Ramayana dan Nasib Perusahaan Ritel di Masa Pandemi

Tidak dapat dimungkiri, pandemi COVID-19 telah memberikan dampak luar biasa terhadap operasional berbagai sektor bisnis, termasuk Ramayana Department Store.


0

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20190820180344-17-93410/pengunjung-mall-kian-sepi-ini-strategi-ramayana-bertahan

Problem Identification

            Tidak dapat dimungkiri, pandemi COVID-19 telah memberikan dampak luar biasa terhadap operasional berbagai sektor bisnis di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Salah satu sektor bisnis yang paling terdampak oleh pandemi dan menelan kerugian selama 2020 ini adalah sektor bisnis ritel seperti department store/toserba. Penyebab utama dari kerugian tersebut adalah adanya kebijakan social/physical distancing sebagai upaya pencegahan penularan virus COVID-19. Kebijakan ini membuat banyak orang menjadi enggan untuk bepergian ke luar jika tidak mendesak serta mengutamakan pengeluaran belanjanya pada produk-produk primer (makanan, minuman) dan produk penunjang kesehatan (masker, hand sanitizer, dll).

Sebagai pemain di sektor bisnis ritel Indonesia, Ramayana Department Store (PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk.), yang bergerak di bidang ritel pakaian, juga turut terdampak akibat adanya pandemi COVID-19 ini. Pada akhir Maret 2020, ketika awal kemunculan COVID-19 di Indonesia, manajemen Ramayana harus menutup sementara 94 dari 118 gerai yang dimilikinya sebagai dampak dari diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Indonesia. Kebijakan ini membuat shock yang besar pada kegiatan operasional Ramayana Department Store hingga membuat penjualan menurun drastis dan menelan kerugian. Meski terhitung sejak September 2020 kemarin hanya tersisa 13 gerai yang masih ditutup, nyatanya operasional dan penjualan Ramayana Department Store saat ini masih belum dapat dikatakan maksimal.

Critical Thinking

            Berdasarkan laporan yang telah dikeluarkan, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mengalami penurunan pendapatan dan laba selama paruh awal tahun 2020 ini. Pendapatan selama semester I 2020 ini hanya sebesar Rp1,47 triliun, turun 57,88% dibandingkan semester I 2019 yang menyentuh angka Rp3,49 triliun. Laba kotor periode ini sebesar Rp613,73 miliar, menurun 60,89% dari Rp1,57 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Rugi usaha yang diterima sebesar Rp53,60 miliar pada semester I 2020 ini, sangat jauh dibandingkan semester I 2019 yang mampu meraih laba usaha sebesar Rp622,82 miliar. Alhasil, laba tahun berjalan  PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk pada Semester I 2020 ini hanya mampu menyentuh angka Rp5,36 miliar, menurun 99,09% dibanding Semester I 2019 yang mencapai Rp589,83 miliar. 

Meski diakui mengalami penurunan pendapatan dan laba, pihak manajemen Ramayana sebenarnya sudah menekan beban pokok penjualan di semester I 2020 hingga 55,19% menjadi Rp860,08 miliar, begitu pula dengan beban umum dan administrasi, serta beban lainnya. Akan tetapi, usaha ini belum mampu menutup rugi usaha yang didapat. Selain itu, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk juga dengan terpaksa telah melakukan PHK kepada 421 karyawannya selama periode Semester I 2020 demi menekan pengeluaran gaji perusahaan.

Dalam riset yang dilakukan oleh salah satu analis Sinarmas Sekuritas, Paulina, terdapat dua penyebab menurunnya pendapatan Ramayana selama Semester I 2020 ini:

  1. Kebijakan PSBB dan larangan mudik lebaran oleh pemerintah Indonesia. Padahal, selama ini periode lebaran mampu menyumbang sekitar 40% pendapatan penjualan Ramayana dalam setahun.
  2. Target market Ramayana yang menyasar konsumen dengan low-income. Segmen konsumen ini perlu waktu lebih untuk melakukan pemulihan setelah pandemi, dan kini lebih mengutamakan belanja kebutuhan wajib sehari-hari (makanan, minuman, produk kesehatan, dll) dibandingkan produk pakaian seperti yang dijual oleh Ramayana.

                         


            Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun oleh alinea.id, pertumbuhan ekonomi Indonesia utamanya dipicu oleh konsumsi rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan persentase konsumsi rumah tangga sebesar 57,58% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2020 yang mencapai Rp6.277,3 triliun. Tetapi, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah konsumsi rumah tangga telah menurun sebesar 5,51%. 

