CERUK PELUANG PEDAGANG MOBIL BEKAS SAAT PANDEMI

"BISNIS TERUJUNG, BELUM DI UJUNG TANDUK"


2
2 points

Wabah virus Covid-19 menjadi pandemi global dalam waktu yang cukup singkat, yakni dalam 5 bulan telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Kurang lebih 200 negara di dunia telah terjangkit virus Covid-19 dan telah menewaskan ribuan orang. Bahkan virus Covid-19 ini telah melumpuhkan aktivitas manusia di seluruh penjuru dunia. Masalah yang ditimbulkan, tidak hanya persoalan kesehatan, namun juga menyangkut perekonomian global. Efek besar dirasakan diberbagai negara khususnya di Indonesia adalah melemahnya sektor ekonomi. Covid-19 ini telah mengakibatkan krisis ekonomi yang sangat dalam dan berdampak bagi kehidupan masyarakat. Kementerian Perindustrian mengatakan hampir semua sektor industri terkena dampak negatif dari adanya Covid-19. Sementara Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sempat mengungkapkan 37% perusahaan industri yang beroperasi normal, atau 60% lebih sisanya lumpuh atau tak operasi.

Ia mendapatkan laporan, sampai saat ini masih ada 15.747 perusahaan industri tetap bekerja dengan total karyawan 4,7 juta orang yang tetap bekerja. Jumlah ini hanya sekitar 39% saja dari angka keadaan normal jumlah industri beroperasi, yaitu lebih dari 40 ribu perusahaan industri dengan serapan tenaga kerja sekitar 17 juta orang. Covid 19 jelas mempercepat peningkatan jumlah pengangguran karena banyaknya karyawan yang di PHK. 

Mengacu pada 60% porsi industri yang lumpuh, Otomotif menjadi salah  satu sektor yang terkena dampak. Turunan bisnis seperti rental, leasing, bank hingga pedagang mobil bekas khususnya kategori Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) praktis terpukul keras. 

SHOWROOM MOBIL BEKAS, BISNIS TERUJUNG DI UJUNG TANDUK

Dalam rangka mempertahankan kelangsungan bisnisnya, sejumlah perusahaan melakukan upaya ikat pinggang dengan segala cara, salah satunya adalah dengan pengurangan OPEX karyawan melalui pemangkasan jam kerja, bahkan sampai pada tahap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan, alhasil menurunkan daya beli masyarakat. Ditambah lagi pembiayaan yang ketat sebagai upaya lembaga keuangan mencegah memburuknya kredit macet menjadi faktor pendorong turunnya rasio permintaan pasar. Penurunan permintaan tersebut, tercermin pada data Organisasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) yang merilis penjualan mobil baru selama 5 tahun terakhir, sebagai berikut : 

Sumber : Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO)

Penurunan angka penjualan yang sangat tajam terjadi pada periode Januari – September 2020, yakni lebih dari 50% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Angka tersebut sejalan dengan kondisi bisnis rental di Indonesia yang sangat memprihatinkan, sebagai refleksi dari tumbangnya perusahaan rental global raksasa seperti Hertz. 

Sumber : Asosiasi Pengusaha Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo)

Tabel di atas menunjukkan penurunan jumlah unit kontrak 5 perusahaan rental pemimpin pasar Indonesia selama Pandemi. Bahkan Naoya Kato, Senior General Manager Artha Asia Finance (Hitachi Group), menyatakan bahwa perusahaan asing, pemain Operating Lease (sejenis rental) di Indonesia telah memotong target penjualan 50% pada kuartal II, 2020. Sementara pencapaian hingga akhir tahun, diprediksi tidak akan melebihi angka 30%. 

Pemaparan diatas berkaitan dengan bisnis penjualan mobil bekas khususnya Showroom skala menengah (UMKM). Model bisnis penjualan mobil bekas diilustrasikan sebagai berikut : 

Sumber : ilustrasi penulis

Memahami Konsep Supply Chain Management pada Buku Business Foundation, O.C. Ferrel dan Geoffrey A. Hirt, dimana sebagai upaya memuaskan pelanggan diperlukan upaya keras untuk mengoptimalkan penyediaan stok, proses pengelolaan menjadi barang siap jual hingga memastikan barang tersebut diterima/dibeli pelanggan dengan baik.  Maka dapat disimpulkan, bahwa model bisnis penjualan mobil bekas dalam hal penyediaan barang dagangan sangat bergantung pada balai lelang, perusahaan rental, individu maupun perusahaan-perusahaan yang sebelumnya memiliki kebijakan asset kendaraan. 

