SAMA-SAMA SEPATU BEDA NASIB?

Shoeka Shoes brand lokal Indonesia mengalami kelesuan penjualan di masa pandemi, Keith Scarrott Shoes asal Inggris justru memperoleh pendapatan 2x lipat. Kok bisa?


0

Pandemi Covid-19 membuat hampir seluruh negara di dunia ini melakukan lockdown untuk melakukan pencegahan dan peredaman penyebaran virus Covid-19. Lockdown adalah persyaratan bagi orang-orang untuk tetap tinggal di tempat mereka berada, biasanya karena risiko tertentu bagi diri mereka sendiri atau orang lain jika mereka dapat bepergian dengan bebas. Imbas dari diberlakukannya lockdown ini adalah kelesuan penjualan di berbagai bidang bisnis, tidak terkecuali bisnis sepatu lokal di Indonesia. Adalah Shoeka Shoes, brand sepatu lokal Indonesia yang turut merasakan imbas dari lockdown di masa pandemi. Sebelum lebih jauh membahas dampak dari pandemi pada bisnis sepatu lokal Shoeka Shoes, yuk kenalan dulu dengan Shoeka Shoes !

Shoeka Shoes

Website Shoeka Shoes
http://www.shoekashoes.com/

Shoeka Shoes adalah sebuah brand sepatu lokal asal Malang, Jawa Timur, Indonesia. Didirikan pada tanggal 5 Juli 2011, Shoeka menawarkan kepada pasar koleksi unik sepatu buatan tangan yang dikembangkan dengan kualitas, semangat, dan dedikasi. Semua bahan untuk setiap sepatu berasal dari sumber lokal Indonesia dan diproduksi oleh pengrajin sepatu Indonesia. Shoeka menawarkan berbagai pilihan model sepatu seperti Flat Shoes, Heels, Casual, Boots, dan Men Shoes.

Dilansir dari jatim.idntimes.com, selama masa pandemi Shoeka Shoes mengalami penurunan penjualan hingga 40%, cukup jauh dari penjualan sebelum masa pandemi. Industri bidang ini memang merupakan salah satu industri yang terdampak selama masa pandemi, penyebab utamanya karena di masa seperti saat ini, pendapatan kebanyakan masyarakat menurun dan alokasi pendapatan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok. Selain itu ada berbagai faktor yang mempengaruhi lesunya penjualan Shoeka Shoes yang dapat kita simak pada gambar di bawah ini :

Data Penjualan Produk Shoeka

Data diolah dari jatim.idntimes.com

Berdasarkan penuturan pemilik Shoeka Shoes pada jatim.idntimes, ada beberapa faktor yang mempengaruhi lesunya penjualan Shoeka Shoes di masa pandemi hingga penjualannya turun sampai angka 40%. Faktor pertama adalah larangan ekspor selama pandemi. Shoeka Shoes dalam kondisi normal telah berhasil memasarkan produk mereka hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Namun, karena pandemi Covid-19, baik pemerintah Indonesia maupun negara tujuan membatasi hingga meniadakan kegiatan di luar ruangan termasuk melarang sementara kegiatan ekspor impor untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kebanyakan barang yang telah terlanjur keluar dari gudang Shoeka tertahan di gudang jasa pengiriman hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Hal ini memberi pengaruh cukup besar pada penjualan ekspor Shoeka Shoes. 

