Jatuh Bangun Perjuangan Advan, Kini Siap Melebarkan Sayap di Masa Pandemi.

Advan sebagai produk lokal Indonesia, berani mengambil langkah besar untuk memperluas pasarnya dengan menciptakan produk yang dibutuhkan masyarakat di masa pandemi.


0

Source : Google

Perkembangan Handphone menjadi Smartphone

Sejak awal tahun 2000-an, handphone telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dari yang hanya bisa digunakan untuk bertukar informasi, sekarang banyak sekali fitur dan aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam teknologi canggih tersebut. Bahkan handphone kini telah dikenal dengan sebutan smartphone. Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, yang menyerupai kemampuan komputer. Dunia seolah berasa digenggaman, karena dengan adanya smartphone semua orang bisa melakukan dan mengakses apa saja yang mereka butuhkan.  

Dalam perkembangan masuknya handphone di Indonesia, terus didominasi oleh produk asing yang saling bersaing untuk merebut pangsa pasar yang ada di Indonesia, mulai dari Ericsson, Motorola, sampai Nokia. Lalu ketika handphone biasa digantikan dengan kecanggihan smartphone yang mulai booming, berbagai produk barupun mulai berdatangan. Tak mau kalah, Indonesia sendiri juga mengeluarkan smartphone yang ternyata mampu menyaingi para perusahan global. Salah satu produk smartphone lokal yang dikeluarkan oleh Indonesia adalah Advan.

Advan Produk Lokal Indonesia

Advan mulai menjajaki pasar tablet dan smartphone di tahun 2013. Sebelum berhasil mengambil hati para konsumen, advan berusaha mengamati pasarnya dengan melihat apa yang sebenarnya konsumen butuhkan dan inginkan dari sebuah smartphone. Perusahaan berfikir bagaimana cara menciptakan nilai bagi para pelanggan dan membangun hubungan yang kuat sehingga para pelanggan dapat menangkap nilai yang ingin diberikan oleh perusahaan. Advan menyadari bahwa brand asing mematok harga yang cukup tinggi untuk kecanggihan teknologi yang mereka berikan. Advan memberikan keunggulan kompetitif dengan mematok harga yang lebih rendah dari para pesaing sehingga produk Advan dapat dijangkau oleh siapa saja.

Advan Berhasil Menjadi Top 5

Sebelum mengeluarkan smartphone, Advan lebih dulu mengeluarkan Komputer dengan range product yang bervariasi, Notebook, dan Deskbook pada tahun 2000. Melihat trend pasar yang terus berubah, Advan akhirnya mengeluarkan tablet PC pada pertengahan tahun 2013 yang disusul dengan smartphone. Pada tahun 2017 Advan berhasil menjadi satu-satunya smartphone lokal yang masuk dalam top 5 merek smartphone Indonesia versi International Data Corporation (IDC). Berdasarkan laporan IDC pada Q3 2017, Advan berada di posisi ketiga mengalahkan Vivo (keempat) dan Xiaomi (kelima). Posisi pertama masih diduduki Samsung dan Oppo di peringkat kedua. Dengan meraih prestasi tersebut pihak Advan sangat bangga dan berterimakasih atas antusias masyarakat Indonesia dalam mendukung karya anak bangsa dan tentu merasa kehadiran Advan sangat diperhitungkan oleh para masyarakat. 

Keluarnya Advan dari Top 5

Sepanjang tahun 2018 Advan menjadi satu-satunya brand lokal yang dapat bertahan di posisi top 5 brand smartphone di Indonesia, namun memasuki tahun 2019 Advan berhasil dikalahkan oleh rivalnya. Penyebab keluarnya Advan dari top 5 sebenarnya bukan karena penurunan kualitas maupun inovasi yang diberikan oleh Advan, namun karena kompetitor berhasil naik dengan sangat signifikan serta turut menggeser produk yang berada pada peringkat diatas Advan sekaligus. Menanggapi hal diatas, Advan siap untuk merubah strategi demi mengembalikan posisinya.

Produk Lokal Kurang Diminati Masyarakat Lokal

Meskipun Advan sudah mulai banyak diminati oleh masyarakat Indonesia namun ternyata jika dibandingkan dengan produk asing persentase peminat smartphone Advan masih sangat kecil. Survey menunjukkan 89% masyarakat Indonesia lebih menyukai smartphone keluaran asing, hanya 13,9% yang mengaku menggunakan merek smarphone lokal. Para responden mempersepsikan bahwa smartphone lokal memiliki kualitas yang kurang bagus, mudah rusak, baterai yang cepat panas, dan tampilan yang kurang menarik. Sehingga masih kalah saing dengan produk asing. 