Menempatkan diri pada sudut pandang kelompok sumber kendaraan (source), merupakan hal yang perlu dilakukan oleh pengusaha Showroom mobil bekas. Merujuk pada Keputusan Menteri Keuangan No.96/PMK.03/2009. Masa manfaat fiskal kendaraan dibagi menjadi 2 golongan, yakni : golongan 1 (sepeda motor) = 4 tahun. Kemudian golongan 2 (mobil) = 8 tahun. Pada prakteknya departemen akutansi perusahaan biasanya menerapkan penyusutan selama 5 tahun untuk kendaraan bermotor roda 4. Metode tersebut dilakukan untuk memperoleh disposal gain, yaitu pendapatan yang dapat dibukukan sebagai selisih dari nilai buku terhadap hasil penjualan pasar. Praktek tersebut dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini : 

Sumber : ilustrasi penulis

Penjualan mobil bekas secara online diakui mengalami penurunan sejak April hingga Juni 2020. Tren negatif itu tak lain disebabkan oleh salah satunya pandemi virus corona. "Secara volume, itu sudah down sekitar 90 persen dua bulan terakhir April. Selain pandemi, kemarin ada larangan mudik dan PSBB !", ujar Co-Founder Carro Indonesia, Aditya Lesmana dalam konferensi pers virtual, Rabu, 1 Juli 2020. 

Namun, pada bulan Oktober 2020 pemberitaan di media massa mengindikasikan adanya pergerakan penjualan ke arah positif, seperti yang dikemukakan OLX Autos bahwa tren pasar mobil bekas kembali membaik selama periode pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) transisi. Temuan ini berdasarkan survei kecil-kecilan perseroan dalam melihat pergerakan segmen mobil bekas usai dilonggarkannya aturan PSBB di berbagai wilayah Indonesia. "Lebih khusus, dalam tiga bulan setelah PSBB ketat, permintaan mobil bekas mengalami peningkatan sebanyak 15-20 persen. Peningkatan ini didorong minat masyarakat terhadap penggunaan mobil pribadi yang meningkat," kata Johnny Widodo, CEO OLX Autos Indonesia.

Inkonsistensi pemberitaan kondisi bisnis penjualan mobil bekas di media massa menggambarkan analisa yang dilakukan tidak utuh. Pemberitaan positif lebih banyak ditujukan untuk kepentingan marketing, dengan kata lain untuk mendorong minat beli khalayak pembaca. Hipotesa ini senada dengan informasi Julius, Senior General Manager PT. Orix Indonesia Finance  dan Rima Rupita, Direktur Pemasaran Batavia Rent yang mengeluhkan turunnya harga penjualan mobil disposal pasca kontrak dengan pelanggan. Jacob Antonious selaku CEO Legoas Lelang Virtual mengamini penurunan hasil harga penjualan lelang per unit diangka 16-30%. Mengacu pada pemaparan di atas dan memahami 3 fokus (apa yang ditawarkan, bagaimana penyediaanya, bagaimana sampai ke pelanggan) dalam Economic System, O.C Ferrel dalam bukunya Business Foundation , dapat disimpulkan dilema yang dihadapi oleh pedagang mobil bekas, sebagai berikut : 

  1. Harga mobil bekas per unit dipastikan mengalami penurunan di angka 16-30%, dimana secara logika penurunan terbesar ada pada mobil mewah. Pelanggan berpotensi cenderung akan mempertahankan kas keras dalam situasi saat ini. 
  2. Transaksi jual beli kendaraan mobil baru maupun bekas didominasi oleh metode pembayaran melalui fasilitas kredit. Faktanya lembaga keuangan memperketat pengucuran dana pembiayaan guna mencegah kredit macet (NPL). 
  3. Seandainya, penjualan mobil bekas mulai menggeliat. Diperkirakan tingkat keuntungan sangat kecil atau bahkan rugi (upaya cut loss). Karena nilai pembelian mobil sebelumnya lebih tinggi dari saat ini. Sebagian pedagang masih cenderung menahan unit untuk dijual. 
  4. Industri otomotif sebagai produsen kendaraan menurunkan rencana produksi sehubungan dengan turunnya permintaan secara signifikan, secara tidak langsung akan menghambat siklus transaksi mobil bekas. 
  5. Perusahaan-perusahaan maupun pemain rental cenderung akan menahan jadwal disposal (penjualan asset kendaraan ditahun ke-5), sehubungan turunnya harga satuan mobil bekas guna menghindari loss disposal. Hal tersebut berdampak secara langsung terhadap pedagang mobil bekas, semakin sulit memperoleh sumber unit sebagai stok penjualan.

