SEPI PEMBELI, BAGAIMANA KABAR PENJUAL BUAH DI MASA PANDEMI?

Kelesuan bisnis dialami oleh pemilik UMKM, terkhusus sub-sektor hortikultural. Alih-alih meningkat, ternyata penjualan buah semakin menurun di masa pandemi.


1
1 share, 1 point

Kondisi Produksi Buah-Buahan di Indonesia tahun 2019

      Salah satu sub-sektor pertanian yang memegang peranan penting di tengah masyarakat adalah sub-sektor holtikultura, terkhusus pada buah-buahan. Buah-buahanmerupakan  salah  satukomoditas  hortikultura yang   mempunyainilai   ekonomis   tinggi (Widiyanto, 2016). Hampir seluruh masyarakat tentunya pernah mengonsumsi buah-buahan bahkan menjadi sebuah kebutuhan primer untuk golongan masyarakat tertentu. Buah-buahan menjadi salah satu makanan yang masuk kedalam 4 Sehat 5 Sempurna karena kekayaan vitamin, mineral, dan gizi baik didalamnya. Konsumsi buah ini pun dapat dikonsumsi oleh segala tingkatan umur. Tingkat permintaan buah-buahan meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan bertambahnya produk yang berbahan baku buah, seperti jus buah, masker wajah berbahan dasar buah-buahan, jenis makanan berbahan baku buah, dan lain-lainnya. Meskipun permintaan yang tinggi ini, kebutuhan akan buah-buahan tetap dapat terpenuhi karena didukung dengan adanya daya produksi buah-buahan yang memadai.

Sumber : Data Produksi Tanaman Buah-Buahan Tahun 2019 di Indonesia, Badan Pusat Statistik, 2020

       Berdasarkan table data produksi diatas, dapat diketahui bahwa terhadap 26 jenis komoditas buah-buahan(alpukat, belimbing, duku/langsat, durian, jambu biji, jambu air, jeruk siam, jeruk besar, mangga, manggis, nangka/cempedak, nenas, pepaya, pisang, rambutan, salak, sawo, markisa, sirsak, sukun, apel, anggur, melon, semangka, blewah dan stroberi) yang tersedia di Indonesia, total produksi buah-buahan tersebut mencapai 22.5 juta ton di tahun 2019. Kondisi ini menunjukan bahwa kemampuan produksi meningkat 4,8% dibandingkan tahun 2018 (BPS, 2020).

Untuk dapat mengonsumsi buah-buahan, kita dapat dengan mudah temukan zaman sekarang. Banyak penjual buah-buahan, baik yang dijajarkan di pasar tradisional atau modern dengan harga yang bervariasi. Kemudahan mendapatkan tanaman buah-buahan ini membuat proses pengiriman buah dapat dilakukan dengan cepat dan perputaran bisnis di sector pertanian ini dapat bergerak. Yang paling kita sering temui adalah penjual buah-buahan rumahan berbasis UMKM/Sole Propiertorship.

KONDISI PENJUAL BUAH-BUAHAN DI MASA PANDEMI COVID-19

UMKM merupakan bentuk bisnis Sole Propiertorship yang dilihat dari sisi kepemilikannya perseorangan (Ferrel, 2020)

Sumber : Ferrell, O.C, Hirt, G. & Ferrel, L. (2020). Business: A Changing World. 12th Edition, McGraw-Hill, New York: McGraw–Hill

       Penjual buah-buahan semakin menjamur karena bentuk bisnis ini mudah dijalani dan seluruh keuntungan dapat dimiliki oleh pemilik bisnis. UMKM di sektor pertanian jenis ini pun mempermudah pemilik untuk mengontrol usaha yang dilakukan. Tak heran apabila kita lihat penjual buah-buahan yang menjajakan jualannya di pinggir jalan/di pasar dapat membuka atau menutup jualannya sesuai dengan keinginan pemiliki. Penetapan harga atas buah yang dijual pun menjadi tanggung jawab pemilik dan cenderung tidak memiliki banyak karyawan yang membantu menjalankan usaha perseorangan jenis ini. Dari segala keuntungan bentuk bisnis Sole Propiertorship, keberadaan UMKM juga relative mudah terombang-ambing karena bentuk bisnis iini tidak memiliki sumber dana eksternal yang dapat menyokong modal usaha. Keberhasilan bentuk usaha ini juga sangat ditentukan oleh keahlian dan kompetensi pemilik usaha dalam mengelola keuangan. Sifat ‘perserorangan’ ini membuat jenis usaha Sole Propiertorship mudah ‘gulung tikar’, bisa karena kondisi pasar yang tidak stabil, barang substitusi yang telah tersedia, persaingan harga pasar, force majeur, dan sebagainya. Kerentanan akan ketidakberhasilan bisnis UMKM dapat jelas dilihat pada kondisi pandemic COVID-19 seperti saat-saat ini. Tidak adanya penyokong modal, membuat banyak penjual buah-buahan mengharuskan berpindah profesi. Bisa kita lihat dari perjalanan Pak Sansang Narta (25) yang harus berjuang mempertahankan penjualan buah-buahan yang dia lakukan di Pasar Rau, Serang, Banten.

