ClassPass vs DOOgether : Mencari Solusi Terbaik dalam Berolahraga

Olahraga menjadi salah satu kunci menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari pandemi. Melihat dari sisi lain, ini menjadi kesempatan besar bagi dua perusahaan besar.


0

Pandemi dan Kesehatan

Menjaga kebersihan dan kesehatan menjadi hal yang kurang diprioritaskan oleh masyarakat Indonesia. Dilansir dari gooddoctor.co.id, hanya 20% masyarakat indonesia yang peduli dengan kesehatan dan kebersihan. Salah satu penyebabnya adalah masyarakat di daerah-daerah terpencil yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan karena tidak adanya fasilitas kesehatan yang disediakan. Alasan lainnya juga karena letak geografis yang sulit dijangkau. Persoalan lain adalah juga menyangkut masalah distribusi yang belum merata, khususnya tenaga kesehatan. Beberapa daerah masih banyak kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis.

Sisi baik dari adanya pandemi adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan menjaga kesehatan tubuh. Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, hanya 35,7 persen penduduk Indonesia yang aktif berolahraga. Selama pandemi, persentase kesadaran akan berolahraga meningkat drastis menjadi 47,6 persen. Bersepeda menjadi olahraga yang paling diminati dengan peningkatan relatif sampai 1000% di Thamrin dan Sudirman. Olahraga terukur (menggunakan aplikasi misalnya) dan bersepeda di dalam ruangan juga menjadi pola baru dalam berolahraga di masa pandemi. 

Salah satu perusahaan dari Amerika Serikat berhasil memanfaatkan momentum pandemi untuk menarik minat berolahraga secara terukur dengan di rumah saja. Pada 1 Juni 2013, berdiri sebuah perusahaan bernama ClassPass yang menyediakan akses ke kelas kebugaran yang berbeda seperti yoga, latihan kekuatan, barre, seni bela diri, pilates, tinju, dan kelas bersepeda dalam ruangan, serta penggunaan klub kesehatan melalui layanan penagihan berlangganan bulanan flat-rate. Dengan diakuisisinya GuavaPass, perusahaan yang menawarkan layanan yang sama dengan ClassPass, pasar Asia dan Timur Tengah termasuk Abu Dhabi, Bangkok, Beijing, Dubai, Hong Kong, Jakarta, Kuala Lumpur, Manila, Mumbai, Shanghai, dan Singapura.  kini dikuasai oleh ClassPass. Sampai saat ini, ClassPass telah menjadi agregator klub kesehatan terbesar di dunia berdasarkan jumlah kemitraan klub, dengan lebih dari 30.000 klub kesehatan di 28 negara di seluruh dunia.

Indonesia yang sedikit tertinggal kemudian menyusul ClassPass dengan meluncurkan Doogether melalui program #1000StartupDigital yang dilangsungkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Hingga saat ini, Doogether telah bermitra dengan 250 tempat olahraga yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. 

Deskripsi Masalah

Setelah berdiri lebih dari 4 tahun, perkembangan Doogether di Indonesia belum terlalu signifikan. Masih banyak kota-kota besar di Indonesia yang belum menjadi area operasional Doogether. Dengan selisih perbedaan 3 tahun dengan ClassPass, Doogether memang belum bisa mengejar bahkan setengah dari jumlah mitra tempat kesehatan. Padahal, industri kesehatan digital masih memiliki pasar yang sangat luas di Indonesia dengan kompetitor yang bisa dihitung jari. Pesaing terkuat Doogether saat ini adalah Strongbee dengan layanan yang hampir sama namun telah memiliki lebih dari 800 mitra penyedia tempat olahraga dan terfokus pada area Jabodetabek.

Tujuan

Artikel ini akan membahas mengapa Doogether tidak sepopuler ClassPass bahkan di saat pandemi. Dengan pembahasan yang dilihat dari berbagai sudut pandang konsep pemasaran, kita akan mengetahui apa yang menjadi penyebab lambatnya perkembangan industri kesehatan dan olahraga digital di Indonesia khususnya perusahaan Doogether. Setelah mengetahui penyebabnya, kita dapat menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dengan berdasar pada best practice dan benchmarking dari perusahaan-perusahaan sejenis atau yang memiliki ide pemasaran yang adaptable. Peningkatan mitra akan menjadi solusi dari dampak pandemi yang menghantam industri gym dan olahraga konvensional.

