CFC: MUNCUL DI AWAL, MENGAPA KALAH POPULER?


0

California Fried Chicken (CFC), walaupun namanya bertuliskan “California”, sebenarnya merupakan brand asal Indonesia. CFC pertama berdiri pada tahun 1983, didirikan oleh PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. CFC sebelumnya dimiliki oleh brand milik Amerika yaitu Pioneer Take Out, namun sejak 1989 CFC sudah lepas dan sepenuhnya merupakan milik Indonesia. CFC adalah restoran cepat saji yang menjual berbagai menu berbasiskan ayam goreng disertai dengan menu-menu pendukung lainnya seperti spaghetti, nasi goreng, dan minuman bersoda, layaknya restoran waralaba raksasa lain di Indonesia seperti McDonalds ataupun KFC. CFC bahkan juga memasok ayamnya dari pemasok yang sama yang juga memasok nama-nama besar lain seperti KFC dan Wendys.

CFC sempat populer di Indonesia, terutama di tahun 1994, dimana kala itu CFC dicatat sbeagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta. Menunya yang bervariasi meminat banyak kalangan pada waktu itu, dan karena memang belum banyak terdapat pemain di ranah restoran cepat saji, CFC secara cepat meraih popularitas. Namun, seiring berkembangnya perekonomian, perubahan daya beli dan selera masyarakat kerap terjadi. Kini CFC semakin kalah dalam hal popularitas dan merupakan salah satu yang paling hebat terkena dampaknya dalam kelesuan ekonomi Indonesia. Untuk menggambarkan, berikut adalah grafik income dan net profit dari PT Pioneerindo Gourmet dari tahun 2019 kuartil pertama hingga 2020 kuartil kedua. 

           Seperti yang dapat kita lihat bahwa walaupun di tahun 2019 income dan net statement sempat mengalami kenaikan, secara keseluruhan grafik lebih condong menurun, terutama penurunan signifikan di tahun 2020 kuartil 2, yang disebabkan oleh adanya pandemi COVID-19.

            Di sisi lain, sejak tahun 2008, Domino kembali mencoba menyelami dunia waralaba Indonesia yang sangat ketat. Domino’s Pizza adalah salah satu restoran waralaba Amerika Serikat yang juga menjual Pizza ala New York dan ala Italia, layaknya Pizza Hut. Awalnya, anggapan masyarakat cukup skeptis, karena di Indonesia, ada sebuah nama restoran raksasa yang berkuasa di dunia per-pizza-an, yaitu Pizza Hut. Masyarakat Indonesia pada umumnya tidak menganggap bahwa Domino akan mampu bersaing dengan Pizza Hut atau restoran-restoran pizza lainnya. Domino, sejak pertama muncul di Indonesia, sudah populer di kalangan masyarakat penggemar pizza, dan tetap menjadi salah satu favorit masyarakat hingga kini.

            Jadi mengapa CFC kalah populer dalam dunia restoran cepat saji ayam goreng, padahal CFC adalah salah satu nama yang muncul pertama kali di Indonesia? Lalu mengapa pula Domino, yang termasuk salah satu pendatang baru di Indonesia, dapat secara cepat melejit ke popularitas? 

TEORI CONSUMERS MARKETS AND BUYERS BEHAVIOR:

Dalam teori ini, konsumen dipandang memiliki perilaku tertentu dalam memilih produk yang akan mereka beli. Ada banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih brandnya. Salah satunya adalah faktor sosial, yaitu perilaku konsumen yang memilih produk berdasarkan grup dan hubungan serta relasinya dengan konsumen lain. Salah satu media yang paling dominan untuk menggaet konsumen baru adalah media sosial. Dengan media sosial, pengenalan dan eksposur brand akan semakin cepat, dan juga semakin murah, yang berarti dunia promosi melalui media sosial merupakan salah satu yang palin efektif dan efisien. Baik Domino maupun CFC masing-masing memiliki akun sosial media yang cukup aktif, dimana akun tersebut mereka gunakan untuk mempromosikan produk-produknya. Namun, dapat dilihat bahwa Domino memiliki pengikut atau follower yang jauh lebih banyak daripada CFC (505 ribu dibanding 88 ribu). Dalam hal ini, Domino, apabila melakukan pengiklanan melalui akun media sosialnya, akan mampu meraih lebih banyak orang dibandingkan dengan CFC. 

