Kalah Bersaing di Pangsa Lokal Bukan Berarti Gagal: Sabun B29 Terkenal di Afrika

Masa kejayaan B29 mulai memudar pada 1980 karena banyak sabun sejenis muncul. B29 mulai penetrasi pangsa Afrika dan penjualan melebihi ekspektasi.


0

     Apabila Anda adalah ibu rumah tangga, Anda pasti pernah mendengar sabun colek B29 yang terkenal pada tahun 1970. Produk ini dibuat oleh Sewu Gunawan (Go So He) pada masa krisis ekonomi 1930, hal ini diawali dengan keluhan-keluhan yang didengar oleh Sewu mengenai kelangkaan sabu Tjap Tangan yang diproduksi oleh Unilever. Sabun tersebut merupakan satu-satunya sabun cuci yang beredar di pasar saat itu. Para ibu mengeluh bahwa mereka tak bisa mencuci baju, piring, atau bahkan mandi. Oleh karena itu, Sewu melihat peluang besar dan mulai belajar bagaimana cara membuat sabun. Ia berusaha mencari bahan pengganti kaustik soda agar harganya lebih murah. Hal ini pula yang memunculkan ide untuk membuat sabun multiguna (multi-purpose). Sabun ini memikat hati ibu rumah tangga dengan mudah oleh karena kegunaannya, dan bahkan sempat menguasai 80% pasar Indonesia.

     Sayangnya masa kejayaan B29 mulai memudar pada 1980 karena banyak sabun sejenis muncul. Eka Gunawan, anak dari Sewu, memutar haluan perusahaan dan memulai penetrasi ke pasar Afrika. Penjualan ternyata melebihi ekspektasi dan kelarisannya semakin kentara ketika Krisis Ekonomi 1997. Permintaan di Afrika mencapai dua kali lipat dari produksi normal. Hal ini memunculkan pertanyaan yang menarik yaitu: Mengapa Sabun B29 laris di pasar Afrika (terutama di Ethiopia) tetapi kalah bersaing di pasar lokal?

CRITICAL THINKING

Regulasi Terkait Memasuki Pangsa Ethiopia

              Komersialisasi bisnis di Ethiopia masih sulit sampai saat ini, investasi asing dikontrol ketat dan menghambat perusahaan pemula yang mulai tumbuh. Salah satu hal yang perlu dipenuhi oleh PT. Sinar Ancol saat memasuki Ethiopia adalah mempekerjakan tenaga kerja lokal Ethiopia. Walaupun begitu, dalam produksi B29 perusahaan masih diperbolehkan menggunakan 90% bahan baku Indonesia. Hal ini mulai berubah pada masa ini, Abiy telah mengindikasikan reformasi dengan meluncurkan “Doing Business Initivative” pada Desember 2019 untuk menghapus rintangan-rintangan pada regulasi yang ada dan mempromosikan investasi. 

              Indonesia juga sudah meluncurkan wadah komunikasi cepat dengan adanya Indonesia-Ethiopia Business Connect (IEBC) pada 2010 lalu. Ethiopia memiliki penduduk 112 juta jiwa (kedua tertinggi di Afrika setelah Nigeria) mengalami kemajuan ekonomi paling pesar di sub-Sahara. Tahun 2004-2017 pertumbuhan ekonomi Ethiopia selalu di atas 10%, walaupun pada masa pandemi ini pertumbuhan menurun, tetapi tetap mencapai angka 8,6& dan tetap tertinggi di Kawasan. Selain PT Sinal Ancol, terdapat empat perusahaan Indonesia lain yang berinvestasi di Ethiopia yaitu PT Indofood, PT Busana Apparels Group, PT Sumber Bintang Rejeki, dan PT Bukit Perak. 

