Happy Puppy Kurang Menarik, Customer Beralih Langganan JOOX Selama Masa Pandemi COVID-19

Bagaimana harusnya Happy Puppy menarik customer dan bersaing dengan Quick Sing keluaran JOOX di masa Pandemi?


0

Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan berbagai industri hiburan di tanah air, salah satunya yaitu Industri Karaoke Happy Puppy. Siapa yang tidak mengenal Happy Puppy? Happy puppy merupakan pelopor industri karaoke keluarga yang cukup terkenal dan unitnya sudah tersebar hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. 

Let the World Sing in Harmony

Begitulah slogan dari Huppy Puppy. Bernyanyi merupakan suatu hiburan yang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat. Baik itu untuk bernyanyi bersama-sama sambil kumpul keluarga dan teman, ataupun hanya sekedar menyalurkan hobi bernyanyinya dan kesenangannya untuk melepas penat. Untuk menyalurkan keinginan bernyanyinya sebagian dari mereka datang ke tempat karaoke. Happy puppy menjadi salah satu tujuannya. Akan tetapi, sejak pandemi COVID-19 memasuki Indonesia pada awal tahun 2020 dan pemberlakuan PSBB oleh pemerintah membuat Happy Puppy ditutup sementara untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19. Selain itu, selama pandemi ini masyarakat juga takut dan enggan untuk pergi ke tempat karaoke. Agar keinginan mereka tetap terpenuhi, mereka lebih memilih platform online untuk karaoke. Salah satu paltform online yang paling digandrugi masyarakat yaitu JOOX. Sejak pandemi ini, JOOX mengajak musyarakat untuk lebih mengeluarkan fitur baru yaitu Quick Sing untuk karaoke bersama. Oleh sebab itu, industri karaoke Happy Puppy mengalami keterpurukan bahkan sampai sekarang di era new normal ini.

Lalu bagaimana harusnya Happy Puppy menarik dan bersaing dengan Quick Sing keluaran JOOX di masa Pandemi?

Berdasarkan sumber data, melalui 966 responden didapatkan hasil bahwa selama masa pandemi penggunaan aplikasi streaming musik mengalami peningkatan. JOOX menempati urutan kedua setelah spotify dengan 61% penggunaan. Meskipun secara keseluruhan JOOX menempati urutan kedua, dilihat dari segi fitur JOOX menjadi aplikasi nomor satu penyedia fitur karaoke interaktif secara online. Hal ini dikarenakan aplikasi lain belum menyediakan karaoke interaktif. Melihat hal tersebut, kita ketahui bahwa pangsa pasar hiburan karaoke konvensional yang salah satunya yaitu Happy Puppy berkurang selama masa pandemi karena kebanyakan dari mereka berpindah ke platform online yang dirasa lebih nyaman dan aman di kondisi ini.

Happy Puppy Vs JOOX : Customer Value – Driven dan Customer Relationship Management Selama Masa Pandemi

Tujuan utama dari Happy Puppy yaitu menyediakan hiburan karaoke dengan konsep hiburan keluarga. Hal ini untuk menghapus konotasi dan sentimen negatif di kalangan masyarakat karena sebelumnya tempat karaoke dianggap sebagai tempat hiburan malam. Selain itu, Happy Puppy juga didirikan untuk mewujudkan keinginan masyarakat agar dapat berkaraoke di tempat dengan nyaman. 

Namun, rupanya sulit bagi Happy Puppy untuk mewujudkan keinginan customernya di masa pandemi ini. Berdasarkan observasi, Happy Puppy cenderung melakukan marketing myopia di masa pandemi ini. Marketing myopia merupakan suatu kesalahan dalam hal pemasaran karena perusahaan hanya berfokus pada satu produk yang yang ditawarkan daripada nilai yang akan yang diberikan kepada para customernya. Terlihat jika Happy Puppy tidak ada inovasi baru karena masih menawarkan jasa karaoke secara konvensional untuk datang ke tempat sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasar di masa pandemi ini. Meskipun Happy Puppy kini sudah buka dan menerapkan protokol kesehatan selama new normal ini, pengunjungnya tidak seramai pada masa sebelum pandemi.

