisi ke-12 Chapter 1, halaman 6, terdapat gambar yang menunjukkan hubungan antara orang-orang dan aktivitas-aktivitas yang terkait dalam bisnis. Lingkaran yang kecil terdiri atas employees, owners, dan customers. Sedangkan lingkaran yang besar merupakan aktivitas bisnis utama yakni management, finance, dan marketing. 

  • Hubungan antara management dan employees saling terkait. Ini karenakan management memiliki tanggung jawab untuk merencanakan pengembangan, mengoordinasi tindakan karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Management juga berkaitan dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Dalam bisnis Wedding Organizer hubungan antara pemilik/manajer WO dengan karyawannya harus baik dan selaras dengan visi misi perusahaan. Pemilik harus memperhatikan kesejahteraan karyawannya dan harus dapat merencanakan apa konsep yang akan dibuat dalam suatu acara pernikahan kliennya dan mengorganisir serta mengarahkan konsep tersebut kepada karyawannya agar tidak terjadi miskomunikasi. Setiap karyawan yang mengambil tugas pekerjaannya juga harus diawasi. Karena jika ada satu bagian saja yang gagal, misalnya vendor katering tidak bisa dihubungi pas hari H dan makanan akhirnya tidak dikirim, maka akan membuat bisnis dan reputasi kepada klien hancur.
  • Hubungan antara finance dan owners terkait dengan tanggung jawab utama owners untuk menyediakan sumber keuangan untuk operasi bisnis. Owners juga memiliki peluang kehilangan uangnya jika perusahaan gagal mendapatkan keuntungan.Keuangan mengacu kepada semua aktivitas yang berkaitan dengan cara mendapatkan uang dan menggunakannya secara efektif. Pemilik WO selaku yang menanamkan modalnya di perusahaan harus bisa mengelola keuangan bisnisnya dengan baik. Ia harus cermat dalam mengalokasikan modal yang tersedia untuk membeli kebutuhan usahanya dan membayar biaya operasional bisnis WOnya.
  • Hubungan antara marketing dan customers yakni marketing adalah cara untuk dapat memuaskan customers, caranya dengan memberikan barang dan jasa yang customers butuhkan dan ingin. Tugas seorang marketing adalah untuk mengumpulkan informasi dan membuat suatu penelitian dan kemudian merencanakan dan mengembangkan produk serta membuat keputusan tentang seberapa banyak untuk membebankan produk ereka dan kapan serta dimana untuk membuat produk tersebut tersedia. Marketer juga menganalisa lingkungan pemasaran untuk memahami perubahan persaingan dan customers. Marketer menggunakan promosi seperti iklan, penjualan secara personal, promosi penjualan, dan menyiaran untuk menginformasikan manfaat dan keutungan produknya untuk costumers dan untuk meningkatkan penjualan. Dalam memasarkan jasa WO kepada klien, pihak WO harus menunjuk orang yang bertindak sebagai marketing. Ia harus menjalin relasi dengan banyak orang dan memiliki kemampuan yang memadai untuk memasarkan jasa WOnya dengan memanfaatan media yang ada, baik melalui internet/website, instagram, youtube,facebook, dan media sosial lainnya. Marketer tersebut juga harus pandai dalam menjelaskan produknya kepada klien serta mampu meyakinkan klien tersebut agar mereka tertarik dan akhirnya setuju menggunakan jasa WO tersebut.

Selain itu dalam buku yang sama pada Chapter 2 membahas mengenai Business Ethics and Social Responsibility. Bahasan tersebut bisa diimplikasikan kepada perusahaan Wedding Organizer ini dimana pihak WO harus memperhatikan etika dan tanggung jawab perusahan dan lingkungan sekitar. Reputasi WO yang baik bisa dilihat dari pelayanan yang baik kepada klien. Faktor-fator yang harus diperhatikan pihak WO dalam menerapkan Etika Bisnis antara lain Kejujuran. Berbicara mengenai kejujuran,pada bulan Februari 2020 lalu ada berita mengenai penipuan Wedding Organizer Pandamanda kepada kliennya di Depok. WO tersebut menipu korbannya dengan modus menawarkan harga paket pernikahan dengan harga miring. Pandamanda pun mengklaim bisa mengurus seluruh kebutuhan pengantin, kecuali gedung.  Mulai dari katering, dekorasi, baju pengantin, rias pengantin, hingga entertainment.[14] Namun, keanehan mulai muncul menjelang pelaksanaan hari pernikahan. Ada calon pengantin yang diminta melunasi pembayaran sekitar tiga minggu sebelum pernikahan. Dan pada hari H katering pun tidak datang, dan setelah itu banyak yang melaporkan dugaan penipuan Wedding Organizer tersebut ke pihak kepolisian. Belajar dari kasus Pandamanda, perusahaan WO sebaiknya memiliki rasa kejujuran dalam memberikan jasa kepada para kliennya. Perusahaan yang baik akan melihat jangka panjang dalam menjalankan bisnisnya. Keuntungan sesaat yang tidak memperdulikan etika serta melanggar hukum justru akan membuat bisnis WO tidak akan bertahan lama.