Data Ekspor Sabun Indonesia

              Pangsa pasar sabun Indonesia di luar negeri cukup signifikan, terutama di Ethiopia yang mencapai 36,1% pada 2010. Sebaran produk sabun Indonesia juga semakin melebar tiap tahunnya dan telah mencapai 180 negara pada 2009. Walaupun pangsa pasar terbesar terdapat di Ethiopia, tetapi dari persentase ekspor sabun Indonesia justru paling banyak diekspor ke Pakistan (13%), Hong Kong (10%), dan Nepal (4%). Data pangsa pasar selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Negara

Pangsa Pasar yang dikuasai Indonesia

Ethiopia

36,1%

Malaysia

16,8%

Senegal

9,6%

Mozambik

8,2%

Tanzania

5,5%

Algeria

4,6%

Mauritius

4,2%

Thailand

2,4%

              Ekspor Indonesia ke Ethiopia dari tahun ke tahun terus meningkat, bahkan data setengah tahun 2020 menyatakan ekspor ke Ethiopia telah mencapai 23,3 juta Dollar AS, hamper sejumlah ekspor total pada tahun 2016 yang mencapai 27,7 juta Dollar AS. Dari sekian banyak ekspor yang dilakukan, rata-rata 24,6% merupakan ekspor sabun (atau produk sejenis dengan kode HS 34). Berikut grafik data yang diolah dari Badan Pusat Statistik: 


Sumber: Badan Pusat Statistik (bps.go.id), diolah.

Sumber: Badan Pusat Statistik (bps.go.id), diolah.

ANALYTICAL THINKING

Consumers Market and Buying Behavior

4Ps
Product

Produk sabun B29 pertama kali dibuat sebagai produk berkualitas dengan harga rendah. Produk ini sudah terbukti secara klinis di laboratorium IPB sebagai sabun yang ampuh dalam membunuh kuman. Terdapat beberapa jenis aroma sabun yang ditawarkan dan sabun memiliki tekstur yang lembut. Hal paling penting yang ditawarkan adalah kinerja sabun yang multifungsi, dapat digunakan untuk membersihkan pakaian, peralatan rumah tangga, ataupun untuk mandi. Saat ini terdapat sekitar 80 jenis produk pembersih dan deterjen untuk pasar domestik dan luar negeri. Berikut spesifikasi produk utama B29 multipurpose soap

Sumber: https://sinarantjol.com/wp-content/uploads/2020/01/0009-1.jpg

          PT Sinar Ancol mampu menghasilkan ratusan ribu ton produk pembersih dan deterjen setiap tahunnya. Sampai saat ini terdapat lima pabrik, dua diantaranya berada di Ghana dan Ethiopia. Kelima pabrik tersebut dilengkapi dengan fasilitas yang modern dan teknologi terbaru. Sumber daya yang dimiliki perusahaan mencapai 1.000 karyawan yang sangat menghargai kejujuran, kreativitasm loyalitas, integritas, dan kerjasama. 

Price

             Strategi penetrasi sabun B29 adalah harganya yang lebih murah. Sabun dijual di Ethiopia dengan harga 3,5 birr per buah atau setara dengan Rp3.500. Dibandingkan dengan produk lain, harga ini termasuk di bawah rata-rata. Di Indonesia harga sabun berkisar antara Rp4.000 sampai dengan Rp10.000 tergantung jenisnya. Harga ini secara signifikan berada di bawah harga produk kompetitor. Tetapi tidak banyak konsumen kota yang tertarik sehingga perusahaan memfokuskan penjualan pada bagian pedesaan. 

Promotion

              PT Sinar Ancol merencanakan strategi marketing dan promosi yang matang. Berbagai media digunakan sebagai sarana promosi, antara lain televisi, radio, poster, brosur, dan iklan cetak lainnya. Berikut salah satu contoh iklan sabun B29 di Indonesia yang menekankan keunggulannya yaitu tidak menggunakan formalin.

         Selain itu, perusahaan juga pernah menggunakan salah satu pelawak asal Indonesia sebagai cara promosi. Suratmi dengan gayanya yang kenes membujuk para ibu memakai sabun krim B29. Oleh karena identik dengan B29, Suratmi jadi dikenal sebagai “Ratmi B29”. Di Ethiopia PT Sinar Ancol juga mengeluarkan beberapa iklan di televisi, tetapi fokusnya lebih kepada kebermanfaatan produk. Salah satu contoh iklan B29 di Ethiopia adalah sebagai berikut

Sumber: youtube.com 

Sayangnya sampai saat ini perusahaan belom menggunakan sosial media sebagai media untuk melakukan promosi. Hal ini dapat menjadi salah satu peluang pengembangan untuk PT Sinar Ancol di masa kedepan.

Place

              PT Sinar Ancol memiliki jaringan penjualan internasional yang terdiri dari 120 negara di lima benua. Salah satu jaringan yang paling signifikan adalah di Afrika, Ethiopia. 