Selain itu, Happy Puppy juga memaksimalkan customer relationship management yang sudah dibangun sejak lama sebelum masa pandemi. Untuk membangun hubungan dengan para customernya Happy Puppy telah meluncurkan kartu member yang disebut Puppy Club sebagai bentuk loyalitas dari para customernya. Akan tetapi sangat disayangkan, Happy Puppy tidak bisa memanfaatkan hal tersebut untuk menemukan inovasi baru untuk menarik minat customernya kembali. Oleh karena, sejak adanya pandemi ini, dapat disimpulkan bahwa Happy Puppy kurang memberikan customer value-driven kepada para customernya. 

Berbeda dengan JOOX yang menggunakan marketing offering dengan memberikan berbagai kombinasi fitur untuk memenuhi keinginan para customer. Perlu diketahui bahwa jauh sebelum pandemi JOOX sudah menawarkan fitur karaoke. Namun dengan melihat permintaan pasar selama pandemi ini, membuat JOOX berinovasi untuk meluncurkan fitur karaoke terbaru yaitu “Quick Sing” yang akan semakin melengkapi JOOX untuk memberikan kepuasan kepada customernya. Dengan itu, JOOX berharap dapat mencapai customer value-driven untuk diberikan kepada para customernya selama pandemi ini. Mereka dapat mengakses fitur ini kapan saja tanpa harus pergi keluar rumah untuk karaoke bersama keluarga ataupun teman. Selain itu, untuk mengaksesnya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan karena fitur ini bisa langsung diakses melalui aplikasi JOOX yang terhubung data internet ataupun JOOX Premium langganan setiap bulan. Meskipun melalui platform online, JOOX tetap memberikan layanan karaoke yang memungkinkan para customernya untuk berinteraksi satu sama lain karena disediakan fitur kamera dan microfone seperti vidio conference. Peluncuran inovasi ini merupakan usaha JOOX dalam membangun customer relationship management. Melalui fitur terbarunya ini, JOOX mengajak customernya untuk lebih mindful dalam mengekspresikan diri selama masa pandemi. Salah satunya yaitu dengan tantangan karaoke yang bertema ikut #Katahati.

Happy Puppy Vs JOOX : Growth-Share Matrix

Merujuk pada pendekatan Growth Share Market, Happy Puppy berada di kuadran III yaitu “cash cow” yang menunjukkan bahwa Happy Puppy berada pada pertumbuhan pasar yang rendah (low market growth) dengan pangsa pasar yang tinggi (high market share). Hal ini dapat dilihat jika Happy Puppy memiliki banyak customer tetapi tidak diikuti dengan pertumbuhan yang signifikan dan cenderung monoton. Oleh karena itu, Happy Puppy memiliki keuntungan yang melebihi dari biaya operasional sehingga happy Puppy dikatakan sebagai produk yang mapan dan tidak memerlukan banyak investasi sehingga Happy Puppy bisa mengalokasikan dananya untuk pengembangan produk lainnya di perusahaan dan dapat menawarkan inovasi-inovasi produk lainnya.

Berbeda dengan Happy Puppy, JOOX menduduki posisi kuadran II yaitu “star”. Hal ini menunjukkan bahwa JOOX berada di pertumbuhan pasar yang tinggi (high market growth) dengan pangsa pasar yang tinggi (high market share). Produk ini memerlukan investasi yang besar untuk selalu mengembangkan dan mempertahankan eksistensinya dalam pasar. Investasi tersebut digunakan JOOX untuk meregenerasi dan mem-branding fiturnya dengan berbagai ide baru yang disesuaikan dengan tren pasar. Oleh karena itu, meski sudah berdiri sejak lama JOOX masih tetap eksis walaupun muncul kompetitor baru.

