Jatuh Bangun Penginapan Wisata semenjak Covid-19. Akankah bangkit kembali?

Kondisi Bisnis UMKM Penginapan Wisata di tengah wabah Covid-19


1
1 point

UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) adalah usaha yang berskala kecil, bersifat padat karya yang melibatkan banyak aktivitas ekonomi dan bisnis baik dari segi teknologi, manajemen, investasi dan perlindungan hak cipta. Dilihat dari kepanjangan UMKM, usaha ini berbeda dengan UKM yaitu usaha kecil menengah. Keduanya sama-sama usaha kecil tetapi yang membedakan hanyalah besarnya aset yang dimiliki usaha tersebut. Aset yang dimiliki oleh UKM lebih besar daripada yang dimiliki UMKM. 

Kriteria UMKM dan Usaha Besar Berdasarkan Aset dan Omzet

Berikut data jumlah UMKM per tahun dimulai dari tahun 2010-2018 di Indonesia :

Dapat dilihat bahwa setiap tahunnya Jumlah pelaku UMKM meningkat yang menandakan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai macam sektor UMKM, seperti pertanian dan non-pertanian.

UMKM sejatinya tidak berdiri sendiri. Melainkan ada regulasi yang menjadi pelindungnya. 

Regulasi/Peraturan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014

Regulasi ini menjelaskan tentang hukum izin usaha mikro kecil dan menengah. Yang mana pihak pengusaha harus memiliki surat izin usaha sebagai bukti pengesahan dan legalitas dari pemerintah

2. PP Nomor 23 Tahun 2018

Ini merupakan regulasi yang mengatur pelonggaran pajak yang dikeluarkan oleh kalangan UMKM. Yang mana untuk nominal pajak didasarkan atas penghasilan dari usaha yang diterima perusahaan melalui peredaran bruto tertentu

3. Peraturan Menteri Perekonomian Nomor 11 Tahun 2017

Regulasi ini terkait dengan pendanaan modal usaha untuk UMKM. Yang mana dengan regulasi ini akan terjadi peningkatan dan perluasan pelayanan bank terhadap pengusaha UMKM yang produktif serta memiliki daya saing

4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008

Ini terkait dengan kemitraan antara pemerintah dengan pengusaha UMKM. Yang mana dengannya pemerintah juga berkewajiban untuk menyediakan informasi-informasi data yang berisi para pelaku usaha mikro kreatif dan produktif

Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Sementara itu kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha.

UMKM tersebut didominasi oleh pelaku usaha mikro yang berjumlah 98,68% dengan daya serap tenaga kerja sekitar 89%. Sementara itu sumbangan usaha mikro terhadap PDB hanya sekitar 37,8%.

Belum lama ini, Indonesia terkena penyebaran virus corona (Covid-19) yang dimana sudah duluan terjadi di negara-negara lain secara global. Penyebaran virus corona (Covid-19) ini berakibat buruk terhadap perekonomian Indonesia, termasuk pelaku usaha. Kementerian Keuangan (Kemenkau) mencatat, dunia usaha yang terdampak signifikan adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).Hal tersebut disebabkan, UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Pada 2018, UMKM tercatat sebanyak 64,2 juta unit. 

Dari data di atas, Indonesia mempunyai potensi basis ekonomi nasional yang kuat karena jumlah UMKM terutama usaha mikro yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja sangat besar. Pemerintah dan pelaku usaha harus menaikkan ‘kelas’ usaha mikro menjadi usaha menengah.Usaha mikro juga mempunyai perputaran transaksi yang cepat, menggunakan produksi domestik dan bersentuhan dengan kebutuhan primer masyarakat.

Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60% di masa pra pandemi. 

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99% – 97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional. 

Salah satu sektor UMKM yang terkena dampak dari Covid-19 ini adalah UMKM sektor penginapan wisata, yang termasuk di dalamnya perhotelan, villa, resort, dan yang lainnya yang lokasinya strategis terhadap tempat wisata di Indonesia seperti Bali. 

Penurunan pendapatan pariwisata di Bali telah terjadi sejak Februari 2020. Penurunan ini terjadi karena adanya penerapan peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan juga pelarangan perjalanan dari dan keluar negeri. Tren penurunan terus terjadi pada Maret 2020. Angka wisatawan mancanegara turun sebesar 42,32 persen. Sementara untuk April, per 13 April 2020 dilaporkan penurunan kunjungan sebesar 93,24 persen.