Consumer's Blackbox

              Saat ini terdapat 310 juta penduduk di Afrika Barat, hal ini mengindikasikan kebutuhan akan produk harian yang kian meningkat. Dari total tersebut Ethiopia menyumbang 107 juta jiwa. Kebutuhan ini diimbangi dengan kemampuan PT Sinar Ancol untuk memproduksi sabyn dengan kapasitas yang besar. Selain faktor-faktor eksternal terdapat pula berbagai karakteristik pembeli yang sangat mempengaruhi proses pembuatan keputusan. Faktor-faktor tersebut antara lain kultural, sosial, personal, dan psikologis. Masing-masing faktor terletak pada level yang dapat dijelaskan melalui skema di bawah ini.

Sumber: Consumer Buying Behaviour Philip Kotler & Gary Armstrong, slideplayer.com


Cultural Factors

              Kelas sosial sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli atau tidak membeli produk. Kelas sosial ditentukan tidak hanya dari pendapatan, tetapi juga kombinasi pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, kekayaan, dan variabel lainnya. Individu atau kelompok yang berada dalam satu kelas sosial cenderung untuk memiliki nilai, ketertarikan, dan perilaku yang serupa.

              Pembagian kelas sosial di Indonesia dan Afrika yang paling mudah adalah menggunakan tingkat pendapatan. BPS mencatat pendapatan per kapita penduduk Indonesia pada 2019 mencapai Rp59,1 juta per tahunnya atau Rp4.925.000 per bulannya. Sedangkan pendapatan per kapita penduduk Ethiopia adalah 1,000 USD atau Rp13.850.000 per tahun. Dengan kata lain pendapatan per bulannya hanyalah Rp1.154.167. Oleh karena perbedaan kondisi ini, maka sabun B29 cocok ditargetkan untuk lower class di Indonesia, tetapi dapat dibeli oleh middle class sampai lower class di Ethiopia. 

Personal Factors

              Usia dan tahapan kehidupan sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Saat ini median umur untuk pria di Ethiopia adalah 19.8 dan 20.1 untuk wanita. Sedangkan di Indonesia median umur untuk pria adalah 30.5 dan 31.8 untuk wanita. Target audience dari sabun B29 adalah untuk wanita di atas 17 tahun atau sudah berkeluarga. Pria juga dapat menggunakan sabun ini tetapi kebanyakan hanya untuk mencuci mobil atau membersihkan tubuh. Melalui median yang didapatkan maka sebenarnya kemungkinan pembeli di Indonesia lebih banyak dibandingkan di Ethiopia. Perbedaannya, masih cukup banyak pernikahan dini di Ethiopia sehingga banyak ibu rumah tangga yang berusia 17-20 tahun. 

              Situasi ekonomis juga memiliki dampak yang signifikan. Seperti yang telah dibahas sebelumnya memiliki tinggat pendapatan di Ethiopia dan Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa sabun B29 menargetkan konsumen dengan kondisi ekonomi berkecukupan dan/atau kekurangan. Apabila konsumen memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik dari rata-rata maka konsumen biasanya lebih memilih produk yang terspesialisasi kegunaannya dan mencari brand yang lebih terkenal. Selain itu, faktor kepribadian yang mempengaruhi adalah apabila konsumen memiliki tendensi untuk menghemat atau meminimalisir pengeluaran tetapi tetep ingin menggunakan produk yang memiliki kualitas rata-rata, maka sabun B29 sangat cocok untuk konsumen tersebut.

Psychological Factors

              Seperti yang telah dibahas, maka motif pelanggan yang dituju juga motif untuk menghemat. Hal ini sangat cocok dengan konsumen di Ethiopia terutama karena munculnya motif baru disana yaitu membeli sabun multifungsi agar tidak perlu membeli berbagai macam sabun terspesialisai. Hal ini dibuktikan dengan percobaan PT Sinar Ancol untuk menjual sabun mandi (beauty soap) dengan harga 1,25 birr per buah atau setara dengan Rp1.250 (lebih murah daripada harga sabun multifungsi yang dijual) tetapi produk ini tidak terlalu laku. Pola pikir orang Ethiopia yang mendasari perilaku tersebut adalah sabun multifungsi dapat digunakan untuk mandi, cuci, dan pengganti sampo. Sedangkan sabun mandi hanya untuk mandi.

