Emas Arab Saudi Sebagai Souvenir atau Pemuas Hasrat Kapitalisme

Perhiasan emas sudah memiliki daya tarik yang tinggi, bagaimana jika emas tersebut berasal dari Tanah Suci ?


0

Problem Identification

Berkunjung ke tanah suci saat ini sudah menjadi barang lumrah di Indonesia dilihat dari banyaknya jemaah Umroh setiap tahunnya dan panjanganya antrian Haji yang sudah mencapai 20-30 tahun. Beribadah dengan langsung melihat Ka’bah yang selama ini hanya dapat kita imajinasikan tentu saja menjadi sebuah kenikmatan yang hakiki bagi siapapun yang dapat melaksanakannya. Dari tahun ketahun semakin banyak jamaah asal Indonesia yang memberikan Devisa bagi neraga Saudi Arabia dengan berkunjung sebagai jamaah Haji dan Umroh. Infografik dari tirto.id dibawah ini menunjukan faktanya.

sumber: tirto

Bagi masyarakat Indonesia sepertinya sudah menjadi budaya apabila seseorang melaksanakan Haji maupun Umroh ketika kembali akan disambut dengan kunjungan ke rumah maupun melakukan acara-acara “selamatan” untuk merayakan gelar baru yang di dapat oleh seorang Haji ataupun Hajjah.
Demi menyemarakan sambutan tersebut para jamaah Haji maupun Umrah biasanya menyuguhkan air zam-zam maupun suguhan khas timur tengah seperti kurma, kacang-kacangan juga berbagi buah tangan seperti sajadah, tasbih maupun mukena. Namun dewasa ini dengan semakin variatif nya jamaah dari sisi ekonomi Emas barang yang dulunya dapat dikatakan sebagai barang mewah dan dimiliki oleh beberapa kalangan tertuntu menjadi buah tangan yang yang saat ini diburu para jamaah. Dikutip dari VOA Indonesia, Puluhan toko emas berjajar di luar Kabah, tempat yang paling suci bagi umat Islam, dan rak serta jendela mereka berkilauan dengan gelang, kalung, cincin, anting, liontin dan rantai yang diukir dengan desain tradisional khas Timur Tengah dan India.

Critical Thinking

Apakah membeli emas di Tanah Suci adalah kapitalisme ? pertama-tama kita harus melihat definisi kapitalisme dari beberapa pandangan. Pertama, Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh bagi tiap orang untuk mengendalikan kegiatan ekonomi seperti perdagangan, industri, dan alat-alat produksi dengan tujuan mendapatkan keuntungan, sementara dalam Islam tidak mengenal istilah kapitalisme yang dasar hukumnya secara paten adalah Al-Qur’an dan Hadits.
Sebagai simbol kemapanan dan status sosial posisi pengakuan akan berbeda bagi wanita yang memakai perhiasan yang original emas dan terlihat besar, sebuah gaya baginya untuk menaikkan derajat pengakuan. Membeli perhiasan emas di Saudi Arabia pun terasa sangat menguntungkan karena harganya yang dianggap lebi murah di bandingkan membeli perhiasan emas di Indonesia, selain itu juga jaminan rasa aman dalam membeli emas di bisa menjadi cerita sendiri kepada sanak saudara apabilakita mampu membeli emas di sana. Dilihat dari grafik situs harga emas goldprice.com sebenarnya harga dasar emas di Indonesia dan Saudi Arabia tidaklah berbeda jauh dimana emas di Indoensia dijual dengan harga 895.934 ribu rupiah sementara di Saudi 229.30 Riyal atau setara 917.200 ribu rupiah. Namun perlu diingat bahwa sejak 1 Januari 2018 pemerintah Saudi Arabia mulai memberlakukan Pajak sebesar 5% terhadap sejumlah barang salah satunya adalah Emas.

sumber: goldprice.org

Namun perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan antara emas perhiasan dan logam mulia, berikut perbedaan emas perhiasan dan emas batangan atau logam mulia.