Selain etika yang harus diperhatikan pebisnis Wedding Organizer adalah mengenai Social Responsibilty. Social Responsibility yang bisa menjadi masalah adalah mengenai hubungan dengan para karyawan (Employee Relations) dan hubungan dengan konsumen (Consumer Relations).

Hubungan dengan karyawan yang baik menjadi salah satu poin terpenting agar bisnis WO berjalan terus. Hubungan yang baik tersebut bisa dilakukan dengan cara memberikan kebebasan para karyawan untuk menggali ide kreatif dalam menciptakan konsep-konsep baru agar bisnis WOnya berkembang. Selain itu pemilik harus memperhatikan kompensasi gaji maupun bonus para karyawannya agar mereka merasa betah dan tidak ingin pindah ke perusahaan lain. Fungsi pengawasan yang dilakukan pemilik ke karyawan juga harus dimonitor dengan baik. Jika di antara karyawan ada yang sedang mengalami konflik, maka tugas di pemilik adalah meredakan konflik tersebut dan menjadi mediator untuk memberi solusi terbaik mengatasi masalah yang ada.

Hubungan dengan konsumen juga menjadi poin terpenting bagi pihak WO. Konsumen yang merasa puas dengan pelayanan jasa WO tersebut, bisa jadi akan menghubungi kerabatnya dan menceritakan pengalamannya, dan ada kemungkinan kerabat dan keluarga konsumen tersebut akan memakai jasa WO yang sama di kemudian hari.

Forces in the Global Environment

Dalam buku Contemporary Management edisi ke-11 yang dikarang oleh Gareth R. Jones dan Jennifer M. George halaman 155, terdapat gambar yang sebuah perusahaan akan dikelilingi oleh berbagai lingkungan baik task environment maupun general environment. Gambar tersebut juga menunjukkan perbedaan antara Task Environment dan General Environment dari sebuah perusahaan. Lingkungan tugas terdiri dari supplier, distributor, customer, dan pesaing. Sedangkan Lingkungan umum terdiri dari kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, kekuatan sosial budaya, kekuatan demografis, kekuatan politik dan hukum.

Dari ketiga kasus UMKM di atas bisa ditarik kesimpulan melalui konsep pembelajaran yang sudah penulis jabarkan di atas. Legal Force yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai larangan untuk membuat acara yang mengundang kerumunan menyebabkan penurunan pendapatan yang cukup drastis bagi pihak WO. Kelangsungan ekonomi pihak WO juga ikut terganggu karena mereka tetap harus menggaji karyawannya sementara pemasukan sangat terbatas.

Setelah PSBB diterapkan di beberapa provinsi dan kota di Indonesia sejak bulan April lalu, pada akhirnya pada awal Juni 2020 Provinsi Jawa Barat memberlakukan aturan baru yakni Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).[15] Keputusan penerapan AKB ini diklaim berdasarkan kajian ilmiah, mengacu pada data di lapangan juga kesiapan sistem pengendalian pandemic Covid-19 di Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia.[16] Setelah Jawa Barat kebijakan pelonggaran juga terjadi di beberapa daerah termasuk DKI Jakarta. Hal ini menjadi angin segar bagi pengusaha Wedding Organizer karena beberapa daerah sudah membolehkan untuk mengadakan kembali acara resepsi pernikahan yang sebelumnya sempat dilarang saat PSBB berlangsung. Namun ada catatan penting yang harus dilakukan, para penyelenggara acara pernikahan harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat serta membatasi jumlah orang yang hadir di resepsi tersebut.Protokol kesehatan dimaksud diantaranya wajib memakai masker, wajib mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, wajib melakukan pengukuran suhu badan, tidak bersentuhan fisik. Adanya pelonggaran PSBB tersebut membuat pebisnis WO di Indonesia harus mematuhi kebiasaan baru. Banyak ide baru yang muncul sebagai langkah untuk mematuhi aturan yang berlaku dan sudah mulai diterapkan di Indonesia, seperti :

  • Pernikahan secara Drive Thru

https://img.antaranews.com/cache/730x487/2020/08/08/Pesta-Pernikahan-Secara-Drive-Thru-080820-Fm-4.jpg

Pernikahan konsep Drive Thru ini pernah dilakukan di Bekasi, Jawa Barat Agustus lalu.[17] Konsep ini seperti layaknya orang memesan makanan cepat saji, dimana acara resepsi diadakan di halaman yang cukup luas karena para tamu undangan menggunakan kendaraan mereka untuk menemui pengantin dan tidak turun dari kendaraan serta menghindari kontak fisik. Tak lupa protokol kesehatan juga diterapkan pada acara pernikahan tersebut