Customer Value-Driven Marketing Strategy: Positioning

Sumber: https://csumbrhubbard.files.wordpress.com/2013/11/value-prop1.jpg

              Secara keseluruhan positioning yang digunakan oleh PT Sinar Ancol untuk sabun multipurpose B29 adalah more-for-less karena perusahaan menawarkan sabun dengan berbagai macam kegunaan (bisa untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci mobil, dan sebagainya) denga harga yang lebih murah dibandingkan dengan kompetitor. Oleh karena itu, sabun B29 sangat terkenal di Indonesia pada tahun 1970, karena produk sabun yang ditawarkan oleh Unilever memiliki harga yang lebih mahal. 

              Ketika muncul produk-produk serupa pada tahun 1980, positioning bergeser menjadi the-same-for-less karena banyak produk yang menawarkan kegunaan serupa tetapi harga B29 masih lebih murah. Sayangnya sabun B29 kemudian kalah bersaing di pasar lokal karena produk lain menambahkan kegunaan tambahan seperti bau yang wangi, lalu spesialisasi produk seperti sabun khusus wajah, sabun khusus cuci piring, dan sebagainya yang menjamin kegunaan sabun lebih ampuh dalam membersihkan hal tertentu yang menjadi spesialisasinya. Hal ini bersamaan dengan kondisi perekonomian yang membaik maka sabun B29 mulai ditinggalkan. Berbeda dengan pasar Indonesia, tidak terdapat banyak pesaing di pasar Afrika. Selain itu, konsumen juga lebih tertarik dengan kegunaan yang multi-purpose dibandingkan yang terspesialisasi. Oleh karena itu, positioning sabun B29 di pasar Afrika masih more-for-less sampai saat ini. 

              Positioning Map untuk produk sabun di Indonesia dibuat dengan dua parameter utama yaitu produk low cost sampai expensive, serta parameter general purpose sampai specialized purpose. Beberapa kompetitor yang digunakan sebagai pembanding adalah Sunlight, Rinso, Vanish, dan Dettol. Berikut gambaran Positioning Map yang dimaksud: 


BCG Growth-Share Matrix

Salah satu teknik analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk mengklasifikasikan unit-unit bisnisnya adalah menggunakan metode growth-share matrix yang dikembangkan oleh Boston Consulting Group (BCG). Dalam matrix ini terdapat dua ukuran yaitu market growth rate dan relative market share. Unit-unit bisnis perusahaan akan dikelompokkan dalam empat jenis yang biasa digambarkan dalam bagan yaitu stars (high-growth, high-share), cash cows (low-growth, high-share), question marks (high-growth, low-share), dan dogs (low-growth, low-share).

Sumber: business-to-you.com

              Jika kita meninjau pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan pasar produk multi-purpose soap B29 di pasar Afrika, maka produk ini dapat dikategorikan sebagai cash cows. Hal ini disebabkan pangsa pasar relatif sabun B29 mencapai 36,1% tetapi pertumbuhannya sudah tidak pesat. Dengan begitu maka perusahaan dapat menggunakan strategi harvesting dan menyalurkan pendapatannya untuk mengembangkan produk-produk lainnya. Tetapi perusahaan juga harus menyadari bahwa pangsa pasar relatif dapat menurun sewaktu-waktu dan produk bergeser pada posisi dogs apabila perusahaan tidak melakukan inovasi baru ataupun strategi pemasaran yang baru. 

Tabel Pangsa Pasar Produk Pembersih di Indonesia Tahun 2010

No.

Merek

Okt

Nov

Des

Rata-rata

1

Rinso

26%

24%

25%

25%

2

Soklin

22%

19%

17%

19%

3

Surf

14%

17%

15%

15%

4

Daia

11%

10%

8%

10%

5

Attack

20%

21%

31%

24%

6

B-29

4%

5%

2%

4%

7

Merek lain

3%

4%

2%

3%

              Apabila analisa dilakukan di Indonesia, maka sebetulnya posisi sabun B29 adalah pada dogs. Pangsa pasar dikuasai oleh kompetitor (B29 hanya menguasai 4%) dan pertumbuhan pangsa juga tidak signifikan. Perusahaan dapat menentukan untuk mempertahankan produk tersebut (strategi hold) atau membentuk targeting dan positioning yang baru dengan re-branding slogan dan/atau melakukan inovasi (strategi build) atau perusahaan juga dapat memutuskan untuk tidak melanjutkan produk dan menggunakan uang dari unit tersebut untuk mengembangkan produk lainnya (strategi divest). 