Faktor kedua adalah sulitnya memperoleh bahan baku. Pemilik Shoeka menuturkan bahwa Shoeka sempat kesulitan memperoleh bahan baku ‘lidah’ sepatu yaitu satu bagian dari sepatu yang diimpor dari negara China dan kondisi saat itu China melakukan lockdown sehingga tidak ada bahan baku yang masuk ke Indonesia. Hal ini membuat kelangkaan dari bahan baku tersebut, imbasnya tentu membuat biaya produksi tinggi karena sulit mendapatkan bahan baku tersebut. Namun dalam kondisi ini, Shoeka mengambil sikap untuk tidak menaikkan harga produk sepatunya. Alasan Shoeka tidak menaikkan harga produknya berkorelasi dengan faktor ketiga yang mempengaruhi lesunya penjualan Shoeka yaitu perubahan perilaku dan daya beli konsumen. Sebelum masa pandemi sepatu merupakan salah satu barang yang selain menjadi kebutuhan juga dapat menjadi prestige bagi pemakainya. Daya beli konsumen pada produk sepatu Shoeka tinggi karena produk ini dibuat dari kulit asli yang berkualitas sehingga pemakainya juga membeli ini sebagai bagian dari pemenuhan prestige. namun , dalam kondisi pandemi, di tengah turunnya pendapatan masyarakat, sepatu menjadi hal nomor sekian yang dilirik untuk dibeli oleh konsumen karena frekuensi bepergian pun sangat minim sehingga sepatu tak lagi jadi barang yang setiap hari dikenakan. Dilansir dari ekonomi.bisnis.com, dalam masa pandemi konsumen lebih banyak menghabiskan uang untuk pemenuhan kebutuhan dasar, persediaan, dan obat-obatan. Sedangkan barang sekunder dan hiburan menjadi pengeluaran yang banyak ditiadakan dalam masa pandemi. Inilah yang menjadi dasar Shoeka enggan menaikkan harga sepatu mereka dan ingin tetap menjaga kualitas meskipun biaya produksi tinggi akibat kelangkaan bahan baku. 

Keith Scarrott Shoes

Di sisi lain, sebuah brand sepatu asal Inggris bernama Keith Scarrott Shoes justru mampu meningkatkan penjualan produknya 2x lipat dalam masa pandemi ini. Mengapa hal ini dapat terjadi? Kira-kira apa ya penyebab dari perbedaan ‘nasib’ kedua produk sepatu ini? Kita akan membahasnya setelah kita mengenal sekilas tentang Keith Scarrott Shoes terlebih dahulu. Keith Scarrot Shoes berdiri sejak tahun 1975. Keith Scarrot merancang dan membuat sepatu dan sepatu boots cantik masa kini, dan stylish untuk wanita dari segala usia dengan sistem produksi koleksi seasonal dan eksklusif.

Data kenaikan penjualan Keith Scarrot Shoes selama masa pandemi
Sumber : https://www.maybetech.com/

Shoeka vs Kieth Scarrott

Setelah mengetahui sekilas tentang Keith Scarrott Shoes yang berhasil bersinar di masa pandemi, maka kita akan beralih ke pembahasan mengapa kedua brand sepatu yaitu Shoeka Shoes dan Keith Scarrott Shoes memiliki tren penjualan yang berbeda di masa pandemi. Dalam melakukan analisis, akan digunakan 3 pendekatan yaitu marketing environment, consumer insight, dan consumer market and buyer behavior. 

 Tabel Marketing Environment

No. 

Shoeka Shoes

Keith Scarrott Shoes 

Micro Environment

Supplier : Lokal dan impor

Supplier : Impor dan lokal 

Marketing Intermediaries : Reseller, Toko offline dan offline milik Shoeka, Market place

Marketing Intermediaries : Toko online dan offline milik Keith Scarrott

Kompetitor : Brand sepatu lokal lain (Donatello, Khakikakiku, Bucceri, Yongki Komaladi, dll)  

Kompetitor : Brand sepatu wanita dengan konsep sejenis di Inggris (Grenson Shoes, Church’s, Crochet and Jones)

Customer : Lebih banyak dalam negeri dan luar negeri 

Customer : Dalam negeri dan luar negeri 

Macro Environment 

Demographic trends : Orang memakai sepatu kulit diasosiasikan orang bekerja kantoran, berpendidikan, dan kelas ekonomi menegah ke atas 

Natural demographic : Musim dingin merupakan salah satu pendorong pembelian sepatu kulit dan boots di negara Inggris 

Tabel Consumer Insight 

No. 