                     

Sumber: https://www.alinea.id/bisnis/iming-iming-diskon-demi-mengungkit-konsumsi-b1ZRZ9w6b

            Demi meningkatkan daya beli dan permintaan masyarakat, Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah memberikan masyarakat berupa dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp695,2 triliun beserta bantuan sosial sembako dan program keluarga harapan (PKH). Pemerintah juga merealokasi penggunaan dana desa menjadi dalam bentuk bantuan tunai langsung sebesar Rp600 ribu per bulan. Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) juga telah melakukan stimulus permintaan masyarakat dengan mengadakan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2020. Namun, stimulus ini nyatanya kurang efektif dalam meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang masih takut bepergian ke pusat perbelanjaan dan memilih untuk membeli semuanya melalui e-commerce. Selain itu, pembatasan jumlah pengunjung dalam pusat perbelanjaan juga menjadi faktor yang menghambat peningkatan penjualan perusahaan. Indeks Penjualan Riil (IPR) Indonesia per Juni 2020 menunjukkan bahwa kelompok sandang/pakaian mengalami penurunan paling parah, yakni -68,4% dibandingkan kelompok lainnya dalam basis year-on-year. Data-data ini menunjukkan bahwa pemerintah dan perusahaan ritel di Indonesia membutuhkan strategi lain untuk meningkatkan daya beli konsumen dan memulihkan kondisi perusahaan.

                                     

Sumber: https://www.alinea.id/bisnis/iming-iming-diskon-demi-mengungkit-konsumsi-b1ZRZ9w6b

                                                   

Sumber: https://www.alinea.id/bisnis/iming-iming-diskon-demi-mengungkit-konsumsi-b1ZRZ9w6b



Zilingo

       

Sumber: http://www.smartmama.com/2018/04/11/zilingo-e-commerce-baru-untuk-pecinta-lifestyle-dan-fashion/

            Zilingo merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang teknologi perdagangan elektronik (e-commerce marketplace), utamanya produk pakaian. Didirikan di Singapura pada tahun 2015, kini Zilingo telah melebarkan sayapnya dengan membuka kantor dan website e-commerce khusus di negara-negara Asia, seperti: Indonesia, Thailand, Filipina, India, Sri Lanka, Bangladesh, dan Hong Kong. Zilingo menjadi tempat berkumpulnya produk-produk lokal/UMKM di tiap negara untuk memperdagangkan produknya secara online. Masa pandemi COVID-19 sendiri menjadikan Zilingo diminati oleh banyak orang karena kemudahan transaksi dan variasi produk yang dimiliki. Calon konsumen hanya perlu membuka website/aplikasi Zilingo melalui gadget masing-masing, melakukan pembayaran dengan metode transfer, dan menunggu barang untuk dikirim. Semua kegiatan dapat dilakukan tanpa perlu keluar dari rumah, sejalan dengan situasi pandemi yang mengharuskan kita mengurangi aktivitas di luar rumah.


Analytical Thinking

KA 3 – Analyzing the Marketing Environment

            Dalam memasarkan dan menjual produknya, setiap perusahaan pasti sedikit banyak akan dipengaruhi oleh lingkungannya. Marketing environment adalah pelaku dan kekuatan dari luar kegiatan pemasaran yang dapat mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan menjaga hubungan baik dengan target konsumen. Marketing environment dibagi ke dalam 2 jenis, yakni Microenvironment dan Macroenvironment. Microenvironment adalah pelaku di dekat perusaahaan yang mampu mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam melayani konsumen. Sedangkan Macroenvironment adalah kekuatan-kekuatan lebih besar di lingkungan yang mampu mempengaruhi Microenvironment.

       

Sumber: Principles of Marketing, Kotler & Armstrong (2018)

Macroenvironment


Ramayana

Zilingo

Demographic

Indonesia, sebagai satu-satunya lokasi operasional Ramayana, diprediksi dapat menyentuh angka 46 dalam dependency ratio-nya. Hal ini merupakan pertanda baik menuju bonus demografi yang diproyeksikan akan dimiliki oleh Indonesia. Namun, pandemi COVID-19 membuat bonus demografi ini dapat menjadi ancaman mengingat adanya proyeksi peningkatan Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD), proyeksi tingkat pengangguran Indonesia tahun 2020 sebesar 7,5% yang naik dari 5,3% di 2019. Jika tidak ditangani dengan segera, pandemi COVID-19 malah akan membuat bonus demografi Indonesia menjadi beban karena rendahnya kualitas SDM yang dimiliki.