Benchmarking

              Jika terdapat produk seperti sabun B29 yang kalah bersaing di pasar lokal tetapi malah laris di luar negeri, terdapat pula produk yang diprediksi akan gagal terjual tetapi malah laris. Salah satunya adalah Whatsapp. Produk ini diperkirakan akan gagal karena tidak memiliki fitur-fitur yang menarik dibandingkan pesaingnya misalnya tidak memiliki stickers, GIF, ataupun advertisement. Tetapi justru karena keserhanaan itu maka Whatsapp menjadi terkenal di kalangan profesional dan pada pengguna berumur menengah karena lebih mudah digunakan dan fitur tidak terlalu banyak. Pengguna dapat mempelajari cara menggunakan app dengan lebih cepat dan fungsionalitas aplikasi juga cukup (misal untuk mengirim gambar, video, link, atau file). Walaupun begitu, seriring berjaannnya waktu, Whatsapp mengembangkan aplikasinya agar sesuai dengan trend, seperti menambahkan fitur sticker dan fitur Whatsaap for Business. 

              Selain itu, terdapat pula produk yang sudah keluar di pasar dan gagal, lalu melakukan re-branding agar laris. Salah satu contohnya adalah sabun Camay yang diproduksi oleh Procter&Gamble (P&G) dan dijual di Pakistan. Awalnya produk ini gagal di pasaran karena kesulitan untuk memenuhi keinginan konsumen. Terutama mengenai komplain mengenai sabun yang terlalu cepat habis. Setelah melakukan re-branding, Camay dipasarakan dengan harga yang lebih mahal dan fokus pemasaran yang berbeda yaitu manfaatnya untuk menjadikan kulit bersih, sehat, berkilau dengan mudah, nyaman, dan mengurangi semua masalah kulit sehari-hari. Perubahan fokus strategi tersebut menyebabkan reaksi yang berbeda dari konsumen dan produk menjadi sukses meraih pangsa pasar yang cukup besar. 

              Melalui apa yang terjadi pada Whatsapp, seharusnya sabun B29 dapat belajar bahwa kesederhanaannya tersebut dapat menjadi sebuah keunggulan pada saat tertentu. Tetapi, seperti yang dibuktikan di pangsa Indonesia, harus terdapat inovasi-inovasi sehingga produk sesuai dengan trend saat ini. Sedangkan dari produk Camay, sabun B29 dapat belajar bahwa terkadang low-price strategy perlu diubah agar produk dapat diterima oleh pasar. Terkadang produk telah memiliki keunggulan-keunggulan tertentu tetapi kurang gencar dipasarkan sehingga konsumen tidak tertarik untuk membeli. 

PROBLEM SOLVING

              Berdasarkan data dan analisa yang telah dibahas di atas, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh PT Sinar Ancol untuk meningkatkan penjualan sabun B29 di pasar Indonesia dan mempertahankan pangsa di luar negeri. Salah satu hal yang penting adalah memikirkan kembali apakah terdapat keunggulan produk yang belum dipasarkan dengan baik. Lalu, media pemasaran juga perlu merambah ke sosial media, misalkan dengan menggunakan tokoh terkenal di instagram. Inovasi-inovasi juga perlu dilakukan untuk mengikuti trend yang ada. 

              Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan untuk sabun B29 adalah melakukan re-branding dengan fokus sabun dengan bahan alami. Hal ini mengingat terdapat bahan-bahan seperti kaustik soda yang digantikan dengan tebu. Penelitian dan inovasi juga dapat difokuskan pada bahan baku pengganti yang alami serta harum yang alami pula. Dengan demikian maka diferensiasi produk menjadi lebih jelas dan mengikuti trend saat ini yaitu trend untuk menggunakan produk-produk alami yang mengurangi pencemaran lingkungan. 

Oleh: Adilla Sita Yodianti

Referensi

“Re-Branding-of-Fail-Product-A-case-study-of-CAMY.pdf,” t.t.

Administrator. “Sabun Cuci B29.” Tempo, 28 September 2009. https://majalah.tempo.co/read/laporan-khusus/131501/1930sabun-cuci-b29.