BENCHMARKING – CAR SHARING 

Bisnis Car Sharing merupakan model usaha yang berkembang pesat di negara maju seperti Eropa, Australia, Jepang dan Cina. Konsep layanan ini terbilang praktis, karena pengguna dapat mengambil mobil dari tempat yang mudah dijangkau dan meninggalkan mobil tersebut di titik yang telah disediakan tanpa harus pusing memikirkan parkir kendaraan dan keamanan kendaraan. sistem tersebut dikenal dengan istilah station based. Sistem free floating merupakan pilihan yang lebih menarik, dimana pengguna bebas memarkir mobil di suatu tempat dan pengguna berikutnya dapat menemukan mobil itu lewat aplikasi telepon seluler.

O.C Farrel dan Geoffry.A. Hirt, dalam bukunya Business Foundation, meninjau praktek bisnis di dunia. Dimana seorang pemilik usaha berada pada kelompok bagian yang sama dengan keuangan. Hal tersebut menekankan bahwa pemilik usaha adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap isu keuangan. Pemilik memiliki kepentingan untuk memastikan ketersediaan dana dalam menjalankan usahanya, serta menjadi orang yang paling terdampak bila perusahaan mengalami kerugian. Dengan demikian pemilik perusahaan harus memutar otak untuk mempertahankan kelangsungan bisnis melalui inovasi, perubahan atau langkah-langkah lain yang dapat memberikan output yang favorable terhadap usaha yang dijalankan.

Memahami ancaman Pandemi terhadap bisnis penjualan mobil bekas saat ini, pedagang dapat mempertimbangkan untuk mengimplementasi bisnis Car Sharing di Indonesia dengan konsep station based, dimulai di wilayah Jabodetabek. Hal tersebut sangat memungkinkan mengingat banyaknya meeting point dengan lahan yang cukuptersebar di wilayah Jabodetabek seperti mall, pom pensin, kantor pos, dan lain-lain. 

Bisnis Car Sharing bahkan dapat dijalankan dengan konsep free floating, dengan menerapkan konsep Cooperative atau Co-Ops, yakni sebuah strategi bisnis menggabungkan usaha-usaha kecil sehingga membentuk organisasi yang lebih besar dengan harapan meningkatkan peluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar di pasar tertentuMempertimbangkan jumlah Showroom mobil bekas yang merata di wilayah Jabodetabek hingga seluruh Indonesia, maka dapat mensinergikan pedagang mobil bekas yang mayoritas didominasi oleh pengusaha UMKM dengan tipe usaha Small – Business Ownership menjadi suatu organisasi bisnis yang lebih besar sehingga dapat mencapai manfaat bisnis yang lebih optimal. 

Modifikasi atau tambahan bisnis dari penjualan mobil bekas menjadi Car Sharing, pada prinsipnya tidak terlalu sulit dalam penyediaan infrastruktur mengingat modal utama bisnis Car Sharing adalah kendaraan. Demikian pula dengan pemenuhan tenaga kerja yang tergolong memiliki struktur organisasi yang mirip. Sehingga merujuk pada buku Business Foundations “A Changing World”, O.C Farrel membagi 2 tipe perekrutan berdasarkan sumbernya. Yakni Perekrutan Internal dan eksternal. Sementara Gareth R. Jones  dalam bukunya Contemporary Management mengulas keuntungan memilih metode rekrutmen internal, diantaranya : 

  1. Kandidat sudah mengenal baik organisasi meliputi tujuan, budaya, aturan dan norma perusahaan
  2. Perekrut sudah mengantongi informasi penting terkait kemampuan, keahlian dan kecocokan karakter dengan posisi yang akan diisi. 
  3. Meningkatkan motivasi karyawan, karena menyadari peluang yang terbuka dalam perusahaan tempat bekerja. 

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka disarankan melakukan perekrutan secara internal, dimana metode ini sejalan dengan rencana mempertahankan karyawan dalam kondisi sulit yang dihadapi. Apabila pada proses implementasi unit bisnis baru tersebut menghadapi hambatan common practice dan pengalaman lapanganmaka Cooperative atau Co-Ops hasil bentukan pedagang mobil bekas secara paralel akan menyediakan konsultan ahli serta bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mengawal eksekusi di lapangan. 