Singapura, sebagai pusat kantor Zilingo, secara rata-rata memberikan status residen permanen kepada 31.700 orang setiap tahunnya. Proyeksi jumlah penduduk di tahun 2030 berada di bawah angka 6,9 juta, hanya selisih 1 juta dari jumlah penduduk tahun 2018. Hal ini disebabkan oleh Total Fertility Rate penduduk Singapura yang masih di bawah replacement rate (2,1). Namun, sebagai perusahaan multinasional, pemasaran Zilingo juga harus memperhatikan demografi tiap negara tempat mereka beroperasional. 

Economic

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar -5,32% year-on-year basis pada kuartal II 2020. Nilai ini menurun dari data kuartal I 2020 yang berada di angka 2,97% dan kuartal II 2019 sebesar 5,05%.

Berdasarkan data Pemerintah Singapura, pertumbuhan ekonomi Singapura mengalami kontraksi sebesar -13,2% year-on-year basis pada kuartal II 2020. Hal ini disebabkan oleh kebijakan partial lockdown/circuit breaker pemerintah Singapura dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Natural

PSBB yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia pada bulan April 2020 sempat membuat emisi karbon menurun 17% dibandingkan tahun lalu. Namun, data Juni 2020 menunjukkan bahwa emisi karbon hanya 5% di bawah data tahun lalu, padahal aktivitas penduduk belum pulih sepenuhnya. Pemerintah harus mewaspadai aktivitas-aktivitas pascapandemi agar tingkat emisi karbon tidak bertambah tinggi.

Singapura berada di peringkat 27 dalam tingkat emisi per kapita dalam data International Energy Agency tahun 2018. Namun, di tahun 2020 ini, pemerintah Singapura telah menggelontorkan dana sebesar $36juta untuk riset teknologi energi rendah karbon (low-carbon energy)

Technological

Pandemi COVID-19 telah meningkatkan transaksi e-commerce hingga 400% akibat kebutuhan masyarakat pada teknologi e-commerce dan transaksi online selama masa pandemi. Pemerintah Indonesia mencatat penambahan 1 juta UMKM yang mulai memasarkan produknya secara online.

Berdasarkan studi oleh Visa, 26% penduduk Singapura melakukan transaksi online setiap minggunya. Angka ini merupakan persentase per kapita tertinggi di Asia Tenggara dan menunjukkan tingkat melek teknologi di Singapura yang lebih tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.

Political

Pemerintah Indonesia pada awal pandemi COVID-19 memberlakukan Pembatasan Sosial Bersakal Besar (PSBB) yang membuat sebagian besar aktivitas bisnis harus berhenti dan mengubah operasional bisnis menjadi online. Dampaknya, banyak sektor bisnis yang mengalami penurunan penjualan dan pendapatan.

Pemerintah Singapura pada awal pandemi COVID-19 memberlakukan partial lockdown/circuit breaker yang membuat sebagian aktivitas bisnis terhambat dan banyak sektor bisnis mengalami penurunan penjualan dan pendapatan.

Cultural

Indonesia sebagai negara berkembang memiliki jumlah penduduk melek dunia digital yang masih cukup rendah. Hal ini membuat banyak hambatan dalam penyesuaian kebiasaan/kultur hidup di masa pandemi, seperti contoh: penyesuaian guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar secara online

Singapura sebagai salah satu negara maju memiliki mayoritas penduduk yang sudah melek dunia digital. Hal ini membuat penduduk Singapura lebih mudah dalam beradaptasi dalam menyesuaikan kebiasaan/kultur hidup di masa pandemi yang utamanya serba online.



       

Sumber: Principles of Marketing, Kotler & Armstrong (2018)


Microenvironment


Ramayana

Zilingo

The Company

Pendapatan Ramayanan selama semester I 2020 ini hanya sebesar Rp1,47 triliun, turun 57,88% dibandingkan semester I 2019. Laba kotor periode ini sebesar Rp613,73 miliar, menurun 60,89% dari periode yang sama tahun lalu. Rugi usaha yang diterima sebesar Rp53,60 miliar pada semester I 2020 ini, sangat jauh dibandingkan semester I 2019 yang mampu meraih laba usaha sebesar Rp622,82 miliar. Usaha penekanan biaya operasional dan penjualan online telah dilakukan namun masih belum mampu menutup kerugian yang diterima

Dalam menghadapi pandemi COVID-19, Zilingo berinovasi dengan meluncurkan layanan Zilingo Trade yang menjadi platform jual beli produk kebutuhan sehari-hari (tidak terbatas dalam produk pakaian saja). Selain itu, Zilingo juga menggandeng UMKM untuk berjualan melalui Zilingo demi meningkatkan transaksi dan penjualan online di masa pandemi ini.