Hal lain yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih produk adalah faktor psikologis. Dalam hal ini, ada tiga kategori, yaitu: Selective Attention, atau perilaku dimana konsumen akan mengalihkan perhatian ke informasi yang lebih terekspos ke mereka, Selective Distortion, atau perilaku dimana konsumen akan menginterpretasi informasi sesuai apa yang mereka percaya, dan Selective Retention, atau perilaku dimana konsumen akan mengingat hal-hal positif yang terdapat di brand favorit mereka.

Dalam hal ini Domino lagi-lagi unggul apabila dibandingkan dengan CFC. Pasalnya, karena akun media sosial mereka lebih memiliki banyak pengikut, maka informasi tentang keberadaan mereka akan lebih mudah dicapai oleh masyarakat. Karena informasi yang lebih mudah dicapai tersebut, masyarakat akan lebih familiar dan akan lebih memperhatikan Domino dibanding dengan restoran pizza lainnya. Selain itu, salah satu faktor yang membuat Domino sangat populer adalah harga pizzanya yang jauh lebih dan rasa yang lebih unik dari pesaingnya. Poin-poin ini penting dalam pengembangan kedepannya karena akan selalu diingat masyarakat sebagai “Pizza yang lebih murah dan lebih enak daripada Pizza Hut”. Di sisi lain, CFC, walaupun sudah cukup dikenal masyarakat, mulai tenggelam dalam hal eksposur dan perhatian masyarakat. CFC tidak segiat pesaingnya dalam mempromosikan keunggulan dari produknya, dan tidak senyentrik brand lainnya dalam mengiklankan produknya, sehingga mulai kabur dari pandangan masyarakat.

BUILDING CUSTOMER VALUE WITH PRODUCTS, SERVICES, AND BRANDS

Apa sebenarnya produk itu? Produk dapat diartikan sebagai segala suatu hal yang dapat ditawarkan ke pasar untuk dikonsumsi oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Produk merupakan salah satu tulang belakang perusahaan, terutama perusahaan yang bertujuan untuk mendapatkan profit, karena produk adalah sumber utama pendapatan dari perusahaan tersebut. Produk berkaitan langsung dengan brand, dimana apabila produk tersebut memiliki tingkat kepuasan yang tinggi di konsumen, maka brand tersebut akan semakin dikenal oleh lebih banyak orang. 

Dalam konteks restoran cepat saji, produk yang dihasilkan adalah berbagai makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran cepat saji tersebut. CFC memiliki keunggulan dari cepatnya penyajian produk dan juga rasanya yang enak sedangkan Domino memiliki keunggulan di keunikan rasa pizzanya dan harganya yang jauh lebih murah dibanding pesaingnya. Poin-poin keunggulan ini memiliki hubungan yang searah dengan popularitas brand. Namun, mengapa nama brand Domino lebih dikenal dibanding CFC?

Untuk mengetahui hal itu, kita harus menyelami lebih dalam tentang apa saja individual product decisions yang terdapat pada produk milik CFC dan Domino yang membuat mereka berbeda dibandingkan dengan produk milik restoran-restoran pesaingnya. Apa sajakah individual product decisions itu? Ada lima, yaitu:

  • Atribut produk – kualitas, fitur, desain produk, gaya produk, dan atribut dasar lain suatu produk
  • Branding – nama atau istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi pembuat atau penjual dari produk tersebut. Brand adalah salah satu faktor terpenting untuk menarik minat konsumen
  • Packaging – desain dari wadah atau pembungkus produk tersebut
  • Labeling – digunakan untuk mengidentifikasi produk tersebut
  • Product support Service – jaminan, garansi, dan lain-lain

Jadi, apakah yang menyebabkan Domino lebih mencuat di kalangan restoran pizza dibandingkan dengan CFC di antara restoran cepat saji lain? Kita dapat melihat dari atribut dasar dari produk milik Domino, yaitu pizza. Domino terkenal karena salah satu menu pizzanya yang unik di Indonesia, yaitu pizza khas Italia yang berukuran lebih tipis dibandingkan dengan pizza khas Amerika. Di Indonesia, belum ada yang menjual pizza khas Italia yang sebesar dan seterkenal Domino. Adonan roti pizza yang lebih tipis menyebabkan teksturnya yang lebih renyah dan unik bila dibandingkan dengan pizza khas Amerika. Selain itu, Domino terkenal karena harga menunya yang relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan restoran pizza lain. Yang membantu juga adalah fakta bahwa brand Domino sudah dikenal di luar negeri, dan juga packaging dan labeling yang terdapat di kotaknya sangat menarik. CFC belum memiliki atribut khusus yang menyebabkannya mencuat dibandingkan dengan kompetitornya. Harga menunya relatif sama dan rasa ayamnya pun sejenis dengan restoran-restoran cepat saji ayam lainnya. Selain itu, brand CFC hanya relatif dikenal di Indonesia saja sehingga tidak terekspos ke masyarakat luar. Namun, CFC memiliki salah satu keunggulan yang berpotensi untuk mencuat, yaitu varian menunya yang banyak, yang didukung dengan brandingnya dengan slogan “Bukan Cuma Ayam”.