  • Pernikahan Virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting

Selain drive thru, konsep yang lagi in di Indonesia adalah pernikahan yang dilakukan secara virtual dengan bantuan aplikasi Zoom. Hal ini sudah mulai dilakukan baik di luar negeri maupun dalam negeri. Di Indonesia sendiri konsep pernikahan ini pernah dilakukan pada bulan Juni lalu di daerah Surabaya.[18]

Pertama di Indonesia, Akad dan Resepsi Nikah Online via Zoom

Setelah acara akad nikah dilangsungkan, MC mempersilakan satu per satu tamu undangan untuk memberikan ucapan atas pernikahan yang dilangsungkan oleh kedua mempelai. Meskipun disiarkan langsung via online, tetap bisa membuat tamu undangan merasa menikmati dengan hikmad serta meriahnya proses akad nikah.[19] Konsep ini dinilai jauh lebih aman dibandingkan harus mengadakan di gedung yang mengundang para tamu untuk datang dan berkumpul. Untuk acara hiburannya pun dilakukan secara virtual namun live.

Menurut pendapat penulis, ide gila lain yang bisa dilakukan adalah konsep drive thru di gedung. Konsep ini bisa dilakukan yakni pihak WO, dimana langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut :

  1. Para tamu undangan yang hadir di gedung pernikahan pertama kali dicek suhu oleh panitia
  2. Para tamu akan diminta untuk menyebutkan nama dan alamatnya, dan pihak penerima tamu akan menuliskan di buku tamu. Selain itu amplop dari tamu undangan juga akan diterima oleh penerima tamu lalu langsung dimasukkan ke kotak amplop. Ada alternatif lain yang tersedia, dimana tamu undangan bisa mengirimkan amplop melalui QR Code mobile banking. Lalu tamu undangan diberi kupon makan dan souvenir.
  3. Sebelum memasuki ruangan resepsi, pihak panitia akan mengecek jumlah orang yang sudah ada di dalam, jika memenuhi batas maksimal, maka tamu undangan yg berada di luar dimohon untuk menunggu hingga ada kapasitas yang kosong.
  4. Begitu masuk ke dalam ruangan, tamu undangan langsung menuju pelaminan namun tidak naik panggung, dan salaman dari jauh dengan gaya namaste.
  5. Setelah itu para tamu keluar dari ruangan resepsi lalu menukarkan kupon makan dan souvenir ke tempat penukaran yang sudah disediakan. Makanan yang disediakan dalam bentuk nasi kotak beserta kuenya.
  6. Lalu tamu undangan bisa pulang ke rumah masing-masing.

Sumber referensi :

  • O.C. Ferrel, Geoffrey A. Hirt, dan Linda Ferrell, Business Foundations : A Changing World, Twelfth Edition (New York: Mc Graw-Hill Education, 2020), hlm. 26.
  • Gareth R. Jones, Jennifer M. George, Contemporary Management, Eleventh Edition ((New York: Mc Graw-Hill Education, 2020), hlm.155)

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Pembatasan_sosial_berskala_besar_Indonesia_2020

2 Ibid

3 Ibid

https://news.detik.com/berita/d-4949796/cegah-corona-polri-bubarkan-acara-keramaian-resepsi-pernikahan diakses pada 23 Oktober 2020

5 Ibid

6https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/06/10/penurunan-penjualan-umkm-imbas-pandemi-covid-19# diakses pada 23 Oktober 2020

7https://money.kompas.com/read/2020/04/17/051200426/sebanyak-37.000-umkm-terdampak-virus-corona diakses pada 23 Oktober 2020

8 Ibid

9https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4983150/nasib-bisnis-wedding-organizer-di-tengah-corona/1

Diakses pada 23 Oktober 2020

10 Ibid

[11]https://www.herecomestheguide.com/wedding-ideas/creative-covid-wedding-ideas

[12]https://dwpinsider.com/blog/industry-experts-forecast-new-wedding-trends-in-the-post-pandemic-world/

[13] Ibid

[14] https://megapolitan.kompas.com/read/2020/02/04/18494291/tipu-calon-pengantin-pemilik-wedding-organizer-pandamanda-ditangkap-di?page=all diakses pada 24 Oktober 2020

[15]https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52853144 diakses pada 24 Oktober 2020

[16] Ibid

17https://www.antaranews.com/berita/1657322/resepsi-pernikahan-drive-thru-jadi-solusi-di-tengah-pandemi diakses pada 24 Oktober 2020

[18] https://jatim.suara.com/read/2020/06/05/182102/pertama-di-indonesia-akad-dan-resepsi-nikah-online-via-zoom?page=all diakses pada 24 Oktober 2020

[19] Ibid

Penulis :

Firdi Verdianto (41P20077 EMBA B 41C)


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format