Suppliers

Ramayana sebenarnya diuntungkan karena lebih mengutamakan sistem penjualan konsinyasi dibandingkan beli-putus. Hal ini membuat perusahaan membayar supplier setelah produk laku terjual (bukan ketika produk diberikan seperti dalam sistem beli-putus). Namun, lemahnya daya beli konsumen di masa pandemi tetap saja membuat penjualan Ramayana menurun.

Zilingo sebagai platform e-commerce marketplace sejatinya tidak memiliki supplier dalam artian sebenarnya. Sebab, Zilingo sejatinya hanya menjadi platform yang mempertemukan calon penjual dengan calon pembeli. Namun, hal ini membuat biaya supplier Zilingo menjadi rendah karena produk berada di tangan masing-masing penjual, bukan di Zilingo. Hal ini membuat Zilingo berani bekerja sama dengan UMKM untuk menjual produknya di Zilingo Trade.

Marketing Intermediaries

Ramayana yang biasanya berfokus pada penjualan offline di gerai, kini mulai memaksimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Media sosial menjadi senjata utama perusahaan untuk memasarkan dan mengiklankan produknya. Ramayana sendiri menggunakan Instagram dan website untuk media promosi dan e-commerce untuk penjualannya.

Tren peningkatan penjualan e-commerce di masa pandemi harusnya mampu meningkatkan penjualan Ramayana pula.

Zilingo dalam operasionalnya menggunakan website dan aplikasi sebagai media transaksi. Namun, promosi dan pemasaran produk juga gencar dilakukan melalui media sosial seperti Instagram. Tren peningkatan penjualan online di masa pandemi membuat Zilingo menjadi lebih diminati saat ini.

Competitors

Matahari sebagai salah satu department store terbesar di Indonesia juga mengalami penurunan pendapatan dan laba di Semester I 2020 ini. Pendapatan Matahari menurun 57,5% menjadi Rp3,3 triliun pada kuartal III 2020 dan merugi Rp617 miliar pada 30 September 2020. Bahkan, Matahari juga harus menutup permanen 7 gerainya untuk menekan biaya operasional.

Meningkatkan tren penjualan atau transaksi online di masa pandemi tidak hanya dirasakan oleh Zilingo saja. Platform e-commerce lain seperti Zalora, Shopee, Tokopedia, dan Lazada juga mengalami hal yang serupa. Mereka semua bersaing menjadi platform e-commerce all-in-one yang mampu menyediakan seluruh produk yang diinginkan konsumen dalam 1 website/aplikasi. 

Publics

Pemerintah Indonesia telah memberi stimulus daya beli masyarakat berupa dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp695,2 triliun beserta bantuan sosial sembako dan program keluarga harapan (PKH). Pemerintah juga merealokasi penggunaan dana desa menjadi dalam bentuk bantuan tunai langsung sebesar Rp600 ribu per bulan. Namun, usaha ini dirasa belum efektif untuk meningkatkan daya beli masyarakat selama pandemi belum dapat ditangani dengan baik.

Zilingo yang beroperasi di beberapa negara di Asia harus menyesuaikan operasionalnya di tiap negara. Namun, secara garis besar, Zilingo tidak terlalu terdampak karena seluruh negara di dunia saat ini menggencarkan aktivitas dari rumah (work-from-home) sehingga platform e-commerce seperti Zilingo menjadi lebih diminati dari sebelumnya.

Customers

Target market Ramayana yang utama adalah konsumen dengan low-income saat ini lebih mengutamakan belanja kebutuhan sehari-hari (makanan, minuman, produk kesehatan, dll) dibandingkan produk pakaian seperti yang dijual oleh Ramayana. Sehingga, produk-produk yang dijual Ramayana menjadi kurang diminati.

Zilingo yang memiliki target pasar luas (tidak terbatas gender, usia, ataupun lokasi) menjadi diuntungkan karena situasi pandemi. Masyarakat kini mulai beralih ke transaksi jual-beli online untuk semua produk yang memungkinkan. Terlebih, inovasi Zilingo Trade membuat variasi produk yang dapat dibeli oleh calon konsumen menjadi lebih banyak.


KA 7 – Customer Value-Driven Marketing Strategy


         

Sumber: Principles of Marketing, Kotler & Armstrong (2018)

            Dalam menyusun strategi pemasaran, perusahaan menciptakan dan memberikan nilai (value) kepada target konsumennya melalui 4 tahapan, yakni: 

  1. Segmentation: Membagi pasar ke dalam kelompok/segmen yang berbeda-beda berdasarkan kriteria tertentu (geografi, demografi, psikografi, perilaku, dll.)
  2. Targeting: Evaluasi daya tarik kelompok/segmen yang ada untuk kemudian menentukan kelompok/segmen mana yang akan difokuskan oleh perusahaan
  3. Differentiation: Membedakan penawaran produk yang diberikan perusahaan dengan produk kompetitor untuk meningkatkan nilai/value yang diterima konsumen
  4. Positioning: Memposisikan nilai/value dari penawaran produk yang diberikan perusahaan ke dalam pikiran target konsumen.