Metode Pembahasan

Pembahasan kali ini akan melihat perusahaan Doogether dan ClassPass sebagai pembanding dari aspek fitur produk dan keuangan yang ditawarkan. Selain itu, kita akan melihat apakah faktor sosial budaya juga menjadi penyumbang faktor lambatnya perkembangan industri bisnis ini. Konsep yang akan kita gunakan adalah customer-engagement marketing, SWOT analysis, dan macro environment.

Customer-Engagement Marketing

Customer-Engagement Marketing merupakan sebuah proses yang terintegrasi yang menggabungkan unsur tradisional dari pemasaran dan kontak pelanggan pusat secara langsung, termasuk analisis data, manajemen kampanye, e-commerce dan pemenuhan, untuk memberikan interaksi pelanggan yang relevan, personal dan tepat waktu di semua saluran. Secara sederhana, perusahaan ingin mengajak masyarakat, khususnya customer mereka, untuk ikut memberikan value dengan fasilitas yang disediakan perusahaannya. Misalnya, Lego membuat sebuah kanal khusus bernama Lego Ideas dimana masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk merancang bentuk Lego yang mereka inginkan. 


Tujuan strategi ini adalah untuk menciptakan one to one pengalaman pelanggan di setiap titik sentuh, dengan setiap komunikasi tunggal secara mulus. Secara tidak langsung, pelanggan akan memiliki rasa keterlekatan dengan suatu brand dimana mereka juga ikut merancang produk atau menyumbangkan ide kepada suatu perusahaan. Pada strategi ini, membangun komunikasi dengan pelanggan merupakan proses terpenting karena komunikasi membentuk persepsi. Salah satu perusahaan Indonesia yang berhasil dalam membangun customer-engagement dengan cepat adalah Gojek.

SWOT Analysis

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang opportunity), dan ancaman (threat) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Tidak seperti customer-engagement marketing, konsep ini tidak dapat membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Tujuan dari SWOT adalah memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mengurangi ancaman, dan membangun peluang-peluang di masa depan. SWOT melibatkan penentuan tujuan spekulasi bisnis atau proyek yang spesifik dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak mendukung dalam mencapai tujuan tersebut. Proses ini akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari setiap aspek.

Macro Environment

Konsep macro environment merupakan irisan dari konsep besar Analyzing the Marketing Environment. Konsep ini membahas faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi bisnis atau perusahaan yang terdiri dari demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya. Sama seperti konsep SWOT, konsep ini juga tidak ditujukan untuk membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Konsep ini bertujuan untuk menganalisis faktor eksternal apa saja yang berpengaruh besar terhadap spesifik satu perusahaan di suatu wilayah tertentu.

Analisis Persaingan Usaha

Apabila dilihat dari sisi customer-engagement marketing, Doogether telah melakukan berbagai upaya misalnya menyediakan layanan costumer service serta membangun media sosial untuk berkomunikasi dengan para pengguna. Doogether telah menggunakan media sosial Twitter sejak tahun pertama ia berdiri. Konten yang dihasilkan rata-rata 3-4 kali dalam seminggu berupa promo produk, pengenalan produk, dan sebagainya. Beberapa kali admin Twitter Doogether aktif mengikuti berbagai influencer twitter untuk mempromosikan produk mereka sekaligus membangun persepsi brand. Tidak sedikit warganet yang menyampaikan kendalanya di Twitter dan ditanggapi dengan baik oleh admin Twitter Doogether. Selain aktif di Twitter, Doogether juga membangun wajahnya di Facebook, Instagram, Youtube dan LinkedIn. Baru-baru ini, pada Bulan Oktober, Doogether baru mulai memasuki platform TikTok

Apabila dibandingkan dengan pesaingnya, ClassPass membangun wajahnya di media sosial berupa Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, Youtube dan Tumblr. Bahkan, baru-baru ini ClassPass juga membangun akun TikToknya. Dengan cakupan negara yang luas dan berbagai macam costumer yang ada, ClassPass memiliki akun Instagram yang berbeda-beda untuk tiap negara. Konten yang dihasilkan oleh Instagram @classpassid relatif sama dengan @doogether yaitu sekitar 3-4 kali dalam seminggu.

