Miskin Porno Jungkir Balik, Salah Siapa?

Mengapa nama Miskin Porno tenggelam di antara grup musik-grup musik lainnya walaupun memiliki aliran yang hampir sama?


3
3 points

Saat ini, cara untuk menyuarakan idealisme kepedulian saat ini bisa dilakukan melewati berbagai macam media. Salah satunya adalah media kreasi musik, dalam bentuk grup band. Mengingat semakin banyak orang yang mulai turut terbuka terhadap perubahan yang ideal, seharusnya grup band dengan aliran demikian bisa meraup pasar yang cukup luas.

Namun, karena beberapa hal, beberapa grup band tidak seberuntung itu. Di antaranya adalah Miskin Porno, grup band idealis yang menyuarakan keresahan terhadap lingkungan, namun kurang mendapatkan perhatian dan pengakuan. Nah, kira-kira, apakah alasan yang menyebabkan Miskin Porno tidak sesukses kawan-kawannya? Dan apakah yang bisa dilakukan mereka untuk menumbuhkan pasar, demi semakin terdengarnya keresahan mereka?

Sumber: Facebook Page Miskin Porno

Gelombang Penggemar

Penggemar, pasar, dan konsumen adalah elemen yang sangat menentukan sukses tidaknya suatu grup musik. Mari kita lihat gelombang penggemar Miskin Porno, dibandingkan dengan dua grup musik lainnya dengan idealisme yang hampir sama.

Miskin Porno

Tercatat di ReverbNation.com, jumlah penggemar Miskin Porno mulai dari berdirinya, yakni tahun 2016 hingga 27 Oktober 2020 mencapai 7.000 kepala. Pendengar bulanan atau monthly listeners dari band ini pun hanya mencapai 27 kepala. Sebagai grup band yang berdiri di DI Yogyakarta, maka jumlah ini hanya berkisar sekitar 0,18%, mengingat jumlah masyarakat DI Yogyakarta pada 2018 mencapai 3.8 juta jiwa.

Sumber: Reverbnation, Miskin Porno

Sumber: Spotify, Miskin Porno

Bila dibandingkan dengan para penggemar dari band serupa seperti fstvlst atau .feast yang lagu-lagunya mengusung suara keresahan, tentu jumlah ini terbilang sangat sedikit.

Fstvlst

Fstvlst contohnya, yang juga merupakan salah satu grup band asal DI Yogyakarta. Tercatat mulai dari awal berdiri, yakni tahun 2003 (dulu bernama Jenny, dan berubah nama menjadi Fstvlst pada tahun 2014) hingga tulisan ini diturunkan, total penggemar dari band ini mencapai hingga lebih dari 40 ribu kepala, dengan pendengar bulanan mencapai lebih dari 30 ribu kepala (Spotify).

Sumber: instagram Fstvlst

.Feast

Selain Fstvlst, band musik lainnya yang namanya melejit dan mempunyai pasar yang bahkan jauh lebih luas lagi adalah .Feast yang berasal dari DKI Jakarta. .Feast memiliki penggemar hingga lebih dari 200 ribu jiwa dengan pendengar bulanan yang juga mencapai angka ratusan ribu.

Sumber: Instagram .Feast

Sumber: Spotify, .Feast

Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin sebagai 3 grup musik dengan aliran idealisme yang hampir sama bisa memiliki jumlah penggemar yang sangat signifikan perbedaannya? Apa yang membedakan antara Miskin Porno, Fstvlst, dan juga .Feast?

Faktor Demografis Hingga Personal yang Mempengaruhi Pasar

Ditilik dari infografis sebelumnya, Miskin Porno, Fstvlst, dan tentu saja .Feast memiliki latar belakang yang cukup berbeda namun berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar. Secara Geografis, baik Miskin Porno dan Fstvlst berbasis di DI Yogyakarta, namun .Feast berlokasi di DKI Jakarta.

Bagi Miskin Porno dan Fstvlst, tentu membutuhkan lebih banyak usaha untuk menumbuhkan penggemar dan pendengar musiknya. Utamanya karena situs-situs tempat mereka memasarkan produk umumnya memiliki fitur berbayar.

Sumber: Spotify

Untuk mendapatkan akun premium/berlangganan di Spotify, Anda harus merogoh sedikitnya Rp 25.000,- /bulan, itupun bila Anda masih pelajar tingkat sekolah atau universitas. Bila Anda merupakan karyawan, kepala rumah tangga, atau hidup bersama pasangan, sekurang-kurangnya uang yang harus dikeluarkan adalah Rp 50.000,- perbulannya.

Sekarang kita lihat, kira-kira akun premium yang mana yang banyak dibeli?

