Sprata vs Segar Sari Susu Soda: Riuh Perjalanan Gelembung Soda Bertahan Dalam Pasar


0

Bergerak mundur ke tahun 1990 hingga 2005, masa kecil anak-anak pada tahun-tahun itu akrab dengan minuman soda Sprata. Minuman soda bubuk yang tak jarang disebut sebagai Soda KW ini sering menjadi pilihan anak-anak untuk melepas dahaga. Harganya yang sangat bersahabat dengan uang jajan anak-anak tentunya membuat anak-anak suka membelinya. Namun kini minuman tersebut sudah kalah bersaing dengan minuman soda botol dan telah berhenti berproduksi sekitar tahun 2006. 

Sprata merupakan minuman bubuk bersoda yang dalam penyajiannya dibarengi dengan es batu atau air dingin. Setelah disajikan bersamaan dengan air, minuman ini akan mengeluarkan gelembung soda dan berasa lemon. Sprata sering disebut sebagai Soda KW karena bentuk kemasan dan nama merknya serupa dengan produk Sprite yang diproduksi oleh The Coca-Cola Company. Warna kemasan yang dipilih oleh Sprata pun sama dengan sprite yakni hijau. Warna produk juga ditulis dengan warna putih seperti pada kemasan Sprite. Selain itu penamaan “Sprata” dan “Sprite” yang terdengar senada menjadikan Sprata adalah Sprite versi murah. 

Karakteristik yang mempengaruhi perilaku pelanggan dalam membeli produk Sprata antara lain faktor kultural, sosial, personal, dan psikologikal. Pada kultur di Indonesia saat tahun 1990 hingga 2005, minuman bersoda merupakan minuman kelas menengah yang biasanya dikonsumsi saat hari besar seperti lebaran atau natal dan digunakan untuk menjamu tamu. Kelas sosial yang mengkonsumsi minuman bersoda ini adalah menengah ke atas. Sprata masuk ke dalam kelas sosial menengah ke bawah yang tidak mampu membeli minuman bersoda dalam botol seperti Sprite dan menargetkan pada pasar anak-anak yang memiliki uang jajan terbatas. Faktor sosial yang melekat pada minuman bersoda adalah minuman yang disajikan untuk para tamu atau pelepas dahaga yang lebih berkelas daripada minuman racikan rumahan. Sprata hadir sebagai minuman bubuk bersoda yang dapat dikonsumsi sehari-hari dan ramah kantong bagi pelanggan. Faktor personal masyarakat mengkonsumsi minuman bersoda adalah kondisi ekonomi dan gaya hidup. Kondisi ekonomi menengah ke atas akan mengkonsumsi Sprite, sementara mereka yang menengah ke bawah akan mengkonsumsi Sprata. Gaya hidup juga menjadi faktor yang mendorong masyarakat mengkonsumsi minuman bersoda. Faktor psikologikal dalam mengkonsumsi minuman bersoda yaitu perlunya kebutuhan diri seperti pada teori kebutuhan Maslow. Konsumen sprite menggunakan sprite sebagai jamuan tamu untuk menunjukkan status sosial. Sementara konsumen Sprata menempatkan produk pada kebutuhan dasar untuk menghilangkan dahaga. 

Jika dibandingkan dengan produk serupa yang tetap bertahan hingga kini yaitu Segar Sari Susu Soda, Sprata tentu perlu belajar banyak. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan dalam pembelian Segar Sari Susu Soda. Faktor kultur Indonesia pada masa kini yaitu menyukai minuman yang otentik dan bercita rasa unik, Segar Sari Susu Soda hadir sebagai inovasi dalam minuman bersoda. Kelas sosial yang mengkonsumsi Segar Sari Susu Soda menengah ke bawah dikarenakan produk yang dihasilkan bercita rasa otentik dan pembuatannya yang mudah. Faktor personal konsumen dalam mengkonsumsi Segar Sari Susu Soda yaitu kondisi ekonomi. Kondisi ekonomi konsumen dari menengah ke bawah karena harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Faktor psikologikal dalam mengkonsumsi minuman ini yaitu sebagai kebutuhan dasar untuk menghilangkan dahaga serta pengalaman merasakan minuman soda berasa baru. 

Brand equity jika seseorang melihat Sprata akan menganggap Sprata adalah Sprite KW. Hal ini begitu melekat karena warna yang ditampilkan dan juga nama brand yang hampir serupa. Brand positioning yang dimiliki Sprata adalah minuman soda serbuk rasa lemon yang murah dan terjangkau. Dibandingkan dengan Segar Sari Susu Soda, brand positioning dari produk ini adalah minuman serbuk rasa susu soda yang murah dan terjangkau. Walaupun sama-sama produk minuman soda serbuk, kedua produk ini memiliki rasa yang berbeda.