ANALYZING THE MARKETING ENVIRONMENT

Yang perlu digarisbawahi dengan menganalisis dari lingkungan pemasaran yang paling utama adalah lingkungan kompetitor. CFC, yang merupakan restoran cepat saji yang menyediakan berbagai macam menu ayam dan menu lain seperti nasi goreng dan spaghetti, memiliki banyak kompetitor yang juga menyediakan produk yang sama. Oleh karena itu CFC perlu membangun posisi strategis yang menguntungkan dibanding dengan kompetitornya. Konsep ini memandang bahwa perusahaan harus menyediakan customer value dan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari kompetitornya. Pemasar diharuskan untuk mendapat posisi strategis dengan cara menempatkan penawarannya di atas penawaran kompetitor lain di mata konsumen. Salah satu solusi yang dapat digunakan oleh CFC adalah memaintain Quality Control dari seluruh produk menunya, suatu hal yang kini jarang terjadi di restoran-restoran cepat saji. Quality Control yang baik, diatas varian menu yang banyak, akan mampu menempatkan posisi mereka diatas kompetitornya yang lain, karena buruknya Quality Control akan menjatuhkan reputasi suatu bisnis, terutama restoran, lebih cepat daripada kenaikannya apabila bisnis tersebut memiliki hal-hal yang unik. 

Selain itu, perlu dipandang juga demografis atau populasi masyarakat seperti apa yang lebih berpotensi untuk mendatangkan konsumen. Menurut CDC, pengunjung utama adalah masyarakat yang berumur 20-39 tahun, laki-laki, dan kebanyakan mereka yang berpenghasilan lebih tinggi. Dari data ini, bisa dilakukan analisa lebih lanjut, seperti misalnya kebutuhan mereka akan makanan yang cepat disajikan sehingga mereka dapat segera dengan lebih cepat melanjutkan aktivitasnya. 

Hal lain yang dapat diperhatikan, yaitu adalah bergesernya fungsi kebanyakan restoran cepat saji di Indonesia menjadi tempat nongkrong, atau tempat berkumpul banyak orang, karena kebanyakan restoran cepat saji kini menyediakan jaringan internet atau Wi-Fi gratis yang dapat digunakan oleh pelanggan setelah mereka membeli produknya. CFC dapat memanfaatkan hal ini dengan juga memasang Wi-Fi gratis di berbagai gerainya dan juga menyediakan promo paket nongkrong, yang terdiri dari menu-menu ringan seperti es krim atau kentang goren. 

SOLUSI

            Untuk kembali menggait minat masyarakat, CFC dapat melakukan beberapa hal yang sama yang dilakukan oleh Domino, yaitu:

  • Menyediakan produk yang lebih murah dari pesaingnya
  • Menyediakan produk ayam yang lebih unik dari pesaingnya (misalnya bisa membuat menu ayam goreng krispi bakar)
  • Mengencangkan promosi lewat sosial media dan juga mengiklankan dengan lebih giat di sosial media

Selain itu, CFC juga dapat melakukan hal-hal berikut untuk mengambil keuntungan kompetitif diantara pesaingnya:

  • Menguatkan Quality Control yang baik dari semua produknya
  • Membuat paket-paket promo nongkrong yang affordable bagi kalangan remaja, mahasiswa, dan pekerja
  • Memasang jaringan Wi-Fi di berbagai gerainya untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang akan nongkrong
  • Menambah varian makanan yang lebih unik dibanding dengan pesaingnya.

SUMBER: 

Kotler, P., Armstrong, G., & Opresnik, M. O. (n.d.). Principles of marketing. Harlow, England: Pearson. Retrieved October 25, 2020.

https://www.restaurantbusinessonline.com/financing/who-eats-fast-food-according-cdc

https://www.money.id/food/cfc-restoran-ayam-cepat-saji-pertama-dan-milik-indonesia-160419l.html

https://www.idnfinancials.com/PTSP/PT-Pioneerindo-Gourmet-International-Tbk#company-overview

https://biz.kompas.com/read/2017/07/06/094401728/lika-liku.perjalanan.sukses.domino.s.pizza


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format