Ramayana

Zilingo

Segmentation

Pendapatan: low-income, middle income, high-income

Usia: semua umur

Geografi: kota besar dan kota kecil di Indonesia

Psikografis: konsumen dengan gaya hidup sederhana

Perilaku: konsumen yang mengutamakan kenyamanan dibandingkan brand/merk

Pendapatan: low-income, middle-income, high-income

Usia: semua umur

Geografi: negara-negara di Asia (Singapura, Indonesia, Filipina, Thailand, Hongkong, dll)

Psikografis: konsumen dengan beragam gaya hidup

Perilaku: konsumen dengan beragam preferensi

Targeting

Ramayana menggunakan Concentrated Marketing karena berfokus pada konsumen low-income yang menginginkan produk pakaian dengan harga terjangkau di berbagai kota di Indonesia.

Zilingo menggunakan Undifferentiated Marketing karena seluruh produk yang dijual di Zilingo dapat dibeli oleh siapa saja tanpa terkecuali. Produk pakaian memiliki ragam variasi dari anak-anak hingga dewasa dan produk pokok rumah tangga juga akan dibutuhkan oleh setiap orang tanpa batasan segmentasi.

Differentiation

Produk-produk Ramayana memiliki diferensiasi berupa harga yang tergolong terjangkau/murah namun tetap memenuhi standar kualitas.

Produk-produk Zilingo memiliki diferensiasi berupa all-in-one platform dimana calon konsumen dapat membeli aneka ragam produk melalui 1 pintu (website/aplikasi Zilingo). Produk yang dijual pun tidak hanya dari merk terkemuka namun juga UMKM seperti yang ada di Zilingo Trade.

Positioning

Ramayana menggunakan strategi The Same for Less dimana produk yang dijual termasuk standar dan bukan high-class tetapi memiliki harga lebih murah dan terjangkau, beserta variasi produk yang lebih banyak.

Zilingo menggunakan strategi More for Less dimana produk yang dijual memiliki aneka ragam variasi jenis namun tetap memiliki harga terjangkau dan kompetitif.


KA 8 – Products, Services, and Brands

Product Classifications

            Produk merupakan segala sesuatu yang dapat dijual di dalam pasar dengan tujuan untuk mendapat perhatian, akuisisi, penggunaan, dan konsumsi yang mampu memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan manusia.

Produk diklasifikasikan ke dalam 2 jenis, yakni Consumer Product dan Industrial Product. Consumer Product adalah produk yang dibeli oleh konsumen final untuk konsumsi pribadi. Sedangkan Industrial Product adalah produk yang dibeli oleh individu/organisasi perusahaan untuk kemudian diproses lebih lanjut demi menjalankan suatu bisnis.

Consumer Product dibedakan lagi menjadi 4 jenis, yakni: 

  1. Convenience Product: produk yang sering dibeli konsumen tanpa perlu banyak pertimbangan dan usaha/effort untuk membelinya. (contoh: makanan, minuman, peralatan mandi, dll)
  2. Shopping Product: produk yang lebih jarang dibeli serta butuh usaha dan waktu untuk menentukan kecocokan, kualitas, harga, dan gaya yang sesuai dengan keinginan konsumen. (contoh: perabotan rumah tangga, pakaian, dll)
  3. Specialty Product: produk dengan karakteristik unik dan identifikasi merk/brand yang tinggi, yang hanya diminati oleh kelompok konsumen tertentu yang bersedia mengeluarkan usaha pembelian khusus (special purchase effort). (contoh: mobil mewah, jam tangan mewah, makanan di restoran mahal, dll)
  4. Unsought Product: Produk yang umumnya jarang diketahui oleh konsumen, dan jika diketahui pun biasanya jarang dibeli. (contoh: asuransi, program pemakaman, dll)


Product Classification

Ramayana

Ramayana berfokus pada Shopping Product yakni produk-produk pakaian dan aksesoris seperti: baju, celana, tas, dan sepatu.

Zilingo

Pada awalnya, Zilingo hanya berfokus pada Shopping Product yakni produk pakaian, aksesoris, dan kecantikan. Namun, di masa pandemi ini, Zilingo mulai merambah ke Convenience Product melalui Zilingo Trade dengan menjual berbagai kebutuhan pokok seperti: produk perawatan diri, produk elektronik, produk kesehatan, produk kebersihan, hingga aneka makanan dan bumbu kemasan.