Menanggapi permasalahan tersebut smartphone lokal harus mencari cara untuk meningkatkan kualitas smartphone yang lebih bagus. Agar smartphone lokal dapat diminati oleh pasar, maka smartphone lokal harus mampu memberikan fitur-fitur canggih, kapasitas baterai yang lebih tinggi, dan memberikan promo-promo menarik. Untuk memberikan keunikan pada smartphone lokal, Advan seharusnya bisa melakukan branding yang bernuansa Indonesia, sehingga Advan dapat memberikan keunikan, memperluas pangsa pasar dan mengenalkan budaya sekaligus.

Samsung Sebagai Perusahaan Global Terkemuka

Dalam menjalankan bisnisnya Samsung memiliki perencanaan yang matang kedepannya. Sebagai perusahaan global terkemuka di dunia, samsung memiliki visi “ Memimpin Pergerakan Konvergensi Digital ”. Samsung meyakini bahwa melalui inovasi teknologi saat ini, samsung dapat menemukan solusi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dimasa mendatang. Samsung juga ingin mengembangkan teknologi yang inovatif dan proses efisien sehingga dapat menciptakan pasar baru, memperkaya hidup semua orang, dan terus menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya. Samsung juga memiliki misi untuk menginspirasi dunia dengan teknologi yang inovatif, produk, dan desain yang memperkaya kehidupan masyarakat, serta dapat berkontribusi untuk menciptakan masa depan yang baru.

Goals yang ingin dicapai oleh perusahaan Samsung adalah :

  1. Menjadi pemimpin pasar dalam bisnis elektronik dengan volume penjualan nomor satu.
  2. Memiliki jaringan distribusi yang luas.
  3. Mengembangkan teknologi yang inovatif dan proses efisien serta dapat menciptakan pasar yang baru. 
  4. Terus menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya.

Source : Google

Analisis Marketing Mix Samsung

Product

Samsung lebih memilih untuk menciptakan produk yang high-end, yang tentunya menawarkan stylish best practice prodcuts. 

Price

Samsung lebih menekankan pada kualitas produk, sehingga penentuan harga ditetapkan berdasarkan pada tingkat kualitas masing-masing produk tersebut. 

Place

Samsung tidak lagi menggunakan outlet distribusi yang murah seperti Wal Mart dan Target, melainkan mempercayakannya pada level yang lebih tinggi Samsung upmarket seperti Best Buy dan Circuit City.

Promotion

Dalam rangka rebranding, samsung telah mengurangi 55 agency periklanan dan hanya memusatkannya pada satu perusahaan. Samsung menandatanani kontrak $400 juta dengan Madison Avenue Firm Foote, Cone & Belding Worldwide. Perusahaan tersebut bertugas untuk menciptakan sebuah global brand image untuk Samsung sebagai pembuat stylish best practice products.

Analisis SWOT Samsung 

Strength 

  1. Memiliki brand image yang melekat dikalangan masyarakat.
  2. Memprakarasai Era Digital.
  3. Mengikuti perkembangan zaman.
  4. Melakukan inovasi pada perkembangan produknya.
  5. Menawarkan produk-produk yang berkualitas.
  6. Memiliki desain produk yang sangat baik dan di unggulkan.
  7. Adanya diversifikasi produk.
  8. Memiliki harga yang bervariasi.
  9. Merupakan suplier high end mobile headset.
  10. Merupakan pemegang pangsa pasar global terbesar.
  11. Samsung membuat kemajuan bersejarah di bidang R&D lini semikonduktor, termasuk flash memori dan non memori, semikonduktor pesanan DRAM dan SRAM, dan juga memproduksi LCD terbaik di kelasnya, telepon selular, peralatan digital, dll. 
  12. Samsung mengadakan partnership dengan Amerika dan perusahaan ternama. 

Weakness

  1. Samsung harus terus menerus memaintain semua biaya untuk tetap sukses.
  2. Budaya korporasi yang tidak flexible
  3. Pengalaman dalam mengelola perusahaan global masih terbatas.
  4. Adanya tekanan yang ketat pada karyawan untuk mencapai sasaran. 
  5. Belum memiliki jaringan penjualan dan pelayanan yang sebanding dengan pesaingnya.

Opportunity

  1. Produk yang ditawarkan oleh Samsung merupakan produk yang diperlukan oleh masyarakat.
  2. Adanya peningkatan permintaan masyarakat akan barang-barang elektronik yang sudah merupakan kebutuhan. 
  3. Tingkat gengsi pada masyarakat yang selalu ingin memiliki produk elektronik terbaru dan tercanggih.
  4. Pengaruh globalisasi yang mendorong pemasaran barang elektronik yang tiada batas.
  5. Respon yang cepat pada perubahan pasar.
  6. Samsung memiliki program yang memperkuat pikiran dan mendorong kreativitas generasi muda.