“Akses: Menuju Gerbang Pasar Dunia.” Diakses 28 Oktober 2020. https://kemlu.go.id/download/L3NpdGVzL3B1c2F0L0RvY3VtZW50cy9NYWphbGFoL0FLU0VTL0Frc2VzJTIwVm9sJTIwNiUyME9rdG9iZXIlMjAyMDA4LnBkZg==.

“Badan Pusat Statistik.” Diakses 28 Oktober 2020. https://www.bps.go.id/exim/.

Bashir, Majid, dan Salman German. “Final Project Brand Management,” t.t., 14.

“Cara generasi muda Ethiopia dorong Addis Ababa jadi pusat inovasi terkemuka di Afrika.” BBC News Indonesia. Diakses 28 Oktober 2020. https://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-47730216.

Bisnis.com. “Ekspor Barang Konsumer Ke Afrika Barat Kian Menjanjikan | Ekonomi,” 7 Januari 2019. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190107/12/876082/ekspor-barang-konsumer-ke-afrika-barat-kian-menjanjikan.

“Field Listing :: Median age — The World Factbook - Central Intelligence Agency.” Diakses 28 Oktober 2020. https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/fields/343.html.

@CekAja. “Inilah Daftar Negara dengan Gaji Rata-rata Terendah di Dunia.” Diakses 28 Oktober 2020. https://www.cekaja.com/info/inilah-daftar-negara-dengan-gaji-rata-rata-terendah-di-dunia.

tokopedia. “Jual Sabun B29 Murah - Harga Terbaru 2020.” Diakses 28 Oktober 2020. https://www.tokopedia.com/find/sabun-b29.

Kementerian Luar Negeri Repulik Indonesia. “Kedutaan Besar Republik Indonesia di ADDIS ABABA, Merangkap Republik Djibouti dan Uni Afrika Ethiopia.” Diakses 28 Oktober 2020. https://kemlu.go.id/addisababa/id.

SINDOnews.com. “Kiat Berbisnis Dengan Ethiopia, Patuhi Peraturan Setempat,” 29 Maret 2019. https://ekbis.sindonews.com/berita/1391290/34/kiat-berbisnis-dengan-ethiopia-patuhi-peraturan-setempat.

MerahPutih. “Kucek Sejarah Sabun Colek Merek Pesawat Pengebom Hiroshima B29,” 16 Januari 2020. https://merahputih.com/post/read/kucek-sejarah-sabun-colek-merek-pesawat-pengebom-hiroshima-b29.

Media, Kompas Cyber. “Sabun Indonesia Laku Keras di Afrika.” KOMPAS.com. Diakses 28 Oktober 2020. https://money.kompas.com/read/2010/06/04/13284625/Sabun.Indonesia.Laku.Keras.di.Afrika.

Mimbar Rakyat. “Mengunjungi Pabrik Indomie Dan B29 Di Ethiopia,” 12 Mei 2019. https://www.mimbar-rakyat.com/detail/mengunjungi-pabrik-indomie-dan-b29-di-ethiopia/.

detikfinance. “Orang Etopia Paling Gemar Pakai Sabun Indonesia.” Diakses 28 Oktober 2020. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1369750/orang-etopia-paling-gemar-pakai-sabun-indonesia.

“Product Catalog Export | PT.SINAR ANTJOL : Manufacturer of Soap, Powder Detergent, Body Lotion.” Diakses 28 Oktober 2020. https://sinarantjol.com/en/product-catalog-export/#enviragallery1350/6/.

prezi.com. “PT SINAR ANTJOL.” Diakses 28 Oktober 2020. https://prezi.com/5b8x0hzsv4tx/pt-sinar-antjol/.

RRI 2020, LPP. “Melihat Perkembangan Kerjasama Ekonomi Indonesia Dan Ethiopia.” rri.co.id. Diakses 28 Oktober 2020. https://rri.co.id/internasional/657627/melihat-perkembangan-kerjasama-ekonomi-indonesia-dan-ethiopia.

“Snapshot.” Diakses 28 Oktober 2020. https://majalah.tempo.co/read/laporan-khusus/131501/1930sabun-cuci-b29.

Zaenudin, Ahmad. “Jatuh Bangun Google Melawan WhatsApp di Bisnis Pesan Instan.” tirto.id. Diakses 28 Oktober 2020. https://tirto.id/jatuh-bangun-google-melawan-whatsapp-di-bisnis-pesan-instan-cJez.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
AdillaSita

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format