Product Decisions

            Dalam membuat keputusan produk, seorang pemasar harus menentukannya bedasarkan 3 tingkatan: Individual Product Decision, Product Line Decisions, dan Product Mix Decisions. Individual Product Decision berkaitan dengan atribut yang melekat pada produk yang dijual (contoh: Quality, Packaging, Labelling & Logos, dan Product Support Services). Product Line Decisions berkaitan dengan lini produk yang dijual oleh perusahaan. Sedangkan Product Mix Decisions berkaitan bauran produk apa saja yang dijual oleh perusahaan.

       

Sumber: Principles of Marketing, Kotler & Armstrong (2018)


Individual Product Decisions

Ramayana

Zilingo

Quality

Produk-produk Ramayana tidak dapat dikatakan berkualitas tinggi sebab harga-harganya yang tergolong murah. Walaupun begitu, seluruh produk Ramayana tetap memiliki kualitas rata-rata (standar).

Produk-produk Zilingo memiliki beraneka ragam kualitas yang dapat dipilih konsumen, mulai dari kualitas rata-rata hingga kualitas tinggi. Perbedaan kualitas dapat ditunjukkan dari harga produk yang bervariasi di Zilingo.

Packaging

Ramayana umumnya menggunakan kantong plastik standar berwarna putih dengan logo Ramayana berwarna merah. Packaging ini dipilih untuk menekan biaya, sesuai dengan konsep Ramayana yang mengutamakan harga murah/terjangkau.

Zilingo sebagai e-commerce menerapkan standar packaging kardus yang dibungkus plastik untuk menjaga produk agar tidak rusak selama proses pengiriman. Selain itu, penjual harus menggunakan stiker dan format alamat yang ditetapkan Zilingo agar dapat terlihat jelas jika produk tersebut dijual melalui Zilingo. 

Labelling & Logos

Ramayana menggunakan logo dengan bentuk menyerupai ‘R’ dan tulisan ‘Ramayana’ berwarna putih dengan warna dasar merah. Meski terkesan biasa, logo ini sudah menjadi ikon Ramayana sejak belasan tahun yang lalu.

Zilingo menggunakan konsep logo minimalis berupa tulisan ‘Zilingo’ berwarna hitam dan warna dasar putih yang disertai dengan garis kotak dengan warna merah-kuning-ungu, memberi kesan hidup di antara warna hitam dan putih.

Product Support Services

Ramayana memiliki layanan pelanggan baik secara offline maupun online. Layanan offline tersedia di setiap gerai Ramayana Department Store. Sedangkan layanan online tersedia dalam bentuk telepon, email, dan media sosial.

Zilingo memiliki layanan pelanggan melalui berbagai platform, seperti: Zilingo Shopping Support (website), telepon, email, media sosial, serta livechat Zendesk/Zopim.



Product Line Decisions

Ramayana

Ramayana menyediakan lini produk berupa produk pakaian dengan variasi merk. Contoh: Sepatu (New Era, Precise, Charlie, Ardiles), Baju (Arthaloka, Imaroon), Celana (RAJeans, Benhill, Lois) 

Zilingo

Zilingo sebagai platform e-commerce juga menyediakan lini produk berupa variasi merk dan jenis produk yang lebih banyak dibandingkan Ramayana, terlebih dengan adanya Zilingo Trade yang memungkinkan UMKM untuk menjual  produknya di Zilingo. Contoh: Baju (Jenis: Atasan, Terusan/Overall, Kemeja, Kaos Oblong | Merk: X8, RBJ, Yoenik, Arjuna Weda)



Product Mix Decisions

Ramayana

Ramayana memiliki bauran produk yang terbatas pada jenis pakaian saja, seperti: Baju/Atasan, Celana/Bawahan, Sepatu, Tas, dan Aksesoris.

Zilingo

Zilingo awalnya juga memiliki bauran produk yang mirip dengan Ramayana. Namun, dengan adanya Zilingo Trade, kini Zilingo memiliki bauran produk yang lebih luas karena menjual produk lain seperti: Produk kesehatan, produk kebutuhan rumah tangga, produk kecantikan, dll)



Problem Solving

            Berdasarkan analisis pemasaran terkait Ramayana dan Zilingo di atas, solusi yang dapat diberikan kepada Ramayana untuk memulihkan operasional dan penjualannya di masa pandemi ini antara lain:

  1. Menambah Bauran Produk/Product Mix (Best Practice Zilingo)

Seperti yang dilakukan oleh Zilingo dalam inovasi Zilingo Trade, Ramayana dapat menambah bauran produk yang dijual agar tidak terbatas pada Shopping Product saja, namun juga merambah Convenience Product yang banyak diminati konsumen di masa pandemi ini. Harapannya, penjualan Ramayana dapat meningkat dan kerugian dapat tertutupi.

