KEINDAHAN WANITA KARENA KECANTIKAN YANG HALAL

Kecantikan adalah cahaya hati yang terpancar dari dalam


0

PROBLEM IDENTIFICATION

Pertumbuhan penduduk Muslim dunia dan peningkatan pendapatan di negara-negara mayoritas Muslim yang menunjukkan tren positif telah membawa peningkatan yang signifikan terhadap permintaan produk halal secara global. Jika sebelumnya pasar produk halal dianggap terbatas dan kurang menguntungkan, saat ini produk halal telah mampu menjadi primadona yang digunakan beberapa negara untuk meningkatkan devisa. Permintaan produk halal ini pun tidak hanya untuk produk makanan saja namun telah meluas ke kategori produk lain seperti kosmetik, farmasi, jasa keuangan, dan pariwisata.

Bagi umat Muslim mengkonsumsi atau menggunakan produk halal merupakan sebuah kewajiban. Lawan kata dari halal ini adalah haram yang berarti dilarang atau tidak diperbolehkan. Halal dan haram tidak hanya berhubungan dengan kegiatan konsumsi namun terkait dengan seluruh kegiatan yang dilakukan manusia seperti kegiatan berdagang yang harus bersih dari unsur riba dan perbuatan curang. Hukum mengenai kehalalan suatu hal mengacu pada Al-Qur’an dan Hadits, seperti pada Al Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168. 

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. 2:168)

Sebagai negara dengan lebih dari 200 juta (80,2%) penduduk menganut agama Islam dapat dikatakan Indonesia adalah pasar yang potensial bagi produk halal. Bagi konsumen (Muslim) Indonesia, status kehalalan produk merupakan isu yang sensitif karena berhubungan dengan kehidupan spiritual dimana konsumen meyakini bahwa perbuatan melanggar aturan agama seperti mengkonsumsi produk yang tidak halal akan membawa konsekuensi tidak hanya di kehidupan sekarang namun juga di kehidupan lain (akhirat). Perusahaan besar sekalipun dalam tempo singkat bisa kehilangan pasar ketika produk yang ditawarkan diduga mengandung zat yang tidak halal. Adanya perkembangan informasi dan teknologi yang begitu pesat akan semakin meningkatkan kesadaran konsumen (consumer awareness) terhadap produk halal. Para produsen tidak hanya bersaing dengan produk lokal namun juga produk import. Persaingan yang begitu ketat ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika produsen bisa menemukan area lain di pasar produk halal yang masih memiliki peluang besar seperti produk farmasi dan kosmetik. Di Indonesia sendiri untuk produk kosmetik, sudah banyak merek kosmetik yang memiliki sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), sementara sebagian besar lainnya (umumnya merupakan merek asing) belum memiliki sertifikat halal. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

https://halalcorner.id/wp-content/uploads/2018/02/IMG_20180615_124541-696x698.jpg

Gambar 1. List of Halal Cosmetics In February 2018

CRITICAL THINKING

Beberapa penelitian memperlihatkan adanya hubungan positif antara tingkat religiositas seseorang dengan perilaku konsumsi. Seseorang yang memiliki religiositas tinggi, perilaku konsumsinya akan cenderung sesuai dengan aturan agama. Tingkat kesadaran halal dan kehati-hatian mereka pun akan cenderung lebih tinggi. Meskipun demikian, kesadaran konsumen untuk memeriksa apakah ada jaminan halal (berupa logo halal dari LPPOM MUI) yang tercantum pada kemasan masih rendah. Konsumen menganggap jaminan halal tersebut bukan suatu hal yang krusial dan selama pedagang yang menjual produk tersebut beragama Islam maka produk tersebut sudah dianggap halal. Namun demikian, produsen tidak bisa serta merta mengabaikan label halal pada produk mengingat dengan akan disahkannya Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal pada tahun 2014 maka produk konsumsi non-haram (termasuk kosmetik) yang beredar di Indonesia wajib memiliki sertifikat halal. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi konsumen Muslim (dari segi halal) dan juga konsumen non Muslim, namun di sisi lain sertifikasi halal yang bersifat wajib ini dikhawatirkan akan memberatkan produsen kosmetik kecil karena untuk melakukan sertifikasi seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain masalah biaya, yang perlu juga dicermati adalah penggunaan “halal” sebagai strategi branding harus dilakukan secara hati-hati karena “halal” berkaitan dengan sesuatu yang sangat fundamental bagi konsumen. Lebih jauh lagi ketika perusahaan menggunakan halal sebagai branding maka perusahaan tersebut dituntut untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat mengingat produk halal rentan terkontaminasi oleh zat yang tidak halal. Masalah etika dalam produksi dan manajemen perusahaan juga hal yang akan dilihat oleh konsumen.