Threat

  1. Adanya ketergantungan produk-produk lokal pada negara tertentu sehingga pasar sulit ditembus.
  2. Kekuatan merk lain yang lebih dahulu menguasai pasar.
  3. Munculnya produk baru dari perusahaan lain yang lebih inovatif.
  4. Adanya penawaran harga yang lebih mudah dengan kualitas yang tidak kalah bagus.
  5. Ketidakstabilan perekonomian tiap-tiap negara.
  6. Era globalisasi yang mendorong perusahaan Eropa masuk dan melakukan penetrasi pasar Asia.
  7. Konsumen memiliki banyak pilihan terhadap merk lain.
  8. Lingkungan bisnis yang sangat tidak pasti dan pasar yang semakin kompetitif.
  9. Terjadinya krisis financial yang menyebabkan turunnya daya beli masyarakat.
  10. Budaya Korea yang lebih menekankan hierarki yang dapat menghambat ide-ide kreatif atau pendapat yang berbeda. 

Analisis STDP

Analisis

Advan 

Samsung

Segmentation

Geografis : Hanya fokus di Indonesia.

Demografis : Anak-anak - Dewasa

Psikografis : Gaya hidup perkotaan negara berkembang

Perilaku : Hanya dapat dimanfaatkan fungsinya karena secara tampilan produk kurang menarik


Geografis : Tersebar di berbagai Negara

Demografis : Remaja - Dewasa

Psikografis : Gaya hidup perkotaan negara yang lebih maju dan terdapat prestise ketika menggunakannya

Perilaku : Dapat dimanfaatkan fisik serta tampilannya karena terdapat berbagai macama fitur canggih

Targeting

Anak-anak hingga orang dewasa yang hanya ingin fokus menggunakan fungsinya

Remaja dan dewasa yang juga perlu tampilan eleghant dalam smartphonenya

Differentiation

Advan memiliki harga yang lebih murah, fitur yang cukup canggih, tampilan yang biasa saja, dan dilengkapi fingerprint

Samsung memiliki harga bervariasi dari yang mampu dibeli masyarakat menengah kebawah dan ada juga produk yang ditujukan untuk masyarakat menegah keatas, sehingga harga cenderung bervariasi. Fitur sangat canggih, tampilan eleghant yang memberi kesan mewah, body slim, kamera yang mendukung, dan terdapat fitur fingerprint


Positioning

Dapat membantu masyarakat menengah kebawah untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mampu memberikan harga rendah untuk fitur yang mereka berikan. tetapi fitur Advan kurang keliatan mewah


Masih menjadi pilihan utama para pengguna smartphone, karena mampu memberikan kualitas yang jauh lebih baik dengan harga yang bervariasi

Positioning Map

Produk Gagal Samsung

Pada tahun 2016 Samsung mengeluarkan smartphone premium andalannya sebagai penerus Galaxy Note 5 yaitu Galaxy Note 7 yang di launching di Hammerstein, New York Amerikas Serikat. Pihak Samsung pada awalnya sempat meyakini bahwa produk baru yang akan dikeluarkannya akan meledak dipasaran, pasalnya Galaxy Note 7 menawarkan segudang fitur canggih. Namun ternyata tidak lama setelah proses PO berlangsung, berbagai pengaduan kasus pun datang yang diakibatkan karena tercatat ada 35 kasus ledakan ketika para pelanggan melakukan pengecasan Samsung Galaxy Note 7 tersebut. Setelah diselidiki ternyata masalah utama yang terjadi disebabkan permasalahan baterai. Dengan adanya kasus tersebut pihak Samsung menarik 2,5 juta unit Galaxy Note 7 dan diganti dengan produk yang lebih aman. Meskipun Samsung telah mengganti produknya dengan versi yang lebih aman, masalah pun tetap belum bisa diredakan karena kasus ledakanpun terjadi lagi. Samsung menghentikan produksi secara permanen, dan diperkirakan merugi sampai ratusan triliun. Sehingga produk Galaxy Note 7 dianggap menjadi produk gagal dari Samsung. 

Dengan adanya kasus tersebut, tentu reputasi Samsung menjadi hancur. Samsung kehilangan kepercayaan para pelanggan setianya. Tentunya bukan perkara yang mudah untuk mengembalikan kepercayaan tersebut. Apalagi persaingan di dunia terknologi yang begitu ketat, rasanya akan sangat sulit bagi Samsung untuk merebut kembali konsumen setianya yang sudah berpaling pada produk lain.

