Industri Alas Kaki di Masa Pandemi: Indonesia Tenggelam, Amerika Serikat Meroket


0

Pandemi COVID-19 rupanya membawa dampak serius bagi sebagian besar pelaku industri tanah air. Tak terkecuali bagi sektor industri alas kaki. Dalam wawancara CNBC Indonesia (Senin, 04/05/2020), Firman Bakti selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menuturkan bahwa industri alas kaki domestik saat ini tengah mengalami keterpurukan akibat pandemi COVID-19. Sebanyak 18 persen produsen alas kaki di tanah air telah berhenti beroperasi akibat anjloknya jumlah permintaan konsumen.

https://youtu.be/TjS6U_5ehNI

Identifikasi Masalah

Salah satu produsen alas kaki lokal yang juga merasakan dampak pandemi COVID-19 adalah DE' monte Exclusive, produsen sepatu yang beroperasi di Jakarta Pusat. Sebelum pandemi melanda, DE' monte Exclusive telah memiliki tempat tersendiri di mata masyarakat. Sebab, kualitas produk ini mampu menyaingi produk alas kaki asal luar negeri, ditambah dengan harganya yang cukup terjangkau. Pandemi COVID-19 seakan menjadi pukulan telak bagi DE' monte Exclusive dalam menjalankan roda bisnis nya. Penjualannya terus anjlok dalam beberapa bulan terakhir.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi penyebab utama terhadap penurunan jumlah permintaan produk DE' monte Exclusive. Kegiatan work from home membuat masyarakat tidak lagi memerlukan alas kaki untuk dipakai ke kantor. Selain itu, kebijakan lockdown di negeri tirai bambu menyebabkan pasokan bahan baku alas kaki menjadi terhambat. Hal ini berdampak pada penurunan kapasitas produksi sebesar 20 persen. 

Berbeda halnya dengan situasi di tanah air, sebagian besar industri alas kaki di Amerika Serikat justru penjualannya melonjak di tengah pandemi. Seperti yang dialami oleh brand alas kaki ternama asal AS yaitu Crocs. Secara mengejutkan, penjualan Crocs di tengah pandemi meroket hingga 361.700.000 dolar AS. Angka ini bahkan jauh melampaui penjualan di tahun sebelumnya yaitu sebesar 312.800.000 dolar AS. Naiknya pendapatan Crocs di tengah pandemi tentu tidak lepas dari strategi marketing yang mereka lakukan. Metode pemasaran yang tengah gencar dilakukan oleh Crocs adalah menjual produk melalui online platform serta memberikan donasi kepada tenaga  kesehatan lokal di Serikat.

Pertanyaannya, apakah strategi yang dijalankan Crocs akan efektif bila dilakukan oleh produsen alas kaki di tanah air? Simak penjelasan berikut ini.

Pembahasan

Menurut Kotler dan Armsrong (2018), dinamika suatu bisnis dapat dianalisis menggunakan dua faktor yang berhubungan sebab-akibat yaitu Macroenvironment ydan Microenvironment. Macroenvironment adalah variable dari luar yang mempengaruhi kinerja suatu perusahaan, sementara Microenvironment adalah variabel dari dalam perusahaan yang mengalami perubahan akibat situasi di luar perusahaan.

Macroenvironment terdiri dari beberapa unsur diantaranya: Natural Environment, Political and Social Environmentt, dan Economic Environment. 

Apabila kita menilik kasus yang dialami oleh DE' monte Exclusive, ketiga unsur tersebut telah nyata terjadi. Pandemi COVID-19 adalah natural environment yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Menyikapi bencana ini, sejumlah pemerintah daerah bergerak cepat dalam mengambil kebijakan berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB). Kebijakan PSBB ini lah yang memenuhi unsur political and social environment. Kebijakan ini rupanya berdampak pada lumpuhnya kegiatan perekonomian masyarakat. Hal ini berujung pada penurunan daya beli masyarakat yang juga mendorong perubahan terhadap economic environment.