Kosmetik merupakan sebuah bahan yang digunakan pada area wajah untuk menutupi kekurangan pada kulit, sehingga hasilnya wajah akan terlihat lebih menarik dan para perempuan akan lebih percaya diri. Tak heran bila kini kosemtik seakan-akan menjelma menjadi salah satu kebutuhan yang wajib dimiliki bagi setiap perempuan dari berbagai strata sosial. MarkPlus Insight Women Survey yangmenobatkan Wardah sebagai merek kosmetik paling populer untuk wanita Indonesia kemudian diikuti oleh Pixy dan Sari Ayu. 

favouritecosmeticbrand_womensurvey2015

Gambar 2. MarkPlus Insight Women Survey 2015

ANALYTICAL THINKING

Untuk bisa menjadi merek yang bisa diterima dengan baik oleh konsumen, maka seorang pemasar memerlukan strategi yang tepat. Kemudian, agar strategi tersebut bisa memberi hasil yang efektif maka pemasar perlu mengetahui bagaimana perilaku pembelian terbentuk -perilaku membeli kosmetik berlabel halal- dan faktor-faktor apa saja yang mendorong konsumen membeli kosmetik berlabel halal.

Brand. Brand atau merek adalah nama, istilah, tanda, lambing, desain atau kombinasi dari itu untuk menunjukkan sebuah identitas dari sebuah produk sebagai pembeda dengan produk lainnya. Merek merupakan sebuah konsep yang menjadi value pada produk berupa nama, kemasan, dan iklan dari penjual. Semakin mudah konsumen mengingat merek, maka semakin tinggi niat pembelian mereka dan semakin besar kemungkinan pembelian.

Price. Harga merupakan suatu nilai yang dinyatakan dalam rupiah. Kemudia harga dapat juga didefinisikan sebagai jumlah yang dibayarkan oleh pembeli. Maka dari itu, harga adalah suatu cara bagi seorang penjual untuk membedakan penawarannya dari para pesaing. 

Quality. Kualitas memiliki arti yang sangat penting dalam keputusan pembelian konsumen. Kualitas produk dapat didefinisikan sebagai kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya.

Labelling. Labeling berkaitan erat dengan pemasaran. Sebuah label merupakan bagian dari kemasan, atau dapat juga sebagai tanda pengenal yang menempel atau melekat pada produk. Adapun label halal adalah labelisasi halal pada produk yang merupakan sebuah jaminan bagi konsumen. Label halal tersebut dapat dicantumkan pada produk apabila produk telah memiliki sertifikat halal MUI yang merupakanfatwa tertulis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk melalui berbagai prosedur.

Gambar 3. Logo halal dari LPPOM MUI

Pemasaran produk kosmetik biasanya ditemukan pada halaman majalah dan iklan televisi yang menampilkan model kecantikan. Strategi komunikasi ini merupakan hal yang biasa dilakukan oleh perusahaan kosmetik dalam waktu yang cukup lama untuk menjangkau pasar. Kemudian seiring dengan perkembangan media komunikasi dan sosial media yang ada memudahkan juga untuk berbagai kampanye promosi melalui berbagai media dan menjangkau banyak tempat dan konsumen. Pemanfaatan media sosial yang mampu membantu menjalankan strategy marketing dan saat ini media sosial merupakan alat komunikasi yang banyak digunakan dan efektif dalam mendukung pemasaran. Peluang ini dimanfaatkan oleh Wardah Kosmetik untuk menjadi media yang mempromosikan produknya. Wardah kosmetik memiliki bagian Tim Brand yang memproduksi video dan foto yang menjadi bahan untuk diposting di media sosial. Media sosial yang dimiliki oleh Wardah kosmetik juga aktif dengan beragam postingan gambar dan disertai informasi mengenai pengetahuan tentang produk. 

