Wisata Halal : Sebuah unjuk kesalehan atau strategi pemasaran untuk mendapatkan keuntungan finansial


1
1 point

Wisata Halal : Sebuah unjuk kesalehan atau strategi pemasaran untuk mendapatkan keuntungan finansial

Sering kita temukan biro perjalanan yang menawarkan fasilitas wisata dalam balutan ritual ibadah utama. Penawaran fasilitas wisata yang dilakukan setelah ibadah utama dijalankan ini, dipoles dengan dengan kata-kata yang seakan-akan memiliki keterikatan dengan konteks dengan ibadah utama atau sejarah islam, semisal mengikuti jejak-jejak kekalifahan islam dengan terbang ke Turki, Andalusia atau Spanyol dan Portugal. Mungkin memang ada jejak sejarah dan nilai ibadahnya dari pengambilan makna yang didapat dari lokasi sejarah tersebut. Namun seringnya lebih kearah kunjungan wisata belaka, dengan mengeksploitasi tempat tempat turis dan kuliner setempat untuk kemudian menjadi status dalam media sosial. Namun yang menggelitik sebenarnya adalah keterikatannya dengan ritual ibadah dan penggunaan kata wisata halal dalam penawarannya. Apakah ini sebuah upaya unjuk kesalehan dengan berwisata secara syariah atau hanya motif finansial yang berujung pada urusan keuntungan?

Indonesia saat ini adalah negara muslim terbesar di dunia, di mana diperkirakan 229 juta warga negara Indonesia adalah muslim atau sekitar 87,2% dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 263 juta jiwa. Atau sekitar 13% dari total populasi muslim dunia. Tidak bisa dipungkiri Indonesia secara ekonomis adalah pasar yang sangat besar untuk berbagai macam produk khususnya yang berlabel halal atau Syariah. Berdasar laporan state of global Islamic economy report tahun 2018/2019, dari total 1.8 milyar populasi muslim dunia, di tahun 2017 kurang lebih 2,1 trilliun dollar amerika dibelanjakan diberbagai sektor seperti keuangan, makanan minuman, fashion, farmasi dan kosmetik halal serta media rekreasi dan perjalanan halal. 

Melihat besarnya potensi uang yang beredar, khususnya yang menyasar populasi muslim, berbagai negara dan pemain bisnis sudah menyiapkan diri mereka untuk berlomba-lomba memanfaatkan momentum tersebut guna mendapatkan cipratan devisa dari berkembangnya ekonomi islam. Dengan melihat sektor-sektor disebutkan di laporan diatas, beberapa sektor lainnya bahkan sudah ramai dengan pemain besar dan lama khususnya untuk sektor-sektor yang bisa dikatakan mapan. Sektor-sektor itu seperti sektor keuangan dengan perbankan syariah, sektor industry makanan minuman dengan standarisasi halalnya, demikian juga sektor industri kosmetik dan farmasi dimana label halal menjadi penting. Dan salah satu sektor yang berpeluang besar dan belum digarap dengan baik bagi konsumen manca negara maupun konsumen dalam negeri, adalah sektor pariwisata halal. Apa itu pariwisata halal? Pariwisata halal adalah penyediaan jasa wisata di sektor pariwisata yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan wisatawan muslim, seperti wajib makanan halal, memiliki fasilitas ibadah 5 waktu, memiliki infrastruktur seperti toilet yang menggunakan air serta memisahkan fasilitas rekreasi yang terpisah antara lelaki dan perempuan dan tidak ada aktifitas non halal seperti judi, diskotik dan minuman alkohol. Apakah kemudian ini akan menjadi bundling dengan prosesi ibadah yang sudah secara rutin ada dan wajib bagi muslim atau hanya sekedar wisata yang kemudian mensyaratkan ketersediaan fasilitas halal karena literasi masyarakat muslim sudah meningkat.

Saat ini sektor pariwisata menyumbang 5,5% Pendapatan Bruto negara, dimana juga menyerap tenaga kerja sebanyak 13 juta orang angka yang cukup besar. menurut perkiraan sebelum terjadi pandemi covid19 bahwa pasarnya akan tetap bertumbuh besar yang tentunya diikuti dengan belanja yang meningkat.

Dalam beberapa kesempatan pemerintah Indonesia seolah mengamini besarnya peluang ekonomis dari pertumbuhan ekonomi halal ini, salah satunya dengan membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), yang mencanangkan blueprint pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang antara lain meliputi penguatan rantai nilai halal di empat sektor, yaitu food and fashion, halal tourism, integrated farming, dan renewable energy.