Sumber: Yonulis

Bila dilihat, pengguna Spotify didominasi oleh orang-orang berusia 18-24 tahun dan selanjutnya adalah usia 25-34 tahun. Usia yang mana untuk seluruh masyarakat Indonesia adalah usia produktif muda. Tidak hanya itu, usia ini pun tercatat sebagai jumlah mayoritas masyarakat provinsi DI Yogyakarta yang sudah menikah. Datanya sebagai berikut:

Bila mayoritas masyarakat Yogyakarta menikah di usia 21-22 tahun, maka bisa dikalkulasikan bahwa usia pasangan tersebut pada tahun 2020 ialah 29-30 tahun. Relevan dengan data pengguna Spotify di atas. Mari selanjutnya kita lihat berapa jumlah UMK/UMP DI Yogyakarta.

Sumber: Tri (Harian Merapi, 2019)

Agar bisa berlangganan Spotify, setidaknya masyarakat DI Yogyakarta harus mengeluarkan 3.4% penghasilan mereka, untuk akun personal. Bila sudah menikah, maka jumlahnya bisa meningkat hingga 4,8%. Tentu ini jumlah yang sangat dipertimbangkan ulang untuk masyarakat DI Yogyakarta. Hal ini akan membuat mereka berpikir ulang untuk mendengarkan musik dari Miskin Porno dan Fstvlst, terutama lewat akun premium di Spotify.

Hampir berlawanan dengan masyarakat DI Yogyakarta, masyarakat DKI Jakarta justru lebih banyak menikah di usia di atas 25+, daripada di bawah 19 tahun. Masyarakat DKI Jakarta juga mendapatkan UMR yang terbilang lebih tinggi. Mari kita lihat datanya di sini.

Sumber: Statistik.jakarta.go.id

Dilihat dari UMR DKI Jakarta, untuk berlangganan Spotify Premium pribadi hanya perlu mengeluarkan sebesar 1.2% penghasilan mereka setiap bulan. Sedangkan untuk Spotify pasangan (yakni bagi yang sudah menikah) hanya perlu menghabiskan sebesar 1.7% saja dari penghasilan mereka. 

Tentunya hal ini (para pengguna Spotify premium pasangan) juga diseimbangi dengan usia pernikahan yang cenderung lebih dewasa, yang tentu saja diikuti dengan kondisi finansial yang lebih stabil. Jadi tidak heran, bila .Feast yang berbasis di Jakarta bisa menguasai lebih banyak pasar di Spotify.

Kita juga bisa membahas mengenai social network dari ketiga band tersebut. Tentunya sebagai entertainer di zaman modern, media sosial, situs resmi, dunia virtual, dan lain sebagainya berperan besar dalam membuka pasar. 

Kita bisa melihat bagaimana Miskin Porno tidak memiliki Instagram, yang merupakan salah satu platform media sosial raksasa yang paling banyak digunakan oleh orang-orang usia produktif (18-50 tahun), dan tentu saja lebih detailnya adalah kaum Millenials (22-38 tahun). 

Hal ini juga diperkuat dengan wawancara kepada beberapa penggemar dari .Feast dan Fstvlst yang berasal dari Jabodetabek dan DI Yogyakarta. Mereka semua mengakui memiliki akun Instagram dan Facebook, namun jauh lebih aktif di Instagram, apalagi untuk mencari jadwal gigs (konser mini), informasi rilis album, informasi merchandise grup musik, dan lain sebagainya.

Sumber: Hootsuite

Sebagai grup musik yang menyuarakan keresahan terhadap Pemerintah, lingkungan, dan kemanusiaan, hal ini tentu bisa sangat disayangkan. Mengingat umumnya orang-orang dengan minat dan ketertarikan yang sama dengan visi Miskin Porno tentu jauh lebih aktif di Instagram daripada di Facebook atau di ReverbNation.

Masalah berikutnya muncul karena selain tidak aktif di Instagram, Miskin Porno cenderung jarang melakukan campaign atau posting di Facebook. Miskin Porno juga tidak melakukan banyak interaksi dengan para penggemarnya di Facebook. Inilah yang menyebabkan sedikitnya exposure yang dimiliki oleh band tersebut.

Sudah Baikkah Branding dari Miskin Porno?

Aspek psikologi dan branding juga turut berkontribusi dalam perkembangan band Miskin Porno. Kita bisa melihat dari nama band itu tersebut, yakni kata Miskin dan Porno. Walaupun memiliki arti yang positif (yakni menyesalnya mereka atas minimnya inisiatif dan kemauan untuk menyadari kondisi lingkungan), namun kedua kata tersebut sudah membuat masyarakat mempertanyakan terlebih dulu kredibilitas band tersebut. 

Survey pribadi

Tentu saja, nama Miskin Porno bisa dibela dengan maksud filosofisnya. Namun, untuk persoalan branding, tentu hal ini bisa menjadi boomerang untuk grup musik tersebut. Sebuah nama merk untuk produk tangible atau intangible memang harus filosofis. Namun aspek lain yang tidak kalah penting adalah mudah tidaknya nama tersebut tercerna untuk calon pasarnya.