Gambar 4. Official account Instagram Wardah Kosmetik

Dalam hal ini aktivitas-aktivitas pemasaran yang merupakan usaha-usaha langsung untuk menjangkau, menginformasikan dan mengajak konsumen agar menggunakan produk tertentu sangatlah diperlukan. Usaha-usaha tersebut meliputi 7P atau bauran pemasaran yaitu Produk (product), Harga (Price), Tempat (Place), Promosi (promotion), orang (people), bukti fisik (physical evidence), proses (process). Melalui kegiatan pemasaran langsung (Direct Marketing) sales marketing dapat mengirimkan informasi secara langsung seperti direct mail, katalog kepada konsumen ataupun target konsumen yang dianggap potensial. Dengan melakukan kegiatan penjualan pribadi (Personal Selling) sales marketing dapat membantu perusahaan dengan mengunjungi secara langsung target konsumen yang di anggap potensial untuk dikunjungi. Untuk mempertahankan pembelian pelanggan terhadap sebuah merk atau produk, maka bisa dikuatkan dengan meningkatkan Performance bauran pemasaran (Marketing Mix).

KESIMPULAN DAN SARAN

Bauran pemasaran adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, produk, harga, distribusi, dan promosi, yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam target marketing. Menjadi penting bagaimana sebuah perusahaan mampu menetukan strategi untuk membuat konsumen percaya kepada mereka dan mau untuk menggunakan produk mereka. Hal tersebut biasa dilakukan dengan berbagai cara dalam bentuk mulai dari pelayanan yang dilakukan dari para Beauty Advisor sebagai representative perusahaan itu sendiri ataupun dengan cara lain yaitu berupa penyampaian informasi kepada publik tentang apa dan bagaimana perusahaan kita dalam memberikan pelayanan ataupun tentang latar belakang perusahaan kita itu sendiri. Adapun elemen komunikasi pemasaran lain yang dapat dilakukan untuk membantu kegiatan pemasaran ialah dengan mengadakan kegiatan promosi penjualan (Sales Promotion). Dari beberapa elemen komunikasi pemasaran yang dapat dilakukan dan tidak boleh dilupakan oleh perusahaan yaitu kegiatan publisitas atau kehumasan (Publicity). Dalam kegiatan kehumasan ini sales marketing harus dapat mengelola hubungan yang baik dan pandangan image yang positif mengenai perusahaan dimata publik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sponsorship kegiatan-kegiatan yang positif, terlibat dalam kegiatan CSR (Corporate Social Responsbility) dan berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh komunitas. 

Referensi :

  1. Ferrel H. Ferrel. 2020. Business Foundations : A Changing World. New York : McGraw-Hill Education
  2. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, Vol 4, No. 2, Juni-Des 2018
  3. https://core.ac.uk/download/pdf/324204336.pdf
  4. https://halalcorner.id/en/tag/daftar-kosmetik-halal-indonesia/
  5. https://www.halalmui.org/mui14/
  6. https://media.neliti.com/media/publications/77623-ID-perilaku-pembelian-kosmetik-berlabel-hal.pdf
  7. http://repository.uin-suska.ac.id/21801/1/SKRIPSI%20GABUNGAN.pdf
  8. https://www.researchgate.net/publication/331868860_FAKTOR-FAKTOR_YANG_MEMPENGARUHI_INTENSI_PEMBELIAN_KOSMETIK_HALAL

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format