Sayangnya, Doogether belum maksimal dalam memanfaatkan momentum pandemi untuk menarik minat masyarakat berolahraga di rumah khususnya dengan konten yang mereka sediakan di YouTube. ClassPass pada Bulan Maret 2020, awal pandemi dimulai, sudah meluncurkan beberapa video gratis sebagai ‘tester’ produk mereka di Youtube. Sedangkan, Doogether meluncurkan video pengenalan aplikasi mereka bulan Juli 2020. Untuk menikmati konten video olahraga secara gratis, customer perlu mengunjungi situs resmi Doogether dan mengunjungi sub-section #dirumahaja olahraga. Jumlah video yang ditayangkan pada section tersebut berjumlah 67 video dengan durasi yang sangat bervariasi. Sedangkan, jumlah video yang ditampilkan oleh ClassPass di kanal Youtubenya berjumlah 39 video dan sebagian besarnya berdurasi panjang. Jika dibandingkan secara keseluruhan video, ClassPass unggul jauh dengan memiliki lebih dari 40.000 video dan 4.000 audio serta video latihan yang dapat diakses secara gratis hanya dengan membuat akun melalui situs resmi atau aplikasi mereka.

Analisis Customer-Engagement Marketing


ClassPass menawarkan tiga fitur utama yaitu livestream class, studio visit, dan audio-video on demand. Di sisi lain, Doogether menawarkan fitur yang tidak jauh berbeda. Doogether menambahkan satu fitur tambahan bernama DooFood sebagai marketplace makanan sehat yang menjadi opsi nutrisi kesehatan bagi masyarakat.

Mekanisme pembayaran untuk kedua platform ini cukup sederhana. Calon pengguna hanya perlu mencantumkan kartu identitas kartu debit/credit yang akan ditagihkan secara langsung. Namun, seringkali hanya beberapa kartu bank tertentu yang dapat digunakan. Oleh karena itu, Doogether memberikan opsi pembayaran melalui transfer bank. Pada tahun 2019, Doogether juga mengembangkan sistem pembayaran melalui GoPay sebagai jawaban dari kendala konsumen terhadap proses pembayaran. 

Jika dibandingkan dengan penyewaan tempat secara konvensional, kedua perusahaan ini menawarkan harga yang terjangkau ditambah dengan kemudahan pembayaran serta pencarian tempat berolahraga. Namun, kedua platform ini menawarkan struktur produk yang cukup berbeda. Doogether menawarkan tiga jenis membership. Pertama, membership DooFit memberikan benefit berupa tiket gratis live streaming, voucher diskon booking venue, tiket gratis booking venue, hingga asuransi kesehatan. Kedua, membership DooFood memberikan diskon voucher 10% untuk maksimal 3 kali pembelian di tiap merchant. Ketiga, adalah membership venue packages yang memberikan harga dan jenis olahraga yang sangat bervariasi. Di sisi lain, ClassPass hanya memberikan satu jenis membership berupa credit yang dapat ditukarkan untuk memesan kelas olahraga yang ingin diikuti. Keduanya memberikan opsi A La Carte sebagai fitur untuk memenuhi preferensi personal tiap pengguna. Rentang harga berlangganan ClassPass dimulai dari $19 hingga $199. Sedangkan, Doogether memiliki rentang harga berlangganan mulai dari Rp65.000 hingga Rp1.260.000.

Sejak Maret 2014, ClassPass telah mendapatkan berbagai pendanaan yang bernilai hingga 439 juta dollar. Selama awal tahun 2020, ClassPass melantai di bursa dan mampu mengumpulkan hingga 285 juta dollar. Di sisi lain, Doogether juga telah mendapatkan pendanaan dari berbagai pihak mulai dari Gobi Agung, Erick Thohir, hingga Alexander Rusli. Namun, perusahaan Doogether tidak merilis total pendanaan yang didapatkan hingga saat ini.

Analisis SWOT Perusahaan DOOgether


Demografi

Pada umur berapa seharusnya manusia mulai berolahraga? Menurut situs klikdokter.com, seorang anak dapat mulai masuk ke klub olahraga mulai dari umur 10 tahun. sanya tidak matang secara psikologis untuk memahami pentingnya tanggung jawab, komitmen dan konsekuensi dari pelatihan dalam klub olahraga. Apakah orang lanjut usia juga perlu berolahraga? Olahraga untuk usia 70-an dan seterusnya akan mencegah terhadap kelemahan tubuh, menurunkan risiko terjatuh, dan baik untuk fungsi kognitif yang berhubungan dengan memori, orientasi, perhatian, serta bahasa. Oleh karena itu, pada dasarnya olahraga adalah kebutuhan manusia sepanjang hidup. Namun, tiap rentang usia memiliki rekomendasi pilihan olahraga yang perlu disesuaikan dengan kondisi biologis.

Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2020 sebanyak 269,6 juta jiwa. Di mana jumlah penduduk laki-laki 135,34 juta jiwa, lebih banyak dibanding perempuan yang hanya 134,27 juta jiwa. Sementara berdasarkan kelompok usia, jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun) mencapai 185,22 juta jiwa atau sekitar 68,7% dari total populasi. Sementara kelompok usia belum produktif (0-14 tahun) sebanyak 66,05 juta jiwa atau 24,5%, dan kelompok usia sudah tidak produktif (di atas 65 tahun) sebanyak 18,06 juta jiwa atau 6,7% dari total populasi. Artinya jumlah penduduk dengan usia diatas 15 tahun adalah 203,28 juta atau 75% dari total populasi. Sementara jumlah pengguna Doogether diklaim mencapai 20.000 orang atau sekitar 0.009% persen dari pendudukan yang perlu berolahraga. Dengan kata lain, hanya ada 9 orang pengunduh dari 100.000 orang yang perlu berolahraga.

Ekonomi

Rata-rata pendapatan penduduk Indonesia terus meningkat seiring laju pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pendapatan per kapita penduduk Indonesia pada 2019 sebesar Rp 59,1 juta atau setara US$ 4.174,9.  Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita pada 2018 sebesar Rp 56 juta rupiah, atau setara US$ 3.927,2. Sementara pada 2017, PDB per kapita sebesar Rp 51,9 juta, setara US$ 3.877. Di sisi lain, Pendapatan Rumah Tangga per Kapita Amerika Serikat dilaporkan sebesar 33,140.800 USD pada 2019. Rekor ini naik dibanding sebelumnya yaitu 31,454.000 USD untuk 2018. Dari kedua data tersebut, kita dapat melihat bahwa pendapatan per kapita orang Indonesia hanya 12% dari pendapatan per kapita orang Amerika Serikat. Dengan kata lain, pendapatan pertahun orang Amerika 8 kali lipat lebih besar dari orang Indonesia.

Head of Brand and Communication PT AIA Financial Kathryn Monika Parapak menjelaskan, dari sisi bagaimana orang Indonesia melakukan pengeluaran yang berhubungan dengan kehidupan, hanya 5 persen orang yang mengalokasikan dana untuk olahraga. Sementara 50 persennya untuk membeli makanan sehat dan 30 persen untuk biaya tes kesehatan. Ia menambahkan, dua alasan utama orang-orang yang tidak rutin berolahraga adalah alasan waktu dan biaya. 90 persen orang menilai olahraga membutuhkan banyak waktu, sementara sisanya menilai olahraga membutuhkan biaya yang cukup banyak. Rata-rata harga membership gym adalah sekitar Rp850 ribu per bulan—atau sekitar Rp9,8 juta setahun. Jika dilihat dari struktur pendapatan rata-rata orang Indonesia, biaya berlangganan fasilitas kesehatan sangatlah besar. Apabila 5 persen adalah estimasi yang cukup untuk investasi di kesehatan, maka seseorang setidaknya perlu memiliki penghasilan minimal Rp17.000.000 per bulan. Sampai saat ini, rata-rata UMR Indonesia belum mencapai angka tersebut. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi Tahun 2013 mengatakan ada 50 juta orang Indonesia yang punya penghasilan Rp 20 juta sebulan. Dengan kara lain, kurang lebih hanya 20% orang Indonesia yang mampu membayar langganan gym.

Alam

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan 2 musim yaitu hujan hujan dan kemarau. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap jenis penyakit yang dialami masyarakat tropis. Selain itu, iklim yang cenderung lembab membuat keringat mudah keluar. Tidak seperti di iklim lintang atas, seseorang perlu mengeluarkan tenaga yang cukup besar untuk berkeringat. Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa orang Indonesia jarang melakukan olahraga. Karena tanpa olahraga, orang Indonesia juga mudah berkeringat.