Pemilihan nama brand pada produk Sprata sekilas mirip dengan produk Sprite. Produk Sprata hanya menawarkan rasa lemon. Pada produk Segar Sari Susu Soda, pemilihan nama mencerminkan produk susu soda yang memiliki aneka rasa. Segar Sari Susu Soda menawarkan lima rasa yaitu strawberry, taro, cocopandan, melon, dan anggur. 

Brand Sponsorship dari Sprata dan Segar Sari Susu Soda merupakan brand manufaktur atau brand nasional. Sprata merupakan produk dari PT. Forisa Nusapersada sementara Segar Sari Susu Soda merupakan produk dari PT. Kino Food Indonesia. Strategi brand development yang digunakan oleh Sprata dan Segar Sari Susu Soda adalah multibrand. PT. Forisa Nusapersada mengeluarkan produk lain setelah Sprata yaitu Kola-kola dan Finto. PT. Kino Food Indonesia mengeluarkan banyak lini dari Segar Sari antara lain Segar Sari Orange, Segar Sari Frutzz, Segar Sari Hangat, dan Segar Sari Teh Kulo. 

Pasca mendalami perjalanan Sprata dan Segar Sari Susu Soda dari sisi branding, berikutanya akan dibahas dari lingkungan pemasaran kedua produk ini. Terdapat dua lingkungan pemasaran yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro termasuk perusahaan, pemasok, marketing intermediaries, kompetitor, dan pelanggan. Lingkungan makro termasuk demografik, ekonomik, natural, teknologi, politik, dan kulturan.

Perusahaan yang menaungi Sparta adalah PT. Forisa Nusapersada, sementara perusahaan yang menaungi Segar Sari Susu Soda adalah PT Kino Food Indonesia. Pemasok Sprata dan Segar Sari Susu Soda termasuk pihak pemasok gula, pemanis buatan perasa bahan minuman, pengawet, dan pewarna minuman. Pembeda dari dua minuman ini adalah rasa soda lemon dan rasa susu soda serta tambahan perasa lain dan pewarna. Marketing Intermediaries dari Sprata dan Segar Sari Susu Soda antara lain distributor warung kecil rumahan, minimarket, swalayan, agensi iklan, bank, dan perusahaan asuransi. Kompetitor dari Sprata antara lain Sprite, Susu bubuk sachet, kopi sachet, Nutrisari, Marimas, PopIce dan aneka lini minuman. Kompetitor dari Segar Sari Susu Soda antara lain Nutrisari, Marimas, PopIce, susu bubuk sachet, kopi sachet dan aneka lini minuman. Pelanggan Sprata yaitu anak-anak dan kaum menengah ke bawah, sementara pelanggan Segar Sari Susu Soda yaitu anak-anak dan kaum menengah ke bawah.

Demografi dari produk Sprata dikonsumsi oleh generasi millenial yang lahir pada tahun 1977 hingga 2000, sementara Segar Sari Susu Soda dikonsumsi oleh generasi Z yang lahir setelah tahun 2000. Lingkungan ekonomi dari produk Sprata adalah ditujukan untuk anak-anak yang memiliki uang saku terbatas. Produk Sprata dihargai sebesar Rp500 per sachetnya. Dibandingkan dengan produk Segar Sari Susu Soda yang dihargai Rp2000. Produk Segar Sari Susu Soda juga ditujukan untuk anak-anak yang memiliki uang saku terbatas. Lingkungan alam atau natural yang berada di sekitar produk Sprata dan Segar Sari Susu Soda adalah kondisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa. Hal ini menyebabkan Indonesia hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kedua minuman ini cocok untuk disajikan saat musim kemarau karena kondisi yang panas dan minuman dingin akan menyegarkan. Lingkungan teknologi yang terlibat pada dua produk ini yaitu spray drying. Teknologi spray drying merupakan proses pengeringan pada suatu bahan sehingga menghasilkan produk bubuk dengan cara mengurangi kadar air dan cairan pada suatu  produk. Lingkungan sosial dan politik pada kedua produk ini adanya peraturan di Indonesia mengenai bahan makanan halal dan telah lulus uji BPOM. Lingkungan kulturan yang dihadapi oleh produk Sprata dan Segar Sari Susu Soda adalah orang tua yang melarang anaknya untuk berbelanja minuman serbuk karena dianggap mengandung banyak pengawet dan pewarna yang tidak baik untuk kesehatan. 