   2. Memperluas Target Market

Ramayana dapat melakukan perluasan target market agar tidak berfokus pada segmen konsumen low-income yang jarang melakukan pembelian pakaian di masa pandemi ini. Segmen konsumen middle-high income di masa pandemi masih memiliki pendapatan di atas rata-rata dan berpeluang menyisihkan uangnya untuk membeli pakaian (di samping pengeluaran kebutuhan pokok)

    3. Memfokuskan Penjualan Online

Jika memang operasional gerai dirasa memberatkan keuangan perusahaan, Ramayana dapat memaksimalkan penjualan online yang lebih diminati masyarakat di masa pandemi ini. Karyawan-karyawan gerai dapat dialihkan untuk melayani pengemasan dan pengiriman produk online. Sehingga, gerai yang sepi dapat ditutup untuk menekan biaya operasional dan karyawan tetap mendapat alokasi kerja baru. Fokus penjualan online pun diharapkan tidak sekadar menggencarkan promosi/pemasaran produk saja, namun juga meningkatkan kualitas layanan konsumen seperti: kemudahan akses belanja (variasi platform belanja), kecepatan respon customer service, kecepatan dan keamanan pengiriman, serta peningkatan kualitas produk.

------------------

Penulis Artikel:
Rayhan Marfiano Rosyada

19/439925/EK/22293

Manajemen - 2019

------------------

REFERENSI

Ammurabi, Syah Deva. “Iming-iming diskon demi mengungkit konsumsi.” https://www.alinea.id/. Accessed October 28, 2020. https://www.alinea.id/bisnis/iming-iming-diskon-demi-mengungkit-konsumsi-b1ZRZ9w6b.

Anggraeni, Luthfi. “Zilingo Tawarkan Solusi Bisnis Terintegrasi untuk UKM Hadapi New Normal.” medcom.id, June 19, 2020. https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/gNQGJAak-zilingo-tawarkan-solusi-bisnis-terintegrasi-untuk-ukm-hadapi-new-normal.

BKKBN. “Raih Bonus Demografi Di Masa Pandemi Covid-19 Usia Produktif Harus Berkualitas.” Accessed October 28, 2020. https://www.bkkbn.go.id/detailpost/raih-bonus-demografi-di-masa-pandemi-covid-19-usia-produktif-harus-berkualitas.

Dinisari, Mia Chitra. “Cara Zilingo Tingkatkan Transaksi Merchant UMKM | Entrepreneur.” Bisnis.com, October 6, 2020. https://entrepreneur.bisnis.com/read/20201006/52/1301364/cara-zilingo-tingkatkan-transaksi-merchant-umkm.

Dirgantara, Hikma. “Ramayana (RALS) masih tutup sementara 13 gerai, begini rekomendasi analis.” kontan.co.id, October 12, 2020. http://investasi.kontan.co.id/news/ramayana-rals-masih-tutup-sementara-13-gerai-begini-rekomendasi-analis.

———. “Stimulus pemerintah bisa jadi kunci perbaikan kinerja Ramayana (RALS) ke depan.” kontan.co.id, October 12, 2020. http://investasi.kontan.co.id/news/stimulus-pemerintah-bisa-jadi-kunci-perbaikan-kinerja-ramayana-rals-ke-depan.

“Home - Ramayana Dept.Store #KerenHakSegalaBangsa.” Accessed October 28, 2020. http://www.ramayana.co.id/.

Husaini, Azis. “Shopee Paling Diminati Penggemar Belanja Online, Menyusul Tokopedia dan Lazada.” Tribun Jabar. Accessed October 28, 2020. https://jabar.tribunnews.com/2020/07/05/shopee-paling-diminati-penggemar-belanja-online-menyusul-tokopedia-dan-lazada.

Intan, Kenia. “Pendapatan dan laba Ramayana Lestari Sentosa (RALS) turun hingga dua digit.” kontan.co.id, August 4, 2020. http://investasi.kontan.co.id/news/pendapatan-dan-laba-ramayana-lestari-sentosa-rals-turun-hingga-dua-digit.

Koh, Tom. “Singapore Online Shopping Trends 2020.” MediaOne (blog), October 17, 2019. https://mediaonemarketing.com.sg/singapore-online-shopping-trends-2020/.

Kotler, P., & Gary Armstrong. 2018. Principles of Marketing Global Edition (17th Ed.). Harlow: Pearson Education Limited

“LAP_KEU_30_JUNI_2020.Pdf.” Accessed October 28, 2020. http://www.ramayana.co.id/userdata/report/LAP_KEU_30_JUNI_2020.pdf.