Selain sektor turunan pariwisata seperti perhotelan/penginapan yang mengalami kerugian, sektor pertanian juga terkena dampak Covid-19. Produk pertanian mengalami penurunan permintaan. Akibatnya, pasokan pangan seperti sayur dan buah meningkat karena tak terserap yang dimana biasanya dibeli oleh perhotelan/penginapan tersebut sebagai bahan makanan/minumannya. 

Selain dari kurangnya jumlah wisatawan, pelaku UMKM penginapan wisata juga mengalami kerugian dari biaya listrik dan air. Dikarenakan mereka tetap harus membayar abonemen secara penuh dan listrik serta air harus selalu standby meskipun tidak ada tamu yang datang menginap. 

Memandang secara global dampak dari Covid-19 terhadap perhotelan, IHG (International Hotel Group) yang merupakan salah satu industri perhotelan terbesar di dunia juga terkena dampak dari Covid-19.  IHG mengalami penurunan pendapatan sekitar 60% semenjak adanya wabah Covid-19 yang menyebar secara global. IHG sendiri memiliki banyak hotel yang tersebar di berbagai negara. 

Berikut grafik Pendapatan per kamar untuk perhotelan di Eropa : 

Dapat dilihat selisih antara bulan Februari 2020 dan Maret 2020 sangat signifikan perubahannya terutama untuk Italy yang sempat mengalami lockdown total.

Dikarenakan banyaknya wisatawan yang keluar-masuk Eropa maka penyebarannya juga sangat cepat sehingga penurunan pendapatan ini langsung dirasakan begitu adanya penerapan kebijakan social distancing dan lockdown. 

Menanggapi dampak dari Covid-19, IHG mengambil langkah/strategi sebagai berikut untuk mempertahankan bisnisnya , yaitu :

  • Memperbolehkan karyawan bekerja dari rumah (Work From Home)
  • Menghilangkan biaya pembatalan terhadap tamu hotel
  • Memberikan akomodasi terhadap orang yang terdampak Covid-19 sebagai tempat isolasi mandiri, baik untuk tenaga medis, wisatawan, dan juga tuna wisma
  • Mengurangi gaji karyawan pada posisi strategis
  • Membatalkan pembagian dividen saham 
  • Memberikan bantuan finansial dari pusat untuk hotel yang mengalami kerugian sangat tinggi 

Dalam menjalankan bisnis, tentunya tujuan utamanya adalah mendapatkan profit (keuntungan). 

Adapun orang dan aktivitas yang terlibat di dalam bisnis tersebut dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu :

  • Manajemen

Melibatkan  fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengaturan

  • Marketing

Berfokus pada semua kegiatan pemasaran yang memberikan kepuasan terhadap pelanggan

  • Finance

Mengacu pada semua kegiatan yang berpusat pada pengumpulan uang dan cara efektif penggunaannya 

Dalam menjalankan bisnis juga terdapat sumber-sumber daya yang harus dikelola dengan baik, yaitu :

  • Sumber daya manusia (karyawan)
  • Sumber daya finansial (modal)
  • Sumber daya lainnya yang tidak berwujud

Berdasarkan kedua hal di atas dapat kita lihat bahwa ketika kita menjalankan bisnis, kita harus dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan tujuan bisnis kita. Mengacu pada strategi IHG terhadap dampak Covid-19 untuk mempertahankan bisnisnya, IHG berfokus pada sumber daya manusia dan finansial. IHG memperbolehkan karyawannya untuk bekerja dari rumah dan juga pengurangan gaji karyawan yang tinggi pada posisi strategis serta bantuan finansial dari pusat untuk hotel yang mengalami kerugian yang sangat tinggi agar terhindar dari penutupan hotel. Semua hal ini dilakukan untuk mempertahankan jalannya bisnis perhotelan IHG untuk menghindari kebangkrutan total.

Kembali ke UMKM penginapan wisata di Indonesia, UMKM penginapan wisata dapat mengadopsi strategi yang dilakukan oleh IHG menyesuaikan dengan kondisi dari bisnisnya.