1.Bentuk
Emas perhiasan bisa dibentuk berbagai macam, seperti kalung, cincin, anting, gelang, bahkan gigi emas. Tujuan emas perhiasan tentu untuk mempercantik penampilan sang pemilik atau pemakainya sehingga sengaja dipamerkan. Sementara itu, beda emas perhiasan dengan emas logam mulia adalah, bentuk emas logam mulia biasanya dicetak seperti batangan, koin atau kepingan. Bentuk emas logam mulia ini tidak untuk dipakai di tubuh, tetapi lebih untuk disimpan dan cocok sebagai investasi.
2.Kadar Kemurnian
Kadar kemurnian emas sering kali disebut dengan karat. Kadar tertinggi 24 karat dimiliki oleh logam mulia dengan kadar emas 99,99 persen alias murni. Sementara itu, berbeda dengan emas batangan, emas perhiasan biasanya memiliki kadar 22 karat atau kemurniannya hanya sekitar 91 persen. Mengapa kadarnya tidak setinggi logam mulia? Emas perhiasan perlu dibentuk dan dibutuhkan campuran logam lain seperti perak dan tembaga agar bentuknya tidak mudah berubah. Di sisi lain, emas murni 24 karat sifatnya lunak dan mudah berubah sehingga tidak cocok untuk perhiasan. Maka dari itu, emas logam mulia dengan kadar 99,99 persen lebih cocok dijadikan investasi karena kemurniannya yang menjadikan nilainya lebih tinggi daripada emas perhiasan.
3.Biaya/Ongkos Pembuatan
Emas perhiasan dikenakan biaya proses pembuatan yang besarannya bisa mencapai 10 persen hingga 20 persen dari nilai emas. Namun, biasanya biaya atau ongkos pembuatan emas perhiasan, tidak akan dihitung pada nilai jual emas ketika kamu akan menjualnya. Berbeda dengan emas perhiasan, pada emas batangan tidak ada biaya pembuatan sehingga harga beli sama dengan harga emas saat itu. Namun, investor emas batangan perlu memperhatikan nilai buyback (penjualan kembali) ketika akan menjualnya yakni harga jual emas pada hari dimaksud.
4.Penjualan Kembali (Buyback)
Emas perhiasan dapat dijual kembali di toko emas tempat kita membelinya, atau di pegadaian. Baiknya, nota pembelian emas perhiasan tidak hilang dan disertakan ketika akan menjual kembali untuk memastikan harganya. Harga penjualan biasanya dikurangi dengan ongkos yang mencapai hingga 25 persen dari harga emas

Costumer Driven Marketing

Proses pertukaran nilai pada transaksi  antara jamaah haji dan umroh dan para pedagang emas di Saudi Arabia dilandasi ata nilai sebuah kebangaan dan kepuasan dari para jamaah jika dapat mengenakan perhiasan emas dari Saudi Arabia ketika kembali ke tanah air. Para pedagang di Saudi Arabia sendiri sudah tersohor mampu untuk berkomunikasi dengan bahas Indonesia hal ini membuat transaksi menjadi lebih lancar dan teras lebih “dekat” karena tidak adanya barrier dari segi bahasa. Disini fungsi marketing Buying atau terjadi dimana akhirnya pembeli melakukan keputusan untuk membeli perhiasan emas karena ketersediaan akan barang tersebut sudah tersedia sementara dari sisi penjual fungsi Selling berhasil dimana pendekatan mereka secara persuasif kepada para pembeli menghasilkan barang yang terjual, perlu juga di garis bawahi bahwa para pembeli juga melakukan Risk Taking karena mereka sejatinya tidak mengetahui secara pasti kualitas produk dan kejujuran dari penjual, selain itu jika berniat menjual kembali emas tersebut di Indonesia tidak terdapat sertifikat yanng diakui akan mempengaruhi harga jual dan kepercayaan dari calon pembeli awam.