Dalam konteks wisata halal beberapa kebijakan sudah dilakukan pemerintah, salah satunya memberikan kemudahan bagi investor asing untuk membuka usaha bisnis halal di Indonesia. 

Bahkan sejak tahun 2016, kementerian pariwisata memproyeksikan 10 provinsi di Indonesia yakni, Aceh, Riau, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya), sebagai destinasi wisata syariah.

Secara prinsip, marketing adalah bagaimana menciptakan nilai bagi pelanggan. Nilai sendiri adalah sebuah penilaian subyektif pelanggan setelah membandingkan antara benefit yang dinikmati pelanggan dengan biaya dikeluarkan pelanggan. Nilai yang dirasakan pelanggan ini tidak dibatasi dengan konsep moneter namun juga hal-hal intrinsik semisal, kepuasan pribadi, pengakuan sosial, oleh karena itu penggunaan strategi marketing yang tepat akan membantu pelanggan menemukan value dalam produk yang ditawarkan. 

Dalam kontek wisata islami yang sedang kita bahas ini hal yang menjadi kritikal dalam menyiapkan strategi marketing adalah bagaimana kita melakukan segmentasi pasar yang tepat. Bukan hanya menyasar pada konsumen yang secara demografis adalah muslim, tapi juga mereka yang memiliki kemampuan finansial tertentu serta berperilaku tertentu semisal apakah mereka secara sosial aktif dalam melakukan update terkait dengan kegiatan mereka? Apa saja pilihan kegiatan mereka apakah traveling? Dan jika iya lokasi mana yang menjadi preferensi mereka. Hal ini biasanya bisa dilakukan dengan memonitor aktifitas mereka di media sosial. Dengan mengetahui segmentasi mereka kita akan mudah untuk kemudian menawarkan pilihan produk apa yang sesuai dengan keininginan mereka. Bagi mereka yang aktif dengan sosial media mereka seperti Instagram, facebook dan media sosial lainnya, yang selalu melakukan update aktifitas mereka termasuk ibadah, maka pada group populasi muslim ini kita bisa menawarkan ibadah plus plus, yaitu ibadah sekaligus wisata atau mengunjungi lokasi lokasi yang bisa dilakukan setelah ibadah utama selesai. Dari ibadah di tanah suci mekah mereka bisa lanjut ke masjidil agsa di Palestine dan kemudian terbang ke turki kemudian lanjut ke benua biru eropa dengan tentunya memastikan bahwa semua fasilitas pelayanannya selalu dalam koridor halal. Dari sini aspek ibadahnya terpenuhi, dan keinginan untuk mengabadikan kunjungan ke lokasi lokasi yang mungkin hanya akan dikunjungi sekali seumur hidup juga bisa terpenuhi. Pendekatan ini tidak hanya berlaku untuk ibadah umroh dan haji namun juga penyiapan fasilitas wisata lokal untuk menjaring wisata muslim mancanegara yang juga berharap untuk bisa menyegarkan pikiran namun masih dalam koridor Syariah.

Untuk bisa memastikan strategi marketing dan operational business berjalan dengan baik maka sangat perlu didapatkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi yang tepat disetiap posisi strategisnya. Beberapa posisi yang menjadi tulang punggung dalam penyedia jasa wisata halal ini adalah operational manager yang memiliki komptensi dalam mengelola proses baik dengan para vendor baik hotel, maskapai, catering dan transportasi, kemudian kompetensi dalam pengaturan jadwal travelling, berapa minimum peserta untuk bisa diberangkatkan, kapan jadual yang tepat sesuai dengan situasi musim liburan atau tidak. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah tenaga penjualan, dimana mereka harus mengetahu dengan benar target populasi mereka, lingkungan sosialnya, kebiasaan target kemudian melakukan follow up dengan kemampuan komunikasi yang baik sehingga bisa close pembelian produknya. Dan kedua posisi strategis itu harus memiliki penguasaan product knowledge yang bagus. Dan karena ini adalah konsumen wisata halal maka mereka juga harus bisa memahami proses ritual ibadah yang akan dijual dalam produk, maupun juga fasilitas unggulan apa saja yang membedakan dengan produk sejenis dari perusahaan lain. 

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah sistem kompensasi untuk tetap menjada motivasi dan produktifitas karyawan. Karena kedepan bisnis ini akan memiliki prospek yang baik, mungkin perusahaan tidak ada salahnya untuk membuka peluang untuk bermitra dengan agen travel yang sudah memiliki nama besar dan jaringan yang lebih baik sehingga akan membuat perusahaan lebih efisien dan berkembang. Beberapa pilihan bermitra bisa dilakukan baik berupa partnership, joint venture ataupun merger. Tentunya semua memiliki plus dan minus bagi perusahaan. 