Ketiga unsur dari Macroenvironment tersebut lah yang berimbas pada perubahan Microenvironment dari DE' monte Exclusive. Microenvironment sendiri dapat terdiri dari beberapa unsur seperti suppliers, marketing intermediaries, hingga consumers.

Sejak China memberlakukan lockdown, pasokan bahan baku alas kaki DE' monte Exclusive menjadi terhambat. Ketergantungan akan suppliers bahan baku asal China membuat kapasitas produksi mereka turun hingga 20 persen. Hal ini membuktikan bahwa natural environment dapat berpengaruh terhadap unsur internal perusahaan, yaitu suppliers.

Selain itu, kebijakan PSBB yang diambil pemerintah tentu membuat mall, pertokoan, termasuk outlet DE' monte Exclusive di beberapa lokasi terpaksa tutup. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial dan politik dapat berpengaruh terhadap marketing intermediaries perusahaan.

Fenomena batal pesan yang dilakukan oleh para pelanggan DE' monte Exclusive akibat melemahnya perekonomian domestik, menandakan bahwa economic environment juga dapat berpengaruh pada unsur internal perusahaan, yaitu consumers.

Pemilik DE' monte Exclusive, Miske Niharda dalam wawancara liputan6.com (07/04/20) juga mengungkapkan bahwa situasi perekonomian yang tidak stabil membuat dirinya terpaksa mengistirahatkan seluruh karyawan sementara ini. Upah pekerja yang mahal, serta tidak diimbangi dengan pendapatan yang tinggi mendorong Miske untuk melakukan langkah ini. 

Berbeda dengan produsen sepatu DE' monte Exclusive yang tengah mengalami masa sulit, Crocs yang merupakan brand sepatu asal Amerika Serikat justru meraup untung berlipat di kala pandemi. Secara umum, situasi Macroenvironment yang dialami oleh Crocs sama dengan situasi yang dialami oleh DE' monte Exclusive. Tetapi apa yang menyebabkan keadaan Microenvironment Crocs baik-baik saja, bahkan penjualannya justru melejit ketika pandemi?

Yang pertama adalah unsur suppliers. Seperti hal nya DE' monte Exclusive, Crocs pada mulanya mengandalkan supply bahan baku yang berasal dari China. Namun, pandemi yang tak kunjung berakhir serta diperparah dengan memanasnya perang dagang AS-China, perusahaan Crocs beralih menggandeng supplier asal India untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produk mereka.

Unsur yang kedua adalah consumers. Crocs rupanya telah menerapkan value driven marketing strategy dalam memasarkan produknya. Mereka selalu melakukan riset mengenai consumer market and buyer behavior dengan tujuan agar produk Crocs tetap eksis di tengah kemajuan zaman. Satu strategi unik yang diambil oleh Crocs adalah dengan 860.000 pasang alas kaki gratis senilai 40 juta dolar bagi tenaga kesehatan lokal di Amerika Serikat. Hal ini tentu akan memberi citra positif bagi Crocs, yang berujung pada peningkatan penjualan produk.

Unsur ketiga, yakni marketing intermediaries. Tak jauh berbeda dengan DE' monte Exclusive, Crocs nampaknya juga menutup sebagian besar outletnya ketika pandemi. Hal ini dilatarbelakangi oleh perubahan perilaku konsumen ketika pandemi yang lebih senang berbelanja secara daring. Benar saja, hingga kaurtal ketiga tahun 2020, Crocs telah meraup keuntungan 73 persen lebih banyak daripada tahun lalu. Capaian ini tentu tidak lepas dari keputusan cerdas yang diambil oleh manajemen Crocs untuk membuat website khusus sebagai platform penjualan online resmi.

Saran

Berangkat dari permasalahan yang dialami oleh DE' monte Exclusive, terdapat beberapa langkah baik dari sisi eksternal maupun internal yang dapat diambil guna menghidupkan kembali industri alas kaki di dalam negeri.