Cara Samsung Menyelesaikan Masalah

Hal pertama yang dilakukan Samsung untuk mengantisipasi permasalahan pada Galaxy Note 7 adalah dengan melakukan recall serta mengganti semua kerusakan yang di alami konsumen yang diakibatkan oleh Galaxy Note 7. ini adalah strategi bagaimana Samsung menjaga kenyamanan konsumen sebagai sebuah nilai yang harus dipertahankan oleh produsen. Ketika kenyamanan konsumen dipertahankan maka kepercayaan konsumen akan kembali. 

Hal kedua yang dilakukan oleh Samsung adalah mematikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7. Samsung tidak ingin mengambil resiko lebih jauh terkait keamanan dan keselamatan konsumennya, setelah proses recall yang dilakukannya gagal. Nilai kerugian akan semakin tinggi jika Samsung tetap memaksakan produk Galaxy Note 7 dipasarkan. 

Hal ketiga yang dilakukan oleh Samsung adalah membuat aplikasi tarik data dari Note 7 ke S7. setelah keputusannya mematikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7, Samsung bertindak cepat melakukan langkah antisipasi bagi konsumen. Salah satunya dengan merilis aplikasi pengguna Galaxy Note 7 yang ingin beralih ke Galaxy S7. Samsung menawarkan cashback senilai 1 juta rupiah jika konsumen beralih ke Galaxy S7. Tujuan utama dari strategi ini bukan hanya untuk meminimalisir kerugian melainkan juga untuk menjaga brand Samsung di segmen smartphone premium. 

Dengan melakukan strategi ini, nyatanya brand Samsung mampu mempertahankan posisinya dan memperbaiki nama baiknya. Cara ini dapat diadopsi oleh produk-produk lokal untuk mempertahankan brand image perusahaan ketika mengalami masalah serupa. 

Nilai-nilai yang dapat diadopsi oleh Advan

Melihat strategi yang digunakan oleh Samsung, Advan seharunya dapat melakukan segmentasi pasar yang jelas dan tidak hanya fokus memproduksi barang yang ditujukan untuk masyarakat menengah kebawah, advan harus mampu membuat kelas-kelas pada target pasarnya. Selain itu Advan harus bisa membaca ancaman pesaing, menciptakan produk dengan kualitas yang lebih baik, membentuk brand image, dan gencar melakukan promosi. Advan juga harus memetakan para kompetitornya dan melakukan riset kepada konsumen untuk mengetahui produk yang sangat ingin dimiliki oleh para konsumennya.  

Advan Vs Samsung Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Kembali lagi ke konsep pemasaran, untuk menciptakan nilai yang dapat diterima oleh para pelanggan, seorang produsen harus tahu hal yang menjadi keinginan, kebutuhan, dan permintaan dari pasar. Pada masa covid 19 tentunya daya beli masyarakat melemah, konsumen pasti akan mendahulukan kebutuhan fisiologis mereka. Membeli smartphone bukanlah prioritas bagi para konsumen. Situasi ini tentu harus diteliti oleh seorang produsen, agar bisnis yang mereka bangun dapat bertahan meski harus melakukan berbagai macam penyesuaian. 

Source : Google

Selama pandemi tentu anak-anak sekolah harus melaksanakan pembelajaran secara daring yang membuat para orang tua harus membelikan anak-anak mereka gadget untuk mendukung kegiatan belajar anak-anaknya, tentunya Advan menjadi salah satu pilihan yang bisa digunakan oleh para orang tua, meskipun Advan mematok harga yang lebih murah, namun secara keseluruhan Advan belum mampu untuk memberikan kualitas sehebat para kompetitornya. Ditambah lagi kompetitor yang memiliki kualitas yang jauh lebih bagus juga memiliki produk yang ditargetkan untuk segment pasar masyarakat menengah kebawah. Sehingga para pelanggan pasti akan mempertimbangkan kembali produk apa yang akan mereka beli.  

Menanggapi permasalahan tersebut Advan kini banting stir dengan memperluas cakupan produk yang diproduksinya, yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pasar di masa pandemi ini. Kini Advan ikut terjun membuat Termometer Infrared yang digunakan untuk mengukur suhu dari jarak 1 cm hingga 4 cm, sehingga penggunanya dapat mengukur suhu badan target dari jarak yang dianjurkan selama pandemi Covid-19. Produk ini telah memiliki izin resmi dari Kementerian Kesehatan RI. Advan mengklaim perangkatnya tersebut memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi suhu badan.