Teknologi

Untuk Indonesia, dari total 272,1 juta penduduk, pengguna internet mencapai 175,4 juta jiwa. Menariknya, jumlah smartphone yang terkoneksi mencapai 338,2 juta unit, hampir dua kali lipat jumlah pengguna internet. Artinya, hampir rata-rata orang Indonesia punya lebih dari satu smartphone. Oleh karena itu, Indonesia diklaim akan menjadi raksasa digital di Asia. Namun, pertumbuhan pengguna smartphone serta internet tidak diimbangi dengan peningkatan kecepatan internet. Kecepatan koneksi Internet rata-rata Indonesia nyaris terendah dibandingkan dengan lebih dari 40 negara lainnya. Berdasarkan riset yang dirilis Hootsuite, pada Januari 2020, kecepatan Internet Indonesia rata-rata hanya 20,1 Mbps atau jauh di bawah rata-rata dunia (worldwide) yang mencapai 73,6 Mbps. 

Politik

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bermaksud membentuk ekosistem yang ideal untuk tumbuh dan kembangnya startup melalui pengurangan dan/atau pencabutan regulasi yang tidak relevan, yang menghambat perusahaan dalam proses perizinan. Ekosistem itu memudahkan pelaku usaha rintisan ketika bersinggungan dengan regulasi, pendanaan, hingga infrastruktur. Fokusnya adalah konektivitas, kebijakan, dan kolaborasi. Insentif diberikan kepada terhadap pelaku startup melalui Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIV tahun 2016, berupa pengurangan pajak bagi investor lokal yang berinvestasi pada perusahaan startup dan penyederhanaan izin prosedur perpajakan bagi startup yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahun melalui pelaksanaan PP Nomor 44 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, sehingga startup tersebut dikenakan pajak final sebesar 1%.

Terkait startup, Kementerian Kominfo mengeluarkan kebijakan safe harbour untuk melindungi pemilik, pedagang, dan pengguna platform jual beli online (daring) dari tuntutan hukum melalui Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Batasan Tanggung Jawab Penyedia Platform dan Pedagang (Merchant) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang berbentuk User Generated Content. Konsep kebijakan ini juga mewajibkan penjual untuk menjaga atau melindungi nama baik produknya, sebagaimana diatur dalam Pasal 9 UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Budaya

Hasil Riset terkait Jenis Olahraga Yang Paling Disukai Publik Indonesia


Berdasarkan riset yang dikeluarkan skalasurveiindonesia.com, olahraga yang populer di Indonesia adalah olahraga yang memerlukan kerjasama dengan orang lain seperti sepakbola, bulutangkis, dan bola voli. Sedangkan, olahraga-olahraga perorangan masih kurang populer di Indonesia. Doogether memfasilitasi budaya orang Indonesia yang memiliki karakteristik olahraga secara berkelompok. Dari karakteristik olahraga, kita dapat melihat bahwa olahraga orang Indonesia menggunakan peralatan yang minim biaya. Tidak seperti olahraga di Gym, karakteristik orang Indonesia tidak terlalu bergantung pada peralatan di dalam ruangan.

Saran Pengembangan DOOgether

Terkait customer-engagement marketing, Doogether sudah melakukan strategi yang cukup baik pada beberapa platformnya namun belum maksimal pada pemanfaatan platform seperti Youtube dan TikTok. Doogether juga bisa membangun brandnya di Spotify dengan membuat playlist untuk olahraga seperti Yoga, Lari, atau Zumba. Doogether juga dapat membuat podcast bertema olahraga, seperti yang dilakukan oleh Alodokter.com dengan tema kesehatan. Dari segi fitur yang ditawarkan, Doogether tidak dapat dikatakan kalah dengan ClassPass. Bahkan, Doogether memberikan berbagai varian fitur yang menarik misalnya DooFood. Namun, dengan berkembangnya ClassPass Indonesia, Doogether juga perlu bermanuver dengan lebih cepat untuk membangun pangsa pasar yang potensial bagi ClassPass.

Catatan terbesar bagi Doogether adalah membangun brand awarenessnya. Doogether lebih baik segera memperluas pasarnya sebelum pasar di luar Jabodetabek, Bandung, dan Bali menjadi pasar pesaing. Pasar Jabodetabek, Bandung, dan Bali merupakan pasar yang telah banyak pesaing. Padahal sangat banyak peluang di berbagai daerah di Indonesia, industri fasilitas kesehatan sudah mulai terbangun misalnya di Provinsi D.I Yogyakarta. Setelah memperluas mitra, Doogether dapat menggaet para influencer lokal dan nasional misalnya dengan membuat konten bersama. Tanpa kesediaan mitra di berbagai kota, peningkatan pengguna tidak akan signifikan karena keterbatasan tempat yang bisa di akses. 