Usai menganalisis produk Sprata dan Segar Sari Susu Soda, baik secara karakteristik yang memengaruhi pelanggan dalam membeli produk, branding, dan lingkungan pemasaran. Penulis akan memberikan saran bagi Sprata yang seandainya diterapkan sebelum produk ini berhenti diproduksi akan menyelamatkan keberadaan Sprata. 

Kotler dan Armstrong berpendapat bahwa perusahaan dapat memilih strategi kompetitif dalam menghadapi persaingan yang ada. Strategi tersebut antara lain strategi pemimpin pasar, strategi penantang pasar, strategi pengikut pasar, dan strategi market nicher. Sprata tidak bisa memilih strategi pemimpin pasar karena produk Sprata sendiri terinspirasi dari minuman soda merk Sprite. Sprata juga tidak bisa menggunakan strategi penantang pasar karena posisinya masih jauh dari market leader. Sprata juga tidak bisa menggunakan strategi market nicher karena produk minuman sachet merupakan produk yang umum dan tidak unik. 

Hal yang dapat dilakukan Sprata pada masa lampau adalah menjadi market follower yang memanfaatkan image Soda KW. Sprata dapat mengeluarkan rasa-rasa soda baru untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Sprata dapat mencoba soda kopi, soda teh, soda rasa aneka buah, ataupun soda rasa makanan. Sprata juga dapat mengeluarkan kadar soda yang berbeda sebagai challenge dan daya tarik untuk anak-anak. Dalam pemilihan strategi mengeluarkan produk baru, Sprata dapat mengamati market leader dan kompetitor, jika market leader berhasil mengeluarkan rasa baru dan produknya laku. Maka, Sprata dapat mengikutinya dengan beberapa penyesuaian. Hal ini tentunya akan menghemat biaya riset untuk rasa baru. Mengingat konsumen dari Sprata banyak yang masih anak-anak, Sprata dapat pula menggunakan strategi pembelian beberapa sachet gratis sebuah mainan. Hal ini tentunya akan mendorong anak-anak untuk membeli produk lebih banyak. 

Pada iklan yang ditawarkan produk Sprata, Sprata dapat memanfaatkan televisi, radio, dan reklame di jalan, mengingat pada tahun 1990 hingga 2005 telepon genggam belum secanggih zaman sekarang. Iklan dibuat semenarik mungkin dengan memanfaatkan artis anak-anak yang terkenal pada tahun itu seperti menggandeng Trio Kwek-Kwek atau Okky Lukman sebagai Brand Ambasador. Dengan menempatkan artis anak-anak yang sangat dekat dengan dunia anak-anak tentunya akan menciptakan rasa yang dekat bagi calon pelanggan yang anak-anak pula. Pelanggan anak-anak yang paling banyak membeli produk Sprata, Sprata dapat membuat anak-anak semakin ingat akan produknya dengan menciptakan jingle, lagu, atau tagline yang mudah diingat dan menyenangkan untuk anak-anak. Anak-anak cenderung lebih mudah mengingat lagu dan suara yang menarik sehingga brand awarness produk ini akan meningkat. Sprata juga dapat mengadakan perlombaan joget ala Sprata dengan persyaratan mengumpulkan beberapa sachet produk Sprata. Dengan adanya iming-iming hadiah, tentunya akan membuat pelanggan lebih antusias untuk membeli produk Sprata. Yah, andai saja saran ini dapat disampaikan dan dibaca oleh divisi pemasaran Sprata, mungkin saja kita masih dapat melihat, membeli, dan merasakan produk soda bubuk Sprata. Iya, kan?

Referensi:

Cica. 2016. 3 Minuman Serbuk KW yang Pernah Menghiasi Masa SD Generasi 90an. Terdapat pada: https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/2510551/3-minuman-serbuk-kw-yang-pernah-menghiasi-masa-sd-generasi-90-an Dikutip pada: 24 Oktober 2020

Forisa. 2020. Beverages. Terdapat pada: https://www.forisa.co.id/carbonated-drinks Dikutip pada: 24 Oktober 2020 

Kino. 2020. Beverages. Terdapat pada: https://www.kinofood.co.id/beverage_susu_soda/ Dikutip pada: 24 Oktober 2020

Kotler,P. And Armstrong, G. (2018). Principle of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education. Ltd


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
egabashiela

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format