Tak kalah dengan Advan, selama masa pandemi ini Samsung telah memangkas kuota produksi ponselnya, dan beralih memproduksi chip. Samsung telah memprediksi bahwa pendapatannya dari smartphone dan lini produk elektronik konsumen akan terdampak. Namun Samsung memprediksi adanya permintaan besar di lini bisnis lain, yakni terkait data center. Setelah perusahaan smartphone asal Korea Selatan itu memproduksi chip, labanya pun meningkat 23% karena kondisi covid 19 memaksakan orang untuk tetap dirumah, bermain game dirumah, dan beraktivitas dari rumah. 

Campaign Cintai Produk-Produk Indonesia

Terlepas dari polemik strategi yang Advan lakukan untuk bertahan menghadapi para kompetitornya, Advan sebagai produk asli ciptaan Indonesia jelas sangat membutuhkan dukungan baik dari pemerintah dan masyarakat Indonesia. Dengan menggunakan produk-produk dalam negri tentu kita dapat menunjukan cinta kita terhadap tanah air, meningkatkan pendapatan negara, memperluas lapangan pekerjaan, serta dapat menjadi raja di negara kita sendiri.

Ditulis oleh Jihan Putri Surya (438715)

Sumber :

Luckysebastian.gadtorade.com. (2018, 2 Agustus). Strategi Samsung Bertahan Melawan Gempuran di Pasar Smartphone Mid-end. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari

https://luckysebastian.gadtorade.com/2018/08/strategi-samsung-bertahan-melawan-gempuran-di-pasar-smartphone-mid-end/

Liputan6.com. (2017, 11 Desember). Kalahkan Xiaomi Advan sabet posisi 3 besar di Indonesia. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari 

https://www.liputan6.com/tekno/read/3192294/kalahkan-xiaomi-advan-sabet-posisi-3-besar-di-indonesia

Selular.id. (2019, 16 Agustus). Terdepak dari Top 5 Advan ubah strategi. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari 

https://selular.id/2019/08/terdepak-dari-top-5-advan-ubah-strategi/

Mix.co.id. (2016, 7 Juni). Alasan mengapa konsumen Indonesia tidak memilih smartphone merek lokal. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari 

https://mix.co.id/marcomm/brand-insight/research/ini-alasan-mengapa-89-konsumen-indonesia-tidak-memilih-smartphone-merek-lokal/

Kompasiana.com. (2016, 13 Oktober). Galaxy Note 7 canggih dan keren tapi sayang produk gagal. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari  

https://www.kompasiana.com/akadusyifa/57feb63ec1afbdd007dbae20/galaxy-note-7-canggih-dan-keren-tapi-sayang-produk-gagal

Jalantikus.com. ( 2020, 1 April). Hp samsung gagal total di pasaran. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari 

https://jalantikus.com/gadgets/hp-samsung-gagal-total-pasaran/

Republika.co.id. (2015, 29 Juni). Strategi samsung pertahankan brand image. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari 

https://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/15/06/29/nqppoqs-strategi-samsung-pertahankan-embrand-imageem

Syechbafaqihsite.wordpress.com. (2017, 7 Mei). Analisis taktik dan perusahaan samsung. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari 

https://syechbafaqihsite.wordpress.com/2017/05/07/analisis-taktik-dan-perusahaan-samsung/

Kompasiana.com. (2016, 18 Oktober). Menilik strategi samsung atas tragedi galaxy note 7. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari 

https://www.kompasiana.com/adinkpato/58047448949773b0161c2690/menilik-strategi-samsung-atas-tragedi-galaxy-note-7?page=all

Voi.id. (2020, 28 April). cara samsung tetap bertahan di tengah masa sulit pandemi corona. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari

https://voi.id/teknologi/5292/cara-samsung-tetap-bertahan-di-tengah-masa-sulit-pandemi-corona

Inet.detik.com. (2020, 7 April). penjualan chip bantu samsung hadapi dampak covid19. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari

https://inet.detik.com/business/d-4968641/penjualan-chip-bantu-samsung-hadapi-dampak-covid-19

Idxchannel.okezone.com. (2020, 7 Juli). Samsung justru cetak laba 95 triliun ditengah pandemi apa strateginya. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari

https://idxchannel.okezone.com/read/2020/07/07/278/2242398/samsung-justru-cetak-laba-rp95-triliun-di-tengah-pandemi-apa-strateginya

Inet.detik.com. (2020, 17 April). Pandemi Covid 19 bikin Advan ikut bikin termometer infrared. Diakses pada 26 Oktober 2020, dari

https://inet.detik.com/consumer/d-4980679/pandemi-covid-19-bikin-advan-ikut-bikin-termometer-infrared









Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format