Dimension of Marketing Strategy

Memiliki kemampuan berbahasa Indonesia berarti para penjual tersebut mencoba menilai apa yang diinginkan pelanggan, dengan kondisi bisnis hari ini ingin memuaskan pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang yang berarti bagi mereka. Cara ini juga lebih efisien dan lebih murah bagi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang ada dan bahkan meningkatkan jumlah bisnis yang disediakan setiap pelanggan untuk organisasi daripada mencari pelanggan baru, para jamaah yang puas tentunya akan membagikan cerita kepada para kerabatnya hal ini menjadi sebuah cara promosi gratis melalui pelanggan yang puas para pedagang dapat meraih costumer baru jika suatu saat mereka berjunjung ke Tanah Suci dan membeli emas di toko mereka.
Dalam praktek ricing para penjual juga menerapkan strategi Psychological Pricing yaitu Reference Pricing dan Price Discounting mereka menjual emas dengan harga yang lebih rendah dibanding di Indonesia sengan harapan pembeli akan tertarik untuk membeli emas di tokonya, dengan tetap mempertimbangkan bahwa pajak yang harus dibayarkan tidak termasuk dalam harga dasar emas tersebut. Selain itu para pedagang juga memberikan discount langsung dari initial price yang mereka tawarkan discount, dan ada pula tambahan discount bila para pembeli membeli barang yang lebih banyak.

Problem Solving

Small Business, Entrepreneurship and Franchising

Dengan semakin banyaknya permintaan akan Emas sebagai souvenir maupun buah tangan dari Saudi Arabia membukapeluang bagi para Entrepreneur di Indonesia untuk mendatangkan maupun membuat sendiri product yang menyerupainya. Dalam berbisnis emas tentu saja membutuhkan modal yang besar meski pengusaha sering kali memulai bisnis kecil baru dari awal seperti, mereka juga dapat memilih untuk membeli bisnis yang sudah ada. Ini memiliki keuntungan menyediakan jaringan pelanggan, pemasok, dan distributor bawaan dan mengurangi beberapa tebakan yang melekat dalam memulai bisnis baru dari bawah ke atas. Karena secara demographic jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai lebih dari 85% dari total 265 juta jiwa lebih dan sekitar 132 juta jiwa adalah perempuan yang tentu saja menggemari perhiasan emas.

sumber: katadata

Membangun bisnis emas tentu membutuhkan modal yang besar apalagi dengan mengusung nama Emas Saudi Arabia tentusaja harapannya adalah ke halalan tidak saja dari barang yang digunakan juga bisnis yang dijalankan, saat ini di Indonesia sedang gencar-gencarnya bank-bank yang berbasis syariah meminjamkan dananya untuk meraih laba dan aset yang lebih besar, hal ini dapat dimanfaatkan para calon pebisnis emas untuk menguatkan modalnya tentu saja tetap sejalan dengan prinsip syariah.
Dapat disimpulkan bahwa saat ini membeli emas di Saudi Arabia saat melaksanaakan haji dan umroh merupakan trend yang sedang terjadi di masyarakat terutama kalangan perempuan. Terlebih dengan adanya kecintaan akan negara yang dipimpin oleh King Salman bin Abdulaziz Al Saud membuat barang-barang yang berasal dari Saudi Arabia akan mudah diminati oleh masyarakat Indonesia. Emas terutama perhiasan, menjadi komoditas yang sedang digemari beberapa kalangan, melengkapi komoditas makana yang sudah sejak lama menjadi buah tangan di para jamaah haji dan umroh. Maka dari itu dapat dilihat peluang bisnis yang cukup besar dimana saat ini belum banyak penjual emas yang spesifik memiliki desain khas Saudi Arabia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuka bisnis pada sektor tersebut, seperti yang sudah dijalankan selama ini dalam bisnis makanan, parfum maupun karpet.

Penyusun:

Hary Sudarsono | 41P20081

Referensi:

Belanja Emas di Arab Saudi


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format