Lee, Yen Nee. “Singapore’s Economic Contraction in the Second Quarter Was Worse than Initial Estimates.” CNBC, August 11, 2020. https://www.cnbc.com/2020/08/11/singapore-releases-second-quarter-2020-gdp-economic-data.html.

Molasiarani, Klaudia. “Ramayana melestarikan konsinyasi.” kontan.co.id, March 29, 2018. http://industri.kontan.co.id/news/ramayana-melestarikan-konsinyasi.

NCCS Singapore. “Singapore’s Emissions Profile.” Accessed October 28, 2020. /singapores-climate-action/singapore-emissions-profile/.

Ningsih, Lestari. “Matahari Gigit Jari, Apa Kabar Ramayana dan Kawan-Kawan?” Warta Ekonomi, October 26, 2020. https://www.wartaekonomi.co.id/read310922/matahari-gigit-jari-apa-kabar-ramayana-dan-kawan-kawan.

Nurhaliza, Shifa. “Terdesak Imbas Pandemi, Ramayana PHK 421 Karyawan dan Fokus Jualan Online.” IDXchannel.com. Accessed October 28, 2020. https://www.idxchannel.com/market-news/terdesak-imbas-pandemi-ramayana-phk-421-karyawan-dan-fokus-jualan-online.

“Ramayana Official Store - Produk Resmi Lengkap & Harga Terbaik | Tokopedia.” Accessed October 28, 2020. https://www.tokopedia.com/ramayana.

Redaksi WE Online. “Zilingo Trade, Platform Solusi Bisnis Satu Atap Siap Dukung UMKM Hadapi New Normal.” Accessed October 28, 2020. https://www.wartaekonomi.co.id/read290110/zilingo-trade-platform-solusi-bisnis-satu-atap-siap-dukung-umkm-hadapi-new-normal.

Rizal, Adam. “Transaksi Ecommerce Di Indonesia Meningkat 400 Persen Selama Pandemi - Info Komputer.” Accessed October 28, 2020. https://infokomputer.grid.id/read/122249880/transaksi-ecommerce-di-indonesia-meningkat-400-persen-selama-pandemi.

Sin, Yuen. “Parliament: Annual Number of New PRs and Citizens Stable for Last 5 Years, Says Indranee.” Text. The Straits Times, October 14, 2020. https://www.straitstimes.com/singapore/politics/parliament-annual-number-of-new-prs-and-citizens-stable-for-last-5-years-says.

Situmorang, Ria T. “Duh, Omzet Anjlok, Ramayana (RALS) Tutup Sementara 13 Gerai | Market.” Bisnis.com, September 11, 2020. https://market.bisnis.com/read/20200911/192/1290240/duh-omzet-anjlok-ramayana-rals-tutup-sementara-13-gerai.

Thomas, Vincent Fabian. “Pertumbuhan Ekonomi RI Q2 2020 Minus 5,32%, Terburuk Sejak 1999.” tirto.id. Accessed October 28, 2020. https://tirto.id/pertumbuhan-ekonomi-ri-q2-2020-minus-532-terburuk-sejak-1999-fVQK.

“Toko Online Ramayana Official Shop | Shopee Indonesia.” Accessed October 28, 2020. https://shopee.co.id/ramayanaofficialshop.

Widyaningrum. “Saya Pilih Bumi: Mengapa COVID-19 Sangat Berdampak Bagi Lingkungan? - Semua Halaman - National Geographic.” Accessed October 28, 2020. https://nationalgeographic.grid.id/read/132251704/saya-pilih-bumi-mengapa-covid-19-sangat-berdampak-bagi-lingkungan?page=all.

Yu, Eileen. “Singapore to Pilot Floating Energy Storage System, Invest $36M in Low-Carbon Research | ZDNet.” Accessed October 28, 2020. https://www.zdnet.com/article/singapore-to-pilot-floating-energy-storage-system-invest-36m-in-low-carbon-research/.

Zilingo. “At Zilingo, Pivoting for Growth in a Pandemic | Zilingo Trade Indonesia: B2B Marketplace.” Zilingo Trade. Accessed October 28, 2020. https://zilingotrade.id/id/blog/BLGBOFXZILINGO.

Zilingo Shopping. “Zilingo Indonesia | Zilingo Shopping Indonesia.” Accessed October 28, 2020. https://zilingoshopping.id/id/.

Zilingo Shopping. “Zilingo Shopping.” Accessed October 28, 2020. https://zilingoshopping.id/contact-us/account.

Zilingo Trade. “Pusat Grosir & Bisnis | Zilingo Trade Indonesia: B2B Marketplace.” Accessed October 28, 2020. https://zilingotrade.id/id/.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format