Bagi seorang muslim mengikuti semua perintah agama dan menjauhi larangan adalah hal yang wajib diikuti, termasuk didalamnya terkait dengan halal dan haram. Dan orang yang bisa melakukannya dengan baik maka akan diberikan label orang saleh. Disatu sisi ibadah adalah proses ritual yang sifatnya sangat individual karena masuk ke wilayah keyakinan. Ketika sudah masuk ke wilayah keyakinan, ini adalah wilayah yang sangat sensitive etis dan subyektif, Paul Temporal dalam studinya yang bertajuk islamic branding and marketing: creating a global islamic business (2011) seperti yang dikutip oleh tirto,id, tidak menampik bahwa ada pertanyaan mengenai etis tidaknya menjadikan simbol atau aturan agama sebagai branding. namun ketimbang memperdebatkan hal itu, Paul Temporal lebih suka menyoroti kenyataan bahwa ada permintaan, dan ini semakin banyak dari orang orang yang menginginkan produk, jasa dan berbagai macam layanan yang sesuai dengan syariah islam. Dari persepektif bisnis khususnya strategi pemasaran, kita bicara tentang begitu banyak orang yang memiliki nilai yang sama dan memiliki keinginan serta kebutuhan yang sama. Bagaimana cara memenuhi nilai yang diharapkan tersebut adalah yang menjadi persoalan utama. Apakah kemudian dibranding halal atau syariah, tentunya pada akhirnya diperlukan untuk membedakan dengan produk yang sama, yang kemudian ujungnya akan memunculkan nilai ekonomis.
 

Dalam konteks wisata halal atau Syariah yang sekarang menjadi fokus pemerintah, masih banyak perkerjaan rumah yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan pelaku bisnis. pariwisata halal ini tidak hanya sekedar menyediakan makanan halal dan tempat ibadah atau memisahkan lelaki dan perempuan namun ada sebuah sistem perlu dibuat dan diikuti oleh semuanya menjadi sebuah proses baku untuk menentukan apakah lokasi tertentu atau penyedia jasa tertentu baik hotel atau restoran bisa masuk dalam jaringan wisata halal.

Proses sertifikasi halal

Makanan minuman dan kosmetik

Wisata Halal

Kebijakan halal

O

X

Tim manajemen halal

O

X

Manual system jaminan halal

O

X

Pelatihan

O

X

SOP pelaksanaan

O

X

Audit dan review

O

X

Sebagai kesimpulan, penggunaan branding wisata halal atapun syariah adalah salah satu upaya bisnis untuk menggaet potensi pasar muslim yang sangat besar baik di Indonesia maupun di dunia. Dan masih dibutuhkan proses yang serius untuk mencapainya karena tidak hanya infrastruktur yang diperbaiki tapi juga sistem yang harus ada untuk selalu memastikan proses review berjalan, terukur dan bisa dimonitor setiap saat untuk memastikan standarnya sesuai dengan yang ditentukan. Disisi lain kebutuhan akan produk dan fasilitas berbasis syariah adalah nyata ada dan permintaannya semakin bertambah besar terlepas apakah kemudian itu hanya bagian dari unjuk kesalehan, yang jelas ada pikat rupiah dibalik ketat syariah.

Referensi: 

https://wisatahalal.sv.ugm.ac.id/2018/09/05/wisata-halal-dalam-perspektif-al-quran-dan-hadist/

https://halalfocus.net/opinion-meeting-demands-of-the-halal-industry/

https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/5e9ff63883c15/potensi-besar-wisata-halal

https://tirto.id/wisata-halal-demi-agama-atau-murni-bisnis-emWg

https://ibtimes.id/data-populasi-penduduk-muslim-2020-indonesia-terbesar-di-dunia/

https://adv.kompas.id/baca/indonesia-pemain-utama-industri-halal-dunia/

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/04/13/wisata-halal-apa-sih-artinya

https://finansial.bisnis.com/read/20200914/231/1291390/4-sektor-ini-potensial-pengembangan-industri-halal-menurut-bi

https://www.jogloabang.com/pustaka/uu-10-2009-kepariwisataan

http://www.jdih.sumselprov.go.id/userfiles/pp_no.52-2012.pdf

http://www.djpk.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2018/08/PERMENPAR-NOMOR-3-TAHUN-2018-TENTANG-DAK-FISIK-BIDANG-PARIWISATA.pdf

http://dispar.kutaikartanegarakab.go.id/uploads/kebijakan/PERATURAN%20MENTRI/PERMEN%20PAREKRAF%2017%202014%20KAWASAN%20PARIWISATA.pdf


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
Bagus

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format