Happy Puppy Vs JOOX : Microeconomic Environment

Happy Puppy merupakan industri hiburan yang didirikan untuk memberikan kenyamanan customernya dalam karaoke. Akan tetapi, selama masa pandemi ini tentu membuat Happy Puppy mengalami perubahan yang signifikan. Merujuk pada regulasi pemerintah, mengharuskan unit-unit Happy Puppy di seluruh Indonesia ditutup sementara yang membuat perusahaan harus merumahkan karyawan-karyawannya. Meskipun demikian, bukan berarti terjadi PHK massal karena setelah diberlakukan new normal karyawannya tetap bisa kembali bekerja. Meski sudah memenuhi protokol kesehatan selama buka di era new normal untuk memberikan keamanan kepada para customernya, tidak membuat Happy Puppy berhasil menarik kembali customernya untuk beramai-ramai datang berkaraoke. Hal ini tentu membuat Happy Puppy mengalami penurunan omzet. Begitu juga dengan kompetitor-kompetitor Happy Puppy yang berada di Industri karaoke konvensional seperti Inul Vizta, Alegro, dan T-rex Family Karaoke juga bernasib sama.

Namun, justru kompetitor datang dari platform online yang telah disebutkan diatas, yaitu JOOX dengan fitur karaoke terbarunya “Quick Sing”. Perusahaan JOOX meluncurkan fitur ini, untuk memenuhi keinginan dan memberi kepuasan kepada cutomernya yang kebanyakan dari kalangan anak muda selama di masa pandemi ini. Akan tetapi, JOOX juga menghadapi berbagai kompetitor lain di platform online yang juga mengeluarkan fitur karaoke seperti watch2gether.

 Happy Puppy Vs JOOX : Macroeconomic Environment

  • Demographic Environment

Sumber : katadata.co.id 

Berdasarkan piramida penduduk diatas, diperoleh informasi bahwa proyeksi penduduk Indonesia lebih banyak pada usia produktif. Oleh karena itu, target pasar dari Happy yaitu usia anak muda sampai dengan usia kerja atau produktif. Pada usia tersebut, orang-orang cenderung sedang membutuhkan hiburan untuk melepaskan penat dari kesibukan bekerja ataupun bersenang-senang dengan teman dan keluarganya. Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa komposisi penduduk usia produktif di Indonesia kebanyakan berdomisili di kota-kota besar dikarenakan beragamnya lapangan pekerjaan yang ditawarkan. Oleh sebab itu, untuk menyesuaikan targetnya unit-unit Happy Puppy banyak didirikan di kota-kota besar. 

Begitu juga dengan JOOX. Kebanyakan Peminatnya adalah usia muda. Dikutip dari detikinet, ada riset yang menyebutkan bahwa pengguna JOOX didominasi oleh anak muda terutama pada usia 18-24 tahun, dengan presentase 53% dari kalangan perempuan dan 47% laki-laki. Bedanya JOOX dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

  • Economic Environment

Mengingat di masa pandemi ini, mereka cenderung melakukan aktivitas di rumah saja, sehingga orang-orang di usia produktif ini lebih banyak membutuhkan hiburan untuk mengusir rasa bosan ketika work from home dan butuh bersosialisasi dengan dengan orang lain juga.

Sebelum masa Pandemi, Happy Puppy banyak dikunjungi oleh orang-orang dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Akan tetapi, perlu diingat bahwa di masa pandemi ini banyak orang-orang yang terkena PHK dan pemotongan gaji. Berdasarkan data, 67% PHK terjadi pada usia produktif 18-24 tahun. Hal ini tentunya mengakibatkan turunnya bahkan hilangnya pendapatan mereka. Jika mereka pendapatan mereka mengalami penurunan ataupun tidak ada penghasilan, mereka tidak ada alokasi biaya untuk hiburan dirinya sendiri. Hal ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi kelesuan Industri karaoke Happy Puppy. Di sisi lain, pengguna JOOX tidak terlalu berpengaruh terhadap turunnya pendapatan, karena biaya pengaksesan JOOX sudah melekat pada data internet yang digunakan mereka dalam keseharian. Mereka hanya bisa mengurangi penggunaannya saja untuk menghemat biaya pengeluaran.

  • Technology Environment

Dari segi teknologi, Happy Puppy sudah mengadopsi beberapa fitur terbaru seperti fitur big screen dan touch screen, tekonologi peredam suara, e-booking serta fitur penghubung ruang karaoke dengan smartphone para custemernya. Akan tetapi, hal tersebut kurang bisa beradaptasi jika dilihat pada kondisi pandemi ini. Misalnya saja teknologi Touch screen justru berbahaya bagi custemernya karena bisa menjadi perantara penyebaran virus COVID-19. 