     Warung jualannya sepi pengunjung semenjak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengharuskan untuk tidak melakukan pertemuan fisik. Berdasarkan https://banten.tribunnews.com/2020/09/20/dampak-covid-19-di-pasar-rau-jualan-dimakan-sendiri-penjual-orang-takut-beli-buah, Ia pun rela untuk terus membuka lapak nya mulai jam 08.00 – 22.00 WIB. Tak jarang, ia harus memakan buah yang dijualnya sebelum buah tersebut busuk. Penurunan daya beli ini disebabkan langganan yang biasanya membeli jualannya tidak mengunjungi pasar meskipun kita tahu bahwa seharusnya permintaan buah semakin meningkat karena masa pandemic COVID-19 ini buah dianggap menjadi obat yang dapat membantu mempertahankan imunitas kita. 

     Selain lapak buah Bapak Sansang Narta di Serang, penutupan toko buah pun dialami oleh Toko Buah Moena (https://moenafreshbali.com/,2020) di Bali. Toko buah Moena memiliki 10 cabang yang tersebar di Denpasar dan Badung. Meskipun toko buah Moena telah berinovasi dengan menyediakan banyak produk tambahan, ternyata belum dapat membantu melewati dampak COVID-19 ini. Alhasil, Toko Buah Moena yang telah berdiri dari tahun 1992 terpaksa harus menutup sementara 4 cabang tokoh buah yaitu cabang Buduk, Sesetan, Sanur, dan Hayam Wuruk. 

      Pemilik bentuk bisnis Sole Propiertorship, seperti UMKM, ini harus bisa menciptakan inovasi agar dapat mencapai tujuan bisnis, yaitu menghasilkan profit. Inovasi ini pun harus memperhatikan banyak bagian seperti gambar dibawah ini :

Overview of The Business World

Sumber : Ferrell, O.C, Hirt, G. & Ferrel, L. (2020). Business: A Changing World. 12th Edition, McGraw-Hill, New York: McGraw–Hill

                Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa aktivitas yang masuk dalam bisnis yang harus diperhatikan untuk mempertahankan usaha penjualan buah-buahan. Pada bentuk usaha Sole Propiertorship, yang dimana kepemilikan usahanya perseorangan, sangat memungkinkan untuk mengevaluasi hasil penjualan dan teknik pemasaran yang telah dijalani. Bisnis dapat berjalan apabila pemilik dan karyawan yang bekerja dapat secara berkelanjutan memiliki visi dan misi dalam menjalankan bisnis yang sama. Berawal dari rencana pendek dan system pemantauan yang baik, dapat membantu UMKM bertahan melawan kondisi pandemi COVID-19. Pembeli/pelanggan menjadi salah satu asset yang harus dijaga oleh pemiliki bisnis UMKM, karena tidak ada keterikatan secara struktural, maka cara komunikasi dan pemberian pelayanan kepada pembeli sangat penting karena tujuan bisnis adalah mendapatkan profit dari pembelian yang dilakukan pelanggan. Memastikan tingkat kepuasan pelanggan adalah kunci keberhasilan dari UMKM. 

                Selain itu, UMKM juga tidak dapat menutup mata terhadap kompetisi pasar. Kompetisi pasar akan terus ada dan pemilik dagang buah-buahan harus berjuang untuk memenangkan kompetisi dan menyeimbangkan dengan perkembangan teknologi jaman sekarang. Apalagi ditambah dengan kondisi pandemi COVID-19 ini yang menuntut semua serba online

BEST PRACTICES YANG MEMUNCULKAN IDE “GILA”

Pandemi COVID-19 ini tidak hanya melanda Indonesia, namun melanda berbagai Negara. Banyak usaha kecil-menengah di Negara lain yang harus menghadapi kelesuan bisnisnya. Pada awalnya, banyak penjual buah menjajakan jualannya menggunakan truck atau kendaraan pribadinya di beberapa titik yang sering dikunjungi orang-orang, seperti pada video berikut :

Sumber : Youtube https://www.youtube.com/watch?v=l0OGCMjOBzg

Namun, dari kelesuan itulah pemilik bisnis melakukan inovasi yang membuat bisnisnya tetap bertahan.