Keterangan 

Sebelum pandemi 

Saat  pandemi

Pengeluaran untuk kebutuhan sekunder seperti sepatu 

Ada

Turun, dialihkan pada kebutuhan dasar dan obat 

Konsumsi konten media 

Relatif tinggi

Naik 28%

Ketertarikan terhadap promo/potongan harga

Tinggi

Naik

Ketertarikan terhadap voucher/giveaway 

Relatif tinggi

Naik

Waktu luang untuk berkreasi 

Ada 

Relatif naik

Ketertarikan terhadap inovasi baru

Tinggi

Tinggi

Pengguna aplikasi Tik-Tok 

Relatif banyak

Naik 20%

Pengguna aplikasi Instagram 

Relatif banyak 

Naik 40%

Concern terhadap mental health

Relatif sudah tinggi

Naik

Consumer market and buyer behavior

Tabel environment factor (Marketing Mix)

No.

Keterangan 

Shoeka Shoes 

Keith Scarrott Shoes 

1.

Product

Shoeka Shoes hadir dengan berbagai jenis sepatu baik untuk pria maupun wanita. Shoeka shoes memproduksi model secara masal. 

Keith Scarrott Shoes menghadirkan sepatu wanita dan boots dengan memproduksi secara seasonal sehingga memberikan kesan eksklusif dan prestigius. 

2.

Price 

Shoeka Shoes menyasar kelas menengah dengan harga yang masih dapat dijangkau oleh orang-orang kelas ini, kelas didominasi pekerja kantoran dan pegawai. Harga masih cenderung di bawah produk sepatu kulit yang ekslusif. 

Keith menyasar kelas menengah ke atas dan sesuai dengan konsep eksklusif yang mereka bangun. Harga cenderung di atas harga rata-rata karena pelanggan diberi keleluasaan untuk custom sesuai keinginan untuk  mendapatkan kepuasan. 

3. 

Place 

Shoeka memasarkan produknya melalui offline dan online. Secara umum meskipun belum memiliki banyak cabang store, Shoeka masih mudah di dapatkan di seluruh wilayah Indonesia karena mereka hadir dalam layanan online store dengan informasi yang cukup lengkap. 

Dipasarkan melalui offline store dan online store, Keith Scarrott juga relatif masih mudah dijangkau oleh para pelanggannya. Meskipun Keith Scarrot belum banyak hadir di berbagai negara, namun, bagi pelanggan yang ingin memiliki keeksklusifan sepatu dari Keith Scarrot bisa mendapatkannya di online store Keith Scarrott.

4. 

Promotion

Shoeka menggunakan media promosi web perusahaan yaitu shoeka.com serta menggunakan media sosial seperti instagram, facebook, youtube, dan twitter. Shoeka juga aktif mengikuti berbagai pameran produk sebagai ajang promosi. 

Keith Scarrott memaksimalkan media sosial instagram, twitter, dan email untuk media promosi kepada pelanggan terutama untuk menjalin hubungan dengan pelanggan loyal. Keith juga memiliki web perusahaan yaitu https://keithscarrott.co.uk.

Selain faktor di atas ada beberapa aspek yang dapat mempengaruhi perilaku konsumsi pelanggan untuk membeli Shoeka Shoes dan Keith Scarrot Shoes. Pertama, faktor personal. Faktor personal menjadi faktor yang cukup kuat mengingat di Indonesia banyak perusahaan mewajibkan menggunakan sepatu kulit untuk bekerja di kantor maka pekerjaan sangat mempengaruhi minat pelanggan untuk membeli SHoeka Shoes, begitu pula faktor personal pada Keith Scarrot Shoes yang memungkinkan seseorang memperoleh sepatu sesuai dengan kepribadiannya misalnya sepatu feminin atau sepatu dengan sentuhan maskulin bagi wanita. Semua dapat pelanggan dapatkan, sehingga menarik minat untuk menjadi pelanggan Keith Scarrot Shoes. Selanjutnya secara Psikologi, minat terhadap Keith Shoes juga dipengaruhi oleh kebutuhan akan rasa aman/rasa terlindungi, tepatnya saat terjadi musim dingin boots dan sepatu kulit dapat memberikan perlindungan terhadap kaki. Pada Shoeka Shoes, faktor psikologi juga memberikan pengaruh yaitu kebutuhan atas adanya pengakuan karena pengguna sepatu kulit akan terlihat lebih berpendidikan, berada dalam kelas ekonomi menengah ke atas, dan menambah prestige. 