Berbeda dengan JOOX yang menggunakan teknologi secara adaptif dalam menghadapi perubahan secara global sehingga di kondisi sekarang ini justru meluncurkan fitur baru “Quick Sing” yang menambah minat customernya untuk menggunakan JOOX.

Penawaran Solusi untuk Happy Puppy

Happy Puppy merupakan salah satu industri hiburan karaoke yang terdampak selama masa pandemi COVID-19 ini. Sangat disayangkan jika harus mengalami kelesuan akibat dampak tersebut padahal banyak sekali yang dapat dikembangkan oleh Happy Puppy untuk tetap bertahan dan menarik kembali para customernya untuk menikmati layanan karaoke yang diberikannya. Happy Puppy harusnya memperbarui strategi pemasaran dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Happy Puppy sendiri dapat mengadopsi dan belajar bagaimana JOOX dapat menarik minat lebih banyak customer di masa pandemi ini. Di era yang serba digital ini, hendaknya dimanfaatkan Happy Puppy untuk menyediakan layanan karaoke melalui media online. Happy Puppy memanfaatkan websitenya yang sudah ada ataupun menciptakan aplikasi baru. Dalam pembuatan fitur barunya, Happy Puppy dapat membentuk tim IT. Fitur karaoke online Happy Puppy tersebut hendaknya memberikan fasilitas layanan yang lengkap seperti Happy Puppy secara off-line pada umunya hanya di sesuaikan secara online. Penyediaan room, musik karaoke yang lengkap, fitur kamera, dan microfone, kolom chat dan fitur lainnya yang akan menambah kepuasan customer.

Dengan pemanfaatan fitur karaoke melalui platform online, akan memudahkan para customer Happy Puppy untuk menikmati layanan karaokenya dimana saja dan kapan saja dengan rasa nyaman dan tidak ada ketakutan. Para customer dapat membayarnya dengan sistem satu kali bayar satu kali akses ataupun dengan membuat sistem pembayaran berlanggan per bulan dengan e-money. Untuk menarik kembali cutomernya, Happy Puppy juga dapat memanfaatkan kartu keanggotan “Puppy Club” bagi customernya yang sudah memilikinya untuk memasukkan kode kartu kemudian memberikan diskon dalam pengaksesan karaoke Happy Puppy secara online. 

Penulis : 

Rizqa Zidny Fatimah

Sumber : 

Herfiato, Prasetyo. (2020). JOOX Ajak Masyarakat Lebih Mindful Selama Pandemi. Diakses pada 27 Oktober 2020, dari https://gizmologi.id/news/joox-katahati/

Happy Puppy. (2020). Profil Perusahaan. Diakses pada 27 Oktober 2020, dari https://www.happy-puppy.com/profile.php

JOOX Editor. (2020). Diakses pada 27 Oktober 2020, dari https://www.joox.com/id/article/3772

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd. 

Kusnandar, Viva B. (2020). Jumlah Penduduk Indonesia Diproyeksikan Mencapai 270 Juta pada 2020. Diakses pada 27 Oktober 2020, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/13/jumlah-penduduk-indonesia-diproyeksikan-mencapai-270-juta-pada-2020

Lidyana, Vadhia. (2020). Anak Muda Paling Banyak Kena PHK Saat Pandemi. Diakses pada 27 Oktober 2020, dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5203509/anak-muda-paling-banyak-kena-phk-saat-pandemi

Nabila, Marsya. (2020). Menengok Sederet Aplikasi Hiburan Terpopuler Selama Pandemi. Diakses pada 27 Oktober 2020, dari https://dailysocial.id/post/menengok-sederet-aplikasi-hiburan-terpopuler-selama-pandemi

Rahman, Adi F. (2016). Kuasai Indonesia Pengguna Joox Dominan Anak Muda. Diakses pada 27 Oktober 2020, dari https://inet.detik.com/cyberlife/d-3359017/kuasai-indonesia-pengguna-joox-dominan-anak-muda





Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Rizqa Zidny

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format