  1. First Choice Produce, penyedia bahan baku makanan untuk hotel dan restoran di London, menerapkan 24 jam operasional melalui berbasis online. Mereka sudah menerima 800 pesnaan per hari melalui online tersebut. Memanfaatkan facebook sebagai sarana promosi meningkatkan profit dari First Choice Produce.
  2. Eden East, farm-to-table restaurant di Texas membuat website yang berisi pilihan buah-buahan dan sayur yang dapat dipilih oleh pelanggan. Eden East menyediakan dua pilihan pengemasan yaitu – tas kecil yang berisi empat sampai enam item – dan tas besar yang berisi tujuh sampai Sembilan item. Pelanggan memilih di website dan langsung diantarkan kerumah. Setiap pengantaran yang dilakukan, mereka melakukan update di social media sebagai salah satu sarana untuk penyambung informasi. 
  3. J.W. Lopes, penyuplai bahan baku untuk restoran di Massachusetts, mengubah lini bisnisnya menjadi direct-to-customer. Mereka membuat WooCommerce website. Website tersebut memungkinkan agar pelanggan dapat memilih bahan baku dari berbagai supplier. Mereka membuat ruang untuk dapat memfasilitasi UMKM lainnya yang bergerak dibidang supplier bahan baku. Hasilnya mereka berhasil mendapatkan 1.000 pelanggan aktif dan 4.500 pelanggan yang masih dalam antrian.

      Sama halnya dengan yang sudah ada di Indonesia, aplikasi jual-beli buah-buahan ini menyediakan fasilitasi pembelian secara online bagi masyarakat yang membutuhkan, tentunya hal ini sangat membantu para UMKM di perkotaan. Namun, bagaimana kabar UMKM penjual buah-buahan yang berada di pedesaan? Tentunya tak semua UMKM dapat bisa terfasilitasi melalui aplikasi. Dalam kondisi ini, akan bisa menciptakan inovasi baru dengan mengembangkan yang sudah dilakukan oleh Palo Alto, home company di California, USA. Palo Alto memanfaatkan truk yang dimilikinya sebagai sarana untuk menjualkan buah-buahannya langsung kepada warga. Mengingat customer-oriented membuat Palo Alto menciptakan sebuah proses penyediaan sampai pada distribusi yang baru. Ia menjajarakn jualannya sambil berkeliling ditiap-tiap rumah.

                Hal ini dapat menjadi gambaran untuk membuat terobosan baru dalam penjualan buah-buahan. Inovasi yang bisa dilakukan untuk pemilik UMKM dimanapun berada yaitu dengan menerapkan metode “Newspaper Selling” atau bisa disebut dengan “Antar Buah”. 

Transformation Process of Operation Management

Sumber : Ferrell, O.C, Hirt, G. & Ferrel, L. (2020). Business: A Changing World. 12th Edition, McGraw-Hill, New York: McGraw–Hill

    “Antar Buah” menerapkan ilustrasi proses transformasi dari manajemen operasi yang memungkinkan percepatan delivery product dari owner ke customer dan langsung dapat menerima penilaian/feedback sebagai bahan pembaharuan. “Antar Buah” ini adalah salah satu cara bagaimana penjual buah memasarkan buah-buahannya dengan cara berlangganan. Sama halnya dengan berlangganan Koran,  kini penikmat buah dapat memilih paketan langganan yang sesuai dengan kebutuhan. Paket berlangganan buah ini tentunya dapat diterapkan baik pemilik UMKM di perkotaan maupun di pedesaan. Dengan bermodalkan kendaraan bermotor dan diberikan sekat pelindung disekitarnya, pemilik UMKM dapat mengantarkan paketan buah tersebut langsung ke rumah pelanggan. Cara pemasaran awal yang dapat dilakukan yaitu “direct information” yang dilakukan dengan cara langsung menghubungi para pelanggan. Penetapan harga paketan disesuaikan dengan jenis buah dan jumlah buah yang dipesan. Melalui cara ini, dapat membantu para pemilik UMKM terus memasarkan buah jualannya sesuai dengan pemesanan sehingga mengurangi adanya buah yang busuk akibat tidak terbeli. Paket tersebut terdiri dari :