Solusi 

Setelah kita telah melakukan analisis perbandingan antara kedua brand di atas yaitu Shoeka Shoes dan Keith Scarrott Shoes maka ada beberapa rekomendasi solusi untuk Shoeka agar dapat kembali bersinar meskipun dalam kondisi pandemi. 

  • Campaign via Media Sosial dengan hadiah 

Melihat dari tabel consumer insight yaitu pada konsumsi konten media, pengguna aplikasi Tik-Tok, Instagram yang melonjak selama pandemi serta dikolaborasikan dengan kesadaran tentang mental health yang saat ini juga naik maka Shoeka dapat membuat sebuah campaign di media sosial (Instagram, TikTok) tentang mental health, kemudian memberikan hadiah bisa berupa voucher, potongan harga, atau bonus lain dari Shoeka untuk peserta terkreatif/terbaik. Ini juga mengacu pada tabel consumer insight pada bagian ketertarikan terhadap diskon, voucher, giveaway yang semakin tinggi di masa pandemi.  Semua hal di atas berguna untuk menaikkan eksistensi Shoeka Shoes di mata masyarakat. Sebelumnya Keith Scarrot juga telah melakukan hal yang sama yaitu campaign di sosial media tentang sepatu impian. 

Keith Scarrot Campaign
Sumber : website maybetech.com

  • Mengeluarkan produk eksklusif kolaborasi dengan tokoh

Menilik dari apa yang dilakukan Keith Scarrott Shoes yaitu membuat produk mereka menjadi produk yang eksklusif sehingga memiliki nilai lebih di mata konsumen. Maka, Shoeka juga dapat melakukan hal yang sama yaitu mengeluarkan produk eksklusif tetapi dengan menggandeng tokoh yang memiliki eksistensi  di masyarakat dan memiliki banyak pengikut. Misalnya kolaborasi dengan artis ibukota/lokal, tokoh nasional, dll. Dengan strategi ini, Shoeka shoes dapat memberikan kesan limited dan eksklusif kepada pelanggan sehingga prestige ketika memiliki sepatu bertambah. Hal ini lah yang akan menarik para pelanggan untuk membeli. Dengan begini sangat mungkin Shoeka akan memiliki pelanggan kelas menengah dan atas. Contoh kolaborasi sepatu dengan tokoh :

Kolaborasi Vans dan Band Metalica
Sumber : google image

  • Konsisten dalam memberikan konten (direkomendasikan konten kreatif, lucu dan menghibur) untuk meningkatkan popularitas dan mempertahankan eksistensi.

Menilik tabel customer insight bagian konsumsi konten media yang meningkat hingga 28% serta peningkatan pengguna instagram dan TikTok, Shoeka dapat membaca ini sebagai peluang promosi yang sangat besar. Di saat banyak orang menggunakan media sosial dengan durasi yang lama, Shoeka harus mampu memberikan konten yang direkomendasikan kreatif, lucu dan menghibur untuk menarik hati masyarakat berkunjung ke media sosial mereka agar kemudian dapat mengenal Shoeka dan memenuhi tujuan awal yaitu perluasan pasar. Contoh konten official account kreatif : 

Sumber : akun instagram Travelloka

Sumber : 

https://www.maybetech.com/blog/case-study/how-this-independent-shoe-retailer-generated-2x-more-revenue-during-lockdown/

shoekashoes.com 

https://keithscarrott.co.uk/

https://en.wikipedia.org/wiki/Lockdown

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200704/12/1261479/nielsen-masyarakat-utamakan-produk-pokok-selama-pandemi-covid-19 

https://makeitbritish.co.uk/top-ten/made-in-uk-shoe-brands/ 

https://katadata.co.id/ekarina/digital/5ec2245aa8bc7/pengguna-tiktok-naik-20-selama-pandemi-terbanyak-konten-edukasi 

https://voi.id/teknologi/4227/trafik-pengguna-media-sosial-naik-40-persen-selama-pandemi-corona 

Oleh : Lia Arfita Meliana


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Liaarfita

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format