Sebagai pihak eksternal, peran pemerintah sangat diharapkan untuk membangkitkan industri alas kaki yang terpukul akibat pandemi COVID-19. Beberapa kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah diantaranya:

Pinjaman Modal

Pemerintah pusat saat ini telah memberikan bantuan bagi para pelaku UMKM yang terdampak pandemi. Akan tetapi, bantuan ini bersifat dana hibah sehingga nominalnya pun sangat terbatas. Program pinjaman modal jangka panjang dengan bunga rendah dapat menjadi alternatif kebijakan baru guna memberdayakan para pelaku industri di tengah pandemi. 

Mencabut kebijakan PSBB di beberapa daerah

Pembatasan Sosial Berskala Besar rupanya masih menjadi pilihan bagi beberapa pemerintah daerah guna mencegah penyebaran COVID-19. Akan tetapi, opsi untuk mencabut kebijakan ini kiranya perlu dipikirkan kembali oleh para pemangku kepentingan. Kegiatan ekonomi akan kembali normal saat PSBB dicabut. Termasuk dengan mall, outlet, dan toko akan dapat beroperasi seperti biasa. Dengan dibukanya kembali mal dan pertokoan, pelaku industri alas kaki akan dapat menjual produknya secara offline. Mengingat, penjualan offline juga dapat menciptakan nilai tambah pada sektor distribusi dalam industri alas kaki.

Mendorong para investor untuk berinvestasi

Ketidakpastian ekonomi di kala pandemi menyebabkan sebagian besar orang enggan untuk berinvestasi. Dengan demikian, pemerintah perlu mengupayakan agar para investor kembali menanamkan modalnya terutama di sektor industri alas kaki yang tengah terpuruk. Upaya menarik investor tersebut dapat dilakukan dengan menjaga iklim investasi yang baik, perlindungan hukum, serta infrastruktur yang memadai.

Permasalahan ini tentu tidak akan selesai begitu saja di tengan pihak eksternal. Pihak internal, dalam hal ini DE' monte Exclusive juga perlu mengambil langkah-langkah strategis agar roda bisnis nya kembali berputar di era new normal.

Memaksimalkan penjualan daring. 

DE' monte Exclusive sebenarnya telah melakukan penjualan daring melalui marketplace seperti shopee, bukalapak, dan tokopedia. Akan tetapi, penjualan online melalui platform ini dirasa kurang optimal. DE' monte Exclusive perlu untuk mencoba menjual produk nya di media sosial Instagram. Mengingat platform ini sedang digandrungi oleh seluruh lapisan masyarakat saat ini. Opsi lain yang dapat diambil untuk penjualan secara daring adalah dengan membuka laman web khusus yang hanya menjual produk-produk DE' monte Exclusive. Langkah ini juga bisa meyakinkan pembeli bahwa produk yang mereka beli adalah bukan barang palsu.

Mencari supplier baru

Saat ini mayoritas produsen alas kaki di Indonesia, termasuk DE' monte Exclusive masih mengandalkan supplier bahan baku yang berasal dari China. Hal ini disebabkan oleh bahan baku impor yang lebih murah bila dibandingkan dengan harga bahan baku lokal. Ketidakpastian supply bahan baku mengharuskan DE' monte Exclusive untuk mencari supplier bahan baku baru yang memiliki kualitas sama dengan bahan baku sebelumnya. Crocs telah melakukan hal serupa. Pada mulanya, Crocs mengandalkan supply bahan baku yang berasal dari China. Namun, akibat pandemi yang diperparah dengan memanasnya perang dagang AS-China, perusahaan Crocs beralih menggandeng supplier asal India untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produk.

Inovasi produk baru

Produk DE' monte Exclusiveselama ini berfokus pada alas kaki orang dewasa. DE' monte Exclusive perlu untuk meniru langkah Crocs dalam melakukan Value Driven Marketing Strategy. Strategi ini dapat dimulai dengan melakukan survey melalui platform digital. Sehingga, produk DE' monte Exclusive nantinya tidak hanya dapat digunakan oleh orang dewasa, tetapi dapat juga dipakai oleh remaja dan anak-anak. Mengingat populasi di Indonesia di Indonesia didominasi oleh penduduk usia muda, produk yang menyasar anak-anak dan remaja pada umumnya akan laris manis.