  1. Paket Buah Paria : 2 jenis buah masing-masing sebanyak 5 buah
  2. Paket Buah Waisya : 4 jenis buah masing-masing sebanyak 5 buah
  3. Paket Buah Ksatria : 6 jenis buah masing-masing sebanyak 5 buah 

     Harga paketan diatas berkisar mulai dari Rp. 100.000/paket. Jangka waktu paket bisa ditentukan sendiri oleh pelanggan. Dapat diterapkan jangka waktu dasar, sekali paket langsung habis, atau premium, dilakukan per minggu setiap bulannya. Perpanjangan atau pemutusan paket berlangganan pun bisa dengan mudah dilakukan.

                Tak hanya itu, “Antar Buah’ juga bisa memfasilitasi kebutuhan pengantaran buah untuk rekan atau saudara yang membutuhkan di luar rumah dalam bentuk “Bekal Buah”. Dengan tampilan pengemasan yang menarik dan bersih, akan meningkatkan kembali daya beli buah pelanggan tanpa harus keluar rumah untuk membeli buah. Pengantaran “Antar Buah” door-to-door menggunakan mekanisme dropping off di ice box kecil yang sudah disediakan oleh pemilik UMKM. Hal ini memastikan bahwa buah tetap diantarkan dalam keadaan segar dan bersih. Pemilik UMKM pun akan membuat sebuah community untuk mempermudah akses penjualannya, disamping mulai dilakukan promosi melalui social media lainnya. 

Sedikit ilustrasi "Antar Buah" yang merupakan hasil dari modifikasi best practices dari milkandeggs.com.

Sumber : Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=ppSykw3jZbI

    Selain dari jasa antar langsung kerumah, dari sisi produk sampingan yang bisa ditawarkan, buah-buah yang sudah ter-stock dapat disulap menjadi bahan baku pembuatan donat. Donat menjadi makanan yang familiar. Namun, donat dengan rasa buah-buahan akan menambah rasa penasaran pelanggan untuk mencoba. Dengan campuran bahan baku nya, buah-buahan pun bisa dijadikan topping diatas donat tersebut. Donat pun bisa ditujukan untuk berbagai acara dan keperluan pelanggan. Selain makanan donat, buah-buahan bisa dijadikan bahan baku untuk pupuk. Pupuk tersebut bisa digunakan kembali oleh para petani buah-buahan untuk memproduksi tanaman buah-buahan tersebut. Setidaknya, ide “gila” masih dapat dieksplorasi lebih lanjut. Namun, melalui ide ini diharapkan bisa mengaktifkan kembali roda bisnis para penjual buah-buahan. 

Referensi :

  1. Ferrell, O.C, Hirt, G. & Ferrel, L. (2020). Business: A Changing World. 12th Edition, McGraw-Hill, New York: McGraw–Hill
  2. Direktorat Jenderal Holtikultura, Kementerian Pertanian. (2015). Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014.
  3. Badan Pusat Statistik : Produksi Tanaman Buah-Buahan tahun 2019
  4. Wardika, Putu Eka, dkk. (2018). Analisis Kepuasan Pelanggan dalam Membeli Buah-Buahan Segar di Moena Fresh Bali. E-journal Agrobisnis dan Agrowisata Udayana. 7(1). https://docplayer.info/71824308-Analisis-kepuasan-pelanggan-dalam-membeli-buah-buahan-segar-di-moena-fresh-bali.html. 23 Oktober 2020.
  5. https://woocommerce.com/posts/examples-business-move-online-during-covid/
  6. https://www.washingtonpost.com/technology/2020/07/09/farms-fruit-california/
  7. https://moenafreshbali.com/
  8. https://banten.tribunnews.com/2020/09/20/dampak-covid-19-di-pasar-rau-jualan-dimakan-sendiri-penjual-orang-takut-beli-buah?page=2
  9. https://www.kompasiana.com/nuraziza1295/5f8d07aa8ede481d7b606c62/nasib-pedagang-oleh-oleh-buah-apel-di-era-pandemi?page=1
  10. https://www.youtube.com/watch?v=NMzNwXIQAW8
  11. https://www.youtube.com/watch?v=ppSykw3jZbI
  12. https://www.youtube.com/watch?v=l0OGCMjOBzg


Like it? Share with your friends!

1
1 share, 1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format