Untuk dapat mengurangi biaya operasi, UMKM penginapan wisata dapat melakukan pengurangan gaji karyawan pada posisi strategis dahulu, seperti CEO dan Director. Dan untuk memudahkan/menghilangkan biaya promosi atau pemasaran, UMKM penginapan wisata dapat bergabung dengan jaringan perhotelan/penginapan di Indonesia seperti AirBNB,OYO, dan lain-lain yang dimana merupakan salah satu poin dalam 4P dari Marketing Mix.

Adapun 4P dari Marketing Mix tersebut adalah :

  • Product

Termasuk barang, jasa, dan ide

  • Place

Menyangkut lokasi,transportasi,logistik, persediaan dan lain-lain

  • Price

Elemen penting karena berhubungan langsung dengan pendapatan dan profit

  • Promotion

Berkaitan dengan pengenalan bisnis ke public melalui iklan dan lain-lain

Dalam pengelolaan sumber daya manusia (Managing Human Resources) dapat dilakukan penambahan job desk baru yang menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi akibat Covid-19 seperti pekerja yang berfokus pada K3 penginapan/perhotelan dan juga digitalisasi sistem IT penginapan agar karyawan dapat bekerja dari rumah. Pengelolaan sumber daya manusia ini dilakukan untuk menghindari pemberhentian karyawan sehingga karyawan yang dirasa tidak diperlukan dapat dialihkan ke pekerjaan lain.

Dengan selesainya masa PSBB yang dimasuki dengan fasa New Normal, aktivitas sehari-hari dapat berjalan seperti biasa tetapi tetap dengan mengikuti protokol Kesehatan yang berlaku. 

Dengan masuknya fasa New Normal ini, maka UMKM penginapan wisata dapat Kembali menerima tamu yang ingin berwisata dengan menjalankan protokol Kesehatan yang berlaku sesuai dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Sehingga kebersihan dan kesehatan dari hotel dan karyawan merupakan faktor utama yang mempengaruhi jalannya bisnis karena apabila ditemukan pelanggaran aturan protokol Kesehatan, pelaku usaha dapat diberikan sanksi. Apabila ditemukan adanya tamu terinfeksi Covid-19 ketika menginap di penginapan/hotel tersebut, maka penginapan/hotel tersebut akan ditutup sementara dan dilakukan sanitasi total dan seluruh karyawannya akan diperiksa untuk mengetahui apakah ada karyawan yang positif Covid-19 atau tidak. 

Adapun Ide Gila yang dapat dilakukan UMKM penginapan wisata adalah mencoba untuk memodifikasi sementara bangunannya untuk menjadi sebuah restoran yang menyediakan jasa delivery/antar ke konsumen/pelanggan dikarenakan biasanya perhotelan/penginapan memiliki tim food and beverage yang biasa menyiapkan makanan untuk para tamu. Untuk pemasaran/promosi dapat dilakukan melalui platform digital seperti Instagram, twitter, facebook dan juga youtube. Apabila menu makanan dan minumannya sesuai dengan permintaan pasar maka biaya operasional penginapan tersebut dapat tercukupi walaupun mungkin belum mendapatkan profit/keuntungan. 

Dan juga pelaku usaha dapat memberikan diskon yang berlaku dalam jangka waktu panjang untuk tamu yang berminat menjadi pelanggan/member hotel. Diharapkan dengan adanya diskon ini, tamu akan antusias untuk menginap tentunya dengan fasilitas yang lengkap dan penerapan protokol kesehatan.

Semoga dengan masuknya fase New Normal UMKM penginapan wisata dapat pulih kembali.

Referensi : 

Business Foundations – A Changing World (12th Edition, 2020, McGraw-Hill Education) – Linda Ferrell, O. C. Ferrell, Geoffrey A. Hirt

https://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_mikro_kecil_menengah

https://zonapengertian.com/pengertian-umkm-adalah/

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200424184540-92-497101/pariwisata-bali-rugi-rp138-t-karena-corona

https://www.ihg.com

https://www.mckinsey.com/industries/travel-logistics-and-transport-infrastructure/our-insights/hospitality-and-covid-19-how-long-until-no-vacancy-for-us-hotels#

https://www.hospitalitynet.org

Penulis :

Edward Simon Situmorang

EMBA B 41C


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format