Ibadah haji dengan fasilitas premium, kenapa tidak?

Semakin hari semakin banyak biro perjalanan yang menawarkan paket premium untuk ibadah haji. Apakah wajar calon jamaah haji membayar semahal itu?


0

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (QS Al-Hajj: 27)

Kutipan firman Allah tersebut menggambarkan ritual ibadah haji yang dilakukan seluruh umat Islam di dunia setiap tahunnya di musim haji. Mereka berbondong-bondong datang ke satu tempat yang sama yaitu Makkah Al-Mukarramah untuk menunaikan rukun islam yang kelima. Waktu ibadah haji dimulai dengan niat sejak bulan Syawal, Dzulqa’dah sampai 10 hari permulaan bulan Dzulhijjah., artinya jika diniatkan diluar bulan itu maka pekerjaan yang diniatkan menjadi  ibadah umrah. Pelaksanaan puncak ibadah haji sendiri adalah pada tanggal 9 dan 10 Dzulhijjah. Ritualnya diawali dari niat di miqat, ihram selama haji berlangsung, tawaf di baitullah, sai di antara bukit Safa dan Marwah, wuquf di Arafah, mabit (bermalam) di Mina dan Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, dan tahallul di akhir rangkaian ibadah[1].

Pelaksanaan ibadah haji dilakukan oleh otoritas negara masing-masing. Di Indonesia, pelaksaan haji dilakukan oleh pemerintah melalui Kementrian Agama Republik Indonesia. Sejarah mencatat pelaksaan ibadah haji di Indonesia dimulai sebelum Indonesia merdeka di tahun 1888, saat itu Indonesia mengirim 6.044 orang Jemaah haji. Sejak saat itu jumlah jamaah haji terus meningkat secara signifikan. Pada tahun 1925 melewati angka 50 ribu Jemaah dan mencapai 100 ribu jamaah pada tahun 1992. Hingga sampai tahun 1998 jumlah Jemaah haji berada di angka 200 ribu[2].

https://www.youtube.com/watch?v=1AIRZchl_bg

Sejak tahun 1999, kuota pemberangkatan haji dibagi menjadi 2, yaitu haji regular dan haji khusus[4]. Haji regular diselenggarakan langsung oleh pemerintah, sedangkan haji khusus diselenggarakan oleh pihak swasta (biro perjalanan) yang disebut PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus). Operator PIHK ini harus memiliki izin dari pemerintah berdasarkan (Peraturan Menteri Agama) PMA no.7 tahun 2019. Kuota untuk haji khusus adalah sebesar 8% dari kuota utama yang diberikan Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia. Cara menghitungan kuota haji adalah mengacu kepada Keputusan KTT-OKI 1987 di Amman, Yordania. Dalam forum itu memutuskan 1/1000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk muslim suatu negara[3]. Mengacu pada jumlah penduduk muslim di Indonesia, tahun 2019 Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 231.000 jamaah. 214ribu untuk haji reguler dan 17ribu untuk haji khusus. Berbeda dengan kuota haji regular yang akan dibagi per provinsi, kuota haji khusus dibagi secara nasional.

Jika dibandingkan dengan kuota negara lain yang dibagikan Kerajaan Arab Saudi, Indonesia adalah negara dengan kuota jamaah haji terbesar di seluruh dunia. Walaupun demikian, waktu tunggu untuk bisa berangkat ke tanah suci mencapai puluhan tahun. Jika melihat pembagian kuota per provinsi dibagi banyaknya jamaah yang mendaftar untuk ibadah haji, maka didapatkan lamanya antrian sebagai berikut :

A picture containing icon  Description automatically generated

Antrian haji regular dengan waktu paling singkat ada di provinsi maluku yaitu selama 12 tahun dan antrian paling lama ada di provinsi Kalimantan Selatan selama 33 tahun. Melihat lamanya antrian ini tentunya menimbulkan rasa khawatir didalam benak jamaah yang sudah sangat rindu untuk bisa menunaikan rukun islam yang kelima. Namun, untuk haji khusus memiliki waktu tunggu yang lebih singkat lagi, untuk pendaftaran tahun 2020 waktu tunggu nya selama 6-7 tahun. Waktu yang tidak sebentar dengan tambahan biaya yang tidak sedikit.