Sumber: Facebook Miskin Porno

Miskin Porno, yang bergenre Extreme Campaign Punk berusaha menyuarakan keresahan dalam bidang eksploitasi lingkungan, salah satunya adalah Orang Utan di Kalimantan. Bisa dilihat pada logo dari grup musik tersebut.

Bagi penggemar band ini yang mengenalnya luar dalam, tentu mereka bisa langsung memahami mengenai alasan penamaan Miskin Porno diikuti dengan logo yang membawa orang utan Kalimantan tersebut. Namun, bila Anda bukanlah penggemar band tersebut, bisa jadi Anda akan mempertanyakan relasi antara kata Miskin, Porno, dengan orang utan Kalimantan.

Ini bisa jadi senjata untuk grup musik tersebut. Bisa jadi, bukannya calon pasarnya tertarik mendengarkan musik mereka dan kemudian turut terpacu untuk menyuarakan keresahan terhadap lingkungan, mereka mungkin justru langsung meragukan maksud grup tersebut dan bahkan tidak berminat mendengar musiknya terlebih dahulu.

Analisis SWOT Terhadap Miskin Porno dan Bagaimana Menyikapinya

Kita akan membedah mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki oleh Miskin Porno.

Kelemahan

Terlepas dari beberapa kelemahan yang sudah kita jabarkan sebelumnya, salah satu lagi kelemahan yang dimiliki oleh Miskin Porno adalah ketidaksesuaian pasar yang mereka tuju dengan produk yang mereka bawa.

Mayoritas dari lagu-lagu yang diproduksi Miskin Porno, membahas mengenai pembabatan hutan, mengingatkan masyarakat atas hak hidup Orang Utan, serta sindiran terhadap keberadaan Freeport. Lagu-lagu ini tidak bisa dikatakan relatable atau memberikan customer value kepada masyarakat DI Yogyakarta, karena tidak berlatar belakang di provinsi tersebut. Sehingga, masyarakat pun tidak terlalu aware terhadap lagu-lagu tersebut.

Bila dibandingkan dengan .Feast dan Fstvlst, yang lagunya lebih dominan tentang kritik terhadap kemanusiaan, kritik terhadap pemerintah, dan upaya membakar semangat muda-mudi, tentu Miskin Porno kalah telak. Kedua band tersebut memiliki calon pasar yang lebih kuat, karena customer value driven yang lebih tepat, yakni bisa membuat calon pasarnya merasa relatable dengan lagu-lagu tersebut.

Kekuatan

Kekuatan dari Miskin Porno untuk berusaha tetap mengapung adalah hubungan baik dengan para penggiat gigs di DI Yogyakarta. Sehingga, keberadaannya di DI Yogyakarta pun masih bisa diperhitungkan, masyarakat masih ada yang mengenal dan menonton gigsnya atau membeli album dari band tersebut. Miskin Porno juga memiliki kedekatan dengan band-band punk lain yang satu selera dengan mereka, sehingga masih bisa saling menguatkan kualitas satu sama lain di mata publik.

Peluang

Mengenai peluang, Miskin Porno masih memiliki banyak kesempatan. Mengingat mereka baru lahir kurang dari lima tahun yang lalu. Bila dibandingkan dengan Fstvlst atau .Feast, tentu usia ini belum terbilang apa-apa. Mengingat saat ini generasi Millennial sudah sangat terbuka dengan perubahan positif dan idealisme, ini adalah kesempatan besar bagi Miskin Porno untuk masuk ke dalam pasar yang sudah ada dengan produk yang baru.

Ancaman

Ancaman juga tidak bisa dipungkiri tetap ada. Walaupun seperti yang sudah dikatakan, bahwa generasi Millennial terbuka dengan lagu-lagu yang kritis terhadap lingkungan dan kemanusiaan, namun perlu diakui bahwa genre punk memiliki stereotype yang cukup buruk di masyarakat Indonesia. Yakni umumnya selalu dikaitkan dengan kualitas pengamen, konsernya penuh kerusuhan, personil yang doyan mabuk, dan lain sebagainya. Hal ini bisa menjadi backlash bagi Miskin Porno, bila mereka tidak melakukan personal-branding dengan tepat.

Apa yang Harus Miskin Porno Lakukan Untuk Kembali ke Permukaan?

Untuk kembali ke permukaan dan mendapatkan lebih banyak pengakuan dan penggemar, maka Miskin Porno harus kembali mempertimbangkan teknik marketing mereka. Walaupun bisa dikatakan bahwa terkadang teknik marketing tidak berjalan selalu beriringan dengan idealisme, namun tentu saja bila hanya mengandalkan idealisme, maka keresahan dan suara mereka tidak akan kunjung terdengar oleh masyarakat luas.