Melihat jenis pasar yang dipilih oleh Doogether, pricing theory yang dipilih Doogether masih condong kepada perceived value pricing (customer yang membeli untuk mendapatkan value product). Doogether perlu mengelola segmen customer driven pricing (customer yang membeli dengan menimbang benefit dan biaya yang dikeluarkan) dan customer oriented pricing (customer yang mencari harga termurah untuk suatu produk). Argumen yang digunakan adalah rendahnya pendapatan per kapita masyarakat untuk mengakses fitur melanggan atau sekadar mengikuti kelas latihan di Doogether. Doogether dapat mengelola 2 pasar segmen diatas dengan menambah jumlah video gratis yang dapat diakses serta mencantumkannya di Youtube sebagai “tester” bagi masyarakat.

Dilihat dari demografi, pangsa pasar Doogether masih sangat luas. Namun, hal tersebut terkendala dengan faktor eksternal yaitu ekonomi masyarakat Indonesia. Budaya olahraga di Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri bagi Doogether. Untuk meningkatkan pendapatan, Doogether dapat bekerja sama dengan tempat-tempat olahraga yang diminati masyarakat Indonesia misal lapangan sepak bola, futsal, bulutangkis, dan bola voli. Faktor seperti alam, teknologi, dan politik seharusnya tidak menjadi kendala bagi perkembangan Doogether.

Referensi

11 Bisnis yang Paling Parah Terdampak Covid-19. (2020, Mei 27). suara.com. https://www.suara.com/bisnis/2020/05/27/144827/11-bisnis-yang-paling-parah-terdampak-covid-19    

Amerika Serikat Pendapatan Rumah Tangga per Kapita [1984—2020] [Data & Tabel]. (t.t.). Diambil 28 Oktober 2020, dari https://www.ceicdata.com/id/indicator/united-states/annual-household-income-per-capita

Analisis SWOT. (2020). Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis_SWOT&oldid=17547768

ClassPass. (2020). Dalam Wikipedia. https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=ClassPass&oldid=972323852

ClassPass introduces credits. (t.t.). TechCrunch. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://social.techcrunch.com/2018/03/01/classpass-introduces-credits/

ClassPass—Work out at the best studios in your city. (t.t.). ClassPass. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://classpass.com/purchase/offer/Mzc2Nzk=

cyberthreat, & cyberthread.id, I. J. A. (t.t.). Digital 2020: Pengguna Internet Indonesia dalam Angka. cyberthreat.id. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://cyberthreat.id/read/5387/Digital-2020-Pengguna-Internet-Indonesia-dalam-Angka

Digital, C. (2017, Maret 6). Customer Engagement Marketing. Wificolony. https://www.wificolony.com/single-post/2017/03/06/customer-engagement-marketing

DOOgether. (t.t.-a). DOOgether. Diambil 27 Oktober 2020, dari https://web.doogether.id/

DOOgether. (t.t.-b). DOOgether. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://web.doogether.id/feature

Dua perusahaan ini sukses menciptakan Customer Engagement Dalam Waktu Singkat | Lembaga Survei Iconesia. (t.t.). Diambil 27 Oktober 2020, dari http://iconesia.co.id/dua-perusahaan-ini-sukses-menciptakan-customer-engagement-dalam-waktu-singkat/

Ekonomi, W. (2019, Januari 8). ClassPass Akuisisi Kompetitornya GuavaPass untuk Lebarkan Sayap di Pasar Asia. Warta Ekonomi. https://www.wartaekonomi.co.id/read210626/classpass-akuisisi-kompetitornya-guavapass-untuk-lebarkan-sayap-di-pasar-asia

Gandeng Doogether, Gojek Luncurkan GoFitness | Teknologi. (2019, Agustus 28). Bisnis.Com. https://teknologi.bisnis.com/read/20190828/266/1141942/gandeng-doogether-gojek-luncurkan-gofitness

How ClassPass Works | Features and Product Tour. (t.t.). ClassPass. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://classpass.com/features

Inilah Proyeksi Jumlah Penduduk Indonesia 2020 | Databoks. (t.t.). Diambil 28 Oktober 2020, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/01/02/inilah-proyeksi-jumlah-penduduk-indonesia-2020