Berdasarkan kesepakatan antara Komisi VIII DPR RI dan Menteri Agama mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 35.235.602 atau USD 2.563, sedangkan biaya untuk haji khusus sebesar USD 4.500 – USD 5.000. Untuk haji khusus, biaya tersebut adalah biaya yang disetorkan PIHK kepada pemerintah. Untuk total biaya yang dikenakan kepada jamaah biasanya lebih besar lagi, sekitar USD 8.000 sampai USD 20.000 tergantung fasilitas tambahan yang ditawarkan PIHK. Fasilitas tersebut antara lain maskapai penerbangan yang digunakan maksimal hanya transit satu kali, hotel bintang lima dan dekat dari masjid (500m), kapasitas kamar (semakin sedikit semakin mahal), konsumsi 3x sehari sehingga jamaah tidak perlu repot mencari makan diluar hotel, sampai fasilitas terbaik selama wukuf di arafaf dan mabit di mina dan muzdalifah

A picture containing graphical user interface  Description automatically generated

Selain perbedaan biaya yang cukup jauh, ternyata haji khusus juga memiliki waktuibadah yang lebih singkat dibanding haji regular yaitu 14-26 hari. Uniknya, semakin sebentar waktu pelaksanaan yang dipilih jamaah semakin besar biaya yang harus dibayarkan. Berbeda sekali dengan haji regular yang sampai 40 hari[5]. Haji khusus ini pada awalnya memang diperuntukkan untuk jamaah yang memiliki waktu terbatas namun tetap ingin menunaikan ibadah haji. Berikut contoh paket yang ditawarkan salah satu PIHK yang terpercaya[6] :

Bila kita bandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk haji regular, harga yang ditawarkan biro perjalanan hari (PIHK) hamper 10 kali lipat untuk paket tertingginya (deluxe). Tentunya dengan mempertimbangkan value/benefit yang didapatkan oleh jamaah, apakah harga tersebut merupakan harga yang wajar? Seharusnya ada harga ada kualitas. Berikut fasilitas super mewah yang ditawarkan PIHK (ESQ) :

Paket haji khusus yang ditawarkan oleh ESQ ini tentunya memiliki target pasar calon jamaah haji yang memiliki tingkat ekonomi diatas rata-rata dan menginginkan waktu tunggu yang sesingkat-singkatnya. Namun perlu dijadikan perhatian, seiring bertambahnya kemapanan masyarakat akan semakin banyak calon jamaah haji beralih ke haji khusus yang akan menyebakan semakin panjangnya antrian keberangkatan. Pada akhirnya bisa saja lama antrian haji khusus sama dengan lama antrian haji reguler sampai puluhan tahun. Saat itu terjadi perbedaan yang bisa dibanggakan adalah fasilitas premium yang diberikan. Belum lagi adanya persaingan antara biro perjalanan, apabila masing-masing PIHK mengeluarkan paket dengan harga fantastis yang dibalut fasilitas yang menarik minat konsumen tentunya makna dari ibadah haji itu sendiri bisa beralih menjadi sebuah perjalanan mewah yang sarat dengan fasilitas mumpuni.

https://www.youtube.com/watch?v=EOwQqQ9jBY0&t=33s

Pada era digital sepeti sekarang ini tentunya sangat mudah bagi biro perjalanan untuk melakukan promosi melalui website ataupun iklan di media elektronik. Tidak sedikit biro perjalanan yang tidak memiliki izin bisa memiliki website yang bagus dan menarik. Promosi menarik yang mungkin ditawakan adalah harga yang murah dengan fasilitas premium, tentunya akan banyak calon jamaah yang terkecoh dan tergiur dengan gimmick seperti itu. Maka dari itu, sebelum memilih biro perjalanan untuk melakukan ibadah haji premium ada baiknya mengecek izin dari PIHK tersebut apakan sudah terdaftar sebagai PIHK resmi. Pengecekan bisa dilakukan melalui situs resmi Kementrian Agama (https://haji.kemenag.go.id/v4/basisdata/daftar-pihk). 

Sebagai contoh pengecekan PIHK ESQ Tours Travel yang memiliki nama PT. Fajrul Ikhsan Wisata.

PIHK tersebut terdaftar sebagai penyelenggara resmi yang diakui kementrian agama.

Selain terdaftar di kementrian agama, PIHK biasanya juga tergabung dalam sebuah asosiasi seperti Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI). Asosiasi ini juga bisa membantu masyarakat / calon jamaah haji yang memiliki keluhan atau merasa dirugikan dari paket ibadah haji yang sudah dibeli. Seperti halnya sebuah kasus yang penah terjadi di Ancol dengan modus multilevel marketing, yang menawarkan pergi haji dengan biaya murah, padahal biro perjalanan tersebut tidak memiliki izin[7].