Menggaet artis sebagai brand ambassador

Crocs merupakan brand yang tidak hanya digemari oleh masyarakat umum, tetapi juga artis papan atas. Tak jarang kita melihat foto-foto artis dunia yang tengah mengenakan produk Crocs. Melihat situasi ini, Crocs dengan cepat bergerak untuk menawarkan artis tersebut menjadi brand ambassador. Sebut saja Priyanka Chopra yang telah menjadi brand ambassador Crocs sejak tahun lalu. Bukan tidak mungkin bagi DE' monte Exclusive  untuk melakukan hal serupa. Apabila biaya untuk menjadikan artis sebagai brand ambassador terlalu mahal, DE' monte Exclusive dapat menyiasatinya dengan menggandeng artis ternama tanah air untuk hanya melakukan endorsement.

Dampak pandemi COVID-19 bagi sektor industri alas kaki memang tidak dapat dipungkiri. Defisit cashflow hingga PHK menjadi hal yang lumrah di masa sekarang ini. Situasi ini tentu tidak dapat dibiarkan. Pemerintah dan pelaku industri harus bersinergi untuk bersama-sama melewati masa krisis. Inovasi dan evaluasi mutlak dilakukan agar industri alas kaki Indonesia bisa kembali berjaya.

REFERENSI

Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of marketing. Hoboken, New York: Pearson Higher Education.

CNBC Indonesia. (2020, May 04). Aprisindo:Industri Sepatu Kehilangan Pasar Lokal Saat Pandemi. Retrieved October 28, 2020, from https://www.cnbcindonesia.com/market/20200504115917-19-156024/aprisindoindustri-sepatu-kehilangan-pasar-lokal-saat-pandemi

Liputan6.com. (2020, April 07). Keluh Kesah Produsen Sepatu, Setop Produksi dan Rumahkan Karyawan Akibat Corona. Retrieved October 28, 2020, from https://m.liputan6.com/bisnis/read/4221783/keluh-kesah-produsen-sepatu-setop-produksi-dan-rumahkan-karyawan-akibat-corona

Herman. (2020, March 06). Dampak Virus Corona, Produksi Sepatu di Indonesia Turun 20%. Retrieved October 28, 2020, from https://www.beritasatu.com/amp/faisal-maliki-baskoro/ekonomi/606051/dampak-virus-corona-produksi-sepatu-di-indonesia-turun-20

Wiyanto. (2020, August 22). Ngeri! 18 Persen Produsen Sepatu Setop Produksi. Retrieved October 28, 2020, from https://m.industry.co.id/amp/read/72666/ngeri-18-persen-produsen-sepatu-setop-produksi

Herman. (2020, July 03). Pandemi Covid-19 Pukul 500.000 Pekerja Industri Alas Kaki. Retrieved October 28, 2020, from https://www.beritasatu.com/amp/feri-awan-hidayat/ekonomi/651861/pandemi-covid19-pukul-500000-pekerja-industri-alas-kaki

Katadata. (2020, April 24). Imbas Pandemi Corona, 70% Industri Alas Kaki Terkendala Bahan Baku. Retrieved October 28, 2020, from https://katadata.co.id/amp/agustiyanti/berita/5ea290545ed95/imbas-pandemi-corona-70-industri-alas-kaki-terkendala-bahan-baku

Avery, G. (2020, October 27). Crocs rocks to new sales record in Q3, rebounds from pandemic in U.S. retail. Retrieved October 28, 2020, from https://www.bizjournals.com/denver/news/2020/10/27/crocs-shoes-retail-sales.html

Koltun, N. (2020, September 30). How Crocs stepped up during the pandemic and built on fans' trust. Retrieved October 28, 2020, from https://www.marketingdive.com/news/how-crocs-stepped-up-during-the-pandemic-and-built-on-fans-trust/586119/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
elianovita

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format