SOLUSI

Menyadari tantangan yang dihadapi pedagang mobil bekas saat ini, perlu dilakukan tindakan realistis untuk segera dieksekusi guna mempertahankan usaha yang dijalankan. Dengan demikian, Bisnis Car Sharing menjadi salah satu pilihan selain opsi tambahan yang akan dibahas selanjutnya . Pembahasan usulan solusi terhadap pedagang mobil bekas adalah sebagai berikut :

  • Bisnis Car Sharing

Kecendurangan menahan stok kendaraan menjadi pilihan ditengah menurunnya harga mobil bekas. Opsi tahan stok tersebut bahkan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan skema aset yang sudah seharusnya melaksanakan proses disposal kendaraan, namun ditunda sebagai upaya efisiensi. Alih-alih stok mobil di showroom menganggur (idle), dapat dioptimalkan dengan me-utilisasi unit tersebut menjadi unit Car Sharing. Selanjutnya Cooperative atau Co-Ops yang telah dibentuk oleh gabungan pedagang mobil bekas tersebut menjalin kontrak kerjasama dengan area meeting point seperti pengelola mall, gedung perkantoran, pom bensin, kantor pos, lahan kosong atau tempat lain yang berpotensi meningkatkan akses bisnis Car Sharing. Tentunya strategi yang mengacu pada konsep Segmentasi,Target Market, Positioning dan Marketing Mix menjadi hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Dengan membidik pelanggan potensial (Pekerja/pebisnis area Jabodetabek, Umur 25-48 tahun, Seis A-B, Unisex). 

Share Car

Saat ini di Indonesia, bisnis Car Sharing sudah mulai dijalankan oleh Assa Rental (PT. Adi Sarana Armada), namun pelaksanaanya belum optimal karena dijalankan oleh 1 perusahaan dengan keterbatasan jangkauan. 

Tingkat rasio kesuksesan modifikasi bisnis transportasi di Indonesia cukup tinggi, dimana kemajuan transportasi di Indonesia selalu berkiblat pada negara-negara maju. Contohnya bisnis Fleet Management Services di luar negeri yang sudah mulai meningkat di Indonesia . Fleet Management Services awalnya dinilai produk kanibalisme terhadap bisnis rental di Australia, namun pada perkembangannya menjadi produk favorit di negara Kangguru tersebut. 

Sumber : ilustrasi penulis

  • Healthy Protocol – Pick Up Service 

Saat ini, semakin banyak permintaan dari beberapa perusahaan besar untuk menyediakan layanan office pick up service dengan jaminan pelaksanaan  protokol kesehatan. Salah satu alasan meningkatnya kebutuhan tersebut adalah penggunaan moda transportasi umum berbasis angkutan masal (Transjakarta) sudah dibatasi penggunaannya sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Melirik peluang ini, Cooperative atau Co-Ops sangat berpotensi untuk menggarap produk layanan pick up service tersebut, dengan pertimbangan banyaknya jumlah unit kendaraan tipe penumpang / minibus yang menjadi stok menunggu di showroom. Staff salon/washer dapat diutilisasi untuk mengontrol kebersihan mobil dan menjaga standar protokol kesehatan dalam mobil antar jemput. 

Sumber : ilustrasi penulis

Untuk mendukung rencana pelaksanaan, maka diusulkan modifikasi struktur organisasi Showroom menjadi Cooperative atau Co-Ops sebagai berikut : 

STRUKTUR ORGANISASI SHOWROOM 

STRUKTUR ORGANISASI Cooperative atau Co-Ops

Sumber : ilustrasi penulis

Daftar Pustaka 

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO)

Gareth R. Jones  dalam bukunya Contemporary Management

https://oto.detik.com/berita/d-5028519/dihantam-corona-rental-mobil-berusia-100-tahun-ini-bangkrut

https://otomotif.tempo.co/read/1360134/penjualan-mobil-bekas-online-babak-belur-selama-pandemi-covid-19

https://www.researchgate.net/figure/Different-carsharing-models_fig1_266395135

https://www.researchgate.net/figure/The-Car-Sharing-System-Vision_fig3_283650128

Interview dengan Julius-Senior General Manager PT. Orix Indonesia Finance, Rima Rupita-Direktur Pemasaran Batavia Rent, Jacob Antonious, CEO Legoas Lelang Virtual.

Interview dengan Naoya Kato, Senior General Manager Artha Asia Finance (Hitachi Group)

Keputusan Menteri Keuangan No.96/PMK.03/2009. Tentang masa manfaat fiskal kendaraan

Kompas.com dengan judul "Penjualan Mobil Bekas Naik Hingga 20 Persen", Klik untuk 

baca: https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/17/152200715/penjualan-mobil-bekas-naik-hingga-20-persen

O.C Ferrel, Geoffry.A. Hirt, Business Foundation

Website Kementerian Perindustrian, Agus Gumiwang

Website Menteri Koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto


H.J.PANAHATAN.S – UGM – 41P20080

PENURUNAN HARGA MOBIL BEKAS PER UNIT 


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
hirasprodigy

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format