Jika melihat penyelenggaraan haji sebagai sebuah service/ layanan yang ditawarkan kepada konsumen calon jamaah haji, promosi yang bisa menarik minat mereka adalah harga yang murah, fasilitas yang nyaman, serta waktu tunggu yang sebentar. Ketiga hal ini sangat mungkin menjadi senjata utama bagi penyelenggara tidak resmi untuk mencari keuntungan. Maka dari itu perlu kesadaran yang tinggi dari masyarakan agar lebih selektif dan waspada.

Akhir kata, meskipun biaya yang dikeluarkan cukup besar dan hampir 10x dari haji reguler, penyelenggaraan haji khusus masih sangat diminati oleh masyarakat dilihat dari waktu tunggu yang sudah semakin panjang. Jika kita melihat 10-15 tahun kebelakang, calon jamaah haji khusus (ONH PLUS) tidak perlu takut kehabisan kuota dan bisa langsung berangkat di tahun tersebut[8], namun saat ini calon jamaah haji khusus harus menunggu 6-8 tahun lamanya.

Tapi untuk sebagian besar masyarakat, harga yang ditawarkan haji khusus masih terlalu mahal. Alhasil dengan harapan bisa berangkat lebih cepat dari waktu yang dijanjikan, akhirnya memilih menggunakan haji reguler. Mungkin untuk generasi muda islam saat ini, sudah saatnya memikirkan untuk menunaikan ibadah haji ke baitullah, mengingat antrian sudah sampai 23 tahun untuk provinsi DKI Jakarta. Artinya jika saat mendaftar kita berumur 27 tahun, maka baru aja berangkat sebagai calon jamaah haji di umur 50 tahun. Saat ini sudah banyak bank syariah yang menawarkan tabungan untuk ibadah haji, dengan menyetorkan sejumlah uang (saat ini minimal 25 juta) sudah bisa mendapatkan nomor antrian. Sisanya bisa dicicil tabung sampai mendekati waktu keberangkatan. Misal ongkos hari 23 tahun lagi sebesar 48 juta, maka kita hanya perlu menyisihkan minimal 1 juta per tahun untuk melunasi biaya haji reguler tersebut. Sebuah strategi yang harus diterapkan dari sekarang jika kita tidak mau terlalu “lanjut usia” saat nanti melaksanakan ibadah haji.

Banyak orang yang berpendapat bahwa ibadah haji adalah undangan special dari Allah kepada hambanya, termasuk biaya pasti akan datang dengan sendirinya jika memang sudah “diundang”. Tapi tidak ada salahnya jika kita niatkan dari sekarang untuk bisa menunaikan ibadah haji. Karena setiap ibadah dilihat dari niatnya. Begitu pula dengan pemilihan haji khusus atau haji reguler. Jika pemilihan haji khusus diniatkan untuk bisa beribadah haji dengan nyaman yang tentunya akan meningkatkan kekhusukan bukanlah sesuatu pemborosan atau tindakan berlebihan. Namun apabila niatnya hanya untuk “berwisata” dan untuk membanggakan diri sudah berhaji maka pemilihan haji khusus ini bisa dianggap tindakan hedonisme. Sama halnya dengan PIHK yang memberikan paket-paket special, jika memang harga yang dibayarkan sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan maka produk yang mereka tawarkan bukan sebuah tindakan kapitalisme, namun apabila harga yang mereka tawarkan melebihi haarga yang mereka bayarkan untuk fasilitas tersebut maka penyelenggaran haji khusus merupakan kapitalisme berkedok agama.

https://www.youtube.com/watch?v=869InCKouV0

Sumber:

[1]https://harakah.id/apa-bagaimana-kapan-dan-dimana-pelaksanaan-haji-panduan-ringkas-memahami-ibadah-haji/

[2]http://indonesiabaik.id/motion_grafis/131-tahun-penyelenggaraan-haji-indonesia

[3]https://www.merdeka.com/peristiwa/mengapa-indonesia-mendapat-kuota-haji-paling-banyak.html

[4]https://www.rappler.com/world/bahasa-indonesia/sejarah-penyelenggaraan-ibadah-haji-indonesia

[5]https://medium.com/@sabrimuh848/perbedaan-haji-plus-dengan-haji-reguler-untuk-jemaah-haji-310671e1cf4e

[6]https://esqtours.com/biro-haji-plus-terbaik-terpercaya-esq-haji/

[7]https://news.detik.com/berita/d-938988/amphuri-laporkan-penyelenggara-haji-nakal

[8]https://www.cheria-travel.com/2010/11/biaya-haji-plus-khusus-naik-lagi.html


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format