Sumber: Van-Hafteen

Nah, apa yang harus mereka lakukan? Tentu adalah memperbaiki kualitas organisasi (band) tersebut dan beradaptasi dengan lingkungan pemasaran.

Pertama-tama, mereka harus mengenali pasar terlebih dahulu, dan kemudian melakukan repositioning. Bila mereka berbasis di DI Yogyakarta, maka mereka harus mengutamakan customer value, yakni masyarakat DI Yogyakarta. Salah satunya adalah dengan cara membuat lagu-lagu yang bisa lebih dirasakan oleh masyarakat. Misalnya, mengenai hiruk pikuk rencana pembangunan hingga pengesahan Yogyakarta International Airport, Kulon Progo.

Mereka juga bisa membahas mengenai sex-tourism di Yogyakarta, misalnya seperti di daerah Seturan atau Pasar Kembang. Lagu-lagu seperti ini akan lebih menarik perhatian masyarakat Yogyakarta, karena mereka sepenuhnya paham mengenai apa yang ingin dikritik oleh Miskin Porno. Ketimbang membahas mengenai Kalimantan, yang masyarakat DI Yogyakarta sendiri belum tentu paham isu tersebut, sedangkan masyarakat Kalimantan yang mungkin paham, justru sama sekali tidak mengenal nama Miskin Porno.

Kedua adalah branding. Salah satunya dengan lebih aktif di media sosial. Mereka bisa mulai untuk masuk ke Instagram, misalnya untuk memasarkan lagu-lagu dan suara kritik mereka. Mereka juga bisa memanfaatkan platform tersebut untuk menyuarakan keresahan, agar masyarakat mengenal mereka tidak hanya sebagai band punk, namun campaign punk.

Ketiga adalah dengan membuka relasi lebih luas, ketimbang dengan lingkaran yang itu-itu saja. Misalnya, dengan menggaet komunitas di fakultas-fakultas Sosial Humaniora UGM, Fakultas Kehutanan UGM, atau komunitas/persatuan petani di Kulon Progo. Komunitas-komunitas tersebut jauh lebih paham mengenai isu yang diangkat Miskin Porno dan bisa turun mendukung band tersebut. Dengan kata lain, akan memberikan exposure yang lebih besar, ketimbang dengan gigs yang hanya fokus di musik tanpa memahami isu yang ada.

Apakah mereka perlu mengubah nama grup musik? Saya rasa, mereka bisa melakukan rebranding sedikit, agar nama grup tersebut lebih di-acknowledge oleh masyarakat. Tidak perlu mengingkari filosofi, hanya tinggal permainan kata yang membuat nama menjadi lebih dimaklumi. Karena nama grup musik sangat berpengaruh terhadap first impression orang-orang terhadap band tersebut. Coba bandingkan nama berikut: .Feast, Fstvlst, Hindia, atau band yang lebih legendaris seperti Jamrud, Slank, Kerispatih dan Jrocks, atau band lokal DI Yogyakarta seperti Bias Basa Basi, Archiblues, Kasino Brothers  dengan Miskin Porno. Terasa bukan perbedaannya di telinga? (KYNA)

Lorosae Kyna Saraswati

Sumber & panduan:

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd. (KA).

Infografis:

Repositioning Brand: https://www.van-haaften.nl/branding/corporate-branding/141-figures-mba-thesis-corporate-branding

Facebook page Miskin Pornohttps://m.facebook.com/profile.php?id=292576854111158&v=feed&filter=13

ReverbNation Miskin Porno: https://www.reverbnation.com/miskinporno?popup_bio=true

Instagram .Feast: https://www.instagram.com/ffeastt/?hl=en

Instagram Fstvlst: https://www.instagram.com/fstvlst/?hl=en

Spotify: https://www.spotify.com/id/premium/

Demografis usia pengguna Spotify: https://yonulis.com/2019/10/05/generasi-langgas-vs-media-lawas-generasi-music-on-demand-dan-jatuh-bangunnya-radio-konvensional/

Data pernikahan: https://kajiangender.sksg.ui.ac.id/wp-content/uploads/2016/04/Hari-1-sesi-1-Razali-Ritonga.pdf

UMP DI Yogyakarta: https://www.harianmerapi.com/news/2018/10/30/40122/umk-2019-kota-yogya-tertinggi-gunungkidul-terendah

UMP DKI Jakarta: http://statistik.jakarta.go.id/ump-dki-jakarta-periode-2020-naik-sebesar-851/

Sosial media paling ramai di Indonesia: https://www.ayosemarang.com/read/2020/04/21/55684/social-media-marketing-bisa-jadi-pilihan-pemasaran-online-saat-wabah-covid-19


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
SARASWATIkyna

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format