Jenis Olah Raga Yang Paling Disukai Publik Indonesia – Skala Survei Indonesia. (t.t.). Diambil 28 Oktober 2020, dari https://www.skalasurveiindonesia.com/jenis-olah-raga-yang-paling-disukai-publik-indonesia/

Kami Beri Alasan Kuat Kenapa Kalian Enggak Usah Bayar Keanggotaan Gym. (t.t.). Diambil 28 Oktober 2020, dari https://www.vice.com/id/article/evkdp7/kami-beri-alasan-kuat-kenapa-kalian-enggak-usah-bayar-keanggotaan-gym

Kustiani, R. (2013, Januari 27). 50 Juta Orang Indonesia Bergaji Rp 20 Juta Sebulan. Tempo. https://bisnis.tempo.co/read/457172/50-juta-orang-indonesia-bergaji-rp-20-juta-sebulan

Mar 2019,  ditulis olehdr N. V. Y., & Wib, 15:40. (t.t.). Pilihan Olahraga Terbaik yang Sesuai Jenjang Usia. klikdokter.com. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3625201/pilihan-olahraga-terbaik-sesuai-jenjang-usia

Masalah Kesehatan di Indonesia, Gaya Hidup Tidak Sehat hingga Stunting. (2020, April 30). Good Doctor | Tips Kesehatan, Chat Dokter, Beli Obat Online. http://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/info-sehat/masalah-kesehatan-di-indonesia/

Media, K. C. (t.t.-a). Aplikasi Pemesanan Kelas Fitness DOOgether Raih Pendanaan “Seed Investment.” KOMPAS.com. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://money.kompas.com/read/2019/04/23/125739726/aplikasi-pemesanan-kelas-fitness-doogether-raih-pendanaan-seed-investment

Media, K. C. (t.t.-b). Waktu dan Uang Jadi Alasan Utama Orang Indonesia Enggan Berolahraga Halaman all. KOMPAS.com. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://lifestyle.kompas.com/read/2018/12/07/130700420/waktu-dan-uang-jadi-alasan-utama-orang-indonesia-enggan-berolahraga

Mengapa Perlu Analisis SWOT Untuk Perusahaan? (2020, Januari 30). Jurnal. https://www.jurnal.id/id/blog/analisis-swot-untuk-perusahaan/

Milenial, Pilih Menabung atau Investasi? | Finansial. (2019, Juli 27). Bisnis.Com. https://finansial.bisnis.com/read/20190727/55/1128913/milenial-pilih-menabung-atau-investasi

Pandemi Membuat Kesadaran Pola Hidup Sehat Meningkat—Infografik Katadata.co.id. (t.t.). Diambil 27 Oktober 2020, dari https://katadata.co.id/ariemega/infografik/5f5b532185fa5/pandemi-membuat-kesadaran-pola-hidup-sehat-meningkat

Rata-rata Pendapatan Penduduk Indonesia Setahun Rp 59 Juta—Makro Katadata.co.id. (2020, Februari 5). https://katadata.co.id/agustiyanti/finansial/5e9a495de4ee7/rata-rata-pendapatan-penduduk-indonesia-setahun-rp-59-juta

RintisanAgustus2020.pdf. (t.t.). Diambil 27 Oktober 2020, dari https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2020/08/RintisanAgustus2020.pdf

Sep 2019,  ditulis olehTamara A., & Wib, 14:20. (t.t.). Umur Berapa Seharusnya Anak Mulai Ikut Klub Olahraga? klikdokter.com. Diambil 28 Oktober 2020, dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3632409/umur-berapa-seharusnya-anak-mulai-ikut-klub-olahraga

STRONGBEE | Sports On-Demand Booking App | Stay Connected, Stay Healthy. (t.t.). Diambil 27 Oktober 2020, dari https://strongbee.co.id/partners

Widyastuti, R. A. Y. (2020, Mei 3). Kecepatan Internet RI Nyaris Terendah, Menkominfo Sebut 6 Sebab. Tempo. https://bisnis.tempo.co/read/1338150/kecepatan-internet-ri-nyaris-terendah-menkominfo-sebut-6-sebab

Penulis:

Muhammad Zaky Zulfahmi Irza

19/441477/EK/22495


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Zaky Zulfahmi

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format